• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

B. Hasil dan Pembahasan

5. Hasil Uji Hipotesis Penelitian

a. Hasil Uji Secara Simultan (Uji F)

Pengujian ini bertujuan untuk membuktikan apakah variabel-variabel independen secara simultan (bersama-sama) mempunyai pengaruh terhadap variabel dependen (Ghozali, 2009:88). Hasil uji statistik F dapat dilihat pada tabel di bawah ini, jika nilai probabilitas lebih kecil dari 0,05 maka Ha diterima dan menolak Ho, sedangkan jika nilai probabilitas lebih besar dari 0,05 maka Ho diterima dan menolak Ha.

Tabel 4.15

Hasil Uji Statistik F (Simultan)

ANOVAa

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1

Regression 16.049 3 5.350 75.757 .000b

Residual 5.861 83 .071

Total 21.910 86

a. Dependent Variable: KWP

b. Predictors: (Constant), PES, SP, PSP Sumber: data primer yang diolah, 2014

Hasil uji F dapat dilihat pada tabel di atas nilai Fhitung diperoleh sebesar 75,757 > Ftabel sebesar 2,71 dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05. Karena tingkat signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka Ha diterima, sehingga dapat dikatakan bahwa penerapan sensus pajak, sosialisasi pajak dan persepsi efektifitas sistem perpajakan terhadap kepatuhan wajib pajak berpengaruh secara simultan (bersama-sama).

b. Hasil Uji Secara Parsial (Uji t)

Uji t menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas atau independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen dan digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh masing-masing variabel independen secara individual terhadap variabel dependen yang diuji pada tingkat signifikansi 0,05 (Ghozali, 2009:88).

Tabel 4.16 Hasil Uji t (Parsial)

Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) .120 .272 .441 .661 PSP .486 .106 .464 4.590 .000 SP .244 .083 .258 2.944 .004 PES .243 .087 .226 2.793 .006 a. Dependent Variable: KWP

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa pengaruh penerapan sensus pajak, sosialisasi pajak dan persepsi efektifitas perpajakan terhadap kepatuhan wajib pajak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Berikut ini adalah hasil penjelasan mengenai pengaruh antar variabel independen terhadap kepatuhan wajib pajak:

1) Pengaruh Penerapan Sensus Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Variabel penerapan sensus pajak dengan nilai thitung sebesar 4,590 > 1,98 atau nilai sig. lebih kecil dari 0,05 (0,000 < 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti penerapan sensus pajak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap kepatuhan wajib pajak. Hasil sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Dewinta (2012) dalam penelitianya yang berjudul “Pengaruh Persepsi Pelaksanaan Sensus Pajak Nasional Dan Kesadaran Perpajakan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Di Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Daerah Istimewa Yogyakarta”, metode yang digunakan menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menyatakan bahwa persepsi pelaksanaan sensus pajak nasional dan kesadaran perpajakan berpengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak.

Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat pengaruh secara parsial antara penerapan sensus pajak terhadap kepatuhan wajib pajak dilihat berdasarkan nilai signifikan kurang dari 0,05. Hasil penelitian sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh. Dewinta (2012) dalam

penelitianya yang berjudul “Pengaruh Persepsi Pelaksanaan Sensus Pajak Nasional Dan Kesadaran Perpajakan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Di Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Daerah Istimewa Yogyakarta”, metode yang digunakan menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menyatakan bahwa persepsi pelaksanaan sensus pajak nasional dan kesadaran perpajakan berpengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak.

Hasil penelitian ini membuktikan bahwa jika penerapan sensus pajak dilakukan akan meningkatkan kepatuhan wajib pajak, karena berdasarkan hasil berpengaruh positif yang berarti jika penerapan sensus pajak meningkat maka akan meningkatkan kepatuhan wajib pajak.

2) Pengaruh Sosialisasi Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak

Variabel sosialisasi pajak dengan nilai thitung sebesar 2,944 > 1,98 atau nilai sig. lebih kecil dari 0,05 (0,004 < 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti sosialisasi pajak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap kepatuhan wajib pajak. Hasil sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Nur (2013) dalam penelitianya yang berjudul “Pengaruh Sosialisasi Perpajakan Dan Pemahaman Prosedur Perpajakan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak PBB”, metode yang digunakan regresi linier berganda, Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Sosialisasi Perpajakan berpengaruh

positif terhadap Kepatuhan Wajib Pajak, Pemahaman Prosedur Perpajakan berpengaruh positif terhadap Kepatuhan Wajib Pajak, Sosialisasi Perpajakan dan Pemahaman Prosedur Perpajakan secara bersama-sama berpengaruh positif terhadap Kepatuhan Wajib Pajak.

Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat pengaruh secara parsial antara sosialisasi pajak terhadap kepatuhan wajib pajak dilihat berdasarkan nilai signifikan kurang dari 0,05. Hasil penelitian sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Nur (2013) dalam penelitianya yang berjudul “Pengaruh Sosialisasi Perpajakan Dan Pemahaman Prosedur Perpajakan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak PBB”, metode yang digunakan regresi linier berganda, Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Sosialisasi Perpajakan berpengaruh positif terhadap Kepatuhan Wajib Pajak, Pemahaman Prosedur Perpajakan berpengaruh positif terhadap Kepatuhan Wajib Pajak, Sosialisasi Perpajakan dan Pemahaman Prosedur Perpajakansecara bersama-sama berpengaruh positif terhadap Kepatuhan Wajib Pajak.

Hasil ini membuktikan bahwa sosialisasi pajak akan meningkatkan kepatuhan wajib pajak, semakin tingginya penerapan sosialisasi pajak maka akan meningkatkan kepatuhan wajib pajak, karena akan membuat wajib pajak merasa mengetahui perpajakan sehingga akan melakukan pembayaran pajak.

3) Pengaruh Persepsi Efektifitas Sistem Perpajakan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak

Variabel persepsi efektifitas sistem perpajakan dengan nilai thitung sebesar 2,793 > 1,98 atau nilai sig. lebih kecil dari 0,05 (0,006 < 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti persepsi efektifitas sistem perpajakan berpengaruh signifikan secara parsial terhadap kepatuhan wajib pajak. Hasil sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Handayani (2012), dengan judul penelitian “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kemauan Membayar Pajak Wajib pajak Orang Pribadi yang Melakukan Pekerjaan Bebas”, metode yang digunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menyatakan bahwa kesadaran membayar pajak, pengetahuan dan pemahaman tentang peraturan perpajakan, persepsi yang baik atas efektifitas sistem perpajakan dan tingkat kepercayaan terhadap sistem pemerintahan dan hukum secara simultan berpengaruh terhadap kemauan membayar pajak.

Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat pengaruh secara parsial antara persepsi efektifitas sistem perpajakan terhadap kepatuhan wajib pajak dilihat berdasarkan nilai signifikan kurang dari 0,05. Hasil penelitian sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Handayani (2012), dengan judul penelitian “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kemauan Membayar Pajak Wajib pajak Orang Pribadi yang Melakukan Pekerjaan Bebas”, metode yang digunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menyatakan bahwa kesadaran

membayar pajak, pengetahuan dan pemahaman tentang peraturan perpajakan, persepsi yang baik atas efektifitas sistem perpajakan dan tingkat kepercayaan terhadap sistem pemerintahan dan hukum secara simultan berpengaruh terhadap kemauan membayar pajak.

BAB V