• Tidak ada hasil yang ditemukan

Waktu : 07.00-10.00 WIT.

Tempat : Rumah Akhmad Ikhda Sufiyana, Spd.I I.Identitas Informan

1.Nama : Akhmad Ikhda Sufiyana, Spd.I 2.Tempat/ tanggal lahir : Tegar 24 April 1982

3.Alamat lengkap : Dsn. Karang RT 05 RW Desa Tegaron Kecamatan Banyubiru

4. Pekerjaan : Mubaligh 5.Status : Nikah

6.Mulai Ikut Tarekat Qadiriyah Wa Naqsyabandiyah sejak tahun : 1987 7.Riwayat pendidikan

 Sd/mi dan lulusan : SD Lebak Gowah 03

lebaksiau Tegal 1989

 Smp/mts dan lulusan : MTSN Model Babakan Tegal 1997

 Sma/smk dan lulusan : SMUN1 Slawi Tegal 2000

 Perguruan Tinggi dan lulusan : UIN Sunan Kalijaga 2004 II. Wawancara Cahyo : Bapak Akhmad Ikhda Sufiyana, Spd.I : Cahyo : Bapak Akhmad Ikhda Sufiyana, Spd.I : Assalamualaikum wr. wb. Walaikumussalam wr. wb

Bagaimana Sejarah Tarekat Qadiriyah Wa

Naqsyabandiyah di PondokPesantren Suryabuana Dusun Balak Desa Losari Kecamatan Pakis KabupatenMagelang Tahun 2015?

Sebenarnya pemberian nama gelar Ahmad Fauzun itu atas qodho dan qadarnya Allah satu paket yang diberikan kepadanya, akan tetapi pemberian nama gelar itu disampaikan Allah melalui mimpi- mimpi orang-orang tertentu yang memiliki pakar spiritual yang tinggi akibat dari mujahadah dan riyadlahnya, orang yang mendapatkan ilham berasal dari berbagai daerah: Magelang, Kudus dan lain- lain.

Dahulu ketika Ahmad Fauzun bersama sahabat karib Bapaknya Mustakim, ketika mereka mau bersilaturrahim ke Pondok Pesantren Suryalaya, Tasikmalaya, Jawa Barat yakni Wali Mursyid KH. A.Shokhibul Wafa Tajul Arifin atau gelar Abah Anom, Ahmad Fauzhun setelah mendapatkan talqin bibit dzikir lã ilãha illallãh kemudianmenjadi murid yang mengalami kenaikkan maqam yang sangat drastis dan kemudian beliau Abah Anom mimpi mendapatkan ilham memerintahkan Ahmad Fauzun

Cahyo :

Bapak Akhmad Ikhda Sufiyana,

berganti nama Ahmad Sirulloh yang disaksikan beberapa Jamaah tarekat dan sahabat dekat beliau sendiri Bapak Mustakim.Berbeda dengan jama’ah lain Gus jalil dari Kudus Demak juga bermimpi mendapatkan ilham menambahkan nama Syekh, Jamaah dari Magelang sesepuh Mbah Tugi juga mendapatkan ilham menambahkan nama Kanjeng dan sesepuh Bapak kuat dari Magelang juga mendapatkan ilham menambahkan Muhammad Qadir Dausat karena dalam mimpinya beliau meceritakan bertemu Muhammad, Syekh Abdul Qadir Al Jailani, dan Syekh Dausat dan para wali memerintahkan untuk menambahkan nama dibelakang Ahmad Sirulloh.

Kemudian dari beberapa ilham para jamaah yang bisa dikatakan memiliki tingkat spiritualitas yang sangat tinggi yang mendapatkan ilham maka nama Ahmad Sirulloh berubah menjadi nama Kanjeng Syekh Sirulloh Muhammad Qadir Dusat. Sejarah Tarekat Qadiryyah Wa Naqsyabandiyyah di Dusun Balak, Kanjeng Syekh Sirulloh Muhammad Qadir Dusat diperintahkan Abah Anom untuk mendirikan dan menyebarkan Tarekat Qadiriyyah wa

Naqsyabandiyyah dari Pondok PesantrenSuryalaya

Tasikmalaya Jawa Barat yang kemudian membuka areal baru di tengah sawah yang bernama Masjid Mustika Rahmat.

Pembangunan Pondok Pesantren suryalaya, dan pembangunan gapura dan menara yang tinggi, dan pelestarian petilasan yang ada sembilan batu wali songo bermusyarah, dan sarana prasarana yang menunjang kegiatan tarekat qadiriyyah wa naqsyabandiyyah dikembangkan Kanjeng Syekh Ahmad Sirulloh Muhammad Qadir Dausat, semua bangunan yang beliau dirikan hanya perintah dari Abah Anom, sehingga perkembangan tarekat ini diharapkan mampu merubah perubahan akhlak jamaah dan mema’rifati Allah baik dari segi Dzat,

Asma’ dan Af’alnya. Dan yang penting melaksanakan

wasiat dari Abah Sepuh yang salah satunya jangan terbujuk oleh bujukan rayuan syetan dan mengekang dari hawa nafsu.

Bagaimana menurut anda sifat mahabbah, wara’ (tkehati-hatian dalam berbuat, berfikir dst), qanaah (kesederhanaan dalam hidup), zuhud, maqam fana’ fisyekh menghantarkan fana’ fillah?

Spd.I : mengantarkan mahabbah kepada Allah. Karena murid tidak mungkin bisa mema’rifati Allah dari segala sifat-sifatnya kalau murid tidak belajar mahabbah dari gurunya, siapa yang ingin bersanding kepada Allah apabila dia belum mampu maka bersandinglah dengan para kekasih Allah. Ketika seorang Anak melihat orang tuanya sebagai tajaliat Allah di bumi maka si anak akan berbakti pada orangnya secara wajar. Sebagaimana ditekankan sabda nabi Saw surga berada ditelapak kaki Ibu. Karena kontek orang tua itu meliputi orang tua kandung, guru sekolah, guru ngaji dan yang paling berbahagianya guru wali mursyid tarekat yang bisa membimbing baik secara dohir dan batin.

Kedua, wira’i ‘kehati-hatian dalam pikiran dan

perbuatan segala hal‘ yang sering dilakukan selalu berihsan melaui gurunya dimanapun berada selalu diawasi gurunya secara otomatis tidak akan melaukan perbuatan maksiat apabila murid sudah masuk dalam dimensi ini, seperti kisah nabi yusuf ketika di ganggu zulaikha yang menggodanya karena beliau nabi melihat ihsannya ayahnya maka dia menolak dan meninggalkannya. Contoh lain ketika diskusi wasilah dahulu, dimulai dzikir dahulu, beradap sesuai adabnya guru. Dst.

Ketiga, qanaah tarekat balak biasanya busana lahiriah, pangkat jabatan di dunia seperti harus memakai sorba, jubah dst tidak ditampakkan karena yang menjadi tolak ukur hanya ingatnya hati bersama Allah.Keempat, zuhud dalam tarekat di balak bertingkat- tingkat meliputi ; zuhud secara lahiriyah atau umum seperti puasa, mujahadah, dzikir dst. Kemudian apabila murid sudah bisa melakukan hal- hal yang secara wajar maka dia akan meningkat dengan zuhud meningggalkan perbuatan yang kiranya baik tapi dialihkan dengan hal-hal yang bersifat labih baik, seperti menahan sementara waktu tidak bersantai-santai, nonton tivi, bermain dst dialihkan dengan fokus ibadah kepada allah. kelimafana’ fisyekh akan mengantarkan fana’ fillah dimana laju kecepatan spiritual ruhaniyah murid mewakili dan masuk ke dimesi dada seorang guru maka secara otomatis rukhaniahnya akan terbimbing dengan wasilah-wasilah yang muktabaroh, ketika murid itu lebur dalam lenyapnya dada seorang guru maka rasa

Cahyo : Bapak Akhmad Ikhda Sufiyana, Spd.I : Cahyo : Bapak Akhmad Ikhda Sufiyana, Spd.I : Cahyo :

fana’nya guru di hadapan Allah Swt. dan ketika murid bersanding dan mewakili gurunya 100 % atau bisa dikatakan lebur total maka yang dinilai dan dipandang Allah dengan siapa Murid itu berkholil, perlu diketahui seorang wali mursyid itu kekasih Allah, bagaimana jika diri ini lebur hanya kepada guru dan yang ada gurunya. Subkhanallah pikiran dan perbuatan apapun dan bahkan sifat-sifat yang ada dirinya digunakan hanya untuk Allah bukan yang lain Bagaimana ke anggotaan Tarekat Qadiriyah Wa Naqsyabandiyah di Pondok Pesantren Suryabuana Dusun Balak Desa Losari Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang?

Pertama, jamaah umum maksudnya setiap orang diperbolehkan mengikuti kegiatan tarekat di balak ini tanpa terikat apapun baik amalan dan lain- lain yang bisa dikatan jamaah simpatisan, kedua, melaui pintu Talqin dari wakil talqin yang ditunjuk wali murysid, dengan talqin secara legaitas menjadi murid syekh abdul qadir al jalinai dan mengamalkan dzikir harian 165 kali, khotaman daerah, manakib daerah, manakib pusat di balak, peringatan muharam dan ziarah per tahun di abah anom. Akan tetapi semua ini tidak mengikat secara mutlak atau harus wajib dilaksanakan tapi tergantung kondisonal keinginan hati murid tergantung menyikapinya tapi biasanya bimbingan ruhani ikatan batin antara murid dengan guru kalau berkaitan dengan ibadah kepada Allah para murid sami’na wa atho’na

Bagaimana sejarah ritual peringatan di gunung Balak? Dahulu menurut silsilah cerita di gunung balak waliyullah Syekh Subakir menancapkan tombak kalimosodo atas perintah raja Rum dari persia di pusatkan di Jawa tengah untuk membentengi pengaruh raja iblis dan penguasa pantai selatan nyai roro kidul yang ingin menguasai pulau jawa baik daratan dan lauatan. Di daerah bagaian pantai selatan di bentengi kalimah dzikir tarekat qadiriyyah wa naqsyabandiyyah dari Syekh Jumadil Kubro dan Jamaahnya. Dan juga beliau menuturkan 200 tahun sebelum datangnya wali songo syekh Maulana Mahribi juga berjasa dalam membentengi dari hal- hal gaib dengan kalimah dzikir tarekatnya. Peringatan Muharam dalam rangka ucapan rasa syukur dan mengirimkan doan para wali songo yang sudah berjasa menyebarkan ajaran yang benar baik berupa

Bapak Akhmad Ikhda Sufiyana, Spd.I :

pendidikan, tasawuf dan lain sebagainya. Kemudian pengurus tarekat di balak setiap tanggal 1 Muharam diadakan peringatan di gunung balak yang meliputi kegiatan diataranya mujahadah, manakib dan di akhiri penutupan penancapan tombak kalimosodo.

Berikan penjelasan mengenai sistem pendidikan TQN di balak!

a. Metode pendidikan

Pertama metode ceramah waktu manakib. Kedua, metode diskusi. Ketiga, metode tebar tausyiah/ sms dari guru, keempat metode bimbingan spiritual secara perorangan!

b. Materi Tarekat Qadiriyah Wa Naqsyabandiyah (TQN)!

c. Tujuan Tarekat Qadiriyah Wa Naqsyabandiya (TQN)!

Pertama: metode zikrullah maksudnya

bagaimana caranya menggerakkan tujuh latifah- latifah qalb yang nanti akan membersihan hati dari segala noda dosa. Kedua, metode diskusi maksudnya mencurahkan segala pemikiran guna mendiskusikan keilmuan yang diajarkan guru. Ketiga, metode ceramah maksudnya ceramah yang disampaikan oleh para mubaligh-mubaligh waktu manakib sebulan sekali di Masjid Mustika Rahmat. Keempat, metode suluk mendapatkan sesuatu bimbingan dari guru biasanya mengamalkan ijazah yang didapatkan guna mempercepat laju rukhaniyah sehingga memupuk biar rukhani biar semakin kuat melaui riyadlahhya. Kelima, metode mencetak kalimosodo dan serpihan mutiara menyebarkan keilmuan yang kiranya jamaah tarekat tidak sempat mengikuti kajian manakib dan mengaitkan teori dengan dasar hukum yang ada di nash. Keenam, metode tebar tausyiah melalui sms maksdunya berisi peringatan dan nasihat-nasihat. Ketujuh, metode syair lagu maksudnya menikmati nuansa keilmuan dari guru dengan memasuki suatu makna di dalamnya karena terkadang pribadi masing- masing dalam bermuhasabah diri tapi melalui lagu suatu makna hakikat cepat dirasakan.

Kedelapan, metode tafakur maksudnya melihat

suatu keindahan jagad raya mengambil hikmah ayat- ayat qauniyah yang tampak.Adapun materi yang disajikan dalam pendidikan tarekat bagi jamaahnya

materi syariat dan tarekat.

Pertama, syariat yakni norma-norma yang terdapat dalam syariat Agama Islam. Kedua, tarekat suatu jalan yang ditempuh bagi salik mencapai

ma’rifatullah melalui bimbingan Wali Mursyid.

Dengan talqin bibit lãilãha illallãh yang tertancapkan dalam dadanya dan amalannya dzikirnya semakin memberi pencerahan hati untuk menangkap cahaya Allah SWT.

َْلََأ

ٍةَبِّيَط ٍةَرَجَشَك اةَبِّيَط اةَمِلَك الاَثَم ُهَّللا َبَرَض َفْيَك َرَ ت

ِءاَمَّسلا ِفي اَهُعْرَ فَو ٌتِباَث اَهُلْصَأ

(

ميهاربإ

:

42

.)

Artinya tidakkah kamu perhatikan

bagaimana Allah telah membuat

perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit (Q.S Ibrahim : 24 ).

Termasuk dalam kalimat yang baik ialah kalimat tauhid, segala Ucapan yang menyeru kepada kebajikan dan mencegah dari kemungkaran serta perbuatan yang baik. kalimat tauhid seperti laailaaha illa allaah. Sebagaimana dasar hukum bertarekat terdapat dalam firman Allah :

ااقَدَغ اءاَم ْمُهاَنْ يَقْسََلأ ِةَقيِرَّطلا ىَلَع اوُماَقَ تْسا ِوَل ْنَأَو

(

نلجا

:

61

.)

Artinya dan bahwasanya: Jikalau mereka tetap berjalan Lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezki yang banyak (Q.S. Al-Jin : 16 ).

Ketiga, hakikat yakni keadaan hati dan kesucian jiwa dalam diri seorang hamba kepada Allah. Dalam makna hakikat ini sangat ditekankan dalam keadaan batiniah, dzikir yang kuat berdampak keadaan batiniah dan keimanan semakin kuat pula yang secara otomatis memberikan pondasi bagi tegaknya syariat Agama Islam. Keterkaitakan antara

syariat, tarekat dan hakikat terdapat dalam firman Allah :

اوُعِبَّتَ ت َلاَو اةَّفاَك ِمْلِّسلا ِفي اوُلُخْدا اوُنَمَآ َنيِذَّلا اَهُّ يَأ اَي

ٌينِبُم ٌّوُدَع ْمُكَل ُهَّنِإ ِناَطْيَّشلا ِتاَوُطُخ

(

ةرقبلا

:

402

)

Artinya:hai orang-orang yang

beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (Q.S. Al-Baqarah : 208).

Beliau juga mengemukakan pendapat dari Imam Al Ghozali orang yang menjalankan syariat tanpa hakikat dinamakan fasik, kemudian kebalikannya juga orang yang melaksanakan hakikat tanpa syariat zindiq. Di perkuat dalam dalam sabda Nabi SAW: untuk mengetahui Islam Pelajarilah ilmu fiqh, untuk mengetahui Iman pelajarilah ilmu ushuluddin, dan untuk mengetahui ihsan pelajarilah ilmu tasawuf atau tarekat. Sedangkan beliau menjelaskan tujuan tarekat di balak yakni pertama, memfokuskan kepada Allah dari segala apapun cara pandang. Kedua, mencari Ridla Allah. Ketiga, mahabbah kepada Guru dan Mahabbah kepada Allah dan semua makhluk ciptaannya. Keempat, mema’rifati Allah baik dari dzat, sifat-sifatnya dan af’alnya.

HASIL WAWANCARA