• Tidak ada hasil yang ditemukan

100% 100% 100% 100% 100% Sumber: data sekunder yang diolah (2015)

B. Analisis dan Pembahasan

2. Hasil Uji Hipotesis Penelitian

Variabel dependen dalam penelitian ini bersifat dummy (menerima opini audit going concern atau tidak menerima opini audit going concern) oleh sebab itu, maka pengujian terhadap hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji regresi logistik. Regresi logistik adalah regresi yang digunkaan untuk menguji apakah probabilitas terjadinya variabel terikat dapat dijelaskan oleh variable bebasnya.

a. Hasil Uji Kesesuaian Keseluruhan Model (Overall Model Fit) Pengujian kesesuaian keseluruhan model (overall model fit) dilakukan dengan membandingkan nilai antara -2 Log Likelihood pada awal (Block Number=0) dengan nilai -2 Log Likelihood pada akhir (Block Number=1). Hipotesis untuk menilai model fit adalah:

H0 :Model yang dihoptesiskan fit dengan data

68 Berdasarkan hipotesis ini, maka Ho harus dterima dan Ha harus ditolak agar model fit dengan data. Statistik yang digunakan berdasarkan fungsi likelihood. Likelihood L dari model adalah probabilitas bahwa model yang dihipotesiskan menggambarkan data input.

Tabel 4.5 adalah Iteration History 0 yang merupakan -2 Log Likelihood awal. Tabel ini akan dibandingkan dengan tabel 4.7 yaitu tabel Iteration History 1:

Tabel 4.5 Iteration Historya,b,c

Iteration -2 Log likelihood

Coefficients Constant

Step 0 1 75.042 -.429

2 75.041 -.435

3 75.041 -.435

a. Constant is included in the model. b. Initial -2 Log Likelihood: 75.041

c. Estimation terminated at iteration number 3 because parameter estimates changed by less than .001.

Sumber: data sekunder yang diolah (2015)

Berdasarkan hasil pengolahan SPSS 22, pada tabel 4.6 menunjukkan nilai -2 Log Likehood awal adalah sebesar 75,042 dan pada tabel 4.7 menunjukkan nilai -2 Log Likehood sebesar 33,847. Hal ini berarti terjadinya penurunan nilai antara -2 Log Likehood awal dan akhir mengalami penurunan. Penurunan nilai -2 Log Likehood ini dapat diartikan bahwa dengan penambahan

69 variabel bebas ke dalam model dapat memperbaiki model fit. Penurunan tersebut juga mnunjukkan model regresi yang baik atau model fit dengan data. Selanjutnya disajikan tabel 4.6:

Tabel 4.6 Iteration History 1 Iteration -2 Log likelihood Coefficients

Constant Tenure OTS Disc Step 1 1 38.136 -3.384 -.026 3.027 2.405 2 34.636 -6.278 -.078 3.965 5.526 3 33.922 -8.772 -.153 4.405 8.479 4 33.849 -9.890 -.193 4.601 9.818 5 33.847 -10.049 -.198 4.631 10.008 6 33.847 -10.052 -.198 4.631 10.011 7 33.847 -10.052 -.198 4.631 10.011 a. Method: Enter

b. Constant is included in the model. c. Initial -2 Log Likelihood: 75.041

d. Estimation terminated at iteration number 7 because parameter estimates changed by less than .001.

Sumber: data sekunder yang diolah (2015)

b. Hasil Uji Koefisien Determinasi (Nagelkerke R. Square)

Besarnya nilai koefisien determinasi pada model regresi logistik ditunjukkan oleh nilai Nagelkerke R Square. Berdasarkan tabel 4.8, nilai Nagelkerke R. Square sebesar 70,6%, yang berarti variabel dependen dapat dijelaskan oleh variabel independen sebesar 70,6% dan selebihnya dijelaskan oleh variabel lain di luar model peneltian seperti opinion shopping, ukuran perusahaan, kondisi keuangan, reputasi auditor dan debt default. Selanjutnya

70 disajikan tabel 4.7 koefisien determinasi guna melihat seberapa besar variabel independen menjelaskan variabel dependen:

Tabel 4.7 Koefisien Determinasi

Step

-2 Log likelihood

Cox & Snell R Square

Nagelkerke R Square

1 33.847a .521 .706

Sumber: data sekunder yang diolah (2015) c. Uji Kelayakan Model Regresi

Analisis selanjutnya yang dilakukan adalah menilai kelayakan model regresi logistik biner. Tabel 4.8 menunjukkan hasil pengujian Hosmer and Lemeshow’s Test. Berdasarkan tabel di atas, menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,407, nilai tersebut lebih besar nilainya di atas 0,05 yang berarti hipotesis 0 (H0) diterima. Berdasarkan data tersebut, model mampu memprediksi nilai observasinya sehingga model ini dapat digunakan untuk analisis selanjutnya. Selanjutnya ditunjukkan tabel 4.8 Hosmer and Lemeshow’s Goodness-of-fit test statistics yang menunjukkan bisa tidaknya model memprediksi nilai observasi:

Tabel 4.8

Hosmer and Lemeshow Test Step Chi-square Df Sig.

1 7.210 7 .407

71 d. Hasil Uji Multikolinearitas

Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel independen (Ghozali, 2013:105). Pengujian ini didapat dari hasil outpus SPSS 22 di dalam matriks korelasi pada tabel 4.10 di bawah ini. Pada tabel 4.10 menunjukkan tidak ada nilai koefisien korelasi yang nilainya lebih besar dari 0,9, maka tidak ada gejala multikolinearitas yang serius antara variabel bebasnya. Selanjutnya disajikan tabel matriks korelasi:

Tabel 4.9 Correlation Matrix

Constant Tenure OTS Disc Step 1 Constant 1.000 .165 -.604 -.976

Tenure .165 1.000 .053 -.352 OTS -.604 .053 1.000 .518 Disc -.976 -.352 .518 1.000 Sumber: data sekunder yang diolah (2015)

e. Hasil Matriks Klasifikasi

Matriks ini menejelaskan kemungkinan suatu perusahaan menerima opini audit going concern. Selanjutnya akan disajikan tabel 4.10 matriks klasifikasi:

72 Tabel 4.10 Classification Tablea Observed Predicted Opini Audit Percentage Correct Non Going Concern Going Concern Opini Audit Non Going Concern 32 2 94.1 Going Concern 4 18 81.8 Overall Percentage 89.3

Sumber: data sekunder yang diolah (2015)

Tabel di atas menunjukkan bahwa prediksi dari model regresi tersebut memprediksi perusahaan yang akan mendapatkan opini audit going concern kemungkinan adalah sebesar 81,8% dari total perusahaan yang mendapat opini audit going concern, dengan kata lain ada 18 perusahaan yang diprediksi akan mendapatkan opini audit going concern dari total 22 perusahaan. Kemudian untuk perusahaan yang tidak mendapatkan opini audit going concern (non going concern) memiliki kekuatan prediksi sebesar 94,1%. Artinya, dari total 34 perusahaan yang tidak mendapatkan opini audit going concern, model regresi ini dapat memprediksi 32 perusahaan yang tidak mendapatkan opini audit going concern, atau sebesar 94,1%.

f. Hasil Uji Regresi Logistik

Model regresi logistik yang terbentuk ditunjukkan pada tabel 4.11 di bawah ini:

73 Tabel 4.11

Hasil Uji Koefisien Regresi Logistik

B S.E. Wald df Sig. Exp(B) Keterangan Tenure -.198 .550 .130 1 .718 .820 Tidak Signifikan OTS 4.631 1.162 15.877 1 .000 102.622 Signifikan Disc 10.011 6.185 2.620 1 .106 22265.618 Tidak Signifikan Constant -10.052 5.126 3.846 1 .050 .000

Sumber: data sekunder yang diolah (2015)

Hasil pengujian atas koefisien regresi menghasilkan model sebagai berikut:

Going Concern = -10,052 - 0,198 Tenure + 4,631 OTS + 10,011 Disc

Berdasarkan hasil pengujian regresi logistik, maka hasil pengujian akan disajikan dalam tiga bagian dikarenakan variabel independennya berjumlah 3 variabel. Bagian pertama membahas pengaruh audit tenure (Tenure) terhadap opini audit going concern (H1). Bagian kedua membahas terkait pengaruh opini tahun sebelumnya (OTS) terhadap opini audit going concern (H2). Bagian ketiga membahas pengaruh disclosure (Disc) terhadap pengaruh opini audit going concern (H3). Adapun penjelasan masing-masing bagian adalah sebagai berikut:

74 1) Pengaruh Audit Tenure (Tenure) terhadap Opini Audit Going

Concern

Variabel Tenure menunjukkan koefisien regresi negatif sebesar -0,198 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,820. Nilai signifikasi lebih besar dari α= 5%. Nilai signifikansi lebih besar dari α= 5%, maka H1 tidak berhasil didukung (ditolak). Penelitian ini tidak berhasil menunjukkan bahwa audit tenure berpengaruh secara signifikan terhadap penerimaan opini audit going concern. Hasil penelitian ini tidak konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Knechel dan Vanstralen (2007), Dao et al. (2008), Junaidi dan Hartono (2010), dan Rossa dan Rahardjo (2013) yang menyatakan bahwa audit tenure berpengaruh signifikan terhadap penerimaan opini audit going concern. Namun penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Dewayanto (2011), Ardiani et al. (2012), dan Ulya (2012).

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sekalipun dengan masa perikatan tugas audit yang lama tidak mempengaruhi independensi auditor. Lamanya perikatan tidak mempengaruhi suatu auditor dalam memberikan opini audit going concern kepada perusahaan yang memang benar-benar harus menerima opini audit tersebut (Dewayanto,

75 2011). Sebagaimana yang disebutkan oleh Ulya (2012) auditor dapat tetap menjaga independensinya dan tidak takut kehilangan kontrak serta fee dari auditee bila mengeluarkan opini audit going concern. Kemudian di dalam Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/PMK.01/2008 pasal 3 menyatakan bahwa paling lama masa penugasan audit adalah paling lama 6 tahun buku berturut-turut dan oleh seorang akuntan publik selama 3 tahun berturut-turut. Oleh sebab itu bisa jadi lama waktu KAP bertugas pada suatu auditee ditentukan oleh peraturan tersebut.

2) Pengaruh Opini Tahun sebelumnya (OTS) terhadap Opini Audit Going Concern

Variabel OTS menunjukkan koefisien regresi positif sebesar 4,631 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000. Nilai signifikansi lebih besar dari α= 5%, dengan demikian maka hipotesis H2 berhasil didukung. Hasil ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Kartika (2012), Zulfikar dan Syafruddin (2013), dan Syaifuddin dan Fitriyani (2014) yang menyatakan bahwa opini audit tahun sebelumnya berpengaruh signifikan terhadap opini audit going concern.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian opini audit going concern oleh auditor dipengaruhi oleh opini

76 tahun sebelumnya, dengan kata lain bisa jadi auditor mempertimbangkan opini tahun sebelumnya dalam memberikan opini pada tahun sekarang. Auditee yang menerima opini audit going concern pada tahun sebelumnya akan dianggap memiliki masalah kelangsungan hidupnya, sehingga semakin besar kemungkinan bagi auditor untuk mengeluarkan opini audit going concern pada tahun berjalan (Dewayanto, 2011). Perusahaan yang mendapatkan opini audit going concern akan berdampak pada kemunduran harga saham, kesulitan dalam meningkatkan modal pinjaman, ketidakpercayaan investor, kreditur, pelanggan dan karyawan. Oleh karena itu perusahaan yang pada tahun sebelumnya telah menerima opini audit going concern, berpotensi secara signifikan menerima kembali opini going concern pada tahun sekarang (Zulfikar dan Syafruddin, 2013).

3) Pengaruh Disclosure terhadap Opini Audit Going Concern Variabel Disc menunjukkan koefisien regresi positif sebesar 10,011 dan tingkat signifikansinya sebesar 0,106. Nilai signifikansi variabel ini lebih besar dari pada α= 5%, dengan kata lain H3 tidak berhasil didukung (ditolak). Penelitian ini tidak berhasil membuktikan bahwa disclosure berpengaruh secara signifikan terhadap penerimaan opini

77 audit going concern. Penelitian ini tidak konsisten dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Haron et.al (2009), Rossa dan Rahardjo (2013), dan Verdiana dan Utama (2013) yang menyatakan bahwa disclosure berpengaruh signifikan terhadap penerimaan opini audit going concern. Namun penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Astuti dan Darsono (2012), dan Santosa dan Wiyono (2012) yang menyatakan bahwa disclosure tidak berpengaruh terhadap penerimaan opini audit audit going concern oleh auditor.

Hal ini menunjukkan bahwa banyaknya item yang diungkapkan oleh perusahaan dalam laporan tahunan tidak mempengaruhi penerimaan opini audit going concern. Hal ini disebabkan karena item pengungkapan yang harus disampaikan oleh perusahaan telah diatur dalam keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Nomor KEP-134/BL/2006 Peraturan Nomor X.K.6 yang berisi tentang: (1) Kewajiban penyampaian laporan tahunan bagi emiten atau perusahaan publik. (2) Bentuk dan isi laporan tahunan. Setiap perusahaan go public memiliki kewajiban menyampaikan laporan sesuai dengan kriteria yang berlaku. Pengungkapan informasi yang dilakukan baik perusahaan yang mendapatkan opini going concern maupun

78 opini non going concern tidak jauh berbeda (Santosa dan Wiyono, 2012).

Ringkasan hasil penelitian akan disajikan dalam tabel 4.12 di bawah ini:

Tabel 4.12

Ringkasan Hasil Penelitian Variabel Dependen Variabel

Indpenden Hasil

Opini Audit Going Concern

Tenure (-) X

OTS (+) √

Disc (+) X Sumber: data sekunder yang diolah (2015)

Keterangan:

√ = Variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen atau hipotesis diterima

X = Variabel independen tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen atau hipotesis tidak diterima (ditolak)

79 Bab V Penutup A. Kesimpulan

Penelitian ini meneliti terkait pengaruh audit tenure, opini audit tahun sebelumnya, dan disclosure terhadap opini audit going concern. Analisis dilakukan dengan menggunakan analisis regresi logistic dengan bantuan program Statistical Package for Social Science (SPSS) Ver. 22. Sampel perusahaan yang digunakan adalah sebanyak 56 pengamatan perusahaan tambang dan agriculture yang terdaftar di BEI selama periode 2011 sampai dengan 2004.

Hasil pengujian dari penelitian ini diringkas seperti yang di bawah ini: 1. Berdasarkan hasil uji regresi logistik menunjukkan bahwa audit

tenure secara statistik tidak berpengaruh terhadap opini audit going concern selama 4 tahun pengamatan (2011-2014). Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Dewayanto (2011), Ardiani et al. (2012), dan Ulya (2012). Namun penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Knechel dan Venstralen (2007), Junaidi dan Hartono (2010), dan Rossa dan Rahardjo (2013).

2. Berdasarkan hasil uji regresi logistik menunjukkan bahwa opini audit tahun sebelumnya secara statistik berpengaruh terhadap opini audit going concern selama 4 tahun pengamatan (2011-2014). Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Kartika (2012), Zulfikar dan Syafruddin (2013), dan Syaifuddin dan Fitriyani (2014).

80 3. Berdasarkan hasil uji regresi logistik menunjukkan bahwa disclosure secara statistik tidak berpengaruh terhadap opini audit going concern selama 4 tahun pengamatan (2011-2014). Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Astuti dan Darsono (2012). Namun penelitian ini tidak sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Junaidi dan Hartono (2010), Rossa dan Rahardjo (2013), dan Verdiana dan Utama (2013).

B. Saran

Penelitian selanjutnya mengenai opini audit going concern diharapkan mampu mengahasilkan hasil penelitian yang lebih baik dan berkualitas, dengan mempertimbangkan saran di bawah ini:

1. Penelitian selanjutnya diharapkan mampu menggambarkan kecenderungan penerimaan opini audit going concern pada seluruh sektor perusahaan yang terdaftar di BEI dengan meneliti seluruh perusahaan yang terdaftar di BEI sebagai populasi.

2. Menambahkan variabel lain agar dapat terlihat faktor lain yang mempengaruhi opini audit going concern baik keuangan maupun non keuangan seperti opinion shopping, ukuran perusahaan, kondisi keuangan, reputasi auditor dan debt default.

3. Menambahkan periode pengamatan agar terlihat kecenderungan penerimaan opini audit going concern dalam jangka waktu yang lebih lama.

81 Daftar Pustaka

Alvin, A. Arens, Randal J. Elder, Mark S. Beasley. “Auditing and Assurance Services: An Integrated Approach”, Fifteenth Edition, Pearson, 2014.

Anonim. ”IMES: Periksa Kasus Tambang Ilegal PT Vale Indonesia”, artikel diakses tanggal 11 Mei 2015 dari http://www.gatra.com/hukum-1/38977-imes-periksa-kasus-tambang-ilegal-pt-vale indonesia.html.

Anonim. “10 skandal akuntansi besar di Dunia”, artikel diakses tanggal 14 April 2015 dari http://bizcovering.com/history/10-major-accounting-scandals/

Anonim. “Potensi Tambang Indonesia”, artikel diakses tanggal 29 Maret 2015 dari http://www.hpli.org/tambang.php

Anonim. “Produksi Barang Tambang Mineral 1996-2012”, data diakses tanggal 29 Maret 2015 dari http://www.bps.go.id/linkTabelStatis/view/id/1094

Ardiani, Nurul, Emrinaldi Nur DP dan Nur Azlina. “ Pengaruh Audit Tenure, Disclosure, Ukuran Kap, Debt Default, Opinion Shopping, dan Kondisi Keuangan terhadap Penerimaan Opini Audit Going Concern pada Perusahaan Real Estate dan Property di Bursa Efek Indonesia”, Jurnal Ekonomi, Volume 20, Nomor 4 Desember, 2012.

Arsianto, Maydica Rossa dan Shiddiq Nur Rahardjo. “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penerimaan Opini Audit Going Concern”, Diponegoro Journal Of Accounting, Volume 2, Nomor 3, Halaman 1, 2013.

Astuti, Irtani Retno dan Darsono. “Pengaruh Faktor Keuangan dan Non Keuangan terhadap Penerimaan Opini Audit Going Concern”, Diponegoro Journal Of Accounting, Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012, Halaman 1-10, 2012.

Bedard, Jean C, Johnstone, Karla M. “Audit Partner Tenure and Audit Planning and Pricing”, American Accounting Association, 2015.

Boynton, William C. and Raymond N. Johnson. “Modern Auditing: Assurance Services and The Integrity of Financial Reporting”, 8th edition, John Willey, 2006.

Dao, Mai, Suchismita Mishra, dan K. Raghunandan. “Auditor Tenure and Shareholder Ratification of the Auditor”, Accounting Horizons, Vol. 22, No. 3, pp. 297–314, 2008.

Dewayanto, Totok. “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penerimaan Opini Audit Going Concern pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia”, Fokus Ekonomi, Vol. 6 No. 1, hal 81 – 104, Juni 2011.

82

Fitriani, Lingga, dan Dharma Sudarsono. “Disclosure Index Laporan Tahunan 2004 Emiten di BEJ”, Proceeding PESAT (Psikologi, Ekonomi, Sastra, Arsitek dan Sipil) Vol. 2, ISSN:1858-2559, 2007.

Foroghi, Daroush. “Audit Firm Size and Going Concern Reporting Accuracy”, Interdiciplinary Journal of Contemporary Research in Bussines, Vol 3, No. 9, January 2012.

Ghozali, Imam. “Aplikasi Analisis Multivariate dengan program IBM SPSS 21”, Edisi 7 Cetakan VII, Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang, 2013.

Haroon, Hasnah, Bambang Hartadi, Mahfooz Ansari, dan Ishak Ismail. “Factors influencing auditor’s going concern opinion”, Asian academy of Management Journal, Vol. 14 No.1 : 1-19. 2009

Hidayat, Nurul. “BUMI DIPROYEKSI BANGKRUT: Manajemen Masih Optimistis”, arikel diakses tanggal 11 Mei 2015 dari

http://market.bisnis.com/read/20120829/192/93015/bumi-diproyeksi-bangkrut-manajemen-masih-optimistis

Institut Akuntan Publik Indonesia. “Standar Profesional Akuntan Publik”, Salemba Empat, Jakarta, 2011.

Junaidi dan Jogiyanto Hartono. “Faktor Non Keuangan pada Opini Going Concern”, Simposium Nasional Akuntansi XIII Purwokerto, 2010.

Junida, Ade Irma. “Investasi di Pertanian Kian Gembur” artikel diakses tanggal 23 Juli 2015 dari http://industri.kontan.co.id/news/investasi-di-pertanian-kian-gembur

Kuswardi, Hans Juniarto. “Pengaruh Kondisi Keuangan, Pertumbuhan Perusahaan dan Kualitas Audit terhadap Pemberian Opini Audit Going Concern pada Perusahaan Wholesale And Retail Trade di Bei”, JURNAL ILMIAH MAHASISWA AKUNTANSI – Vol. 1, No. 2, Maret 2012.

Louwers, Timothy J, dkk, “Auditing & Assurance Services“,McGraw-Hill Companies, New York, 2005.

Maulina, Mutia, Ratna Anggraini dan Choirul Anwar. “Pengaruh Tekanan Waktu dan Tindakan Supervisi Terhadap Penghentian Prematur Atas Prosedur Audit”, Simposium Nasional Akuntansi XIII Purwokerto, 2010.

Nuswandari, Cahyani. “Pengungkapan Pelaporan Keuangan dalam Perspektif Signalling Theory”. Kajian Akuntansi Hal: 48-57, Vol. 1 No.1, 2009.

Riahi, Ahmed dan Belkaoui. “Accounting Theory”, Buku Satu, edisi 5, Salemba Empat, Jakarta, 2006.

83

Sagara, Yusar, Fitri Yani Jalil. “Auditing: Dilengkapi dengan Kasus dan Pembahasan Kasus”, UIN Jakarta Press, Ciputat, 2013.

Santoso, Eko Budi dan Ivan Yudhistira Wiyono. “Pengaruh Reputasi Auditor, Prediksi Kebangkrutan, Disclosure dan Leverage terhadap Penerimaan Opini Audit Going Concern”, Forum Bisinis & Keuangan I, hal 185-195, 2012.

Singgih, Elisha Muliani dan Icuk Rangga Bawono. “Pengaruh Independensi, Pengalaman, Due Professional Care dan Akuntabilitas Terhadap Kualitas Audit”, Simposium Nasional Akuntansi XIII Purwokerto, 2010.

Suparlan dan Andayani. “Analisi Empiris Pergantian Kantor Akuntan Publik Setelah Ada Kewajiban Rotasi Audit”, Simposium Nasional Akuntansi XIII Purwokerto, 2010.

Syaifuddin, Ahmad dan Fitriyani. “Opini Going Concern, Tingkat Ketergantungan Auditor pada Klien dan Pergantian Auditor”, Simposium Nasional Akuntansi XVII Lombok, 2014.

Tuanakotta, Theodorus M. “Bepikir Kritis dalam Auditing”, Salemba Empat, Jakarta, 2011.

Ulya, Alfaizatul. “Opini Audit Going Concern: Analisis berdasarkan Faktor Keuangan dan Faktor Non Keuangan”, Accounting Analys Journal 1 (1), 2012.

Verdiana, Komang Anggita dan I Made Karya Utama. “Pengaruh Reputasi Auditor, Disclosure, Audit Client Tenure pada Kemungkinan Pengungkapan Opini Audit Going Concern”, E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana 5.3:530-543, 2013

Zulfikar, Muslim dan Muchamad Syafruddin. “Pengaruh Faktor Non Keuangan terhadap Penerimaan Opini Audit Going Concern”, Diponegoro Journal Of Accounting, Volume 2, Nomor 3, Halaman 1-13, 2013.

84

Lampiran 1 Data Sampel dan Hasil Operasional Variabel Daftar Perusahaan Sampel 2011-2014 No Nama Emiten Kode

1 Atlas Resources ARII

2 ATPK Resources ATPK

3 Bumi Teknokultura Unggul BTEK

4 Bayan Resources BYAN

5 Central Proteinaprima CPRO

6 Darma Henwa DEWA

7 Delta Duni Makmur DOID 8 Garda Tujuh Buana GTBO 9 Inti Agri Resources IIKP 10 Perdana Karya Perkasa PKPK 11 J Resources Asia Pasifik PSAB 12 Golden Eagle Energy SMMT

13 SMR Utama SMRU

14 Bakrie Sumatera Plantations UNSP

Hasil Operasional Variabel

No Perusahaan Kode

Opini

Audit Tenure OTS Disc

1 Atlas Resources ARII2011 0 1 0 0.757576

ARII2012 1 2 0 0.909091

ARII2013 1 1 1 0.909091

ARII2014 1 2 1 0.878788

2 ATPK Resources ATPK2011 0 1 1 0.787879

ATPK2012 0 1 0 0.909091

ATPK2013 0 2 0 0.909091

ATPK2014 0 3 0 0.909091

3 Bumi Teknokultura Unggul BTEK2011 1 1 1 0.727273

BTEK2012 1 1 1 0.666667

BTEK2013 1 1 1 0.757576

BTEK2014 1 2 1 0.818182

4 Bayan Resources BYAN2011 0 1 0 0.818182

BYAN2012 0 2 0 0.878788

85

BYAN2014 1 4 0 0.939394

5 Central Proteinaprima CPRO2011 1 1 1 0.69697

CPRO2012 1 2 1 0.757576

CPRO2013 1 1 1 0.666667

CPRO2014 1 2 1 0.818182

6 Darma Henwa DEWA2011 0 1 0 0.909091

DEWA2012 0 2 0 0.878788

DEWA2013 1 1 0 0.909091

DEWA2014 1 2 1 0.909091

7 Delta Duni Makmur DOID2011 0 1 0 0.757576

DOID2012 0 2 0 0.727273

DOID2013 0 3 0 0.787879

DOID2014 0 1 0 0.818182

8 Garda Tujuh Buana GTBO2011 0 1 0 0.606061

GTBO2012 0 1 0 0.818182

GTBO2013 0 2 0 0.848485

GTBO2014 0 3 0 0.878788

9 Inti Agri Resources IIKP2011 0 1 0 0.878788

IIKP2012 1 1 0 0.878788

IIKP2013 1 2 1 0.909091

IIKP2014 1 3 1 0.909091

10 Perdana Karya Perkasa PKPK2011 0 1 0 0.454545

PKPK2012 0 2 0 0.484848

PKPK2013 0 1 0 0.606061

PKPK2014 0 2 0 0.666667

11 J Resources Asia Pasifik PSAB2011 0 1 0 0.545455

PSAB2012 0 2 0 0.606061

PSAB2013 0 3 0 0.636364

PSAB2014 0 4 0 0.606061

12 Golden Eagle Energy SMMT2011 1 1 1 0.666667

SMMT2012 0 2 1 0.848485 SMMT2013 0 3 0 0.909091 SMMT2014 0 4 0 0.909091 13 SMR Utama SMRU2011 0 1 0 0.848485 SMRU2012 0 2 0 0.636364 SMRU2013 0 1 0 0.818182 SMRU2014 0 2 0 0.727273

86

UNSP2012 1 2 1 0.969697

UNSP2013 1 1 1 0.969697

87 Lampiran 2 Hasil Output SPSS

Descriptives

Notes

Output Created 02-AUG-2015 12:02:47

Comments

Input Active Dataset DataSet3 Filter <none> Weight <none> Split File <none> N of Rows in Working Data

File 56

Missing Value Handling Definition of Missing User defined missing values are treated as missing.

Cases Used All non-missing data are used.

Syntax DESCRIPTIVES

VARIABLES=OpiniAudit Tenure OTS Disc

/STATISTICS=MEAN STDDEV MIN MAX.

Resources Processor Time 00:00:00.02

Elapsed Time 00:00:00.02

Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

Opini Audit 56 .0 1.0 .393 .4928

Tenure 56 1.0 4.0 1.750 .8790

OTS 56 0 1 .36 .483

Disc 56 .4545 .9697 .798701 .1304252 Valid N (listwise) 56

LOGISTIC REGRESSION VARIABLES OpiniAudit /METHOD=ENTER Tenure OTS Disc

/CLASSPLOT

/CASEWISE OUTLIER(2)

/PRINT=GOODFIT CORR ITER(1)

88

Logistic Regression

Notes

Output Created 02-AUG-2015 12:03:03

Comments

Input Active Dataset DataSet3 Filter <none> Weight <none> Split File <none> N of Rows in Working Data

File 56

Missing Value Handling Definition of Missing User-defined missing values are treated as missing

Syntax LOGISTIC REGRESSION VARIABLES

OpiniAudit

/METHOD=ENTER Tenure OTS Disc /CLASSPLOT

/CASEWISE OUTLIER(2)

/PRINT=GOODFIT CORR ITER(1) /CRITERIA=PIN(0.05) POUT(0.10) ITERATE(20) CUT(0.5).

Resources Processor Time 00:00:00.03

Elapsed Time 00:00:00.06

Case Processing Summary

Unweighted Casesa N Percent Selected Cases Included in Analysis 56 100.0

Missing Cases 0 .0

Total 56 100.0

Unselected Cases 0 .0

89

a. If weight is in effect, see classification table for the total number of cases.

Dependent Variable Encoding

Original Value Internal Value Non Going Concern 0

Going Concern 1

Dokumen terkait