BAB IV : ANALISIS DAN EVALUASI
VARIABEL PROBABILITY KETERANGAN
C. Hasil Uji Hipotesis dan Pembahasan
Setelah dilakukan uji statistik dan uji asumsi klasik maka, diperoleh fungsi baru, yaitu: ROA = f(CAR, FDR, BOPO, QR, droa(-1)) atau dapat ditulis dengan model ekonometrika:
d(ROA)= β0+ β1 d(CAR) + β2 d(FDR) + β3 d(BOPO) + β4 QR + droa (-1)
d(ROA)= 0.030915+ 0.005021d(CAR)+ 0.006921d(FDR)+ 0.077537 d(BOPO}+0.001661QR+0.061870droa(-1)
Dengan model penelitian tersebut dapat dijelaskan hasil uji hipotesis atas masing-masing variabel dalam model penelitian dan variabel yang telah dikeluarkan dari model penelitian sebagai berikut:
1. Pengaruh tingkat CAR terhadap profitabilitas Bank Umum Syariah Setelah dilakukan olah data eviews dan analisis data diperoleh nilai koefisien CAR menunjukan angka -0.005021 dengan nilai sig 0.8074. Menyatakan kecukupan modal tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas Bank Umum Syariah. Hal ini mendukung hasil penelitian Hutagalung (2011) yang menyatakan tingkat kecukupan modal tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA dengan arah negatif. Hal serupa juga didapat dari hasil penelitian Wibowo (2013) yang menyatakan CAR tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA.
Jika kecukupan modal semakin tinggi , maka semakin kuat kondisi bank dan semakin bagus kinerja bank dalam mengahasilkan laba. Namun demikian CAR yang terlalu tinggi mengindikasikan kondisi bank yang konservatif disebabkan tidak menggunakan seluruh potensi modalnya. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa besar kecilnya kecukupan modal bank (CAR) belum tentu menyebabkan besar kecilnya keuntungan bank. Bank yang memiliki modal besar namun tidak dapat menggunakan modalnya secara efektif untuk menghasilkan laba maka modal pun tidak akan berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas bank. Dengan adanya upaya bank syariah untuk menjaga kecukupan modal bank, maka bank tidak mudah mengeluarkan dana mereka untuk pendanaan karena hal tersebut dapat meningkatkan risiko.
2. Pengaruh FDR terhadap tingkat profitabilitas Bank Umum Syariah Hasil dari uji tTest nilai koefisien FDR menunjukan angka -0.006921 dengan nilai sig 0.4721, berarti tingkat FDR tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas Bank Umum Syariah. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian Hakim (2016) yang menyatakan FDR berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap profitabilitas.
Secara teoritis, FDR adalah rasio yang mengukur perbandingan jumlah kredit yang diberikan bank dengan dana yang diterima oleh bank, yang menggambarkan kemampuan bank dalam membayar kembali penarikan dana oleh deposan dengan mengandalkan kredit yang diberikan sebagai sumber likuiditas (Veithzal,dkk, 2007:724). Semakin tinggi rasionya memberikan indikasi rendahnya kemampuan likuiditas bank tersebut, hal ini sebagai akibat jumlah dana yang diperlukan untuk membiayai kredit menjadi semakin besar. Menurut ketentuan BI untuk bank kategori sehat FDR-nya adalah < 94,75%. FDR yang bernilai negatif dan tidak berpengaruh terhadap ROA, mengindikasikan bahwa besarnya pemberian kredit tidak didukung dengan kualitas kredit. Kualitas kredit yang buruk akan meningkatkan risiko terutama bila pemberian kredit dilakukan dengan tidak menggunakan prinsip kehati-hatian dan ekspansi dalam pemberian kredit yang kurang terkendali, sehingga bank akan menanggung risiko yang lebih besar pula. Atau penyebab lainnya karena adanya
pergerakan data atau rasio FDR yang fluktuatif pada masing-masing perusahaan perbankan di setiap tahunnya. Ada perusahan perbankan yang mempunyai nilai FDR rendah dan ada perusahaan perbankan yang mempunyai nilai FDR tinggi sehingga terjadi kesenjangan yang cukup tinggi antar perusahaan perbankan syariah di indonesia.
3. Pengaruh BOPO terhadap tingkat profitabilitas Bank Umum Syariah. Hasil dari uji tTest nilai koefisien BOPO menunjukan angka -0.077537 dengan nilai sig 0.0000. Menyatakan bahwa BOPO mempunyai pengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat profitabilitas Bank Umum Syariah. Hal ini mendukung hasil penelitian Defri (2012) menyatakan bahwa BOPO berpengaruh signifikan dengan arah negatif terhadap profitabilitas.
Menurut Dendawijaya (2005), setiap peningkatan biaya operasional akan berakibat pada berkurangnya laba sebelum pajak yang pada akhirnya akan menurunkan laba atau profitabilitas (ROA) bank yang bersangkutan. BOPO mempunyai hubungan yang negatif terhadap ROA, sehingga hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jika BOPO meningkat yang berarti efisiensi menurun, maka Return On Asset (ROA) yang diperoleh bank akan menurun. Hal ini disebabkan karena tingkat efisiensi bank dalam menjalankan operasinya berpengaruh terhadap pendapatan yang dihasilkan oleh bank tersebut. Jika kegiatan operasional dilakukan dengan efisien (dalam hal ini nilai
rasio BOPO rendah) maka pendapatan yang dihasilkan bank tersebut akan naik.
4. Pengaruh QR terhadap tingkat profitabilitas Bank Umum Syariah di Indonesia.
Hasil dari uji tTest nilai koefisien QR menunjukan angka -0.001661 dengan nilai sig 0.3855, menyatakan bahwa quick ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat profitabilitas Bank Umum Syariah. Dalam penelitian ini tingkat likuiditas bank yang paling likuid adalah rasio quick ratio. Ketika rasio QR tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas maka kemungkinan terjadi rendahnya tingkat rasio QR dengan rata-rata 31.65% yang berakibat kurang likuid. Semakin tinggi QR pada perusahaan tersebut maka ROA akan tinggi pula. Ini berarti kewajiban perusahaan dilunasi dengan cepat sehingga aktivitas yang berkaitan dengan kinerja operasional perusahaan yang nantinya menghasilkan keuntungan bagi perusahaan tidak terganggu. Dan pengelolaan dana pada perusahaan tersebut sangat baik sehingga dana tersebut bisa digunakan guna mendapatkan keuntungan yang lebih bagi perusahaan dan dampaknya pada profitabilitas perusahaan pun meningkat. Walaupun jika QR pada suatu perusahaan tinggi kerugian besar bisa terjadi dan keuntungan yang besar juga bisa terjadi. QR yang tinggi berdampak pada peningkatan laba.
Quick Ratio adalah kemampuan perusahaan untuk membayar hutang yang harus segera dipenuhi dengan aktiva lancar yang lebih likuid (dengan asumsi bahwa bank mampu menyalurkan kreditnya secara efektif). Semakin banyak dana yang tertanam di cash assets mengindikasikan bahwa bank mempunyai kebijakan menginvestasikan dananya dalam jangka pendek yang dapat menghasilkan keuntungan sehingga dapat meningkatkan profitabilitas. Dengan menginvestasikan dananya pada aktiva likuid maka bank masih dapat memenuhi kewajibannya kepada deposannya dengan segera tanpa mengalami kerugian, andai kata cash assets yang terdapat pada bank tersebut tidak memadai.
50
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Menilik dari hasil pembahasan pada bab iv, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut:
1. CAR mempunyai pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap return on asset Bank Umum Syariah. Berdasarkan hasil uji regresi berganda diketahui bahwa variable CAR nilai koefisien menunjukan angka -0.005021 dengan nilai sig 0.8074. Sehingga tingkat kecukupan modal mengakibatkan menurunnya ROA yang disebabkan banyaknya modal yang menganggur.
2. FDR mempunyai pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap return on assets Bank Umum Syariah. Hasil uji t-Test nilai koefisien FDR menunjukan angka -0.006921 dengan nilai sig 0.4721. Sehingga mengakibatkan menurunnya ROA yang mengindikasikan bahwa besarnya pemberian kredit tidak didukung dengan kualitas kredit. 3. Biaya operasional dan pendapatan operasional mempunyai pengaruh
negatif dan signifikan terhadap return on assets Bank Umum Syariah. Hasil dari uji tTest nilai koefisien BOPO menunjukan angka -0.077537 dengan nilai sig 0.0000. Sehingga setiap peningkatan BOPO mengakibatkan menurunnya ROA. Hal ini disebabkan karena tingkat efisiensi bank dalam menjalankan operasinya berpengaruh terhadap pendapatan yang dihasilkan oleh bank tersebut. Jika kegiatan
operasional dilakukan dengan efisien (dalam hal ini nilai rasio BOPO rendah) maka pendapatan yang dihasilkan bank tersebut akan naik. 4. Variabel QR mempunyai pengaruh negatif dan tidak signifikan
terhadap return on assets Bank Umum Syariah. Hasil dari uji t-Test nilai koefisien QR menunjukan angka -0.001661 dengan nilai sig 0.3855. Sehingga besarnya QR mengakibatkan menurunnya ROA yang disebabkan rendahnya dana yang disalurkan pada cash assets karena rendahnya kemampuan aktiva atau asset dijadikan uang tunai dan mengindikasikan dana tersebut tidak disalurkan investasi jangka pendek sehingga kurang produktif.
5. Secara parsial kecukupan modal, BOPO, FDR, dan QR bersama-sama berpengaruh terhadap profitabilitas Bank Umum Syariah dengan angka koefisien sebesar 50,9%.
B. Saran
a. Bagi praktisi
Dalam upaya meningkatkan laba perusahaan perlua adanya kehati-hatian dalam memanajemen keuangan, karena sumber dana terbesar bank berasal dari masyarakat. Perlu adanya penanganan yang implikatif terhadap laba. Tingkat laba yang menurun di tahun 2013-2014 karna banyaknya modal sendiri yang menganggur ditambah lagi dengan dana pihak ketiga dan aset lancar yang kurang optimal dalam menyalurkannya. Hal ini berakibat menurunnya laba perusahaan.
b. Bagi akademisi
Penelitian ini dapat bermanfaat dijadikan bahan referensi dan dokumentasi bagi pihak kampus sebagai bahan acuan penelitian yang akan datang. Selain itu diharapkan kampus lebih menambah lagi referensi baik yang berupa jurnal atau buku-buku yang terkait keuangan.
c. Bagi peneliti yang akan datang
Untuk penelitian yang akan datang perlu adanya penambahan ataupun pergantian variabel-variabel diluar penelitian ini, dengan harapan mendapatkan hasil penelitian yang lebih akurat.