BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1.2. Hasil Wawancara Dan Pengamatan Terhadap Informan
Nama : Drs. H. Basyarudin Daulay M.Kes
Jenis Kelamin : Laki-laki
Pekerjaan : Dosen
Informan pertama dalam penelitian ini bernama Drs. H. Basyarudin Daulay M.Kes.berusia 51 tahun dan bekerja sebagai dosen di Fakultas Ilmu Keolahragaan di Universitas Negeri Medan. Bapak Basyarudin telah menikah dan memiliki dua orang anak yang masing-masing sedang menyelesaikan studinya di perguruan tinggi.
Bapak Basyarudin sudah 13 tahun menggeluti hobi batu akik atau lebih tepatnya sudah sejak tahun 2002. Awal mula Bapak Basyarudin menggeluti batu akik adalah karena ikut-ikutan dengan temannya di lingkungan rumah.Seringkali pada saat berkumpul di lingkungannya teman-temannya bercerita mengenai serba-serbi batu akik yang mereka miliki.Pada saat itu menurutnya ada temannya yang menawarkan secara gratis cincin batu akik untuk dipakai oleh Bapak Basyarudin. Awalnya Bapak Basyarudin tidak mau untuk memakai batu akik tersebut, karena takut akan ikut-ikutan juga. Namun, karena melihat teman-temannya yang begitu semangat untuk menyuruhnya memakai batu akik tersebut akhirnya dirinya bersedia untuk memakainya.
Mulai dari saat itu dirinya mulai tertarik dengan batu akik tersebut.Bapak Basyarudin pun akhirnya mencari tahu berbagai informasi mengenai batu akik.Agar pada saat berkumpul dengan temannya bapak Basyarudin bisa mengikuti perbincangan tersebut.Menurut bapak Basyarudin dirinya begitu tertarik dengan bagaimana Tuhan menciptakan batu akik begitu indahnya.Batu akik menurutnya memiliki nilai khusus tersendiri dibanding batu mulia lainnya.
Hal ini disebabkan oleh bentuk, warna dan pola batu akik yang bila makin dalam kita gali maka keindahan batu akik tersebut menjadi tidak terbatas. Bila semakin lama menggosok batu tersebut juga akan semakin mempercantik warna batu tersebut. Lebih lanjut bapak Basyarudin mengatakan :
“ . . . ternyata batu akik itu diciptakan Tuhan dengan begitu indah yang keindahannya harus kita gali . . .”
Dari penuturan bapak Basyarudin dirinya memiliki koleksi batu akik yang sangat banyak, bahkan dirinya sendiri tidak tahu sudah berapa banyak batu akik yang dia miliki.
“ . . . kalau dihitung-hitung ya bisa ratusan lebih. Karena batu
yang saya punya itu bukan hanya saya beli tetapi banyak juga yang dikasih sama teman ataupun keluarga . . .”
Dari sekian banyak koleksi batu akik yang bapak Basyarudin ada satu jenis batu yang paling disukainya. yaitu batu Bacan Doko Super.Batu Bacan Doko adalah salah satu dari sekian banyak jenis yang memiliki nilai jual tinggi dan masuk dalam jenis batu akik termahal yang dijual dipasaran.Tempat asal penambangannya adalah, sesuai dengan namanya, berada di Desa Doko Maluku Utara, lebih tepat lagi berada di Halmahera, Kecamatan Bacan Barat yang masih dalam pulau Kasiruta.
Warna dominan dari Doko ini adalah hijau, ada yang warnanya hijau tua agak kehitaman dan ada pula yang hijau bening.Menurut bapak Basyarudin dikalangan pecinta batu akik banyak yang menyebut bahwa ini adalah „batu hidup‟. Ini karena kemampuan batu permata ini untuk melakukan metamorfosis layaknya tumbuhan, atau kalau para maniak Akik menyebutnya melakukan pengkristalan yang mana dari awalnya memiliki seat atau guratan di dalamnya, lambat laun akan berubah menjadi bening dan bersih.
Di samping itu, keunikan lain yang menurut bapak Basyarudin didapati dari batu bacan ini adalah karena ia mampu menyerap unsur logam yang melekat padanya, misalnya saja dibuat dalam bentuk batu cincin kemudian pengikat atau gagangnya dari emas, maka lama kelamaan akan terlihat seperti bintik emas di permukaannya karena kemampuan tadi, yaitu bisa menyerap unsur yang ada didekatnya. itulah sebabnya hingga kini, kualitas super dari batu mulia ini diburu dan berada di peringkat no. 1 dari semua jenis akik yang ada.
Batu Bacan Doko Super juga merupakan batu paling mahal yang pernah bapak Basyarudin beli yakni Rp.25.000.000 yang langsung dipesannya dari desa asal Bacan Doko Super tersebut lewat perantara temannya. Menurut bapak
Basyarudin bagi para pecinta batu akik harga bukan menjadi masalah selama kualitas dan keindahan batu benar-benar luarbiasa.Bahkan menurutnya harga puluhan juta masih dalam taraf wajar bagi pecinta batu akik sejati.
“. . . kalau harga itu tidak jadi masalah, karena kalau sudah suka
dengan batu akik yang kita lihat, sudah pasti uang cuma perkara kecil. Kalau untuk pecinta batu akik harga puluhan masih wajar, karena yang miliyaran pun banyak yang beli . . .”
Menurut bapak Basyarudin hal tersebut memang tidak logis bagi orang yang tidak mengetahui batu akik.Namun, sebenarnya selain menjadi hobi batu akik juga memiliki nilai investasi layaknya emas dipasaran.Misalnya saja batu-batu yang dibelinya Rp.21.000.000 bisa dijualnya dengan harga Rp.40.000.000.
“. . . ya karena sambil sebagai hobi, juga bisa menjadi income buat saya.Saya beli 21 juta bisa saya jual 40 juta . . . “
Dari sekian banyak batu yang berharga mahal milik bapak Basyarudin ada satu batu yang tidak akan pernah dijual oleh bapak Basyarudin. Batu tersebut adalah batu Kalimaya yang diberikan oleh isterinya ketika bapak Basyarudin berulangtahun.Menurutnya pada saat itu isterinya memberikan dirinya batu akik tersebut karena melihat bapak Basyarudin yang sangat menyukai cincin batu akik.Isterinya juga berpesan bahwa Bapak Basyarudin tidak boleh menjual hadiah tersebut walau apapun yang terjadi.
“ . . . iya kemarin pernah dikasih cincin sama ibu‟, cincinnya jenis Kalimaya. Dikasihnya pas waktu saya ulang tahun, jadinya berkesan lah liat cincinnya. Enggak akan saya jual itu . . .”
Secara khusus bapak Basyarudin memang tidak menyiapkan dana setiap bulan untuk membeli batu akik. Namun, menurutnya jika ada rezeki lebih setiap bulan maka akan disisikan untuk membeli batu akik. Harga yang mahal dan perawatan yang tidak sembarang tentu akan menambah biaya pengeluaran disetiap bulannya. Dalam kehidupan keluarga tentu hal tersebut akan menimbulkan masalah. Namun, hal tersebut tidak terjadi pada bapak Basyarudin. Menurut
Bapak Basyarudin hal itu terjadi karena mertua laki-lakinya juga merupakan pecinta batu akik. Bahkan jauh sebelum bapak Basyarudin menyukai batu akik. Hal ini lah yang membuat istri bapak Basyarudin mendukung hobi suaminya dalam menggeluti batu akik. Menurutnya ada juga jenis batu akik yang berkhasiat untuk memperlancar hubungan rumah tangga. Batu kecubung merupakan batu akik yang mampu memperbaiki permasalahan rumah tangga sehingga keluarga bisa selalu damai dan tenteram. Walaupun sebenarnya hal tersebut tidak bisa dipastikan secara empiris.
Didalam keluarganya sendiri mula-mulanya anak-anak dan isterinya sempat heran juga dengan hobinya tersebut. Dalam keluarga bapak Basyarudin juga heran melihat hobinya tersebut, karena adik-adik, kakak-kakak, dan ipar-iparnya tidak ada yang menggeluti hobi batu akik tersebut selain bapak Basyarudin. Namun, untuk bapak iparnya dirinya menjadi kesayangan karena sama-sama menggeluti hobi batu akik.
Dalam kegiatan sehari-harinya seperti saat bekerja bapak Basyarudin juga memakai batu akik. Bapak Basyarudin yang merupakan seorang dosen sering bercerita dengan teman-teman satu dosennya mengenai batu akik. Berawal dari rasa penasaran mereka hingga menanyakan berbagai pertanyaan seputar batu akik. Bahkan menurutnya banyak rekan kerjanya yang ikut menggeluti hobi batu akik seperti dirinya.
“ . . . mereka kepingin jadinya karena mereka sering melihat dan berdiskusi dengan saya, akhirnya mereka tertarik. Ada beberapa batu yang saya berikan dan ada juga yang saya jual ke mereka . . .”
Menurut beberapa teman yang melihatnya memakai batu akik banyak yang mengatakan bahwa bapak Basyarudin bertamba macho setelah memakai batu akik. Ditempat bapak Basyarudin juga banyak yang memakai cincin batu akik seperti dirinya. Namun, diantara semua teman-temannya dirinya merupakan pioneer ditempatnya bekerja dalam memakai batu akik.
Bapak Basyarudin menuturkan bahwa batu akik juga merupakan salah satu objek perbincangan yang sangat seru baik untuk kalangan pecinta batu akik, maupun bagi orang yang hanya ikut-ikutan ingin tahu. Hal tersebut terjadi karena hampir semua batu akik melekat berbagai cerita mulai dari asal-usul warna, manfaat kesehatan sampai cerita mistis yang membuatnya semakin sedap untuk menjadi bahan perbincangan.
Dalam setiap perbincangan dengan berbagai teman, tidak jarang bapak Basyarudin memberikan beberapa koleksi batu akiknya kepada teman-temannya untuk dipakai.Semua teman yang diberinya batu akik menjadi ikut menggandrungi batu akik setelahnya. Bahkan menurutnya ada beberapa teman yang menjadi lebih fanatik dibanding dirinya dalam mengoleksi batu akik.
Menurut bapak Basyarudin batu akik merupakan suatu kebutuhan yang wajib ada dan dipakai pada saat beraktifitas dirumah maupun diluar. Menurutnya kepercayaan dirinya akan berkurang jika tidak memakai batu akik ke tempatnya bekerja.
“ . . . ya dasarnya kebutuhan karena kalau gak ada yang dipakai di tangan seperti ada yang kurang, dan bikin pengen langsung pulang saja karena merasa tidak percaya diri . . .”
Bentuk yang bermacam-macam, ada yang kecil dan bahkan ada yang besar biasa dipakai oleh bapak Basyarudin. Namun, menurutnya tidak ada orang yang pernah mengejeknya karena memakai batu akik. Kesan kuno dan tradisional bagi orang yang memakai batu akik menurutnya lama-kelamaan hilang bersamaan dengan tren batu akik yang luar biasa akhir-akhir ini.
Pendapat orang lain di sekitar bapak Basyarudin juga mempengaruhinya dalam menggeluti batu akik. Semua orang disekitarnya mendukung hobinya tersebut, karena efek positifnya lebih banyak dibandingkan dengan efek negatifnya. Ketika memakai batu akik dalam beraktifitas sehari-hari bapak Basyarudin memakai minimal III (tiga) batu akik di jarinya. Setiap hari batu akik yang dipakai oleh bapak Basyarudin juga berbeda karena menurutnya akan menambah rasa kepercayaan yang lebih. Bahkan jika bapak basyarudin pergi
keluar kota dirinya sudah menyiapkan stok batu akik yang akan dia bawa selama ke luar kota.
“ . . . minimal tiga cincin batu akik, jadi kalau saya kerja ke luar kota saya hitung berapa hari disana, kalau tiga hari berarti minimal 9 batu akik haru saya bawa untuk persediaan . . .”
Menurut bapak Basyarudin pemakaian batu akik juga disesuaikannya dengan busana apa yang dipakainya. Hal tersebut menurutnya penting untuk dilakukan karena akan lebih menambah indah penampilannya. Jika dalam acara formal biasanya bapak Baysarudin akanmemakai batu akik yang mahal miliknya dan bentuknya juga agak lebih kecil. Bahkan menurutnya pengetahuan fashion seorang pengguna batu akik sangat penting untuk mengeluarkan keindahan maksimal batu akik yang dipakai.
“ . . . karena warnanya, gak mungkin lah saya pakai baju putih terus saya pakai batu akik yang terang juga. Biasa saya pakai batu akik yang lebih gelap. Ibaratnya pandai-pandai kita memadu padankan busana yang kita pakai dengan cincin yang cocok . . .”
Dengan melihat tren batu akik saat ini dirinya cukup senang karena lebih banyak lagi orang yang mengetahui mengenani batu akik seperti dirinya. Bapak Basyarudin bukan lah gelombang orang yang baru mengikuti trend batu akik akhir-akhir ini. Dirinya sudah lama menggeluti hobi batu akik tersebut dan sudah memiliki banyak pengetahuan tentang batu akik. Lamanya bapak Basyarudin menggeluti hobi batu akiknya tersebut sebenarnya juga membuat heran dirinya sendiri. Ada kepuasan yang melatar belakangi hobinya tersebut, dan dirinya juga merasa hobinya membawa pintu rezeki yang lebih banyak lagi.
“. . . ada kepuasan, dan jujur saja saya kadang-kadang merasa
heran karena rezekinya bertambah dan ada terus untuk hobi saya ini. Dari semua koleksi batu yang saya sukai hampir semua saya pakai.Terkadang kalau dihitung-hitung dengan kemampuan uang dari mana saya punya uang sebanyak itu untuk membeli semua batu koleksi saya ini . . . “
Berbagai macam cerita yang melatar belakangi batu akik menjadi pelengkap si batu akik tersebut. Bahkan cerita-cerita magis kerap kali mengiringinya. Namun, menurut bapak Basyarudin dirinya tidak mempercayai cerita-ceirta terseebut walaupun sering kali bagian mistis menjadi bagian cerita dirinya ketika berdiskusi soal batu akik dengan teman-temannya. Menurutnya percaya dengan hal tersebut merupakan perbuatan sirik dan menduakan Tuhan. Informan II
Nama : Anita S.pd
Usia : 45 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Pekerjaan : Guru SMP
Informan kedua dalam penelitian ini bernama Anita S.pd berusia 45 tahun dan pekerjaannya sebagai seorang Guru SMP. Ibu Nita merupakan isteri dari Bapak Basyarudin yang juga menjadi informan dalam penelitian ini. Pemilihan ibu Nita sebagai informan mengacu pada teknik Snowball yang menghendaki penambahan informan berdasarkan rujukan dari informan sebelumnya guna menambah kekayaan data.
Beda dengan suaminya yang sudah 13 tahun menggeluti hobi batu akik, ibu Nita baru menggeluti hobi batu akik sekitar II (dua) tahun belakangan ini. Awal mula ibu Nita menggeluti hobi batu akik ini adalah karena ikut-ikutan dengan temannya di lingkungan rumah seperti di dalam kelompok pengajian dan arisan keluarga. Seringkali pada saat berkumpul baik dalam suatu acara maupun hanya berbincang-bincang biasa teman-temannya selalu bercerita mengenai serba-serbi batu akik yang mereka miliki. Hampir sama dengan suaminya dimana pada awalnya ada temannya yang menawarkan secara gratis cincin batu akik untuk dipakai oleh ibu Nita. Awalnya Ibu Nita tidak mau untuk memakai batu akik tersebut, karena menurutnya pada saat itu orang yang memakai batu akik terkesan kuno dan ketinggalan jaman. Apalagi dirinya masih menganggap bahwa cincin emas lebih memiliki nilai keindahan yang lebih tinggi dibanding batu akik.
Namun, karena teman-temannya terus menerus memaksanya untuk memakai batu akik tersebut akhirnya dirinya bersedia untuk memakainya.
Menurut cerita ibu Nita pada saat dirinya pulang kerumah memakai cincin akik tersebut, suaminya melihat hal tersebut dan memuji ibu Nita karena terlihat cantik menggunakan batu akik tersebut. Karena mendengar pujian tersebut ibu Nita akhirnya mulai tertarik dengan batu akik tersebut. Ibu Nita yang mengetahui bahwa suaminya juga merupakan pecinta batu akik akhirnya mulai bertanya kepada suaminya mengenai batu akik apa yang cocok dipakai oleh perempuan. Bapak Basyarudin pun akhirnya mencari tahu berbagai informasi mengenai batu akik yang cocok dipakai oleh perempuan. Pada awalnya ibu Nita diberikan oleh temannya batu yang berwarna merah namun dirinya tidak tahu jenis batu apa itu.
Pada saat suaminya mencari batu akik yang cocok untuk dipakai ibu Nita akhirnya pilihan jatuh kepada cincin batu akik berjenis lavender yang memiliki warna teduh seperti bunga lavender. Menurut suaminya kala itu batu lavender tersebut cocok untuk ibu Nita karena warnanya yang cocok dengan perempuan. Pada saat itu suaminya memberikan cincin batu akik lavender yang dibentuk kecil dan juga menggunakan pengikat berwarna kuning keemasan.
Awalnya ibu Nita sangat terpukau dengan keindahan batu akik yang dibawa oleh suaminya tersebut. Warna lavender yang teduh dan juga pengikat yang berwarna keemasan menambah cantik batu akik tersebut. Karena penasaran ibu Nita pun menanyakan berapa harga batu akik tersebut, dan suami ibu Nita pun menjawab bahwa batu akik tersebut berharga Rp.1.500.000, dan sontak saja ibu Nita terkejut mengetahui harga batu akik tersebut.
Pada saat itu ibu Nita langsung memarahi suaminya karena membeli batu akik yang kelewat mahalnya. Kemudian suaminya pun menjelaskan bahwa harga cincin batu akik ini mahal karena pengikat yang dipakaikan ke cincin berasal dari emas, sehingga wajar jika harganya mahal. Ibu Nita pun akhirnya memaklumi harga yang dibayar oleh suaminya tersebut. Namun, ibu Nita sedikit heran dengan suaminya karena selama pernikahan mereka ibu Nita mengaku belum pernah diberi hadiah semahal ini. Ibu Nita lebih lanjut mengatakan bahwa :
“ . . . jarang-jarang suami saya memberi hadiah yang semahal itu. Malah waktu dia ngasih hadiah yang mahal, rupanya cincin batu akik. Memang gak masalah, cuman lucu aja saya melihatnya . . .”
Ibu Nita juga mengatakan bahwa suaminya memberitahu dirinya bahwa batu akik itu sangat istimewa, karena keindahannya tergantung ketelatenan si pemiliknya untuk memperindahnya. Hal ini disebabkan oleh bentuk, warna dan pola batu akik yang bila makin dalam kita gali maka keindahan batu akik tersebut menjadi tidak terbatas. Bila semakin lama menggosok batu tersebut juga akan semakin mempercantik warna batu tersebut. Ibu Nita pun akhirnya mulai tertarik dengan batu akik ini. Bahkan menurut ibu Nita dirinya tidak akan pernah menjual batu akik pertama pemberian suaminya tersebut walau berapapun harganya. Karena menurutnya batu tersebut merupakan pemberian yang istimewa dan juga berharga.
Dari penuturan ibu Nita, beliau menyebutkan bahwa dirinya menggemari batu akik selain karena keindahannya tetapi juga karena alasan lain, yakni agar lebih mendapat perhatian dari suaminya. Menurut ibu Nita suaminya sangat senang ketika melihat ibu Nita memakai dua atau tiga cincin batu akik yang berlainan warna. Bahkan jika ibu Nita membeli batu akik yang baru, hal itu pasti akan memancing perbincangan antara ibu Nita dengan suaminya. Lebih lanjut ibu Nita mengatakan bahwa :
“ . . . saya memang suka dengan batu akik ini, tapi poin
pentingnya itu saya menggemari batu akik karena suami saya juga suka dan menarik perhatian suami saya . . .”
Bahkan menurut ibu Nita tidak jarang suaminya memberikan pujian ketika melihat ibu Nita memakai cincin ataupun asesoris yang terbuat dari batu akik lainnya. Hal ini lah yang semakin membuat ibu Nita merasa memakai batu akik ada keuntungannya juga.
“ . . . suami saya sering muji saya waktu melihat saya make batu akik, banyak lah pujiannya. Itu makannya saya suka sekarang pake batu akik ini. Ibarat nya bisa menarik hati suami . . .”
Dari penuturan ibu Nita dirinya memiliki koleksi batu akik yang tidak terlalu banyak. Namun,selain cincin batu akik dirinya juga mengoleksi jenis aksesoris yang terbuat dari batu akik.
“ . . . saya punya koleksi cincin batu akik cuma 12 buah. Tetapi
saya bukan cuma mengoleksi cincin saja, tetapi kalung juga saya punya 5, bros saya punya 3, gelang saya punya 7 yang semuanya itu terbuat dari batu akik . . .”
Dari sekian banyak koleksi batu akik yang ibu Nita punya, ternyata ibu Nita juga memiliki batu akik favorit yang sama dengan suaminya yakni menyukai jenis batu Bacan Doko Super. Batu Bacan Doko adalah salah satu dari sekian banyak jenis yang memiliki nilai jual tinggi dan masuk dalam jenis batu akik termahal yang dijual dipasaran.
Warna dominan dari Doko ini adalah hijau, ada yang warnanya hijau tua agak kehitaman dan ada pula yang hijau bening. Menurut ibu Nita dikalangan pecinta batu akik banyak yang menyebut bahwa ini adalah „batu hidup‟. Ini karena kemampuan batu permata ini untuk melakukan metamorfosis layaknya tumbuhan, atau kalau para maniak Akik menyebutnya melakukan pengkristalan yang mana dari awalnya memiliki seat atau guratan di dalamnya, lambat laun akan berubah menjadi bening dan bersih.
Di samping itu, keunikan lain yang menurut Ibu Nita didapati dari batu bacan ini adalah karena ia mampu menyerap unsur logam yang melekat padanya, misalnya saja dibuat dalam bentuk batu cincin kemudian pengikat atau gagangnya dari emas, maka lama kelamaan akan terlihat seperti bintik emas di permukaannya karena kemampuan tadi, yaitu bisa menyerap unsur yang ada didekatnya. itulah sebabnya hingga kini, kualitas super dari batu mulia ini diburu dari semua jenis akik yang ada.
Batu Bacan Doko Super juga merupakan batu paling mahal yang pernah ibu Nita beli yakni Rp.5.000.000 yang dipesannya lewat perantara suaminya. Menurut ibu Nita bagi para pecinta batu akik yang lain harga bukan menjadi masalah selama kualitas dan keindahan batu benar-benar luarbiasa. Namun, bagi
dirinya ibu Nita berprinsip bahwa batu akik yang dia beli tidak lah boleh melebihi harga Rp.5.000.000 karena bila sudah melebihi harga tersebut hal itu sudah tidak bisa diterima oleh ibu Nita.
“. . . untuk orang yang suka sekali dengan batu akik harga itu tidak jadi masala. Tetapi, itu jadi masalah buat saya.Karena kalau saya bisa ngeluarin uang sebanyak puluhan juta cumin untuk beli batu akik ya bisa bangkrut keluarga saya. Suami saya juga saya kasi tau supaya jangan beli batu yang terlampau mahal, karena kan nilai jualnya hanya bertahan ketika tren seperti sekarang ini. Kalau sudah tidak tren lagi kan harganya bisa jatuh . . .”
Menurut ibu Nita jika dikelola dengaan baik batu akik memang dapat membawa keuntungan bagi pemiliknya. Karena bila pemiliknya pandai dalam mengelola koleksi batu akiknya hal itu bisa menjadi sumber pemasukan bagi