HASIL DAN PEMBAHASAN
B. Uji Deskriptif Demografi Responden
5. Hasil Uji Regresi Linear Berganda
Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan model analisis regresi linear berganda (multiple regression analysis), yaitu:
94 Tabel 4.63
Hasil Uji Regresi Linier Berganda Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients B Std. Error 1 (Constant) 17.345 6.209 Gaya Hidup .182 .075 Promosi .660 .161 Kualitas Produk .379 .112
a. Dependent Variable: Keputusan Pembelian Sumber: Data primer diolah
Berdasarkan hasil yang telah diperoleh dari koefisien regresi di atas, maka dapat dibuat suatu persamaan regresi sebagai berikut:
Y= 17,345 + 0,182 X1 + 0,660 X2 + 0,379 X3
Pada persamaan regresi di atas menunjukkan nilai konstanta sebesar 17,345. Hal ini menyatakan bahwa jika variabel gaya hidup, promosi, dan kualitas produk dianggap konstan, maka keputusan pembelian akan konstan sebesar 17,345 satuan.
Koefisien regresi pada variabel gaya hidup sebesar 0,182, hal ini berarti jika variabel gaya hidup bertambah satu satuan maka variabel keputusan pembelian akan bertambah.
Koefisien regresi pada variabel promosi sebesar 0,660, hal ini berarti jika variabel promosi bertambah satu satuan maka variabel keputusan pembelian akan bertambah.
Koefisien regresi pada variabel kualitas produk sebesar 0,379, hal ini berarti jika variabel kualitas produk bertambah satu satuan maka variabel keputusan pembelian akan bertambah.
95 a. Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien determinasi (R2) bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan variabel independent menjelaskan variabel dependent (Ghozali, 2011:83). Hasil uji koefisien determinasi dapat dilihat pada tabel 4.64 berikut ini:
Tabel 4.64
Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2) Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .754a .569 .556 5.212
a. Predictors: (Constant), Kualitas Produk, Gaya Hidup, Promosi Sumber: Data primer diolah
Berdasarkan tabel 4.64 di atas dapat dilihat bahwa nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,556 hal ini berarti 55,6% variabel dependen keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh variabel independen gaya hidup, promosi, dan kualitas produk. Sedangkan sisanya sebesar 0,444 atau 44,4% (1-0,556) dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak disertakan dalam model penelitian ini.
b. Hasil Uji t (Uji Parsial)
Uji statistik t digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh masing-masing variabel independen secara individual terhadap variabel dependen yang diuji pada tingkat signifikansi 0,05. Jika nilai probability t lebih kecil dari 0,05 dan nilai thitung > ttabel maka Ha diterima dan H0 ditolak, sedangkan jika nilai probability t lebih besar dari 0,05 atau thitung < ttabel maka
96 H0 diterima dan Ha ditolak. Hasil uji statistik t dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 4.65 Hasil Uji t Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 17.345 6.209 2.793 .009 Gaya Hidup .182 .075 .156 2.434 .015 Promosi .660 .161 .442 4.103 .000 Kualitas Produk .379 .112 .206 3.384 .006
a. Dependent Variable: Keputusan Pembelian Sumber: Data primer diolah
Berdasarkan pada tabel coefficients di atas untuk mengetahui besarnya pengaruh masing-masing variabel independen secara parsial (individual) terhadap variabel dependen adalah sebagai berikut:
1) Pengaruh variabel gaya hidup (X1) terhadap keputusan pembelian (Y). Terlihat bahwa thitung koefisien gaya hidup adalah 2,434, Sedangkan ttabel bisa dihitung pada tabel t-test, dengan α=0,05, karena digunakan hipotesis
dua arah maka ketika mencari ttabel, nilai α dibagi 2 menjadi 0,025 dan df=96 (didapat dari rumus n-k, dimana n adalah jumlah data dan k adalah jumlah variabel yang diteliti, 100-4=96). Didapat ttabel adalah 1,98.
Variabel gaya hidup memiliki nilai p-value 0,015 < 0,05 yang artinya signifikan, sedangkan thitung > ttabel (2,434 > 1,98), maka Ha diterima dan Ho ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa koefisien gaya hidup secara parsial berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian.
97 Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Agus Salim (2011) yang berjudul “Pengaruh Gaya Hidup terhadap Keputusan
Pembelian Smartphone berbasis Android” yang menyatakan bahwa gaya
hidup berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian. Hasil ini menunjukkan bahwa gaya hidup seseorang yang terdiri dari aktifitas, minat, dan opini dapat mempengaruhi keputusan yang akan mereka ambil dalam melakukan pembelian.
2) Pengaruh variabel promosi (X2) terhadap keputusan pembelian (Y).
Terlihat bahwa thitung koefisien promosi adalah 4,103, Sedangkan ttabel bisa dihitung pada tabel t-test, dengan α=0,05, karena digunakan hipotesis
dua arah maka ketika mencari ttabel, nilai α dibagi 2 menjadi 0,025 dan df=96 (didapat dari rumus n-k, dimana n adalah jumlah data dan k adalah jumlah variabel yang diteliti, 100-4=96). Didapat ttabel adalah 1,98.
Variabel promosi memiliki nilai p-value 0,000 < 0,05 yang artinya signifikan, sedangkan thitung > ttabel (4,103 > 1,98), maka Ha diterima dan Ho ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa koefisien promosi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian.
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang telah dilakukan oleh
Doni Hariadi dan Soebari Martoatmodjo (2013) yang berjudul “Pengaruh
Produk, Harga, Promosi, dan Distribusi Terhadap Keputusan Pembelian
Konsumen pada Produk Projector Microvision” yang menyatakan bahwa
promosi berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Hasil ini dapat dijelaskan bahwa semakin baik promosi yang dilakukan maka akan semakin
98 mendorong konsumen untuk membeli produk yang dipasarkan. Dengan melakukan promosi perusahaan dapat memberikan informasi kepada konsumen tentang produk yang dipasarkan. Selain itu promosi dilakukan agar dapat mempengaruhi sikap dan kesukaan konsumen dalam memilih produk, serta untuk mendorong konsumen untuk mengambil tindakan positif yaitu melakukan keputusan pembelian terhadap produk yang ditawarkan.
3) Pengaruh variabel kualitas produk (X3) terhadap keputusan pembelian (Y). Terlihat bahwa thitung koefisien kualitas produk adalah 3,384, Sedangkan ttabel bisa dihitung pada tabel t-test, dengan α=0,05, karena digunakan
hipotesis dua arah maka ketika mencari ttabel, nilai α dibagi 2 menjadi 0,025
dan df=96 (didapat dari rumus n-k, dimana n adalah jumlah data dan k adalah jumlah variabel yang diteliti, 100-4=96). Didapat ttabel adalah 1,98.
Variabel kualitas produk memiliki nilai p-value 0,006 < 0,05 yang artinya signifikan, sedangkan thitung > ttabel (3,384 > 1,98), maka Ha diterima dan Ho ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa koefisien kualitas produk secara parsial berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian.
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang telah dilakukan oleh
Puji Isyanto, Eman S, dan Herligiani (2012) yang berjudul “Pengaruh
Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Handphone Blackberry”
yang menyatakan bahwa kualitas produk berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Hasil ini dapat dijelaskan bahwa semakin baik kualitas suatu produk maka akan membuat konsumen semakin tertarik untuk membeli produk tersebut. Sebuah produk yang berkualitas memiliki nilai tambah
99 dibandingkan produk lainnya. Semakin baik kualitas suatu produk maka akan membuat konsumen semakin yakin dan percaya dalam memilih produk tersebut dimana hal tersebut akan memicu terjadinya keputusan pembelian. c. Hasil Uji F (Uji Simultan)
Ghozali (2011:98) menyatakan uji F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel independen atau bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen/terikat. Jika nilai probability F lebih kecil dari 0,05 dan nilai Fhitung > Ftabel maka Ha diterima dan H0 ditolak, sedangkan jika nilai probability F lebih besar dari 0,05 atau Fhitung < Ftabel maka H0 diterima dan Ha ditolak. Hasil uji statistik t dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.66 Hasil Uji F ANOVAb
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 2037.800 3 679.267 18.239 .000a
Residual 3575.200 96 37.242
Total 5613.000 99
a. Predictors: (Constant), Kualitas Produk, Promosi, Gaya Hidup b. Dependent Variable: Keputusan Pembelian
Sumber: Dana primer diolah
Pada tabel 4.66 ditampilkan hasil uji F yang dapat dipergunakan untuk memprediksi kontribusi aspek-aspek variabel gaya hidup, promosi, dan kualitas produk terhadap variabel keputusan pembelian. Dari penghitungan nilai Fhitung pada model 1 didapat nilai sebesar 18,239. Dengan probabilitas sebesar 5% , df1 = 3, dan df2 = 96 maka didapat nilai Ftabel sebesar 2,70. Karena nilai Fhitung
100 (18,239) > nilai Ftabel (2,70) dan dengan tingkat signifikansi sebesar 0,00 < 0,05, maka model regresi ini dapat digunakan untuk memprediksi variabel keputusan pembelian. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti tiga variabel independen yaitu gaya hidup, promosi, dan kualitas produk secara bersama-sama dengan signifikan memberikan pengaruh terhadap variabel keputusan pembelian.
101 BAB V