i
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN TAJWID
DAN KETERAMPILAN MEMBACA AL-
QUR’AN
DALAM MATERI AL-
QUR’AN HADITS PADA SISWA
KELAS VII DI MTS AL MANAR BENER TENGARAN
TAHUN AJARAN 2016/2017
SKRIPSI
Diajukan untuk Memperoleh Gelar
Sarjana Pendidikan, S. Pd.
Oleh
DEA PRASMANITA RAHMANI
11113065
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
iii
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN TAJWID
DAN KETERAMPILAN MEMBACA AL-
QUR’AN
DALAM MATERI AL-
QUR’AN HADITS PADA S
ISWA
KELAS VII DI MTs AL MANAR BENER TENGARAN
TAHUN AJARAN 2016/2017
SKRIPSI
Diajukan untuk Memperoleh Gelar
SarjanaPendidikan, S. Pd.
Oleh
DEA PRASMANITA RAHMANI
11113065
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
viii MOTTO
“BELAJARLAH KARENA SESUNGGUHNYA ILMU
ADALAH PERHIASAN BAGI PEMILIKNYA,,,,,DIALAH
ILMU YANG MEMBIMBING KE JALAN
KEBENARAN,,,DIALAH BENTENG PELINDUNG DARI
SEGALA KESENGSARAAN”
(Muhammad bin Al Hasan bin Abdullah )
“SIAPA
YANG MENGINGINKAN DUNIA MAKA
HENDAKLAH IA MEMILIKI ILMU DAN BARANG
SIAPA YANG MENGINGINKAN AKHIRAT MAKA
HENDAKLAH IA MEMILIKI ILMU DAN BARANG
SIAPA YANG MENGINGINKAN KEDUANYA MAKA
MEMILIKI ILMU”
ix
PERSEMBAHAN
Skripsi ini penulis persembahkan kepada :
1. Kedua orang tuaku tersayang Bapak Sungkono & Ibu Partini yang telah membesarkanku dengan penuh kasih sayang dan kesabaran serta menjadi motivasi dalam setiap langkahku dan adikku tercinta yang senantiasa selalu ada buat aku.
2. Semua saudara-saudaraku yang selalu memberikan motivasi dan semangat untuk terus melangkah kedepan demi masa depanku.
3. Kepada keluarga besar Yayasan SMP IT Izzatul Islam yang telah memberikan
semangat dan motivasi beserta do‟annya.
4. Kepada anak-anak didikku di TPQ Al Huda terimakasih atas semangat dan
do‟anya.
5. Kepada Habibatiku yang jauh disana terimakasih walaupun terhalang jarak tetapi selalu memberikan memotivasi dan semangat kepada penulis.
6. Kepada sahabat-sahabatku Nur Khasanah, Restu, Asep yang berjuang bersama-sama dari sesmester awal bersama-samapai diakhir penantiaan ini terimaksih motivasinya sukses untuk kita semua.
7. Kepada teman-temanku Organisasi IPNU-IPPNU Kecamatan Getasan dan PIK R Kecamatan Getasan, yang selaluadabuataku, you all the best for me;
x
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikumWr. Wb
Alhamdulillairabbil’alaminpuji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT
atas limpahan rahmat, taufik, hidayah, serta inayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik dan lancar.
Shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada uswah khasanah kita Nabi Muhammad SAW yang kita nantikan syafaatnya di yaumul Akhir Aamiin.
Dengan penuh rasa syukur penulis panjatkan, akhirnya penulis dapat
menyelesaikan skripsi dengan judul”“IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN TAJWID
DAN KETERAMPILAN MEMBACA Al-QUR‟AN HADITS PADA SISWA KELAS VII DI MTs AL-MANAR BENER TENGARAN TAHUN AJARAN 2016/2017” skripsi ini disusun guna memenuhi syarat untuk memperoleh gelar sarjana program studiPendidikan Guru Pendidikan Agama islam (PAI) pada Istitut Agama islam Negeri (IAIN) Salatiga.
Dalam menyusun skripsi ini penulis telah menerima bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada:
1. Bapak Dr. Rahmat Hariyadi, M, Pd., selaku Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga.
2. Bapak Suwardi, M. Pd. Selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga.
xi
4. Bapak Imam Mas Arum, M.Pd. selaku dosen pembimbing yang telah mengarahkan membimbing dan meluangkan waktunya dalam penulisan skripsi.
5. Bapak Dr. Miftahuddin, M.Ag. Selaku dosen pembimbing akademik (PA). 6. Segenap dosen pengajar di lingkungan IAIN Salatiga, yang telah membekali
pengetahuan sehingga penulis mampu menyelesaikan penulisan skripsi ini. 7. Kepada kedua orang tua penulis Bapak Sungkono dan Ibu Partini serta adikku
terimakasih atas segala motivasi, dukungan, dan do‟a restu kepada penulis, sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.
8. Semua saudara-saudaraku yang selalu memberikan motivasi dan semangat untuk terus melangkah kedepan demi masa depanku.
9. Kepada keluarga besar Yayasan SMP IT Izzatul Islam yang telah memberikan
semangat dan motivasi beserta do‟annya.
10.Sahabat-sahabat penulis yang selalu memberikan semangat dan motivasi kepada penulis sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.
11.Teman-teman satu angkatan tahun 2013 yang telah memberikan semangat belajar dan motivasi.
12.Semua pihak yang telah membantu penulis yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu.
xii
Penulis yakin bahwa dalam penulisan dan penyusunan skripsi ini masih sangat jauh dari sempurna. untuk itu saran dan kritik dari semua pihak sangat penulis harapkan. Akhirnya, semogaskripsiinibermanfaatbagipembacasemua, aamin.
Wassalamu’alaikumWr. Wb
Salatiga, 12 September 2017 Penulis
xiii ABSTRAK
Prasmanita Rahmani, Dea 2017. IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN TAJWID DAN KETERAMPILAN MEMBACA AL-QUR‟AN DALAM MATERI AL
-QUR‟AN PADA SISWA KELAS VII DI MTs AL-MANAR BENER
TENGARAN TAHUN AJARAN 2016/2017.Jurusan Pendidikan Agama Islam. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan.Institut Agama Islam Negeri Salatiga. Pembimbing Imam Mas Arum, M.Pd.
Kata Kunci:Pembelajaran Tajwid dan Keterampilan Membaca Al Qur’an.
Penelitian ini merupakan upaya untuk mengimplementasikan pembelajaran
tajwid dan keterampilan membaca Al Qur‟an dalam materi Al Qur‟an pada siswa kelas
VII di MTs Al Manar Bener Tengaran. Dalam suatu pembelajaran kegiatan belajar mengajar tidak cukup hanya bertujuan menstranfer ilmu dan berceramah saja. Sebagai seorang guru harus mempunyai skill dan metode-metode pembelajaran yang menyenangkan sehingga pembelajaran bisa tercapai dengan efektiv dan efisien.
Pertanyaan utama yang ingin dijawab melalui penelitian ini adalah (1)
Bagaimana implementasi pembelajaran tajwid dan keterampilan membaca Al Qur‟an dalam pembelajaran Al Qur‟an Hadis siswa kelas VII di MTs Al Manar Bener Tengaran Tahun Ajaran 2016/2017?, dan (2) Apa Hambatan dan Solusi dalam
implementasi pembelajaran tajwid dan keterampilan membaca Al Qur‟an dalam pembelajaran Al Qur‟an Hadis siswa kelas VII di MTs Al Manar Bener Tengaran Tahun Ajaran 2016/2017?. Untuk menjawab pertanyaan tersebut maka penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan berbagi tahap dalam penelitiannya.
Berdasarkan kajian pustaka dan hasil penelitian di lapangan, maka penelitian dapat menyimpulkan bahwa hasil penelitian tentang implementasi pembelajaran tajwid
dan keterampilan membaca Al Qur‟an dalam pembelajaran Al Qur‟an Hadis siswa
kelas VII di MTs Al Manar Bener Tengaran Tahun Ajaran 2016/2017 dalam perencanaan,pelaksanaan,evaluasi serta hambatan dan solusi dalam proses pembelajaran sesuai dengan materi yang diajarakan yaitu ilmu tajwid serta
keterampilan dalam membaca al qur‟an. Hal ini dapat dilihat dari: 1) perencanaan
yang dibuat dalam bentuk Rpp, Pelaksanaan roses pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa, Evaluasi yang dilakukan guru kepada siswa dengan melihat hasil penilaian, 2) Faktor penghambat dan solusi yang telah dilakukan adanya pendekatan secara personal serta dibuat kelompok belajar
xiv DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL ... i
HALAMAN BERLOGO ... ii
HALAMAN JUDUL ... iii
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iv
PENGESAHAN KELULUSAN ... vi
PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN ... vii
MOTTO ... viii
PERSEMBAHAN ... .ix
KATA PENGANTAR ... xii
ABSTRAK ... xiii
D. Manfaat Penelitian ... .6
E. Penegasan Istilah ... .7
F. Metode Penelitian... .8
1. Pendekatan dan Jenis Penelitian... . 9
2. Kehadiran Penelitian...9
3. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 10
xv
G. Metode Pengumpulan Data ... 10
1. Observasi...10
2. Wawancara...11
3. Dokumentasi...12
H. Analisis Data... 12
I. Sistematika Gambaran Penulisan...14
BAB II : KAJIAN PUSTAKA A. Deskripsi Pustaka ... .16
1. Pengertian Pembelajaran Tajwid, Macam-macam Tajwid, Hukum Mempelajarai Ilmu Tajwid dan Tujuan Pembelajaran Tajwid...16
a. Pengertian Tajwid ... .16
b. Macam-macam Tajwid... .20
c. Hukum Mempelajari Ilmu Tajwid ... .31
d. Tujuan Pembelajaran Tajwid ... .31
2. Keterampilan Membaca Al-Qur‟an...32
a. Keterampilan...32
b. Membaca...33
c. Al-Qur‟an...34
3. Al-Qur‟an Hadits...36
a. Pengertian Al-Qur‟an...36
b. Pengertian Hadis...37
xvi
BAB III : PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN
A. Gambaran Umum MTs Al-Manar Bener Tengaran ... 44
B. Temuan Penelitian ... 52
1. ProfilResponden ... 52
2. Hasil Wawancara di MTs Al-Bener Tengar... 53
BAB IV :ANALISIS PEMBAHASAN A. Analisis Implementasi Pembelajaran Tajwid dan keterampilan Membaca Al-Qur‟an dalam Materi Al-Qur‟an Hadits pada Siswa Kelas VII di MTs Al-Manar Bener Tengaran ... 60
B. Analisis Faktor Pendukung, Penghambat dan Solusi dalamAnalisis Implementasi Pembelajaran Tajwid dan keterampilan Membaca Al-Qur‟an dalam Materi Al-Qur‟an Hadits pada Siswa Kelas VII di MTs Al-Manar Bener Tengran ... 65
BAB V : PENUTUP A. Kesimpulan ... 69
B. Saran-saran ... 70
C. Penutup ... 71 DAFTAR PUSTAKA
xvii
DAFTAR TABEL
Tabel3.1. Letak geografis MTs Al-Manar Bener Tengaran...45
Tabel3.2. Profil MTs Al-Manar Bener Tengaran...45
Tabel 3.3. Struktur Organisasi MTs Al-Manar Bener Tengaran...46
Tabel 3.4. Susunan Komite MTs Al-Manar Bener Tengaran ... ..47
Tabel3.5. Daftar Jumlah Siswa MTs Al-Manar Bener Tengaran...48
Tabel3.6. Sarana Prasarana MTs Al-Manar Bener Tengaran...49
Tabel3.7. Kegiatan Ekstrakulikuler MTs Al-Manar Bener Tengaran...50
Tabel3.8. Kegiatan Harian MTs Al-Manar Bener Tengaran...51
1 BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Al-Qur‟an adalah firman Allah berupa wahyu yang disampaikan oleh Jibril kepada Nabi Muhammad SAW. Didalamnya terkandung ajaran pokok yang dapat dikembangkan untuk keperluan seluruh aspek kehidupan melalui ijtihad (Djamal, 1984:19).Al Qur‟an merupakan kalamullah (firman Allah). Keutamaannya atas segala perkataan seperti keutamaan Allah SWT. atas seluruh makhluk-Nya. Membacanya adalah amalan yang paling utama dilakukan oleh lisan(Tafsir Al-„Usyr Al-Ahkhir).
Al-Qur‟an diturunkan Allah SWT. kepada manusia dengan penuh hikmah dan berkah sehingga kita tidak perlu meragukan kandungan yang terdapat didalamnya. Manusia diperintahkan untuk senantiasa menjadikan Al-Qur‟an sebagai pedoman hidup (Kurikulum Madrasah, 2013:8--9).
Pembelajaran Al-Qur‟an pada hakekatnya adalah mengajarkan Al
-Qur‟an pada anak yang merupakan suatu proses pengenalan Al-Qur‟an
2
pembelajaran membaca Al-Qur‟an adalah keterampilan membaca
Al-Qur‟an dengan baik sesuai dengan kaidah yang disususun dalam ilmu
Tajwid.
Menurut Islam manusia adalah makhluk ciptaan Allah, ia tidaklah muncul dengan sendirinya atau berada oleh dirinya sendiri. Al-Qur‟an surat al-Alaq ayat 2 menjelaskan bahwa manusia itu diciptakan Tuhan dari segumpal darah Al-Qur‟an, Al-qur‟an surat al-Thariq ayat 5 menjelaskan bahwa manusia dijadikan oleh Allah. Jadi, manusia adalah makhluk ciptaan Allah (Tafsir, 2008:34).
Belajar merupakan suatu proses interaksi antara berbagai unsur yang berkaitan. Tanpa belajar, manusia akan mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya karena tuntutan hidup, kehidupan, dan penghidupan senantiasa berubah. Dengan demikian belajar menjadi suatu kebutuhan yang harus dipenuhi sepanjang usia manusia, sejak lahir hingga akhir hayatnya (Basleman, 2011:1).
3
Dalam hal ini pembelajaran ilmu tajwid (keterampilan membaca
Al-Qur‟an) adalah kegiatan yang penting untuk dapat memahami Al-Qur‟an.
Oleh karena itu, sangatlah rasional apabila Al-Qur‟an dapat porsi yang besar untuk dijadikan bahan pengajaran disetiap jenjang pendidikan bagi umat islam di Indonesia. Allah telah menegaskan dalam Al-Qur‟an surat Al-Muzammil ayat 4 yaitu :
ََأ
Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran ilmu tajwid dengan baik dan benar merupakan bagian yang penting bagi siswa untuk bisa membaca Al-Qur‟an dengan baik dan benar, dengan perkataan lain memahami ilmu tajwid dengan baik, seharusnya merupakan materi atau masuk dalam ruang lingkup mempelajari Al-Qur‟an.
Oleh karena itu, pembelajaran tajwid diterapkan betujuan, pertama untuk meminimalisasi terjadinya kesalahan dalam membaca Al-Qur'an yang hal tersebut membawa kepada perubahan arti. Kedua adalah untuk membantu memahami Al-Qur'an dengan baik dan benar. Jadi seorang santri diharapkan setelah belajar tajwid akan mampu menerapkan ilmu tajwidnya untuk memperbaiki kualitas bacaannya.
4
pesantren. Jadi, dalam suatu proses pembelajaran di MTs Al-Manar sendiri tidak ada masalah atau kesulitan dalam mengenai siswa dalam pembelajaran Al-Qur‟an salah satu dalam materi Al-Qur‟an Hadist. Dikarenakan sebelum pembelajaran dimulai siswa sudah mendapatkan materi yang sama sebelumnya di madrasah diniyah terutama materi tentang Ilmu Tajwid itu sendiri.
Dalam pembelajaran Ilmu Tajwid siswa diharapkan bisa memahami dan mengimplementasikannya dalam membaca Al-Qur‟an sehari-hari, sehingga siswa bisa mempraktikkan membaca Al-Qur‟an dengan fasih dan benar. Mengajarkan Al-qur‟an Hadits tentu tidak lepas dari mengajarkan ilmu tawid, setiap materi pelajaran mempunyai karakter tersendiri yang berbeda dengan materi pelajaran yang lain. Demikian juga dengan ilmu tajwid.
Pembelajaran tajwid yang ada di MTs Al-Manar guru menggunakan meodel pembelajaran scientific. Dengan pengimplementasiaan pembelajaran tajwid, dengan model pembelajaran guru berharap para siswa akan lebih aktif dalam mengusai materi yang diberikannya selama proses pembelajaran berlangsung. Sebelum pembelajaran di mulai guru terlebih dahulu menyampaikan sedikit materi yang berkaitan dengan Ilmu Tajwid yang berhubungan dengan ayat Al-Qur‟an yang ada dalam materi.
5
siswa akan lebih aktif dalam menguasai materi tentang tajwid dan ayat-ayat Al-Qur‟an.
Kekhasan MTs Al-manar salah satunya yaitu adanya kerjasama antara pondok pesantren dan madrasah tsanawiyah yang menjadikan seorang siswa akan lebih banyak mendapat ilmu-ilmu agama terutama tentang ilmu tajwid. Di mana seorang siswa bisa mendapatkan materi tentang ilmu tajwid di madrasah diniyah dan di madrasah tsanawiyah, dengan meliputi berbagai tahap dalam proses pembelajaran tajwid dan denagn metode yang yang sangat berbeda.
Berangkat dari hal itulah maka peneliti tertarik untuk mengadakan
penelitian yang dituangkan dalam skripsi yang berjudul“Implementasi
pembelajaran Tajwid dan keterampilan membaca Al-Qur’an dalam materi Al-Qur’an Hadits pada siswa kelas VII di MTs Al-Manar Bener Tengaran Tahun Ajaran 2016/2017.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang penulis kemukakan di atas, maka dapat diambil topik permasalahan yang dapat dirumuskan sebagai berikut: 1. Bagaimanakah implementasi pembelajaran tajwid dan keterampilan
membaca Al Qur‟an dalam materi Al-Qur‟an hadits siswa kelas VII di
MTs Al-Manar Bener Tengaran Tahun Ajaran 2016/2017 ?
6
hadits siswa kelas VII di MTs Al-Manar Bener Tengaran Tahun Ajaran 2016/2017.
C. Tujuan Penelitian
Penelitian ini secara umum untuk memberikan gambaran yang benar serta arah yang jelas dalam pelaksanaan penelitiaan ini, maka perlu dirumuskan tujuan yang akan dicapai, yaitu :
1. Untuk mengetahui bagaimanakah implementasipembelajaran Tajwid dan keterampilan membaca Al-Qur‟an dalam materi Al-Qur‟an Hadits siswa kelas VII di MTs Al-Manar Bener Tengaran Tahun Ajaran 2016/2017.
2. Untuk mengetahui hambatan dan solusi dalam proses implementasi pembelajaran tajwid dan keterampilan membaca Al-Qur‟an dalam materi Al-Qur‟an Hadits siswa kelas VII diMTs Al-Manar Bener Tengaran Tahun Ajaran 2016/2017.
D. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat baik secara teoritis maupun secara praktis
1. Manfaat Teoritis
a. Memberi sumbangan pemikiran bagi dunia pendidikan, terutama yang berkaitan dengan pembelajaran.
7 2. Manfaat Praktis
a. Bagi siswa, mampu meningkatkan semangat belajar siswa pada materi al-qur‟an Hadits dalam materi tajwid.
b. Bagi orang tua peserta didik sebagai bahan masukan untuk lebih membimbing anak belajar Al-Qur‟an.
c. Bagi guru sebagai pertimbangan tentang pentingnya mengupayakan pembelajaran yang baik agar tercapai hasil belajar yang baik.
E. Penegasan Istilah
Untuk menghindari kesalahfahaman pendapat dalam memahami judul dalam penelitian ini, maka penulis jelaskan istilah yang dipakai dalam skripsi ini. Adapun istilah-istilah yang dijelaskan sebagai berikut:
1. Implementasi Pembelajaran Tajwid
Menurut Kamus Besar Bahas Indonesia (2007: 427) implementasi berarti pelaksanaan atau penerapan.
8
Tajwid adalah membaguskan bacaan, huru-huruf, kalimat-kalimat Al-Qur‟an satu persatu dengan teratur perlahan dan tidak terburu-buru sesuai dengan hukum-hukum tajwid (Syafi‟i, 1967: 2).Ilmu Tajwid adalah ilmu yang digunakan untuk mengetahui bagaimana sebenarnya membunyikan huruf-huruf dengan betul, baik huruf yang berdiri sendiri maupun huruf dalam rangkaian ( Asy‟ari BA, 1897:7).
2. Keterampilan
Menurut Dalman (2013:5) Keterampilan membaca adalah suatu keterampilan dalam kegiatan yang berupaya untuk menemukan berbagai informasi yang terdapat dalam tulisan.
Makna baca tidak sekedar tilawah tapi juga qiraah (Arikunto, 1991:124).
3. Al-Qur‟an
Al-Qur‟an adalah firman Allah yang diturunkan kepada Rasulullah, Muhammad, melalui wahyu yang dibawa malaikat Jibril, baik lafaz maupun maknanya; yang menjadi ibadah dengan membacanya; merupakan mukjizat yang diriwayatkan secara mutawatir (Nashiruddin Umar, 2008:66).
F. Metode Penelitian
9
Dalam hal ini dikemukakan beberapa metodedan suber data yang berkaitan dengan penelitian yaitu :
1. Pendekatan dan Jenis Penelitian
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif yaitu dengan menyajikan gambaran tentang suatu proses pembelajaran tajwid serta keterampilan dalam mebacanya seperti apa, sehingga dalam proses pembelajaran siwa lebih mudah dalam mempelajari materi yang akan disampaikan.
Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian seperti perilaku, sikap, Motivasi, dan tindakan (Moleong, 2011:6).
Penelitian ini adalah field reseach yang bermaksud untuk mengetahui data responden secara langsung dari lapangan, yaitu suatu penelitian yang bertujun mengetahui situasi dan keadaan sebenarnya tentang bagaimana proses pembelajaran tajwid dan keterampilan membaca Al-Qur‟an dalam materi Al-Qur‟an Hadits siswa kelas VII di di MTs Al-Manar Bener Tengaran Tahun Ajaran 2016/2017.
2. Kehadiran Penelitian
Al-10
Qur‟an dalam materi Al-Quran hadits pada siswa kelas VII di di MTs
Al-Manar Bener Tengaran Tahun Ajaran 2016/2017dan apa yang menjadi penghambat dalam pemebelajaran tajwid dan keterampilan membaca siswa dalam materi Al-Qur‟an Hadits.
3. Lokasi dan Waktu Penelitian
Lokasi penelitian ini berada di MTs Al-Manar Bener Tengaran, JL. KH Djalal Suyuti Ds. Bener, Tengaran, Semarang, NPSN: 20320517. 4. Sumber Data
a. Data Primer
Yaitu sumber data yang langsung berkaitan dengan obyek riset . Adapun sumber data langsung peneliti mendapatkan dari hasil wawancara dengan guru mata pelajaran, serta narasumber yang terkait lainnya.
b. Data Sekunder
Peneliti menggunakan data sekunder ini untuk memperkuat hasil survei dan untuk melengkapi informasi yang telah dikumpulkan melalui wawancara dan pengamatan.
5. Metode Pengumpulan Data a. Observasi
Menurut Moh. Nazir (1998:212) observasi diartikan
11
pertolongan alat standar lain untuk keperluan tersebut” (Moh.
Nazir, 1998:212).
Metode ini digunakan peneliti dengan mengamati langsung di lapangan untuk mengetahui metode atau proses pembelajaran tajwid serta penghambat dalam keterampilan membaca Al-Qur‟an pada Materi Al-Qur‟an Hadits Siswa Kelas VII di MTs Al-Manar Bener Tengaran.
Observasi ini dilakukan untuk mencari data-data yang diperlukan serta untuk mengetahui langsung keadaan yang terjadi di lapangan.
b. Wawancara
Metode wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara dan yang diwawancarai (Moleong, 2011:138). Wawancara merupakan metode untuk mengeksplorasi persepektif dan persepsi informan (Holloway, 2008:258).
12
a. Kepala Sekolah, yaitu untuk memperoleh informasi mengenai letak geografisnya, visi, misi, kondisi siswa, guru, staf, dan sarana prasarana.
b. Guru pengampu mata pelajaran Al-Qu‟an Hadits, yaitu untuk memperoleh informasi mengenai proses waktu pembelajaran
Al-Qur‟an Hadits.
c. Siswa kelas VII, yaitu untuk memperoleh informasi pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan guru mata pelajaran.
c. Dokumentasi
Metode ini digunakan untuk mencari data yang berkaitan dengan hal-hal baik itu yang berupa catatan, buku, agenda, dan sebagainya ( Arikunto, 2006:30).
Dokumentasi yang terdiri dari tulisan pribadi seperti buku harian, surat-surat, dan dokumen resmi (Nasution, 2003: 85).
6. Analisis data
Analisis data adalah proses mengorganisasikan dan mengurutkan data kedalam suatu pola sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesa pembelajaran serta keterampilan (Moleong, 2008:280).
13
kembali dari lapangan baru dilakukan analisis. Pada penelitian ini analisi data dilaksanakan bersamaan dengan proses pengumpulan data. Alur analisis mengikuti model analisis interaktif. Teknis yang digunakan dalam menganalisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (Miles dan Huberman, 1984: 23). Adapun langkah-langkah yang peneliti lakukan dilapangan adalah sebagai berikut:
a. Reduksi data adalah merangkum, memilih hal-hal pokok, memfokuskan pada hal-hal penting, tema dan pola. Penyajian data diuraikan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antara kategori, flowchart, dan sejenisnya.
b. Penyajian data akan memudahkan data untuk memahami apa yang terjadi, merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah dipahami.
c. Penarikan kesimpulan dilakukan secara bertahap untuk memperoleh derajat kepercayaan yang tinggi. Dengan demikian, langkah – langkah analisis data kualitatif dalam penelitian tindakan ini dilakukan semenjak tindakan-tindakan dilakukan.
14 G. Sistematika Gambaran Penelitian
Skripsi ini penulis susun dalam lima bab, yang secara sistematis dapat dijabarkan sebagai berikut:
BAB I Pendahuluan
Bab ini berisi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuanpenelitian, manfaat penelitian,penegasan istilah, metode penelitian, analisis data dan sistematika gambaran penelitian. BAB II Kajian Pustaka
Pada bab ini, diuraikan sebagai pembahasan teori yang menjadi landasan teoritik penelitian, yaitu tentang pengertian pembelajaran, tajwid, keterampilan, membaca, dan al-qur‟an. BAB III Paparan Data dan Temuan Penelitian
Pada bab ini, dilaporkan tentang profil lokasi penelitian, keadaan responden, lokasi, keadaan guru, keadaan siswa, keadaan sarana prasarana, keadaan struktur organisasi sekolah, serta proses kegiatan pembelajaran selama berlangsung.
BABIV Pembahasan
Berisi analisis dan pembahasan implementasi pembelajaran tajwid serta penghambat dalam keterampilan membaca
Al-Qur‟an pada Materi Al-Qur‟an Hadits Siswa Kelas VII di MTs
15 BAB V Penutup
Bab ini merupakan bab terakhir yang terdiri dari kesimpulan, saran-saran dan kata penutup.
16 BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Deskripsi Pustaka
1. Pengertian Pembelajaran Tajwid, Macam-macam Tajwid, Hukum Mempelajari Ilmu Tajwid dan Tujuan Pembelajaran Tajwid.
Di depan sudah dijelaskan tentang pentingnya pembelajaran ilmu tajwid dan merupakan kegiatan yang penting untuk dapat memahami bacaan dalam Al-Qur‟an. Oleh karena itu sangatlah rasional apabila
al-Qur‟an dapat porsi yang besar untuk dijadikan bahan pengajaran
disetiap jenjang pendidikan bagi umat Islam di Indonesia.
Pembelajaran ilmu tajwid dengan baik dan benar merupakan bagian yang penting bagi siswa untuk bisa membaca al-Qur‟an dengan baik dan benar, dengan perkataan lain memahami ilmu tajwid dengan baik seharusnya merupakan materi atau masuk dalam ruang lingkup mempelajari al-Qur‟an.
Selanjutnya akan dijelaskan tentang pengertian pembelajaran tajwid, macam-macam ilmu tajwid dan tujuan pembelajaran tajwid.
a. Pengertian Pembelajaran tajwid
Dalam kamus Besar bahasa Indonesia, Pembelajaran berarti proses, cara, perbuatan menjadikan orang atau makhluk hidup
belajar. Menurut Gagne, “pembelajaran adalah suatu sistem yang
17
untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar
siswa yang bersifat internal” (Khanifatul, 2014: 14).
Menurut Winkel dkk “Pembelajaran yaitu membuat desain
intruksional, menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar, bertindak mengajar atau membelajarakan. Peran siswa disini adalah bertindak belajar, yaitu mengalami proses belajar, mencapai hasil belajar yang digolongkan sebagai dampak pengiring.
Pembelajaran merupakan pusat kegiatan belajar mengajar, yang terdiri dari guru dan siswa. Relasi guru dan siswa dalam proses pembelajaran ini sangat menentukan keberhasilan
pembelajaran yang dilaksanakan (Jamar Ma‟mur Asmani, 2011:
5).
Pembelajaran juga merupakan instrumen yang sangat strategis dalam menentukan keberhasilan proses belajar mengajar. Keberadaannya secara langsung dapat memberikan dinamika tersendiri bagi peserta didik untuk menyerap isi materi dan penjelasan bahan ajar yang disampaikan pendidik (Rasimin, 2012: 1).
18
tindakan yang tepat. Sehingga guru dapat terhindar dari tindakan-tindakan yang kelihatannya baik tetapi nyatanya tidak berhasil meningkatkan proses belajar siswa. Selain itu dengan teori dan prinsip-prinsip ia memiliki dan mengembangkan sikap yang diperlukan untuk menunjang peningkatan belajar siswa (Dimyati dan Mudjiono, 2015: 41-42).
Dengan proses belajar, maka kemampuan mental semakin meningkat. Hal itu sesuai dengan perkembangan siswa yang beremansipasi diri sehingga ia menjadi utuh dan mandiri (Dimyati dkk, 2001: 50). Belajar yang dilakukan pada siswa bukan mempersiap pembelajaran untuk bekerja tetapi belajar adalah bekerja (Martinis Yamin, 2005: 11).
Dengan demikian, dapat diambil kesimpulan bahwa pengertian pembelajaran adalah proses interaksi belajar mengajar antara guru dan siswa sesuai pembelajaran yang telah terencana, yang dapat mempengaruhi perkembangan siswa pada ranah pengetahuan, sikap dan perilaku.
Tajwid secara bahasa berasal dari kata jawwada, yujawwidu, tajwidan yang berarti membaguskan atau membuat jadi bagus (Acep Lim Abdurohim, 2007: 3).
19
terburu-buru sesuai dengan hukum-hukum tajwid (Syafi‟i, 1967: 2).
Ilmu Tajwid merupakan ilmu yang digunakan untuk mengetahui bagaimana sebenarnya membunyikan huruf-huruf dengan betul, baik huruf yang berdiri sendiri maupun huruf dalam
rangkaian ( Asy‟ari BA, 1897:7).
Dalam ilmu Qiro‟ah, tajwid berarti mengeluarkan huruf
dari tempatnya dengan memberikan sifat-sifat yang dimilikinya. Jadi ilmu tajwid merupakan suatu ilmu yang mempelajari bagaimana cara membunyikan atau mengucapkan huruf-huruf yang terdapat dalam kitab suci Al-Qur‟an maupun bukan.
Ketepatan pada tajwid dapat diukur dan tidaknya pelafalan huruf-huruf al-qur‟an, yang berkaitan dengan tempat berhenti, panjang pendeknya bacaan huruf, dan lain sebagainya. yang terutama dibahas atau dipelajari dalam ilmu tajwid adalah huruf-huruf hijaiyah yang dua puluh sembilan, dan bermacam-macam harakat serta bermacam-macam hubungan
( Faisol, 2010: 2).
Dalam membaca Al qur‟an tidak lepas dari tajwid, karena
dikhawatirkan akan mengubah makna kata dalam Al Qur‟an yang
20
Dari uraian diatas dapat kita simpulkan bahwa tajwid adalah ilmu yang mempelajri tentang kaidah serta cara-cara
membaca al Qur‟an dengan sebaik-baiknya.
b. Macam-macam Tajwid
1) Hukum Nun Sukun dan Tanwin a) Idhar
Idhar artinya terang atau jelas. Yaitu setiap ada nun sukun
(
ْ ن
) atau tanwin bertemu dengan
huruf halq (tenggorokan) yaitu(
ھ
,
غ
,
ع
,
ح
,
خ
,
أ
).
رٌ ىُفَؼ ٌز ِسَع
b) IdghamIdghamartinya memasukkan. Idgham dibagi menjadi dua, yaitu idhgam Bighunnah dan idgham Bila Ghunnah.
(1) Idgham Bigunnah (memasukkan dengan mendengung) adalah setiap ada nun sukun bertemu dengan salah satu huruf empat, yaitu:ya’, nun, mim wau.
sedangkan hukum bacaannya disebut idgham bighunnah.Cara membacanya yaitu Nun sukun
21
(2) Idhgam Bilaa Ghunnah yaitu, (memasukkan tanpa mendengung), adalah setiap ada nun sukun
(
ْ
)
atau Tanwin bertemu dengan hurufرٌ
.Sedangkan
hukum bacaannya disebut idgham billa ghunnah. Cara membacanya yaitu dengan meng idghamkan (memasukkan) Nun sukun atau Tanwin pada Lam dan Ra’ tetapi tanpa mendengung.
Contohnya
ُْ
ِه
ِث
َر
ْٓ
ِِ
c) IqlabIqlab ( menukar atau mengubah ) adalah setiap Nun
sukun
(
ْ
)
atau Tanwin bertemu dengan huruf ba’(ة
). Cara membacanya yaitu dengan menyuarakan huruf Nun sukun atau Tanwin menjadi suara Mim (َ
), denganmerapatkan dua bibir. Contohnya :
ِذعَث ِِْٓ
d) Ikhfa‟
Ikhfa’(samar) adalah setiap Nun sukun
(
ْ
)
atauTanwinbertemu dengan huruf:
ش,ز,ر,د,ج,س,د,ن,ق,ف
,
ظ
,
ط
,
ض
,,
ص
22
2)
Hukum Nun dan Mim BertasydidApabila ada Mim dan Nun yang bertasydid, maka harus dibaca ghunnah ( mendengung).
Contohnya:
َبِ ِإ
3) Hukum Mim
(
َ
)
SukunApabila ada Mim mati
(
َ
)
bertemu dengan salah satu huruf Hijaiyah, maka hukumnya ada tiga yaitu :a) Idhar syafawi
Idhar syafawi “syafawi” berasal dari kata syafatun artinya bibir. Idhar Syafawi adalah apabila ada Mim
(
َ
)
sukun bertemu dengan salah satu huruf hijaiyah yang dua puluh enam ( 26) kecuali Mim(
َ
)
dan Ba‟(
ة
)
.Caramembacanya yaitu Mim
(
َ
)
sukun disuarakan dengan terang dan jelas dibibir serta mulut tertutup dan harus di perjelas lagi bila(
َ
)
Mim sukun bertemu dengan wawudan faa’. Contohnya :
ٌرْج َا ُُْهٍََف
b) Ikhfa‟ SyafawiIkhfa’ Syafawi adalah apabila Mim
(
َ
)
sukun23
c) Idgham Mislain atau Mimi
Idgham Mislain atau Mimi adalah apabila Mim (َ
) sukun bertemu huruf Mim ( َ ). sedangkan cara membacanya yaitu dengan memasukkan huruf pertama pada huruf yang kedua atau dengan mentasydidkannya. Contohnya :
َْ ىٍَُض ْرُِ ُْ
ُىْيٌَ ِا
4) Macam-macam Idgham
Ada tiga macam idgham yang berbeda, karenaperbedaan makhraj dan sifatnya, yaitu:
a) Idgham Mutamasilain artinya dua sama sejenis (sama makhraj dan sifatnya) yaitu apabila suatu huruf bertemu sesamanya yang sama makhraj dan sama sifatnya, huruf yang pertama sukun dan huruf keduanya hidup (berharakat).
Sedang cara membacanya adalah memasukkan huruf pertama pada huruf yang kedua atau dengan mentasydidkan (dibaca dengan tasydid).
Contohnya :
َت
َھ
َر
ْر
ِا
24
mengidghamkan huruf pertama pada huruf yang kedua. Contohnya :
ٌخ
َف
ِئى ب
َط
ْذ
ٌَ ب
َل
c) Idgham Mutaqaribain artinya apabila ada dua huruf yang berdekatan, berdekatan makhraj dan sifatnya. Yaitu apabila ada dua huruf berdekatan hampir sama makharaj dan sifatnya, yang pertama sukun dan yang kedua berharakat. Cara membacanya harus didighamkan atau ditasydidkan huruf pertama pada huruf yang kedua. Contohnya
ُُْىْمٍُْخَٔ ٌََُْا
5) Hukum Alif Lam Ta‟rif
Yang disebut dengan Lam ta’rif yaitu ALIF dan LAM yang selalu berada diawal kata benda sehingga perkataan tersebut menjadi ma’rifat. Adapun hukum Lam Ta’rif ada
Cara membacanya harus jelas dan diidharkan. Contohnya :
ُرَث ْىَىٌْ َا
(2) Idgham Syamsiyyah
25
bertemu dengan huruf-huruf hijaiyah selain huruf-huruf qamariyah.
Cara membacanya dengan mengidghamkan atau mentasydidkan pada huruf hijaiyah atau pada huruf syamsiyyah tersebut, sehingga alif lam tidak terbaca lagi meskipun tulisannya tetap ada.Contohnya :
ِر بَّطٌ َا
ُق
6) Hukum Mad dan macam-macamnya
Mad adalah fatkhah diikuti alif, kasroh diikuti ya‟
sukun, dhomah diikuti wawu sukun. Hukum mad dibagi menjadi dua, yaitu :
a) Mad Thabi’i adalah mad yang tidak bertemu dengan hamzah, sukun dan tasydid dan panjangnya satu Alif (dua harakat).
Contoh :
ِالل بِث َْ ىُِِٕ ْؤُر
b) Mad Far’i, dibagi menjadi 14 yaitu:
(1) Mad Wajib Muttashil, yaitu apabila ada Mad
Thabi’i bertemu hamzah dalam satu kalimat.
Panjangnya 5 harakat. Contohnya :
ُر ا َذٌ ا ُء ىُض
26
(3) Mad Lazim Mutsaqqal Kilmiy, yaitu apabila ada
Mad Thabi’i bertemu dengan huruf yang bertsydid
di dalam satu kalimat atau perkataan. Panjangnya tiga alif atau enam harakat.
Contohnya :
َْٓيٌِ بَّضٌ ا َلاَو
(4) Mad Lazim Mukhaffaf Kilmy, yaitu apa bila ada
Mad Thabi’i bertemu dengan huruf yang berharakat
sukuntidak diakhir perkataan. Panjangnyatiga alif atau enam harakat.
Contohnya :
ُُْزُْٕو ْذَلَو ََْ ْلاَا
(5) Mad Layyin, yaitu apabila ada huruf MadThabi’i didahului harakat fathah, sesudah itu berakhir pula dengan huruf mati lainnya karena diwaqafkan. Panjangnya boleh dibaca satu alif, dua alif, dan tiga alif. Contohnya:
ٌف
ْى
َخ
(6) Mad ‘Aridllisukun, yaitu apabila ada huruf Mad
Thabi’i yang sesudahnya ada waqaf (tempat
berhenti).
Contohnya:
ٌُْيٍَِع ٌعِض ا َو
(7) Mad Shilah di bagi menjadi dua :
27
berharakat.cara membacanya dipanjangkan sampai satu alif atau dua harakat.
Contohnya
ٌذَحَا ا ًىُفُو ُهٌَّ ُْٓىَي ٌََُْو
(b) Mad Shilah Thawiilah (panjang), apabila ada (haa’ dhamir) bertemu dengan hamzah (ء ). Cara membacanya sampai dua setengah alif (lima harakat) atau satu alif (dua harakat). Contohnya :
ٌذ
َح
َا
ُه
َل ب
َو َث
(8) Mad Iwad, yaitu apabila ada mad fathatain dibaca waqaf, selain ta’ marbutha panjangnya satu alif dua harakat. Contohnya:
بًث اَىَر
(9)
Mad Badal, yaitu apabila ada huruf hamzah bertemu dengan huruf mad thabi’i yang berasal dari hamzah sukun, kemudian hamzah dirubah menjadi alif, wawu, atau yaa’. Contohnya :ق
(10) Mad Lazim Harfii Mukhaffaf, yaitu huruf-huruf di awal Surat yang terdiri dari salah satu atau lebih dari huruf-huruf kha’, yaa’, thaa’, haa’, dan
raa’. Cara membacanya harus dipanjangkan satu
alif atau dua harakat atau sama dengan panjang
28
(11) Mad Lazim Harfii Mutsaqqal, apabila permulaan surat berpa salah satu atau lebih dari huruf-huruf yang delapan berikut : nun, qaaf, shaad, ‘ain, siin, laam, kaaf, miim. Cara membacanya harus dipanjangkan seperti Mad Lazim, yaitu tiga alif atau enam harakat. Contohnya :
ٍصَي
(12) Mad Lazim Musyabaa’, yaitu seperti Mad
Lazim Harfii Mutsaqqal hanya saja sesudah Mad terdapat suara huruf mati yang tidak diidghamkan atau ditasydidkan. Cara membacanya harus dipanjangkan seperti Mad Lazim yaitu tiga alif. Contohnya :
ص
(13) Mad Tamkiin, yaitu apabila ada yaa’ sukun yang didahului dengan huruf yaa’ yang bertasydid dan harakatnya kasrah. Cara membacanya ditepatkan pada tasydid dan Mad Thobi’i.
Contohnya :
َْٓيِيِجٌَّٕا
29 7) Qalqalah
(1) Pengertian Qalqalah
Qalqalah secara bahasa artinya memantul. Sedangkan secara istilah dalam ilmu tajwid, pengertian qalqalah adalah membalikkan bunyi hijaiyah tertentu ketika berharakat sukun (mati), baik sukun asli maupun sukun karena waqaf (Buku Pendamping Kurikulum Madrasah 2013 Al Qur’an Hadis MTs Kelas VII, 50).
Qalqalah artinya gincangan atau pantulan suara dengan tiba-tiba sehingga terdengar membalik atau terdengar getaran suara (Faisol, 2010: 84)
Terdapat lima (5) huruf qalqalah dari 29 huruf hijaiyah. Huruf-huruf qalqalah tersebut adalah ba’, jim,
dal, ta’, qaf. Untuk memudahkan mengingat huruf-huruf
qalqalah sering disingkat qathbujadin. (2) Macam-macam Qalqalah
Qalqalah dibagi dua macam, yaitu qalqalah sugra dan qalqalah kubra. Adapun pengertian, cara membaca, serta contoh masing-masing jenis qalqalah sebagai berikut:
(a) Qalqalah Sugra
Qalqalah sugra adalah apabila salah satu
30
qaf (ق) dalam keadaan benar-benar bersukun asli dan bersukun di tengah kata. Adapun cara membaca qalqalah sugra adalah dengan memantulkan suara dari makhraj hurufnya dengan pantulan tidak begitu
kuat.Contoh qalqalah sugra :
ًَُعْجَٔ
ُِِھِربَصْثَا
(b) Qalqalah Kubra
Qalqalah kubra adalah apabila salah satu
huruf qalqalah, ba‟ (ة), jim (ج), dal (د), ta‟ (ط), dan
qaf (ق) dalam keadaan bersukun karena diwaqafkan dan bersukun di akhir kata. Adapun cara membacanya qalqalah kubra adalah dengan memantulkan suara dari makhraj hurufnya dengan pantulan kuat.
Contoh qalqalah kubra
:
ِكٍََفٌْا ّة َرِث ُر ىُع َا ًُْل
31
c. Hukum Mempelajari Ilmu Tajwid
Adapun hukum dalam mempelajari ilmu tajwid sebagian ulama berpendapat wajib hukumnya, dengan alasan firman Allah dalam surat Al Muzammil ayat 4 yaitu:
ََوَِهْيَلَعَْدِزَْوََ
:َلمزلما(ًَلاْيِتْرَ تََنآْرُقلْاَِلِّتَر
َ
۶
)
Artinya: “Atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al-Qur‟an itu dengan perlahan-lahan”.
Maksud dari ayat diatas yaitu apabila kita membaca Al
Qur‟an harus sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan dan
diajarkan oleh Rasulullah.
Maka bagi umat islam Fardhu Kifayah hukumnya belajar ilmu tajwid (Mengetahui istilah-istilah dan hukumnya) sera fadhu
„ain hukumnya membaca al-Qur‟an dengan baik dan benar
(Praktek sesuai aturan-aturan ilmu tajwid) (As‟ad Humam, 2005: 4).
Jadi dapat disimpulkan hukum mempelajari ilmu tajwid adalah fardhu kifayah karena ilmu tajwid sebagai pedoman kita
dalam membaca Al Qur‟an sehingga dapat mencegah kesalahan
dalam pelafadzan huruf hijaiyah dalam membaca Al Qur‟an.
d. Tujuan Pembelajaran Ilmu Tajwid
32
2) Untuk memberi tuntutan bagaimana cara pengucapan ayat-ayat yang tepat, sehingga lafal dan maknanya terpelihara. 3) Mempraktikkan kaidah-kaidah ilmu tajwid ketika membaca
al-Qur‟an.
4) Memelihara bacaan Al Qur‟an dari kesalahan dan perubahan serta memelihara lisan dari kesalahn membaca
(Faisol, 2010: 2).
2. Keterampilan membaca al-Qur’an a. Keterampilan
Keterampilan diambil dari kata terampil (skill full) yang mengandung arti kecakapan melaksanakan dan menyelesaikan tugasdengan cepat dan tepat.
Menurut Dalman (2013:5) keterampilan membaca adalah suatu keterampilan dalam kegiatan yang berupaya untuk menemukan berbagai informasi yang terdapat dalam tulisan.
33
kemampuan. Istilah keterampilan mengacu pada kemampuan untuk melakukan dalam cara yang efektif.
Dalam suatu keterampilan diperlukan indikator-indikator untuk menunjang keberhasilan agar dapat dijadikan acuan dalam perubahan peningkatan belajar pada siswa. Dalam penelitian ini, indikator keterampilan yang dijadikan acuan adalah :
1) Penguasaan huruf hijaiyyah
2) Kemampuan dalam membaca Al-qur‟an dengan ilmu tajwid yang benar
3) Kemampuan dalam membaca Al-qur‟an dengan Makharijul huruf yang benar
4) Kelancaran dalam membaca ayat-ayat dalam Al-Qur‟an (Ahmad Lutfi, 2009: 34-35).
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa keterampilan adalah kecakapan, kemampuan dan ketepatan dalam menyelesaikan suatu tugas.
b. Membaca
34
Membaca merupakan keterampilan berbahasa yang memiliki peranan penting dalam proses pembelajaran. Membaca menurut Sujana (1996:5) membaca merupakan proses, proses dimana kegiatan itu dilakukan secara sadar dan bertujuan. Membaca adalah melihat tulisan dan mengerti dan dapat melisankan apa yang tertulis dalam buku atau lain sebagainya (Hasan Anwi, 2007: 83).
Membaca juga diartikan kunci pertama dasar pembelajaran Al-Qur‟an pada anak (Nunu A Hamijaya dkk, 44). Makna baca tidak hanya sekedar tilawah tapi juga qiro’ah (Arikunto, 1991:124).
Dapat disimpulkan bahwa membaca adalah merupakan suatu proses kegiatan dimana dilakukan secara sadar dan mempunyai tujuan tertentu.
c. Al Qur‟an
Mengenai Al Quran, secara etimologi Al-Qur‟an berarti bacaan atau yang dibaca. Menurut istilah para ulama, al-Qur‟an adalah kalamullah yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad disampaikan secara mutawatir, bernilai ibadah bagi umat muslim yang membacanya, dan ditulis dalam mushaf.
Al Qur‟an adalah Firman Allah yang diturunkan kepada
35
membacanya, merupakan mukjizat yang diriwayatkan secara mutawatir (Nashiruddin Umar, 2008:66).
Al-Qur‟an adalah firman Allah berupa wahyu yang disampaikan oleh Jibril kepada Nabi Muhammad SAW. Didalamnya terkandung ajaran pokok yang dapat dikembangkan untuk keperluan seluruh aspek kehidupan melalui ijtihad (Murni
Djamal, 1984:19). Al Qur‟an merupakan kalamullah (firman
Allah). Keutamaannya atas segala perkataan seperti keutamaan Allah swt atas seluruh makhluk-Nya. Membacanya adalah amalan yang paling utama dilakukan oleh lisan (Tafsir Al-„Usyr Al -Ahkhir).
Al Qur‟an adalah mukjizat Nabi Muhammad yang bersifat
abadi. Tidak akan hilang dengan berlalunya masa dan tidak akan mati dengan wafanya Rasulullah (Chabib Thoha, 1996: 271). Jadi Al Qur‟an mempunyai arti bersifat universal dan kebenaran sisinya adalah mutlak (Abdul majid Khon, 2008: 271).
Al Qur‟an bukanlah kitab karangan Muhammad dan bukan buatan atau pikiran serta pendapat Muhammad yang sering diistilahkan dengan muhammadisme. Maka para ulama memberikan pengertian al Qur‟an dengan cara yang jelasdan seterang mungkin. Sehingga tidak terjadi kesalahan mengenai
pengertian Al Qur‟an. Al Qur‟an benar-benar dari Allah SWT
36
Maksud dari keterampilan membaca Al Qur‟an adalah
kemampuan atau keterampilan membaca Al Qur‟an yang meliputi
tiga komponen yaitu:
1) Makhraj adalah tempat keluar huruf hijaiyah, yang berkaitan dengan pengucapan huruf-huruf Al Qur‟an secara jelas dan benar.
2) Tajwidyaitu ilmu pengetahuan cara membaca Al Qur‟an dengan baik menurut Makhrajnya, panjang pendeknya dan tebal tipisnya.
3) Kelancaran yaitu menyangkut ketepatan dalam membaca, merangkai kata demi kata dengan benar dan tepat.
Ketiga komponen disatukan dan dijadikan sebagai alat ukur kesempurnaan dalam membaca al Qur‟an. Bagaimana keterampilan dalam mengucapkan makhraj, tajwid dan kelancaran dalam membaca.
3. Al Qur’an Hadits 1. Pengertian al Qur‟an
Al-Qur‟an adalah firman Allah berupa wahyu yang disampaikan oleh Jibril kepada Nabi Muhammad SAW. Didalamnya terkandung ajaran pokok yang dapat dikembangkan untuk keperluan seluruh aspek kehidupan melalui ijtihad (Murni
Djamal, 1984:19). Al Qur‟an merupakan kalamullah (firman
37
Keutamaannya atas segala perkataan seperti keutamaan Allah swt atas seluruh makhluk-Nya. Membacanya adalah amalan yang paling utama dilakukan oleh lisan (Tafsir Al-„Usyr Al -Ahkhir).
Al-Qur‟an diturunkan Allah SWT kepada manusia dengan penuh hikmah dan berkah sehingga kita tidak perlu meragukan kandungan yang terdapat didalamnya. Manusia diperintahkan untuk senantiasa menjadikan Al-Qur‟an sebagai pedoman hidup (Kurikulum Madrasah, 2013:8-9).
Al Qur‟an merupakan hukum sumber hukum sekaligus
bacaan yang diturunkan secara mutawatir. Artinya kemutawatiran
Al Qur‟an terjaga dan generasi kegenerasi sangat mudah sekali
dipelajari terutama bagi anak-anak yang baru tahap awal dalam
belajar al Qur‟an, yang semua itu tidak lepas dari peran serta dari
guru dalam pengajarannya kepada peserta didik. Al Qur‟an
diturunkan untuk menjadi pegangan bagi mereka yang ingin mencapai kebahagiaan dunia akhirat.
2. Hadits
38
berwujud ucapan, tindakan, pembicaraan (taqrir), keadaan, kebiasaan, dan lain-lain (Muh Zuhri, 1997: 1)
Hadis juga sering disebut dengan al-khabar, yang berati berita yaitu sesuatu yang dipercakapkan dan dipindahkan dari seseorang kepada orang lain, sama maknanya dengan hadis (Munzier Suparta, 2010:1).
Menurut istilah, para ahli memberikan definisi (ta’rif) yang berbeda-beda sesuai dengan latar belakang. Menurut ahli hadis,
pengertian hadis adalah “segala perkataan Nabi, perbuatan, dan hal
ihwalnya”, yang dimaksud ” hal ihwal” ialah segala yang
diriwayatkan dari Nabi SAW yang berkaitan dengan himmah, karakteristik, sejarah kelahiran, dan kebiasan-kebiasannya (Munzier Suparta, 2010: 2)
Ulama ushul fi qh membatasi pengertian hadis hanya
pada”ucapan-ucapan Nabi Muhammad saw, yang berkaitan dengan
hukum, mencangkup pula perbuatan dan taqrir beliau yang berkaitan dengan hukum (Quraish Shihab, 1996: 121).
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa hadis adalah segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi yang berupa perkatan, perbuatan dan taqrir.
Al Qur‟an Hadis di Madrasah Tsanawiyah termasuk dalam
39
Pendidikan Agama Islam para pakar dalam Pendidikan Agama Islam memberikan rumusan secara berbeda.
“Pendidikan Agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam
menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, mengimani, bertakwa, berakhlak mulia, mengamalkan
ajaran agama Islam dari sumber utamanya kitab suci Al qur‟an dan
hadis melalui kegiatan bimbingan, pengajarn, latihan serta pengalaman”.
Dalam pembelajaran dalam mata pelajaran Al Qur‟an
Hadits terdapat beberapa hal antara lain : a. Unsur-unsur pembelajaran meliputi :
1) Guru sebagai subyek dalam pembelajaran Al Qur‟an Hadits.
2) Siswa sebagai obyek dalam pembelajaran Al Qur‟an Hadits.
3) Mata pelajaran Al Qur‟an Hadits sebagai salah satu mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di Madrasah Tsanawiyah.
b. Metode
Berhasil tidaknya metode dalam pembelajaran di pengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut :
1) Guru
40
3) Tujuan yang hendak dicapai 4) Mata pelajaran yang diajarkan 5) Situasi yang berbeda
Kegiatan pengajaran dan belajar memerlukan sarana atau fasilitas yang sesuai dengan kegiatan yang akan dilakukan oleh guru dan murid, semakin lengkap fasilitas yang tersedia maka akan semakin baikmetode yang diterapkan untuk mencapai tujuan pengajaran.
41 B. Penelitian yang Relevan
Dalam telaah pustaka ini penulis akan mendeskripsikan beberapa
karya yang relevansi dengan judul skripsi “Implementasi pembelajaran
Tajwid dan keterampilan membaca Al-Qur‟an dalam materi Al-Qur‟an Hadits siswa kelas VII di MTs Al-Manar Bener Tengaran Tahun Ajaran 2016/2017.
Kajian tentang pembelajaran tajwid dan keterampilan membaca Al-Qur‟an bukanlah yang pertama kali dilakukan oleh para penulis, terutama penulis jurnal atau skripsi. Sejauh penelusuran yang dilakukan, penulis menjumpai hasil penelitian yang memiliki titik singgung dengan judul yang diangkat dalam penelitian skripsi ini.
Penelitian yang berkaitan dengan pembelajaran tajwid dan keterampilan membaca Al-Qur‟an dalam materi Al-qur‟an hadits, penulis merujuk penelitian skripsi yang ditulis Sri Rahayu STAIN Salatiga pada
tahun 2011yang berjudul “Upaya meningkatkan Pemahaman Tajwid
dalam Mata Pelajaran Al-Qur‟an Hadits dengan Metode Mind Mapping pada Siswa Kelas IV MI MA‟ARIF Sumberejo Ngablak Magelang Tahun
Ajaran 2010/211”.
42
refleksi yang dilakukan dalam tiga siklus. Dalam penelitian ini penulis menunjukkan akan hasil penelitiannya bahwa metode mind mapping dapat meningkatkan pemahaman tajwid dalam mata pelajaran Al-Qur‟an Hadits. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan pada tiga siklus tersebut. Berdasarkan pembahasan analisis dari penulis menyimpulkan bahwa pembelajaran Al-Qur‟an Hadits dengan menggunakan metode ming mapping dapat lebih menyenangkan siswa, lebih imajinatif, kreatif dan menumbuhkan motivasi dalam belajar, sehingga pemahaman tajwid dalam mata pelajaran Al-Qur‟an Hadits dapat meningkat ( Sri Rahyu, 2011: 77).
Kajian yang kedua penulis merujuk pada skripsi saudara Akhmad Durakhman Mahasiswa jurusan Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah IAIN
Walisongo pada tahun 2011 yang berjudul” Upaya Peningkatan Hasil
Belajar Al-Qur‟an Hadits Materi Pokok Menerapkan Kaidah-kaidah Ilmu Tajwid Hukum Bacaan Idgham Bighunah, Idgham Bilaghunah, dan Iqlab melalui metode Card Sort Bagi Siswa Kelas IV MI Al-Mujahidin Gumalar Adiwerna Tegal. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran Al-Qur‟an Hadits dengan metode Card sort bagi siswa kelas IV MI Al-Mujahidin Gumalar Adiwerna Tegal dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. Hal ini ditandai dengan langkah-langkah siswa dalam menyelesaikan permasalahan pembelajaran
Al-Qur‟an Hadits pada materi pokok menerapkan ilmu tajwid, sangat antusias
43
suasana pembelajaran Al-Qur‟an Hadits menjadi semakin menyenangkan ( Akhmad Durakhman, 2011: 59).
Kajian ketiga penulis merujuk pada skripsi saudara Farid Widi
Cahyono yang berjudul”Pengaruh Baca Tulis Al-Qur‟an (BTQ) dalam
Meningkatkan Prestasi Belajar Al-Qur‟an hadits pada Siswa Kelas IV di Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Duwet Kecamatan Pekalongan Selatan
Kota Pekalongan Tahun Ajaran 2008/2009”. Hasil penelitian ini dapat
disimpulkan bahwa Baca Tulis Al-Qur‟an merupakan salah satu aspek yang mempunyai peranan penting dalam rangka peningkatan prestasi belajar pada mata pelajaran Al-Qur‟an Hadits di Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Duwet Kecamatan Pekalongan Selatan Kota Pekalongan Tahun Ajaran 2008/2009 ( Farid Widi cahyono, 2012: vii-viii).
Hasil penelitian yang relevan dari tiga skripsi dapat disimpulkan bahwa yang menjadi persamaan antara ketiga skripsi dan peneliti lakukan yaitu sama-sama membahas tentang ilmu tajwid dalam materi Al Qur‟an Hadits. Dan ada pun yang membedakan antara ketiga skripsi dengan yang dilakukan peneliti yaitu tujuan yang akan dicapai, ketiga peneliti berupaya
untuk meningkatkan hasil belajar yang baik dalam materi Al Qur‟an
44 BAB III
PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN
A. Gambaran Umum MTs Al Manar Bener Tengaran 1. Sejarah Berdirinya MTs Al Manar Bener Tengaran
Sejarah berdirinya MTs Al Manar ini berada dibawah yayasan pondok pesantren Al Manar. Madrasah Tsanawiyah Al-Manar merupakan lembaga pendidikan setingkatSMP. Adapun yayasan al-manarini di dirikan pada tanggal 5 Desember 1990 dan disahkan secara resmidengan dengan akta notaris lewat kantor notaris dan pejabat pembuat aktatanah Achmad Dimyati S.H. di Ambarawa Kabupaten Semarang.
MTs Al-manar berdiri dibawah naungan yayasan Al-manar,tepatnya beralamat di Jl. KH. Djalal Suyuthi no. 01 Bener KecamatanTengaran Kabupaten Semarang dengan nomor statistik madrasah adalah 121233220003. MTs Al-manar mulai dibuka atau beroperasi pada tahun 1985 dengan status tanah milik yayasan dan status bangunan milik sendiri.
2. Keadaan Geografis MTs Al Manar Bener Tengaran a. Letak Geografis
45 Tabel 3.1
Letak geografis MTs Al Manar Bener Tengaran
No Arah Mata Angin Keterangan
1 Sebelah Utara Dusun Tugu 2 Sebelah Timur Dusun Cebongan 3 Sebelah Selatan Dusun Wedilelo 4 Sebelah Barat Dusun Noborejo
Sumber: Dokumentasi MTs Al Manar Bener Tengaran
3. Profil MTs Al Manar Bener Tengaran Tabel 3.2
Profil MTs Al Manar Bener Tengaran 1 Nama MTs Al Manar Bener Tengaran
2 NPSN 20364450
3 Alamat Dsn. Krajan Rt/Rw 07/02, Ds. Bener, Kec. Tengaran, Kab. Semarang.
4 Terakreditasi B 5 Tahun Berdiri 1985 6 Luas
Bangunan
5870 m2
7 Jumlah Siswa 187
46
4. Struktur Organisasi MTs Al Manar Bener Tengaran
Untuk mencapai tujuan yang optimal dalam melaksanakan pendidikan diperlukan organisasi yang baik. Organisasi dalam arti yang luas adalah badan yang mengatur segala urusan untuk mencapai tujuan, mak diperlukan kerjasama dalam organisasi. MTs Al Manar Bener Tengaran sebagai lembaga Informal yang dibawah naungan
pondok pesantren yang di Ketuai K. Haris As‟ad Nasution, Kepala
Madrasah yang dipimpin oleh kepala Sekolah yaitu Hj. Mustikowati S, Pd. I. Serta dibantu para staf kepengurusan lainnya. Adapun struktur organisasi MTs Al Manar Bener Tengaran sebagai berikut :
Tabel 3.3
Struktur Organisasi MTs Al Manar Bener Tengaran
Jabatan Nama
Kepala Sekolah Hj. Mustikowati S. Pd. I
Sekretaris Ivah Fauzah S.Pd.I
Bendahara Chusnul Chalimah
Seksi-seksi _
47 Tabel 3.4
Susunan Komite MTs Al Manar Bener Tengaran
Jabatan Nama
Kepala Sekolah H. Warsono. S.Pd.
Sekretaris Ivah Fauzah S.Pd.I
Bendahara Chusnul Chalimah
Anggota Seluruh wali murid
Sumber: Dokumentasi MTs Al Manar Bener Tengaran
5. Visi dan Misi MTs Al Manar Bener Tengaran a. Visi
Visi MTs Al-Manar adalah “Sekolah bermutu unggul, tangguh, memiliki intregritas dan rasional dalam menyiapkan manusia Indonesia takwa, Estetis, Luhur dalam budi pekerti, unggul dalam mutu serta memilki rasa tanggung jawab sosial
kebangsaan”.
b. Misi
Misi yang diharapkan dalam mewujudkan visi MTs Al-Manar Bener sebagai berikut:
Melaksanakan pembelajaran yang aktif, kreatiuf, inovatif,
48
setiap peserta didik berkembang secara optimal sesuai potensi yang dimilikinya.
Menumbuhkan dan memupuk penghayatan terhadap ajaran
agama yang dianutnya sehingga menjadi sumber kearifan dalam berperilaku.
Menumbuhkan semangat keunggulan secara berkelanjutan
kepada semua warga sekolah.
Menerapkan manajemen partisipatif dengan melibatkan
seluruh warga sekolah dan stake holder sekolah.
6. Keadaan Guru dan Siswa MTs Al Manar Bener Tengaran
Guru yang mengajar di MTs Al Manar Bener Tengaran ini berjumlah guru 17 gambaran secara detail terlampir.
Sedangkan jumlah siswa menurut data yang diperoleh dari penelitian ini adalah 187 siswa dengan perincian dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut:
Tabel 3.5
Daftar jumlah Siswa MTs Al Manar Bener Tengaran
No Kelas L P Total
1 VII 42 28 70
2 VIII 27 30 57
3 IX 30 30 60
49
Sumber: Dokumentasi MTs Al Manar Bener Tengaran 7. Sarana dan Prasarana MTs Al Manar Bener Tengaran
Sarana dan Prasarana merupakan komponen yang sangat penting untuk menunjang kesuksesan dan kelancaran dalam pendidikan di MTs Al Manar Bener Tengaran, apabila sarana dan prasarana tidak terpenuhi maka proses belajar mengajar akan terhambat. Sarana dan Prasarana atau fasilitas yang dimiliki dalam konteks ini adalah segala sesuatu yang tersedia sebagai pelengkap aktivitas pendidikan di MTs Al Manar Bener Tengaran. Sarana dan Prasarana dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:
Tabel 3.6
Sarana dan Prasarana MTs Al Manar Bener Tengaran
No Sarana dan Prasarana Jumlah
1 Ruang Kelas Belajar 8
50 8. Kurikulum
Kurikulum merupakan faktor yang sangat penting dalam proses pendidikan, karena kurikulum adalah circle of intruction. Dimana dalam kurikulum tergambar secara jelas dan terencana, bagaimana dan apa saja yang harus terjadi dalam proses belajar mengajar. Dalam tinjauan penulis, kurikulum yang digunakan oleh MTs Al Manar Bener Tengaran adalah didasarkan pada kurikulum Kementrian Agama dan Kurikulum Muatan Lokal.
9. Kegiatan Ekstrakulikuler MTs Al Manar Bener Tengaran
Kegiatan ekstrakulikuler adalah kegiatan yang tidak wajib diikuti semua siswa. Karena hanya ada diluar jam sekolah atau belajar. Tujuan mengembangkan bakat dan minat siswa di MTs Al Manar Bener Tengaran mengadakan kegiatan ekstrakulikuler diantaranya:
Tabel 3.7
Kegiatan Ekstrakulikuler MTs Al Manar Bener Tengaran
No Kegiatan Ekstrakulikuler
1. Rebana Putra Malam Jum‟at 2. Pramuka
3. Kunjungan Industri 4. Tata Busana
5. Out Bond dan Lomba
51
10.Kegiatan Harian MTs Al Manar Bener Tengaran
Kegiatan harian di MTs Al Manar Bener Tengaran adalah kegiatan yang wajib diikuti semua siswa pada jam sekolah atau belajar. Kegiatan sehari-hari yang diikuti seluruh siswa. Kegiatan harian di MTs Al manar Bener Tengaran sebagai berikut:
Tabel 3.8
Kegiatan Harian MTs Al Manar Bener Tengaran
No Kegiatan Harian
1 Shalat Dhuha 2 Shalat Berjamah‟ah
3 Membaca Asmaul Khusna
Sumber: Dokumentasi MTs Al Manar Bener Tengaran
11.Program Unggulan MTs Al Manar Bener Tengaran
Program unggulan di MTs Al Manar Bener Tengaran adalah program kegiatan yang diikuti siswa. Kegiatan program unggulan ini untuk memberi semangat motivasi dalam belajar mencari ilmu serta pengalaman peserta didik. Program unggulan di MTs Al Manar Bener Tengaran sebagai berikut:
Tabel 3.9
Program Unggulan MTs Al Manar Bener Tengaran
No Program Unggulan
52 2 Bahasa Inggris
3 Budaya Baca
Sumber: Dokumentasi MTs Al Manar Bener Tengaran B. Temuan Penelitian
1. Profil Responden MTs Al Manar Bener Tengaran a. Mustikowati S.Pd. (M)
Jabatan di MTs Al Manar Bener Tengaran sebagai Kepala sekolah. Lahir di Salatiga 3 Agustus 1961. Beralamatkan Jln. Arjuna No.07, Dusun Klampean, Desa Noborejo, Kecamatan. Argomulyo, kabupaten Semarang. Jenjang pendidikan terakhir beliau S1.
b. Khabiburakhman. M.Pd. (K)
Sebagai wakil sekolah bidang kurikulum, pengampu mata pelajaran Bahasa Arab. Lahir di Kabupaten Magelang 02 Juli 1976. Beralamatkan di Beralamatkan Jln. Arjuna RT 02 RW 03, Dusun Klampean, Desa Noborejo, Kecamatan. Argomulyo, kabupaten Semarang. Jenjang pendidikan terakhir S2.
c. Anisatul Masruroh, S.Pd.I. (AM)
Sebagai guru pengampu mata pelajaran Al Qur‟an hadits, fiqih, Tata Busana dan sebagai wakil sekolah bidang kesiswaan serta wali kelas IXA. Lahir di Salatiga 21 Juli 1982. Jenjang pendidikan terakhir S1.
53
Sebagai siswa kelas VII A MTs Al Manar Bener Tengaran. Lahir di Tengaran 13 Oktober 2002. Beralamatkan Dusun Krajan, Desa Bener, RT/ RW 04/01, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang.
e. Azka R.A.N (ARAN)
Sebagai siswa kelas VII A MTs Al Manar Bener Tengaran. Lahir di Kabupaten semarang 07 Maret 2004. Beralamatkan di karangbalong Semarang.
f. Dikza Prishawati Husnaeni (DPH)
Sebagai siswa kelas VII A MTs Al Manar Bener Tengaran. Lahir di Kabupaten Semarang 01 September 2004. Beralamatkan lingkungan kolang kaling RT/RW 03/03.
2. Hasil Wawancara di MTS Al Manar Bener Tengaran
Berdasarkan hasil penelitian di MTs Al Manar Bener Tengaran Kabupaten Semarang, dapat dikemukakan beberapa hasil penelitian sebagai berikut:
a. Implementasi pembelajaran tajwid dan keterampilan membaca
dalam materi Al Qur‟an hadits pada siswa kelas VII di MTs Al
Manar Bener Tengaran.
54
membaca Al Qur‟an dalam materi Al Qur‟an hadits sebagai
berikut:
“Dalam perencanaan pembelajaran tajwdi guru membuat
Rpp terlebih dahulu” (wawancara, M. 12/09/2017).
Begitu juga dengan AM selaku guru pengampu mata
pelajaran Al Qur‟an hadits, mengatakan terkait dengan
implementasi pembelajaran tajwid dan ketrampilan membaca Al
Qur‟an dalam materi Al Qur‟an hadits pada siswa kelas VII.
“Sebelum pembelajaran di kelas dimulai terlebih dahulu
saya membuat strategi mengajar yang sesuai dengan
karakter peserta didik MTs Al Manar”(wawancara, AM.
12/09/2017).
Hal sama dituturkan wakil sekolah bidang kurikulum, terkait dengan implementasi pembelajaran tajwid dan ketrampilan
membaca Al Qur‟andalam materi Al Qur‟an hadits pada siswa
kelas VII.
“Guru terlebih dahulu menyiapkan rpp sebelum pembelajaran dilakukan di dalam kelas”(wawancara, K.
12/19/2017).
Selaku siswa, DPH, AKR, ARAN kelas VIImemberikan pernyataan mengenai perencanaan proses implementasi
pembelajaran tajwid dan ketrampilan membaca Al Qur‟an dalam
materi Al Qur‟an hadits.
“Melakukannya dengan cara pelan-pelanyang penting terlaksana dan jelas juga mengikuti kaidah-kaidah