BAB V : ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Uji Statistik dan Pembahasan
a. Uji Normalitas
Untuk menguji normalitas data secara multivariate, maka data nilai residual variabel terikat dalam penelitian ini distandarisasikan terlebih dahulu sehingga diperoleh data sebagai berikut:
Tabel V.7
Nilai Residual Terstandarisasi Variabel Terikat
Waktu BBCA INPC BEKS
Juni 2008 -1.08617 .00621 .21737 Juli 2008 -.31923 -.22411 -.62450 Agustus 2008 -.16772 -.22004 -.85078 September 2008 .07627 -.58655 -.39949 Oktober 2008 .35821 .14789 .37163 November 2008 .91642 .69048 1.02402 Desember 2008 1.30957 .63355 .81481 Januari 2009 -.11820 .28866 -.15445
Februari 2009 -1.03529 -.21267 -.22604 Maret 2009 -.57351 -.51303 -.43534 April 2009 -.93446 -.76867 -.91020 Mei 2009 -1.36099 -1.14900 -1.25753 Juni 2009 -1.50923 -1.38897 -.29728 Juli 2009 -1.32316 1.04269 -.32785 Agustus 2009 -.92693 .27138 -.90751 September 2009 -.41613 .69722 -.73080 Oktober 2009 -.62934 .47444 -.87623 November 2009 -.44181 .22717 -1.15075 Desember 2009 -.36499 .26684 -.87697 Januari 2010 -.06828 -.49778 -.43596 Februari 2010 -.28276 -1.43080 .97465 Maret 2010 .32418 -.80198 .21849 April 2010 .26543 -.28883 .41581 Mei 2010 .46005 -1.05177 .85184 Juni 2010 1.06189 -.31961 .72165 Juli 2010 1.17007 -.24673 .39682 Agustus 2010 .85217 -.49647 -.21218 September 2010 1.82432 .24586 -.33760 Oktober 2010 2.07489 2.98222 2.88593 November 2010 .86469 2.22239 2.11842 Keterangan:
BBCA : PT Bank Central Asia Tbk.
INPC : PT Bank Artha Graha Internasional Tbk.
BEKS : PT Bank Pundi Indonesia Tbk.
Hipotesis untuk uji Normalitas data ini adalah �0: Data berdistribusi normal
� : Data tidak berdistribusi normal
Level of significance yang digunakan adalah 5%, hasil perhitungan dengan menggunakan SPSS for Windows dengan uji Kolmogorov-Smirnov diperoleh data sebagai berikut:
Tabel V.8
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Standardized Residual BBCA Standardized Residual INPC Standardized Residual BEKS N 30 30 30 Normal Parametersa,b Mean .0000000 .0000000 .0000000 Std. Deviation .94686415 .94686415 .94686415 Most Extreme Differences Absolute .095 .147 .165 Positive .095 .147 .165 Negative -.083 -.068 -.102 Kolmogorov-Smirnov Z .523 .805 .903
Asymp. Sig. (2-tailed) .948 .537 .389
a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. Keterangan:
BBCA : PT Bank Central Asia Tbk.
INPC : PT Bank Artha Graha Internasional Tbk. BEKS : PT Bank Pundi Indonesia Tbk.
Kriteria penerimaan �0 apabila Asymp.Sig.(2-tailed) > 0,05. Dari data yang diperoleh di atas, dapat disimpulkan data PT Bank Central Asia Tbk. memiliki Asymp.Sig.(2-tailed) > 0,05 yakni 0,948 > 0,05 sehingga data disebut berdistribusi normal, data PT Bank Artha Graha Internasional Tbk. memiliki Asymp.Sig.(2-tailed) > 0,05 yakni 0,537 > 0,05 sehingga data disebut berdistribusi normal, dan data PT Bank Pundi Indonesia Tbk. juga memiliki Asymp.Sig.(2-tailed) > 0,05 yakni 0,389 > 0,05 sehingga data disebut berdistribusi normal.
b. Uji Multikolinearitas
Dasar analisis yang digunakan dalam uji multikolinearitas yaitu jika nilai Variance Inflation Factor (VIF) lebih kecil dari 10, artinya dalam
persamaan regresi tidak ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas atau bebas multikolinearitas (Ghozali,2002:57-59). Berdasarkan uji multikolineraritas dengan menggunakan alat bantu SPP for Windows
maka diperoleh data sebagai berikut: Tabel V.9
Hasil Uji Multikolinearitas
Variabel Nilai VIF
Tingkat Bunga SBI 1,011
Tingkat Inflasi 1,801
Harga Minyak Mentah Indonesia 1,806
Berdasarkan data di atas, nilai VIF dari ketiga variabel (Tingkat Bunga SBI, Tingkat Inflasi, dan Harga Minyak Mentah Indonesia) berada di bawah 10, sehingga sesuai dengan dasar pengambilan keputusan yang berarti persamaan regresi bebas multikolinearitas.
c. Uji Autokorelasi
Kriteria pengujian secara umum untuk uji autokorelasi adalah: 1. Angka D-W di bawah -2 berarti ada autokorelasi positif.
2. Angka D-W berada pada -2 sampai dengan +2, berarti tidak ada autokorelasi.
3. Angka D-W di atas +2, berarti ada autokorelasi negatif.
Berdasarkan hasil uji korelasi dengan menggunakan SPP for Windows, diperoleh data sebagai berikut:
Tabel V.10 Durbin-Watson Test
Model Summaryb
Model Durbin-Watson
1 .334
a. Predictors: (Constant), Harga Minyak Mentah Indonesia, Tingkat Bunga SBI, Tingkat Inflasi
Nilai D-W yang diperoleh dari hasil uji ini adalah 0,334 dimana nilai ini sesuai dengan dasar pengambilan keputusan yang berarti regresi tersebut tidak terjadi autokorelasi.
d. Uji Heteroskedastisitas
Untuk melakukan uji heterokedastisitas dengan menggunakan uji Gejser terlebih dahulu harus diperoleh nilai residual dari variabel terikatnya kemudian nilai dari residual tersebut dimutlakkan.Kriteria dalam menguji heteroskedastisitas adalah jika nilai signifikansi (Sig.) > 0,05 maka tidak terjadi heteroskedastisitas, sebaliknya jika nilai signifikansi (Sig.) ≤ 0,05 maka telah terjadi heteroskedastisitas. Dengan menggunanakan alat analisis SPSS for Windows diperoleh data nilai mutlak residual sebagai berikut:
Tabel V.11
Nilai Mutlak Residual Unstandardized Variabel Terikat
Waktu BBCA INPC BEKS
Juni 2008 952.78177 .07119 4.36194 Juli 2008 280.03102 2.56970 12.53189 Agustus 2008 147.12377 2.52309 17.07269 September 2008 66.89970 6.72559 8.01658 Oktober 2008 314.22414 1.69574 7.45747 November 2008 803.87654 7.91728 20.54912 Desember 2008 1148.75457 7.26443 16.35091 Januari 2009 103.68278 3.30985 3.09932 Februari 2009 908.14933 2.43855 4.53590 Maret 2009 503.07900 5.88253 8.73596 April 2009 819.70834 8.81378 18.26506 Mei 2009 1193.85456 13.17479 25.23506 Juni 2009 1323.88782 15.92633 5.96560 Juli 2009 1160.66851 11.95576 6.57891 Agustus 2009 813.09707 3.11169 18.21101 September 2009 365.02440 7.99458 14.66499 Oktober 2009 552.05161 5.44009 17.58346 November 2009 387.55194 2.60478 23.09215 Desember 2009 320.16467 3.05972 17.59835 Januari 2010 59.89739 5.70766 8.74837 Februari 2010 248.03925 16.40596 19.55836 Maret 2010 284.36822 9.19570 4.38453 April 2010 232.83661 3.31183 8.34412 Mei 2010 403.55312 12.05992 17.09399 Juni 2010 931.49003 3.66469 14.48152 Juli 2010 1026.38566 2.82912 7.96302 Agustus 2010 747.52378 5.69265 4.25785 September 2010 1600.28378 2.81915 6.77461 Oktober 2010 1820.09070 34.19507 57.91232 November 2010 758.50639 25.48258 42.51046 Keterangan:
BBCA : PT Bank Central Asia Tbk.
INPC : PT Bank Artha Graha Internasional Tbk.
BEKS : PT Bank Pundi Indonesia Tbk.
Setelah data nilai mutlak residual variabel terikat ditemukan selanjutnya data tersebut diregresikan sehingga diperoleh data sebagai berikut:
Tabel V.12 Uji Heteroskedastisitas
Model Sig.
BBCA INPC BEKS
Tingkat Bunga SBI .348 .111 .317
Tinkat Inflasi .454 .110 .081
Harga Minyak Mentah Indonesia .188 .536 .210
Keterangan:
BBCA : PT Bank Central Asia Tbk.
INPC : PT Bank Artha Graha Internasional Tbk. BEKS : PT Bank Pundi Indonesia Tbk.
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa nilai Sig. pada variabel tingkat bunga SBI pada ketiga bank memiliki nilai > 0,05 artinya variabel tingkat bunga SBI tidak terjadi heteroskedastisitas, nilai Sig. pada variabel tingkat inflasi pada ketiga bank memiliki nilai > 0,05 artinya variabel tingkat inflasi tidak terjadi heteroskedastisitas, dan nilai Sig. pada variabel harga minyak mentah Indonesia pada ketiga bank juga memiliki nilai > 0,05 yang berarti variabel harga minyak mentah Indonesia juga tidak terjadi heteroskedastisitas.
2. Uji Hipotesis
a. Analisis Regresi (Estimasi Regresi Linear Berganda)
Berdasarkan hasil olah data dengan menggunakan alat bantu SPSS for Windows diperoleh tiga data sebagai berikut:
Tabel V.13
Estimasi Regresi Linear Berganda PT Bank Central Asia Tbk.
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 8520.162 976.775 8.723 .000 Tingkat Bunga SBI -561.172 86.301 -.782 -6.502 .000 Tingkat Inflasi -142.168 375.296 -.061 -.379 .708 Harga Minyak Mentah Indonesia 5.421 9.493 .092 .571 .573
a. Dependent Variable: PT Bank Central Asia Tbk.
Tabel tersebut menunjukkan model persamaan regresi sebagai berikut 1 = 8520,162−561,172 1−142,168 2+ 5,421 3
Dari persamaan regresi tersebut, dapat diinterpretasikan bahwa:
1. Nilai konstanta 1 adalah sebesar 8520,162 hal ini berarti apabila nilai variabel tingkat bunga SBI, tingkat inflasi, dan harga minyak mentah Indonesia adalah nol, maka harga saham PT Bank Central Asia Tbk. adalah Rp 8.520,16,- per lembar.
2. Koefisien 1 untuk variabel tingkat bunga SBI adalah sebesar negatif 561,172 hal ini berarti terjadi hubungan tak searah antara tingkat bunga SBI dengan harga saham PT Bank Central Asia Tbk. dengan demikian apabila tingkat bunga SBI naik sebesar 1% maka harga saham PT Bank Central Asia Tbk. akan mengalami penurunan sebesar Rp 561,17,- per lembar dengan asumsi variabel bebas lainnya adalah konstan.
3. Koefisien 2 untuk variabel tingkat inflasi adalah sebesar negatif 142,168 hal ini berarti terjadi hubungan tak searah antara tingkat inflasi dengan harga saham PT Bank Central Asia Tbk. dengan demikian apabila tingkat inflasi naik sebesar 1% maka harga saham PT Bank Central Asia Tbk. akan mengalami penurunan sebesar Rp 142,16,- per lembar dengan asumsi variabel bebas lainnya adalah konstan.
4. Koefisien 3untuk variabel harga minyak mentah Indonesia adalah sebesar positif 5,421 hal ini berarti terjadi hubungan searah antara harga minyak mentah Indonesia dengan harga saham PT Bank Central Asia Tbk. dengan demikian apabila harga minyak mentah Indonesia naik sebesar 1 US$/barrel maka harga saham PT Bank Central Asia Tbk. akan mengalami peningkatan sebesar Rp5,42,- dengan asumsi variabel bebas lainnya adalah konstan.
Tabel V.14
Estimasi Regresi Linear Berganda PT Bank Artha Graha Internasional Tbk.
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 91.387 12.768 7.158 .000 Tingkat Bunga SBI -4.749 1.128 -.614 -4.210 .000 Tingkat Inflasi -4.235 4.906 -.168 -.863 .396 Harga Minyak Mentah Indonesia .190 .124 .299 1.532 .138
Tabel tersebut menunjukkan model persamaan regresi sebagai berikut 2 = 91,387−4,749 1−4,235 2+ 0,190 3
Dari persamaan regresi tersebut, dapat diinterpretasikan bahwa:
1. Nilai konstanta 2 adalah sebesar 91,387 hal ini berarti apabila nilai variabel tingkat bunga SBI, tingkat inflasi, dan harga minyak mentah Indonesia adalah nol, maka harga saham PT Bank Artha Graha Tbk. adalah Rp 91,39,- per lembar.
2. Koefisien 4 untuk variabel tingkat bunga SBI adalah sebesar negatif 4,749 hal ini berarti terjadi hubungan tak searah antara tingkat bunga SBI dengan harga saham PT Bank Artha Graha Internasional Tbk. dengan demikian apabila tingkat bunga SBI naik sebesar 1% maka harga saham PT Artha Graha Internasional Tbk. akan mengalami penurunan sebesar Rp 4,75,- per lembar dengan asumsi variabel bebas lainnya adalah konstan.
3. Koefisien 5 untuk variabel tingkat inflasi adalah sebesar negatif 4,235 hal ini berarti terjadi hubungan tak searah antara tingkat inflasi dengan harga saham PT Bank Artha Graha Internasional Tbk. dengan demikian apabila tingat inflasi naik sebesar 1% maka harga saham PT Bank Artha Graha Internasional Tbk. akan mengalami penurunan sebesar Rp 4,24,- per lembar dengan asumsi variabel bebas lainnya adalah konstan.
4. Koefisien 6 untuk variabel harga minyak mentah Indonesia adalah sebesar positif 0,190 hal ini berarti terjadi hubungan searah
antara harga minyak mentah Indonesia dengan harga saham PT Bank Artha Graha Internasional Tbk. dengan demikian apabila harga minyak mentah Indonesia naik sebesar 1 US$/barrel maka harga saham PT Bank Artha Graha Internasional Tbk. akan mengalami peningkatan sebesar Rp 0,19,- dengan asumsi variabel bebas lainnya adalah konstan.
Tabel V.15
Estimasi Regresi Linear Berganda PT Bank Pundi Indonesia Tbk.
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 178.048 22.345 7.968 .000 Tingkat Bunga SBI -13.546 1.974 -.768 -6.861 .000 Tingkat Inflasi -16.440 8.585 -.286 -1.915 .067 Harga Minyak Mentah Indonesia .392 .217 .270 1.803 .083
a. Dependent Variable: PT Bank Pundi Indonesia Tbk.
Tabel tersebut menunjukkan model persamaan regresi sebagai berikut 3 = 178,048−13,546 1−16,440 2+ 0,392 3
Dari persamaan regresi tersebut, dapat diinterpretasikan bahwa:
1. Nilai konstanta 3 adalah sebesar 178,048 hal ini berarti apabila nilai variabel tingkat bunga SBI, tingkat inflasi, dan harga minyak mentah Indonesia adalah nol, maka harga saham PT Bank Pundi Indonesia Tbk. adalah Rp 178,05,- per lembar.
2. Koefisien 7 untuk variabel tingkat bunga SBI adalah sebesar negatif 13,546 hal ini berarti terjadi hubungan tak searah antara tingkat bunga SBI dengan harga saham PT Bank Pundi Indonesia Tbk. dengan demikian apabila tingkat bunga SBI naik sebesar 1% maka harga saham PT Bank Pundi Indonesia Tbk. akan mengalami penurunan sebesar Rp 13,55,- per lembar dengan asumsi variabel bebas lainnya adalah konstan.
3. Koefisien 8 untuk variabel tingkat inflasi adalah sebesar negatif 16,440 hal ini berarti terjadi hubungan tak searah antara tingkat inflasi dengan harga saham PT Bank Pundi Indonesia Tbk. dengan demikian apabila tingat inflasi naik sebesar 1% maka harga saham PT Bank Pundi Indonesia Tbk. akan mengalami penurunan sebesar Rp 16,44,- per lembar dengan asumsi variabel bebas lainnya adalah konstan.
4. Koefisien 9 untuk variabel harga minyak mentah Indonesia adalah sebesar positif 0,392 hal ini berarti terjadi hubungan searah antara harga minyak mentah Indonesia dengan harga saham PT Bank Pundi Indonesia Tbk. dengan demikian apabila harga minyak mentah Indonesia naik sebesar 1 US$/barrel maka harga saham PT Bank Pundi Indonesia Tbk. akan mengalami peningkatan sebesar Rp 0,39,- dengan asumsi variabel bebas lainnya adalah konstan.
b. Uji Simultan (Uji F-statistik)
Dengan menggunakan alat bantu SPSS for Windows diperoleh data dari ketiga bank sebagai berikut
Tabel V.16
Uji simultan PT Bank Central Asia Tbk.
ANOVAb
Model Sum of
Squares df
Mean
Square F Sig.
1 Regression 3.372E7 3 1.124E7 14.606 .000a
Residual 2.001E7 26 769473.758
Total 5.372E7 29
a. Predictors: (Constant), Harga Minyak Mentah Indonesia, Tingkat Bunga SBI, Tingkat Inflasi
b. Dependent Variable: PT Bank Central Asia Tbk.
Berdasarkan tabel tersebut di atas, besarnya nilai signifikansi (Sig.) dari data tersebut di atas adalah 0,000. Kriteria penerimaan �0 apabila Fhitung< Ftabel. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa �0 ditolak karena Fhitung>2,9752(14,606> 2,9752) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh secara simultan dari tingkat bunga, inflasi, dan harga minyak mentah terhadap harga saham PT Bank Central Asia Tbk.
Tabel V.17
Uji simultan PT Bank Artha Graha Internasional Tbk.
ANOVAb Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 2837.783 3 945.928 7.195 .001a Residual 3418.384 26 131.476 Total 6256.167 29
a. Predictors: (Constant), Harga Minyak Mentah Indonesia, Tingkat Bunga SBI, Tingkat Inflasi
b. Dependent Variable: PT Bank Artha Graha Internasional Tbk.
Berdasarkan tabel tersebut di atas, besarnya nilai signifikansi (Sig.) dari data tersebut di atas adalah 0,001. Kriteria penerimaan �0 apabila Fhitung< Ftabel. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa �0 ditolak karena Fhitung>2,9752 (7,195> 2,9752) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh secara simultan dari tingkat bunga, inflasi, dan harga minyak mentah terhadap harga saham PT Bank Artha Graha Internasional Tbk.
Tabel V.18
Uji simultan PT Bank Pundi Indonesia Tbk.
ANOVAb Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 22002.791 3 7334.264 18.213 .000a Residual 10469.909 26 402.689 Total 32472.700 29
a. Predictors: (Constant), Harga Minyak Mentah Indonesia, Tingkat Bunga SBI, Tingkat Inflasi
Berdasarkan tabel tersebut di atas, besarnya nilai signifikansi (Sig.) dari data tersebut di atas adalah 0,000. Kriteria penerimaan �0 apabila Fhitung< Ftabel. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa �0 ditolak karena Fhitung>2,9752 (18,213> 2,9752) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh secara simultan dari tingkat bunga, inflasi, dan harga minyak mentah terhadap harga saham PT Bank Pundi Indonesia Tbk.
c. Uji Parsial (Uji t)
Uji parsial ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh positif atau negatif dari setiap variabel bebas terhadap variabel terikat. Berdasarkan hasil olahan data dengan menggunakan SPSS for Windows maka diperoleh data sebagai berikut:
Tabel V.19
Analsis Variabel Bebas terhadap Variabel Terikat PT Bank Central Asia Tbk.
Variabel thitung Sig. Correlations
Partial (r) (r)
2
Tingkat Bunga SBI -6.502 0.000 -0.787 0.619369
Tingkat Inflasi -0.379 0.708 -0.074 0.005476
Harga Minyak Mentah Indonesia 0.571 0.573 0.111 0.012321
.
1. Pengaruh tingkat bunga SBI �1 terhadap harga saham PT Bank Central Asia Tbk.
Hipotesis yang diajukan adalah
�0: �1 0, Tidak ada pengaruh negatif dari tingkat bunga terhadap harga saham PT Bank Central Asia Tbk.
� :�1 < 0, Ada pengaruh negatif dari tingkat bunga terhadap harga saham PT Bank Central Asia Tbk.
Dengan level of significance sebesar 5%, maka dilihat dari ℎ� ��nya diperoleh nilai -6,502( ℎ� ��<− (5%;27)); 6,502 < -1,703 sehingga � diterima yang berarti ada pengaruh negatif dari tingkat bunga SBI terhadap harga saham PT Bank Central Asia Tbk. 2. Pengaruh tingkat inflasi �2 terhadap harga saham PT Bank
Central Asia Tbk.
Hipotesis yang diajukan adalah
�0: �1 0, Tidak ada pengaruh positif dari tingkat inflasiterhadap harga saham PT Bank Central Asia Tbk.
� :�1 > 0, Ada pengaruh positif dari tingkat inflasi terhadap harga saham PT Bank Central Asia Tbk.
Dengan level of significance sebesar 5%, maka dilihat dari ℎ� �� nya diperoleh nilai -0,379 ( ℎ� �� < (5%;27) ); -0,379<1,703 sehingga �0 diterima yang berarti tidak ada pengaruh positif dari tingkat inflasi terhadap harga saham PT Bank Central Asia Tbk. 3. Pengaruh harga minyak mentah Indonesia �3 terhadap harga
saham PT Bank Central Asia Tbk. Hipotesis yang diajukan adalah
�0: �1 0, Tidak ada pengaruh positif dari harga minyak mentah Indonesia terhadap harga saham PT Bank Central Asia Tbk.
� :�1 > 0, Ada pengaruh positif dari harga minyak mentah terhadap harga saham PT Bank Central Asia Tbk.
Dengan level of significance sebesar 5%, maka dilihat dari ℎ� �� nya diperoleh nilai 0,571 ( ℎ� ��< (5%;27)); 0,571< 1,703 sehingga �0 diterima yang berarti tidak ada pengaruh positif dari harga minyak mentah Indonesia terhadap harga saham PT Bank Central Asia Tbk.
Tabel V.20
Analsis Variabel Bebas terhadap Variabel Terikat PT Bank Artha Graha Internasional Tbk.
Variabel thitung Sig. Correlations
Partial (r) (r)
2
Tingkat Bunga SBI -4.210 0.000 -0.637 0.405769
Tingkat Inflasi -0.863 0.396 -0.167 0.027889
Harga Minyak Mentah Indonesia 1.532 0.138 0.288 0.082944
1. Pengaruh tingkat bunga SBI �1 terhadap harga saham PT Bank Artha Graha Internasional Tbk.
Hipotesis yang diajukan adalah
�0: �1 0, Tidak ada pengaruh negatif dari tingkat bunga terhadap harga saham PT Bank Artha Graha Internasional Tbk.
� :�1 < 0, Ada pengaruh negatif dari tingkat bunga terhadap harga saham PT Bank Artha Graha Internasional Tbk.
Dengan level of significance sebesar 5%, maka dilihat dari ℎ� ��nya diperoleh nilai -4,210 ( ℎ� ��<− (5%;27)); 4,210< -1,703 sehingga � diterima yang berarti ada pengaruh negatif dari
tingkat bunga SBI terhadap harga saham PT Bank Artha Graha Internasional Tbk.
2. Pengaruh tingkat inflasi �2 terhadap harga saham PT Bank Artha Graha Internasional Tbk.
Hipotesis yang diajukan adalah
�0: �1 0, Tidak ada pengaruh positif dari tingkat inflasiterhadap harga saham PT Bank Artha Graha Internasional Tbk.
� :�1 > 0, Ada pengaruh positif dari tingkat inflasi terhadap harga saham PT Bank Artha Graha Internasional Tbk.
Dengan level of significance sebesar 5%, maka dilihat dari ℎ� �� nya diperoleh nilai -0,863 ( ℎ� �� < (5%;27) ); -0,863<1,703 sehingga �0 diterima yang berarti tidak ada pengaruh positif dari tingkat inflasi terhadap harga saham PT Bank Artha Graha Internasional Tbk.
3. Pengaruh harga minyak mentah Indonesia �3 terhadap harga saham PT Bank Artha Graha Internasional Tbk.
Hipotesis yang diajukan adalah
�0: �1 0, Tidak ada pengaruh positif dari harga minyak mentah Indonesia terhadap harga saham PT Bank Artha Graha Internasional Tbk.
� :�1 > 0, Ada pengaruh positif dari harga minyak mentah terhadap harga saham PT Bank Artha Graha Internasional Tbk.
Dengan level of significance sebesar 5%, maka dilihat dari ℎ� �� nya diperoleh nilai 1,532 ( ℎ� ��< (5%;27)); 1,532< 1,703 sehingga �0 diterima yang berarti tidak ada pengaruh positif dari harga minyak mentah Indonesia terhadap harga saham PT Bank Artha Graha Internasional Tbk.
Tabel V.21
Analsis Variabel Bebas terhadap Variabel Terikat PT Bank Pundi Indonesia Tbk.
Variabel thitung Sig. Correlations
Partial (r) (r)
2
Tingkat Bunga SBI -6.861 0.000 -0.803 0.644809
Tingkat Inflasi -1.915 0.067 -0.352 0.123904
Harga Minyak Mentah Indonesia 1.803 0.083 0.333 0.110889
1. Pengaruh tingkat bunga SBI �1 terhadap harga saham PT Bank Pundi Indonesia Tbk.
Hipotesis yang diajukan adalah
�0: �1 0, Tidak ada pengaruh negatif dari tingkat bunga terhadap harga saham PT Bank Pundi Indonesia Tbk.
� :�1 < 0, Ada pengaruh negatif dari tingkat bunga terhadap harga saham PT Bank Pundi Indonesia Tbk.
Dengan level of significance sebesar 5%, maka dilihat dari ℎ� ��nya diperoleh nilai -6,861 ( ℎ� ��<− (5%;27)); -6,861<-1,703 sehingga � diterima yang berarti ada pengaruh negatif dari tingkat bunga SBI terhadap harga saham PT Bank Pundi Indonesia Tbk.
2. Pengaruh tingkat inflasi �2 terhadap harga saham PT Bank Pundi Indonesia Tbk.
Hipotesis yang diajukan adalah
�0: �1 0, Tidak ada pengaruh positif dari tingkat inflasiterhadap harga saham PT Bank Pundi Indonesia Tbk.
� :�1 > 0, Ada pengaruh positif dari tingkat inflasi terhadap harga saham PT Bank Pundi Indonesia Tbk.
Dengan level of significance sebesar 5%, maka dilihat dari ℎ� �� nya diperoleh nilai -1,915 ( ℎ� �� < (5%;27) ); -1,915<1,703 sehingga �0 diterima yang berarti tidak ada pengaruh positif dari tingkat inflasi terhadap harga saham PT Bank Pundi Indonesia Tbk. 3. Pengaruh harga minyak mentah Indonesia �3 terhadap harga
saham PT Bank Pundi Indonesia Tbk. Hipotesis yang diajukan adalah
�0: �1 0, Tidak ada pengaruh positif dari harga minyak mentah Indonesia terhadap harga saham PT Bank Pundi Indonesia Tbk. � :�1 > 0, Ada pengaruh positif dari harga minyak mentah terhadap harga saham PT Bank Pundi Indonesia Tbk.
Dengan level of significance sebesar 5%, maka dilihat dari ℎ� �� nya diperoleh nilai 1,803 ( ℎ� �� > (5%;27)); 1,803 > 1,703 sehingga � diterima yang berarti ada pengaruh positif dari harga minyak mentah Indonesia terhadap harga saham PT Bank Pundi Indonesia Tbk.
d. Koefisien Determinasi
Berdasarkan hasil analisis yang dibuat dengan bantuan alat analisis SPSS for Windows maka diperoleh data sebagai berikut:
Tabel V.22
Koefisien Determinasi PT Bank Central Asia Tbk.
Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .792a .628 .585 877.197
a. Predictors: (Constant), Harga Minyak Mentah Indonesia, Tingkat Bunga SBI, Tingkat Inflasi b. Dependent Variable: PT Bank Central Asia Tbk.
Dari tabel di atas diperoleh nilai Adjusted R Square sebesar 0,585 atau 58,5% artinya sebesar 58,5% variasi dalam harga saham PT Bank Central Asia Tbk. dapat dijelaskan oleh variasi dalam tingkat bunga SBI, tingkat inflasi, dan harga minyak mentah Indonesia sedangkan sisanya 41,5% dijelaskan oleh variabel independen lainnya.
Tabel V.23
Koefisien Determinasi PT Bank Artha Graha Tbk.
Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .673a .454 .391 11.466
a. Predictors: (Constant), Harga Minyak Mentah Indonesia, Tingkat Bunga SBI, Tingkat Inflasi b. Dependent Variable: PT Bank Artha Graha Internasional Tbk.
Dari tabel di atas diperoleh nilai Adjusted R Square sebesar 0,391 atau 39,1% artinya sebesar 39,1% variasi dalam harga saham PT Bank Artha Graha Internasional Tbk. dapat dijelaskan oleh variasi dalam tingkat bunga SBI, tingkat inflasi, dan harga minyak mentah Indonesia sedangkan sisanya 60,9% dijelaskan oleh variabel independen lainnya.
Tabel V.24
Koefisien Determinasi PT Bank Pundi Indonesia Tbk.
Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .823a .678 .640 20.067
a. Predictors: (Constant), Harga Minyak Mentah Indonesia, Tingkat Bunga SBI, Tingkat Inflasi
b. Dependent Variable: PT Bank Pundi Indonesia Tbk.
Dari tabel di atas diperoleh nilai Adjusted R Square sebesar 0,640 atau 64,0% artinya sebesar 64,0% variasi dalam harga saham PT Bank Pundi Indonesia Tbk. dapat dijelaskan oleh variasi dalam tingkat bunga SBI, tingkat inflasi, dan harga minyak mentah Indonesia sedangkan sisanya 36,0% dijelaskan oleh variabel independen lainnya.