HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.2 Analisis Data .1 Statistik Deskriptif
4.2.3 Hasil Uji Hipotesis
Untuk menganalisis besarnya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen, maka penelitian ini menggunakan persamaan regresi linier
berganda. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh variabel independen secara bersama-sama terhadap variabel dependen, maka dalam penelitian ini menggunakan uji statistik F dengan rumus:
Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + b5X5 + e
a. Hasil Uji Signifikan Simultan (F-test)
Uji F ini digunakan untuk menunjukkan apakah semua variabel independen yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh bersama-sama terhadap variabel dependen. Untuk menguji hipotesis ini digunakan statistik F dengan membandingkan Fhitung dengan Ftabel dengan menggunakan taraf uji α =
5% (0,05), dengan hipotesis sebagai berikut:
Apabila nilai signifikan < α (0,05), maka Ho ditolak dan Ha diterima.
Apabila nilai signifikan > α (0,05), maka Ho diterima dan Ha ditolak.
Dengan Asumsi sebagai berikut:
Ho = Tidak ada pengaruh CAR, NPL, LDR, BOPO dan NIM terhadap kinerja keuangan.
Ha = Ada pengaruh CAR, NPL, LDR, BOPO dan NIM terhadap kinerja keuangan.
Tabel 4.4 Uji Simultan (F test)
ANOVAb
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression 20.887 5 4.177 5.952 .000a
Residual 51.941 74 .702
Total 72.828 79
a. Predictors: (Constant), NIM, CAR, LDR, BOPO, NPL b. Dependent Variable: ROA
Dari hasil uji F diatas, maka didapat nilai F hitung sebesar 5,952 dengan nilai signifikan sebesar 0,000 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, berarti ada pengaruh CAR, NPL, LDR, BOPO dan NIM terhadap kinerja keuangan, dan model regresi ini dapat digunakan untuk memprediksi kinerja keuangan perbankan.
b. Analisis Regresi Linier Berganda dan Hasil Uji Signifikan Parsial (t-test) Secara umum, analisis regresi pada dasarnya adalah studi mengenai ketergantungan variabel dependen dengan satu atau lebih variabel independen, dengan tujuan untuk mengestimasi atau memprediksi rata-rata populasi atau nilai rata-rata variabel dependen berdasarkan nilai variabel independen yang diketahui (Gujarati, 2003). Untuk menguji hipotesis ini digunakan uji signifikan parsial (t-test) dengan membandingkan Thitung dengan Ttabel dengan menggunakan taraf uji α
= 5% (0,05), dengan hipotesis sebagai berikut:
Apabila nilai signifikan > α (0,05), maka Ho diterima dan Ha ditolak.
Apabila nilai signifikan < α (0,05), maka Ho ditolak dan Ha diterima.
Dengan Asumsi sebagai berikut:
Ho = Tidak ada pengaruh CAR, NPL, LDR, BOPO dan NIM terhadap kinerja keuangan.
Ha = Ada pengaruh CAR, NPL, LDR, BOPO dan NIM terhadap kinerja keuangan.
Tabel 4.5 Uji Regresi Berganda
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 2.689 .777 3.460 .001 CAR -.042 .019 -.224 -2.245 .028 NPL -.142 .067 -.222 -2.114 .038 LDR .003 .006 .046 .464 .644 BOPO -.007 .007 -.103 -1.009 .316 NIM .119 .031 .383 3.779 .000
a. Dependent Variable: ROA
Sumber: Hasil Output SPSS 19
Dari tabel 4.7 diatas maka diperoleh persamaan regresi sebagai berikut:
ROA = 2,689 - 0,042 CAR – 0,142 NPL + 0,003 LDR - 0,007 BOPO + 0,119 NIM
Dari tabel 4.7 diatas menyatakan bahwa:
1. Hasil pengujian parsial (uji t) antara CAR dengan kinerja keuangan bank menunjukkan nilai t hitung sebesar -2,245 dengan nilai signifikan sebesar 0,028 < 0,05. Hal ini berarti bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, yang artinya CAR berpengaruh signifikan negatif terhadap kinerja keuangan bank.
2. Hasil pengujian parsial (uji t) antara NPL dengan kinerja keuangan menunjukkan nilai t hitung sebesar -2,114 dengan nilai signifikan sebesar 0,038 < 0,05. Hal ini berarti bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, yang artinya NPL berpengaruh signifikan negatif terhadap kinerja keuangan bank.
3. Hasil pengujian parsial (uji t) antara LDR dengan kinerja keuangan bank menunjukkan nilai t hitung sebesar 0,464 dengan nilai signifikan sebesar 0,644 > 0,05. Hal ini berarti bahwa Ho diterima dan Ha ditolak, karena Ho diterima maka dapat disimpulkan bahwa LDR tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan bank.
4. Hasil pengujian parsial (uji t) antara BOPO dengan kinerja keuangan menunjukkan nilai t hitung sebesar -1,009 dengan nilai signifikan sebesar 0,316 > 0,05. Hal ini berarti bahwa Ho diterima dan Ha ditolak, karena Ho diterima maka dapat disimpulkan bahwa BOPO tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan bank.
5. Hasil pengujian parsial (uji t) antara NIM dengan kinerja keuangan bank menunjukkan nilai t hitung sebesar 3,779 dengan nilai signifikan sebesar 0,000 < 0,05. Hal ini berarti bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, karena Ha diterima maka dapat disimpulkan bahwa NIM berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja keuangan bank.
c. Hasil Uji Koefisien Determinasi Regresi (R2)
Uji koefisien determinasi digunakan untuk mengukur proporsi atau persentase sumbangan variabel independen yang diteliti terhadap variasi naik turunnya variabel dependen. Koefisien determinasi berkisar antara nol (0) sampai
dengan satu (1), dimana disimbolkan dengan 0 ≤ R2 ≤ 1. Hal ini berarti bahwa bila R2 = 0, hal ini menunjukkan bahwa tidak adanya pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen. Dan sebaliknya apabila R2 semakin mendekati 1, hal ini menunjukkan semakin kuatnya pengaruh variabel-variabel
independen terhadap variabel dependen. Dan bila R2 semakin kecil mendekati 0, maka dapat dikatakan semakin kecil pengaruh variabel-variabel independen terhadap variabel dependen.
Uji ini dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.6 Uji Goodness Of Fit
Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 .836a .787 .739 .83780
a. Predictors: (Constant), NIM, CAR, LDR, BOPO, NPL b. Dependent Variable: ROA
Sumber: Hasil Output SPSS 19
Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi pada tabel diatas, maka besarnya nilai adjusted R2 dalam model regresi bank yang go public diperoleh sebesar 0,739. Hal ini menunjukkan bahwa besarnya kemampuan menjelaskan variabel independen yaitu CAR, NPL, LDR, BOPO dan NIM terhadap variabel dependen (ROA) yang dapat diterangkan dari model persamaan ini adalah sebesar 73,9%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor yang lain yang tidak dimasukkan dalam model regresi. Selain itu nilai R2 adalah sebesar 0,787, jika nilai R2 semakin mendekati 1 maka variabel-variabel independen CAR, NPL, LDR, BOPO dan NIM semakin kuat pengaruhnya dalam menjelaskan variabel dependen (ROA).
4.3Pembahasan
Berdasarkan hasil pengujian diatas, maka dapat diketahui bahwa hasil uji F diketahui bahwa kinerja keuangan (ROA) bank dapat dipengaruhi signifikan
secara bersama-sama oleh variabel Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), Loan to Deposit Ratio (LDR), Biaya Operasional dan Pendapatan Operasional (BOPO), dan Net Interest Margin (NIM) dengan nilai 5,952 dengan nilai signifikan sebesar 0,000. Dan nilai adjusted R square diperoleh sebesar 73,9%, sehingga variabel kinerja keuangan (ROA) bank dapat dijelaskan oleh kelima variabel independen dalam penelitian ini. Secara parsial diperoleh hubungan yang signifikan terhadap kinerja keuangan perbankan, hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Hasil uji regresi menunjukkan adanya pengaruh signifikan yang negatif antara CAR dengan kinerja keuangan (ROA) bank. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin besar CAR maka ROA yang diperoleh bank tersebut akan semakin kecil. Dengan semakin besarnya modal yang ditanamkan oleh para pemegang saham, maka hal ini akan memprediksi bahwa keuntungan yang diperoleh juga akan semakin besar. Hal ini juga dipengaruhi oleh tingkat suku bunga kredit yang diberikan oleh bank kepada nasabah, dimana pemberian suku bunga kredit yang tinggi oleh bank kepada nasabah akan mengurangi minat nasabah untuk menabung di bank tersebut. Oleh sebab itu CAR memiliki pengaruh negatif terhadap kinerja keuangan (ROA) bank. Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Hesti Werdaningtyas (2002) dan Yuliani (2007) yang menyatakan bahwa CAR berpengaruh positif terhadap ROA.
b. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa NPL berpengaruh negatif terhadap kinerja keuangan (ROA) bank, dengan kata lain semakin tinggi rasio NPL maka hal ini menunjukkan bahwa semakin buruknya kualitas kredit yang menyebabkan jumlah kredit yang bermasalah semakin besar. Dan penelitian ini sesuai dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Wisnu Mawardi (2005) yang menyatakan bahwa NPL berpengaruh negatif terhadap kinerja keuangan (ROA) bank.
c. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa LDR tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan (ROA) bank. Penelitian ini tidak sesuai dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Yuliani (2007) yang menyatakan bahwa LDR memiliki pengaruh signifikan positif terhadap kinerja keuangan (ROA) bank.
d. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa BOPO tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan (ROA) bank. Penelitian ini tidak sesuai dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Wisnu Mawardi (2005) dan Yuliani (2007) yang menyatakan bahwa BOPO berpengaruh signifikan negatif terhadap kinerja keuangan (ROA) bank.
e. Didalam penelitian ini menunjukkan bahwa NIM berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja keuangan (ROA) bank. Semakin tinggi rasio NIM, maka akan meningkatkan pendapatan bunga atas aktiva produktif yang dikelola oleh bank, sehingga kemungkinan suatu bank dalam kondisi bermasalah akan semakin kecil, maka kinerja keuangan (ROA) bank juga akan mengalami peningkatan. Penelitian ini sesuai dengan penelitian
terdahulu yang dilakukan oleh Wisnu Mawardi (2005) yang menyatakan bahwa NIM berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan (ROA) bank.
BAB V