b. STANDAR / RUJUKAN
National Electrical Manufactures Association ( NEMA )
Spesifikasi Teknis 16400
–
Distribusi Tegangan Rendahc Lingkungan Pekerjaaan
1. Pengadan dan pemasangan :
Cable terminal box ( CTB ) serta instalasi pengabelandari CTB ke detector, dan seluruh peralatan penunjang / aksessoris untuk seluruh perlatan.
2. Kontraktor wajib melampirkan brosur dari setiap material yang akan dipasang dam memberiakan contoh material untuk di-approve oleh pihak pengawas lapangan dan atau oleh konsultan perencana.
3. Merek yang dipakai : Simplex, Honey Well, Clubb, Thorn Kidde atau yang setara.
2.2 INSTALASI
PENGABELAN
Kontraktor harus membuat dan menyerakan gambar detail pelaksanaan untuk disetuji pengawas l lapangan. Semua gambar gambar detail pelaksanaan harus segera diserahkan debelum pengadaan bahan agar diperoleh waktu yang cukup untuk memeriksa. Semua gambar detail pelaksanaan harus lengkap dan harus berisi semua informasi yang mendetail dan dibutuhkan.
Bila terdapat perbedaan antara gambar kerja yang satu dengan yang lain atau gambar kerja dengan spesifikasi Teknis, Kontraktor harus menyampaikan hal ini kepada pengawas lapangan.
Gambar Kerja electrical hanya menunjukkan lokasi bahan dan peralatan, jalur kabel dan sambungan. Gambar Kerja ini harus diikuti seseksama mungkin. Dalam menyiapkan gambar detail pelaksana, Gambar Arsitektural, Struktur dan gambar lain yang berhubungan, semua seta elemen harus diperiksa dimensi dan ruang bebasnya.
Kontrkator harus dengan teliti memeriksa kebutuhan ruangan dengan kontraktor lain yang mungkin bekerja pad lokasi yang sama untuk memastikan bahwa semua peralatan dapat dipasang pasa tempat yang telah ditentukan.
Kabel dari CTB ke sirkuit detector menggunakan kabek PVC dengan initi penampang tembangan 1,5 mm2
Tidak diperkenalkan adanya sambungan kabel kalau tidak dilakukan dengan terminal box atau panel.
Dimana diperlukan pemasangan flexsibel conduit, maka haruslah dipasang sekalipun tidak disebutkan dalam gambar.
2.3 CABLE TERMINAL
BOX (CTB )
CTB harus tebut dari bahan besi plta dengan tebal minimum 1,5 mm yang dilengkapi dengan pintu dan kunci.
a. Semua hubunga dibuat dengan system screw connection. b. Panel
Panel harus memiliki kapasitas untuk mengakomodasikan modul panel control, modul masukan dan keluar, modul sember daya dan peralatan penting lainnya untuk melengkapi sistem tanda tanda kebakaran dengan jumlah zona sesuai dengan ketentuanm gambar. c. Sistem
Sistem akan meliputi, tetapi tidak terbatas pada perlatan berikut:
Lampu uji dibagian dalam.
Suplai AC dan DC tambahan.
Tanda peringatan dan tanda bahaya tambahan.
Panel Control pusat harus terdiri dari modul-modul komponen sepraktis mungkin. Mudol panel harus diengkapi dengan peralatan sebagai berikut: .
buah kawat rangkain penggerak sinyal.
Panel pengamat / annunciator panel, lampu sinyal dan bel
peringatan. Sebagai tanda pemberitahuan, bila lampu sinyal tidak berkedip, bel peringatan akan berhanti. Buatan Gent, Nohmi atau Simplex.
2.4 PESYARATAN
BAHAN INSTALASI FIRE PROTECTION
2.4.1. Umum
Semua bahan harus factory product.
Semua bahan harus dijamin oleh agen / pabri dari segi kualitas. Semua bahan harus baru. Yang dimaksud dengan bahan dalam hal ini adalah semua bahan / material yang tertera dalam uraian pekerjaan, persyaratan, persyaratan pelaksanaan / gambar.
Semua sistem harus mendapat pengesahan dari DEPNAKER
Kontraktor / Sub memberikan pelatihan / training kepada pihak Rumah Sakit mengenai sistem operasional dan maintenen dari alat yang dipasang.
Semua bahan yang didatangkan harus dalam kondisi baik, baru , bebas dari segala cacat dan harus dilengkapi dengan label, data teknis dan data-data lainnya yang diperlukan.
Semua bahan harus tetap berada dalam kemasan masing-masing dan harus dibebaskan dari kerusakan dan kelembaban.
2.4.2. Alat Pendeteksi
Alat pendeteksi panas untuk bangunan akan beroperasi pada bangunan pada temperature 4.20 C samapai 450 C.
Alat pendeteksi harus dari tipe dua ruangan yang beradaptasi pada berbagai temperature, kelembaban dan factor lainnya. Kepekaan alat pendeteksi harus dapat diatur.
Setiap lat pendeteksi harus berisi indicator visual integral yang menunjukkan kondisi siap siaga. Alat atau peralatan yang dibutuhkan untuk pengujiaan, penyetelan untuk kalibrasi harus disediakan oleh kontraktor.
a. Alat Pendeteksi Panas.
Alat pendeteksi panas harus terdiri dari t ipe-tipe terebut :
Tipe rate of rise. Alat ini didesain untuk mendeteksi
kenaikan tenperatur yang cepat atau tidak normal.
Tipe Fixed temperature. Alat ini akan bekerja bila
yang telah ditentukan b. Alat Pendeteksi Asap
Alat pendeteksi asap harus terdiri dari sari photoelectric yang dapat bekerja pada temperatur operasional dari 00C sampai 500C, dilengkapai lampu indicator yang akan menyala berkedip pada saat normal dan menyala terus pada saat peringatan.
c. Manual Alarm Station
Manual Alarm Station harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:
Manual Alarm station harus memiliki 2 jenis
pengoperasian yang terdiri dari tombol tekan dan
tangkai penarik.
Tombol tekan akan dioperasikan lebih dahulu untuk
dapat menuju tungkai penarik yang dikunci pada posisinya ketika sklar dibebaskan, untuk mengaktifkan arus tanda bahaya.
Pengujian tanda perlengkapan harus termasuk pengujian
arus tiap zona.
Bel Peringatan Alarm Bell
Bel peringatan harus diadakan untuk menghasilkan tanda bahaya yang dapat didengar. Bel harus dari baja berkualitas dengan lapisan cat warna merah.
2.5 PEMASANGAN Sistem tanda kebakaran harus memberikan pendeteksian api secara
otomatis pada setiap bagian bangunan. Rangkaian penggerak sinyal terdiri dari 2 buah kawat yang dihubungkan dengan akhir jalur resistor. Alat pendeteksi panas pada umumya harus dari jenis pemasangan di langit-langit dengan sinyal berkedip yang dihubungkan ke panel control yang ditempatkan pada tempat yang sesuai petujuk gambar kerja.
Panel control harus dapat diperluas / ditambah sehingga mampu menampung perlengkapan sinyal pendeteksi api pada tempest-tempat yang ditentukan. Persyaratan ini harus dikordinasikan dengan Penmgawa Lapangan sebelum mengadakan peralatan. Sumber daya dan / atau tegangan kerja ke panel control adalah 220 Volt / 50 Hz / 1 fase.
Tanda peringatan untuk mengosongkan ruangan / bangunan harus tanda peringatan yang harus dapat didengar yang disetuji pengawas lapangan dan dipasang pada tempat-tempat sesuai petunjuk Gambar Kerja.
3 SISTEM PENYALURAN PETIR DAN PEMBUMIAN
3.1. LINGKUNGAN
PEKERJAAN
3.1.1. Lingkungan Pekerjaan ini termasuk pengadaan semua material, peralatan, tenaga kerja, dan lain-lain untuk pemsangan, pengetesan, commissioning dan pemeliharaan yang sempurna dan untuk seluruh instalasi sistem penangkal petir seperti yang diisyaratkan di dalam buku ini dan seperti ditunjukkan pad Gambar Perencanaan. Dalam pekerjaan ini harus termasuk juga pekerjaan-pekerjaan kecil lain yang berhubungan dengan pekerjaan inbi yang tidak mungkin disebutkan secara terinci di dalam buku ini, tetapi dianggap perlu untu keselamatan dn kesempurnaan fungsi dan operasi instalasi sistem penagkal petir. 3.1.2. Item-item pekerjaan yang harus dilaksanakan dalah sebagai
berikut:
□ Electroda penagkal petir termasuk penangkal petir ( air
lainnya yang dibutuhkan untuk kesempurnaan instalasi sistem penangkal petir.
□ Hantaran turun. Di dalam iten ini termasuk juga pipa
pelindung, penyangga dan klem untuk dudukan dan pemasangan hantaran turun.
□ Elecroda pembumian, terminal penyambungan, bak control
dan material-material bantu lainnya.
3.1.3. Instalasi sistem penangkal petir harus mengikuti Peraturan Umum Instalasi penangkal petir atau peraturan lainnya yang berlaku di Indonesia, serta harus mendapat rekomendasi dari Departement Tenaga Kerja RI.
3.1.4. Produk penangkal petir yang direkomendasikan : System E-3000 atau VIKING 2
STANDAR / RUJUKAN
○ Persyaratan umum Instalasi Listrik (PUIL 2000 )
○ Peraturan Umum Instalasi Penangkal Petir ( PUIPP 1983 )
○ British Standard ( BS )
○ Standar Nasional Indonesia
○ Japanese Industrial Standard ( JIS )
○ Insitute Electrotechnical Commision ( IEC )
○ Spesifikasi teknis 03300
–
Beton cor di tempat3.2 PROSEDUR
STANDAR
3.2.1. Electroda penagkal petir.
3.2.2. Air Termination dari jenis Electrostatis lightning terminal
3.2.3. Dudukan air termination yang terbuat dari fibre glass dengan diameter 70 mm dan ketinggian minimum 2.5 mm
3.2.4. Pemasangan dudukan air termination harus tahan terhadap pengaruh goncangan dan angina.
3.2.5. Air termination yang dipakai harus mendapat ijin dan rekomendasi dari Departemen Tenaga Kerja RI dan instanli lain yang berwenang.
3.2.6. Air termination yang dipakai dengan menggunakan air termination dari jenis bukan radio aktif.
3.2.7. Detail dan tata letak instalasi penangkal petir sesuai dengan gambar kerja.
3.2.8. Air termination harus terbuat dari bahan yang tahan untuk dialiri arus listrik yang cukup besar tampa terjadi kerusakan.
3.2.9. Elctoda penagkal petir harus dihubungkan dengan hantaran turun.
3.2.10. Pemasangan penangkal petir harus diatur sedemikian rupa, sehingga semua bagian atau benda yang berada di atap sampai dengan lantai basement harus dapat terlindung oleh sistem instalasi penagkal petir.
3.3 HANTARAN TURUN 3.3.1. Hantaran turun berfungsi untuk mengalirkan muatan listrik petir
yang diterima / ditangkap oleh electrode penangkal petir ke konduktor pembumian, oleh karena itu hantaran turun harus dihubungkan secara sempurna baik dengan electrode penangkal petir maupum electrode pembumian.
3.3.2. Hantaran turun terbuat dari coaxial canble yang dirancang khusus untuk hantaran turun sistem penangkal petir.
3.3.3. Coaxial cable yang digunakan harus mendapat rekomondasi dari pabrik pembuatnya yang menyatakanbahwa kabel tersebut dapat digunakan untuk sistem penangkal petir.