BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
C. Hasil Uji Coba Produk
1. Hasil Uji Coba Lapangan Awal (terbatas)
Proses pelaksanaan uji coba lapangan awal di SLB B Wiyata Dharma 1. Rincian subjek yang dilibatkan meliputi 1 orang guru dan 3 orang anak tunarungu. Sebelum guru menerapkan model pembelajaran berbasis proyek, terlebih dahulu peneliti menjelaskan model pembelajaran berbasis proyek dengan buku panduan. Hal ini dilakukan agar guru dapat mengetahui langkah pelaksanaan model pembelajaran tersebut.
Pada uji coba lapangan awal, peneliti memberikan angket respon penilaian penerapan model pembelajaran berbasis proyek kepada guru. Penilaian yang dilakukan guru memiliki 3 komponen yaitu materi, sintaksis dan bahasa penyajian. Penilaian dilakukan setelah guru menerapkan model pembelajaran berbasis proyek dengan memberikan tanda ceklist (√) . Proses ini bertujuan untuk mengetahui respon penilaian dan masukan guru terhadap penerapan model pembelajaran berbasis proyek dalam meningkatkan kemampuan berpikir logis anak tunarungu. Berikut ini hasil penilaian yang
92
diberikan guru terhadap model pembelajaran berbasis proyek pada uji coba lapangan awal (terbatas) :
Tabel 19. Hasil Penilaian setiap komponen model pembelajaran oleh guru
No Aspek Item Skor Kriteria
1 Materi 12 40 Baik
2 Sintaksis 1 4 Baik
3 Bahasa&penyajian draft 2 8 Baik
Total 15 52 Baik
Berdasarkan data diatas, jumlah setiap komponen model pembelajaran oleh guru memperoleh kriteria “Baik” dengan skor 40 untuk komponen materi. Memperoleh kriteria “Baik” dengan skor 4 untuk komponen sintaksis. Memperoleh kriteria “Baik” dengan skor 8 untuk komponen bahasa dan penyajian draft. Penilaian keseluruhan komponen model pembelajaran memperoleh kriteria “Baik” dengan skor 52. Interval penilaian ada pada tabel 12 dan 13. Komentar dan saran yang diberikan guru menjadi perbaikan produk sebelum di uji coba pada tahap selanjutnya.
2. Hasil Uji Coba Lapangan Luas
Proses pelaksanaan uji coba lapangan luas dilakukan setelah melewati revisi produk dari uji coba awal (terbatas). Tahap uji coba lapangan luas dilakukan di SLBN 1 Bantul. Rincian subjek yang dilibatkan meliputi 1 orang guru dan 5 orang anak tunarungu. Sama dengan uji coba terbatas sebelum guru menerapkan model, peneliti menjelaskan langkah-langkah model pembelajaran berbasis proyek dengan buku panduan.
Pada uji coba lapangan luas, peneliti meminta guru untuk melakukan penilaian terhadap model tersebut. Penilaian dilakukan setelah guru menerapkan model pembelajaran berbasis proyek dengan memberikan tanda
93
ceklist (√). Penilaian yang dilakukan guru memiliki 3 komponen yaitu materi, sintaksis dan bahasa penyajian. Proses ini bertujuan untuk mengetahui respon penilaian dan masukan guru terhadap penerapan model pembelajaran berbasis proyek dalam meningkatkan kemampuan berpikir logis anak tunarungu. Berikut ini hasil penilaian yang diberikan guru terhadap model pembelajaran berbasis proyek pada uji coba lapangan luas :
Tabel 20 Hasil Penilaian Setiap Komponen Model Pembelajaran Oleh Guru
No Aspek Item Skor Kriteria
1 Materi 12 52 Sangat Baik
2 Sintaksis 1 4 Baik
3 Bahasa&penyajian draft 2 9 Sangat Baik
Total 65 Sangat Baik
Berdasarkan data di atas, jumlah setiap komponen model pembelajaran oleh guru memperoleh kriteria “Sangat Baik” dengan skor 52 untuk komponen materi. Memperoleh kriteria “Baik” dengan skor 4 untuk komponen sintaksis. Memperoleh kriteria “Baik” dengan skor 9 untuk komponen bahasa dan penyajian draft. Penilaian keseluruhan komponen model pembelajaran memperoleh kriteria “Sangat Baik” dengan skor 65. Interval penilaian ada pada tabel 12 dan 13. Komentar dan saran yang diberikan guru menjadi perbaikan produk sebelum di uji coba pada tahap selanjutnya
3. Hasil Uji Operasional
Proses pelaksanaan uji coba operasional dilakukan setelah melewati revisi produk dari uji coba lapangan luas. Tahap uji coba operasional dilakukan di SLBN 1 Bantul, SLBN 2 Bantul dan SLB Karnnamanohara. Rincian subjek yang dilibatkan meliputi lima orang guru dan 36 anak
94
tunarungu. Sama dengan uji coba lapangan luas sebelum guru menerapkan model, peneliti menjelaskan langkah-langkah model pembelajaran berbasis proyek dengan buku panduan.
Pada uji coba operasional, peneliti meminta guru untuk melakukan penilaian terhadap model tersebut. Penilaian dilakukan setelah guru menerapkan model pembelajaran berbasis proyek dengan memberikan tanda ceklist (√). Penilaian yang dilakukan guru memiliki 3 komponen yaitu materi, sintaksis dan bahasa penyajian. Proses ini bertujuan untuk mengetahui respon penilaian dan masukan guru terhadap kualitas model pembelajaran berbasis proyek dalam meningkatkan kemampuan berpikir logis anak tunarungu. Berikut ini hasil penilaian yang diberikan guru terhadap model pembelajaran berbasis proyek pada uji coba operasional:
Tabel 21 Hasil Penilaian Setiap Komponen Model Pembelajaran oleh Guru
No Aspek Item Penilai/Guru Kriteria
1 2 3 4 5
1 Materi 12 46 48 55 51 57 Sangat Baik
2 Sintaks 1 3 5 4 5 5 Sangat Baik
3
Bahasa & Penyajian
Draft
2 8 9 9 10 10 Sangat Baik
Total 57 62 68 66 72 Sangat Baik
Berdasarkan data diatas, jumlah setiap komponen model pembelajaran oleh guru memperoleh kriteria “Sangat Baik” dengan skor 46, 48, 55, 51 dan 57 untuk komponen materi. Memperoleh kriteria “Sangat Baik” dengan skor 3, 5,4,5 dan 5 untuk komponen sintaksis. Memperoleh kriteria “ Sangat Baik” dengan skor 8,9,9,10 dan 10 untuk komponen bahasa dan penyajian draft. Penilaian keseluruhan komponen model pembelajaran memperoleh kriteria
95
“Sangat Baik” dengan skor 72. Interval penilaian ada pada tabel 12 dan 13. Komentar dan saran yang diberikan guru menjadi perbaikan produk sebelum di uji coba pada tahap selanjutnya.
Pada uji efektifitas peneliti menggunakan desain eksperimen one grup
pretest postest yang penilaiannya dilakukan melalui non test (observasi) dan
tes. Pada awalnya anak diberikan soal pretest, pemberian soal pretest dilakukan sebelum melaksanakan model pembelajaran berbasis proyek. Saat pelaksanaan model pembelajaran, guru mengamati aspek sikap dan keterampilan. Pada pertemuan terakhir anak diberikan soal posttest. Berikut ini data tes hasil pretest-posttest anak tunarungu dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 22 . Hasil Pretest-Postest Anak Tunarungu pada Ranah Sikap
Aspek Sikap Rata-Rata Peningkatan
Pretest 58%
35%
Posttest 93%
Tabel 23. Hasil Pretest-Postest Anak Tunarungu pada Ranah Pengetahuan
Aspek Pengetahuan Rata-Rata Peningkatan
Pretest 71%
16%
Posttest 87%
Tabel 24. Hasil Pretest-Postest Anak Tunarungu Pada Ranah Keterampilan Aspek
Keterampilan Rata-Rata Peningkatan
Pretest 66%
31%
96