• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen 1. Hasil Uji Validitas Instrumen

METODOLOGI PENELITIAN

III.10. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen 1. Hasil Uji Validitas Instrumen

Validitas data penelitian ditentukan oleh proses pengukuran yang akurat. Suatu instrumen pengukuran dikatakan valid jika instrumen tersebut mengukur apa yang harus diukur. Dengan kata lain, instrumen tersebut dapat mengukur construct

sesuai dengan yang diharapkan peneliti.

Tabel III.2. Uji Validitas Instrumen Harga

No Indikator Pertanyaan Corrected

Item-Total Correlation Keterangan 1 Harga bola lampu yang ditawarkan bersaing 0,639 Valid 2 Kewajiban toko/agen dalam memberikan

potongan harga

0,653 Valid 3 Harga yang ditawarkan relatif murah 0,903 Valid

4 Harga yang ditetapkan sesuai dengan kondisi bola lampuyang ada

0,903 Valid 5 Biaya pengiriman barang mempengaruhi

harga

0,557 Valid

Sumber : Hasil Penelitian 2008 (Data diolah)

Dari Tabel III.2. menunjukkan bahwa nilai Correlated Item-Total Correlation

pada setiap butir pertanyaan untuk variabel kemampuan seluruhnya lebih besar dari 0,30. Sugiyono (2006) yang menyatakan bahwa bila nilai korelasi dibawah 0,30 maka butir pertanyaan tersebut tidak valid atau memiliki validitas konstruk yang tidak baik. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel harga adalah valid karena nilai terendah adalah 0,557 atau lebih besar dari 0,30.

Tabel III.3. Uji Validitas Instrumen Merek No Indikator Pertanyaan Corrected Item-Total Correlation Keterangan 1 Keharusan membeli merek lain selain philips 0,903 Valid 2 Kepentingan merek dalam membeli bola

lampu

0,650 Valid 3 Menyukai merek bola lampu philips 0,676 Valid

4 Kepentingan model dalam membeli bola lampu

0,666 Valid

Sumber : Hasil Penelitian 2008 (Data diolah)

Dari Tabel III.3 menunjukkan bahwa nilai Correlated Item-Total Correlation

pada setiap butir pertanyaan untuk variabel merek seluruhnya lebih besar dari 0,30. Maka dari hasil uji validitas variabel merek, dinyatakan bahwa seluruh variabel merek adalah valid karrena nilai terendah adalah 0,650 atau diatas 0,30.

Tabel III.4. Uji Validitas Instrumen Kualitas Produk

No Indikator Pertanyaan

Corrected Item-Total Correlation

Keterangan 1 Performance bola lampu philips saat ini 0,903 Valid 2 Bola lampu philips yang anda pakai tahan lama 0,662 Valid 3 Keistimewaan bola lampu philips dibanding

merek lain

0,903 Valid 4 Pentingkah bola lampuyang hemat listrik 0,712 Valid

5 Kepentingan pelayanan toko/agen kepada konsumen

0,624 Valid

Sumber : Hasil Penelitian 2008 (Data diolah)

Dari Tabel III.4 menunjukkan bahwa nilai Correlated Item-Total Correlation

pada setiap butir pertanyaan untuk variabel kualitas produk seluruhnya lebih besar dari 0,30. Maka dari hasil uji validitas variabel kualitas produk dapat dilihat nilai terendah adalah 0,624 dan lebih besar dari 0,30 sehingga variabel kualitas produk dapat disimpulkan valid.

Tabel III.5. Uji Validitas Instrumen Keputusan Pembelian No Indikator Pertanyaan Corrected Item-Total Correlation Keterangan 1 Apakah harga mempengaruhi anda untuk

membeli bola lampu philips

0,701 Valid 2 Apakah merek mempengaruhi anda untuk

membeli bola lampu philips

0,736 Valid 3 Apakah kualitas produk mempengaruhi anda

untuk membeli bola lampu philips

0,713 Valid 4 Pentingkah kesetiaan konsumen dalam

membeli bola lampu

0,568 Valid

Sumber : Hasil Penelitian 2008 (Data diolah)

Dari Tabel III.5 diatas menunjukkan bahwa nilai Correlated Item-Total Correlation pada setiap butir pertanyaan untuk keputusan pembelian seluruhnya lebih besar dari 0,30. Dilihat dari hasil uji validitas variabel keputusan pembelian

Correlated Item-Total Correlation yang terendah adalah 0,568 jadi dapat disimpulkan bahwa seluruh variabel keputusan pembelian adalah valid.

III.10.2. Hasil Uji Reliabilitas Instrumen

Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban dari responden terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Hasil pengujian reliabilitas instrumen ditunjukkan pada Tabel III.6. dibawah ini.

Tabel III.6. Uji Reliabilitas Instrumen

Instrumen Variabel Nilai

Cronbach Alpha Keterangan

Harga 0,956 Reliabel

Merek 0,956 Reliabel

Kualitas produk 0,956 Reliabel

Keputusan pembelian 0,956 Reliabel

Dari Tabel III.6 diatas menunjukkan bahwa nilai Cronbach Alpha dari setiap instrumen variabel pada penelitian memiliki nilai > 0,60 dengan demikian dapat dinyatakan bahwa instrumen harga, merek, kualitas produk dan keputusan pembelian adalah reliabel.

III.11. Pengujian Asumsi Klasik III.11.1. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel penggangu atau residual memiliki distribusi normal. Dalam uji t dan uji F diasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal. Ghozali (2005) menyatakan bahwa, ada dua cara untuk mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau tidak yaitu dengan analisis grafik dan uji statistik.

Untuk melihat residual dilakukan dengan melihat normal probability plot

yang membandingkan distribusi komulatif dan distribusi normal. Distribusi normal akan membentuk suatu garis lurus diagonal, dan ploting data residual akan dibandingkan dengan garis diagonal. Jika distribusi data residual normal, maka garis yang menggambarkan data sesungguhnya akan mengikuti garis diagonalnya.

III.11.2. Uji Multikolinieritas

Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi antar variabel independen. Menurut Ghozali (2005) bahwa, jika variabel independen saling berkorelasi maka, variabel ini tidak ortogonal.

Untuk mendeteksi ada tidaknya multikolinieritas di dalam model regresi dapat dilihat dari nilai tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF), jika nilai tolerance < 0,10 atau nilai VIF > 10 berarti terdapat multikolinieritas.

III.11.3. Uji Heterokedastisitas

Uji heterokedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homokedastisitas dan jika berbeda disebut heterokedastisitas.

Untuk uji heterokedastisitas pada penelitian ini dengan melihat grafik plot antara nilai prediksivariabel dependen dengan residualnya, dengan dasar analisis sebagai berikut :

1. Jika ada pola tertentu seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu yang tertatur (bergelombang, melebar, kemudian menyempit), maka mengindikasikan telah terjadi heterokedastisitas.

2. Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heterokedastisitas.

BAB IV

Dokumen terkait