HASIL PENELITIAN
A. Hasil Uji Diuretik Jus Buah Nanas
Hasil pengamatan pada penelitian efek diuresis jus buah nanas (Ananas comosus Merr.) pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus) dengan aquades sebagai kontrol negatif dan hidroklorotiazid sebagai kontrol positif dirangkum dalam Tabel 4.1.
Tabel 4.1. Pengukuran Total Volume Urin Tikus Selama 24 Jam
Kelompok Rerata ± simpang baku volume urin (ml)
Kontrol Negatif 19.6 ± 10.7 Kontrol Positif 27.1 ± 9.1 Dosis I 27.7 ± 14.2 Dosis II 17.4 ± 8.2 Dosis III 11.8 ± 6.5 commit to user
Adapun rincian volume urin tiap 6 jam disajikan dalam Tabel 4.2 berikut ini.
Tabel 4.2. Pengukuran Total Volume Urin Tikus Tiap 6 Jam
Kelompok Rerata ± simpang baku volume urin (ml)
6 Jam I 6 Jam II 6 Jam III 6 Jam IV Kontrol Negatif 3.1 ± 2.4 7.0 ± 5.7 5.9 ± 1.3 3.5 ± 2.2 Kontrol Positif 5.4 ± 1.7 9.9 ± 3.8 7.9 ± 3.3 3.9 ± 2.4 Dosis I 5.3 ± 2.6 12.4 ± 7.6 8.0 ± 4.4 1.9 ± 1.0 Dosis II 1.9 ± 1.7 6.5 ± 5.7 6.1 ± 3.4 2.9 ± 1.2 Dosis III 1.6 ± 0.9 4.9 ± 4.3 2.9 ± 1.8 2.3 ± 2.0
Hasil pengukuran volume urin tampung tiap 6 jam lebih jelas disajikan dalam Gambar 4.1 berikut ini:
0,0 2,0 4,0 6,0 8,0 10,0 12,0 14,0
6 jam I 6 jam II 6 jam III 6 jam IV
R e rat a v o lu m e u ri n t am p u n g ( m l) Titik waktu Kontrol Negatif Kontrol Positif Dosis I Dosis II Dosis III
Gambar 4.1. Grafik Volume Urin Tampung Tiap 6 Jam
Dari Gambar 4.1 tampak kelompok jus nanas dosis I mempunyai rerata volume urin yang sebanding dengan kontrol positif pada 6 jam pertama dan ketiga. Sedangkan pada 6 jam kedua, rerata volume urin
kelompok jus nanas dosis I lebih banyak dibandingkan kontrol positif. Sebaliknya, rerata volume urin kelompok dosis I tampak jauh lebih sedikit pada akhir pengamatan.
Secara umum, kelompok jus nanas dosis II dan III mempunyai rerata volume urin tampung yang lebih sedikit dibandingkan kontrol positif dan kontrol negatif kecuali pada 6 jam ketiga di mana rerata volume urin kelompok dosis II lebih banyak dari kontrol negatif.
B. Analisis Data
Analisis statistik terhadap data hasil penelitian di atas dilakukan dengan uji Kruskal-Wallis dan uji Oneway Analysis of Variance (Anova) dengan tingkat kemaknaan 0.05. Pengujian ini menggunakan program SPSS for Windows Release 17.0 Evaluation Version.
Uji Kruskal-Wallis digunakan karena terdapat lebih dari 2 kelompok yang dibandingkan tetapi dengan adanya distribusi data yang tidak normal atau varians data antar kelompok yang tidak homogen. Uji Anova digunakan karena distribusi data normal dan varians antar kelompok homogen. Normalitas data dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk karena jumlah sampel < 50. Varians data dianalisis menggunakan uji homogenitas Levene. Bila pada uji Kruskal-Wallis didapatkan perbedaan yang signifikan antar kelompok maka dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney. Apabila pada uji Anova didapatkan perbedaan yang signifikan antar kelompok maka dilanjutkan dengan uji post hoc.
1. Uji Normalitas
Hasil uji normalitas Shapiro-Wilk terhadap data penelitian disajikan dalam Tabel 4.3 berikut ini.
Tabel 4.3. Rangkuman Hasil Uji Normalitas
Kelompok Nilai p
6 Jam I 6 Jam II 6 Jam III 6 Jam IV Kontrol Negatif 0.704 0.022 0.630 0.511 Kontrol Positif 0.110 0.363 0.900 0.501 Dosis I 0.256 0.754 0.490 0.115 Dosis II 0.023 0.105 0.108 0.500 Dosis III 0.924 0.639 0.919 0.193
Interpretasi hasil uji Shapiro-Wilk adalah jika p > 0.05 berarti distribusi data normal. Dari Tabel 4.3 tampak data volume urin 6 jam ketiga dan keempat mempunyai distribusi normal. Volume urin 6 jam pertama dan kedua distribusi datanya tidak normal.
2. Uji Homogenitas Varians
Hasil uji dengan uji homogenitas Levene terhadap data penelitian dirangkum dalam Tabel 4.4 berikut ini.
Tabel 4.4. Rangkuman Hasil Uji Homogenitas Varians
Nilai p
Volume Urin 6 Jam I 0.348
Volume Urin 6 Jam II 0.437
Volume Urin 6 Jam III 0.042
Volume Urin 6 Jam IV 0.447
Interpretasi uji homogenitas Levene adalah jika p > 0.05 berarti varians data antar kelompok homogen. Dari Tabel 4.4 tampak volume urin 6 jam I, II, dan IV mempunyai varians data yang
homogen, dengan kata lain tidak terdapat perbedaan varians yang signifikan antar kelompok perlakuan.
Data untuk volume urin 6 jam pertama dan kedua mempunyai distribusi data tidak normal tetapi varians data antar kelompok homogen. Untuk volume urin 6 jam ketiga distribusi data normal tetapi varians data antar kelompok tidak homogen. Sehingga untuk data volume urin 6 jam pertama, kedua, dan ketiga dilakukan uji Kruskal-Wallis.
Data volume urin 6 jam keempat mempunyai distribusi data yang normal dan varians antar kelompok yang homogen sehingga memungkinkan untuk dilakukannya uji Anova.
3. Uji Kruskal-Wallis
Uji Kruskal-Wallis digunakan untuk melihat apakah terdapat perbedaan volume urin pada 6 jam pertama, kedua, dan ketiga setelah perlakuan pada tiap titik waktu. Hasil uji Kruskal-Wallis dirangkum dalam tabel 4.5 berikut ini.
Tabel 4.5. Rangkuman Hasil Uji Kruskal-Wallis Nilai p
Volume urin 6 jam I 0.008
Volume urin 6 jam II 0.143
Volume urin 6 jam III 0.085
Dari Tabel 4.5 diketahui nilai p untuk volume urin 6 jam pertama adalah < 0.05. Interpretasi uji Kruskal-Wallis tersebut adalah terdapat perbedaan antar kelompok yang signifikan untuk volume urin
pada 6 jam pertama. Hasil uji Kruskal-Wallis untuk volume urin pada 6 jam kedua dan ketiga didapatkan nilai p > 0.05 sehingga dapat diinterpretasikan tidak terdapat perbedaan volume urin yang signifikan pada titik waktu tersebut.
Selanjutnya pada data untuk volume urin 6 jam pertama dilakukan uji Mann-Whitney. Uji ini digunakan untuk mengetahui kelompok mana yang memiliki perbedaan yang signifikan.
4. Uji Mann-Whitney
Hasil dari uji Mann-Whitney untuk volume urin 6 jam pertama selama penelitian dirangkum dalam Tabel 4.6 berikut ini.
Tabel 4.6. Rangkuman Hasil Uji Mann-Whitney
Perbandingan Nilai p
Kontrol Negatif vs Kontrol Positif 0.109
Kontrol Negatif vs Dosis I 0.260
Kontrol Negatif vs Dosis II 0.422
Kontrol Negatif vs Dosis III 0.297
Kontrol Positif vs Dosis I 0.872
Kontrol Positif vs Dosis II 0.010
Kontrol Positif vs Dosis III 0.004
Dosis I vs Dosis II 0.012
Dosis I vs Dosis III 0.010
Dosis II vs Dosis III 0.747
Hasil uji Mann-Whitney untuk volume urin 6 jam pertama menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol positif dengan jus nanas dosis II dan III, juga antara jus nanas dosis I dengan jus nanas dosis II dan III.
5. Uji Anova
Uji Anova digunakan untuk melihat apakah terdapat perbedaan volume urin pada 6 jam keempat setelah perlakuan pada tiap titik waktu. Hasil uji Anova dirangkum dalam Tabel 4.7 berikut ini.
Tabel 4.7. Rangkuman Hasil Uji Anova
F Nilai p
Volume Urin 6 Jam IV 1.135 0.363
Dari Tabel 4.7 didapatkan nilai p > 0.05 sehingga dapat diinterpretasikan tidak terdapat perbedaan volume urin yang signifikan pada titik waktu 6 jam keempat.