• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab VI Kesimpulan dan Saran

HASIL DAN PEMBAHASAN

6.1 Hasyim—Bike (Bike Sharing)

Hasyim—bike merupakan salah satu fasilitas yang di miliki koridor jalan K.H. Wahid Hasyim sebagai aktivitas pendukung terbentuknya activity support.

Hasyim—Bike sendiri merupakan layanan bike sharing dengan memanfaatkan sepeda sebagai alat transpormasi alternatif yang ramah lingkungan, sebagai sebuah pelayanan yang menyediakan sepeda dalam jangka pendek kepada publik, berbasis sepeda wisata.

Fasilitas layanan ini tersedia di jalan K.H. Wahid Hasyim dan ditargetkan untuk para wisatawan yang akan berwisata mengelilingi kawasan koridor ini.

Pengunjung bisa mengakses peminjaman sepeda secara mandiri di terminal sepeda yang telah disediakan.

Hasyim—bike menggunakan sistem tour guide berbasis mobile yang memerlukan bantuan dari ponsel para pengguna. Mulai dari pengambilan tiket sampai dengan pengembalian sepeda.

Adapun tata cara peminjaman ini di lampirkan pada setiap media elektronik tiket yang di terletakkan di setiap titik terminal sepeda. Untuk dapat meng-akses elektronik tiket, pengunjung yang ingin menggunakan fasilitas bike sharing ini harus mengunduh aplikasi hasyim bike mobile terlebih dahulu.

Universitas Sumatera Utara 141

Gambar 6.1 Gambaran Aplikasi Mobile Yang Digunakan Untuk Hasyim—Bike (sumber : Ghiffari, Muhammad Galih. (2020). Perkembangan Purwarupa Aplikasi Tour Guide

Berbasis Lokasi Pada Bike Sharing di Tempat Wisata. Digilib ITB.)

Aplikasi ini nantinya yang akan membantu para pengguna untuk mendapatkan informasi mengenai landmark kawasan secara lebih efektif. Aplikasi ini juga akan memberikan informasi tentang lokasi kawasan, rute perjalanan, serta penggunaan real time, titik-titik terminal serta tiket elektronik sepeda.

Untuk penggunaan sepeda dapat dilakukan dengan mencocokkan kode qr pada sepeda yang ingin digunakan, setelah sebelumnya sudah membeli tiket elektronik. Setelahnya para wisatawan yang menggunakan hasyim—bike ini dapat menempuh rute yang sesuai dengan yang tertera pada aplikasi hasyim bike mobile.

Untuk sepeda yang disediakan pada fasilitas hasyim—bike, sudah disesuaikan dengan standart penggunaan mobile agar dapat menghubungkan sepeda dengan ponsel pengguna.

Gambar 6.2 Gambaran Sketsa Sepeda Pintar Hasyim—Bike

(sumber : Ghiffari, Muhammad Galih. (2020). Perkembangan Purwarupa Aplikasi Tour Guide Berbasis Lokasi Pada Bike Sharing di Tempat Wisata. Digilib ITB.)

Universitas Sumatera Utara 142

Gambar 6.3 Gambaran Sketsa Suasana Penggunaan Fasilitas Hasyim—Bike (Sumber : Google Gambar)

Universitas Sumatera Utara 143

Rute Kawasan Wisata Hasyim—Bike

Persimpangan Sei Mencirim Persimpangan Abdullah Lubis Persimpangan Sei Tuntung

Persimpangan Gajah Mada

Persimpangan Sei Bahorok

Gambar 6.4 Jalur Sepeda Wisata (Sumber : Olahan Pribadi 2021)

Universitas Sumatera Utara 144 6.2 Festival Kuliner

Kawasan penelitian ini merupakan kawasan yang terkenal dengan tempat-tempat kulinernya, seperti resto dan café, toko-toko kue khas Medan, serta café Duriannya yang terkenal.

Festival kuliner sebagai salah satu potensi kawasan yang harus dikembangkan sebagai bentuk dari sebuah activity support pada koridor jalan K.H.

Wahid Hasyim. Festival ini dapat dimanfaatkan sebagai sebuah tren baru pada kawasan, agar meramaikan koridor dan menarik lebih banyak perhatian pengunjung, selain itu festival kuliner ini juga dapat di manfaatkan sebagai trik untuk promosi komersil pada kawasan koridor penelitian.

Festival kuliner ini akan diadakan setiap 2 kali dalam sebulan, setiap weekend tepatnya pada hari sabtu dan minggu. Festival kuliner ini akan dibuka mulai dari jam 15.30 WIB sampai dengan jam 24.00 WIB.

Dalam pelaksanaannya koridor jalan yang termasuk dalam kegiatan festival akan di tutup untuk pengendara lalu lintas umum, agar tidak mengganggu sirkulasi pada kegiatan festival yang sedang berlangsung.

Festival kuliner ini akan dibagi kedalam dua segmen, segmen 1 dimulai dari perpotongan jalan Sei Bahorok sampai dengan perpotongan jalan Sei Mencirim.

Untuk segmen 2 dimulai dari perpotongan jalan Sei Mencirim sampai dengan perpotongan jalan Sei Bekala.

Dan di setiap segmen akan dibagi kedalam 3 jenis food festival bazaar, yang peletakannya disesuaikan dengan menyesuaikan habbit pada jenis masing-masing masakan. Seperti, misalnya untuk masakan Melayu lebih baik diletakkan berjauhan dengan masakan Batak, karena memiliki habbit masakan yang berbeda.

Untuk peletakannya sendiri pada segmen 1, dimulai dari Melayu food—

Korean food—dan American food. Untuk segmen 2, dimulai dari Chinnesse food—

Batak food—dan diakhiri dengan booth buah-buahan.

Universitas Sumatera Utara 145

Untuk booth buah-buahan diletakkan berdekatan dengan café ucok durian agar pengunjung yang ingin membeli aneka buah dapat langsung menuju ke kawasan booth ini dan tidak perlu berpindah-pindah dengan melewati booth masakan lainnya.

Gambar 6.5 Gambaran Suasana pada Festival Kuliner (Sumber : Google Gambar)

Segmen 1

2 1

Kafe Potret Harper Wahid Hasyim

Wahid Hasyim Residence Toko oleh –

oleh Medan Napoleon

American Food Melayu Food

Korean Food

3

Jl. Abdullah Lubis

Jl. Sei Bahorok

Jl. Sei Mencirim

Gambar 6.6 Denah Peletakan Lokasi Booth Segmen 1 pada Festival Kuliner (Sumber : Olahan Pribadi 2021)

Universitas Sumatera Utara 146

Segmen 2

5 4

TPU Gajah Mada

Toko Ucok Durian

Chinnesse Food

Buah-Buahan

Batak Food

6

Jl. Sei Mencirim

Jl. Sei Selapian

Jl. Sei Tuntung

Jl. Gatot Subroto

Gambar 6.7 Denah Peletakan Lokasi Booth Segmen 2 pada Festival Kuliner

(Sumber : Olahan Pribadi 2021)

Universitas Sumatera Utara 147 6.3 Terminal Sepeda

Terminal sepeda merupakan salah satu sarana pendukung dari terbentuknya aktivitas bike sharing. Terminal sepeda pada kawasan ini diletakkan pada titik-titik landmark yang di sesuaikan dengan hasil dari analisa kawasan yang telah dilakukan sebelumnya.

Terminal sepeda ini berupa rak yang menggunakan sistem docking tetap sebagai sarana parkir sepeda yang dalam keadaan stanby dan siap untuk digunakan.

Sistem docking tetap sendiri adalah penguncian sepeda yang hanya bisa dilakukan pada titik-titik stasiun yang sudah di tetapkan. Untuk kawasan penelitian ini disesuaikan dengan titik landmark kawasan, sebagai berikut:

 Segmen 1 (dari jalur kiri)

1. Terminal 1; terletak di persimpangan jalan Abdullah Lubis, yang juga merupakan titik start pada jalur sepeda wisata.

2. Terminal 2; terletak di dekat landmark café Potret, dan berjarak sekitar 100 meter dari terminal sebelumnya.

 Segmen 2 (dari jalur kiri)

1. Terminal 3; terletak di dekat landmark bangunan Harper Wahid Hasyim, dan berjarak sekitar 200 meter dari terminal sebelumnya.

2. Terminal 4; terletak pada landmark TPU Kristen Gajah Mada, dan berjarak sekitar 400 meter dari terminal sebelumnya

 Segmen 2 (dari jalur kanan)

1. Terminal 5; terletak pada landmark café Ucok Durian, dan berjarak sekitar 200 meter dari terminal sebelumnya

 Segmen 1 (dari jalur kanan)

1. Terminal 6; terletak pada landmark toko kue Medan Napoleon, dan berjarak sekitar 300 meter dari terminal sebelumnya.

2. Terminal 7; terletak pada landmark bangunan Wahid Residence, dan berjarak sekitar 350 meter dari terminal sebelumnya

Universitas Sumatera Utara 148

Sebelum menggunakan sepeda wisata, para pengunjung harus memiliki aplikasi mobile yang akan menghubungkan tiket pengunjung dengan sepeda wisata, selain itu aplikasi tersebut akan menjadi tour guide mobile pengguna yang akan menentukan destinasi pemberhentiannya.

Tata cara penggunaan sepeda wisata akan ditampilkan pada panel led yang juga merupakan media ticket-ing elektronik sepeda wisata, yang diletakkan berdampingan di setiap titik terminal sepeda yang ada.

Adapun tata cara penggunaan sepeda wisata sebagai berikut :

1. Mendaftar pada aplikasi ponsel yang digunakan untuk medapatkan tiket masuk

2. Menghubungkan sepeda dengan menscan kede Qr yang tertera pada sepeda 3. Verifikasi kode tiket masuk dengan id sepeda

Gambar 6.8 Gambaran Tata Cara Penggunaan Hasyim—Bike

(sumber : Ghiffari, Muhammad Galih. (2020). Perkembangan Purwarupa Aplikasi Tour Guide Berbasis Lokasi Pada Bike Sharing di Tempat Wisata. Digilib ITB.)

Gambar 6.9 kode QR pada sepeda (sumber : google gambar)

Universitas Sumatera Utara 149

Gambar 6.10 Terminal Sepeda dengan Panel Ticketing Elektronik (sumber : google gambar)

Gambar 6.11 Gambaran Sketsa Suasana pada Terminal Hasyim—Bike (sumber : google gambar)

Universitas Sumatera Utara 150

Segmen 1

Jl. Abdullah Lubis

Kafe Potret

Wahid Hasyim Residence Toko oleh – oleh Medan Napoleon

Harper Wahid Hasyim Persimpangan Abdullah Lubis

Jl. Sei Bahorok

Jl. Sei Mencirim

Gambar 6.12 Denah Peletakan Titik-Titik Terminal Sepeda Wisata Pada Segmen 1 (Sumber : Olahan Pribadi 2021)

Universitas Sumatera Utara 151

Segmen 2

TPU Gajah Mada

Toko Ucok Durian

Jl. Sei Mencirim

Jl. Sei Selapian

Jl. Sei Tuntung

Jl. Gatot Subroto

Gambar 6.13 Denah Peletakan Titik-Titik Terminal Sepeda Wisata Pada Segmen 2

(Sumber : Olahan Pribadi 2021)

Universitas Sumatera Utara 152 6.4 Signage

Signage dengan tinggi sekitar 5 meter yang digunakan pada kawasan penelitian ini di fungsikan sebagai penanda sebuah terminal dan kawasan landmark serta sebagai pengarah bagi para pengunjung.

Signage pada kawasan penelitian ini diletakkan berdampingan dengan titik-titik terminal sepeda wisata, yang peletakannya tepat sebelum melewari rak terminal, jika dari arah jalur sepeda wisata dimulai.

Signage pada kawasan ini dilengkapi dengan lampu sorot pada tiang penyangga signage, agar tetap berfungsi sebagai papan informasi dan pengarah pada malam hari bagi pengunjung yang datang.

Gambar 6.14 Signage sebagai Penanda dan Pengarah (sumber : google gambar)

Gambar 6.15 Gambaran Sketsa Suasana Penggunaan Signage sebagai Landmark dan Penunjuk Arah (sumber : google gambar)

Terminal 2

Café n Resto Potret

Universitas Sumatera Utara 153

Segmen 1

Kafe Potret

Wahid Hasyim Residence Toko oleh – oleh Medan Napoleon

Harper Wahid Hasyim Persimpangan Abdullah Lubis

Jl. Abdullah Lubis

Jl. Sei Bahorok

Jl. Sei Mencirim

Gambar 6.16 Denah Peletakan Titik-Titik Signage Pada Segmen 1 (Sumber : Olahan Pribadi 2021)

Universitas Sumatera Utara 154

Segmen 2

TPU Gajah Mada Toko Ucok Durian

Gambar 6.17 Denah Peletakan Titik-Titik Signage Pada Segmen 2 (Sumber : Olahan Pribadi 2021)

Jl. Sei Mencirim

Jl. Sei Selapian

Jl. Sei Tuntung

Jl. Gatot Subroto

Universitas Sumatera Utara 155

Dokumen terkait