Berikut hasil validasi instrumen keterampilan berpikir kritis yang telah dihitung dengan menggunakan rumus Pearson Product Moment:
Tabel 3.15 Hasil Validasi Instrumen Keterampilan Berpikir Kritis
Nomor Butir
Nomor Butir Soal
Validitas Soal Tes
>0,3044
Kriteria Validitas
Kriteria Kelayakan
10 0,6155 Valid Layak
11 0,2606 Valid Tidak Layak
12 0,8364 Valid Layak
13 0,5703 Valid Layak
14 0,2411 Tidak Valid Tidak Layak
Catatan: Hasil perhitungan dapat dilihat di lampiran 16.
Berdasarkan hasil uji validitas dari 14 soal tes keterampilan berpikir kritis diperoleh 8 soal tes yang dinyatakan valid yaitu soal tes nomor 3, 4, 6, 7, 9, 10, 12, 13. Sedangkan 6 soal tes yang lain dinyatakan tidak valid yaitu soal tes nomor 1, 2, 5, 8, 11, 14.
b. Uji Reliabilitas Instrumen
Freankel, Wallen, Hyun (2015: 155) mendefinisikan reliabilitas mengacu pada konsistensi nilai yang diperoleh masing-masing individu dari setiap pernyataan dalam instrumen. Creswell (2008: 169) mengatakan bahwa reliabilitas merupakan stabilitas dan konsistensi skor pernyataan dalam suatu instrumen. Jadi dapat disintesiskan reliabilitas merupakan konsistensi skor yang ada pada setiap butir pertanyaan atau pernyataan instrumen penelitian.
Reliabilitas untuk mengukur angket kecerdasan emosional menggunakan dua cara yaitu menggunakan program SPSS 23 dan cara manual.
Trihendradi (2012: 304-307) mengungkapkan cara melakukan reliabilitas instrumen menggunakan SPSS 23 yaitu sebagai berikut:
1) Masukkan data instrumen dalam lembar kerja SPSS 23
2) Setelah selesai memasukkan, Klik Analyze Scale Reability Analysis, sehingga akan muncul kotak dialog Reliability Analyze.
3) Masukkan semua variabel ke dalam kotak Items
4) Klik Statistic, maka akan muncul kotak dialog Reliability Analysis Statistic.
5) Pada kotak Descriptive For, centang Scale if item deleted
6) Klik Continue, maka akan kembali ke kotak dialog Reliability Analysis.
7) Kemudian klik OK
8) Muncul hasil perhitungan dari SPSS 23. Lihat nilai Alpha Cronbach dari masing-masing variabel. Apabila nilai Alpha Cronbach diatas (0,6), maka variabel tersebut dinyatakan reliabel dan apabila nilai Alpha Cronbach dibawah (0,6), maka variabel tersebut dinyatakan
tidak reliabel.
Cara manual untuk mengukur reliabilitas instrumen menggunakan metode belah dua (ganjil-genap) (Riduwan, 2008: 116-119):
1) Langkah 1 menghitung dengan korelasi Product Moment 𝑟ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = 𝑛 (𝛴 𝑋𝑌) − (𝛴𝑋). (𝛴𝑌)
√{𝑛 . 𝛴𝑋2− (𝛴𝑋)2} . {𝑛 . 𝛴𝑌2− (𝛴𝑌)2 Keterangan:
r hitung : Koefisien korelasi Σ Xi : Jumlah skor item
Σ Yi : Jumlah skor total (seluruh item) n : Jumlah responden
2) Langkah 2 menghitung reliabilitas dengan menggunakan Spearman Brown
𝑟ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔= 2 . 𝑟𝑏 1 + 𝑟𝑏 Keterangan:
r hitung : Koefisien korelasi
rb : Nilai reliabilitas dari product moment 3) Langkah 3 mencari r tabel
Menggunakan taraf signifikansi α = 0,05 dan derajat kebebasan (dk = n – 2).
4) Langkah 4 kaidah keputusan
Kriteria reliabilitas yaitu jika r hitung > r tabel berarti item dinyatakan reliabel, apabila r hitung < r tabel berarti item tidak reliabel.
Reliabilitas untuk mengukur instrumen soal tes keterampilan berpikir kritis bentuk uraian menggunakan rumus Cronbach Alpha (Budiyono, 2015:
55). Kriteria soal tes dikatakan reliabel apabila indeks reliabilitas lebih besar dari 0,60 (Trihendradi, 2012: 304-307). Berikut rumus Cronbach Alpha yang digunakan untuk menghitung soal tes keterampilan berpikir kritis bentuk uraian yaitu sebagai berikut:
𝑟11 = ( 𝑛
𝑛 − 1)(1 −∑ 𝑠𝑖2 𝑠𝑡2 ) Keterangan:
r 11 : Koefisien reliabilitas instrumen n : Banyaknya butir instrumen
𝑠𝑖2 : Variansi belahan ke-i, i = 1, 2, …. k (k ≤ n) 𝑠𝑡2 : Variansi skor total yang diperoleh subjek uji coba
Berdasarkan hasil uji reliabilitas terhadap 56 item instrumen kecerdasan emosional memperoleh nilai r hitung sebesar 0,7571 lebih besar dari nilai Alpha Cronbach sebesar 0,6. Jadi item instrumen kecerdasan emosional dinyatakan reliabel (hasil perhitungan dapat dilihat pada lampiran 17). Sedangkan hasil uji reliabilitas terhadap 14 item soal tes keterampilan berpikir kritis bentuk uraian memperoleh nilai r hitung sebesar 0,6548 lebih besar dari nilai Alpha Cronbach sebesar 0,6. Jadi item soal tes keterampilan berpikir kritis dinyatakan reliabel (hasil perhitungan dapat dilihat pada lampiran 17).
c. Uji Tingkat Kesukaran
Tingkat kesukaran merupakan kriteria untuk melihat bentuk soal tes keterampilan berpikir kritis dalam tingkatan mudah, sedang atau sulit (Arikunto, 2012: 222). Tingkat kesukaran soal dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut (Budiyono, 2015: 117):
𝑃 = 𝑆̅
𝑆 𝑚𝑎𝑘𝑠
Keterangan:
P : Indkes tingkat kesulitan 𝑆̅ : Rerata untuk skor butir
Smaks : Skor maksimum untuk butir tersebut
Kriteria tingkat kesukaran soal yaitu ditetapkan sebagai berikut:
Tabel 3.16 Kriteria Tingkat Kesukaran Soal
Tingkat Kesukaran Kriteria
0,00 – 0,30 Sukar
0,31 – 0,70 Sedang
0,71 – 1,00 Mudah
Sumber: Jihad dan Haris (2008: 182)
Berdasarkan tabel 3.16 di atas tentang kriteria tingkat kesukaran soal, bahwa soal yang diterima atau layak digunakan sebagai instrumen penelitian yaitu soal yang memiliki tingkat kesukaran antara 0,31-0,71. Berikut hasil uji tingkat kesukaran instrumen soal tes keterampilan berpikir kritis bentuk uraian:
Tabel 3.17 Hasil Uji Tingkat Kesukaran Soal Keterampilan Berpikir Kritis
Nomor Butir Soal
Tingkat Kesukaran 0,31-0,71
Kriteria Soal
Kriteria Kelayakan
1 0,6381 Sedang Layak
2 0,6952 Sedang Layak
3 0,6904 Sedang Layak
4 0,6523 Sedang Layak
5 0,8142 Mudah Tidak Layak
6 0,7428 Mudah Tidak Layak
7 0,3857 Sedang Layak
8 0,2333 Sukar Tidak Layak
9 0,4142 Sedang Layak
10 0,8023 Mudah Tidak Layak
11 0,3904 Sedang Layak
12 0,4904 Sedang Layak
13 0,4333 Sedang Layak
14 0,2333 Sukar Tidak Layak
Catatan: Hasil uji tingkat kesukaran soal dapat dilihat pada lampiran 18.
Berdasarkan hasil uji tingkat kesukaran dari 14 soal tes keterampilan berpikir kritis diperoleh 9 soal tes yang dinyatakan layak yaitu soal tes nomor 1, 2, 3, 4, 7, 9, 11, 12, 13. Sedangkan 5 soal tes yang lain dinyatakan tidak layak yaitu soal tes nomor 5, 6, 8, 10, 14.
d. Uji Daya Beda
Kemampuan suatu soal yang dapat digunakan untuk membedakan antara peserta didik yang memiliki kemampuan tinggi dan memiliki kemampuan rendah disebut uji daya beda (Arikunto, 2012: 226). Daya beda suatu soal dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut (Budiyono, 2015: 117):
𝐷 = 𝑟𝑝𝑏𝑖𝑠 = 𝑛 (𝛴 𝑋𝑌) − (𝛴𝑋)(𝛴𝑌)
√{𝑛𝛴𝑋2 − (𝛴𝑋)2}{𝑛𝛴𝑌2− (𝛴𝑌)2 Keterangan:
D : Daya beda X : Skor butir Y : Skor total
Kriteria daya beda soal yaitu ditetapkan sebagai berikut:
Tabel 3.18 Kriteria Daya Beda Soal
Tingkat Daya Beda Kriteria
≥ 0,40 Sangat baik
0,30 – 0,39 Cukup baik
0,20- 0,29 Minimum, perlu diperbaiki
≤ 0,19 Jelek, dibuang atau dirombak Sumber: Jihad dan Haris (2008: 181)
Berdasarkan tabel tersebut, soal yang diterima atau layak digunakan sebagai instrumen penelitian yaitu soal yang memiliki tingkat daya beda 0,30 – 0,39 dan ≥ 40. Berikut hasil uji tingkat kesukaran instrumen soal tes keterampilan berpikir kritis bentuk uraian:
Tabel 3.19 Hasil Uji Daya Beda Soal Keterampilan Berpikir Kritis
Nomor Butir Soal
Daya Beda
≥ 0,40 atau 0,30-0,39 Kriteria Soal
Catatan: Hasil uji tingkat kesukaran dapat dilihat pada lampiran 19.
Berdasarkan tabel 3.19 tentang hasil uji daya beda soal keterampilan berpikir kritis di atas, diperoleh 8 soal tes yang dinyatakan layak yaitu soal tes nomor 3, 4, 6, 7, 9, 10, 12, 13. Sedangkan 6 soal tes yang lain dinyatakan tidak layak yaitu soal tes nomor 1, 2, 5, 8, 11, 14.
Berdasarkan hasil uji validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya beda soal tes keterampilan berpikir kritis di atas, maka berikut rangkuman kelayakan dari setiap butir soal tes yang dapat digunakan sebagai instrumen penelitian untuk mengambil data:
Tabel 3.20 Rangkuman Kelayakan Soal Keterampilan Berpikir Kritis Soal
Kelayakan Soal Tes
Kriteria Kelayakan Validasi Reliabilitas Daya
Pembeda
Soal
Kelayakan Soal Tes
Kriteria Kelayakan Validasi Reliabilitas Daya
Pembeda
11 Tidak Valid Reliabel Tidak Baik Sedang Tidak Layak
12 Valid Reliabel Baik Sedang Layak
13 Valid Reliabel Baik Sedang Layak
14 Tidak Valid Reliabel Tidak Baik Mudah Tidak Layak
Tabel 3.21 Item Soal yang Mewakili Setiap Indikator Berpikir Kritis Indikator
digunakan untuk menentukan nilai persediaan.
dalam menentukan nilai persediaan.
12 Mencipta
(merumuskan, merencanakan, memproduksi)
Mendesain kartu persediaan untuk menghitung nilai persediaan
13
Catatan: Soal tes keterampilan berpikir kritis dapat dilihat pada lampiran 20.
E. Teknik Analisis Data