4.2. Hasil Pengujian dan Olah Data Return
4.2.1. Hasil Uji Heteroskedastisitas Return Saham dan Indeks
Uji Heteroskedastisitas dilakukan dengan menggunakan Uji White Heteroscedasticity yang tersedia dalam program Eviews 6. Dengan menguji residual dari masing-masing data return harian saham dan indeks, maka diperoleh hasil nilai probability Observed R-squared seperti tabel dibawah dibawah:
Tabel 4c. Hasil Output EViews – White Heteroscedaticity Test saham
Kode Saham Prob, Chi-Square(2) Kode Saham Prob, Chi-Square(2)
AALI 0,0001 INDF 0,0000
ADHI 0,0000 INKP 0,0000
ADMG 0,0000 INTP 0,0000
AKRA 0,0000 ISAT 0,0000
ANTM 0,0000 KIJA 0,0000
ASII 0,0000 KLBF 0,0000
BBCA 0,0000 LPKR 0,0000
BBKP 0,0000 LSIP 0,0000
BBNI 0,0000 MEDC 0,0000
BBRI 0,0000 MPPA 0,0000
BDMN 0,0000 PGAS 0,0000
BHIT 0,0000 PNBN 0,0000
BKSL 0,0000 PNLF 0,0000
BLTA 0,0000 PTBA 0,0000
BMRI 0,0000 RALS 0,0000
BMTR 0,0000 SMCB 0,0000
BNGA 0,0000 SMGR 0,0000
BTEL 0,0000 SMRA 0,0000
CPIN 0,0000 TINS 0,0000
CTRA 0,0000 TLKM 0,0000
CTRS 0,0000 TOTL 0,0000
DOID 0,0000 TSPC 0,0000
ELTY 0,0000 UNSP 0,0000
EXCL 0,0000 UNTR 0,0000
GGRM 0,0000 UNVR 0,0000
INCO 0,0000
Sumber: hasil olah data EViews
Tabel output EViews Uji White Heteroscedasticity untuk return saham diatas memberikan hasil nilai probability Obeserved R-squared sebesar 0,000. Apabila
dibandingkan nilai probabilitas untuk Confidence Level 95% atau 0,05 dan 99%
atau 0,01 maka nilai probability lebih kecil sehingga dapat disimpulkan bahwa data saham return semua heteroskedastis. Demikian juga untuk hasil Uji White Heteroscedasticity untuk return indeks, diperoleh hasil seperti table berikut ini:
Tabel 4d. Hasil Output EViews – White Heteroscedaticity Test Indeks
Prob, Chi-Square(2) Kode Indeks
JKLQ45 0,0000 BNGKSET 0,0000 BHRALSH 0,0000 HCMNVNE 0,0000 IBOMSEN 0,0000 ISTA100 0,0000 TRKISTB 0,0000 KORCOMP 0,0000 SRALLSH 0,0000 HNGKNGI 0,0000 CHSCOMP 0,0000 SNGPORI 0,0000 TAIWGHT 0,0000 KSEKCOS 0,0000 FBMKLCI 0,0000 JAPDOWA 0,0000 PKSE100 0,0000 PSECOMP 0,0000 QEALLSH 0,0000
Sumber: hasil olah data EViews
Hasil output EViews menunjukkan bahwa nilai probability Obeserved R-squared sebesar 0,000 yang berarti lebih kecil dari probabilitas baik 0,05 maupun 0,01, sehingga dapat disimpulkan bahwa data return harga indeks tersebut memiliki sifat heteroskedastis. Berdasarkan hasil uji White Heteroscedasticity untuk semua return saham dan indeks, menunjukkan nilai probability yang lebih kecil dari nilai probabilitas 0,05 maupun 0,01, sehingga dapat disimpulkan bahwa semua data return memiliki sifat heteroskedastis atau nilai variannya tidak konstan dari waktu ke waktu selama periode penelitian, seperti terlihat pada Lampiran 1c. Hasil Uji White Heteroscedaticity. Dengan hasil yang menunjukkan bahwa semua data
return saham dan indeks, maka perhitungan volatilitas return tidak bisa memakai metode perhitungan standar deviasi biasa, tetapi harus memakai Eksponensial Weighted Moving Average (EWMA) seperti yang dirumuskan pada persamaan 3.4 pada Bab III. Dalam perhitungan volatilitas menggunakan metode EWMA ini, harus ditentukan terlebih dahulu nilai decay factor yang terbaik. Dengan simulasi nilai decay factor diantara 0,90 sampai dengan 0,99 sehingga diperoleh angka akar kuadrat dari rata-rata Standard Error atau Root Mean Standard Error (RMSE) yang paling kecil seperti dirumuskan pada persamaan 3.5, maka diperoleh hasil RMSE terkecil pada tingkat decay factor (λ) sebesar 0,99. Dengan diperoleh nilai decay factor (λ), maka nilai volatility EWMA untuk masing-masing return saham dan indeks dapat dihitung.
Tabel 4e. Volatility EWMA untuk Return Saham
Kode Saham Volatility - EWMA Kode Saham Volatility – EWMA
AALI 0,02317 INDF 0,02416
ADHI 0,03486 INKP 0,02675
ADMG 0,05029 INTP 0,02971
AKRA 0,02481 ISAT 0,02540
ANTM 0,02151 KIJA 0,04053
ASII 0,02347 KLBF 0,02487
BBCA 0,01897 LPKR 0,02508
BBKP 0,03006 LSIP 0,02536
BBNI 0,02579 MEDC 0,02573
BBRI 0,02609 MPPA 0,02596
BDMN 0,02317 PGAS 0,02591
BHIT 0,04133 PNBN 0,02356
BKSL 0,04146 PNLF 0,02581
BLTA 0,02896 PTBA 0,02445
BMRI 0,02768 RALS 0,03005
BMTR 0,02776 SMCB 0,02036
BNGA 0,02606 SMGR 0,02411
BTEL 0,02575 SMRA 0,02894
CPIN 0,03578 TINS 0,02535
CTRA 0,03306 TLKM 0,01667
CTRS 0,02586 TOTL 0,03583
DOID 0,03088 TSPC 0,02052
ELTY 0,03119 UNSP 0,03265
EXCL 0,02623 UNTR 0,02539
GGRM 0,02223 UNVR 0,01899
INCO 0,02728
Sumber: hasil olah data menggunakan Microsoft Excel
Dari hasil perhitungan volatilitas return saham seperti dalam tabel 4.e, maka dapat dilihat bahwa volatilitas tertinggi adalah saham ADMG atau PT Polychem Indonesia dengan nilai sebesar 0,05029 yang memberikan gambaran bahwa return saham ADMG selama periode 2 Januari 207 sampai dengan 31 Desember 2011 memiliki tingkat perubahan yang relatif lebih tinggi dibanding saham-saham lainnya, sehingga tingkat risiko ataupun keuntungan yang mungkin akan didapat dari pemegang saham ADMG juga relatif tinggi, namun nilai maksimum kerugian yang mungkin didapat atau Value at Risk (VaR) masih dipengaruhi oleh faktor lain, yaitu nilai alpha atau probabilitas sesuai confidence level 99% dan 95% yang dapat berbeda-beda untuk masing-masing data return saham, bergantung pada sifat distribusinya. Apabila data berdistribusi normal maka nilai alpha sama untuk setiap data return saham, akan tetapi apabila data bedistribusi tidak normal maka nilai alpha akan dipengaruhi oleh skewness atau kemiringan dari distribusi normalnya.
Nilai volatilitas paling kecil adalah saham TLKM atau PT Telekomunikasi Indonesia dengan nilai sebesar 0,01167. Hasil ini memberikan gambaran bahwa return saham TLKM perubahannya relatif tidak tinggi selama periode 2 Januari 2007 sampai dengan 31 Desember 2011, sehingga tingkat risiko ataupun keuntungan yang mungkin akan didapat dari pemegang saham TLKM juga relatif lebih kecil dibanding saham-saham lainnya, namun nilai maksimum kerugian yang mungkin didapat atau Value at Risk (VaR) masih dipengaruhi oleh nilai alpha atau probabilitas sesuai confidence level 99% dan 95% yang dapat berbeda-beda untuk masing-masing data return saham. Nilai alpha dari masing-masing return saham dapat ditentukan setelah dilakukan uji normalitas, yang akan dibahas hasil pengujiannya pada sub bab berikutnya. Apabila dilihat secara keseluruhan nilai volatilitas return saham pada tabel 4.e, maka volatilitas yang relatif tinggi ada pada saham ADMG, BHIT, BKSL, dan KIJA yang nilai volatilitasnya berkisar pada angka 0,05 dan 0,04, sedangkan return saham yang volatilitasnya relatif kecil ada pada saham TLKM, BBCA, dan UNVR yang nilainya berkisar pada angka 0,01. Saham-saham yang lain nilai volatilitasnya berkisar pada angka 0,02 dan 0,03, sehingga secara umum volatilitas dari saham-saham tersebut perbedaannya tidak terlalu besar dan cenderung mempunyai
karakteristik yang sama, diantaranya adalah sifat heteroskedastis yang didapat dari uji yang telah dilakukan. Untuk perhitungan volatilitas EWMA indeks dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4f. Volatility EWMA untuk Return Saham
Kode Indeks Volatility - EWMA
JKLQ45 0,01737 BNGKSET 0,01433 BHRALSH 0,00500 HCMNVNE 0,01208 IBOMSEN 0,01347 ISTA100 0,01566 TRKISTB 0,01723 KORCOMP 0,01768 SRALLSH 0,00969 HNGKNGI 0,01770 CHSCOMP 0,01190 SNGPORI 0,01212 TAIWGHT 0,01485 KSEKCOS 0,00443 FBMKLCI 0,00764 JAPDOWA 0,01302 PKSE100 0,01010 PSECOMP 0,01130 QEALLSH 0,00692
Sumber: hasil olah data Microsoft Excel
Hasil perhitungan volatilitas return indeks dengan metode EWMA, menunjukkan bahwa nilai terkecil adalah KSEKCOS (Kuwait) dengan nilai volatilitas 0,00443, sedangkan terbesar adalah HNGKNGI (Hongkong) 0,01770. Dengan analisa yang sama seperti hasil perhitungan volatilitas return saham, maka dapat dilihat bahwa volatilitas return indeks ini nilainya relatif lebih kecil dibandingkan return saham-saham domestik di bursa Indonesia, selama periode 2 Januari 207 sampai dengan 31 Desember 2011, sehingga tingkat perubahan return indeks yang relatif lebih rendah dibanding saham-saham domestik. Nilai volatilitas semua indeks dibawah 0,02, sedangkan saham sebagian besar memilki nilai antara 0,02 sampai dengan 0,03.