• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN

4.2 Penyajian Data

4.2.3 Hasil Wawancara

Peneliti menyajikan hasil wawancara yang diperoleh dari informan. Peneliti memilih enam jawaban informan yang dianggap mewakili dan mampu menjawab pertanyaan rumusan masalah. Hasil wawancara dari enam informan (pemilik dan pekerja) digunakan untuk menjawab rumusan permasalahan penelitian mengenai perhitungan biaya produksi dengan metode tradisional yang digunakan oleh Ayam Bakar Kaki Lima dan membandingkannya dengan perhitungan biaya produksi menggunakan metode full costing.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh data berikut ini dengan menggunakan metode wawancara mendalam dan observasi kepada pihak yang berhubungan dengan judul penelitian ini, yakni kepada Manajer Ayam Bakar Kaki Lima yang dijabat oleh Bapak Suryadi. Selain itu, peneliti juga memperoleh data wawancara dari karyawan bagian produksi yang dilaksanakan oleh Susi, Anto, Rizal, Darma dan karyawan bagian belanja yang dilaksanakan oleh Putra, karena merekalah yang mengetahui unsur-unsur biaya produksi ayam bakar pada Ayam Bakar Kaki Lima. Karyawan bagian produksi dan belanja yang akan diwawancarai dipilih dengan dasar pertimbangan mengetahui benar masalah biaya produksi yang diterapkan pada Ayam Bakar Kaki Lima dan berhubungan dengan permasalahan penelitian dilakukan.

Peneliti melakukan wawancara yang pertama dengan bapak Suryadi selaku Manajer Ayam bakar Kaki Lima, dalam wawancara ini pertanyaan yang diajukan peneliti mencakup beberapa hal yang dirasa nantinya dapat menjawab apa yang menjadi rumusan masalah. Adapun tujuan pertanyaan yang diajukan yaitu untuk mengetahui definisi bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead, apa

yang menjadi bahan baku, berapa jumlah tenaga kerja keseluruhan, berapa gaji yang dibayarkan setiap bulan dan apa saja yang termasuk biaya overhead.

Wawancara kedua dilakukan dengan karyawan bagian produksi yaitu Susi, Anto, Rizal, dan Darma Dalam wawancara ini pertanyaan yang diajukan peneliti mencakup beberapa hal yang nantinya dapat membantu penulis dalam menjawab rumusan masalah dalam penelitian yang dilakukan. Dan adapun tujuan pertanyaan yang diajukan untuk mengetahui tentang definisi untuk mengetahui definisi bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead, apa yang menjadi bahan baku, berapa jumlah tenaga kerja keseluruhan, berapa gaji yang dibayarkan setiap bulan dan apa saja yang termasuk biaya overhead.

Wawancara ketiga dilakukan dengan Putra karyawan bagian belanja. Dalam wawancara ini pertanyaan yang diajukan penulis mencakup beberapa hal yang nantinya dapat membantu peneliti dalam menjawab rumusan masalah dalam penelitian yang dilakukan. Dan adapun tujuan pertanyaan yang diajukan untuk mengetahui definisi bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead, apa yang menjadi bahan baku, berapa jumlah tenaga kerja keseluruhan, berapa gaji yang dibayarkan setiap bulan dan apa saja yang termasuk biaya overhead.

4.2.3.1 Unsur-unsur Biaya Produksi a. Biaya Bahan Baku

Menurut Suryadi selaku manajer Ayam Bakar Kaki Lima, beliau mengatakan bahwa: “Bahan baku merupakan komponen yang terbesar dalam pembuatan produk jadi. Bahan baku yang digunakan dalam pengolahan ayam bakar pada Ayam Bakar Kaki Lima adalah ayam broiler. Menurut saya, bahan penolong itu merupakan bahan tambahan yang digunakan dalam proses produksi. Bahan penolong sebenarnya tidak dipakai pada proses produksi ayam bakar karena mengambil bahan setengah jadi dari Ayam Bakar Wong Solo. Kalau bumbu yang digunakan menurut saya yang digunakan sebagai bahan penolong adalah bawang merah, bawang putih, jahe, gula merah, kunyit, lengkuas, ketumbar, garam dan penyedap.”

Lebih lanjut Susi menjelaskan bahwa:

“Bahan baku adalah bahan dasar dalam pembuatan produk jadi. Ayam bakar yang dijual pada usaha ini tidak diproduksi sendiri melainkan diambil langsung dari Ayam Bakar Wong Solo dengan harga modal Rp 8.200/potong. Ayam yang dikirim dari Ayam Bakar Wong Solo dalam bentuk bahan setengah jadi yang siap untuk dibakar atau panggang (ayam yang sudah lengkap dengan bumbu bakar). Menurut saya, bahan penolong itu semua bahan tambahan yang digunakan untuk pembuatan ayam bakar. Saya tidak mengetahui apa saja yang termasuk dalam bahan penolong (bumbu) karena kita ambil dari Ayam Bakar Wong Solo.”

Selanjutnya Anto menjelaskan bahwa:

“Bahan baku adalah bahan dasar dalam pembuatan produk selesai. Bahan baku yang digunakan adalah ayam yang kita ambil dari Ayam Bakar Wong Solo. Menurut saya, bahan penolong itu bahan yang gunanya untuk penguat rasa. Untuk bahan penolong saya kurang tahu karena kita gak produksi.”

Setelah itu Rizal menambahkan bahwa:

“Bahan baku adalah bahan yang membentuk produk jadi. Bahan bakunya kita ambil dari Wong Solo dalam bentuk setengah jadi. Menurut saya, bahan penolong itu bahan-bahan yang digunakan untuk menambah rasa dari produk jadi. Untuk bahan penolong saya kurang tahu persis karena tugas kita cuma tingga ngebakar aja.” Darma lebih lanjut menjelaskan, bahwa:

“Bahan baku merupakan suatu bahan penting dalam perhitungan biaya produksi. Bahan baku yang digunakan ayam broiler yang udah dibumbuin, jadi kita tinggal bakar aja. Menurut saya bahan penolong adalah bumbu yang digunakan dalam pembuatan ayam bakar. Tapi, saya gak tahu apa-apa aja yang jadi bumbu ayam bakar.”

Lebih lanjut Putra menjelaskan bahwa:

“Bahan baku adalah bahan yang digunakan untuk memproses bahan jadi. Bahan baku yang kita pake ayam broiler yang kita ambil Wong Solo. Menurut saya, bahan penolong itu bahan bantuan untuk menambah cita rasa dari ayam bakar. Tapi untuk bahan penolong ayam bakar saya nggak tahu.”

b. Biaya Tenaga Kerja

Biaya tenaga kerja terdiri dari biaya tenaga kerja langsung dan tenaga kerja tidak langsung. Bapak Suryadi menjelaskan bahwa:

Suryadi menjelaskan

“Biaya tenaga kerja itu upah yang dibayarkan kepada karyawan. Biaya tenaga kerja yang dibayar terdiri dari gaji dan tunjangan karyawan seperti tunjangan operasional, tunjangan anak dan tunjangan jasa. Jumlah tenaga kerja ada 11 orang. Biaya gaji yang diberikan oleh manajemen restoran berbeda-beda setiap jabatannya. Tunjangan operasional, tunjangan anak dan tunjangan jasa diberikan terpisah dari gaji. Jumlah tenaga kerja langsung bagian pengolahan ayam bakar terdiri dari 2 orang tenaga kerja, sehingga gaji biaya yang diberikan sebanyak Rp 2.852.500. Jumlah tenaga kerja tidak langsung yaitu sebanyak 9 orang tenaga kerja, sehingga biaya gaji yang diberikan adalah sebesar Rp 15.566.000. Gaji pokok manajer adalah Rp 3.000.000. sedangkan gaji pokok wakil manajer sebesar Rp 1.500.000. Karyawan bekerja 7 jam kerja dengan upah gaji per jamnya Rp 5.000. Karyawan sebanyak 9 orang dengan waktu 7 jam bekerja mendapatkan gaji pokok Rp 1.050.000. Tunjangan operasional 50% dari total UMP (Rp 652.500) untuk manajer, sedangkan wakil manajer dan karyawan mendapatkan 25% dari total UMP (Rp 326.500). Tunjangan anak sebesar Rp 100.000/anak. Tunjangan jasa sebesar Rp 200.000

Selanjutnya Susi menjelaskan bahwa:

“Biaya tenaga kerja merupakan biaya yang dibayarkan untuk gaji karyawan. Kita seluruh karyawan ada 11 orang. Jumlah gaji tiap karyawan nggak sama, tapi saya nggak tahu persis yang tahu cuma Bapak Suryadi.”

Anto menjelaskan bahwa:

“Biaya tenaga kerja itu biaya balas jasa yang dibayar kepada karyawan. Karyawan semuanya jumlahnya 11 orang. Untuk gaji yang dibayarkan kepada tiap karyawan saya nggak tahu.”

Selanjutnya Rizal menjelaskan bahwa:

“Biaya tenaga kerja itu sejumlah gaji yang dibayarkan untuk karyawan. Karyawan semuanya jumlahnya 11 orang. Untuk gaji yang dibayarkan kepada tiap karyawan saya nggak tahu.”

Lebih lanjut Darma menjelaskan:

Biaya tenaga kerja itu biaya balas jasa yang diberikan kepada karyawan. Kita seluruh karyawan ada 11 orang. Jumlah gaji tiap karyawan nggak sama, tapi saya nggak tahu persis yang tahu cuma Bapak Suryadi.”

“Biaya tenaga kerja merupakan biaya yang dibayarkan untuk gaji karyawan. Kita seluruh karyawan ada 11 orang. Untuk gaji yang dibayarkan kepada tiap karyawan saya nggak tahu.”

c. Biaya Overhead

Komponen biaya selain biaya bahan baku, biaya bahan penolong dan biaya tenaga kerja yang diperhitungkan dalam penetapan biaya produksi adalah biaya overhead.

Bapak Suryadi selaku manajer menjelaskan bahwa:

“Biaya overhead adalah biaya produksi selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. yang jadi biaya overhead adalah pemakaian tisu, biaya listrik, telepon, air, sewa tempat, biaya pemasaran, penyusutan, pemakaian arang, sterefoam, plastik sambal, dan kantong plastik.”

Selanjutnya Susi menjelaskan bahwa:

“Saya nggak paham arti biaya overhead. Dan untuk yang termasuk ke dalam biaya overhead saya juga nggak tahu.”

Anto mengatakan bahwa:

“Saya kurang paham apa itu biaya overhead karena tugas saya cuma menyajikan pesanan konsumen.”

“Biaya overhead saya nggak pernah dengar, jadi saya nggak paham artinya.” Darma mengatakan:

“Biaya overhead saya nggak tahu apa artinya.” Setelah itu Putra mengatakan bahwa:

“Biaya overhead saya nggak pernah dengar dan ngga tahu artinya.”

Dokumen terkait