ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN
B. HASIL PENELITIAN
2. Hasil Utama Penelitian a. Hasil Perhitungan Korelasi
Berikut ini akan dijelaskan mengenai hasil pengolahan data mengenai hubungan antara variabel HLC dan compliance yang diperoleh dengan menghitung koefisien korelasi. Metode yang dipilih untuk mengkorelasikan data adalah korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS for windows versi 11.0. Hasil perhitungan menyatakan bahwa koefisien korelasi antara variabel IHLC dan Compliance sebesar r = 0,415. Tanda positif menunjukkan adanya arah hubungan yang sama. Ini menunjukkan ada hubungan positif antara IHLC dan Compliance pada masyarakat pedesaan. Dari hasil korelasi Pearson Product Moment pada tabel 17 juga diperoleh nilai probabilitas (Sig. (2-tailed)) = 0,001.
Dengan demikian nilai probabilitas < 0,025. Hal ini berarti bahwa Ho ditolak, sehingga dapat disimpulkan adanya korelasi yang signifikan antara IHLC dan Compliance pada masyarakat pedesaan.
Tabel 17
Hasil Korelasi IHLC dan Compliance pada Pearson Product Moment
IHLC COMPLIANCE
IHLC Pearson Correlation 1 .415**
Sig. (2-tailed) . .001
N 60 60
COMPLIANCE Pearson Correlation .415** 1
Sig. (2-tailed) .001 .
N 60 60
** Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Hasil korelasi Pearson Product Moment menunjukkan bahwa koefisien korelasi antara variabel PHLC dan Compliance sebesar r = 0,545. Tanda positif menunjukkan adanya arah hubungan yang sama. Ini menunjukkan ada hubungan
positif antara IHLC dan Compliance pada masyarakat pedesaan. Dari hasil korelasi Pearson Product Moment pada tabel 18 juga diperoleh nilai probabilitas (Sig. (2-tailed)) = 0,000. Dengan demikian nilai probabilitas < 0,025. Hal ini berarti bahwa Ho ditolak, sehingga dapat disimpulkan adanya korelasi yang signifikan antara PHLC dan Compliance pada masyarakat pedesaan.
Tabel 18
Hasil Korelasi PHLC dan Compliance pada Pearson Product Moment
PHLC COMPLIANCE
PHLC Pearson Correlation 1 .545**
Sig. (2-tailed) . .000
N 60 60
COMPLIANCE Pearson Correlation .545** 1
Sig. (2-tailed) .000 .
N 60 60
** Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Selanjutnya, hasil korelasi Pearson Product Moment menunjukkan bahwa koefisien korelasi antara variabel CHLC dan Compliance sebesar r = -0,111.
Tanda negatif menunjukkan adanya arah hubungan yang berlawanan. Ini menunjukkan ada korelasi negatif antara IHLC dan Compliance pada masyarakat pedesaan. Dari hasil korelasi Pearson Product Moment pada tabel 19 juga diperoleh nilai probabilitas (Sig. (2-tailed)) = 0,398. Dengan demikian nilai probabilitas > 0,025. Hal ini berarti bahwa Ho diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara CHLC dan Compliance pada masyarakat pedesaan.
Tabel 19
Hasil Korelasi CHLC dan Compliance pada Pearson Product Moment
CHLC COMPLIANCE
CHLC Pearson Correlation 1 -.111
Sig. (2-tailed) . .398
N 60 60
COMPLIANCE Pearson Correlation -.111 1
Sig. (2-tailed) .398 .
N 60 60
b. Kategorisasi Data Penelitian
Berdasarkan deskripsi data penelitian dapat dilakukan pengelompokan yang mengacu pada kriteria kategorisasi. Azwar (2000) menyatakan bahwa kategorisasi ini didasarkan pada asumsi bahwa skor subyek penelitian terdistribusi normal. Kriterianya terbagi atas lima kategori yaitu: sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah.
Data penelitian dapat dikategorikan berdasarkan mean hipotetik dan mean empirik. Mean hipotetik untuk melihat posisi relatif individu berdasarkan norma skor idealnya skala, sedangkan berdasarkan mean empirik untuk melihat posisi relatif individu berdasarkan norma skor dari subyek penelitian. Dalam penelitian ini, peneliti fokus pada kategori berdasarkan mean hipotetik karena ingin melihat posisi relatif individu berdasarkan norma skor idealnya skala .
Deskripsi data penelitian IHLC dapat dilihat pada tabel 20 berikut:
Tabel 20
Deskripsi Data Penelitian IHLC
Variabel
Skor Empirik Skor Hipotetik
Min Maks Mean SD Min Maks Mean SD Internal HLC
14 29 23,77 3,050 5 30 17,5 4,167
Berdasarkan tabel 20 diperoleh mean empirik skala IHLC adalah 23,77 dengan standard deviasi empirik 3,050 dan mean hipotetiknya adalah 17,5 dengan standard deviasi hipotetik sebesar 4,167. Pada tabel 21 dapat dilihat bahwa rata-rata IHLC subyek penelitian terletak pada kategori sangat tinggi dalam pengkategorisasian skor IHLC berdasarkan mean hipotetik.
Tabel 21
Kategorisasi IHLC Berdasarkan Mean Hipotetik
Variabel Rentang Nilai Kategori Frekuensi Persentase
IHLC
23,75 < x Sangat Tinggi 38 63,33 %
19,58 < x ≤ 23,75 Tinggi 18 30 %
15,41 < x ≤ 19,58 Sedang 2 3,33 %
11,25 < x ≤ 15,41 Rendah 2 3,33 %
x ≤ 11,25 Sangat Rendah -- --
Dari tabel 21 diketahui bahwa subyek penelitian yang tergolong ke dalam kategori Internal HLC yang sangat tinggi ada 63,33%, masyarakat yang tergolong ke dalam kategori Internal HLC yang tinggi ada 30%, masyarakat yang tergolong ke dalam kategori Internal HLC yang sedang ada 3,33%, masyarakat yang tergolong ke dalam Internal HLC rendah ada 3,33%, sedangkan masyarakat yang tergolong ke dalam Internal HLC yang sangat rendah tidak ada (0%).
Tabel 22
Kategorisasi IHLC Berdasarkan Mean Empirik
Variabel Rentang Nilai Kategori Frekuensi Persentase
IHLC
28,34 < x Sangat Tinggi 1 1,67 %
25,29 < x ≤ 28,34 Tinggi 16 26,66 %
22,24 < x ≤ 25,29 Sedang 24 40 %
19,19 < x ≤ 22,24 Rendah 15 25 %
x ≤ 19,19 Sangat Rendah 4 6,67
Dari tabel 22 diketahui bahwa subyek penelitian yang tergolong ke dalam kategori IHLC yang sangat tinggi ada 1,67%, masyarakat yang tergolong ke dalam kategori IHLC yang tinggi ada 26,66%, masyarakat yang tergolong ke dalam kategori IHLC yang sedang ada 40%, masyarakat yang tergolong ke dalam kategori IHLC yang rendah ada 25%, serta masyarakat yang tergolong ke dalam kategori IHLC yang sangat rendah ada 6,67%.
Deskripsi data penelitian PHLC dapat dilihat pada tabel 23 berikut:
Tabel 23
Deskripsi Data Penelitian PHLC
Variabel
Skor Empirik Skor Hipotetik Min Maks Mean SD Min Maks Mean SD Powerful Others HLC
13 36 25,53 4,568 6 36 21 5
Berdasarkan tabel 23 diperoleh mean empirik skala PHLC adalah 25,53 dengan standard deviasi empirik 4,568 dan mean hipotetiknya adalah 21 dengan standard deviasi hipotetik sebesar 5. Pada tabel 24 dapat dilihat bahwa rata-rata PHLC subyek penelitian terletak pada kategori tinggi dalam pengkategorisasian skor PHLC berdasarkan mean hipotetik.
Tabel 24
Kategorisasi PHLC Berdasarkan Mean Hipotetik
Variabel Rentang Nilai Kategori Frekuensi Persentase
PHLC
28,5 < x Sangat Tinggi 17 28,33 %
23,5 < x ≤ 28,5 Tinggi 24 40 %
18,5 < x ≤ 23,5 Sedang 13 21,67 %
13,5 < x ≤ 18,5 Rendah 5 8,33 %
x ≤ 13,5 Sangat Rendah 1 1,67 %
Dari tabel 24 diketahui bahwa subyek penelitian yang tergolong ke dalam kategori PHLC yang sangat tinggi ada 17%, masyarakat yang tergolong ke dalam kategori PHLC yang tinggi ada 24%, masyarakat yang tergolong ke dalam kategori PHLC yang sedang ada 21,67%, masyarakat yang tergolong ke dalam kategori PHLC yang rendah ada 8,33%, serta masyarakat yang tergolong ke dalam kategori PHLC yang sangat rendah ada 1,67%.
Tabel 25
Kategorisasi PHLC Berdasarkan Mean Empirik
Variabel Rentang Nilai Kategori Frekuensi Persentase
PHLC
32,38 < x Sangat Tinggi 3 5 %
27,81 < x ≤ 32,38 Tinggi 17 28,33 %
23,24 < x ≤ 27,81 Sedang 21 35 %
18,67 < x ≤ 23,24 Rendah 13 21,67 % x ≤ 18,67 Sangat Rendah 6 10 %
Dari tabel 25 diketahui bahwa subyek penelitian yang tergolong ke dalam kategori PHLC yang sangat tinggi ada 5%, masyarakat yang tergolong ke dalam kategori PHLC yang tinggi ada 28,33%, masyarakat yang tergolong ke dalam kategori PHLC yang sedang ada 35%, masyarakat yang tergolong ke dalam kategori PHLC yang rendah ada 21,67%, serta masyarakat yang tergolong ke dalam kategori PHLC yang sangat rendah ada 10%.
Deskripsi data penelitian CHLC dapat dilihat pada tabel 26 berikut:
Tabel 26
Deskripsi Data Penelitian CHLC
Variabel
Skor Empirik Skor Hipotetik Min Maks Mean SD Min Maks Mean SD Chance HLC
6 32 21,78 5,508 6 36 21 5
Berdasarkan tabel 26 diperoleh mean empirik skala CHLC adalah 21,78 dengan standard deviasi empirik 5,508 dan mean hipotetiknya adalah 21 dengan standard deviasi hipotetik sebesar 10. Pada tabel 27 dapat dilihat bahwa rata-rata CHLC subyek penelitian terletak pada kategori sedang dalam pengkategorisasian skor CHLC berdasarkan mean hipotetik.
Tabel 27
Kategorisasi CHLC Berdasarkan Mean Hipotetik
Variabel Rentang Nilai Kategori Frekuensi Persentase
CHLC
32,38 < x Sangat Tinggi 3 5 %
27,81 < x ≤ 32,38 Tinggi 17 28,33 %
23,24 < x ≤ 27,81 Sedang 21 35 %
18,67 < x ≤ 23,24 Rendah 13 21,67 % x ≤ 18,67 Sangat Rendah 6 10 %
Dari tabel 27 diketahui bahwa subyek penelitian yang tergolong ke dalam kategori CHLC yang sangat tinggi ada 5%, masyarakat yang tergolong ke dalam kategori CHLC yang tinggi ada 28,33%, masyarakat yang tergolong ke dalam kategori CHLC yang sedang ada 35%, masyarakat yang tergolong ke dalam kategori CHLC yang rendah ada 21,67%, serta masyarakat yang tergolong ke dalam kategori CHLC yang sangat rendah ada 10%.
Tabel 28
Kategorisasi CHLC Berdasarkan Mean Empirik
Variabel Rentang Nilai Kategori Frekuensi Persentase
CHLC
30,04 < x Sangat Tinggi 1 1,67 %
24,53 < x ≤ 30,04 Tinggi 18 30 %
19,02 < x ≤ 24,53 Sedang 24 40 %
13,51 < x ≤ 19,02 Rendah 13 21,67 % x ≤ 13,51 Sangat Rendah 4 6,66 %
Dari tabel 28 diketahui bahwa subyek penelitian yang tergolong ke dalam kategori CHLC yang sangat tinggi ada 1,67%, masyarakat yang tergolong ke dalam kategori CHLC yang tinggi ada 30%, masyarakat yang tergolong ke dalam kategori CHLC yang sedang ada 40%, masyarakat yang tergolong ke dalam kategori CHLC yang rendah ada 21,67%, serta masyarakat yang tergolong ke dalam kategori CHLC yang sangat rendah ada 6,66%.
Deskripsi data penelitian compliance dapat dilihat pada tabel 29 berikut:
Tabel 29
Deskripsi Data Penelitian Compliance
Variabel
Skor Empirik Skor Hipotetik Min Maks Mean SD Min Maks Mean SD Compliance
35 59 47,58 5,222 17 68 42,5 8,5
Berdasarkan tabel 29 diperoleh mean empirik skala compliance adalah 47,58 dengan standard deviasi empirik 5,222 dan mean hipotetiknya adalah 42,5 dengan standard deviasi hipotetik sebesar 8,5. Pada tabel 30 dapat dilihat bahwa rata-rata compliance subyek penelitian terletak pada kategori tinggi dalam pengkategorisasian skor compliance berdasarkan mean hipotetik.
Tabel 30
Kategorisasi Compliance Berdasarkan Mean Hipotetik
Variabel Rentang Nilai Kategori Frekuensi Persentase
Compliance
55,25 < x Sangat Tinggi 5 8,33 %
46,75 < x ≤ 55,25 Tinggi 30 50 %
38,25 < x ≤ 46,75 Sedang 22 36,67 %
29,75 < x ≤ 38,25 Rendah 3 5 %
x ≤ 29,75 Sangat Rendah -- -- %
Dari tabel 30 diketahui bahwa subyek penelitian yang tergolong ke dalam kategori yang sangat tinggi ada 5%, subyek penelitian yang tergolong ke dalam kategori compliance yang tinggi ada 50%, subyek penelitian yang tergolong ke dalam kategori compliance yang sedang ada 36,67%, subyek penelitian yang tergolong ke dalam kategori compliance yang rendah ada 5%, serta subyek penelitian yang tergolong ke dalam kategori compliance yang sangat rendah tidak ada (0%).
Tabel 31
Kategorisasi Compliance Berdasarkan Mean Empirik
Variabel Rentang Nilai Kategori Frekuensi Persentase
Compliance
55,41 < x Sangat Tinggi 5 8,33 %
50,19 < x ≤ 55,41 Tinggi 12 20 %
44,97 < x ≤ 50,19 Sedang 29 48,33 % 39,74 < x ≤ 44,97 Rendah 10 16,67 % x ≤ 39,74 Sangat Rendah 4 6,67 %
Dari tabel 31 diketahui bahwa subyek penelitian yang tergolong ke dalam kategori compliance yang sangat tinggi ada 8,33%, subyek penelitian yang tergolong ke dalam kategori compliance yang tinggi ada 20%, subyek penelitian
yang tergolong ke dalam kategori compliance yang sedang ada 48,33%, subyek penelitian yang tergolong ke dalam kategori compliance yang rendah ada 16,67%, serta subyek penelitian yang tergolong ke dalam kategori compliance yang sangat rendah ada 6,67%.