BAB IV ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN
A. Analisa Data
2. Hasil Utama Penelitian
Berikut ini akan dipaparkan hasil penelitian yang meliputi hasil utama, dan hasil tambahan yang telah diolah menggunakan aplikasi SPSS 17 for windows.
a. Gambaran umum kepuasan kerja guru TK
Penelitian ini terdiri dari 41 aitem yang memenuhi persyaratan untuk menjadi data penelitian dengan rentang skor 1-5, sehingga dihasilkan skor minimum 41 dan skor maksimum sebesar 205. Hasil perhitungan mean empirik dan mean hipotetik kepuasan kerja guru dapat dilihat pada tabel 11 berikut :
Tabel 11. Nilai Empirik dan Nilai Hipotetik Kepuasan Kerja Guru
Variabel Nilai Empirik Nilai Hipotetik
Min Max Mean SD Min Max Mean SD
Kepuasan
kerja Guru 92 191 155,59 15,86 41 205 123 27,33 Berdasarkan tabel 11 di atas, dapat dilihat bahwa mean empirik kepuasan kerja guru sebesar 155.59 dengan standar deviasi sebesar 15,86 dan mean hipotetik sebesar 123 dengan standar deviasi sebesar 27,33. Jika dilihat dari perbandingan antara mean empirik dengan mean hipotetik, maka diperoleh mean empirik > mean hipotetik. Hasil ini menunjukkan bahwa rata-rata guru TK memiliki kepuasan kerja yang tinggi
b. Kategorisasi Data Penelitian
Hasil penelitian dapat dikelompokkan mengacu pada kriteria pengkategorisasian yang didasarkan pada asumsi bahwa skor subjek penelitian
terdistribusi secara normal (Azwar, 2010). Kriterianya terbagi atas tiga kategori yaitu kategori rendah, sedang, dan tinggi. Norma kategorisasi yang digunakan adalah sebagai berikut :
Tabel 12. Norma Kategorisasi Data Penelitian
Rentang nilai Kategori
X < (µ -1.0 SD) Rendah
(µ -1.0SD) ≤ X ≤ (µ +1.0 SD) Sedang
X ≥ (µ +1.0 SD) Tinggi
Berdasarkan deskripsi nilai hipotetik kepuasan kerja guru yang dapat dilihat pada tabel 11 yaitu mean hipotetik sebesar 123 dengan standar deviasi sebesar 27,33 sehingga didapatkan kategorisasi sebagai berikut :
Tabel 13. Kategorisasi Skor Kepuasan Kerja Guru
Variabel Rentang Nilai Kategori Frekuensi Persentase (%) Kepuasan kerja Guru X < 95,67 Rendah 4 1,4 95,67 X < 150,33 Sedang 99 34,6 X 150,33 Tinggi 183 64 Total 286 100
Kategorisasi pada tabel 13 menunjukkan bahwa 183 orang (64%) termasuk dalam kategori kepuasan kerja guru tinggi, 99 orang (34,6%) termasuk kedalam kategori kepuasan kerja guru sedang, dan empat orang (1,4%) tergolong kedalam kategori kepuasan kerja guru rendah.
c. Gambaran Kepuasan Kerja Guru berdasarkan Aspek-Aspek
Gambaran kepuasan kerja guru TK di Kota Medan juga dapat dilihat dari setiap aspek, yaitu pengawasan (supervision), rekan kerja (colleagues), kondisi pekerjaan (job condition), imbalan/gaji (pay), tanggung jawab (responsibility), pekerjaan itu sendiri (work it self), kenaikan jabatan (advancement), keamanan (security), penghargaan (recognition).
1) Gambaran Aspek Pengawasan (Supervision)
Tabel 14. Gambaran Umum Aspek Pengawasan (Supervision) Dimensi N Rentang Skor Nilai Empirik Nilai Hipotetik
Min Max Mean SD Mean SD
Pengawasan 286 12 25 20,56 2,096 15 3,33
Dari tabel 14 dapat diketahui skor pada aspek pengawasan dari 286 subjek penelitian diperoleh skor minimum sebesar 12 dan skor dan skor maksimal sebesar 25. Data yang didapatkan juga menunjukkan mean empirik sebesar 20,56 dengan standard deviation sebesar 2,096, sedangkan mean hipotetik sebesar 15 dengan standard deviation sebesar 3,33. Jika dilihat perbandingan antara mean empirik dengan mean hipotetik, maka diperoleh mean empirik lebih besar daripada mean hipotetik. Hasil ini menunjukkan bahwa pada aspek pengawasan subjek penelitian lebih tinggi daripada rata-rata aspek pengawsan berdasarkan tolak ukur skala. Berdasarkan deskripsi aspek pengawasan yang dapat dilihat pada tabel 14. Maka kategorisasi subjek dapat dilihat pada tabel 15.
Tabel 15. Gambaran Kategori Aspek Pengwasan (Supervision)
Kategori N Persentasi Rendah < 11,67 Sedang 11,67 – 18,33 Tinggi ≥ 18,33 0 37 249 0 % 12,9 % 87,1 % Total 286 100 %
Berdasarkan tabel 15 dapat dilihat bahwa 37 subjek (12,9%) tergolong kedalam kategori sedang, 249 subjek (87,1) tergolong kedalam kategori tinggi, dan tidak ada subjek yang tergolong kedalam kategori rendah.
2) Gambaran Aspek Rekan Kerja (Colleagues)
Tabel 16. Gambaran Umum Aspek Rekan Kerja (Colleagues)
Dimensi N Rentang Skor Nilai Empirik Nilai Hipotetik
Min Max Mean SD Mean SD
Rekan kerja 286 11 25 21,17 2,219 15 3,33
Dari tabel 16 dapat diketahui skor pada aspek rekan kerja dari 286 subjek penelitian diperoleh skor minimum sebesar 11 dan skor dan skor maksimal sebesar 25. Data yang didapatkan juga menunjukkan mean empirik sebesar 21,17 dengan standard deviation sebesar 2,219, sedangkan mean hipotetik sebesar 15 dengan standard deviation sebesar 3,33. Jika dilihat perbandingan antara mean empirik dengan mean hipotetik, maka diperoleh mean empirik lebih besar daripada mean hipotetik. Hasil ini menunjukkan bahwa pada aspek rekan kerja subjek penelitian lebih tinggi daripada rata-rata aspek rekan kerja berdasarkan tolak ukur skala. Berdasarkan deskripsi aspek rekan kerja yang dapat dilihat pada tabel 16. Maka kategorisasi subjek dapat dilihat pada tabel 17.
Tabel 17. Gambaran Kategori Aspek Rekan Kerja (Colleagues)
Kategori N Persentasi Rendah < 11,67 Sedang 11,67 – 18,33 Tinggi ≥ 18,33 1 22 263 0,3 % 7,7 % 92 % Total 286 100 %
Berdasarkan tabel 17 dapat dilihat bahwa satu subjek (0,3 %) tergolong kedalam kategori rendah, 22 subjek (7,7 %) tergolong kedalam kategori sedang, dan 263 (92 %) subjek yang tergolong kedalam kategori tinggi.
3) Kondisi Pekerjaan (Work condition)
Tabel 18. Gambaran Umum Aspek Kondisi Pekerjaan (Work condition) Dimensi N Rentang Skor Nilai Empirik Nilai Hipotetik
Min Max Mean SD Mean SD
Kondisi
pekerjaan 286 7 20 14,83 2,776 12 2,6
Dari tabel 18 dapat diketahui skor pada aspek kondisi pekerjaan dari 286 subjek penelitian diperoleh skor minimum sebesar 7 dan skor dan skor maksimal sebesar 20. Data yang didapatkan juga menunjukkan mean empirik sebesar 14,83 dengan standard deviation sebesar 2,776, sedangkan mean hipotetik sebesar 12 dengan standard deviation sebesar 2,6. Jika dilihat perbandingan antara mean empirik dengan mean hipotetik, maka diperoleh mean empirik lebih besar daripada mean hipotetik. Hasil ini menunjukkan bahwa pada aspek kondisi pekerjaan subjek penelitian lebih tinggi daripada rata-rata aspek kondisi pekerjaan berdasarkan tolak ukur skala. Berdasarkan deskripsi aspek kondisi pekerjaan yang dapat dilihat pada tabel 18. Maka kategorisasi subjek dapat dilihat pada tabel 19.
Tabel 19. Gambaran Kategori Aspek Kondisi Pekerjaan (Work condition)
Kategori N Persentasi Rendah < 9,4 Sedang 9,4 – 14,6 Tinggi ≥ 14,6 13 102 171 4,5 % 35,7 % 59,8 % Total 286 100 %
Berdasarkan tabel 19 dapat dilihat bahwa 13 subjek (4,5 %) tergolong kedalam kategori rendah, 102 subjek (35,7 %) tergolong kedalam kategori sedang, dan 171 (59,8 %) subjek yang tergolong kedalam kategori tinggi.
4) Kondisi Imbalan (Pay)
Tabel 20. Gambaran Umum Aspek Imbalan (Pay)
Dimensi N Rentang Skor Nilai Empirik Nilai Hipotetik
Min Max Mean SD Mean SD
Imbalan 286 3 15 7,84 3,129 9 2
Dari tabel 20 dapat diketahui skor pada aspek imbalan dari 286 subjek penelitian diperoleh skor minimum sebesar 3 dan skor dan skor maksimal sebesar 15. Data yang didapatkan juga menunjukkan mean empirik sebesar 7,84 dengan standard deviation sebesar 3,129, sedangkan mean hipotetik sebesar 9 dengan standard deviation sebesar 2. Jika dilihat perbandingan antara mean empirik dengan mean hipotetik, maka diperoleh mean hipotetik lebih besar daripada mean empirik. Hasil ini menunjukkan bahwa pada aspek imbalan subjek penelitian lebih rendah daripada rata-rata aspek imbalan berdasarkan tolak ukur skala. Berdasarkan deskripsi aspek imbalan yang dapat dilihat pada tabel 20. Maka kategorisasi subjek dapat dilihat pada tabel 21.
Tabel 21. Gambaran Kategori Aspek Imbalan (Pay)
Kategori N Persentasi Rendah < 6 Sedang 6 – 11 Tinggi ≥ 11 201 25 60 70,3 % 8,7 % 21 % Total 286 100 %
Berdasarkan tabel 21 dapat dilihat bahwa 201 subjek (70,3 %) tergolong kedalam kategori rendah, 25 subjek (8,7 %) tergolong kedalam kategori sedang, dan 60 (21 %) subjek yang tergolong kedalam kategori tinggi.
5) Tanggungjawab (Responsibility)
Tabel 22. Gambaran Umum Aspek Tanggungjawab (Responsibility) Dimensi N Rentang Skor Nilai Empirik Nilai Hipotetik
Min Max Mean SD Mean SD
Tanggungjawab 286 7 20 17,23 1,801 12 2.6
Dari tabel 22 dapat diketahui skor pada aspek tanggungjawab dari 286 subjek penelitian diperoleh skor minimum sebesar 7 dan skor maksimal sebesar 20. Data yang didapatkan juga menunjukkan mean empirik sebesar 17,23 dengan standard deviation sebesar 1,801, sedangkan mean hipotetik sebesar 12 dengan standard deviation sebesar 2,6. Jika dilihat perbandingan antara mean empirik dengan mean hipotetik, maka diperoleh mean empirik lebih besar daripada mean hipotetik. Hasil ini menunjukkan bahwa pada aspek tanggungjawab subjek penelitian lebih tinggi daripada rata-rata aspek tanggungjawab berdasarkan tolak ukur skala. Berdasarkan deskripsi aspek tanggungjawab yang dapat dilihat pada tabel 22. Maka kategorisasi subjek dapat dilihat pada tabel 23.
Tabel 23 Gambaran Kategori Aspek Tanggungjawab (Responsibility)
Kategori N Persentasi Rendah < 9,4 Sedang 9,4 – 14,6 Tinggi ≥ 14,6 2 16 268 0,7 % 5,6 % 93,7 % Total 286 100 %
Berdasarkan tabel 23 dapat dilihat bahwa 2 subjek (0,7 %) tergolong kedalam kategori rendah, 16 subjek (5,6 %) tergolong kedalam kategori sedang, dan 268 (93,7 %) subjek yang tergolong kedalam kategori tinggi.
6) Pekerjaan itu Sendiri (Work it self)
Tabel 24. Gambaran Umum Aspek Pekerjaan itu Sendiri (Work it self) Dimensi N Rentang Skor Nilai Empirik Nilai Hipotetik
Min Max Mean SD Mean SD
Pekerjaan
itu sendiri 286 9 25 21,44 2,655 15 3,33
Dari tabel 24 dapat diketahui skor pada aspek pekerjaan itu sendiri dari 286 subjek penelitian diperoleh skor minimum sebesar 9 dan skor dan skor maksimal sebesar 25. Data yang didapatkan juga menunjukkan mean empirik sebesar 21,44 dengan standard deviation sebesar 2,655, sedangkan mean hipotetik sebesar 15 dengan standard deviation sebesar 3,3. Jika dilihat perbandingan antara mean empirik dengan mean hipotetik, maka diperoleh mean empirik lebih besar daripada mean hipotetik. Hasil ini menunjukkan bahwa pada aspek pekerjaan itu sendiri subjek penelitian lebih tinggi daripada rata-rata aspek pekerjaan itu sendiri berdasarkan tolak ukur skala. Berdasarkan deskripsi aspek pekerjaan itu sendiri yang dapat dilihat pada tabel 24. Maka kategorisasi subjek dapat dilihat pada tabel 25. Tabel 25. Gambaran Kategori Aspek Pekerjaan itu Sendiri (Work it self)
Kategori N Persentasi Rendah < 11,67 Sedang 11,67 – 18,33 Tinggi ≥ 18,33 3 29 254 1 % 10,2 % 88,8 % Total 286 100 %
Berdasarkan tabel 25 dapat dilihat bahwa 3 subjek (1 %) tergolong kedalam kategori rendah, 29 subjek (10,2 %) tergolong kedalam kategori sedang, dan 254 (88,8 %) subjek yang tergolong kedalam kategori tinggi.
7) Kenaikan Jabatan (Advancement)
Tabel 26. Gambaran Umum Aspek Kenaikan Jabatan (Advancement) Dimensi N Rentang Skor Nilai Empirik Nilai Hipotetik
Min Max Mean SD Mean SD
Kenaikan
jabatan 286 8 30 20,99 5,354 18 4
Dari tabel 26 dapat diketahui skor pada aspek kenaikan jabatan dari 286 subjek penelitian diperoleh skor minimum sebesar 8 dan skor dan skor maksimal sebesar 30. Data yang didapatkan juga menunjukkan mean empirik sebesar 20,99 dengan standard deviation sebesar 5,354, sedangkan mean hipotetik sebesar 18 dengan standard deviation sebesar 4. Jika dilihat perbandingan antara mean empirik dengan mean hipotetik, maka diperoleh mean empirik lebih besar daripada mean hipotetik. Hasil ini menunjukkan bahwa pada aspek kenaikan jabatan subjek penelitian lebih tinggi daripada rata-rata aspek kenaikan jabatan berdasarkan tolak ukur skala. Berdasarkan deskripsi aspek kenaikan jabatan yang dapat dilihat pada tabel 26. Maka kategorisasi subjek dapat dilihat pada tabel 27.
Tabel 27. Gambaran Kategori Aspek Kenaikan Jabatan (Advancement)
Kategori N Persentasi Rendah < 14 Sedang 14 – 22 Tinggi ≥ 22 61 72 152 21,3 % 25,5 % 53,2 % Total 286 100 %
Berdasarkan tabel 27 dapat dilihat bahwa 61 subjek (21,3 %) tergolong kedalam kategori rendah, 72 subjek (25,5 %) tergolong kedalam kategori sedang, dan 152 (53,2 %) subjek yang tergolong kedalam kategori tinggi.
8) Keamanan (Security)
Tabel 28. Gambaran Umum Aspek Keamanan (Security)
Dimensi N Rentang Skor Nilai Empirik Nilai Hipotetik
Min Max Mean SD Mean SD
Keamanan 286 6 20 12,36 2,654 12 2,6
Dari tabel 28 dapat diketahui skor pada aspek keamanan dari 286 subjek penelitian diperoleh skor minimum sebesar 6 dan skor dan skor maksimal sebesar 20. Data yang didapatkan juga menunjukkan mean empirik sebesar 12,36 dengan standard deviation sebesar 2,654, sedangkan mean hipotetik sebesar 12 dengan standard deviation sebesar 2,6. Jika dilihat perbandingan antara mean empirik dengan mean hipotetik, maka diperoleh mean empirik lebih sama dengan mean hipotetik. Berdasarkan deskripsi aspek keamanan yang dapat dilihat pada tabel 28. Maka kategorisasi subjek dapat dilihat pada tabel 29.
Tabel 29. Gambaran Kategori Aspek Keamanan (Security)
Kategori N Persentasi Rendah < 9,4 Sedang 9,4 – 14,6 Tinggi ≥ 14,6 37 188 61 13 % 65,7 % 21,3 % Total 286 100 %
Berdasarkan tabel 29 dapat dilihat bahwa 37 subjek (13 %) tergolong kedalam kategori rendah, 188 subjek (65,7 %) tergolong kedalam kategori sedang, dan 61 (21,3 %) subjek yang tergolong kedalam kategori tinggi. 9) Penghargaan (Recognition)
Tabel 30. Gambaran Umum Aspek Penghargaan (Recognition) Dimensi N Rentang Skor Nilai Empirik Nilai Hipotetik
Min Max Mean SD Mean SD
Dari tabel 30 dapat diketahui skor pada aspek penghargaan dari 286 subjek penelitian diperoleh skor minimum sebesar 8 dan skor dan skor maksimal sebesar 25. Data yang didapatkan juga menunjukkan mean empirik sebesar 18,99 dengan standard deviation sebesar 2,946, sedangkan mean hipotetik sebesar 15 dengan standard deviation sebesar 3,33. Jika dilihat perbandingan antara mean empirik dengan mean hipotetik, maka diperoleh mean empirik lebih besar daripada mean hipotetik. Hasil ini menunjukkan bahwa pada aspek penghargaan subjek penelitian lebih tinggi daripada rata-rata aspek penghargaan berdasarkan tolak ukur skala. Berdasarkan deskripsi aspek penghargaan yang dapat dilihat pada tabel 30. Maka kategorisasi subjek dapat dilihat pada tabel 31.
Tabel 31. Gambaran Kategori Aspek Penghargaan (Recognition)
Kategori N Persentasi Rendah < 11,67 Sedang 11,67 – 18,33 Tinggi ≥ 18,33 6 103 177 2,1 % 36 % 61,9 % Total 286 100 %
Berdasarkan tabel 31 dapat dilihat bahwa 6 subjek (2,1 %) tergolong kedalam kategori rendah, 103 subjek (36 %) tergolong kedalam kategori sedang, dan 177 (61,9 %) subjek yang tergolong kedalam kategori tinggi.
3. Hasil Tambahan Penelitian
Penelitian ini juga memperoleh beberapa hasil tambahan penelitian, yaitu gambaran gambaran kepuasan kerja guru berdasarkan usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan masa kerja.
a. Gambaran Kepuasan Kerja Guru Berdasarkan Usia
Gambaran kepuasan kerja guru berdasarkan usia dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 32. Gambaran Kepuasan Kerja Guru Berdasarkan Usia Usia N Min Max Std.Dev Mean Kepuasan Kerja Guru
Rendah Sedang Tinggi 20 – 40 151 94 191 16.018 155,46 1 61 89
41 - 60 132 92 189 15,882 155,64 3 38 91
> 60 3 152 170 9,074 160,33 - - 3
Berdasarkan tabel 32 dapat diketahui bahwa kepuasan kerja guru tertinggi berdasarkan mean tertinggi (155,64) adalah subjek yang berusia 41 – 60. Pada tabel 33 juga dapat diketahui bahwa pada guru berusia 20- 40 tahun terdapat satu subjek dalam kategori rendah, 61 subjek dalam kategori sedang, dan 89 subjek dalam kategori tinggi. Sedangkan pada guru berusia 41 – 60 terdapat tiga orang subjek termasuk dalam kategori rendah, 38 subjek termasuk dalam kategori sedang, dan 91 subjek masuk dalam kategori tinggi. Sedangkan pada guruu berusia > 60 tahun, tiga subjek termasuk dalam kategori tinggi.
b. Gambaran Kepausan Kerja Guru Berdasarkan Jenis Kelamin
Gambaran kepuasan kerja guru berdasarkan usia dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 33. Gambaran Kepuasan Kerja Guru Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis
Kelamin N Min Max Std.Dev Mean
Kepuasan Kerja Guru Rendah Sedang Tinggi
Laki-laki 7 141 182 14,80 162,71 - 2 5
Perempuan 279 92 191 15,892 155,41 4 7 178
Berdasarkan tabel 33 dapat diketahui bahwa kepuasan kerja guru tertinggi berdasarkan mean tertinggi (162,71) adalah subjek dengan jenis kelamin laki-laki. Pada tabel 34 juga dapat diketahui bahwa pada subjek berjenis kelamin
laki-laki terdapat 2 subjek dalam kategori sedang, 5 subjek dalam kategori tinggi, dan tidak ada subjek yang tegolong dalam kategori rendah. Pada subjek berjenis kelamin perempuan terdapat empat orang subjek termasuk dalam kategori rendah, 7 subjek termasuk dalam kategori sedang, dan 178 subjek masuk dalam kategori tinggi.
c. Gambaran Kepausan Kerja Guru Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Gambaran kepuasan kerja guru berdasarkan tingkat pendidikan dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 34. Gambaran Kepuasan Kerja Guru Berdasarkan Tingkat Pendidikan Tingkat
Pendidikan N Min Max Std.Dev Mean
Kepuasan Kerja Guru Rendah Sedang Tinggi
SMA 84 95 178 13,928 152,35 1 39 D1 1 145 145 - 145 - 1 - D2 10 121 167 16,588 151,60 - 4 6 D3 15 93 170 25,285 142,73 2 4 9 S1 169 92 191 15,143 158,25 1 51 117 S2 7 157 173 6,388 165,14 - - 7
Berdasarkan tabel 34 dapat diketahui bahwa kepuasan kerja guru tertinggi berdasarkan mean tertinggi (165,14 adalah subjek dengan tingkat pendidikan S2. Pada tabel 35 juga dapat diketahui bahwa pada subjek dengan tingkat pendidikan SMA terdapat satu subjek termasuk dalam kategori rendah dan 39 subjek termasuk dalam kategori tinggi. Pada guru dengan pendidikan D1 terdapat satu subjek yang masuk dalam kategori sedang. Pada subjek dengan tingkat pendidikan D2 terdapat empat subjem yang termasuk kategori sedang dan enam subjek termasuk dalam kategori tinggi. Pada subjek dengan tingkat pendidikan D3 terdapat satu subjek yang termasuk dalam kategori rendah, empat subjek termasuk dalam kategori sedang, dan sembilan subjek termasuk
kategori tinggi. Pada subjek dengan tingkat pendidikan S1 terdapat satu subjek dalam kategori rendah, 51 subjek dalam kategori sedang, dan 117 subjek dalam kategori tinggi. Pada subjek dengan tingkat pendidikan S2 terdapat tujuh subjek yang masuk dalam kategori tinggi.
d. Gambaran Kepausan Kerja Guru Berdasarkan Masa Kerja
Gambaran kepuasan kerja guru berdasarkan tingkat pendidikan dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 35. Gambaran Kepuasan Kerja Guru Berdasarkan Masa Kerja Tahun N Min Max Std.Dev Mean Kepuasan Kerja Guru
Rendah Sedang Tinggi
1-15 214 93 191 15,996 153,73 3 90 121
16 - 30 62 92 189 14,630 161,65 1 7 54
> 31 10 134 172 11,292 157,80 - 2 8
Berdasarkan tabel 35 dapat diketahui bahwa kepuasan kerja guru tertinggi berdasarkan mean tertinggi (161,65) adalah subjek dengan masa kerja 16 – 30 tahun. Pada tabel 36 juga dapat diketahui bahwa pada subjek dengan masa kerja 1 – 15 tahun terdapat tiga subjek dalam kategori rendah, 90 subjek dalam kategori sedang, dan 121 subjek dalam kategori tinggi. Pada subjek dengan masa kerja 16 – 30 tahun terdapat satu orang subjek termasuk dalam kategori rendah, tujuh subjek termasuk dalam kategori sedang, dan 54 subjek masuk dalam kategori tinggi. Sedangkan pada guru dengan masa kerja > 60 tahun terdapat dua subjek termasuk dalam kategori sedang dan delapan subjek termasuk dalam kategori tinggi.