TINJAUAN TEORITIS
A. Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam (HMJ PAI) 1. Pengertian Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam
Himpunan Mahasiswa Jurusan adalah organisasi mahasiswa ditingkat jurusan di suatu perguruan tinggi yang merupakan kegiatan ekstra kurikuler10. Keberadaan himpunan Mahasiswa haruslah berdasarkan prinsip dari, oleh dan untuk mahasiswa.Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) berada di tingkat jurusan dan berada di bawah koordinasi senat mahasiswa atau BEM Fakultas, sehingga seluruh kegiatannya harus berafiliasi ke program senat mahasiswa.
HMJ berfungsi sebagai organisasi pelaksana kegiatan pengembangan kemahasiswaan di tingkat jurusan, yang berkaitan dengan pengembangan penalaran dan keilmuan, serta sikap profesi sesuai dengan bidang ilmu dan program studi jurusan11.
Organisasi Khususnya HMJ Pendidikan Agama Islam merupakan wadah dalam mengasah kemampuan berbicara di depan umum (Public Speaking) melatih mental dan terkhusus tempat menambah wawasan keislaman.Bentuk Implementasi HMJ Pendidikan Agama Islam pada pembelajaran dasar-dasar Islam terhadap anak pemulung yang dimaksudkan oleh penulis dalam penelitian ini adalah mengimplementasikan nilai dasar Islam terhadap anak pemulung yang dikemas dengan pola pendekatan yang humanis, yang selalu mengedepankan nilai-nilai
10 Deny Purbowati, Tentang Himpunan Mahasiswa Jurusan, Apa yang perlu Diketahui?,h. 43
11 Ibid, h. 44
kemanusiaan antar sesama manusia tanpa membeda-bedakan, dan tanpa memandang strata sosial anak pemulung yang dibina dan dibimbing. Anak pemulung belajar mengaplikasikan nilai-nilai dasar Islam yang telah didapatkan dari pembelajaran pendidikan Agama Islam, karena pendidikan Agama bagi anak pemulung merupakan pondasi dasar yang harus di tanamkan terhadap jiwa anak sedini mungkin, agar anak tersebut mempunyai akhlak yang terpuji dan menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah, dan mampu mengaplikasikan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari, serta untuk membentengi diri dari perbuatan-perbuatan yang kurang terpuji, karena dunia jalanan adalah dunia yang bebas. Bagaimanapun anak pemulung merupakan generasi penerus bangsa yang harus mendapatkan pendidikan agama agar mereka mempunyai akhlak yang terpuji.
2. Sejarah HMJ Pendidikan Agama Islam
Pemuda merupakan salah satu komponen dalam sebuah lingkungan masyarakat, yang mana mempunyai tanggung jawab untuk melanjutkan tongkat estafet regenerasi bangsa Indonesia kedepan12. Pemuda juga merupakan cerminan masa depan pada sebuah lingkungan atau masyarakat yang mana jika tidak diarahkan secara positif maka akan menimbulkan dampak yang negatif,akan tetapi jika pemuda mempunyai sebuah wadah yang mana didalamnya mampu untuk melahirkan bibit-bibit pemikir dan mampu mengaplikasikan secara nyata dikehidupan masyarakat maka yakin kelak akan memberikan hasil yang positif dan akan berpengaruh berkumpulnya komunitas yang dapat mengkaji dan
12 AD/ART HMJ Pendidikan Agama Islam, h. 1
11 mengelaborasi problematika kehidupan masyarakat sosial, sehingga mahasiswa yang memiliki tingkat intelektual,dapat menjadi panutan dalam sebuah keharusan untuk melakukan pencerahan dan penyadaran berdasarklan etika dan kaidah perguruan tinggi yang sesuai dengan Tri Dharma perguruan tinggi yaitu pengabdian,pendidikan dan penilitian pada masyarakat.
Eksistensi mahasiswa,dituntut untuk mengejewantahkan peran-peran sosial yang bersumber pada nilai-nilai intelektual,kebenaran,keadilan dan kejujuran serta religious.Untuk mengejewantahkan peran-peran tersebut maka mahasiswa dan perguruan tinggi tidak dapat dipisahkan sebagai satu kesatuan yang utuh.Sehingga sangatlah dibutuhkan sebuah lembaga mahasiswa demi untuk mengembangkan diri dalam berkreatifitas dam memecahkan masalah-masalah kemahasiswaan dan sosial.Maka dari itu keberadaan mahasiswa dalam sebuah wadah lembaga sangatlah ideal ketika memiliki pedoman kelembagaan yang nantinya akan mengatur jalannya roda kepengurusan lembaga.Dalam hal ini terkhusus dalam lingkup Universitas Muhammadiyah Makassar disebut anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Lembaga kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Makassar.
3. Tujuan HMJ Pendidikan Agama Islam
Eksistensi Lembaga Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam Unismuh Makassar bertujuan:
a. Meningkatkan potensi Kemahasiswaan yang professional, Kompetitif, dan Berjiwa keagaman demi kepentingan Ummat, Bangsa, dan perserikatan Muhammadiyah.
b. Pengembangan dan penyebarluasan ajaran Islam,keterampilan,Ilmu pengetahuan dan teknologi demi untuk kemaslahatan bersama sesuai dengan tujuan Muhammadiyah13.
4. Peran HMJ Pendidikan Agama Islam Dalam Bersosialisasi di Masyarakat
Peran organisasi saat ini cukup penting dalam segala aspek kehidupan baik terkhusus dalam aspek sosial dan kemasyarakatan dan lain-lain14. Organisasi selalu berkembang sesuai kebutuhan zaman dan peradaban. Dimana organisasi ada sejak manusia itu ada, kebutuhan organisasi saat ini dalam melakukan fungsi-fungsi manajemen dan organisasi, prinsip-prinsip organisasi dan tujuan organisasi.
Perkembangan organisasi saat ini cukup pesat seiring perkembangan ilmu dan pengetahuan serta teknologi, sehingga peran organisasi dalam teknologi cukup besar dan sebaliknya peran teknologi juga cukup besar. Namun terkhusus Himpunan mahasiswa jurusan pendidikan Agama Islam merupakan organisasi sebagai satu sub bagian dari materi keislaman peranan yang cukup besar dalam kehidupan manusia. Organisasi sangat dibutuhkan dalam pembentukan karakter serta akhlak manusia.
Organisasi dilihat diri aspek prilaku, sedangkan teori organisasi dilihat dari aspek sekelompok individu yang berkerjasama untuk mencapai tujuan, atau organisasi sebagai wadah tempat individu bekerjasama secara rasional dan sistematis untuk mencapai tujuan.
13 AD/ART HMJ Pendidikan Agama Islam, h. 4
14 A. Usmara dan Lukas Dwiantara, Peran Organisasi Mahasiswa PAI,(Bandung,Setia Pustaka), h. 65
13 Terkhusus pada peran mahasiswa bagi anak pemulung yang ada dilokasi penelitian diantaranya mengajarkan perilaku serta etika yang baik. contohnya mengajarkan anak dalam membiasakan mengucapkan salam kepada sesama teman, membiasakan anak hidup bersih seperti mencuci tangan sebelum makan, dan memperbaiki tata cara wudhu yang benar serta baik dalam bersosial terhadap teman terlebih dengan keluarga dan hal ini sudah diimplementasikan sebagian anak di daerah tersebut dan akan menjadi kebiasaan yang akan terus diterapkan pada proses pengajaran di lokasi tersebut15.
Perilaku serta semangat mahasiswa himpunan mahasiswa jurusan pendidikan Agama Islam melambangkan jiwa sosial yang tinggi terkhusus kepada anak pemulung yang berada di lokasi penelitian. Segenap mahasiswa berperan penting dalam proses pengajaran dasar-dasar islam yang berlandaskan Al-qur’an dan Sunnah
Sosialisasi tidak hanya dijelaskan dalam pemahaman teori dan pendapat para Ahli tapi juga telah dijelaskan dalam Al-Qur’an proses sosialisasi seperti dalam Al-Qur’an (Q.S Luqman 31 : 18-19)
ْۚ سْىُخَف هاَخْخٍُ َّوُم ُّبِحُي َلَ َ ّٰاللّ َُِّا ٍۗاًحَشٍَ ِضْسَ ْلَا ًِف ِشََْح َلََو ِساَّْيِى َكَّذَخ ْشِّعَصُح َلََو
Terjemahnya :
“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.”16
15 Menurut Pandangan Penulis
16 Kementrian Agama RI,Al-Qur’an dan Terjemahan,(Cet-1,Jakarta: Lautan Lestari),h. 275
ْذِصْقاَو شْيََِحْىا ُث ْىَصَى ِثاَى ْصَ ْلَا َشَنَّْا َُِّا ٍَۗلِحْىَص ٍِِْ ْطُضْغاَو َلِيْشٍَ ْيِف
Terjemahnya :
“Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu.
Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai”17
Melalui penjelasan diatas bahwa manusia tidak dapat hidup tanpa orang lain di dunia, karena manusia adalah makhluk sosial. Setiap manusia membutuhkan orang lain untuk menyambung hidup, maka dari itu bersosialisasi sangatlah penting18. Tetapi seringkali masih banyak yang menyepelekan akan pentingnya bersosialisasi. Padahal dengan bersosialisasi, dapat mendapatkan banyak manfaat, contohnya adalah untuk mengembangkan potensi yang ada dalam diri, mendapatkan teman, mengenali kepribadian diri dan juga orang lain
sehingga dapat saling belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik19. Selain itu, hidup pun pastinya jauh lebih berwarna karena hidup dengan dikelilingi oleh orang-orang disekitar, bukan hidup sendiri tanpa ada satu pun orang yang saling mengenal.
Apabila dengan bersosialisasi mendapatkan manfaat, sebaliknya, jika tidak bersosialisasi maka tidak dapat berinteraksi dengan baik dan akan kesulitan untuk berhubungan dengan orang lain sehingga kemungkinan besar akan sulit diterima dalam lingkungan tersebut20.
17 Ibid,h. 276
18 Haryanto Hain, Sosialisasi Politik,(Depok,2007),h. 45
19 Ibid, h. 46
20 Ibid, h. 47
15 . Bersosialisasi tidaklah sulit, memulainya dari hal kecil yakni memberi sapaan singkat, tetapi ada juga sebagian orang yang sulit untuk bersosialisasi, contohnya adalah orang yang mempunyai sifat pendiam. Biasanya, orang dengan sifat pendiam21. lebih memilih untuk menyendiri dibandingkan untuk mengobrol atau bergaul dengan orang lain. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan bersosialisasi, antara lain : yang pertama yaitu melatih kemampuan bekomunikasi.
Melatih kemampuan komunikasi dapat dimulai dari hal kecil, contohnya memberi salam kepada orang lain. Memperluas wawasan dan berhati-hati dalam mengutarakan pendapat juga merupakan salah satu cara untuk meningkatkan sosialisasi22. Jadi, meningkatkan kemampuan bersosialisasi itu penting, karena selalu membutuhkan orang lain23. Teman dan lingkungan bergaul juga merupakan unsur yang berpengaruh dalam bersosialisasi, jadi jangan lupa untuk memilih teman dan lingkungan yang kondusif untuk bersosialisasi, agar terjalin hubungan yang positif.
Korelasi antara ayat 18 dan 19 pada intinya manusia dilarang untuk bersikap sombong karena sombong merupakan perilaku yang dibenci oleh Allah Subhanahu Wata’ala. Dengan sikap sombong kita tidak mampu menjalin hubungan silaturahim dengan sesama.
5. Hubungan HMJ Pendidikan Agama Islam bagi Anak Pemulung
Himpunan mahasiswa jurusan pendidikan Agama Islam merupakan organisasi jurusan yang memiliki beberapa bidang serta program kerja aktif berjalan24.
21 Ibid, h. 48
22 Ma Chung, Pentingnya Public Speaking,(Tidar,2020),h. 4
23 Ibid, h. 5
24 Universitas Sunan Kalijaga, Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam,(Yogyakarta,2017)
Oleh karena itu organisasi internal jurusan tersebut terdapat beberapa bidang yang mampu mengambil alih segala sesuatu yang menjadi dinamika sosial dan masyarakat diantaranya sebagai berikut :
a. Bidang Organisasi
Bidang Organisasi merupakan bidang yang bekerja serta mengawal segala kegiatan yang berlangsung difakultas maupun luar fakultas yang bersangkutan dengan kerja himpunan. Bidang organisasi merupakan kepala dari segala bidang serta yang paling sering merancang konsep pergerakan suatu organisasi.
b. Bidang Keilmuwan
Bidang keilmuwan merupakan bidang yang unggul pada segi pemikiran khususnya ladang dalam mengasah pola pikir internal jurusan.
c. Bidang Keagamaan
Bidang keagamaan merupakan bidang yang membahas perihal nilai spritual serta tingkah laku individu serta bidang ini merupakan kiblat dari segala bidang dalam berperilaku.
d. Bidang Advokasi
Bidang advokasi merupakan bidang yang mengadvokat segala dinamika yang terjadi khususnya yang ada di internal jurusan. Bidang ini juga bertugas mengetahui segala keluhan mahasiswa.
e. Bidang Sosial dan Ekonomi
Bidang sosial dan ekonomi merupakan bidang yang bekerja sama dengan tim bendahara organisasi yang mengelolah segala jenis kreatifitas mahasiswa pada sistem daur ulang menjadi sesuatu yang berpenghasilan, bidang ini juga bekerja pada proses sosialisasi antar masyarakat.
17
f. Bidang Minat dan Bakat
Bidang minat dan bakat merupakan bidang yang bekerja aktif dengan mahasiswa yang memiliki keterampilan yang lebih maupun yang ingin mengasah kemampuannya baik dalam hal seni maupun keolahragaan.
g. Bidang Keperempuanan
Bidang Keperempuanan merupakan bidang dalam mengasah nilai-nilai serta kode etik seorang perempuan yang dimana bidang tersebut merupakan wadah bagi para perempuan dalam mengenal dirinya sendiri25.
Dalam hal ini, bidang-bidang yang tertera merupakan bidang yang bekerja aktif selama proses kerja dari periode ke periode dalam kepengurusan himpunan mahasiswa jurusan pendidikan Agama Islam26. Hubungan himpunan mahasiswa jurusan pendidikan Agama islam dengan Anak pemulung yang berada di lokasi penelitian memiliki hubungan dalam proses berjalannya program kerja yang dilaksanan oleh dua bidang yang berperan aktif dalam mengelola desa binan jurusan pendidikan Agama Islam.
Hubungan kedua bidang diantaranya bidang keagamaan dan bidang sosial ekonomi yang dimana bidang keagamaan mengkhususkan pengajaran dasar-dasar Islam kemudian bidang sosial dan ekonomi khusus pada program kerja pembinaan karakter serta bersosial di masyarakat desa27.
Perjalanan mahasiswa khususnya dalam hal ini himpunan mahasiswa jurusan pendidikan Agama Islam dengan anak pemulung di desa taeng tersebut bermula dari keinginan serta dorongan dari pimpinan fakultas untuk bekerjasama dengan salah satu desa yang menjadi mitra kerja fakultas khususnya jurusan kemudian dimasukkan kedalam satu program kerja himpunan yang dimana diambil alih oleh bidang sosial dan ekonomi28.
25 AD/ART Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam,h. 6
26 Menurut Pandangan Penulis
27 Iin Novitasari,Hubungan Organisasi dengan Masyarakat,(Jakarta,2007),h. 45
28 Menurut Pandangan Penulis
Berlangsung setelah dijadikannya program kerja tetap dari periode ke periode bidang sosial ekonomi telah banyak memberikan perubahan yang baik dari segi pengawalan dan pembelajaran terhadap anak pemulung di lokasi penelitian tepatnya di desa taeng kab.gowa. proses kerja himpunan mahasiswa jurusan dalam hal ini bidang keagamaan dengan bidang sosial dan ekonomi yang dimana mengajarkan tentang dasar-dasar islam seperti pengajaran rukun iman dan rukun islam,mengawalan dari tata cara wudhu yang benar, berperilaku yang sopan serta santun serta mengajarkan anak untuk selalu bersikap jujur dan amanah.
Proses himpunan mahasiswa jurusan pendidikan Agama Islam dalam mengajarkan dasar islam kepada anak pemulung merupakan bentuk konsisten yang dilukakan mahasiswa untuk menciptakan generasi yang unggul serta memiliki akhlah yang baik yang memiliki sistem pengajaran yang tidak terfokus pada materi tetapi juga memberikan sesuatu yang sifatnya tidak formal karena memahami juga kondisi mental anak yang berada dilokasi tersebut yang kurang perhatin saat diberikan pembelajaran oleh karena itu segenap mahasiswa mmbentuk pola pengajaran yang ideal agar mampu menarik perhatian anak pemulung.
Berdasarkan hal tersebut anak pemulung telah mampu mengetahui dan memilah hal yang seharusnya mereka kerjakan dan hal yang harus mereka hindari. Pada proses pengajaran dasar-dasar islam anak telah mampu sediit demi sedikit memahami manfaat yang mereka dapatkan setelah mengikuti pembelajaran yang dilakukan mahasiswa dan ada pula yang belum terlalu mereka kuasai dan hal ini dikarenakan anak yang sangat acuh tak acuh dan enggan memperhatikan pada saat berlangsungnya proses pengajaran.
19
B. Pembelajaran Dasar-dasar Islam bagi Anak Pemulung 1. Pembelajaran Dasar-dasar Islam
Dasar Pendidikan Islam Dalam menetapkan sumber Pendidikan Islam dikemukakan tiga dasar utama dalam Pendidikan Islam adalah:
1) Al-Qur‟an Al-qur‟an sebagai kalam Allah yang telah diriwayatkan kepada Nabi Muhammad SAW bagi pedoman masing-masing merupakan petunjuk yang lengkap mencakup seluruh aspek kehidupan manusia yang Universal yang mana ruang lingkupnya mencakup ilmu pengetahuanyang luas dan nilai ibadah bagi yang membacanya, yang isinya tidak dapat dimengerti kecuali dengan dipelajari kandungan yang Mulia itu29.
Al-Qur‟an adalah firman Allah yang diturunkan oleh malaikat jiril kepada Rosulullah SAW dengan menggunakan lafadz arab dan makna yang benar.
Agar menjadi hujjah bagi Nabi Muhammad bahwa ia benar-benar Rosulullah SAW, menjadu undang-undang manusia sebagai petunjuk dan sarana untuk melakukan pendekatan diri dan ibadah kepada Allah bagi pembaca
2) As sunnah (Hadist) Hadist adalah segala bentuk prilaku, bicara Nabi yang merupakan cara yang diteladani dalam dakwah islam yang termasuk dalamtiga dimensi yaitu; berisi ucapan. Pertanyaan dan persetujuan Nabi atas peristiwa yang teradi. Semua contoh yang ditunjukan Nabi nerupakan arah yang dapat diteladani oleh manusia demi aspek kehidupan30.
Posisi hadist sebagai sumber Pendidikan utama bagi pelaksanaanya Pendidikan Islam yang dijadikan referensi teoretis maupun praktis. Acuan tersebut dilihat dari dua bentuk yaitu; sebagai acuan syari‟ah yang meliputi muatan-muatan pokok ajaran islam secara teoretis pendidik yang profesional, adil dan menjunjung tinggi nilai-nilai ajaran islam
29 Marzuki Razak,Pembelajaran Dasar-dasar Islam,(Surabaya,2005),h. 73
30 Ibid, h. 74
3) Ijtihad
Melakukan ijtihaj dalam pendidikan islam sangatlah perlu, karena media pendidikan merupakan sarana utama dalammembangun pranata kehidupan social dalam arti maju mundurnya kebudayaan manusia berkembang secara dinamis sangat ditentukan dari dinamika system pendidikan yang dilaksnakan31. Dalam dunia pendidikan sumbangan ijtihad dalam keikut sertaannya menata system pendidikan yang ingin di capai, sedangkan untuk perumusan system pendidikan yang dialogis dan adaptik, baik karena pertimbangan perkembangan zaman maupun kebutuhan manusia dengan berbagai potensi diperlukan upaya maksimal. Proses ijtihad harus merupakan kerja sama yang utuh di antara Mujtahid.
Dasar pendidikan islam dimulai dari pengetahuan dalam masyarakat atau lingkungan sehari-hari dengan itu akan timbul ilmu pengetahuan pada siri seseorang32. Salah satu penopang keberhasilan Negara yaitu dengan adanya Pendidikan dalam hal ini pendidikan islam sangat berperan bagi kemajuan suatu Negara. Melihat sangat pentingnya sebuah pendidikan bahkan diriwayatkan suatu hadist Nabi, yang menganjurkan kita untuk menuntut ilmu dengan ilmu pengetahuan. Sebab dengan kita memiliki ilmu seseorang akan dapat mengetahui barang yang benar dan yang salah, dapat mengetahui perintah dan larangan Allah, sehingga dapat melakukan perintah-perintah Allah dengan baik, benar dan sempurna, menjadikan amal perbuatannya diterima oleh Allah dan diberikan pahala disyurga.
Mengamalkan apa yang sudah kita dapat dengan harapan niat untuk taqwa pada Allah, beribadah pada Allah, maka akan semakin dalam kita menuju kecintaan pada Allah dan ridlonya dengan apa yang kita kerjakan baik dhohir maupun batin33.
31 Ibid, h. 75
32 Ibid, h. 76
33 Hardiyana Sukar,Dasar-dasar Pembelajaran Islam,(Surabaya,2003)h. 87
21
Beberapa kandungan dalam kita beribadah untuk pendidikan islam dengan menumbuhkan:
Ikhlas kepada Allah Swt. Apapun yang kita lakukanbaik hasil akhir nanti tidak sepadan dengan apa yang telah kita lakukan diperintahkan bagimu untuk beribadah dengan Ikhlas.
Taqwa, berbakti kepada Allah Swt dengan menjalankan segala perintah yang telah di syariatkan oleh agama Pendidikan Islam, adalah pendidikan yang dijalankan atas dasar ajaran Islam yang bersumber dari Al-Qur'an, Sunnah Nabi SAW dan contoh serta infortmasi valid yang berasal dari para sahabat, ulama, filosof dan cendekiawan muslim.
Oleh karena itu, pendidikan Islam sebenarnya adalah bentuk kongkrit dari pengamalan ajaran Islam. Sehubungan dengan ini, seluruh komponen yang terdapat dalam pendidikan Islam harus dibangun di atas pondasi Islam, termasuk dalam menentukan niIai-nilai dasar.
Al-Qur‟an karim adalah kitabullah yang diturunkan berdasarkan tempat dan kejadian yang muncul. Karena al qur‟an adalah kitab pembangun dan pendidikan34. Al-Qur‟an datang dengan membawa manhaj-manhaj kehidupan yang sempurna dan pendidikan pembentuk jiwa membangun ummat dan menegakkan masyarakat. Dengan demikian AlQur‟an merupakan dasar atau kunci bagi keberhasilan pendidikan di dalam jiwa manusia. Al-Qur‟an senantiasa menjadikan setiap kekalahan sebagai unsur suatu ibrah, setiap kemenangan sebagai suatu pelajaran dan setiap kedudukan sebagai objek analisis. Selain itu Dasar Pendidikan islam diambil juga dari Hadist, yang merupakan dasar pendidikan dan bukan hanya dasar pendidikan melainkan dasar hidup bagi ummat. Nilai-nilai dasar yang terkandung dalam hadist merupakan pondasi dalam menentukan arah masa depan di kehidupan.
34 Ibid, h. 88
2. Tujuan pendidikan agama islam menurut para ahli
a. Menurut al-Ghazali, tujuan pendidikan Islam adalah kesempurnaan manusia di dunia dan akhirat. Manusia dapat mencapai kesempurnaan melalui ilmu untuk memberi kebahagiaan di dunia dan sebagai jalan mendekatkan diri kepada Allah35.
b. Ibnu Khaldun berpendapat tujuan pendidikan Islam berorientasi ukhrawi dan duniawi. Pendidikan Islam harus membentuk manusia seorang hamba yang taat kepada Allah dan membentuk manusia yang mampu menghadapi segala bentuk persoalan kehidupan dunia36.
c. Drs. Ahmad D. Marimba, tujuan terakhir pendidikan Islam ialah terbentuknya kepribadian muslim. Yang dimaksud dengan kepribadian muslim menurut “kepribadian yang memiliki nilai-nilai Islam, memilih dan memutuskan serta berbuat berdasarkan nilai-nilai Islam dan bertanggung jawab sesuai dengan nilai-nilai Islam”37.
3. Tahap-tahap dalam memahami dasar-dasar Islam
Dalam memahamkan Dasar-dasar Islam terkhusus pada anak pemulung secara garis besar dalam pendidikan yaitu untuk meningkatkan perhatian serta menambah pemahaman anak dalam proses pengajaran perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut :
a. Perhatikan kondisi mental anak sebelum memulai proses pengajaran.
b. Materi-materi pembelajaran yang umum serta yang mudah dipahami.
c. Memberikaan perhatian yang layak kepada anak agar anak cenderung merasakan kasih sayang serta mampu dengan baik mengikuti proses pengajaran.
35 Al-Ghazali, Tujuan Dasar Islam,(Jakarta,2001),h. 2
36 Ibnu Khaldun, Dasar-dasar Islam,(Malang,2004),h. 21
37 Drs. Ahmad D. Marimba, Dasar dan Landasan Islam,(Jakarta,2005),h. 32
23
d. Sebelum berakhirnya proses pengajaran perlu diperhatikan kembali apakah materi yang diberikan dapat dipahami dengan baik oleh anak tersebut.
Setelah membahasa tahap-tahap dalam pembelajaran dasar-dasar islam adapun tujuan utama pendidikan Agama Islam yaitu untuk meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan, dan pengamalan peserta didik tentang Agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertakwa kepada Allah serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Tahap-tahap dalam mengajarkan dasar-dasar Islam merupakan hal yang penting dan merupakan bagian yang masuk dalam kategori inti pembahasan karena mencakup kemampuan anak yang diberikan pengajaran serta hal ini berperan dalam mengetaahui batas kemampuan anak dalam menerima ilmu pengetahuan yaang akan di aplikasikan dimasa yang akan datang serta berguna bagi bangsa dan negara38.
Menurut M. Athiyah Al-Abrasyi sebagaimana dikutip oleh Zuhairini, menerangkan bahwa tujuan pendidikan Agama Islam secara umum adalah:
a. Untuk membantu pembentukan akhlak yang mulia.
b. Persiapan untuk kehidupan dunia dan kehidupan akhirat.
c. Persiapan untuk mencari rejeki dan pemeliharaan segi kemanfaatan.
d. Menumbuhkan semangat ilmiah pada pelajar dan memuaskan keinginan tahu untuk mengetahui dan memungkinkan ia mengkaji ilmu demi ilmu itu sendiri39.
d. Menumbuhkan semangat ilmiah pada pelajar dan memuaskan keinginan tahu untuk mengetahui dan memungkinkan ia mengkaji ilmu demi ilmu itu sendiri39.