PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN
A. Gambaran Umum MTs Al Manar Bener Tengaran 1. Sejarah Berdirinya MTs Al Manar Bener Tengaran 1.Sejarah Berdirinya MTs Al Manar Bener Tengaran
2. Hasil Wawancara di MTS Al Manar Bener Tengaran
Berdasarkan hasil penelitian di MTs Al Manar Bener Tengaran Kabupaten Semarang, dapat dikemukakan beberapa hasil penelitian sebagai berikut:
a. Implementasi pembelajaran tajwid dan keterampilan membaca
dalam materi Al Qur‟an hadits pada siswa kelas VII di MTs Al Manar Bener Tengaran.
M selaku Kepala Sekolah, menyampaikan terkait dengan perencanaan implementasi pembelajaran tajwid dan ketrampilan
54
membaca Al Qur‟an dalam materi Al Qur‟an hadits sebagai
berikut:
“Dalam perencanaan pembelajaran tajwdi guru membuat
Rpp terlebih dahulu” (wawancara, M. 12/09/2017).
Begitu juga dengan AM selaku guru pengampu mata
pelajaran Al Qur‟an hadits, mengatakan terkait dengan
implementasi pembelajaran tajwid dan ketrampilan membaca Al
Qur‟an dalam materi Al Qur‟an hadits pada siswa kelas VII.
“Sebelum pembelajaran di kelas dimulai terlebih dahulu
saya membuat strategi mengajar yang sesuai dengan
karakter peserta didik MTs Al Manar”(wawancara, AM.
12/09/2017).
Hal sama dituturkan wakil sekolah bidang kurikulum, terkait dengan implementasi pembelajaran tajwid dan ketrampilan
membaca Al Qur‟andalam materi Al Qur‟an hadits pada siswa
kelas VII.
“Guru terlebih dahulu menyiapkan rpp sebelum pembelajaran dilakukan di dalam kelas”(wawancara, K.
12/19/2017).
Selaku siswa, DPH, AKR, ARAN kelas VIImemberikan pernyataan mengenai perencanaan proses implementasi
pembelajaran tajwid dan ketrampilan membaca Al Qur‟an dalam materi Al Qur‟an hadits.
“Melakukannya dengan cara pelan-pelanyang penting terlaksana dan jelas juga mengikuti kaidah-kaidah
55
Selanjutnya penulis juga menanyakan kepada M, bagaimana pelaksanaan proses proses implementasi pembelajaran
tajwid dan ketrampilan membaca Al Qur‟an dalam materi Al Qur‟an hadits.
“Pelaksanaan proses pembelajaran disampaikan dengan model-model pembelajaran tertentu”(wawancara, M.
12/09/2017).
Sama halnya dengan AM mengenai bagaimana pelaksanaan proses proses implementasi pembelajaran tajwid dan ketrampilan
membaca Al Qur‟an dalam materi Al Qur‟an hadits.
“Anak diberi potongan ayat/surat dalam Al Qur‟an
kemudian diminta untuk mencari dan menunjukkan
bacaan qalqalah”(wawancara, AM.12/09/2017).
Hal yang sama disamapaikan oleh K wakil sekolah bidang kurikulum mengenai pelaksanaan proses proses implementasi
pembelajaran tajwid dan ketrampilan membaca Al Qur‟an dalam materi Al Qur‟an hadits.
“Seorang guru memberikan pengertian kepada siswa
ketika pembelajaran, setelah di berikan pengertian siswa-siswi di suruh membaca satu persatu dengan tujuan mengetahui siswa-siswi sudah benar-benar faham(wawancara, K. 12/09.2017).
AKR,ARAN, dan DPH juga menuturkan mengenai pelaksanaan proses proses implementasi pembelajaran tajwid dan
ketrampilan membaca Al Qur‟an dalam materi Al Qur‟an hadits. “Cukup mnyenangkan, mengikuti panjang dan pendeknya dan sesuai dengan kaidah
56
Untuk mengetahui kemampuan siswa dalam proses pembelajaran, penulis menanyakan kepada M mengenai evaluasi yang digunakan dalam pencapaian prencanaan dalam proses implementasi pembelajaran tajwid dan ketrampilan membaca Al
Qur‟an dalam materi Al Qur‟an hadits.
“Evaluasi dengan tertulis, lisan, dan
penugasan”(wawancara, M. 12/09/2017).
Untuk lebih jelasnya AM menuturkan mengenai evaluasi yang digunakan dalam pencapaian prencanaan dalam proses implementasi pembelajaran tajwid dan ketrampilan membaca Al
Qur‟an dalam materi Al Qur‟an hadits.
“Peserta didik diminta untuk mencari 10 bacaan qalqalah dalam Al Qur‟an”(wawancara, AM.12/09/2017).
K sebagai wakil sekolah bidang kurikulum juga menuturkan mengenai evaluasi yang digunakan dalam pencapaian prencanaan dalam proses implementasi pembelajaran tajwid dan
ketrampilan membaca Al Qur‟an dalam materi Al Qur‟an hadits. “Siswa dan siswi disuruh maju dan disuruh membaca dengan benar, ketika ada yang kurang maka ada penambahan materi lagi supaya anak-anak
faham”(wawancara, K.12/09/2017).
Selanjutnya M menuturkan mengenai perubahan setelah evaluasi dilakukan.
“Siswa lebih menguasai tentang ilmu
57
AM sebagai guru mata pelajaran juga menuturkan mengenai perubahan setelah evaluasi dilakukan.
“Guru menjadi tahu tujuan pembelajaran tercapai atau
belum tercapai bagi masing-masing peserta
didik”(wawancara, AM.12/09.2017).
Hal senada juga dituturkan oleh K selaku wakil sekolah bidang kurikulum mengenai perubahan setelah evaluasi dilakukan.
“Anak-anak semakin bagus cara membacanya dan faham
ilmu tajwidnya”(wawancara, K.12/09/2017).
Sebagai siswa Kelas VII AKR,ARAN, dan DPH juag menuturkan mengenai perubahan setelah evaluasi dilakukan.
“Lebih mengerti, faham dan berubah dalam membaca Al Qur‟an”(wawancara, AKR,ARAN,DPH.12/09/2017).
Penulis juga menanyakan kepada M, tentang respon peserta didik dalam proses pembelajaran tajwid dan ketrampilan membaca
Al Qur‟an pada anak kelas VII di MTs Al Manar. “Senang”(wawancara, M.12/09/2017).
Senada dengan AM, bagaimana respon peserta didik dalam
proses pembelajaran tajwid dan ketrampilan membaca Al Qur‟an
pada anak kelas VII di MTs Al Manar.
“Antusias dan faham”(wawancara, AM.12/09/2017).
Hal senada juga dituturkan K, bagaimana respon peserta didik dalam proses pembelajaran tajwid dan ketrampilan membaca
58
“Anak-anak merasa senang ketika bisa membaca pedoman hidup dalam Agama islam dengan baik dan
benar”(wawancara, K.12/09/2017).
b. Faktor Pendukung dan penghambat dalam proses Implementasi
Pembelajaran Tajwid dan Keterampilan membaca Al Qur‟an dalam materi Al Qur‟an Hadits siswa kelas VII di MTs Al Manar Bener Tengaran.
Selanjutnya penulis menanyakan kepada M tentang faktor pendukung dan faktor hambatan proses Implementasi
Pembelajaran Tajwid dan Keterampilan membaca Al Qur‟an dalam materi Al Qur‟an Hadits.
“faktor penghambat ada sebagian anak yang belum
lancar membaca Al Qur‟an sehingga agak sulit menerima
materi inisedangkah faktor pendukung model pembelajaran, metode pembelajaran dan media
pembelajaran” (wawancara, M. 12/09/2017).
Hal senada diturutkan AM tentang faktor pendukung dan faktor hambatan proses Implementasi Pembelajaran Tajwid dan
Keterampilan membaca Al Qur‟an dalam materi Al Qur‟an Hadits “faktor penghambat Ada beberapa siswa yang kurang
fokus,sedangkan faktor pendukung materi qalqalah
sudah diajarkan dipesantren”(wawancara,
AM.12/09/2017).
Pernyataan sama dengan K mengenai faktor pendukung dan hambatan proses Implementasi Pembelajaran Tajwid dan
Keterampilan membaca Al Qur‟an dalam materi Al Qur‟an Hadits. “faktor penghambat susah penyatuannya khususnya yang
59
kesungguhan dalam belajar, sedangkan faktor pendukung siswa-siswa berlatar belakang santri karena hidupnya di yayan atau di asrama pondok pesantren, maka sudah menjadi nilai positif dengan mempunyai bekal dari
pondok pesantren” (wawancara, K.12/09/2017).
c. Solusi faktor penghambat proses implementasi Pembelajaran
Tajwid dan Keterampilan membaca Al Qur‟an dalam materi Al Qur‟an Hadits.
Penulis menanyakan tentang solusi faktor penghambat dalam proses implementasi Pembelajaran Tajwid dan Keterampilan
membaca Al Qur‟an dalam materi Al Qur‟an Hadits.
“Pembinaan khusus bagi anak yang belum menguasai”(wawancara, M.12/09/2017).
Senada dengan AM,tentang solusi faktor penghambat dalam proses implementasi Pembelajaran Tajwid dan Keterampilan
membaca Al Qur‟an dalam materi Al Qur‟an Hadits.
“Di adakan pendekatan secara personal kepada peserta
didik yang belum mencapai tujuan pembalajaran atau
KKM, di buat kelompok belajar dengan metode “tutor sebaya” sehingga peserta didik yang sudah faham
membantu peserta didik yang kurang
60 BAB IV
PEMBAHASAN