PENEMUAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Uji Instrumen Penelitian
1. Hasil Uji Statistik Deskriptif
Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yang meliputi karateristik personal auditor, etika audit, pengalaman auditor dan penyimpangan perlaku dalam audit.seperti yang terlihat dalam tabel 4.8
Tabel 4.8
Hasil Uji Statistik Deskriptif
Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
TKPA 77 38 79 56.68 9.607 TEA 77 26 42 35.78 3.409 PA 77 0 1 .32 .471 TPPA 77 24 57 42.55 6.267 Valid N (listwise) 77 Sumber: Data primer yang diolah
Tabel 4.8 menjelaskan bahwa pada variabel karateristik personal auditor jawaban minimum responden sebesar 38 dan maksimum sebesar 79, dengan rata-rata total jawaban 56,68 dan standar deviasi sebesar 9,607. Variabel etika audit jawaban minimum responden sebesar 26 dan maksimum sebesar 42, dengan rata-rata total jawaban 35,78 dan standar deviasi sebesar 9,607. Pada variabel pengalaman auditor minimum jawaban responden sebesar nol dan maksimum sebesar 1, dengan rata-rata total jawaban 0,32 dan standar deviasi sebesar 0,471. Sedangkan, pada variabel penyimpangan perilaku
62 auditor jawaban minimum responden sebesar 24 dan maksimum sebesar 57, dengan rata-rata total jawaban 42,55 dan standar deviasi sebesar 6,267. 2. Hasil Uji Kualitas Data
a. Hasil Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur valid atau tidaknya suatu kuesioner. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan Pearson
Corelation, pedoman suatu model dikatakan valid jika tingkat
signifikansinya dibawah 0,05 maka butir pertanyaan tersebut dapat dikatakan valid (Ghozali, 2009). Tabel berikut menunjukkan hasil uji validitas dari empat variabel yang digunakan dalam penelitian ini, karateristik personal auditor (KPA), Etika Audit (EA), pengalaman auditor (PA), dan penyimpangan perilaku dalam audit (PPA), dengan 77 sampel responden.
1) Uji Validitas Karateristik Personal Auditor (KPA)
Tabel 4.9
Hasil Uji Validitas Karateristik Personal Auditor Nomor Butir Pertanyaan Pearson Corelation Sig (2-Tailed) Keterangan 1 (KPA1) 0,609** 0,000 Valid 2 (KPA2) 0,823** 0,000 Valid 3 (KPA3) 0,638** 0,000 Valid 4 (KPA4) 0,690** 0,000 Valid 5 (KPA5) 0,750** 0,000 Valid 6 (KPA6) 0,778** 0,000 Valid 7 (KPA7) 0,773** 0,000 Valid 8 (KPA8) 0,297** 0,009 Valid 9 (KPA9) 0,638** 0,000 Valid 10 (KPA10) 0,778** 0,000 Valid 11 (KPA11) 0,611** 0,000 Valid 12 (KPA12) 0,321** 0,004 Valid 13 (KPA13) 0,295** 0,009 Valid 14 (KPA14) 0,283* 0,013 Valid
63 Nomor Butir Pertanyaan Pearson Corelation Sig (2-Tailed) Keterangan 15 (KPA15) 0,418** 0,000 Valid 16 (KPA16) 0,383** 0,001 Valid 17 (KPA17) 0,373** 0,001 Valid
Tabel 4.9 menunjukkan variabel karakteristik personal auditor mempunyai kriteria valid untuk semua item pertanyaan dengan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05.
2) Uji Validitas Etika Audit (EA)
Tabel 4.10
Hasil Uji Validitas Etika Audit Nomor Butir Pertanyaan Pearson Corelation Sig (2-Tailed) Keterangan 1 (EA1) 0,554** 0,000 Valid 2 (EA2) 0,564** 0,000 Valid 3 (EA3) 0,621** 0,000 Valid 4 (EA4) 0,452** 0,000 Valid 5 (KP5) 0,434** 0,000 Valid 6 (EA6) 0,568** 0,000 Valid 7 (EA7) 0,522** 0,000 Valid 8 (EA8) 0,544** 0,000 Valid 9 (EA9) 0,462** 0,000 Valid
Sumber: Data primer yang diolah
Tabel 4.10 menunjukkan variabel etika audit mempunyai kriteria valid untuk semua item pertanyaan dengan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05.
3) Uji Validitas Penyimpangan Perilaku dalam Audit (PPA)
Tabel 4.11
Hasil Uji Validitas PenyimpanganPerilaku dalam Audit
Nomor Butir Pertanyaan Pearson Corelation Sig (2-Tailed) Keterangan 1 (PPA1) 0,758** 0,000 Valid 2 (PPA2) 0,610** 0,000 Valid Sumber: Data primer yang diolah
64 Nomor Butir Pertanyaan Pearson Corelation Sig (2-Tailed) Keterangan 3 (PPA3) 0,662** 0,000 Valid 4 (PPA4) 0,493** 0,000 Valid 5 (PPA5) 0,507** 0,000 Valid 6 (PPA6) 0,498** 0,000 Valid 7 (PPA7) 0,561** 0,000 Valid 8 (PPA8) 0,699** 0,000 Valid 9 (PPA9) 0,738** 0,000 Valid 10 (PPA10) 0,555** 0,000 Valid 11 (PPA11) 0,674** 0,000 Valid 12 (PPA12) 0,717** 0,000 Valid
Tabel 4.11 menunjukkan variabel perilaku dalam audit mempunyai kriteria valid untuk semua item pertanyaan dengan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05.
b. Hasil Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas dilakukan untuk menilai konsistensi dari instrumen penelitian. Suatu instrumen penelitian dapat dikatakan reliabel jika nilai
Cronbach Alpha berada diatas 0,60 (Ghozali, 2009). Tabel 4.14
menunjukkan hasil uji reliabilitas untuk seluruh variabel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini.
Tabel 4.12 Hasil Uji Reliabilitas
Variabel Cronbach’s
Alpha Keterangan
Karateristik Personal Auditor 0,864 Reliabel
Etika Audit 0,681 Reliabel
Penyimpangan Perilaku dalam Audit 0,858 Reliabel Sumber: Data primer yang diolah
Tabel 4.12 menunjukkan nilai cronbach’s alpha atas variabel karateristik personal auditor sebesar 0,864, etika audit sebesar 0,681, dan penyimpangan perilaku dalam audit sebesar 0,858. Dengan demikian,
65 dapat disimpulkan bahwa pernyataan dalam kuesioner ini reliabel karena mempunyai nilai cronbach’s alpha lebih besar dari 0,60. Hal ini menunjukkan bahwa setiap item pernyataan yang digunakan akan mampu memperoleh data yang konsisten yang berarti bila pernyataan itu diajukan kembali akan diperoleh jawaban yang relatif sama dengan jawaban sebelumnya.
3. Hasil Uji Asumsi Klasik a. Hasil Uji Multikolonieritas
Untuk mendeteksi adanya problem multiko, maka dapat dilakukan dengan melihat nilai Tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF) serta besaran korelasi antar variabel independen. Tabel 4.13 menunjukkan hasil uji multikolonieritas pada penelitian ini.
Tabel 4.13
Hasil Uji Multikolonieritas
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics B Std.
Error Beta Tolerance VIF
1 (Constant) 10.961 6.592 1.663 .101
TKPA .278 .069 .426 4.005 .000 .817 1.224 TEA .445 .192 .242 2.312 .024 .843 1.186 PA -.234 1.307 -.018 -.179 .858 .957 1.045 a. Dependent Variable: PPA
Sumber: Data primer yang diolah
Berdasarkan tabel 4.13 diatas terlihat bahwa nilai tolerance
66 angka 1 untuk setiap variabel, yang ditunjukkan dengan nilai tolerance
untuk karateristik personal auditor 0,817,etika audit 0,843, dan pengalaman auditor 0,957. Selain itu nilai VIF untuk karateristik personal auditor sebesar 1,224, etika audit sebesar 1,186, dan pengalaman auditor 1,045. Suatu model regresi dikatakan bebas dari problem multiko apabila memiliki nilai VIF kurang dari 10. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model persamaan regresi tidak terdapat problem multiko dan dapat digunakan dalam penelitian ini.
b. Hasil Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi, variabel dependen dan variabel independen atau keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak (Ghozali, 2009). Model regresi yang baik adalah distribusi data normal atau mendekati normal. Uji normalitas untuk variabel pada penelitian ini menggunakan uji statistik
Kolmogorov-Smirnov. Suatu data dikatakan terdistribusi secara normal
jika memiliki tingkat signifikansi di atas 0,05 dan suatu data dikatakan tidak terdistribusi secara normal jika memiliki tingkat signifikansi di bawah 0,05.
67
Tabel 4.14 Hasil Uji Normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual N 77 Normal Parametersa,,b Mean .0000000 Std. Deviation 5.14657794 Most Extreme Differences Absolute .112 Positive .057 Negative -.112 Kolmogorov-Smirnov Z .985 Asymp. Sig. (2-tailed) .286 a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
Sumber: Data primer yang diolah
Tabel 4.14 memperlihatkan bahwa hasil uji normalitas memiliki nilai signifikan di atas 0,05, yaitu sebesar 0,286 (Ghozali, 2009). Ini menunjukkan bahwa model regresi telah memenuhi asumsi normalitas. c. Hasil Uji Heteroskedastisitas
Pengujian heteroskedastisitas dilakukan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi, terjadi ketidaksamaan varians dari residual dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varians dari residual dari suatu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut homoskedastisitas. Uji heteroskedastisitas menggunakan uji statistik
68
Tabel 4.15
Hasil Uji Heteroskedastisitas Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardize d Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 10.724 3.896 2.752 .007 TKPA -.076 .041 -.231 -1.854 .068 TEA -.067 .114 -.073 -.593 .555 PA .104 .772 .015 134 .894
a. Dependent Variable: abs_residual Sumber: Data primer yang diolah
Tabel 4.15 memperlihatkan bahwa hasil uji heteroskedastisitas memiliki nilai signifikan di atas 0,05 untuk setiap variabel independen. Nilai signifikan untuk variabel karateristik personal auditor 0,608, etika audit 0,555, dan pengalaman auditor 0,894. Hal ini berarti tidak terjadi heteroskedastisitas pada model persamaan regresi, sehingga model regresi layak digunakan untuk memprediksi penyimpangan perilaku dalam audit berdasarkan variabel yang mempengaruhinya, yaitu karateristik personal auditor, etika audit dan pengalaman auditor.
4. Hasil Uji Hipotesis
a) Uji Koefisien Determinasi (R2)
Uji koefisien determinasi (R²) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variabel dependen.
69
Tabel 4.16
Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2) Variabel Y, X1, X2, X3
Sumber: Data primer yang diolah
Tabel 4.16 menunjukkan hasil uji koefisien determinasi (R2) dengan nilai adjusted R2 sebesar 0,298. Hal ini menandakan bahwa variabel karateristik personal auditor, etika audit, dan pengalaman auditor hanya bisa menjelaskan 29,8% variabel penyimpangan perilaku dalam audit. Sedangkan sisanya, yaitu 70,2% dijelaskan oleh sebab-sebab lain di luar model. Seperti, tekanan anggaran waktu, faktor internal auditor,
b) Hasil Uji Statistik F
Berikut ini disajikan hasil uji statistik F terhadap variabel Y, X1, X2, dan X3.
Tabel 4.17
Hasil Uji Statistik F Variabel Y, X1, X2, X3
ANOVAb
Model
Sum of
Squares Df Mean Square F Sig. 1 Regression 972.059 3 324.020 11.750 .000a
Residual 2013.032 73 27.576 Total 2985.091 76
a. Predictors: (Constant), PA, TEA, TKPA b. Dependent Variable: TPPA
Sumber: Data primer yang diolah
Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .571a .326 .298 5.251
70 Tabel 4.17 memperlihatkan nilai signifikansi hasil uji F sebesar 0,000, hal ini berarti seluruh variabel independen, yaitu Karateristik Personal Auditor, Etika Audit, dan Pengalaman Auditor secara simultan memiliki perngaruh terhadap Penyimpangan Perilaku dalam Audit.
Hasil dari penelitian ini dapat menjelaskan bahwa penyimpangan perilaku dalam audit pada auditor di wilayah DKI Jakarta dipengaruhi oleh interaksi faktor karateristik personal auditor, etika audit dan pengalaman auditor. Hasil penelitian ini konsisten dengan hasil Penelitian Irawati dan Mukhlasin (2005).
c) Hasil Uji Statistik t
Hasil uji statistik t dapat dilihat pada tabel 4.18, jika nilai probabilitas lebih kecil dari 0,05 maka Ha diterima dan menolak H0, sedangkan jika nilai probabilitas lebih besar dari 0,05 maka H0 diterima dan menolak Ha (Ghozali, 2009:89).
Berikut ini disajikan hasil uji statistik t terhadap variabel Y, X1, X2, dan X3.
Tabel 4.18
Hasil Uji Statistik t Variabel Y, X1, X2, X3
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 10.961 6.592 1.663 .101 TKPA .278 .069 .426 4,005 .000 TEA .445 .192 .242 2.312 .024 PA -.234 1.307 -.018 -.179 .858
71 Sumber: Data primer yang diolah
Berdasarkan tabel 4.18 dapat dilihat bahwa karateristik personal auditor memiliki pengaruh terhadap penyimpangan perilaku dalam audit dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (di bawah 0,05). Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan Donelly et al. (2003), Irawati dan Mukhlasin (2005). Dimana individu dengan karateristik personal auditor yang terdiri dari empat dimensi, lokus kendali eksternal, keinginan untuk berhenti bekerja, harga diri dalam kaitannya dengan ambisi, dan komitmen pada organisasi, lebih dapat menerima penyimpangan perilaku dalam audit. Pada situasi dimana individu dengan lokus kendali eksternal, mereka cenderung merasa tidak mampu untuk mendapat dukungan kekuatan yang dibutuhkannya untuk bertahan dalam suatu organisasi, mereka memiliki potensi untuk mencoba memanipulasi rekan atau objek lainnya sebagai kebutuhan pertahanan mereka (Solar dan Bruehl, 1971 dalam Irawati dan Mukhlasin, 2005). Dan perilaku ini jelas terlihat dalam situasi dimana pegawai merasakan tingkat struktur atau pengawasan kontrol yang tinggi. Keingingan untuk berhenti bekerja dapat membuat seseorang menjadi kurang peduli terhadap apa yang ia lakukan di dalam organisasinya sehingga lebih dapat terlibat dalam penyimpangan perilaku karena menurunnya ketakutan akan kemungkinan jatuhnya sangsi apabila perilaku tersebut terdeteksi (Irawati dan Mukhlasin, 2005). Selain itu, seseorang yang sangat menghargai dirinya, memiliki kepercayaan akan kemampuan
72 yang ia miliki untuk mampu mengerjakan sesuatu. Dalam kaitannya dengan ambisi, harga diri yang tinggi mampu mendorong individu memiliki ambisi yang tinggi dengan melakukan segala cara untuk dapat meraih segala tujuan dan impiannya. Komitmen pada organisasi merupakan alat prediksi yang sangat baik untuk beberapa perilaku penting, diantaranya adalah perputaran pegawai, kesetiaan pegawai kepada nilai organisasi dan keinginan mereka untuk melakukan pekerjaan ekstra (untuk melakukan pekerjaan melebihi apa yang seharusnya dikerjakan). Jadi, auditor yang memiliki kecenderungan lokus kendali eksternal, keinginan untuk berhenti bekerja, harga diri dalam kaitannya dengan ambisi, dan komitmen pada organisasi, lebih dapat menerima penyimpangan perilaku dalam audit.
Tabel 4.18 juga memperlihatkan nilai variabel etika audit sebesar 0,024 yang berarti etika audit memiliki pengaruh terhadap penyimpangan perilaku dalam audit.
Selain itu, pengalaman auditor memiliki nilai signifikansi sebesar 0,858 yang menunjukkan bahwa pengalaman auditor tidak memiliki pengaruh terhadap penyimpangan perilaku dalam audit.
73
BAB V