• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.4 Hasil Uji Asumsi Klasik

4.4.2 Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas dilakukan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi, terjadi ketidaksamaan varians dari residual dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varians dari residual dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain berbeda, disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah tidak terjadi heteroskedastisitas. Hasil pengujian heteroskedastisitas dapat dilihat pada scatterplot gambar 4.1 berikut :

Gambar 4.1 Gambar Scatterplot

Scatterplot

Dependent Variable: Keputusan Nasabah

Regression Standardized Predicted Value

3 2 1 0 -1 -2 -3

Regression Studentized Residual

3 2 1 0 -1 -2 -3 Sumber : lampiran 4

Dari gambar 4.1 terlihat titik-titik menyebar secara acak, tidak membentuk sebuah pola tertentu yang jelas, serta tersebar baik diatas maupun dibawah angka 0 pada sumbu Y. hal ini berarti tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi yang akan digunakan dalam pengujian hipotesis.

4.4.3 Uji Normalitas Data

Uji normalitas data ini bertujuan untuk menguji apakah dalam model Regresi, Variabel pengganggu atau Residual berdistribusi normal. Untuk mengetahui apakah suatu data mengikuti sebara normal dapat diidentivikasikan dengan menggunakan P-Plot. Jika P-Plot Residual mengdekati garis lurus maka dapat diartikan Residual berdistribusi normal.

Dependent Variable: Keputusan Konsumen Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual

Observed Cum Prob

1.0 0.8 0.6 0.4 0.2 0.0

Expected Cum Prob

0.0 0.2 0.4 0.6 0.8 1.0

Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan SPSS diperoleh gambar P- Plot diats menunjukkan P-Plot Residual mendekati garis lurus. Hal ini berarti bahwa data dalam penelitian mengikuti sebara normal.

4.5 Pengujian Hipotesis

Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi sederhana. Analisis ini digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen (aktifitas, minat, opini) berpengaruh terhadap keputusan konsumen mengambil kredit. Dari hasil perhitungan analisis regresi dengan bantuan program SPSS11.5 for windows diperoleh hasil sebagai berikut :

Tabel 4.12

Analisis Regresi Berganda Coefficientsa 4.482 .689 6.506 .000 .304 .124 .390 2.447 .021 -.256 .125 -.328 -2.057 .049 -.131 .109 -.196 -1.202 .239 (Constant) Pelayanan Suku bunga Lokasi Model 1 B Std. Error Unstandardized Coefficients Beta Standardized Coefficients t Sig.

Dependent Variable: Keputusan Nasabah a.

Sumber : lampiran 4

Dengan demikian model regresi linier berganda terhadap keputusan konsumen mengambil kredit modal kerja rekening koran pada PT Bank JATIM Cabang Bawean Gresik. Adalah sebagai berikut :

Keputusan Konsumen (Y)= 4.482 + 0.304X1 - 0.256X2 + 0.131X3 + ε Keterangan :

1. Nilai konstanta 4.482, menyatakan jika variabel independen dianggap konstan, maka variable dependen naik sebesar 4,482

2. Nilai koefisien b1 (koefisien pelayanan) sebesar 0.304 bernilai positif

artinya setiap peningkatan pelayanan sebesar satu satuan, maka akan diikuti dengan peningkatan keputusan konsumen sebesar 0,304, dengan asumsi variable lain konstan.

3. Nilai koefisien b2 (koefisien tingkat suku bunga) sebesar -0.256 bernilai

negatif artinya setiap peningkatan tingkat suku bunga sebesar satu satuan, maka akan diikuti dengan penurunan keputusan konsumen sebesar -0,256, dengan asumsi variable lain konstan.

4. Nilai koefisien b3 (koefisien lokasi) sebesar 0.131 bernilai positif artinya

setiap peningkatan jarak lokasi bank sebesar satu satuan, maka akan diikuti dengan peningkatan keputusan konsumen sebesar 0.131, dengan asumsi variable lain konstan.

5. e (ε) menunjukkan faktor pengganggu di luar model yang diteliti.

4.5.1 Koefisien Determinasi

Koefisien determinasi ( R square ) digunakan untuk mengukur jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variable tak bebas (Y) yaitu variabel keputusan konsumen mengambil kredit. Berikut perhitungan koefisien koefisien determinasi menggunakan SPSS 11.5 for windows.

Tabel 4.13

Nilai Koefisien Determinasi Model Summaryb .724a .524 .266 .41422 .305 4.245 3 29 .013 Model 1 R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate R Square

Change F Change df1 df2 Sig. F Change Change Statistics

Predictors: (Constant), Lokasi, Pelayanan, Suku bunga a.

Dependent Variable: Keputusan Nasabah b.

Sumber : lampiran 4

Besarnya nilai koefisien determinasi (R square) diperoleh nilai 0.524 yang berarti, bahwa sebesar 52,4% keputusan konsumen dapat dijelaskan oleh variabel pelayanan, tingkat suku bunga, dan lokasi. Sedangkan sisanya 47,6% dipengaruhi oleh variabel lain diluar model yang diteliti.

4.5.2 Uji F ( Simultan )

Uji F digunakan untuk mengetahui signifikansi dari model regresi yang digunakan. Cara yang digunakan adalah dengan membandingkan Fhitung dan Ftabel, pada taraf signifikansi (α) = 0,05. Hasil uji F dapat

ditunjukkan pada tabel 4.14 sebagai berikut :

Tabel 4.14 Uji F ( Anova ) ANOVAb 2.185 3 .728 4.245 .013a 4.976 29 .172 7.160 32 Regression Residual Total Model 1 Sum of

Squares df Mean Square F Sig.

Predictors: (Constant), Lokasi, Pelayanan, Suku bunga a.

Dependent Variable: Keputusan Nasabah b.

Dari hasil regresi pada tabel 4.14 diatas, dapat diketahui mengenai nilai F hitung adalah sebesar 4,245 dengan tingkat signifikansi sebesar 0.013. Hal ini dapat diartikan bahwa model yang digunakan dalam penelitian ini adalah signifikan, karena signifikansinya < 0,05.

Pengujian secara simultan pengaruh variabel independen (pelayanan, tingkat suku bunga, lokasi) terhadap keputusan konsumen mengambil kredit pada PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim) Cabang Bawean Gresik, dari uji ANOVA atau F test, didapat Fhitung

sebesar 4,245 dengan tingkat signifikansi 0,013. Sedangkan Ftabel(α/2,k,n-k- 1), pada taraf signifikan 0,05 dengan df (3 ; 29) adalah sebesar 2,93 dikarenakan Fhitung > Ftabel (4,245 > 2,93) atau dengan ketentuan sebagai

berikut :

Gambar 4.2

Kurva daerah penerimaan dan penolakan Ho

Daerah Penolakan Ho Daerah Penerimaan Ho

Dapat disimpulkan bahwa secara simultan : - Fhitung >Ftabel = 4,245 > 2,93

- Hi : b1 = b2= b3 = b4 ≠ 0, variabel pelayanan, suku bunga, dan lokasi

berpengaruh secara simultan (bersama-sama) terhadap keputusan konsumen mengambil kredit.

Berdasarkan output SPSS 11.5 for windows, pada tabel Anova diperoleh kesimpulan variabel independent (pelayanan, tingkat suku bunga, dan lokasi) memiliki pengaruh secara simultan terhadap keputusan konsumen dalam mengambil kredit Modal Kerja Rekekning Koran pada PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim) Cabang Bawean Gresik.

4.5.3 Uji t ( Uji Parsial )

Pengujian ini dimaksudkan untuk mengetahui signifikansi dan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara individual. Pengujian nilai t dilakukan dengan dua sisi yang digunakan untuk menguji hipotesis. Pengujian pertama yaitu perbandingan nilai signifikansi antara nilai signifikan hitung dengan nilai signifikan yang diberlakukan dalam penelitian ini yaitu ( 0,05 ) dan pengujian kedua yaitu perbandingan nilai thitung dengan nilai ttabel. Hasil pengujian diperoleh dari tes signifikansi

dengan program SPSS for windows 11.5. Adapun hasil uji t dapat dilihat dalam tabel 4.15 sebagai berikut :

Tabel 4.15 Coefficientsa 4.482 .689 6.506 .000 .304 .124 .390 2.447 .021 -.256 .125 -.328 -2.057 .049 -.131 .109 -.196 -1.202 .239 (Constant) Pelayanan Suku bunga Lokasi Model 1 B Std. Error Unstandardized Coefficients Beta Standardized Coefficients t Sig.

Dependent Variable: Keputusan Konsumen a.

Sumber : data olah SPSS 11.5, lampiran 4

H0 ditolak jika thitung > ttabel (α,n-k-1) atau nilai signifikansi < 0,05, maka

H0 ditolak yang berarti koefisien regresi berpengaruh secara signifikan dan

H0 diterima bila thitung ≤ ttabel (α,n-k-1) atau nilai signifikansi > 0,05 maka

koefisien regresi terhadap variabel tidak berpengaruh secara signifikan. Pada penelitian ini nilai taraf signifikan yang digunakan yaitu 0,05 ( 5 % ). Secara parsial hasil uji hipotesis masing – masing variabel dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Uji parsial antara variable pelayanan (X1) terhadap variabel keputusan konsumen mengambil kredit (Y)

Untuk menguji hipotesis digunakan uji t yang menunjukkan pengaruh secara parsial variabel aktifitas (X1) dengan variabel keputusan

konsumen mengambil kredit (Y). Hipotesis :

- H0 : b1 = 0 tidak terdapat pengaruh antara variabel pelayanan (X1)

terhadap keputusan konsumen mengambil kredit (Y)

- H1 : b1≠ 0 terdapat pengaruh antara variable pelayanan (X1) terhadap keputusan konsumen mengambil kredit (Y)

- α = 0,05/2 = 0,025 dengan df ( n-k-1 ) = 33-3-1= 29 dimana ttabel =

2,052

- thitung = 2,447

- Kriteria Pengujian :

Gambar 4.3

Kriteria Daerah Penerimaan dan Penolakan Variabel Pelayanan (X1)

Daerah Penerimaan Ho

Daerah Penolakan Ho

2,052

-2,052 2,447

Daerah Penolakan Ho

Berdasarkan output SPSS 11.5 for windows diperoleh thitung = 2,447 lebih

besar dari ttabel = 2,052, maka Ho ditolak pada tingkat signifikansi 5%

sehingga ditarik kesimpulan secara parsial variabel pelayanan mempunyai pengaruh terhadap keputusan konsumen mengambil kredit pada PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim) Cabang Bawean Gresik.

2. Uji Parsial antara variabel tingkat suku bunga (X2) terhadap variabel keputusan konsumen mengambil kredit (Y)

Untuk menguji hipotesis digunakan uji t yang menunjukkan pengaruh secara parsial variabel tingkat suku bunga (X2) terhadap variable

keputusan konsumen mengambil kredit (Y) Hipotesis :

- H0 : b2 = 0 tidak terdapat pengaruh antara variabel tingkat suku bunga

( X2 ) terhadap variable keputusan konsumen mengambil kredit (Y)

- H1 : b2≠ 0 terdapat pengaruh antara variabel tingkat suku bunga ( X2 )

terhadap variabel keputusan konsumen mengambil kredit (Y)

- α = 0,05/2 = 0,025 dengan df ( n-k-1 ) = 33-3-1= 29 dimana ttabel =

2,052

- thitung = -2,057

Gambar 4.4

Kriteria Daerah Penerimaan dan Penolakan Variabel Tingkat Suku Bunga (X2) Daerah Penerimaan Ho Daerah Penolakan Ho 2,052 -2,052 -2,057 Daerah Penolakan Ho

Berdasarkan output SPSS 11.5 for windows diperoleh thitung = -2,057

lebih kecil dari ttabel = -2,052 (fungsi negatif), maka Ho ditolak pada

tingkat signifikansi 5% sehingga ditarik kesimpulan secara parsial variabel tingkat suku bunga mempunyai pengaruh terhadap variabel keputusan konsumen mengambil kredit pada PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim) Cabang Bawean Gresik

3. Uji Parsial antara variabel lokasi (X3) terhadap variabel keputusan konsumen mengambil kredit (Y)

Untuk menguji hipotesis digunakan uji t yang menunjukkan pengaruh secara parsial variabel lokasi (X3) terhadap variabel keputusan konsumen

Hipotesis :

- H0 : b3= 0 tidak terdapat pengaruh antara variabel lokasi (X3) terhadap

variabel keputusan konsumen mengambil kredit ( Y )

- H1 : b3≠ 0 terdapat pengaruh antara variabel lokasi (X3) terhadap

variabel keputusan konsumen mengambil kredit ( Y )

- α = 0,05/2 = 0,025 dengan df ( n-k-1 ) = 33-3-1= 29 dimana ttabel =

2,052

- thitung = -1,202

- Pengujian

Gambar 4.5

Kriteria Daerah Penerimaan dan Penolakan Variabel Lokasi (X3)

Daerah Penolakan Ho -1,202 2,052 3, -2,052 Daerah Penerimaan Ho Daerah Penolakan Ho

Berdasarkan output SPSS 11.5 for windows diperoleh thitung = -1,202 lebih

sehingga ditarik kesimpulan secara parsial, variabel lokasi tidak mempunyai pengaruh terhadap variabel keputusan konsumen mengambil kredit pada PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim) Cabang Bawean Gresik.

4.6 Pembahasan

Dari hasil analisis uji pengaruh pelayan (X1), tingkat suku bunga

(X2), dan lokasi (X3) terhadap keputusan konsumen (Y) dalam mengambil

Kredit Modal Kerja Rekekning Koran pada PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim) Cabang Bawean Gresik, dapat diketahui hasil pembahasan sebagai berikut :

Dilihat dari perolehan persamaan regresi dari model persamaan variabel pelayanan, tingkat suku bunga, dan lokasi terhadap keputusan konsumen dalam mengambil kredit modal kerja rekekning koran pada PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim) Cabang Bawean Gresik, menunjukkan nilai koefisien regresi positif, hal tersebut menunjukkan adanya arah positif atau hubungan searah dari variabel aktifitas, minat, dan opini. Hal ini dapat diartikan bahwa jika semakin meningkat variabel pelayanan, tingkat suku bunga, dan lokasi yang dimiliki oleh konsumen PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim) Cabang Bawean Gresik, maka keputusan konsumen dalam mengambil kredit modal kerja rekening koran pada PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim) Cabang Bawean Gresik juga akan semakin meningkat.

Seluruh variabel independen atau variabel bebas berpengaruh atau dapat menjelaskan variasi dari variabel terikat (keputusan konsumen mengambil kredit) yaitu sebesar 52,4%. Oleh karena itu masih terdapat kemungkinan untuk penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan keputusan konsumen dalam mengambil kredit modal kerja rekening koran pada PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim) Cabang Bawean Gresik dengan menambah atau memasukkan variabel bebas lainnya guna penyempurnaan dan pengembangan penelitian atas keputusan konsumen mengambil kredit modal kerja rekening koran pada PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim) Cabang Bawean Gresik.

Hipotesis pertama yang menyatakan bahwa “ pelayanan (X1), tingkat suku bunga (X2), dan lokasi (X3) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap keputusan konsumen mengambil kredit “ terbukti kebenarannya. Hal ini terbukti dari hasil Fhitung = 4,245 lebih besar dari Ftabel = 2,93, maka Ho

ditolak pada tingkat signifikansi 5% sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa semua variabel bebas (pelayanan, tingkat suku bunga, dan lokasi) berpengaruh secara simultan terhadap keputusan konsumen mengambil kredit (variabel dependen).

Hipotesis kedua menyatakan bahwa “diantara variabel independen variabel pelayanan (X1), dan tingkat suku bunga (X2), yang berpengaruh

secara parsial terhadap keputusan konsumen mengambil kredit “ terbukti kebenarannya. Hal ini terbukti bahwa dari nilai thitung variabel pelayanan =

signifikansi 5% dengan ketentuan variabel pelayanan berpengaruh secara parsial terhadap variabel keputusan konsumen. Variabel tingkat suku bunga memperoleh thitung = -2,057 lebih kecil dari ttabel = -2,052, maka Ho ditolak

pada tingkat signifikansi 5% dengan ketentuan variabel tingkat suku bunga berpengaruh secara parsial terhadap variabel keputusan konsumen, dan untuk variabel lokasi (X3) memperoleh thitung = -1,202 lebih besar dari ttabel

=-2,052 (fungsi negatif/invers), maka Ho diterima pada tingkat signifikansi 5% dengan ketentuan variabel lokasi tidak berpengaruh secara parsial terhadap variabel keputusan konsumen dalam mengambil Kredit Modal Kerja Rekekning Koran pada PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim) Cabang Bawean Gresik. Variabel lokasi berpengaruh tidak signifkan terhadap keputusan konsumen dalam mengambil kredit karena bank Jatim merupakan satu-satunya bank yang berada di Bawean yang memungkinkan masyarakat untuk mengambil kredit jadi meskipun jarak tempuh lokasi bank jatim jauh dari rumah konsumen, hal itu tidak akan berpengaruh terhadap keputusan konsumen.

5.1 Kesimpulan

Sesuai dengan hasil dan pembahasan terhadap perumusan masalah atas analisis faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam mengambil Kredit Modal Kerja Rekening Koran di PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim) Cabang Bawean Gresik pada variabel – variabel penelitian ini dengan jumlah responden 33 responden, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Secara simultan (bersama – sama) variabel pelayanan, tingkat suku bunga, dan lokasi berpengaruh secara signifikan terhadap variabel keputusan konsumen mengambil kredit.

2. Secara parsial (individu) variabel independent (bebas) terhadap variabel dependen (terikat) yang diuji melalui uji t, dapat dijabarkan sebagai berikut : a. Variabel pelayanan berpengaruh signifikan terhadap variabel keputusan

konsumen dalam mengambil kredit modal kerja rekening koran pada PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim) Cabang Bawean Gresik

b. Variabel tingkat suku bunga berpengaruh signifikan terhadap variabel keputusan konsumen dalam mengambil kredit modal kerja rekening koran

c. Variabel lokasi berpengaruh tidak signifikan terhadap variabel keputusan konsumen dalam mengambil kredit modal kerja rekening koran pada PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim) Cabang Bawean Gresik.

Dari ketiga variabel bebas dalam penelitian ini, setelah diteliti melalui pengujian hanya ada 2 (dua) variabel yang berpengaruh terhadap variabel keputusan konsumen dalam mengambil kredit modal kerja rekening koran pada PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim) Cabang Bawean Gresik.

5.2 Saran

Saran yang dapat diberikan oleh penulis terhadap hasil dan pembahasan dari penelitian ini adalah :

1. Dari segi pelayanan supaya tetap dipertahankan yaitu pelayanan yang baik karena semakin baik pelayanan yang diberikan perusahaan kepada konsumen, maka akan semakin banyak konsumen memutuskan menggunakan produk perusahaan tersebut.

Dari segi tingkat suku bunga supaya lebih diperhatikan karena semakin tinggi tingkat suku bunga yang diberikan perusahaan, maka akan mengurangi keputusan konsumen menggunakan produk perusahaan tersebut.

Dari segi lokasi supaya tetap dipertahankan karena semakin lokasi tersebut mudah dijangkau oleh konsumen, maka konsumen akan semakin yakin menggunakan produk perusahaan tersebut.

2. Penelitian ini merupakan referensi bagi peneliti-peneliti selanjutnya dan diharapkan dengan keterbatasan variabel pada penelitian ini, hendaknya peneliti- peneliti selanjutnya yang mengambil topik judul penelitian yang sama dapat menambah variabel independen (bebas) pada penelitian selanjutnya, seperti produk, promosi dan fasilitas.

Angipora, P, Marius, 2002, "Dasar-dasar Pemasaran", Penerbit PT Raja Gratindo Persada, Jakarta.

Buchari, Alma, 2000, "Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa", Alfa Beta, Bandung.

Enggel, James, 2000, "Pemasaran Jasa", Penerbit Bayu Media, Yogyakarta. Dendawijaya, Lukman, 2001 "Manajemen Perbankan", Edisi Pertama, Penerbit

Ghalia Indonesia, Jakarta.

Dendawijaya, Lukman, 2003, " Manajemen Perbankan", Edisi Kedua, Penerbit Ghalia Indonesia, Jakarta

Kasmir, 2002, "Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya", Edisi Keenam, Penerbit Kasmir, 2004, "Pemasaran Bank", Edisi Pertama, Penerbit Pranada Media

Kencana, Jakarta.

Kotler, 2000, "Manajemen Pemasaran", Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta.

Kotler, 2002, "Manajemen Pemasaran ", Edisi Ke-tujuh Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta.

Kotler, Philips, 2003, "Manajemen Pemasaran", Edisi Millenium, Jilid Ke-satu. Penerbit Prehallindo, Jakarta.

Kotler, Philips, clan Garry, Amstrong, 2001, “Prinsip-Prinsip Pemasaran", Edisi Ke-delapan, Jilid Satu, Penerbit Erlangga, Jakarta.

Machfoedz, Mahmud, 2007, "Perilaku Konsumen" Penerbit Prenada Media Kencana, Jakarta.

Maya dan Rahmat, 2008, "Manajemen Perkreditan", Penerbit BPFE, Yogyakarta. Moenir, 2003, "Pelayanan Jasa", Penerbit Bayu Media, Yogyakarta.

Nirwana, 2004, "Prinsip-Prinsip Pemasaran Jasa", Cetakan Pertama, Penerbit Dioma, Malang.

Riduwan, 2007, "Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru Karyawan dan Peneliti Pemula", Edisi Ke-empat, Penerbit Alfabeta, Bandung.

Setiadi, J, Nugroho, 2003, "Perilaku Konsumen", Edisi Pertama, Prenada Media Kencana, Jakarta.

Sugiarto, Endar, 2002, "Psikologi Pelayanan Dalam Industri Jasa", Penerbit Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Suharjono, 2003, " Manajemen Perbankan" Penerbit Ghalia Indonesia, Jakarta. Sugiyono, 2003, "Metode Penelitian Bisnis" Penerbit CV Alfabeta, Bandung. Sulaiman, 2004, "Statistik Untuk Penelitian" Penerbit Alfabeta, Jakarta. Stanton, 2003, "Prinsip Pemasaran , Penerbit Erlangga, Jakarta.

Tjiptono, Fandy, 2045, " Pemasaran Jasa", Penerbit Bayu Media, Yogyakarta. Umar, Husein, 2003, "Perilaku Konsumen Jasa", Ghalia Indonesia, Jakarta. Yarnest, 2003, "Panduan Aplikasi Statistik SPSS 11.0” Penerbit Dioma,

Malang.

Dokumen terkait