BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Hasil Validasi Produk
73
Validasi media dilakukan dengan tujuan melihat kelayakan dan produk Komik Elektronik panduan praktikum sebagai media pembelajaran.
Hasil validasi media Komik Elektronik panduan praktikum pewarisan sifat dapat dilihat pada Tabel 4.3 sebagai berikut:
Tabel 4.3 Data Hasil Validasi Media Pembelajaran
Indikator Penilaian Hasil Skor yang Diperoleh Ahli Media
(Validator I)
Guru I (Validator II)
Guru II (Validator III) Penyajian dan Cara
Penggunaan Media Komik Elektronik Panduan Praktikum Pewarisan Sifat.
8 7 7
Pengoperasian Sistem Media Komik Elektronik Panduan Praktikum Pewarisan Sifat.
6 7 7
Tampilan Media Komik Elektronik Panduan Praktikum Pewarisan Sifat.
15 15 15
Kelayakan Penggunaan Bahasa pada Media Komik Elektronik Panduan Praktikum Pewarisan Sifat.
8 6 6
Total Skor 37 35 35
Skor Max 40 40 40
Presentase (%) 92% 87% 87%
Kategori Kelayakan Sangat Layak Sangat Layak Sangat Layak
Rata-Rata Akhir Validasi (%) 88%
Kriteria Sangat Layak
Rekapitulasi hasil perhitungan ahli media pada tabel 4.3 menunjukkan bahwa media Komik Elektronik panduan praktikum memperoleh persentase kelayakan yaitu 88% dengan kategori sangat
“Sangat Layak”. Aspek yang dinilai adalah penyajian dan cara
penggunaan media, pengoperasian sistem media, tampilan media, dan kelayakan bahasa dalam media. Pemilihan aspek yang divalidasi Komik Elektronik panduan praktikum pewarisan sifat berdasarkan Komik Elektronik yang tergolong dalam media visual yaitu dapat diamati berdasarkan ruang, menggunakan jenis komunikasi satu arah, sudut pandang visual dimanfaatkan sebagai dasar dalam prinsip kebebasan media (Pakpahan ddk, 2020). Aspek tersebut dijabarkan menjadi 10 poin pertanyaan pada lembar validasi. Data hasil validasi yang telah diolah oleh peneliti menunjukkan bahwa Validator II dan III yang berasal dari guru pengampu mata pelajaran IPA memberikan skor 35 dari total skor maksimum 40, sehingga presentasi yang didapatkan adalah 87% dengan kategori “Sangat Layak”. Validator I atau ahli media memberikan skor 37 dari total skor maksimal 40 dengan kategori “Sangat Layak” (Arikunto, 2013).
Tabel 4.4 Komentar dan Saran Perbaikan dari Validator Media
Validator Komentar dan Saran
Ahli Media (Validator I)
1. Indikator nomor 1 dan 3 tidak bisa divalidasi karena validator hanya menggunakan 1 jenis handphone dan 1 versi android.
2. Penggunaan warna latar pada balon teks yang justru membuat teks sulit dibaca.
3. Judul pada cover harus lebih besar agar lebih mudah terbaca.
4. Font yang dipilih pada daftar isi, kata pengantar, petunjuk penggunaan media, tujuan pembelajaran dan kompetensi dasar sulit dibaca.
5. Balon teks sebaiknya polos atau berwarna solid agar lebih muda dibaca.
6. Periksa kembali ketepatan penulisan, pemilihan kata baku, ukuran huruf, typo pada beberapa kata, konsistensi penulisan.
7. Pemilihan warna ilustrasi selain warna ungu agar mudah dipilih jenis alelnya.
8. Menambahkan penjelasan arti F1
75
9. Gambar tabel dan tulisan handwriting sebaiknya diganti dengan font dan perlu adanya perbaikan pada warna tabel sehingga kontras dengan warna kancing Guru I
(Validator II)
10. Perlu ditambahkan contoh dalam kehidupan sehari-hari yang lebih konkret.
Guru II (Validator III)
11. Memberikan tambahan suara atau effect.
12. Aplikasi tersebut sudah bagus dan bervariatif sehingga siswa senang dan tidak jenuh. Aplikasi dapat diterapkan ke siswa.
Adapun komentar dan saran perbaikan yang diberikan oleh validator cukup bervariasi. Ahli media atau validator I memberikan komentar dan saran yang berfokus pada aspek tampilan media dan kelayakan bahasa. Komentar dan saran perbaikan pada tampilan media meliputi pewarnaan balon teks, gambar dan warna tabel serta pemilihan font, ukuran huruf, penggunaan handwriting dalam media. Sedangkan komentar mengenai kelayakan bahasa terdiri dari konsistensi penulisan, pemilihan kata, dan kesalahan penulisan atau typo. Pemilihan jenis font yang kurang tepat dan ukuran font yang kecil pada beberapa bagian komik sehingga tulisan sulit dibaca. Warna balon teks yang tidak kontras juga mengakibatkan tulisan sulit dibaca. Penggunaan handwriting kurang efektif karena beberapa huruf sulit dibedakan.
Validator II dan Validator III yang merupakan guru praktisi memberikan komentar yang cukup baik seperti aplikasi Komik Elektronik panduan praktikum pewarisan sifat sudah bagus dan kreatif sehingga siswa nantinya senang dan tidak jenuh. Saran yang berikan
oleh validator agar peneliti memberikan contoh materi dari kehidupan sehari-hari.
Kesimpulan umum yang diberikan oleh ahli media dan guru praktisi pada media yang dikembangkan oleh peneliti yaitu validator I dan validator II menyimpulkan media Komik Elektronik panduan praktikum pewarisan sifat layak untuk selanjutnya digunakan dalam pembelajaran di SMP dengan revisi sesuai saran. Validator III menyimpulkan media Komik Elektronik panduan praktikum pewarisan sifat layak untuk selanjutnya digunakan dalam pembelajaran di SMP.
2. Hasil Validasi Ahli Materi Pembelajaran
Selain divalidasi oleh ahli media, produk yang dikembangkan oleh peneliti yaitu Komik Elektronik panduan praktikum divalidasi oleh ahli materi yang merupakan dosen dari Universitas Sanata Dharma dan dua orang praktisi dari 2 SMP Swasta tempat peneliti melakukan analisis kebutuhan. Praktisi yang melakukan validasi materi sama dengan praktisi yang memvalidasi media sehingga validasi materi dilakukan pada tanggal yang sama dengan validasi media. Sedangkan, validasi oleh ahli materi dilakukan pada tanggal 14 Agustus 2022. Validasi materi dilakukan untuk menilai kelayakan isi materi yang dimuat dalam media. Hasil validasi media Komik Elektronik panduan praktikum pewarisan sifat dapat dilihat pada Tabel 4.5 sebagai berikut.
77
Tabel 4.5 Data Hasil Validasi Materi Pembelajaran
Indikator Penilaian Hasil Skor Yang Diperoleh Ahli Materi
(Validator IV)
Guru Praktisi I (Validator II)
Guru Praktisi II (Validator III) Kelayakan Isi Materi dalam
Komik Elektronik Panduan Praktikum Pewarisan Sifat
25 27 28
Kelayakan Bahasa Komik Elektronik Panduan Praktikum Pewarisan Sifat
11 10 11
Total Skor 36 37 39
Skor Max 44 44 44
Presentase (%) 81% 84% 88%
Kategori Kelayakan Sangat Layak Sangat Layak Sangat Layak
Rata-Rata Akhir Validasi (%) 84%
Kriteria Sangat Layak
Terdapat dua aspek yang dinilai pada kegiatan validasi materi yaitu kelayakan isi materi dalam media Komik Elektronik panduan praktikum pewarisan sifat dan kelayakan bahasa. Materi yang dimuat dalam media Komik Elektronik panduan praktikum berdasarkan kompetensi dasar 3.5 dan 4.5. Dua aspek ini kemudian dijabarkan menjadi 11 poin pernyataan.
Berdasarkan kedua aspek tersebut hasil validasi dari Validator IV yang merupakan ahli materi mendapatkan skor 36 dari dari 44 skor maksimal dengan persentase 81% pada kategori “Sangat Layak”. Namun, pada validasi materi oleh ahli materi terdapat skor yang cukup rendah yaitu 2 pada aspek isi materi komponen interpretasi pelaksanaan kegiatan praktikum dalam Komik Elektronik panduan praktikum pewarisan sifat.
Hasil validasi materi yang diberikan oleh validator II dan validator III selaku praktisi atau guru pengampu mata pelajaran IPA tergolong dalam kategori layak. Validator II memberikan skor 37 dari 44 skor maksimal dengan persentase 84% pada kategori “Sangat Layak”.
Validator III memberikan skor 39 dari total 44 skor maksimal dengan persentase 88% pada kategori “Sangat Layak”. Secara keseluruhan hasil rata-rata persentase skor yang didapatkan pada kegiatan validasi materi adalah 84% pada kategori “Sangat Layak berdasarkan kriteria kelayakan Arikunto (2013).
Tabel 4.6 Komentar dan Saran Perbaikan dari Validator Media
Validator Komentar dan Saran Ahli Materi
(Validator IV)
1. IPK 4.5.1 (dalam RPP) belum bisa di akomodasi.
2. Masih terdapat konsep yang kurang tepat.
3. Sumber belajar tidak ditemukan pada media.
4. Petunjuk praktikum dihybrid kurang sesuai.
5. Masih terdapat miskonsepsi.
6. Indikator pencapaian kompetensi dapat dilengkapi di media.
7. Tujuan pembelajaran disesuaikan dengan format ABCD
8. Dapat ditambahkan definisi atau penjelasan untuk istilah-istilah penting seputar materi Genetika dan Pewarisan Sifat.
9. RPP: IPK 3.5.3 dan 3.5.5 sama persis. Bisa dibedakan dengan jelas.
10. Daftar Pustaka yang digunakan dapat ditambahkan pada media. Dapat menggunakan acuan ilmiah di luar buku pegangan sekolah.
Terdapat miskonsepsi pada materi hukum mendel untuk: Gen Ungu = U; Gen Putih = u, dan U = Gen dominan; u = Gen resesif. Perlu diperjelas konsep Gen dan Alel, jangan dicampuradukkan karena bisa terjadi miskonsepsi. Ungu dan Putih adalah fenotip. Penjelasan kurang tepat untuk:
Gamet membawa setengah dari gen induk.
Seharusnya, Gamet membawa setengah dari jumlah kromosom. Istilah lain dari pemisahan adalah segregasi, bukan segresi.
11. Lebih baik diberikan penutup materi sebelum
79
beralih ke materi selanjutnya
12. Terdapat tulisan penjelasan materi pada komik yang tidak terbaca, dapat beresiko mengurangi pemahaman.
13. Persilangan monohibrid sebaiknya juga diawali dengan pembicaraan antara tokoh komik. Catatan untuk persilangan polidaktili: a) Polidaktili diwariskan secara autosomal, sehingga tidak berkaitan dengan jenis kelamin, b) orang anak dalam keturunan sebuah keluarga tidak selalu 2 laki-laki dan 1 perempuan, c) terdapat cara perhitungan tersendiri untuk keturunan laki-laki dan perempuan yang tidak bisa dicampuradukkan dengan pewarisan autosomal seperti polidaktili.
Silahkan membaca lebih banyak tentang polidaktili, kelainan tersebut tidak hanya disebabkan oleh 1 hal, melainkan banyak ragam sebabnya.
14. Persilangan dihibrid sebaiknya juga diawali pembicaraan antara tokoh untuk mengawali pembahasan materi. Praktikum persilangan dihybrid: jika hanya 1 kancing yang diambil dari tiap wadah, maka belum menghasilkan genotip, baru gamet saja, sehingga pertanyaan diskusi tidak bisa dijawab. Tabel praktikum dihibrid dan langkah kerja praktikum perlu diperbaiki . Praktisi I
(Validator II)
15. Perlu ditambahkan contoh dalam kehidupan sehari-hari yang lebih konkret.
Praktisi II (Validator III)
16. Aplikasi Komik Elektronik sudah bagus untuk diterapkan pada siswa, karena sangat bervariatif dan berwarna jadi tidak monoton atau membosankan. Mungkin seandainya ada suara juga lebih bagus lagi.
Komentar dan saran perbaikan yang diberikan oleh Validator II dan Validator III lebih berfokus pada komentar umum atau secara keseluruhan materi yang dimuat dalam media Komik Elektronik panduan praktikum pewarisan sifat. Saran yang diberikan berupa menambahkan materi yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dan penambahan audio atau suara di dalam materi agar menjadi lebih menarik.
Validator IV atau ahli materi memberikan komentar dan saran yang berfokus pada perbaikan isi materi pewarisan sifat yang terdapat dalam media Komik Elektronik panduan praktikum. Materi yang terdapat dalam media Komik Elektronik panduan praktikum masih kurang dan perlu ditambahkan. Beberapa materi yang dijelaskan oleh peneliti masih menyebabkan miskonsepsi sehingga perlu diperbaiki dan dipelajari lebih dalam lagi dari berbagai sumber. Saran yang diberikan oleh ahli materi adalah untuk mendalami materi pewarisan sifat, memberikan definisi pada istilah-istilah yang digunakan dalam pewarisan sifat, menambahkan cerita pengantar dan penutup pada setiap babak materi. Validator juga menyarankan peneliti untuk memperbaiki langkah kerja pada bagian praktikum yang masih menyebabkan miskonsepsi.
Kesimpulan umum yang diberikan oleh Validator II dan Validator IV adalah media Komik Elektronik panduan praktikum layak untuk selanjutnya digunakan dalam pembelajaran di SMP dengan revisi sesuai saran. Sedangkan Validator III menyimpulkan media Komik Elektronik panduan praktikum pewarisan sifat layak untuk selanjutnya digunakan dalam pembelajaran di SMP tanpa revisi.
Secara keseluruhan, hasil validasi media dan validasi materi menunjukkan persentase yang cukup tinggi yaitu 88% untuk media dan 84% untuk materi. Maka rata-rata akhir media Komik Elektronik panduan praktikum pewarisan sifat dari segi media dan materi berada pada angka presentasi 86% dengan kategori “Sangat Layak”.
81