Dipelihara dalam lingkungan terbatas
Perlakuan khusus :
• Brooder (untuk anak ayam) •Penyinaran
Air
Pengganggu :
• Kuman penyakit • Toksin (Mikotoksin) • Iklim / CuacaPakan
Udara
Biosekuriti dan Program Kesehatan7
1. BIOSEKURITI
Biosekuriti adalah upaya untuk mencegah masuknya bibit penyakit kedalam satu areal peternakan, agar ayam yang dipelihara didalamnya bebas dari ancaman infeksi penyakit yang belum pernah ada dalam lokasi peternakan tersebut.
Untuk mencapai tujuan dari biosekuriti tersebut, beberapa hal penting sangat perlu untuk diperhatikan dan dilakukan oleh semua pelaku yang bergerak dibidang peternakan. Beberapa hal penting yang berhubungan dengan aspek biosekuriti, diantaranya mengenai ; penetapan lokasi peternakan; mengatur lalu lintas ternak dan sarana peternakan lainnya dan yang tidak kalah pentingnya adalah mengatur lalu lintas orang yang keluar masuk areal peternakan.
Lokasi peternakan dan konstruksi kandang
• Sangat ideal bila satu peternakan dibangun pada kawasan yang cukup terisolasi, dimana jaraknya minimal 1 – 1,5 kilometer dari lokasi peternakan ayam yang terdekat dan fasilitas lain yang dapat memudahkan terjadinya kontaminasi.
• Peternakan ayam idealnya dibangun pada satu kawasan yang mudah dijangkau dari segi transportasi, sehingga memudahkan pengangkutan hasil ternak dan sarana peternakannya. • Sangat perlu untuk dibuatkan pagar yang memadai, guna mencegah masuknya ternak liar atau
orang yang tidak dikehendaki kedalam areal peternakan.
• Disain konstruksi kandang, gudang dan bangunan pendukung lainya dibuat sebaik mungkin untuk mencegah masuknya burung liar dan binatang lainnya kedalam kandang,gudang maupun bangunan lainnya. Untuk bagian yang harus terbuka dari bangunan kandang / gudang dan bangunan pendukung lainnya, sebaiknya ditutup kawat lapis plastik (plastik coated wire) dengan besaran lubangnya -/+ 2 cm (3/4 inch). Lantai bangunan (untuk kandang postal) akan sangat baik bila dikeraskan dan disemen, agar semua jenis rodensia tidak mudah membuat lubang dan masuk kedalam bangunan.
• Lingkungan 15 meter disekitar bangunan kandang, gudang maupun bangunan pendukung lainnya, senantiasa dijaga kebersihannya dan diupayakan agar tanaman / rumput liar yang ada selalu dipotong, sehingga tidak mengganggu sirkulasi udara antar kandang atau tidak menjadi tempat bersarangnya insekta yang dapat berperan sebagai fektor penyakit.
• Lakukan pemeriksaan secara rutin terhadap sumber air dari adanya pencemaran mikroorganisme patogen, kandungan logam berat dan cemaran bahan kimia lainnya.
Pencegahan penyakit
Pencegahan penyakit yang ditularkan dari ternak/binatang liar
• Bila memungkinkan ada baiknya dilakukan pemeliharaan ayam dengan sistem “ all in – all out” (sistem satu umur) dalam satu lokasi peternakan. Banyak variasi umur (multiple age) dalam satu lokasi peternakan, menyebabkan siklus penyakit relatif sulit untuk dapat diputus, karena ayam yang umurnya lebih tua cenderung selalu menjadi reservoir dari agen penyakit.
8
• Waktu istirahat kandang yang cukup untuk setiap pengisian kembali anak ayam kedalam kandang yang sama. Waktu istirahat kandang terhitung mulai sejak kandang tersebut bersih dan didesinfeksi serta tirai penutup semua bagian yang terbuka dipasang dengan rapat. Disarankan waktu istirahat kandangnya sebaiknya minimum selama 2 minggu.
• Jaga semua jenis tumbuh-tumbuhan yang ada pada radius 15 meter dari bangunan kandang atau gudang, agar tidak tumbuh liar, sehingga tidak menjadi tempat masuknya rodensia maupun binatang liar lain kedalam bangunan kandang atau gudang.
• Jaga semua peralatan, kelengkapan bangunan dan bersihkan serta musnahkan sampah-sampah yang dihasilkan, agar tidak mudah jadi tempat rodensia dan binatang liar lainnya bersarang.
• Bersihkan segera tumpahan atau ceceran pakan, agar tidak termakan oleh ayam ( bila kandang postal ) atau agar tidak mengundang datangnya burung liar atau rodensia ( bila kandang panggung ).
• Simpan material litter (sekam padi atau potongan serutan kayu) dalam karung dan tempatkan dalam gudang yang tidak mudah dijangkau oleh rodensia maupun binatang liar lainnya.
• Jaga senantiasa burung liar agar tidak mudah masuk kedalam kandang ayam atau gudang tempat penyimpanan pakan.
• Upayakan dapat ditekan populasi rodensia dalam areal peternakan dengan cara menerapkan secara efektif program kontrol terhadap rodensia, yakni dengan mengikuti secara kontinyu pemberian umpan + racun untuk tujuan membatasi perkembang biakannya atau untuk membunuhnya.
Pencegahan penyakit karena lalu lintas dan sarana ternak lainnya
• Guna mencegah terjadinya pencemaran agen penyakit yang belum pernah ada dalam satu peternakan, hindari memasukan dan memelihara ayam atau unggas jenis apapun dalam areal peternakan.
• Pada saat dilakukan panen, bila memungkinkan upayakan agar kendaraan dan sarana pengangkutan lainnya tidak masuk ke dalam area kandang (area terbatas), dan hanya masuk sampai wilayang bebas terbatas dari satu areal peternakan.
• Pastikan kendaraan dan sarana pengangkut seperti; keranjang ayam, selalu dalam kadaan bersih dan sudah didesinfeksi terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam areal peternakan.
• Gunakan kendaraan operasional khusus dalam area peternakan, untuk mengangkut ayam dari dalam lokasi kandang sebelum dipindahkan ke dalam keranjang dan kendaraan pengangkut khusus yang digunakan mengirimnya ke pasar atau rumah potong unggas. • Kendaraan dan sarana pengangkut ayam yang khusus digunakan di dalam areal peternakan,
segera dibersihkan dan didesinfeksi setelah digunakan mengangkut ayam yang telah dipanen.
9
Pencegahan penyakit karena lalu lintas orang
• Batasi jumlah orang luar yang diijinkan masuk ke dalam areal peternakan, dengan cara mengunci selalu pintu masuk dan memasang tanda yang sesuai untuk menghimbau tidak sembarang orang masuk ke dalam areal peternakan.
• Jika supervisor atau dokter hewan dari satu peternakan harus mengunjungi lebih dari satu flok setiap harinya, diharuskan mereka mengunjungi ayam yang lebih muda terlebih dahulu, baru selanjutnya melakukan kunjungan pada flok ayam yang lebih tua. Selalu kunjungi flok ayam yang sakit terakhir setelah kunjungan ke flok ayam yang sehat.
• Semua orang yang masuk ke dalam areal peternakan harus mengikuti prosedur biosekuriti yang baik. Dipersyaratkan untuk semua pengunjung dan pekerja, disemprot dengan desinfektan serta menggunakan pakaian khusus yang telah disterilisasi, untuk mencegah terjadinya pencemaran agen penyakit dari luar ke dalam kandang. Bila itu tidak memungkinkan, gunakan sepatu boots dan penutup kepala serta spray dengan larutan desinfektan dan celup sepatu boots yang dipakai ke dalam bak air yang ditambahkan desinfektan sebelum masuk ke dalam kandang.
• Tetap dapat dipertahankan sistem recording dari pengunjung, dengan selalu mencatatnya dalam buku tamu ; nama, perusahaan, tujuan berkunjung, keterangan tentang peternakan yang sebelumnya dikunjungi dan peternakan berikut yang akan dikunjungi.
• Setiap masuk dan meninggalkan kandang, pekerja kandang dan juga pengunjung harus mencuci dan melakukan sanitasi terhadap tangan dan sepatu boots yang dipakai.
10
2. PERSIAPAN KANDANG
Tujuan dari persiapan kandang adalah, untuk memastikan bahwa kandang yang akan digunakan untuk memelihara ayam, dipastikan dalam keadaan bersih, lingkungan kandangnya nyaman untuk ayam dan membebaskan lingkungan kandang dari cemaran berbagai agen penyakit yang bersifat patogen, dari pemeliharaan ayam periode sebelumnya, atau terhadap kontaminasi yang berasal dari luar kandang.
Prosedur sanitasi dan desinfeksi kandang
Bersih kering
Segera setelah ayam dipanen, bersihkan dan keluarkan semua bekas pakan yang tersisa dari tempat pakannya. Bila menggunakan automatic feeder (hauger atau chain feeder), bersihkan sisa pakan yang masih tertinggal dalam automatic feeding system tersebut, sesuai prosedur pembersihan yang direkomendasi oleh pabrik pembuatnya.
Keluarkan semua peralatan dan juga ayam mati atau sisa ayam afkir yang masih ada dari dalam kandang. Selanjutnya bersihkan dan keluarkan material anorganik lainnya, seperti ; kotoran dan bekas litter, bulu serta debu dari dalam kandang dengan cara dimasukan ke dalam karung. Semprot dengan desinfektan karung yang telah berisi materi anorganik tersebut, sebelum diangkut keluar dari lokasi peternakan.
Bersihkan dengan cara menggaruk dengan alat khusus, lapisan kotoran yang menempel pada ; lantai atau slat, dinding dan tiang kandang.
Bila banyak serangga ada dalam kandang, dapat dilakukan penyemprotan dengan insektisida sebelum dilakukan bersih basah.
Bersih basah bangunan dan peralatan
Cuci bangunan kandang dan semua peralatan dengan air bersih. Bila memungkinkan semprot semua bagian kandang dengan menggunakan air panas tekanan tinggi. Bila tidak memungkinkan seprot dengan air bersih tekanan tinggi.
Setelah cukup bersih bilas dengan air campur detergen yang mengandung pemutih (klorin), biarkan beberapa saat ( -/+ 1 jam), agar detergen dapat bekerja melarutkan sisa lemak kotoran yang masih menempel dan membunuh beberapa kuman penyakit yang sensitive terhadap detergen. Selanjutnya bilas dengan air bersih (tekanan tinggi) yang ditambahkan dengan soda api (NaOH).
Bersihkan peralatan kandang seperti; tempat pakan dan minum dengan air yang dicampur detergent dan selanjutnya dibilas dengan air bersih.
Bersihkan dan desinfeksi bagian dalam pipa air minum. Dapat dilakukan dengan cara klorinasi (klorin dosis cukup pekat : 100 – 200 ppm), diamkan selama 2 - 3 jam, untuk memberikan kesempatan klorin bekerja melarutkan sisa-sisa kotoran yang menempel pada permukaan dalam pipa. Selanjutnya dibilas dengan air bersih, dan pastikan tidak lagi ada sisa klorin dalam pipa air minum tersebut (ditest dengan klorin test kit).
11
Setelah dilakukan bersih kering dan bersih basah terhadap kandang yang akan dipersiapkan untuk periode berikutnya, tahap selanjutnya diperlukan adanya :
• Perbaikan kandang dan juga peralatan yang dianggap perlu, untuk memastikan dapat berfungsi dengan baik saat dipergunakan pada pemeliharaan ayam periode berikutnya.
• Bila memungkinkan lakukan penyemprotan dengan larutan kapur gamping kental pada semua bagian kandang, terutama sekali pada lantai kandangnya, untuk mengoptimalkan upaya sterilisasi kandang terhadap pencemaran kuman penyakit yang ada dalam kandang.
• Untuk kandang sistem terbuka, tutup rapat dengan tirai yang sudah disiapkan, pada seluruh bagian kandang yang terbuka, untuk mencegah pencemaran dari luar kandang, termasuk juga mencegah rodensia agar tidak masuk kedalam kandang yang sudah dibersihkan sebelumnya • Desinfeksi kandang yang telah ditutup tersebut, dengan desinfektan yang dapat membunuh
berbagai jenis agen penyakit. Kandang yang sudah ditutup rapat dan telah didesinfeksi tersebut, diistirahatkan selama minimal 2 minggu.
• Bila diperlukan, dimana banyak insekta ada dalam kandang, lakukan penyemprotan dengan insektisida setelah dilakukan penyemprotan dengan desinfektan sebelumnya.
• Lakukan juga treatmen terhadap lantai kandang dengan beberapa bahan kimia, seperti dengan Boric Acid, Aluminium Silicate, Garam (sodium cloride), Sulfur powder atau dengan Lime (Calsium Carbonate). Tujuan dari treatmen terhadap lantai kandang (lihat table –1).
• 3 atau 4 hari sebelum masuk anak ayam, tebarkan bahan litter yang bersih (sangat minim kandungan debunya) kedalam kandang dengan ketebalan minimal 10 cm.
• 3 (tiga) hari sebelum masuk anak ayam (DOC), lakukan fumigasi dengan formaldehyde + kalium permanganat, dengan perbandingan 2 litter : 1 kilogram untuk volume ruang dalam kandang
480 – 540 M3. Bila fumigasi tidak memungkinkan untuk dikerjakan, dapat dilakukan
penyemprotan dengan dosis cukup pekat, desinfektan yang punya daya bunuh kuat terhadap berbagai jenis kuman penyakit.
Tabel – 1 : Beberapa jenis treatmen untuk lantai kandang Bahan aktif Aplikasi / Dosis
(kg/M2) Tujuan
Boric Acid Seperlunya Membunuh kumbang hitam Aluminium Silicate Seperlunya Membunuh kumbang hitam
Garam (Sodium Chloride) 0.25 Menekan penularan ascaris (cacinga) Sulfur Powder 0.01 Sterilisasi lantai kandang
Lime (Calsium Carbonate) Seperlunya Alkaline agent untuk sterilisasi lantai kandang. Membuat litter lebih mudah dibersihkan dan juga sebagai bahan tambahan untuk pupuk bersama liter dan kotoran ayam.
12
Pengaturan dalam kandang
Pengaturan yang dilakukan dalam kandang bertujuan untuk memastikan, agar ayam yang nantinya dipelihara merasa nyaman dan tidak mudah mengalami stress. Pengaturan dalam kandang, diterapkan cara yang berbeda-beda tergantung dari :
1. Tipe bangunan dan tingkat / level dari insulasi kandang
2. Sistem pemanas yang dipergunakan, khususnya pada kandang sistem closed house, apakah sistem pemanasan untuk seluruh ruangan atau lokal (brooder)
3. Sistem suplai air minum, apakah dengan tempat minum tipe bundar (round type), nipple atau sistem pipa terusan yang terbuka.
Sistem pemanasan seluruh ruangan dalam kandang
Baik dilakukan pada kandang closed house dengan full authomatic system dan memiliki insulator kandang yang baik atau pada kondisi dimana suhu lingkungan hangat (warm climate), dipergunakan 80 sampai 100% dari ruangan. Dengan sistem pemanasan seluruh ruangan, feeding sistem dan sistem instalasi air minum yang terpasang, disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan anak ayam. Sistem pemanasan seluruh ruangan sangat efektif diberikan pada ayam, bila kandangnya closed house dan didukung dengan automatic feeding serta watering system.
Gambar – 3 :
Sistem pemanasan seluruh ruangan menggunakan alat pemanas khusus, cukup efektif dan efesien pada kandang closed house,
13
Untuk 1.000 ekor ayam diperlukan : 10 buah chick feeder tray; 6 – 7 meter kertas dengan tebal 0.7 mm diletakan dibawah nipple dan 5 buah tempat minum ukuran 1 litter.
Gambar – 4 :
Contoh pemasangan peralatan tempat pakan dan minum dengan sistem pemanasan seluruh ruangan pada kandang closed house
Sistem pemanasan lokal (brooder)
Untuk kandang dengan sistem insulasi dimana dinding/tirainya kurang baik dan juga untuk efektifitas pemanasan yang diberikan pada anak ayam pada saat musim hujan, sangat tepat sistem pemanasnya diberikan secara lokal, dengan menggunakan brooding sistem.
Gambar – 5 :
• Pemanasan secara lokal dengan “brooding system” dan menggunakan semawar/gasolex sebagai brooder-nya, umum digunakan pada kandang system terbuka (open house)
14
Pre-heating (Pemanas dinyalakan sebelum DOC ditebar)
Pemanas yang dinyalakan sebelum anak ayam ditebar kedalam kandang, bertujuan mengkondisikan lingkungan dalam kandang, agar mempunyai temperatur yang sesuai untuk kebutuhan anak ayam. Sehingga DOC yang ditebar kedalam areal brooding atau areal kandang, diharapkan langsung dapat beradaptasi dengan kondisi lingkungan dalam kandang.
Sesuai dengan kondisi wilayah Indonesia yang beriklim tropis, lama waktu pre-heating yang dilakukan umumnya berkisar antara 2 – 3 jam, dan tentunya hal tersebut disesuaikan dengan kondisi iklim; tipe kandang dan sistem pengaturan tirai kandang. Temperatur dalam areal kandang saat pre-heating berkisar antara 28 – 300 C atau 30 – 320 C dibawah brooder pada kandang ayam dengan brooding sistem.
Litter
Bahan litter, bila ketebalannya cukup memadai (lebih dari 5 cm) dapat berfungsi sebagai insulator antara ayam dengan lantai kandang yang cukup keras dan dingin (kandang postal). Pada ayam yang masih muda, terutama pada anak ayam umur dibawah 3 minggu, litter berfungsi sebagai insulator antara ayam dengan lantai kandang, mempunyai arti yang sangat penting untuk membantu memberikan temperatur lingkungan dalam kandang yang nyaman bagi ayam.
Kebaikan dan kekurangan dari beberapa material litter
Beberapa jenis material litter yang umum digunakan pada peternakan ayam, dimana masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan, berkaitan dengan fungsinya sebagai insulator hawa dingin dari lantai kandang, dan kemampuannya dalam menyerap air yang berasal dari kotoran, maupun ceceran atau tumpahan air minum ayam.
o Potongan jerami
Potongan jerami padi dengan panjang 2 – 3 cm, sangat baik bila dipakai sebagai litter. Potongan jerami harus selalu dibalik untuk meningkatkan kemampuannya dalam menyerap air. Syarat dari pemakain potongan jerami sebagai litter, adalah harus bebas dari jamur dan juga pestisida.
o Serutan kayu
Serutan kayu dari jenis kayu yang cukup lunak dan sangat sedikit sekali kandungan debunya, sangat baik dijadikan bahan untuk litter. Secara umum, serutan kayu mempunyai kemampuan menyerap air yang sangat tinggi. Residu dari bahan kimia yang digunakan untuk mengawetkan kayu berbahaya untuk ayam atau dapat mewarnai kulit ayam.
o Kulit padi
Kulit padi yang dihasilkan dari sisa penggilingan padi, juga cukup baik untuk digunakan sebagai bahan litter. Hanya saja bila dibandingkan dengan serutan kayu, kemampuan menyerap airnya sangat terbatas, maksimal mampu menyerap air sebanyak 30%. Oleh karena itu, bila menggunakan kulit padi sebagai bahan litter, harus sering diganti atau dikeluarkan bila sudah nampak lembab / basah.
15
3. PEMASUKAN DOC
Tujuannya untuk mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan proses pemeliharaan ayam, sehingga selalu dapat dipastikan kondisi yang optimum untuk ayam yang akan dipelihara tersebut.
Kualitas DOC
DOC yang berkualitas baik mempunyai ukuran yang seragam dan pusarnya sudah kering dan menutup dengan baik. Tanda – tanda lain dari DOC yang dikatagorikan baik secara kualitas :
• Cukup sering bersuara (baik sebelum dan setelah dilepas dalam brooding area) • Kaki nampak berisi dengan bulu dan mata nampak cerah
• Lincah dan sangat aktif mencari pakan dan minum
• Tidak ada gangguan pernafasan atau tanda infeksi penyakit infeksius lainnya • Berat ideal : 38 – 45 gram, dengan tingkat keseragaman minimum 80%
Prosedur persiapan penempatan DOC
Sebelum kedatangan
Idealnya semua kandang beserta peralatan dalam satu lingkungan peternakan yang telah dicuci dan didesinfeksi, diisi hanya dengan satu jenis umur ayam ( sistem all in all out)
Pasang dan cek semua peralatan dan kelengkapan kandang lainnya secara seksama sebelum kedatangan DOC, untuk memastikan semuanya berfungsi secara optimal.
Perhitungkan jumlah DOC yang akan dimasukan dalam kandang (brooder), disesuikan dengan kapasitas kandang. Sesuaikan juga dengan jumlah alat pemasan, tempat pakan dan tempat minum yang dibutuhkan.
Sesuai dengan kondisi peternakan di Indonesia, pada umumnya pemeliharaan anak ayam menggunakan sistem lokal pemanas, agar lebih efektif dan efesien dalam pemakaian bahan bakarnya, anak ayam sebaiknya ditempatkan dalam brooding sistem.
Pasang chick guard dengan tinggi dindingnya 40 – 50 cm dan diameter 3 – 4 meter. Dinding untuk chick guard sebaiknya terbuat dari seng, disamping dapat melindungi anak ayam dari gangguan rodensia, juga sangat baik untuk memantulkan panas yang dipaparkan oleh alat pemanas ke tubuh anak ayam.
Hidupkan pemanas 2 – 3 jam sebelum DOC ditebar dalam brooder. Pastikan temperatur dalam areal brooder berkisar antara 30 – 320 C dibawah brooder.
Cek kualitas air yang akan diberikan untuk anak ayam. Sangat baik bila air yang akan dikonsumsi oleh ayam mengandung klorin setidaknya 1 ppm, atau bila menggunakan sistem nipple atau dengan bell drinker, kandungan klorin pada bak penampungnya berkisar 2 - 3 ppm dan pada air yang siap untuk diminum oleh ayam, mengandung klorin sebesar 1 ppm.
16
Siapkan tempat pakan dengan ration 1 chick feeder tray untuk 100 ekor DOC sampai berumur 10 hari. Juga siapkan tempat minum manual dengan ratio 1 : 50, yang telah diisi air + CHICKOFIT. Automatik drinker (nipple atau bell drinker) mulai dapat diperkenalkan setelah anak ayam berumur 3 hari, dan untuk automatik feeder dapat mulai diperkenalkan setelah anak ayam berumur 7 hari.
Setelah kedatangan
Sedapat mungkin ayam yang akan dimasukkan kedalam setiap kandang dikelompokan berdasarkan usia asal induknya.
Pindahkan DOC secara hati-hati namun sesegera mungkin dari mobil pengangkut ke dalam kandang dan tempatkan disekeliling chick guardnya. Buka tutup boks-nya dan adaptasikan selama -/+ 1 jam dengan kondisi dalam kandang, sebelum DOC ditebar kedalam chick guardnya.
Setelah -/+ 1 jam diadaptasikan pada lingkungan dalam kandang atau setelah diberikan vaksinasi terhadap ND, IBD dan atau juga terhadap IB dengan cara spay, segera lepaskan DOC ke dalam areal brooder.
1 – 2 jam setelah dilepaskan kedalam brooding area, operator kandang harus memastikan apakah anak ayam dapat makan dan minum dengan leluasa serta menyebar dengan merata dalam area brooding. Pengaturan tempat pakan dan minum serta alat pemanas, dilakukan bila diperlukan.
Kontrol terhadap keadaan anak ayam harus dilakukan minimum setiap 4 - 6 jam, terutama pada 24 jam pertama, untuk memperhatikan ventilasi (pada kandang tertutup / closed house), temperatur, pakan dan minum. Perhatikan tingkah laku anak ayam sebagai indikator apakah ada atau tidaknya masalah dalam brooding sistem.
Untuk kandang sistem tertutup (closed house) yang dilengkapi dengan automatik feeding dan dinking sistem yang dipasang secara permanen, setelah anak ayam berumur 2 – 3 hari perlu diatur sesuai dengan kebutuhan dan untuk memperkenalkannya pada anak ayam, penerangan area brooding dapat sedikit ditingkatkan.
Kandang dengan alat minum sistem automatik, setelah anak ayam berumur 7 hari, tempat minum tambahan secara bertahap dapat dikurangi, sampai akhirnya setelah berumur diatas 10 hari, sepenuhnya menggunakan alat minum automatik tersebut.
Untuk kandang yang menggunakan alat pakan sistem automatik, setelah ayam berumur 8 hari, secara bertahap tempat pakan tambahan sudah dapat dikurangi, sampai akhirnya setelah umur 10 hari, ayam menggunakan tempat pakan automatik.
Manajemen brooding
Tujuannya untuk pengadaan kondisi hangat, ventilasi dan akses yang mudah bagi ayam untuk makan dan minum, sehingga dapat mengoptimalkan pertumbuhannya.
Temperatur lingkungan yang dibutuhkan oleh anak ayam pada umur 1 sampai 7 hari haruslah cukup tinggi, yakni antara 310 – 330C. Temperatur dibawah 310C membuat anak ayam menjadi tidak mampu untuk menjaga temperatur tubuhnya. Sehingga dapat berpengaruh pada kondisi kesehatan dan perkembangan selanjutnya dari anak ayam tersebut.
17 Kondisi ideal dalam brooding
Pengaturan alat pemanas, tempat pakan dan minum serta luas area brooding, sangat mempengaruhi kondisi ideal dalam area brooding. Untuk memastikan agar ayam dapat tumbuh sehat dan relatif tahan terhadap gangguan penyakit, serta memberikan respon yang baik terhadap semua perlakuan manajemen yang diberikan selama periode awal pertumbuhannya, pastikan ayam ditempatkan pada brooding sistem (indukan buatan) selama 2 – 3 minggu atau tergantung kebutuhan dan kondisi cuaca / iklim di lapangan.
Selama anak ayam ditempatkan dalam brooding sistem (indukan buatan), agar ayam tetap merasa nyaman, beberapa hal berikut harus diperhatikan :
Anak ayam (DOC) ditempatkan dalam area brooding, dimana temperaturnya sudah diatur sebelumnya, sesuai dengan kebutuhan anak ayam. Chick guard (dinding pembatas area brooding) dari brooding sistem sebaiknya dibuat dari seng, dengan ketinggian chick guard antara 35 – 45 cm.
Untuk setiap brooder dengan satu sistem pemanas yang konvensional, idealnya diisi ayam maksimum 500 ekor. Namun bila setiap broodernya menggunakan infra merah (radiant) sebagai alat pemanasnya, dapat diisi antara 1.000 ekor anak ayam, tergantung kondisi cuaca/iklim. Pada umur satu hari, ayam membutuhkan temperatur brooding : 310 – 330C dengan temperatur untuk seluruh ruangan : 260 – 270C. Temperatur dalam brooding dapat dikurangi 20C setiap 4 hari, sampai akhirnya disesuikan dengan temperatur seluruh ruangan pada kandang sistem