Pertumbuhan serta perkembangan industri dan teknologi barang dan jasa menimbulkan dampak positif, antara lain, dapat disebutkan tersediannya kebutuhan dalam jumlah yang mencukupi, mutu yang lebih baik, dan adanya alternatif pilihan bagi konsumen dalam pemenuhan kebutuhannya, namun di lain sisi hal tersebut pula menimbulkan dampak negatif, yaitu dampak penggunaan yang salah serta di pengaruhi oleh prilaku bisnis yang timbul karena semakin ketatnya persaingan yang mempengaruhi masyarakat selaku konsumen. Berkaitan mengenai hal-hal di atas maka konsumen perlu dilindungi secara hukum dari kemungkinan kerugian yang dialaminya dikarenakan praktik bisnis curang atau menjalan uasaha tanpa itikad baik dalam mengamalkan aturan perundang-undangan,
37
Wawancara dengan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Salatiga Kusumo Aji. S.H, Tanggal 25 Agustus 2017, Jam 15:00 WIB.
mengesampingkan nilai agama dan kebudayaan, tidak menjamin kepuasan, mutu dan keamanan serta keselamatan para konsumen hanya untuk meraup keuntungan yang besar.
Dalam penulisan skripsi ini, dimana penulis membahas menganai terjaminnya asas keamanan dan keselamatan konsumen yang tertuang dalam Undang-undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan konsumen oleh pelaku usaha. Untuk menemukan indikasi terhadap itikad tidak baik pelaku usaha dalam menjalankan usaha layanan jasa karaoke keluarga Penulis melakukan penelitian ke beberapa tempat jasa karaoke keluarga. Dalam penelitian yang dilakukan penulis melakukan wawancara dengan pimpinan atau pemangku jabatan dalam hal menjalankan usaha yang di berikan oleh pelaku usaha atau pemilik usaha layanan jasa karaoke keluarga di kota Salatiga. Adapun Tempat layanan jasa karaoke keluarga yang menjadi obyek penelitian oleh penulis yaitu :
New ZenSho narasumber atas nama Budi Purwanto.38
Queen Narasumber atas nama Fajar Yanto.39
Inul Vizta Narasumber atas nama Kresna Pradipta.40
Wawancara yang dilakukan penulis berupa pertanyaan dan di tuangkan pada tabel sebagai berikut :
Tabel 2.2.4
38 Wawancara dengan Pimpinan jasa Karaoke Keluarga New Zensho, Budi Purwanto. Tanggal 23 Agustus 2017, Jam 21:00 WIB.
39 Wawancara dengan Pimpinan jasa Karaoke Keluarga Queen, Fajar yanto. Tanggal 23 Agustus 2017, Jam 19:00 WIB.
40 Wawancara dengan Pimpinan jasa Karaoke Keluarga Inul Vizta, Kresna Pradipta. Tanggal 24 Agustus 2017, Jam 20:00 WIB.
Wawancara Terhadap Pelaku Usaha Dalam Menjalankan Usaha Layanan Jasa Hiburan Karaoke Keluarga
N o
Pertanyaan
Jawaban
ZENSHO QUEEN INUL VIZTA
1 Bentuk perizinan Mengantongi izin berbentu TDUP, sesuai dengan ketentuan izin penyelenggaraan usaha pariwisata. Dengan TDUP No.503.7.6/02/206/2 016 Mengantongi izin berbentu TDUP, sesuai dengan ketentuan izin penyelenggaraan usaha pariwisata. Dengan TDUP No. 503.7.7/01/206/2014 Mengantongi izin berbentu TDUP, sesuai dengan ketentuan izin penyelenggaraan usaha pariwisata. Namun dalam wawancara narasumber tidak menunjukan TDUP yang dimiliki. 2 Izin terhadap penjualan minuman beralkohol Pelaku usaha memperjual belikan minuman beralkohol golongan A, Namun tidak mengantongi izin. Pelaku usaha memperjual belikan minuman beralkohol golongan A, Namun tidak mengantongi izin. Pelaku usaha memperjual belikan minuman beralkohol golongan A, Namun tidak mengantongi izin.
3 Bentuk
Pemenuhan Asas Keamanan dan keselamatan
Tidak ada tersedia pihak keamanan dalam beroperasinya layanan jasa karaoke keluarga. Keamanan diawasi oleh pekerja yang ada di tempat layanan jasa karaoke keluarga. adanya fasilitas keamanan kamera CCTV. Terdapat himbauan untuk tidak membawa makanan dari luar, minuman beralkohol, senjata tajam dan atau senjata api. Adanya himbauan tersebut hanya menjadi formalitas suatu aturan namun tidak ada tindakan, pelaku usaha tetap
membperbolehkan
Tidak ada tersedia pihak keamanan dalam beroperasinya layanan jasa
karaoke keluarga. Keamanan diawasi oleh pekerja yang ada di tempat
layanan jasa karaoke keluarga. adanya fasilitas keamanan kamera CCTV namun tidak berfungsi sebagian. Terdapat himbauan untuk tidak membawa makanan dari luar, minuman beralkohol, senjata tajam dan atau senjata api. Adanya himbauan tersebut hanya menjadi formalitas suatu aturan namun tidak
Adanya pihak keamanan dalam beroperasinya layanan jasa karaoke keluarga pada malam hari saja. adanya fasilitas keamanan kamera CCTV. Terdapat himbauan untuk tidak membawa makanan dari luar, minuman beralkohol, senjata tajam dan atau senjata api. Adanya himbauan tersebut hanya menjadi formalitas suatu aturan namun tidak ada
membawa minuman beralkohol dari luar. Tidak ada
pengecekan tamu terhadap barang bawaan.
ada tindakan, pelaku usaha tetap
membperbolehkan membawa minuman beralkohol dari luar. Tidak ada pengecekan tamu terhadap barang bawaan. tindakan, pelaku usaha tetap membperbolehka n membawa minuman beralkohol dari luar. Tidak ada pengecekan tamu terhadap barang bawaan. 4 Tanggung jawab pelaku usaha terhadap kerugian yang di derita konsumen.
Dalam layanan jasa hiburan karaoke keluarga, Pelaku usaha tidak memiliki kebijakan atau menjamin terhadap adanya ganti rugi, atau asuransi, dan atau santunan terhadap kerugian yang di derita konsumen.
Dalam layanan jasa hiburan karaoke keluarga, Pelaku usaha tidak memiliki kebijakan atau menjamin terhadap adanya ganti rugi, atau asuransi, dan atau santunan terhadap kerugian yang di derita konsumen. Dalam layanan jasa hiburan karaoke keluarga, Pelaku usaha beritikad baik dalam menjamin adanya tanggung jawab atas kerugian baik asuransi, dan atau santunan
terhadap kerugian yang di derita konsumen. 5 Pengawasan dari Dalam pengawasan, Dalam pengawasan, Dalam
Hasil wawancara yang dilakukan oleh penulis, Perihal perizinan penyelenggaraan layanan jasa karaoke keluarga kota Salatiga, pelaku usaha harus memiliki izin berbentuk Tanda Daftar Usaha Pariwisata yang disahkan oleh Walikota Salatiga. Tiga tempat layanan karaoke keluarga telah memiliki izin beroperasi. Hal tersebut dapat dikatakan pelaku usaha memiliki itikad baik dalam mendaftarkan usahanya dan telah mengantongi izin oleh pemerintah Kota Salatiga. Namun mengenai penjualan minuman keras, dari keterangan masing-masing pelaku usaha menyatakan bahwa mereka menyediakan minuman beralkohol golongan (A) di maksud minuman yang mengandung alkohol paling tinggi sebesar 5% kandungan alkohol, dari keterangan tersebut para pelaku usaha mengaku bahwa terhadap
41 Wawancara dengan Pimpinan jasa Karaoke Keluarga New Zensho, Budi Purwanto. Tanggal 23 Agustus 2017, Jam 21:00 WIB.
42 Wawancara dengan Pimpinan jasa Karaoke Keluarga Queen, Fajar yanto. Tanggal 23 Agustus 2017, Jam 19:00 WIB.
43 Wawancara dengan Pimpinan jasa Karaoke Keluarga Inul Vizta, Kresna Pradipta. Tanggal 24 Agustus 2017, Jam 20:00 WIB. dinas terkait terselenggaranya usaha layanan jasa karaoke keluarga. pihak Satpol PP sering melakukan operasi rutin dalam hal pengecekan jam operasional,
minuman keras, dan melakukan
pembinaan, penyuluhan.41
pihak Satpol PP sering melakukan operasi rutin dalam hal pengecekan jam operasional,
minuman keras, dan melakukan pembinaan, penyuluhan.42 pengawasan, pihak Satpol PP sering melakukan operasi rutin dalam hal pengecekan jam operasional, minuman keras, dan melakukan pembinaan, dan penyuluhan.43
perizinan penjualan minuman beralkohol tersebut mereka tidak memiliki atau tidak mengantongi izin.
Terhadap jaminan asas keamanan dan keselamatan konsumen yang menjadi kewajiban pelaku usaha, masing-masing tempat layanan jasa karaoke keluarga tersebut memiliki fasilitas keamanan dengan bentuk kamera pemantau CCTV dimana berguna untuk memonitor atau mengawasi gerakan-gerakan kosumen dalam menjamin keamanan dan keselamatan, Namun terhadap pihak keamanan dalam hal ini Security untuk melindungi konsumen langsung jika ada terjadi keributan atau mencegah situasi yang membahayakan konsumen, masing-masing tidak menyediakan layanan keamanan tersebut, kecuali tempat karaoke keluarga Inul Vizta yang khusus di sediakan pada malam hari.
Dalam peraturan daerah kota Salatiga No.1 tahun 2015 tentang penyelenggaran usaha pariwisata pasal 26 ayat 2 huruf l yang mengatur mengenai “memberi jaminan perlindungan berupa asuransi kecelakaan kepada setiap pengunjung/tamu/ pemakai/penyewa Usaha Pariwisata”.44 Hal tersebut berkaitan dengan asas keamanan dan keselamatan konsumen dimana pelaku usaha memiliki kewajiban untuk beritikad baik dalam hal tanggung jawab terhadap kerugian yang di derita oleh konsumen, Masing-masing pelaku usaha memberikan keterangan mengenai adanya jaminan berupa asuransi dalam perlindungan terhadap konsumennya, begitupun mengenai santunan, atau menggati separuh dari kerugian materiil. Hal tersebut menjelaskan bahwa tidak ada nya itikad baik pelaku usaha terhadap menjamin perlindungan konsumen pengguna layanan jasa karaoke keluarga.
Berkaitan dengan operasi rutin yang dilakukan oleh dinas Satpol PP berkordinasi dengan DISBUDPAR Kota Salatiga, masing-masing pelaku usaha secara tegas mentakan dan mengetahui bahwa pemerintah melakukan pengawasan dengan melakukan operasi rutin
44
peraturan daerah kota salatiga No.1 tahun 2015 tentang penyelenggaran usaha pariwisata pasal 26 ayat 2 huruf l
terhadap jam oprasional, dan pemantauan keamanan lingkungan yang harus di ciptakan oleh pelaku usaha.
Dari jawaban wawancara tersebut dapat dilihat praktek yang dapat dikatakan melenceng dari ketentuang undang-undang, dan pelaku usaha beritikad buruk dalam mengamalkan suatu peraturan. Dan terdapat indikasi lepasnya pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah daerah terhadap tidak terjaminnya asas keamanan dan keselamatan konsumen oleh pelaku usaha.