BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.2 Deskripsi Hasil Penelitian
4.2.3 Hasil Uji Hipotesis
Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa:
1. RASIO AKTIVITAS (X1) berpengaruh terhadap FINANCIAL DISTRESS (Y), tidak dapat diterima dengan tingkat [Sig. ,0,284 > 0,05 : Non signifikan [negatif].
2. LEVERAGE (X2) berpengaruh terhadap FINANCIAL DISTRESS (Y), dapat diterima dengan tingkat [Sig. 0,008 < 0,05 : signifikan [negatif].
3. PROFITABILITAS (X2) berpengaruh terhadap FINANCIL DISTRES (Y), tidak dapat diterima dengan tingkat [Sig. 0,880 > 0,05 : signifikan [negatif].
Uraian untuk hasil uji hipotesis tersebut antara lain adalah sebagai berikut:
a. Uji hipotesis parsial
1. Pengaruh rasio aktivitas terhadap financial distress 1) Kriteria hipotesis
H0 : β1 = 0, artinya Rasio aktivitas(X1
H
) berpengaruh terhadap finansial distress (Y).
1 : β1 ≠ 0 artinya Rasio aktivitas(X1
2) Level signifikan 5% dengan df (n-k) diperoleh hasil uji t ) berpengaruh terhadap finansial distress (Y).
tabel 3) Menentukan nilai t sebesar 2,447 hitung 4) Kesimpulan: =-1,199
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ttabel (-2,447)<thitung (-1,199) < ttabel
2. Pengaruh rasio leverage terhadap financial distress
(2,447), berada didaerah penolakan H1 yang artinya secara parsial rasio aktivitas tidak berpengaruh terhadap financial distress.
1) Kriteria hipotesis
H0 : β1 = 0, rasio leverage (X2
H
) berpengaruh terhadap finansial distress (Y).
1 : β1 ≠ 0 artinya rasio leverage (X2) berpengaruh terhadap finansial distress (Y).
2) Level signifikan 5% dengan df (n-k) diperoleh hasil uji ttabel 3) Menentukan nilai t sebesar 2,447 hitung 4) Kesimpulan: =-4,310
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai thitung (-4,310) > -ttabel
3. Pengaruh rasio profitabilitas terhadap financial distress
(-2,447), berada didaerah penolakan H0 yang artinya secara parsial rasio leverage berpengaruh terhadap financial distress.
1) Kriteria hipotesis
H0 : β1 = 0, artinya profitabilitas (X3
H
) berpengaruh terhadap finansial distress (Y).
1 : β1 ≠ 0 artinya rasio profitabilitas (X3
2) Level signifikan 5% dengan df (n-k) diperoleh hasil uji t ) berpengaruh terhadap finansial distress (Y).
tabel 3) Menentukan nilai t sebesar 2,447 hitung 4) Kesimpulan: =-0,159
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ttabel (-2,447)<thitung (-0,159) < ttabel (2,447), berada didaerah penolakan H1 yang artinya secara parsial rasio profitabilitas tidak berpengaruh terhadap financial distress.
4.3.Pembahasan
Pembahasan dari hasil uji hipotesis adalah sebagai berikut:
1. Rasio aktivitas tidak berpengaruh positif terhadap finansial distres PT. Indonesia Paradise Property, Tbk dengan nilai probabilitas >0,1. Hasil ini tidak sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Platt and Platt (2002) yang menunjukkan bahwa rasio aaktivitas yang diwakili oleh proksi perputaran piutang dapat memprediksi financial distress perusahaan. Rasio aktivitas tidak mempengaruhi financial distress perusahaan karena rasio aktivitas yang berhubungan langsung dengan penjualan dan persediaan perusahaan serta piutang perusahaan kurang memberikan dampak kepada financial distress, karena pada dasarnya kondisi financial distress menunjukkan bahwa perusahaan tidak mampu menghasilkan laba perusahaan. Rasio aktivitas terlalu tinggi periode pengumpulan piutang itu menunjukkan bahwa kebijakan kredit terlalu liberal atau bebas, akibatnya timbul bed-debt dan investasi dalam piutang menjadi besar dan akibatnya keberuntungan akan menurun. Seperti halnya perputaran piutang dimaksudkan agar lebih tepat lagi apabila persediaan mengalami perubahan cukup besar. Perusahaan yang perputaran persediaan yang makin tinggi itu berarti makin efisien, tetapi perputaran yang terlalu tinggi juga tidak baik, untuk itu perlu ditentukan keseimbangan.
2. Rasio leverage berpengaruh negatif terhadap finansial distress PT. Indonesia Paradise Property, Tbk dengan nilai probabilitas <0,1. Kemampuan rasio leverage dalam memprediksi kondisi financial distress
suatu perusahaan sangat dimungkinkan jika dilihat dari sudut pandang total kewajiban sebagi salah satu variabel yang mempengaruhi adanya likuidasi dan tidak dalam keadaan going consern, sehingga rasio ini layak untuk dijadikan prediktor finansial distress. Rasio leverage signifikan pada tingkat 5%. Koefisien regresi menunjukkan bahwa rasio leverage berpengaruh negatif terhadap kondisi finansial distress perusahaan. Hal ini sesuai dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Platt and Platt (2002).
Financial leverage merupakan proporsi atas penggunaan utang untuk membiayai investasinya. Perusahaan yang tidak mempunyai leverage berarti menggunakan modal sendiri 100%.Semakin tinggi rasio leverage ini semakin besar risiko yang dihadapi dan investor akan meminta tingkat keuntungan yang semakin tinggi.
3. Rasio profitabilitas tidak berpengaruh positif terhadap finansial distress PT. Indonesia Paradise Property, Tbk dengan nilai probabilitas >0,1. Rasio profitabilitas tidak mempengaruhi financial distress perusahaan karena sangat dimungkinkan karena rasio ini berhubungan dengan efisiensi perusahaan dalam memproduksi, administrasi, pemasaran, pendanaan dan penentuan harga sehingga rasio ini layak untuk dijadikan prediktor finansial distress. Hasil ini tidak sesuai dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Platt and Platt (2002) yang menunjukkan bahwa rasio profitabilitas yang diwakili oleh proksi net profit margin dapat memprediksi financial distress perusahaan. Profitabilitas adalah
kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungannya dengan penjualan, total aktiva maupun modal sendiri. Hasil penelitian munjukkan bahwa rasio profitabilitas tidak berpengaruh terhadap financial distress karena dalam keadaan finnasial distress perusahaan tidak mampu menghasilkan laba.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Kesimpulan dari hasil analisis dengan menggunakan regresi linier berganda menunjukkan bahwa:
a. Rasio aktivitas tidak mempengaruhi finansial distres PT. Indonesia Paradise Property, Tbk karena rasio aktivitas berhubungan langsung dengan penjualan dan persediaan perusahaan serta piutang perusahaan kurang memberikan dampak kepada financial distress.
b. Rasio leverage mempengaruhi finansial distress PT. Indonesia Paradise Property, Tbk, karena rasio leverage memiliki kemampuan dalam memprediksi kondisi financial distress suatu perusahaan jika dilihat dari sudut pandang total kewajiban sebagi salah satu variabel yang mempengaruhi adanya likuidasi atau tidaknya suatu perusahaan dalam keadaan going consern, sehingga rasio ini layak untuk dijadikan prediktor finansial distress.
c. Rasio profitabilitas tidak mempengaruhi finansial distress PT. Indonesia Paradise Property, Tbk karena rasio ini berhubungan dengan efisiensi perusahaan dalam memproduksi, administrasi, pemasaran, pendanaan dan penentuan harga sehingga rasio ini layak untuk dijadikan prediktor finansial distress.
5.2. Saran
Peneliti menyadari bahwa penelitian ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu peneliti memberikan saran sebagai berikut:
a. Bagi para investor yang ingin menanamkan modalnya sebaiknya menganalisa dahulu perusahaan yang akan ditanami modal apakah perusahaan tersebut dimasa yang akan datang mengalami guncangan seperti terjadinya financial distress yang hal ini bisa berakibat terjadinya kebangkrutan. Pertimbangan untuk memprediksi terjadinya financial distress akan sangat membantu investor.
b. Bagi pemberi pinjaman, penelitian yang berkaitan dengan financial distress mempunyai relevansi terhadap institusi pemberi pinjaman, baik dalam memutuskan apakah akan memberikan suatu pinjaman dan menentukan kebijakan untuk mengawasi pinjaman yang telah dberikan. c. Dengan mengetahui gejala financial distress sejak dini akan membantu
menghindarkan perusahaan dari terjadinya kebangkrutan. Bagi perusahaan agar senantiasa selalu waspada dengan gejala terjadinya financial distress, sehingga dapat memperbaiki kebijakan perusahaan dan manajemennya yang akhirnya mampu menghindarkan terjadinya kebangkrutan pada perusahaan.
d. Bagi penelitian selanjutnya yang akan melakukan penelitian yang sama, sebaiknya dalam melakukan prediksi juga memasukkan faktor-faktor lain diluar rasio keuangan sepeti kondisi ekonomi (pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran, inflasi, dll) serta parameter politik yang
mempengaruhi prediksi financial distress sehingga akan dihasilkan model prediksi yang lebih tepat digunakan untuk memprediksi terjadinya financial distress.
DAFTAR PUSTAKA
Atmini (2005), “ Manfaat laba dan arus kas untuk memprediksi kondisi finansial distress perusahaan tekstil mill product dan apparel and other textile products yang terdaftar di bursa efek”, SNA VIII Solo, 15 – 16 September 2005
Altman, E.I. 1968. Financial ratios, discriminant analysis and the prediction of corporate bankruptcy. The Journal of Finance 23 (September): 589-609 Amilia, L.S. 2003. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kondisi Financial
Distress Suatu Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta.
Makalah yang disampaikan pada Simposium Nasional Akuntansi VI. Surabaya, 16-17 Oktober.
Brahmana (2007) dengan judul “Identifying financial distress condition in Indonesian manufacture Industry”,
Cue, M.J. 1991. The Use of Cash Flow to Analyze Financial Distress in California Hospitals. Hospital and Health Service Administration, 36: 223-241. Foster, G. 1986. Financial Statement Analysis. Englewood Cliffs, New Jersey:
Prentice Hall International, Inc.
Ghozali, 2005, Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Pro ntan Indonesia, 2002, Standar Akuntansi Keuangan. (2004), Indonesian Capital Market Directory, Eleventh Edition Jaka Wasana dan Kibrantdoko), Edisi Kesembilan, Jakarta: Binarupa Aksara.
Gordon, G dan Jordan, C. 1988. Predicting Financial Distress of Texas Savings and Loans. Southwest Journal of Business and Economics.
Harahap, S. Sofyan, Analisa Kritis Atas Laporan Keuangan Edisi 1, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1999.
Lau A. H. 1987. A Five State Financial Distress Prediction Model. Journal of Accounting Research 25: 127-138
Munawir, 2002, Analisis laporan keuangan, Edisi keempat, Yogyakarta: Liberty. Platt, H. and M.B. Platt. 1990. Development of a Class of Stable Predictive
Variables: The Case of Bankruptcy Predictions. Journal of Business Finance & Accounting, 17: 31-51.
Sartono, 2005, “Manajemen Keuangan : Teori dan Aplikasi”, Edisi Ketiga, penerbit, BPFE UGM, Yogyakarta.
Weston & Thomas E Copeland, 1992, Manajemen Keuangan (Terjemahan nto), Jilid 1, Jakarta: Binarupa Aksara.
Whitaker R. B. 1999. The Early Stages of Financial Distress. Journal of Economics and Finance. 23: 123-133