• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

G. HASIL UJI COBA ALAT UKUR

Uji coba alat ukur dalam penelitian ini yaitu skala culture shock dan skala motivasi belajar yang diberika kepada 100 orang mahasiswa perantau USU angkatan 2016 yang berasal dari luar Pulau Sumatera. Hasil uji reliabilitas untuk masing-masing skala yaitu 0.964 untuk skala culture shock dan 0.883 untuk skala

motivasi belajar. Dapat disimpulkan bahwa kedua alat ukur ini memiliki hasil ukur yang terpercaya karena perolehan nilai alpha cronbach mendekati 1.00.

G.1. Skala Motivasi Belajar untuk Penelitian

Variable motivasi belajar diukur menggunakan skala yang telah diuji coba.

Alat ukur motivasi dapat dilihat pada Tabel 7.

Tabel 7. Alat Ukur Motivasi Belajar untuk Penelitian No Indikator

Bertanya mengenai pelajaran 1 1 Menyampaikan pendapat 1

Membaca materi sebelum kelas

Mencari informasi tambahan 1 3 Kegigihan/

G.2. Skala Culture Shock untuk Penelitian

Variable culture shock diukur menggunakan skala yang telah diuji coba.

Alat ukur culture shock dapat dilihat pada Tabel 8.

Tabel 8. Alat Ukur Culture Shock untuk Penelitian No Dimensi Indikator perilaku

Jumlah

H. PROSEDUR PELAKSANAAN PENELITIAN H.1. Tahap Persiapan Penelitian

1. Rancangan Alat dan Instrumen Penelitian

Pada tahap ini, peneliti mulai mengonstruksi alat ukur dalam bentuk skala yang terdiri dari skala culture shock dan skala motivasi belajar yang pembuatannya mengacu pada teori yang telah diuraikan sebelumnya. Setelah selesai membuat aitem yang disesuaikan dengan blueprint peneliti berkonsultasi dengan dosen pembimbing. Setelah selesai, alat ukur siap diuji coba.

2. Uji Coba Alat Ukur

Demi memperoleh alat ukur dengan validitas dan reliabilitas yang baik, maka peneliti melakukan uji coba alat ukur terlebih dahulu. Peneliti melakukan uji coba yaitu pada tanggal 26 November 2016 sampai 02 Desember 2016 kepada 100 mahasiswa Universitas Sumatera Utara yang merupakan anak kos. Setelah data uji coba terkumpul peneliti melakukan skoring data, kemudian peneliti menguji validitas dan realibilitas skala culture shock dan motivasi belajar melalui koefisien alpha cronbach dengan menggunakan SPSS 23.0 for windows. Namun setelah melakukan skoring, pengujian validitas dan reliabilitas, aitem-aitem pada alat ukur culture shock banyak yang terbuang walaupun koefisien korelasi telah diturunkan menjadi 0.25. Sedangkan aitem-aitem pada alat ukur motivasi belajar telah memenuhi untuk dijadikan alat ukur dengan jumlah 30 aitem.

Kegagalan alat ukur culture shock terjadi karena peneliti melakukan uji coba pada mahasiswa perantau yang bukan berasal dari luar Pulau Sumatera. Pada tahap uji coba, mahasiswa-mahasiswa yang dijadikan subjek juga berasal dari

angkatan yang berbeda. Hal-hal tersebutlah yang membuat banyak aitem terbuang, alat ukur akan gagal mengukur variabel yang diinginkan jika diberikan kepada sampel yang tidak memiliki karakeristik yang sama sesuai tujuan penelitian. Oleh karena itu peneliti melakukan uji coba yang kedua khusus untuk alat ukur culture shock.

Uji coba yang kedua peneliti memberikan alat ukur kepada 100 mahasiswa Universitas Sumatera Utara angkatan 2016 yang berasal dari luar Pulau Sumatera.

Uji coba yang kedua ini dilakukan pada tanggal 06 Desember 2016 sampai 20 Januari 2017. Dari hasil uji coba, terdapat 50 aitem culture shock yang dapat dijadikan alat ukur karena telah mencapai koefisien korelasi 0.30.

3. Revisi Alat Ukur

Setelah melakukan uji coba alat ukur, kemudian peneliti menyusun kembali aitem-aitem dalam bentuk offline berupa booklet dan bentuk online berupa google form untuk dijadikan alat ukur yang siap pakai di lapangan.

H.2. Tahap Pelaksanaan Penelitian

Peneliti mulai melaksanakan penelitian pada tanggal 25 Januari 2017 sampai 01 Maret 2017. Peneliti menyebar skala culture shock dan motivasi belajar ke 145 mahasiswa perantau Universitas Sumatera Utara angkatan 2016 yang berasal dari luar Pulau Sumatera. Alat ukur yang digunakan ada dua bentuk yaitu skala dalam bentuk offline berupa booklet dan bentuk online berupa google form.

Skala online sangat membantu peneliti jika sampel penelitian yang sulit ditemui dan memiliki kesibukan yang sangat padat.

H.3.Pengolahan Data Penelitian

Setelah hasil skor skala culture shock dan motivasi belajar diperoleh maka dilakukan pengolahan data. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan bantuan program SPSS 23.0 for windows.

I. METODE ANALISA DATA

Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa statistika, yaitu person product moment. Alasan peneliti menggunakan analisa ini adalah metode ini cocok digunakan untuk menghubungkan dua variabel dengan skala ordinal (Azwar, 2010) yaitu hubungan culture shock dengan motivasi belajar.

Sebelum dilakukan analisis normalitas dan uji linieritas dengan menggunakan uji statistik. Keseluruhan analisa dilakukan dengan menggunakan fasilitas komputerisasi SPSS 23.0 for windows.. Koefisien korelasi ini bergerak dari nilai 0 hingga +1. Bila koefisien korelasi bergerak dari nilai 0 sampai +1 maka dinyatakan berkorelasi positif dan apabila koefisien korelasi bergerak dari nilai 0 sampai -1 maka dinyatakan berkorelasi negatif. Bila hubungan antara dua variabel atau lebih itu mempunyai koefisien korelasi = 1 atau -1, maka hubungan tersebut sempurna (Sugiyono, 2012).

I.1. Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan untuk menguji apakah data yang dianalisis sudah terdistribusi sesuai dengan prinsip-prinsip distribusi normal agar dapat digeneralisasikan pada populasi. Uji normalitas yang digunakan dalam penelitian

ini adalah uji Kolmogorov-Smirnov dengan bantuan program SPSS 23.0 for windows. Kolmogorov-Smirnov merupakan suatu uji yang melihat tingkat kesesuaian antara distribusi serangkaian harga sampel (skor yang diobservasi) dengan suatu distribusi teoritis tertentu. Kaidah normal yang digunakan adalah jika p ≥ 0.05 maka sebarannya dinyatakan normal dan sebaliknya jika p < 0.05 maka sebaran datanya tidak normal.

I.2. Uji Linieritas

Uji linieritas dilakukan untuk mengetahui linier atau tidaknya hubungan variabel bebas dan variabel tergantung. Uji linieritas juga berfungsi untuk mengetahui sigifikansi penyimpangan dari hubungan linieritas tersebut.

Penyimpangan yang tidak signifikan menandakan hubungan antara variabel bebas dengan variabel tergantung linier, begitu juga sebaliknya. Tes yang digunakan untuk menguji linieritas adalah tes ANAVA dengan bantuan program SPSS 23.0 for windows. Hubungan variabel bebas dan variabel tergantung dikatakan linier jika p < 0.05, dan sebaliknya jika p > 0.05 maka hubungan antara variabel bebas dan variabel tergantung dinyatakan tidak linier.

BAB IV

Dokumen terkait