• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Analisis Hasil Penelitian

2. Hasil Uji Asumsi Klasik

Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji regresi linier sederhana. Uji-uji ini terdiri dari uji normalitas data, uji autokorelasi, dan uji heteroskedastisitas.

Dita Paradita : Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Yang Termasuk Kelompok Sepuluh Besar Menurut Corporate Governance Perception Index (CGPI), 2009.

a. Hasil Uji Normalitas Data

Tujuan uji normalitas adalah ingin mengetahui apakah dalam model regresi variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Jika asumsi ini dilanggar atau tidak dipenuhi maka uji statistik menjadi tidak valid untuk jumlah sampel kecil. Cara yang digunakan peneliti adalah dengan menggunakan analisis grafik dan analisis statistik pada ketiga fungsi sesuai dengan jumlah variabel dependennya.

Dalam analisis grafik, dilakukan dengan melihat grafik histogram dan normal probability plot. Sedangkan dalam analisis statistik dilakuka n dengan alat uji Kolmogorov Smirnov. Apabila nilai signifikasi lebih besar dari 0,05 maka data itu terdistribusi normal. Jika nilai signifikansinya lebih kecil dari 0,05 maka distribusi data adalah tidak normal. Hasil pengujian normalitas data dapat dilihat di bawah ini.

1) Terhadap variabel dependen ROI

Hasil pengujian normalitas terhadap variabel dependen ROI akan disajikan pada tabel 4.5 berikut ini:

Dita Paradita : Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Yang Termasuk Kelompok Sepuluh Besar Menurut Corporate Governance Perception Index (CGPI), 2009.

Tabel 4.5 Uji Normalitas (1)

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 20

Normal Parametersa Mean .0000000

Std. Deviation 10.23834723

Most Extreme Differences Absolute .169

Positive .169

Negative -.132

Kolmogorov-Smirnov Z .757

Asymp. Sig. (2-tailed) .616

a. Test distribution is Normal.

Sumber: Hasil Olah Data SPSS oleh Penulis, 2009

Berdasarkan tabel 4.5, dapat dilihat bahwa nilai signifikansi variabel independen dan variabel dependen ROI menunjukkan data terdistribusi secara normal, karena hasil signifikansinya adalah 0,616 dan di atas nilai signifikansi 0,05 dengan kata lain variabel residual berdistribusi normal.

Uji normalitas juga dapat dilihat dari grafik histogram yang akan disajikan pada gambar 4.1 dan normal probability plot yang akan disajikan pada gambar 4.2 berikut ini:

Dita Paradita : Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Yang Termasuk Kelompok Sepuluh Besar Menurut Corporate Governance Perception Index (CGPI), 2009.

Gambar 4.1 Grafik Histogram (1)

Sumber: Hasil Olah Data SPSS, 2009

Berdasarkan gambar 4.1, terlihat bahwa grafik histogram pola distribusi yang tidak menceng ke kiri atau ke kanan menunjukkan bahwa data telah terdistribusi secara normal.

Dita Paradita : Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Yang Termasuk Kelompok Sepuluh Besar Menurut Corporate Governance Perception Index (CGPI), 2009.

Gambar 4.2

Normal P-P Plot (1)

Sumber: Hasil Olah Data SPSS, 2009

Berdasarkan gambar 4.2, pada grafik normal plot terlihat bahwa titik-titik menyebar di sekitar garis diagonal dan penyebarannya tidak jauh dari garis diagonal. Hal ini menunjukkan data telah terdistribusi normal.

2) Terhadap variabel dependen ROE

Hasil pengujian normalitas terhadap variabel dependen ROE akan disajikan pada tabel 4.6 berikut ini:

Dita Paradita : Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Yang Termasuk Kelompok Sepuluh Besar Menurut Corporate Governance Perception Index (CGPI), 2009.

Tabel 4.6 Uji Normalitas (2)

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 20

Normal Parametersa Mean .0000000

Std. Deviation 13.97586134

Most Extreme Differences Absolute .120

Positive .120

Negative -.100

Kolmogorov-Smirnov Z .537

Asymp. Sig. (2-tailed) .935

a. Test distribution is Normal.

Sumber: Hasil Olah Data SPSS oleh Penulis, 2009

Berdasarkan tabel 4.6, dapat dilihat bahwa nilai signifikansi variabel independen dan variabel dependen ROE menunjukkan data terdistribusi secara normal, karena hasil signifikansinya adalah 0,935 dan di atas nilai signifikansi 0,05 dengan kata lain variabel residual berdistribusi normal.

Uji normalitas juga dapat dilihat dari grafik histogram yang akan disajikan pada gambar 4.3 dan normal probability plot yang akan disajikan pada gambar 4.4 berikut ini:

Dita Paradita : Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Yang Termasuk Kelompok Sepuluh Besar Menurut Corporate Governance Perception Index (CGPI), 2009.

Gambar 4.3 Grafik Histogram (2)

Sumber: Hasil Olah Data SPSS, 2009

Berdasarkan gambar 4.3, terlihat bahwa grafik histogram pola distribusi yang tidak menceng ke kiri atau ke kanan menunjukkan bahwa data telah terdistribusi secara normal.

Dita Paradita : Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Yang Termasuk Kelompok Sepuluh Besar Menurut Corporate Governance Perception Index (CGPI), 2009.

Gambar 4.4

Normal P-P Plot (2)

Sumber: Hasil Olah Data SPSS, 2009

Berdasarkan gambar 4.4, pada grafik normal plot terlihat bahwa titik-titik menyebar di sekitar garis diagonal dan penyebarannya tidak jauh dari garis diagonal. Hal ini menunjukkan data telah terdistribusi normal.

3) Terhadap variabel dependen NPM

Hasil pengujian normalitas terhadap variabel dependen NPM akan disajikan pada tabel 4.7 berikut ini:

Dita Paradita : Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Yang Termasuk Kelompok Sepuluh Besar Menurut Corporate Governance Perception Index (CGPI), 2009.

Tabel 4.7 Uji Normalitas (3)

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 20

Normal Parametersa Mean .0000000

Std. Deviation .07973611

Most Extreme Differences Absolute .205

Positive .205

Negative -.110

Kolmogorov-Smirnov Z .916

Asymp. Sig. (2-tailed) .371

a. Test distribution is Normal.

Sumber: Hasil Olah Data SPSS oleh Penulis, 2009

Berdasarkan tabel 4.7, dapat dilihat bahwa nilai signifikansi variabel independen dan variabel dependen NPM menunjukkan data terdistribusi secara normal, karena hasil signifikansinya adalah 0,371 dan di atas nilai signifikansi 0,05 dengan kata lain variabel residual berdistribusi normal.

Uji normalitas juga dapat dilihat dari grafik histogram yang akan disajikan pada gambar 4.5 dan normal probability plot yang akan disajikan pada gambar 4.6 berikut ini:

Dita Paradita : Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Yang Termasuk Kelompok Sepuluh Besar Menurut Corporate Governance Perception Index (CGPI), 2009.

Gambar 4.5 Grafik Histogram (3)

Sumber: Hasil Olah Data SPSS, 2009

Berdasarkan gambar 4.5, terlihat bahwa grafik histogram pola distribusi yang tidak menceng ke kiri atau ke kanan menunjukkan bahwa data telah terdistribusi secara normal.

Dita Paradita : Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Yang Termasuk Kelompok Sepuluh Besar Menurut Corporate Governance Perception Index (CGPI), 2009.

Gambar 4.6

Normal P-P Plot (3)

Sumber: Hasil Olah Data SPSS, 2009

Berdasarkan gambar 4.6, pada grafik normal plot terlihat bahwa titik-titik menyebar di sekitar garis diagonal dan penyebarannya tidak jauh dari garis diagonal. Hal ini menunjukkan data telah terdistribusi normal.

Berdasarkan tabel 4.1 - 4.7 dan gambar 4.1 – 4.6 dapat disimpulkan bahwa ketiga variabel memenuhi asumsi normalitas.

b. Hasil Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam model regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu t−1 (sebelumnya). Jika terjadi korelasi, maka dinamakan ada problem autokorelasi. Autokorelasi muncul karena observasi yang berurutan sepanjang waktu berkaitan satu sama lainnya.

Dita Paradita : Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Yang Termasuk Kelompok Sepuluh Besar Menurut Corporate Governance Perception Index (CGPI), 2009.

Model regresi yang baik adalah regresi yang bebas dari autokorelasi. Hasil dari pengujian autokorelasi dapat dilihat di bawah ini.

1) Terhadap variabel dependen ROI

Hasil pengujian autokorelasi terhadap variabel dependen ROI akan disajikan pada tabel 4.8 berikut ini:

Tabel 4.8 Uji Autokorelasi (1) Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 1 .122a .015 -.040 10.51890 2.054 a. Predictors: (Constant), GCG

b. Dependent Variable: ROI

Sumber: Hasil Olah Data SPSS, 2009

Berdasarkan tabel 4.8, dapat dilihat bahwa nilai DW sebesar 2,054. Nilai ini akan dibandingkan dengan nilai tabel dengan menggunakan nilai signifikansi 5%, jumlah sampel sebanyak 20 (n = 20) dan jumlah variabel independen sebanyak 1 (k = 1), maka dari tabel statistik Durbin-Watson didapatkan nilai batas bawah (DL) sebesar 1,20 dan nilai batas atas (DU) sebesar 1,41. Nilai DW berada di antara DU dan 4−DU (1,41 < 2,054 < 2,59), maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi autokorelasi baik positif maupun negatif.

Dita Paradita : Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Yang Termasuk Kelompok Sepuluh Besar Menurut Corporate Governance Perception Index (CGPI), 2009.

2) Terhadap variabel dependen ROE

Hasil pengujian autokorelasi terhadap variabel dependen ROE akan disajikan pada tabel 4.9 berikut ini:

Tabel 4.9 Uji Autokorelasi (2) Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 1 .071a .005 -.050 14.35883 1.907 a. Predictors: (Constant), GCG

b. Dependent Variable: ROE

Sumber: Hasil Olah Data SPSS, 2009

Berdasarkan tabel 4.9, dapat dilihat bahwa nilai DW sebesar 1,907. Nilai ini akan dibandingkan dengan nilai tabel dengan menggunakan nilai signifikansi 5%, jumlah sampel sebanyak 20 (n = 20) dan jumlah variabel independen sebanyak 1 (k = 1), maka dari tabel statistik Durbin-Watson didapatkan nilai batas bawah (DL) sebesar 1,20 dan nilai batas atas (DU) sebesar 1,41. Nilai DW berada di antara DU dan 4−DU (1,41 < 1,907 < 2,59), maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi autokorelasi baik positif maupun negatif.

3) Terhadap variabel dependen NPM

Hasil pengujian autokorelasi terhadap variabel dependen NPM akan disajikan pada tabel 4.10 berikut ini:

Dita Paradita : Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Yang Termasuk Kelompok Sepuluh Besar Menurut Corporate Governance Perception Index (CGPI), 2009.

Tabel 4.10 Uji Autokorelasi (3) Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 1 .046a .002 -.053 .08192 1.551 a. Predictors: (Constant), GCG b. Dependent Variable: NPM

Sumber: Hasil Olah Data SPSS, 2009

Berdasarkan tabel 4.10, dapat dilihat bahwa nilai DW sebesar 1,551. Nilai ini akan dibandingkan dengan nilai tabel dengan menggunakan nilai signifikansi 5%, jumlah sampel sebanyak 20 (n = 20) dan jumlah variabel independen sebanyak 1 (k = 1), maka dari tabel statistik Durbin-Watson didapatkan nilai batas bawah (DL) sebesar 1,20 dan nilai batas atas (DU) sebesar 1,41. Nilai DW berada di antara DU dan 4−DU (1,41 < 1,551 < 2,59), maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi autokorelasi baik positif maupun negatif.

c. Hasil Uji Heteroskedastisitas

Uji ini bertujuan untuk melihat apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variabel dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain. Model regresi yang baik adalah tidak terjadi heteroskedastisitas. Untuk pengujian ini peneliti menggunakan alat analisis grafik (Scatterplot). Deteksi ada tidaknya gejala heterokedastisitas adalah dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplot di sekitar nilai X, Y1, Y2, dan

Dita Paradita : Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Yang Termasuk Kelompok Sepuluh Besar Menurut Corporate Governance Perception Index (CGPI), 2009.

Y3. Jika ada pola tertentu, maka telah terjadi gejala heterokedastisitas. Hasil dari pengujian gejala heteroskedastisitas dapat dilihat di bawah ini.

1) Terhadap variabel dependen ROI

Hasil pengujian heteroskedastisitas terhadap variabel dependen ROI akan disajikan pada gambar 4.7 berikut ini:

Gambar 4.7 Grafik Scatterplot (1)

Sumber: Hasil Olah Data SPSS, 2009

Berdasarkan gambar 4.7, pada grafik scatterplot terlihat bahwa titik-titik menyebar secara acak serta tersebar baik di atas maupun di bawah angka nol pada sumbu Y. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala heteroskedastisitas.

Dita Paradita : Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Yang Termasuk Kelompok Sepuluh Besar Menurut Corporate Governance Perception Index (CGPI), 2009.

2) Terhadap variabel dependen ROE

Hasil pengujian heteroskedastisitas terhadap variabel dependen ROE akan disajikan pada gambar 4.8 berikut ini:

Gambar 4.8 Grafik Scatterplot (2)

Sumber: Hasil Olah Data SPSS, 2009

Berdasarkan gambar 4.8, pada grafik scatterplot terlihat bahwa titik-titik menyebar secara acak serta tersebar baik di atas maupun di bawah angka nol pada sumbu Y. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala heteroskedastisitas.

3) Terhadap variabel dependen NPM

Hasil pengujian heteroskedastisitas terhadap variabel dependen NPM akan disajikan pada gambar 4.9 berikut ini:

Dita Paradita : Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Yang Termasuk Kelompok Sepuluh Besar Menurut Corporate Governance Perception Index (CGPI), 2009.

Gambar 4.9 Grafik Scatterplot (3)

Sumber: Hasil Olah Data SPSS, 2009

Berdasarkan gambar 4.9, pada grafik scatterplot terlihat bahwa titik-titik menyebar secara acak serta tersebar baik di atas maupun di bawah angka nol pada sumbu Y. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala heteroskedastisitas.

Dokumen terkait