• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Wawancara

1. Hasil Wawancara Analisis Kebutuhan dengan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti.

Wawancara dilakukan bersama Ibu Nora selaku guru pendidikan agama katolik di SMP Johannes Bosco dan Ibu Rini selaku guru Pendidikan Agama Katolik di SMP Santa Maria Immaculata Marsudirini. Wawancara terdiri dari 10 pertanyaan yang akan dijabarkan sebagai berikut:

1.1. Pertanyaan pertama: Apakah Ibu sering menggunakan media pembelajaran dan apa media pembelajaran yang digunakan bapak/ibu dalam proses pembelajaran PAK & Budi Pekerti?

Ibu Rini Guru SMP Maria Immaculata mengatakan bahwa saat ini media pembelajaran harus sering digunakan karena saat ini peserta didik kurang bisa memahami jika tidak menggunakannya. Media pembelajaran yang sering digunakan adalah gambar dan pengalaman dari guru sendiri yang disampaikan dengan bercerita. Menurut Ibu Rini, media yang paling nyata adalah diri sendiri, cara guru menggulati suatu materi dan menyampaikan kepada peserta didik. Menurut Ibu Nora selaku guru SMP Johannes Bosco, media pembelajaran sering digunakan terutama untuk materi-materi yang sulit dipahami oleh peserta didik. Media yang biasanya digunakan yaitu film, game ataupun cerita pengalaman.

1.2. Pertanyaan kedua: Bagaimana proses pembelajaran di kelas ketika menggunakan media pembelajaran?

Pada awal pembelajaran Bu Rini menyampaikan tema materi, kemudian ia mengajak peserta didik untuk membaca materi terlebih dahulu. Kemudian ia sebagai guru menjadikan dirinya sebagai media itu sendiri. Beliau bercerita tentang pengalaman yang sesuai dengan materi. Bu Rini menggunakan pengalaman pribadi agar peserta didik lebih mudah untuk mencapai tujuan pembelajaran. Kemudian ia meminta peserta didik untuk membagikan pengalaman mereka kepada teman-teman di kelas.

Proses pembelajaran di kelas yang diterapkan oleh Ibu Nora ketika menggunakan media pembelajaran yaitu diawali dengan menceritakan pengalaman guru dan peserta didik atau dengan film, kemudian membahas realita hidup dan menghubungkannya dengan bacaan-bacaan Kitab Suci atau dokumen-dokumen gereja. Pada akhir pembelajaran, guru memberikan peneguhan, karena yang terpenting dari pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti adalah Konteks, Biblis dan Tindakan.

1.3. Pertanyaan ketiga: Bagaimana suasana kelas jika menggunakan media pembelajaran dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti?

Bu Rini menjawab bahwa dengan media pembelajaran suasana kelas menjadi lebih kondusif dan peserta didik menjadi lebih mendengarkan dan memperhatikan materi yang disampaikan. Ibu Nora mengatakan bahwa suasana kelas menjadi lebih menarik jika menggunakan media pembelajaran.

1.4. Pertanyaan keempat: Bagaimana tanggapan peserta didik ketika menggunakan media pembelajaran dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti?

Bu Rini melihat bahwa dengan media pembelajaran, peserta didik lebih aktif merespon dan antusias. Menurut Bu Nora, peserta didik akan menjadi lebih mudah menangkap materi yang disampaikan jika menggunakan media pembelajaran.

1.5. Pertanyaan kelima: Apakah ada perbedaan ketika menggunakan media pembelajaran dengan tidak menggunakan media pembelajaran dalam proses pembelajaran?

Menurut Bu Rini, media pembelajaran sangat membantu guru untuk menyampaikan materi kepada peserta didik, meskipun ada pula materi yang tidak perlu menggunakan media. Tidak semua materi selalu menggunakan media. Menurut Bu Rini media pembelajaran sangat membantu guru untuk menyampaikan materi yang sulit. Media pembelajaran digunakan agar proses pembelajaran menjadi lebih terarah. Ibu Nora menyampaikan bahwa ada perbedaan dalam proses pembelajaran jika menggunakan media pembelajaran dibanding dengan tidak menggunakan media pembelajaran. Dengan adanya media pembelajaran peserta didik lebih mudah menangkap materi yang disampaikan dan pembelajaran menjadi jauh lebih menarik jika dibandingkan dengan menggunakan model pembelajaran satu arah.

1.6. Pertanyaan keenam: Menurut Ibu media pembelajaran seperti apa yang relevan dengan peserta didik di zaman sekarang?

Menurut Bu Rini, media pembelajaran yang relevan adalah media pembelajaran yang mengangkat situasi-situasi atau peristiwa yang sedang terjadi saat ini, kemudian peserta didik diajak untuk bergulat dan berpikir kritis terhadap peristiwa yang sedang terjadi tersebut. Menurut Bu Nora, melihat kemajuan teknologi saat ini media pembelajaran yang relevan untuk saat ini adalah yang menggunakan teknologi, aplikasi dan gambar-gambar yang hidup. Contohnya mengajak peserta didik untuk mengakses Kitab Suci atau dokumen-dokumen gereja melalui internet. Karena sekolah belum menyediakan dokumen Gereja, peserta didik diajak untuk lebih aktif dengan mencari materi-materi atau dokumen Gereja di internet. Dengan begitu, anak menjadi lebih antusias dan aktif. Ketika pembelajaran menggunakan internet, guru perlu memberikan perhatian lebih agar peserta didik tidak membuka hal-hal lain diluar materi pembelajaran.

1.7. Pertanyaan ketujuh: Apa saja kelebihan penggunaan media pembelajaran dalam proses pembelajaran?

Bu Rini mengatakan bahwa media pembelajaran sangat membantu guru untuk menyampaikan materi yang sulit untuk dipahami oleh peserta didik. Barang-barang sederhana juga dapat digunakan sebagai media pembelajaran termasuk diri sendiri. Kelebihan menggunakan media pembelajaran menurut Bu Nora adalah guru lebih mudah menjelaskan materi-materi yang sulit dipahami oleh peserta didik, pembelajaran menjadi lebih menarik dan

memudahkan mereka dalam memahami materi. Guru memiliki cara pembelajaran yang kreatif selain hanya bercerita dan banyak menjelaskan selama proses pembelajaran.

1.8. Pertanyaan kedelapan: Apa saja kekurangan penggunaan media pembelajaran?

Menurut Bu Rini, media pembelajaran yang menggunakan benda-benda elektronik seperti speaker, proyektor, atau LCD, terkadang mengalami kendala karena kondisi alat elektronik yang terkadang tidak berfungsi dengan baik. Ketika akan digunakan, benda-benda elektronik tersebut justru bermasalah. Kekurangan penggunaan media pembelajaran, menurut Bu Nora , tidak mudah mencari media pembelajaran yang sesuai dengan materi atau tema-tema pembelajaran. Oleh karena itu, guru harus pandai memilih media pembelajaran yang sesuai agar tujuan pembelajaran dapat tercapai.

1.9 Pertanyaan kesembilan: Bagaimana peran media pembelajaran dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik?

Bu Rini mengatakan bahwa dengan media pembelajaran, peserta didik lebih aktif merespon dan antusias. Artinya, lebih ada motivasi belajar daripada hanya belajar biasa tanpa ada media apapun. Respon aktif dari peserta didik membuat tujuan pembelajaran lebih mudah dicapai. Menurut Ibu Nora, media pembelajaran membantu peserta didik dalam meningkatkan motivasi belajar. Hal ini terlihat dari peserta didik yang lebih tertarik dan mudah menangkap dengan penggunaan media pembelajaran dalam proses pembelajaran.

1. 10. Pertanyaan kesepuluh: Apa saran dari Ibu untuk pengembangan media pembelajaran digital berbasis aplikasi Android?

Bu Rini memberi saran agar menciptakan permainan yang menuntut anak untuk tidak hanya bermain, melainkan juga belajar, sehingga dengan permainan tersebut anak juga dapat berpikir. Permainan yang dibuat tetap disesuaikan dengan materi-materi Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti. Saran dari Bu Nora untuk pengembangan media pembelajaran berbasis aplikasi android adalah memasukkan game yang berisi materi pembelajaran sehingga peserta didik belajar soal-soal dari aplikasi tersebut.

2. Pembahasan Hasil Wawancara

Berdasarkan hasil wawancara di atas, dapat disimpulkan bahwa saat ini guru sudah sering menggunakan media pembelajaran dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti. Media pembelajaran yang digunakan meliputi cerita pengalaman, film, game, dan gambar. Dengan penggunaan media pembelajaran, suasana kelas menjadi lebih menarik, peserta didik dapat lebih antusias merespon dan cepat menangkap materi-materi yang disampaikan oleh guru. Media pembelajaran membantu meningkatkan motivasi peserta didik dalam belajar.

Hasil wawancara dengan dua guru ini sesuai dengan manfaat media pembelajaran yang dikemukakan oleh Sudjana & Rivai dalam Arsyad (2007: 24), mereka mengemukakan bahwa media pembelajaran memberikan manfaat dalam proses pembelajaran yaitu membuat pembelajaran akan lebih menarik

perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar. Dengan media pembelajaran, materi yang disampaikan akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih mudah dipahami oleh siswa.

Guru menyampaikan bahwa media pembelajaran yang relevan dengan peserta didik saat ini adalahmedia pembelajaran yang mampu mengangkat situasi-situasi aktual yang terjadi saat ini. Media pembelajaran yang digunakan perlu disesuaikan dengan materi pembelajaran dan kebutuhan peserta didik. Media pembelajaran perlu menggunakan teknologi, aplikasi atau gambar-gambar yang hidup, sehingga peserta didik lebih aktif merespon dan tertarik.

Hasil wawancara di atas sesuai dengan teori yang dijelaskan oleh Sanjaya (2014: 75) bahwa dalam pemilihan media pembelajaran perlu disesuaikan dengan materi pembelajaran. Penggunaan media pembelajaran juga harus berangkat dari kebutuhan, minat dan kondisi peserta didik.

Kekurangan yang dialami guru ketika menggunakan media pembelajaran yaitu berkaitan dengan penggunaan barang-barang elektronik seperti speaker, proyektor, LCD yang kadang kala bermasalah ketika akan digunakan. Kendala lainnya adalah Guru kesulitan untuk mencari media pembelajaran yang sungguh sesuai dengan materi pembelajaran sehingga guru harus pandai menonjolkan bagian penting yang sesuai dengan materi. Kelebihannya guru semakin mudah menyampaikan materi dan peserta didik juga mudah memahami materi. Pembelajaran menjadi semakin menarik dan lebih kreatif.

Dari hasil wawancara, guru memberikan saran bagi pengembangan media pembelajaran berbasis aplikasi Android, untuk menciptakan media

pembelajaran yang memuat soal-soal yang sesuai dengan materi dan game yang melibatkan peserta didik untuk berpikir.

Dokumen terkait