2 Korintus 5:14-15
jumat, 28 september 2012 Obaja 1 - Yunus 4
Bacaan Alkitab Setahun
Pastikan bahwa hidupmu layak untuk diteladani.
Para orang tua, agar hidupnya menjadi teladan yang baik bagi
anak-anaknya. Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga
menjadi pengikut Kristus. 1 Korintus 11:1
Patut Diteladani
1 Korintus 11:1-2
Seorang ibu mengeluh tentang perilaku anaknya yang masih kecil. Ibu itu telah berulang kali menasihati dan berkata: “Nak, jangan kasar terhadap adikmu.” Namun anak itu tetap kasar dan membentak-bentak adiknya setiap hari. Apa yang salah dengan semua itu? Saudara, seorang anak ternyata belajar dari apa yang ditampilkan orang tuanya sehari-hari. Anak lebih meniru perbuatan orangtuanya daripada menaati perkataan orang tuanya.
Mendidik anak yang benar adalah melalui teladan orang tuanya sendiri. Apakah Saudara seorang suami yang mempraktikkan kasih terhadap isteri? Berkata-katalah dengan baik, lembut dan tidak kasar, bukan membentak atau kata-kata tajam. Apakah Saudara seorang isteri yang menghormati dan menghargai suami? Apa yang sehari-hari terjadi akan menjadi acuan bagi anak-anak Saudara dalam bersikap dan bertingkah-laku.
Saat anak melihat orang tuanya hidup harmonis, saling mengasihi dan menghargai, maka anak akan memakai teladan itu. Ketika orang tua setia beribadah dan suka membaca firman Tuhan serta rajin berdoa, maka anak akan bersikap dan bertindak seperti itu juga. Itu sebabnya jangan sampai anak menjadi “kacau” hidupnya, karena ulah dan kesalahan orang tuanya. Tampilkan sikap dan cara hidup yang layak diteladani.
Paulus dengan mantap berkata, “jadilah pengikutku” karena dia sendiri konsekuen menjadi pengikut Kristus yang setia. Pertanyaan yang patut Saudara renungkan adalah apakah diri Saudara bisa menjadi teladan untuk diikuti orang lain? Kehidupan para pengikut Kristus yang setia dan benar akan selalu menjadi berkat bagi banyak orang. Sebaliknya, kehidupan seseorang yang “kacau” akan menyesatkan orang sekitar yang mengikutinya. (LB)
sabtu, 29 september 2012 Bacaan Alkitab Setahun Mikha 1-5
D O A r e n u n g a D O A r e n u n g a
Suatu kali dalam perjalanan dengan taksi saya berbincang-bincang
dengan sopir yang mengantar. Saya menilai apa yang ia katakan itu menunjukkan kesungguhannya dalam melayani penumpang. Kepuasan para penumpang jelas menjadi tujuan utama. Sopir itu bertanggung jawab dan konsisten dalam melakukan perintah untuk menjemput di rumah atau di tempat di mana penumpang itu memesan jasanya lewat telepon. Dia selalu melawan godaan tatkala ada penumpang lain yang ada di jalan yang berusaha untuk menghentikannya. Dia berkata bahwa dia akan tetap fokus pada janji dari panggilan tugasnya untuk menjemput calon penumpang pertama tadi sekalipun mungkin jarak yang ditempuhnya menjadi lebih jauh dibandingkan dengan penumpang yang ada di jalan tadi. Ia bertanggung jawab menjemput sampai tujuan bahkan dalam keadaan yang sulit sekalipun, seperti menghadapi banjir.
Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita tentang arti kesetiaan, kesabaran dan tanggung jawab. Dia adalah Tuhan yang benar-benar peduli pada umat-Nya. Hal itu terbukti dengan kehadiran-Nya di dalam dunia menghampiri manusia sesuai dengan kehendak Bapa. Yesus rela mati menderita sengsara dan melakukan itu semua supaya kita bisa hidup. Tuhan ingin kita mengerti bahwa tuduhan palsu, aniaya, cercaan, hujatan yang Ia alami hingga Ia mati di kayu salib itu tidak bisa mengalahkan betapa kasih-Nya kepada kita. Sungguh suatu teladan yang mulia.
Marilah kita dengan bangga dan setia mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat. Kalau Dia telah mengasihi kita dan memberi contoh yang baik, sepatutnya kita juga mempersembahkan hidup kita untuk Kristus saja dan bukan kepada ilah lain. (YH)
Tuhan sudah terlebih dahulu berkorban bagi
kita.
Orang-orang yang mulai jauh dan undur dari Tuhan. Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka. 2 Korintus 5:15
Hidup Untuk Kristus
2 Korintus 5:14-15
jumat, 28 september 2012 Obaja 1 - Yunus 4
Bacaan Alkitab Setahun
Pastikan bahwa hidupmu layak untuk diteladani.
Para orang tua, agar hidupnya menjadi teladan yang baik bagi
anak-anaknya. Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga
menjadi pengikut Kristus. 1 Korintus 11:1
Patut Diteladani
1 Korintus 11:1-2
Seorang ibu mengeluh tentang perilaku anaknya yang masih kecil. Ibu itu telah berulang kali menasihati dan berkata: “Nak, jangan kasar terhadap adikmu.” Namun anak itu tetap kasar dan membentak-bentak adiknya setiap hari. Apa yang salah dengan semua itu? Saudara, seorang anak ternyata belajar dari apa yang ditampilkan orang tuanya sehari-hari. Anak lebih meniru perbuatan orangtuanya daripada menaati perkataan orang tuanya.
Mendidik anak yang benar adalah melalui teladan orang tuanya sendiri. Apakah Saudara seorang suami yang mempraktikkan kasih terhadap isteri? Berkata-katalah dengan baik, lembut dan tidak kasar, bukan membentak atau kata-kata tajam. Apakah Saudara seorang isteri yang menghormati dan menghargai suami? Apa yang sehari-hari terjadi akan menjadi acuan bagi anak-anak Saudara dalam bersikap dan bertingkah-laku.
Saat anak melihat orang tuanya hidup harmonis, saling mengasihi dan menghargai, maka anak akan memakai teladan itu. Ketika orang tua setia beribadah dan suka membaca firman Tuhan serta rajin berdoa, maka anak akan bersikap dan bertindak seperti itu juga. Itu sebabnya jangan sampai anak menjadi “kacau” hidupnya, karena ulah dan kesalahan orang tuanya. Tampilkan sikap dan cara hidup yang layak diteladani.
Paulus dengan mantap berkata, “jadilah pengikutku” karena dia sendiri konsekuen menjadi pengikut Kristus yang setia. Pertanyaan yang patut Saudara renungkan adalah apakah diri Saudara bisa menjadi teladan untuk diikuti orang lain? Kehidupan para pengikut Kristus yang setia dan benar akan selalu menjadi berkat bagi banyak orang. Sebaliknya, kehidupan seseorang yang “kacau” akan menyesatkan orang sekitar yang mengikutinya. (LB)
sabtu, 29 september 2012 Bacaan Alkitab Setahun Mikha 1-5
D O A r e n u n g a D O A r e n u n g a
Manusia suka membanding-bandingkan. Saat membeli barang,
harga dibandingkan dari toko yang satu dengan toko yang lain. Kualitas barang dibandingkan dari merk yang satu dengan merk yang lain. Saat seseorang mau menikah, ia membandingkan calon pasangannya dengan jejaka atau gadis lain. Bahkan, saat hendak beribadah di sebuah gereja juga membandingkan gereja yang satu dengan yang lain. Proses pembandingan ini sah-sah saja dan memang perlu dilakukan guna mendapatkan yang terbaik dalam hidup ini.
Rasul Paulus sedang membandingkan Yesus Kristus dengan pelbagai ilah atau berhala yang ada pada zamannya. Saat itu banyak orang menyembah sesuatu atau seseorang yang dipandang bisa memberikan pertolongan dan perlindungan. Padahal berhala itu imajinasi manusia semata, bahkan dipakai kuasa kegelapan untuk menyesatkan manusia. Keunggulan Yesus Kristus dipaparkan Paulus: Yesus Kristus lebih utama dari segala ciptaan, karena Ia adalah Pencipta itu sendiri (ayat 15-16); Yesus Kristus telah mati dan bangkit sebagai Penebus dosa umat manusia (ayat 18); Yesus Kristus telah memperdamaikan manusia dengan Allah oleh pengorbanan-Nya (ayat
21-22).
Milikilah pengenalan akan Yesus Kristus dengan benar, yaitu bahwa Ia terlebih besar, terlebih utama, terlebih indah, dibandingkan apa pun dan siapa pun di dunia ini. Jika kita mengenal Dia dengan benar, kita akan tetap kuat dan tidak mudah digeser dari iman kita
(ayat 23). Bahkan kita akan mampu memperkenalkan Tuhan Yesus
Kristus kepada orang lain bahwa Ia adalah Juruselamat dunia. (PF)
Yesus Kristus jauh lebih besar dari masalah kita
yang terbesar.
Agar kuasa di dalam nama Tuhan Yesus Kristus dialami
semua orang. Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia. Kolose 1:17
Dia Terlebih Besar
Kolose 1:15-23
minggu, 30 september 2012 Mikha 6 - Nahum 3
Bacaan Alkitab Setahun
D O A r e n u n g a
Oleh : Pdt. Agus Sutrisno, S.Th.
Manusia suka membanding-bandingkan. Saat membeli barang,
harga dibandingkan dari toko yang satu dengan toko yang lain. Kualitas barang dibandingkan dari merk yang satu dengan merk yang lain. Saat seseorang mau menikah, ia membandingkan calon pasangannya dengan jejaka atau gadis lain. Bahkan, saat hendak beribadah di sebuah gereja juga membandingkan gereja yang satu dengan yang lain. Proses pembandingan ini sah-sah saja dan memang perlu dilakukan guna mendapatkan yang terbaik dalam hidup ini.
Rasul Paulus sedang membandingkan Yesus Kristus dengan pelbagai ilah atau berhala yang ada pada zamannya. Saat itu banyak orang menyembah sesuatu atau seseorang yang dipandang bisa memberikan pertolongan dan perlindungan. Padahal berhala itu imajinasi manusia semata, bahkan dipakai kuasa kegelapan untuk menyesatkan manusia. Keunggulan Yesus Kristus dipaparkan Paulus: Yesus Kristus lebih utama dari segala ciptaan, karena Ia adalah Pencipta itu sendiri (ayat 15-16); Yesus Kristus telah mati dan bangkit sebagai Penebus dosa umat manusia (ayat 18); Yesus Kristus telah memperdamaikan manusia dengan Allah oleh pengorbanan-Nya (ayat
21-22).
Milikilah pengenalan akan Yesus Kristus dengan benar, yaitu bahwa Ia terlebih besar, terlebih utama, terlebih indah, dibandingkan apa pun dan siapa pun di dunia ini. Jika kita mengenal Dia dengan benar, kita akan tetap kuat dan tidak mudah digeser dari iman kita
(ayat 23). Bahkan kita akan mampu memperkenalkan Tuhan Yesus
Kristus kepada orang lain bahwa Ia adalah Juruselamat dunia. (PF)
Yesus Kristus jauh lebih besar dari masalah kita
yang terbesar.
Agar kuasa di dalam nama Tuhan Yesus Kristus dialami
semua orang. Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia. Kolose 1:17
Dia Terlebih Besar
Kolose 1:15-23
minggu, 30 september 2012 Mikha 6 - Nahum 3
Bacaan Alkitab Setahun
D O A r e n u n g a
Oleh : Pdt. Agus Sutrisno, S.Th.
manusia biasa yang dipakai oleh Allah untuk menyampaikan perkataan Allah dalam waktu terbatas oleh karena faktor usia dan kematian.
2. K r i s t u s l e b i h u n g g u l daripada malaikat
K r i s t u s l e b i h t i n g g i daripada malaikat karena nama yang dikaruniakan kepada-Nya jauh lebih indah daripada nama para malaikat (Ibrani 1:4). Malaikat menyembah Kristus
(Ibrani 1:6). Malaikat melayani
Kristus (Ibrani 1:7). Kristus adalah Anak sedangkan malaikat adalah pesuruh atau hamba
(Ibrani 1:5-9). Kristus adalah
Pencipta sedangkan malaikat adalah ciptaan (Ibrani 1:10-12). K r i s t u s a d a l a h p e n g u a s a sedangkan malaikat adalah pelayan (Ibrani 1:13-14). Penulis juga menjelaskan bahwa Allah tidak pernah mengundang malaikat duduk di sebelah kanan-Nya tetapi berbeda dengan Kristus yang duduk di sebelah kanan Allah, sampai semua musuh-Nya menjadi tumpuan kaki-Nya (Ibrani 1:13). Malaikat tetap malaikat mereka tidak bisa melakukan apa yang d i l a k u k a n K r i s t u s k e p a d a
manusia. Malaikat melayani manusia; tapi Anak menjadi manusia untuk melayani dengan kapasitas yang lebih besar.
3. K r i s t u s l e b i h u n g g u l daripada Musa
Kristus sebagai Imam Besar lebih besar daripada Musa sekalipun Musa dianggap nabi yang terbesar di antara segala nabi, perantara dan pembawa h u k u m ( I b r a n i 3 : 1 - 6 ) . Penjelasan ini adalah sebuah pelurusan konsep orang Yahudi yang selama ini menganggap Musa lebih agung daripada para malaikat. Musa adalah orang yang dipakai Allah sebagai perantara untuk menerima hukum Taurat yang bagi orang Yahudi, Taurat itu merupakan hal yang paling agung dalam sejarah dunia. Orang Yahudi agak sulit membayangkan ada orang yang lebih agung daripada Musa. T e t a p i j u s t r u p e n u l i s menyatakan bahwa Kristus lebih unggul dari Musa karena Musa hanya perantara manusiawi bagi Perjanjian Lama. Sedangkan Kristus adalah “Ahli Bangunan I l a h i ” y a n g m e n d i r i k a n perjanjian baru (Ibrani 3:3-4). Musa seorang yang setia sebagai Definisi unggul berarti
memiliki nilai kecakapan, kebaikan dan karya yang melebihi dari yang lain. Dalam hidup ini tentu kita semua selalu berharap agar kita mendapatkan teladan dan sandaran hidup yang baik yang melebihi dari pribadi yang lain, sehingga kita tidak tersesat dan hidup selamat. Oleh karena itu pilihlah teladan hidup sejati yang unggul dan bisa diandalkan.
Dengan sengaja tema ini diangkat dengan menggunakan landasan pada Perjanjian Baru kitab Ibrani mengingat kitab Ibrani memiliki tujuan khusus yaitu ditulis untuk menyapa jemaat Yahudi yang ada di perantauan agar tetap teguh dan tidak goyah imannya kepada Kristus. Selain itu kitab ini banyak menyebut tokoh-tokoh yang dikagumi oleh orang-orang Yahudi, di antaranya adalah nabi-nabi, malaikat, Musa, Yosua dan Harun. Itu sebabnya nama dan karya Tuhan Yesus Kristus sering dibanding-bandingkan dengan tokoh-tokoh di atas.
Dalam kitab Ibrani, karya keselamatan yang dikerjakan oleh Kristus dibanding dengan karya pribadi yang lain jelas karya Kristuslah yang lebih u n g g u l .
Bahkan dapat dikatakan bahwa Kristus adalah sosok pribadi yang sangat mengagumkan, yang jauh lebih tinggi dari semua ciptaan. Dia adalah Allah. Berdasarkan kitab Ibrani kita akan melihat keunggulan Kristus dibandingkan dengan status para nabi, malaikat, Musa, Yosua dan Harun.
1. K r i s t u s l e b i h u n g g u l daripada nabi
Pe n u l i s S u r a t I b r a n i menyebut Kristus sebagai Anak (istilah ini dipakai sebanyak 12 kali). Dari hal ini terlihat bahwa Kristus memiliki tingkatan yang jauh lebih tinggi daripada para nabi. Sebagai Anak Sang Pemilik, Ia berhak menerima segala yang ada (Ibrani 1:2). Kalau semua nabi memiliki masa yang terbatas menjadi juru bicara Allah, namun Kristus sebagai Anak Allah menjadi juru bicara Allah di akhir zaman ini dalam waktu tak terbatas melalui Roh-Nya yaitu Roh Kristus. Oleh karena itu Kristus lebih unggul daripada nabi-nabi yang ada. Dia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah. Dialah yang menciptakan dan yang menopang alam semesta (Ibrani
manusia biasa yang dipakai oleh Allah untuk menyampaikan perkataan Allah dalam waktu terbatas oleh karena faktor usia dan kematian.
2. K r i s t u s l e b i h u n g g u l daripada malaikat
K r i s t u s l e b i h t i n g g i daripada malaikat karena nama yang dikaruniakan kepada-Nya jauh lebih indah daripada nama para malaikat (Ibrani 1:4). Malaikat menyembah Kristus
(Ibrani 1:6). Malaikat melayani
Kristus (Ibrani 1:7). Kristus adalah Anak sedangkan malaikat adalah pesuruh atau hamba
(Ibrani 1:5-9). Kristus adalah
Pencipta sedangkan malaikat adalah ciptaan (Ibrani 1:10-12). K r i s t u s a d a l a h p e n g u a s a sedangkan malaikat adalah pelayan (Ibrani 1:13-14). Penulis juga menjelaskan bahwa Allah tidak pernah mengundang malaikat duduk di sebelah kanan-Nya tetapi berbeda dengan Kristus yang duduk di sebelah kanan Allah, sampai semua musuh-Nya menjadi tumpuan kaki-Nya (Ibrani 1:13). Malaikat tetap malaikat mereka tidak bisa melakukan apa yang d i l a k u k a n K r i s t u s k e p a d a
manusia. Malaikat melayani manusia; tapi Anak menjadi manusia untuk melayani dengan kapasitas yang lebih besar.
3. K r i s t u s l e b i h u n g g u l daripada Musa
Kristus sebagai Imam Besar lebih besar daripada Musa sekalipun Musa dianggap nabi yang terbesar di antara segala nabi, perantara dan pembawa h u k u m ( I b r a n i 3 : 1 - 6 ) . Penjelasan ini adalah sebuah pelurusan konsep orang Yahudi yang selama ini menganggap Musa lebih agung daripada para malaikat. Musa adalah orang yang dipakai Allah sebagai perantara untuk menerima hukum Taurat yang bagi orang Yahudi, Taurat itu merupakan hal yang paling agung dalam sejarah dunia. Orang Yahudi agak sulit membayangkan ada orang yang lebih agung daripada Musa. T e t a p i j u s t r u p e n u l i s menyatakan bahwa Kristus lebih unggul dari Musa karena Musa hanya perantara manusiawi bagi Perjanjian Lama. Sedangkan Kristus adalah “Ahli Bangunan I l a h i ” y a n g m e n d i r i k a n perjanjian baru (Ibrani 3:3-4). Musa seorang yang setia sebagai Definisi unggul berarti
memiliki nilai kecakapan, kebaikan dan karya yang melebihi dari yang lain. Dalam hidup ini tentu kita semua selalu berharap agar kita mendapatkan teladan dan sandaran hidup yang baik yang melebihi dari pribadi yang lain, sehingga kita tidak tersesat dan hidup selamat. Oleh karena itu pilihlah teladan hidup sejati yang unggul dan bisa diandalkan.
Dengan sengaja tema ini diangkat dengan menggunakan landasan pada Perjanjian Baru kitab Ibrani mengingat kitab Ibrani memiliki tujuan khusus yaitu ditulis untuk menyapa jemaat Yahudi yang ada di perantauan agar tetap teguh dan tidak goyah imannya kepada Kristus. Selain itu kitab ini banyak menyebut tokoh-tokoh yang dikagumi oleh orang-orang Yahudi, di antaranya adalah nabi-nabi, malaikat, Musa, Yosua dan Harun. Itu sebabnya nama dan karya Tuhan Yesus Kristus sering dibanding-bandingkan dengan tokoh-tokoh di atas.
Dalam kitab Ibrani, karya keselamatan yang dikerjakan oleh Kristus dibanding dengan karya pribadi yang lain jelas karya Kristuslah yang lebih u n g g u l .
Bahkan dapat dikatakan bahwa Kristus adalah sosok pribadi yang sangat mengagumkan, yang jauh lebih tinggi dari semua ciptaan. Dia adalah Allah. Berdasarkan kitab Ibrani kita akan melihat keunggulan Kristus dibandingkan dengan status para nabi, malaikat, Musa, Yosua dan Harun.
1. K r i s t u s l e b i h u n g g u l daripada nabi
Pe n u l i s S u r a t I b r a n i menyebut Kristus sebagai Anak (istilah ini dipakai sebanyak 12 kali). Dari hal ini terlihat bahwa Kristus memiliki tingkatan yang jauh lebih tinggi daripada para nabi. Sebagai Anak Sang Pemilik, Ia berhak menerima segala yang ada (Ibrani 1:2). Kalau semua nabi memiliki masa yang terbatas menjadi juru bicara Allah, namun Kristus sebagai Anak Allah menjadi juru bicara Allah di akhir zaman ini dalam waktu tak terbatas melalui Roh-Nya yaitu Roh Kristus. Oleh karena itu Kristus lebih unggul daripada nabi-nabi yang ada. Dia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah. Dialah yang menciptakan dan yang menopang alam semesta (Ibrani
p e l a y a n d i r u m a h A l l a h , sedangkan Kristus setia sebagai Anak yang mengepalai rumah itu
(Ibrani 3:5-6). Musa membawa
k e l u a r s a t u b a n g s a d a r i perbudakan, tetapi Kristus membawa manusia keluar dari perbudakan dosa.
4. K r i s t u s l e b i h u n g g u l daripada Yosua
Yosua adalah tokoh yang dipakai Allah untuk memimpin Israel merebut tanah Kanaan
( I b r a n i 4 : 1 - 1 1 ) . Yo s u a
memimpin Israel masuk ke tanah Kanaan, tetapi Yosua tidak sanggup memberikan tempat perhentian yang benar kepada orang Israel, karena perhentian yang sejati masih menjadi sebuah janji. Tetapi oleh Tuhan Yesus Kristus, orang percaya d i b a w a m a s u k k e d a l a m perhentian sejati yaitu kasih karunia Allah. Inilah hari yang dinantikan oleh semua orang yaitu perhentian dalam kasih karunia Allah. Hal ini dibuktikan Kristus dalam karya-Nya yang besar di kayu salib saat Dia menyatakan: “Sudah selesai,” ada perhentian. Sekarang Kristus duduk di tempat tinggi karena pekerjaan-Nya sudah selesai.
Kita bisa masuk ke tempat perhentian dari pekerjaan-Nya yang sudah selesai. Sudahkah S a u d a r a m a s u k d a l a m perhentian sejati itu?
5. K r i s t u s l e b i h u n g g u l daripada Harun
Keunggulan Kristus atas Harun meliputi: Kristus tidak p e r n a h m e n g a d a k a n pendamaian terhadap dirinya sendiri sedangkan Harun harus mengadakan pendamaian atas dirinya sendiri dengan mengolah korban penghapus dosa dan korban bakaran (Imamat 9:7). K r i s t u s m e l a k s a n a k a n pelayanan-Nya dalam tempat kudus di sorga sedangkan Harun melaksanakan pelayanannya di dunia saja (Ibrani 4:14). Kristus meneguhkan keimamam yang lebih baik yaitu keimamam M e l k i s e d e k d a n b u k a n keimamam Harun (Ibrani 5:6,
10; 7:3, 17, 18-25). Kristus
dalam sifat-sifat-Nya adalah terlebih baik, tidak berdosa, sempurna sedangkan Harun seorang manusia biasa, berdosa, t e l a h m a t i d a n b a n y a k kekurangannya di hadapan Allah
( I b ra n i 7 : 2 3 - 2 8 ) . K r i s t u s
mempersembahkan korban yang lebih baik yaitu diri-Nya sendiri,
s e d a n g k a n H a r u n h a n y a mempersembahkan binatang-binatang. Persembahan Tuhan Yesus sekali untuk semua orang, sedangkan persembahan Harun harus diulangi setiap hari dan tidak mencakup semua orang
(Ibrani 7:27).
Kekayaan Kristus dalam menyelamatkan orang percaya s e m a k i n n y a t a k e t i k a i a menjadikan diri-Nya sendiri sebagai korban penyelamatan umat manusia yang percaya kepada-Nya satu kali untuk selama-lamanya. Penyelamatan ini bersifat pasti, kekal dan tidak ada oknum mana pun yang dapat membatalkannya (Yohanes
10:28). Hal ini karena Allah
sendiri yang memeteraikan orang percaya oleh Roh Kudus
( E f e s u s 1 : 1 3 ) d a n y a n g
memelihara orang percaya untuk m e n j a d i s e r u p a d e n g a n gambaran Anak-Nya (Roma
8:29).
Melalui rangkuman ini,
nyata bahwa Kristus dan karya-Nya menjadi sentral dari kitab Ibrani. Penulis telah menjadikan K r i s t u s s e b a g a i s e n t r a l beritanya. Saya juga meyakini bahwa sentral pemberitaan Allah terhadap dunia adalah pribadi Kristus dan karya-Nya untuk menyelamatkan umat manusia. Jadi, sudah seharusnya gereja Tuhan dan setiap orang percaya menjadikan Kristus dan karya-Nya menjadi sentral dalam p e m b e r i t a a n d a n s e n t r a l kehidupan.
Keunggulan dan kekayaan Kristus dalam menyelamatkan orang percaya melalui kitab Ibrani ini sangat luar biasa. U n t u k i t u y a n g m e n j a d i perhatian kita sebagai orang percaya adalah menjadi orang percaya yang sungguh-sungguh, bukan setengah-setengah. Mari kita menghidupi iman percaya k i t a k e p a d a A l l a h y a n g menghasilkan buah pertobatan. Amin.
Sumber :
1. http://rudizalukhu.gkpetamburan.net/sentralitas-dan-keunggulan-yesus-dalam-kitab-ibrani/
p e l a y a n d i r u m a h A l l a h , sedangkan Kristus setia sebagai Anak yang mengepalai rumah itu
(Ibrani 3:5-6). Musa membawa
k e l u a r s a t u b a n g s a d a r i perbudakan, tetapi Kristus membawa manusia keluar dari perbudakan dosa.
4. K r i s t u s l e b i h u n g g u l daripada Yosua
Yosua adalah tokoh yang dipakai Allah untuk memimpin Israel merebut tanah Kanaan
( I b r a n i 4 : 1 - 1 1 ) . Yo s u a
memimpin Israel masuk ke tanah Kanaan, tetapi Yosua tidak sanggup memberikan tempat perhentian yang benar kepada orang Israel, karena perhentian yang sejati masih menjadi sebuah janji. Tetapi oleh Tuhan Yesus Kristus, orang percaya d i b a w a m a s u k k e d a l a m perhentian sejati yaitu kasih karunia Allah. Inilah hari yang dinantikan oleh semua orang yaitu perhentian dalam kasih karunia Allah. Hal ini dibuktikan Kristus dalam karya-Nya yang besar di kayu salib saat Dia menyatakan: “Sudah selesai,” ada perhentian. Sekarang Kristus duduk di tempat tinggi karena pekerjaan-Nya sudah selesai.
Kita bisa masuk ke tempat perhentian dari pekerjaan-Nya yang sudah selesai. Sudahkah S a u d a r a m a s u k d a l a m perhentian sejati itu?
5. K r i s t u s l e b i h u n g g u l daripada Harun
Keunggulan Kristus atas Harun meliputi: Kristus tidak p e r n a h m e n g a d a k a n pendamaian terhadap dirinya sendiri sedangkan Harun harus mengadakan pendamaian atas