PERAN HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGAJARKAN DASAR-DASAR ISLAM
BAGI ANAK PEMULUNG DI DESA TAENG KABUPATEN GOWA
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) Pada Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam
Universitas Muhammadiyah Makassar
Oleh
AFYAH MAQFIRAH GANI 105191104618
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR 1443 H/2022 M
SURAT PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI
Saya yang bertanda tangan di bawah ini : Nama : Afyah Maqfirah Gani
Nim : 105191104618
Jurusan : Pendidikan Agama Islam Fakultas : Agama Islam
Kelas : B
Dengan ini menyatakan hal sebagai berikut:
1. Mulai dari penyusunan proposal sampai selesai penyusunan skripsi ini, saya menyusun sendiri skripsi saya (tidak dibuatkan oleh siapapun).
2. Saya tidak melakukan penjiplakan (plagiat) dalam menyusun skripsi.
3. Apabila saya melanggar perjanjian seperti pada butir 1, 2, dan 3 saya bersedia menerima sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku.
Demikian perjanjian ini saya buat dengan penuh kesadaran
Makassar, 16 Jumadil Akhir 1443 H 19 Januari 2022 M Yang Membuat Pernyataan
Afyah Maqfirah Gani NIM: 105191104618
ii
ABSTRAK
Afyah Maqfirah Gani (105191104618). 2022. Peran Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam dalam Mengajarkan Dasar-dasar Islam bagi Anak Pemulung di Desa Taeng Kab.Gowa. Skripsi Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam. Dibimbing oleh Ahmad Natsir dan Elli.
Tujuan dari penelitian ini yaitu: untuk mengetahui Peran HMJ Pendidikan Agama Islam dalam mengajarkan dasar-dasar Islam kepada anak pemulung, untuk mengetahui Metode apa saja yang sebaiknya diberlakukan kepada anak pemulung dalam meningkatkan minat belajar yang pada dasarnya memiliki baground minim akan nilai spiritual, untuk mengetahui upaya HMJ Pendidikan Agama Islam dalam menghadapi anak yang kurang perhatian saat proses pengajaran dasar-dasar Islam.
Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian adalah Mahasiswa HMJ Pendidikan Agama Islam,Masyarakat di Desa Taeng, dan Anak Pemulung. Instrument penelitian yang digunakan yaitu pedoman observasi, pedoman wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik reduksi data, penyajian data dan verifikasi data.
Hasil penelitian dapat dirangkum sebagai berikut: 1) Dalam pembelajaran dasar-dasar Islam, Gambaran Umum proses pembelajaran yang dilakukan oleh mahasiswa Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam dilaksanakan dengan mengumpulkan komponen-komponen yang saling terhubung secara kooperatif dan saling mempengaruhi dalam rangka mewujudkan generasi yang beriman dan bertakwa. 2) Menjelaskan terkait faktor-faktor yang menjadi sumber masalah serta segala sesuatu yang sifatnya relevan hingga terciptanya anak yang memiliki Akhlak serta etika yang baik. Pertama) kondisi lingkungan setempat bisa dikatakan kurang bersih karena merupakan lokasi yang bersandingan dengan sampah masyarakat, Kedua) orang tua yang kurang mendukung anaknya dalam proses pengajaran dasar-dasar Islam yang dilakukan Himpunan mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Islam, Ketiga) Faktor ekonomi keluarga juga mempengaruhi pembelajaran dasar-dasar islam disebabkan tidak adanya fasil.itas pembelajaran yang secara berkala digunakan dirumah. 3) Peran Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam dalam mengajarkan dasar-dasar Islam terhadap Anak Pemulung di Desa Taeng Kab.Gowa.
Kata Kunci: HMJ Pendidikan Agama Islam dan Mengajarkan Dasar-dasar Islam
iii
KATA PENGANTAR
Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah yang tiada henti diberikan kepada hamba-Nya. Shalawat dan salam tak lupa penulis kirimkan kepada Rasulullah Muhammad SAW beserta para keluarga, sahabat, dan para pengikutnya. Merupakan nikmat yang tiada ternilai dengan selesainya penulisan Skripsi yang berjudul “Peran HMJ Pendidikan Agama Islam dalam Mengajarkan Dasar-dasar Islam bagi Anak Pemulung di Desa Taeng Kab.Gowa”.
Penulisan Skripsi ini bertujuan untuk memenuhi syarat dalam menyelesaikan Program Sarjana (S1) pada Fakultas Agama Islam di Universitas Muhammadiyah Makassar.
Dengan selesainya penulisan Skripsi ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada kedua orang tua Ayahanda Muhammad Yusuf Gani dan Ibunda Sarifah Hadijah yang tidak henti-hentinya memberi motivasi, perhatian, kasih sayang , dan doa yang tulus tanpa pamrih. Begitu juga kepada kakak Halim, kakak Farid, Adek Khasyim yang senantiasa mendukung dan memberikan semangat kepada penulis hingga akhir studi ini. Dan kepada seluruh keluarga besar atas segala pengorbanan, dukungan dan doa restu yang telah diberikan demi keberhasilan penulis dalam menuntut ilmu. Semoga apa yang telah diberikan kepada penulis menjadi ibadah dan cahaya penerang kehidupan di dunia dan di akhirat.
iv
Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini tidak akan terwujud tanpa adanya bantuan dan dorongan dari berbagai pihak. Karena itu ucapan terima kasih, penghargaan dan apresiasi setinggi-tingginya disampaikan dengan hormat kepada:
1. Bapak Prof. Dr. H. Ambo Asse, M.Ag., Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar.
2. Ibu Dr. Amirah Mawardi S.Ag M.Si. Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhmmadiyah Makassar.
3. Ibu Nurhidaya M. S.Pd.I., M.Pd.I selaku Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar.
4. Bapak Ahmad Nashir,S.Pd.I,.M.Pd.I selaku Pembimbing I yang senantiasa meluangkan waktunya membimbing dan mengarahkan penulis, sehingga Skripsi selesai dengan baik.
5. Bapak Elli,S.Pd.I,.M.Pd,I selaku Pembimbing II yang telah memberikan semangat dan berkenan membantu penulis selama penyusunan Skripsi hingga ujian Skripsi.
6. Bapak/Ibu Dosen Fakultas Agama Islam Muhammadiyah Makassar yang tak kenal lelah banyak menuangkan ilmunya kepada penulis selama mengikuti kuliah.
7. Segenap staff dan karyawan Fakultas Agama Islam Muhammadiyah Makassar.
8. Bapak Khasyim S.H selaku kepala Desa Taeng Kab.Gowa yang telah memberikan izin penelitian
v
9. Teman-teman Pengurus HMJ Pendidikan Agama Islam yang sudah ingin membantu dan bekerjasama dalam proses pelaksanaan Penelitian.
10. Bapak/Ibu beserta seluruh Masyarakat di Desa Taeng Kab.Gowa 11. Peserta Didik dalam hal ini Anak Pemulung di Desa Taeng Kab.Gowa 12. Rekan-rekan mahasiswa Fakultas Agama Islam Angkatan 2018 yang
selalu belajar bersama yang tidak sedikit bantuannya dalam aktvitas studi penulis.
13. Terima kasih kepada semua kerabat yang tidak bisa penulis tuliskan satu persatu yang telah memberikan semangat, kesabaran. Motivasi dan dukungannya sehingga penulis dapat merampungkan penulis skripsi ini.
Akhirnya, Sungguh penulis menyadari bahwa skripsi ini masih sangat jauh dari kesempurnaan oleh karena itu, kepada semua pihak utamanya para pembaca yang budiman, penulis senantiasa mengharapkan saran dan kritikannya demi kesempurnaan Skripsi ini. Mudah-mudahan skripsi yang sederhana ini dapat bermanfaat bagi semua pihak utamanya kepada Almamater Kampus Biru Universitas Muhmmadiyah Makassar.
Billahi fii Sabilil Haq. Fastabiqul Khairat,
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Makassar , 19 Januari 2022 Penulis
Afyah Maqfirah Gani
vi
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL ... i
SURAT PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... ii
ABSTRAK ... iii
KATA PENGANTAR ... vi
DAFTAR ISI ... vii
DAFTAR TABEL ...viii
BAB 1 PENDAHULUAN ...1
A. Latar Belakang ... 1
B. Rumusan Masalah... 6
C. Tujuan Penelitian ... 6
D. Manfaat Penelitian ... 7
BAB II TINJAUAN TEORITIS ...9
A. HMJ Pendidikan Agama Islam ... 9
1. Pengertian Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam ... 9
2. Sejarah Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam ... 10
3. Tujuan Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam ... 11
4. Peran Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam Dalam Bersosialisasi di Masyarakat ... 12
5. Hubungan Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam dengan Anak Pemulung ... 15
B. Pembelajaran Dasar-Dasar Islam bagi Anak Pemulung ... 19
1. Pengertian Dasar-dasar Islam ... 19
2. Tujuan Dasar-dasar Islam ... 22
3. Tahap-tahap dalam memahami Dasar-dasar Islam ... 22
4. Fungsi dan Ruang Lingkup Dasar-dasar Islam... 26
BAB III METODE PENELITIAN ... 33
A. Jenis Penelitian ... 33
B. Lokasi dan Objek Penelitian ... 34
C. Fokus Penelitian ... 34
D. Deskripsi Fokus Penelitian ... 34
E. Sumber Data ... 35
F. Instrumen Penelitian ... 35
G. Teknik Pengumpulan Data ... 36
H. Teknik Analisi Data ... 37
vii
1. Sejarah Desa Taeng ... 39
2. Kondisi Geografis ... 40
3. Keadaan Sosial ... 41
4. Sarana dan Prasarana Desa Taeng ... 44
B. Pembahasan ... 44
1. Pembelajaran Dasar-dasar Islam terhadap Anak Pemulung di Desa Taeng Kab.Gowa ... 44
2. Faktor Pendukung dan Penghambat Mahasiswa Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam dalam Mengajarkan Dasar-dasar Islam bagi Anak Pemulung di Desa Taeng Kab. Gowa ... 52
3. Peran Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam dalam Mengajarkan Dasar-dasar Islam bagi Anak Pemulung di Desa Taeng Kab.Gowa ... 61
BAB V PENUTUP ...76
A. Kesimpulan ... 76
B. Saran ... 78
DAFTAR PUSTAKA ...80
RIWAYAT HIDUP ...84
LAMPIRAN ...85
viii
ix
DAFTAR TABEL
Tabel 1 : Kondisi Geografis Desa Taeng Tabel 2 : Keadaan Sosial Desa Taeng Tabel 3 : Sarana dan Prasarana Desa Taeng
ix
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan manusia untuk bisa berproses dan berinteraksi di dunia luar dengan semua masyarakat sekitarnya1. Pendidikan juga menjadi salah satu bekal terpenting di masa depan. Pendidikan itu sudah kita kenal sejak zaman sebelum Negara Indonesia merdeka hingga saat ini. Pendidikan menjadi salah satu hal pokok yang harus dipehatikan karena pendidikan mampu membentuk karakter pribadi setiap orang apabila sungguh-sungguh dalam menekuninya. Pendidikan adalah proses pembelajaran tentang akhlak, ilmu pengatahuan dan keterampilan yang menjadi kebiasaan turun-temurun sekelompok orang untuk melakukan pengajaran, pengamatan, pelatihan atau penelitian.
Pada abad ke-13 menjadi salah satu ciri-ciri dari mulainya pendidikan berlandaskan ajaran Islam di Indonesia2. Mula-mula kehadiran pendidikan terjalin melalui hubungan teratur dengan para pedagang asal pulau Sumatra dan Jawa.
Kemudian, para saudagar yang beragama Islam asal Gujarat itu di Indonesia menjadi penyebar agama Islam. Ajaran agama Islam awal berkembang di kawasan pantai pesisir, sementara ajaran agama Hindu masih di kawasan pedalaman.
Kerajaan Samudra-Pasai di Indonesia menjadi kerajaan Islam pertama lebih
1 Suci Setiya Rahayu,Sejarah Pendidikan Indonesia,(Yogyakarta,2020),h. 1
2 Ibid,h.2
tepatnya Aceh. Jauh sebelum Kerajaan Samudra-Pasai berdiri pengaruh ajaran Islam sudah masuk terlebih dahulu ke Indonesia.
Masyarakat adalah sejumlah manusia yang terikat oleh budaya yang sama3. Berbicara tentang masyarakat adalah bahan yang tidak akan pernah habis untuk dibahas dan diperbincangkan. Tentunya masyarakat tidak akan lepas dari kehidupan yang akan selalu berjalan dinamis.
Terkait tentang perkembangan pendidikan di Indonesia, pendidikan pada saat itu telah menyebar dengan pesatnya seiring berjalannya waktu sehingga peneliti terfokus pada salah satu wilayah kerajaan maritim yang dimana menjadi jejak getir pendidikan di wilayah Sulawesi selatan era kolonial. Sejalan dengan jejak pendidikan yang begitu pesat, tlah memadatkan perkumpulan yang dimana topik utama bahasan perihal suatu pergerakan dalam lingkup pendidikan yang biasanya disebut Organisasi.
Organisasi adalah suatu perkumpulan atau wadah bagi sekelompok orang yang bekerjasama dengan terstruktur untuk mencapai tujuan tertentu4. Selain itu Organisasi juga dapat diartikan sebagai sebuah kesatuan atau entity yang terdiri dari banyak orang, bisa berupa institusi, asosiasi atau lembaga, yang memiliki tujuan yang sama dan berhubungan dengan lingkungan luar.
Himpunan Mahasiswa Jurusan berfungsi sebagai organisasi pelaksana kegiatan pengembangan kemahasiswaan di tingkat jurusan, yang berkaitan dengan pengembangan penalaran dan keilmuan, serta sikap profesi sesuai dengan bidang ilmu dan program studi jurusan.maka dari itu penulis mengambil subjek dan objek
3 Selo Sumarjan,Definisi Masyarakat,(Bandung,2007),h. 1
4 Husnul Abdi,Fungsi Organisasi,Pengertian dan Tujuan,(Bandung,2019),h. 1
3
sasaran dalam melakukan penelitian diantaranya organisasi internal fakultas dalam hal ini HMJ dan anak pemulung.
Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam ( HMJ PAI) selain berlandaskan nilai keislaman dikenal juga dengan jiwa sosial yang tinggi dengan demikian struktur kepengurusan sampai saat ini terdiri dari 7 bidang diantaranya :
a) Bidang Organisasi merupakan bidang yang mengkordinir bidang – bidang yang ada di dalam suatu organisasi.
b) Bidang Advokasi merupakan bidang yang bekerja sama dengan mahasiswa terkait kendala yang di hadapi.
c) Bidang Keagamaan merupakan bidang yang terfokus pada nilai-nilai spiritual mahasiswa
d) Bidang Minat dan Bakat merupakan bidang penyuluhan bakat serta kreatifitas mahasiswa.
e) Bidang Sosial dan Ekonomi merupakan bidang mengarah kepada nilai-nilai kemanusiaan serta sarana pengembangan kreatifitas.
f) Bidang Keperempuanan merupakan suatu bidang yang membahas terkait hakikat perempuan serta mampu memperdayakan perempuan berintelektual.
g) Bidang Keilmuan merupakan sumber bidang yang menjadi salah satu tempat pengembangan sinergitas keilmuan mahasiswa5.
Sejarah Gowa dalam khazanah Nasional, nama Gowa sudah tidak asing lagi. Mulai abad ke-15, Kerajaan Gowa merupakan kerajaan maritim yang besar
5 AD/ART HMJ Pendidikan Agama Islam,h. 11
pengaruhnya di perairan Nusantara6. Bahkan dari kerajaan ini juga muncul nama pahlawan Nasional yang bergelar Ayam Jantan dari Timur. Berlajut pada sistem pendidikan yang ada di wilayah Sulawesi selatan tepatnya di Kabupaten Gowa terdapat Gedung Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) menjadi saksi sejarah tentang bumiputera yang dapat mengeyam pendidikan formal. Hanya bangsawan yang bisa mengenyamnya. Namun jauh sebelum itu, telah berdiri sekolah guru yang menjadi cikal perkembangan pendidikan di Sulawesi selatan.
Desa Taeng Kabupaten Gowa adalah salah satu desa yang berada di wilayah Sulawesi selatan yang dimana lokasi tersebut memiliki beberapa faktor penghambat yang mengakibatkan perkembangan di wilayah tersebut bisa dikatakan bersinggungan setiap hari dengan stigma masyarakatnya yang terbelakang, susah mencari makan dan susah mencari pendapatan7. Dalam hal ini situasi dan kondisi tentunya akan selalu ada yang berubah.Hal ini memberikan gambaran kepada penulis,sebagai seorang yang tertarik akan fenomena-fenomena yang terjadi di lingkungan sekitarnya. Setelah melakukan kegiatan kunjungan penelitian, Desa Taeng Kabupaten Gowa merupakan lokasi yang masuk dalam kategori yang dimaksud penulis salah satunya adalah lingkungan masyarakat pinggiran dalam hal ini dikhususkan untuk anak pemulung.
Masyarakat yang berada di daerah itu sangat membutuhkan aluran tangan kerja ikhlas dan kerja tulus dari para mahasiswa khususnya HMJ Pendidikan Agama Islam Unismuh Makassar yang sifatnya menjadi relawan yang penuh semangat untuk memberikan ilmu pengetahuan yang bermanfaat terlebih
6 Jurnal Provinsi Sulawesi Selatan,Makassar(Artikel Penerbit Pertama-2018), h. 3
7 Martina, Sejarah Taeng, (Gowa,2019), h. 1
5 dikerucutkan lagi memiliki basic dalam bidang spiritual segala yang terkait dengan dasar-dasar Islami hingga bisa dikatakan masyarakat disana beruntung dengan adanya orang-orangyang inginberfastabiqul khaerat.
Seperti yang kita ketahui bahwa menuntut ilmu adalah hukumnya wajib dan Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang berilmu sesuai dengan firman Allah dalam Q.S Al Mujadalah58 :11
اَرِا ا ْٰٓىٍَُْٰا َِْيِزَّىا اَهُّيَآٰٰي ا ْوُزُشّْا َوْيِق اَرِاَو ٌُْْۚنَى ُ ّٰاللّ ِحَضْفَي اْىُحَضْفاَف ِشِي ٰجََْىا ًِف اْىُحَّضَفَح ٌُْنَى َوْيِق
ََْعَح اََِب ُ ّٰاللَّو ٍۗ ج ٰجَسَد ٌَْيِعْىا اىُحْوُا َِْيِزَّىاَو ٌُْْۙنٍِْْ اْىٍَُْٰا َِْيِزَّىا ُ ّٰاللّ ِعَفْشَي اْوُزُشّْاَف شْيِبَخ َُْىُي
Terjemahnya :
“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, "Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis," maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, "Berdirilah kamu," maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang- orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan”8
Setelah mengamati pola pikir dan sudut pandang salah satu orang tuamengenai tingkatan minat belajar anak dilokasi tersebut maka penulis ingin menindaklanjuti problem yang dialami pada masyarakat sekitar khususnya anak pemulung yang mengalami degradasi etika dan akhlaknya dalam metode pembelajaran dasar-dasar Islam9.
Berdasarkan latar belakang di atas, peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul “Peran HMJ Pendidikan Agama Islam dalam Mengajarkan Dasar-dasar Islam bagi Anak Pemulung di Desa Taeng Kabupaten Gowa”
guna untuk mengetahui pengaruh hal tersebut dalam mengatasi degradasi akhlak masyarakat pinggiran terkhusus anak pemulung yang ada di lokasi tersebut.
8 Kementrian Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahan,(Cet-1:Jakarta: Lautan Lestari), h. 435
9 Menurut Pandangan Penulis
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana Gambar Pembelajaran Dasar-dasar Islam di Desa Taeng Kab.Gowa?
2. Apa Faktor Pendukung dan Penghambat Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam dalam Melakukan Proses Pengajaran Dasar-dasar Islam di Desa Taeng Kab.Gowa?
3. Bagaimana Peran Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam dalam Mengajarkan Dasar-dasar Islam bagi Anak Pemulung di Desa Taeng Kab.Gowa?
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui Gambar Pembelajaran Dasar-dasar Islam di Desa Taeng Kab.Gowa
2. Untuk mengetahui Faktor Pendukung dan Penghambat Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam dalam Melakukan Proses Pengajaran Dasar- dasar Islam di Desa Taeng Kab.Gowa
3. Untuk mengetahui Peran Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam dalam Mengajarkan Dasar-dasar Islam di Desa Taeng Kab.Gowa
D. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian ini terdiri atas manfaat teoritis dan manfaat praktis, yaitu sebagai berikut:
7
1. Manfaat Teoritis
Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan pembelajaran dalam menambah pengetahuan dalam bidang pendidikan khususnya dalam mengembangkan akhlak dan etika yang baik.
2. Manfaat Praktis
Manfaat praktis diharapkan dari penelitian ini sebagai berikut : a. Bagi Anak Pemulung
Melalui penelitian ini anak pemulung dapat mengembangkan dan mempraktekkan sarana yang ada sebagai sumber belajar khususnya dalam pembelajaran dasar- dasar Islam. Dengan demikian pengetahuan peserta didik menjadi semakin luas dan sumber belajar tidak terpaku pada buku teks saja,tapi juga mampu mengimplementasikan pembelajaran melalui apa yang mereka temukan di lingkungan sekitarnya.
b. Bagi Peneliti
Dapat menambah wawasan dan pengalaman langsung tentang nilai-nilai Islam pada proses pembelajaran, dan dapat dijadikan salah satu alternatif pembelajaran ketika peneliti menjadi guru yang mampu dan percaya diri tampil serta berbicara di depan umum
a. Bagi Orangtua
Dapat menambah wawasan serta pemahaman langsung dari anak masing-masing mengenai pembelajaran dasar-dasar Islam dan merupakan kebanggaan tersendiri jika anak telah mampu memahami dengan baik.
BAB II
TINJAUAN TEORITIS
A. Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam (HMJ PAI) 1. Pengertian Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam
Himpunan Mahasiswa Jurusan adalah organisasi mahasiswa ditingkat jurusan di suatu perguruan tinggi yang merupakan kegiatan ekstra kurikuler10. Keberadaan himpunan Mahasiswa haruslah berdasarkan prinsip dari, oleh dan untuk mahasiswa.Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) berada di tingkat jurusan dan berada di bawah koordinasi senat mahasiswa atau BEM Fakultas, sehingga seluruh kegiatannya harus berafiliasi ke program senat mahasiswa.
HMJ berfungsi sebagai organisasi pelaksana kegiatan pengembangan kemahasiswaan di tingkat jurusan, yang berkaitan dengan pengembangan penalaran dan keilmuan, serta sikap profesi sesuai dengan bidang ilmu dan program studi jurusan11.
Organisasi Khususnya HMJ Pendidikan Agama Islam merupakan wadah dalam mengasah kemampuan berbicara di depan umum (Public Speaking) melatih mental dan terkhusus tempat menambah wawasan keislaman.Bentuk Implementasi HMJ Pendidikan Agama Islam pada pembelajaran dasar-dasar Islam terhadap anak pemulung yang dimaksudkan oleh penulis dalam penelitian ini adalah mengimplementasikan nilai dasar Islam terhadap anak pemulung yang dikemas dengan pola pendekatan yang humanis, yang selalu mengedepankan nilai-nilai
10 Deny Purbowati, Tentang Himpunan Mahasiswa Jurusan, Apa yang perlu Diketahui?,h. 43
11 Ibid, h. 44
kemanusiaan antar sesama manusia tanpa membeda-bedakan, dan tanpa memandang strata sosial anak pemulung yang dibina dan dibimbing. Anak pemulung belajar mengaplikasikan nilai-nilai dasar Islam yang telah didapatkan dari pembelajaran pendidikan Agama Islam, karena pendidikan Agama bagi anak pemulung merupakan pondasi dasar yang harus di tanamkan terhadap jiwa anak sedini mungkin, agar anak tersebut mempunyai akhlak yang terpuji dan menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah, dan mampu mengaplikasikan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari, serta untuk membentengi diri dari perbuatan-perbuatan yang kurang terpuji, karena dunia jalanan adalah dunia yang bebas. Bagaimanapun anak pemulung merupakan generasi penerus bangsa yang harus mendapatkan pendidikan agama agar mereka mempunyai akhlak yang terpuji.
2. Sejarah HMJ Pendidikan Agama Islam
Pemuda merupakan salah satu komponen dalam sebuah lingkungan masyarakat, yang mana mempunyai tanggung jawab untuk melanjutkan tongkat estafet regenerasi bangsa Indonesia kedepan12. Pemuda juga merupakan cerminan masa depan pada sebuah lingkungan atau masyarakat yang mana jika tidak diarahkan secara positif maka akan menimbulkan dampak yang negatif,akan tetapi jika pemuda mempunyai sebuah wadah yang mana didalamnya mampu untuk melahirkan bibit-bibit pemikir dan mampu mengaplikasikan secara nyata dikehidupan masyarakat maka yakin kelak akan memberikan hasil yang positif dan akan berpengaruh berkumpulnya komunitas yang dapat mengkaji dan
12 AD/ART HMJ Pendidikan Agama Islam, h. 1
11 mengelaborasi problematika kehidupan masyarakat sosial, sehingga mahasiswa yang memiliki tingkat intelektual,dapat menjadi panutan dalam sebuah keharusan untuk melakukan pencerahan dan penyadaran berdasarklan etika dan kaidah perguruan tinggi yang sesuai dengan Tri Dharma perguruan tinggi yaitu pengabdian,pendidikan dan penilitian pada masyarakat.
Eksistensi mahasiswa,dituntut untuk mengejewantahkan peran-peran sosial yang bersumber pada nilai-nilai intelektual,kebenaran,keadilan dan kejujuran serta religious.Untuk mengejewantahkan peran-peran tersebut maka mahasiswa dan perguruan tinggi tidak dapat dipisahkan sebagai satu kesatuan yang utuh.Sehingga sangatlah dibutuhkan sebuah lembaga mahasiswa demi untuk mengembangkan diri dalam berkreatifitas dam memecahkan masalah-masalah kemahasiswaan dan sosial.Maka dari itu keberadaan mahasiswa dalam sebuah wadah lembaga sangatlah ideal ketika memiliki pedoman kelembagaan yang nantinya akan mengatur jalannya roda kepengurusan lembaga.Dalam hal ini terkhusus dalam lingkup Universitas Muhammadiyah Makassar disebut anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Lembaga kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Makassar.
3. Tujuan HMJ Pendidikan Agama Islam
Eksistensi Lembaga Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam Unismuh Makassar bertujuan:
a. Meningkatkan potensi Kemahasiswaan yang professional, Kompetitif, dan Berjiwa keagaman demi kepentingan Ummat, Bangsa, dan perserikatan Muhammadiyah.
b. Pengembangan dan penyebarluasan ajaran Islam,keterampilan,Ilmu pengetahuan dan teknologi demi untuk kemaslahatan bersama sesuai dengan tujuan Muhammadiyah13.
4. Peran HMJ Pendidikan Agama Islam Dalam Bersosialisasi di Masyarakat
Peran organisasi saat ini cukup penting dalam segala aspek kehidupan baik terkhusus dalam aspek sosial dan kemasyarakatan dan lain-lain14. Organisasi selalu berkembang sesuai kebutuhan zaman dan peradaban. Dimana organisasi ada sejak manusia itu ada, kebutuhan organisasi saat ini dalam melakukan fungsi-fungsi manajemen dan organisasi, prinsip-prinsip organisasi dan tujuan organisasi.
Perkembangan organisasi saat ini cukup pesat seiring perkembangan ilmu dan pengetahuan serta teknologi, sehingga peran organisasi dalam teknologi cukup besar dan sebaliknya peran teknologi juga cukup besar. Namun terkhusus Himpunan mahasiswa jurusan pendidikan Agama Islam merupakan organisasi sebagai satu sub bagian dari materi keislaman peranan yang cukup besar dalam kehidupan manusia. Organisasi sangat dibutuhkan dalam pembentukan karakter serta akhlak manusia.
Organisasi dilihat diri aspek prilaku, sedangkan teori organisasi dilihat dari aspek sekelompok individu yang berkerjasama untuk mencapai tujuan, atau organisasi sebagai wadah tempat individu bekerjasama secara rasional dan sistematis untuk mencapai tujuan.
13 AD/ART HMJ Pendidikan Agama Islam, h. 4
14 A. Usmara dan Lukas Dwiantara, Peran Organisasi Mahasiswa PAI,(Bandung,Setia Pustaka), h. 65
13 Terkhusus pada peran mahasiswa bagi anak pemulung yang ada dilokasi penelitian diantaranya mengajarkan perilaku serta etika yang baik. contohnya mengajarkan anak dalam membiasakan mengucapkan salam kepada sesama teman, membiasakan anak hidup bersih seperti mencuci tangan sebelum makan, dan memperbaiki tata cara wudhu yang benar serta baik dalam bersosial terhadap teman terlebih dengan keluarga dan hal ini sudah diimplementasikan sebagian anak di daerah tersebut dan akan menjadi kebiasaan yang akan terus diterapkan pada proses pengajaran di lokasi tersebut15.
Perilaku serta semangat mahasiswa himpunan mahasiswa jurusan pendidikan Agama Islam melambangkan jiwa sosial yang tinggi terkhusus kepada anak pemulung yang berada di lokasi penelitian. Segenap mahasiswa berperan penting dalam proses pengajaran dasar-dasar islam yang berlandaskan Al-qur’an dan Sunnah
Sosialisasi tidak hanya dijelaskan dalam pemahaman teori dan pendapat para Ahli tapi juga telah dijelaskan dalam Al-Qur’an proses sosialisasi seperti dalam Al-Qur’an (Q.S Luqman 31 : 18-19)
ْۚ سْىُخَف هاَخْخٍُ َّوُم ُّبِحُي َلَ َ ّٰاللّ َُِّا ٍۗاًحَشٍَ ِضْسَ ْلَا ًِف ِشََْح َلََو ِساَّْيِى َكَّذَخ ْشِّعَصُح َلََو
Terjemahnya :
“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.”16
15 Menurut Pandangan Penulis
16 Kementrian Agama RI,Al-Qur’an dan Terjemahan,(Cet-1,Jakarta: Lautan Lestari),h. 275
ْذِصْقاَو شْيََِحْىا ُث ْىَصَى ِثاَى ْصَ ْلَا َشَنَّْا َُِّا ٍَۗلِحْىَص ٍِِْ ْطُضْغاَو َلِيْشٍَ ْيِف
Terjemahnya :
“Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu.
Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai”17
Melalui penjelasan diatas bahwa manusia tidak dapat hidup tanpa orang lain di dunia, karena manusia adalah makhluk sosial. Setiap manusia membutuhkan orang lain untuk menyambung hidup, maka dari itu bersosialisasi sangatlah penting18. Tetapi seringkali masih banyak yang menyepelekan akan pentingnya bersosialisasi. Padahal dengan bersosialisasi, dapat mendapatkan banyak manfaat, contohnya adalah untuk mengembangkan potensi yang ada dalam diri, mendapatkan teman, mengenali kepribadian diri dan juga orang lain
sehingga dapat saling belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik19. Selain itu, hidup pun pastinya jauh lebih berwarna karena hidup dengan dikelilingi oleh orang-orang disekitar, bukan hidup sendiri tanpa ada satu pun orang yang saling mengenal.
Apabila dengan bersosialisasi mendapatkan manfaat, sebaliknya, jika tidak bersosialisasi maka tidak dapat berinteraksi dengan baik dan akan kesulitan untuk berhubungan dengan orang lain sehingga kemungkinan besar akan sulit diterima dalam lingkungan tersebut20.
17 Ibid,h. 276
18 Haryanto Hain, Sosialisasi Politik,(Depok,2007),h. 45
19 Ibid, h. 46
20 Ibid, h. 47
15 . Bersosialisasi tidaklah sulit, memulainya dari hal kecil yakni memberi sapaan singkat, tetapi ada juga sebagian orang yang sulit untuk bersosialisasi, contohnya adalah orang yang mempunyai sifat pendiam. Biasanya, orang dengan sifat pendiam21. lebih memilih untuk menyendiri dibandingkan untuk mengobrol atau bergaul dengan orang lain. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan bersosialisasi, antara lain : yang pertama yaitu melatih kemampuan bekomunikasi.
Melatih kemampuan komunikasi dapat dimulai dari hal kecil, contohnya memberi salam kepada orang lain. Memperluas wawasan dan berhati-hati dalam mengutarakan pendapat juga merupakan salah satu cara untuk meningkatkan sosialisasi22. Jadi, meningkatkan kemampuan bersosialisasi itu penting, karena selalu membutuhkan orang lain23. Teman dan lingkungan bergaul juga merupakan unsur yang berpengaruh dalam bersosialisasi, jadi jangan lupa untuk memilih teman dan lingkungan yang kondusif untuk bersosialisasi, agar terjalin hubungan yang positif.
Korelasi antara ayat 18 dan 19 pada intinya manusia dilarang untuk bersikap sombong karena sombong merupakan perilaku yang dibenci oleh Allah Subhanahu Wata’ala. Dengan sikap sombong kita tidak mampu menjalin hubungan silaturahim dengan sesama.
5. Hubungan HMJ Pendidikan Agama Islam bagi Anak Pemulung
Himpunan mahasiswa jurusan pendidikan Agama Islam merupakan organisasi jurusan yang memiliki beberapa bidang serta program kerja aktif berjalan24.
21 Ibid, h. 48
22 Ma Chung, Pentingnya Public Speaking,(Tidar,2020),h. 4
23 Ibid, h. 5
24 Universitas Sunan Kalijaga, Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam,(Yogyakarta,2017)
Oleh karena itu organisasi internal jurusan tersebut terdapat beberapa bidang yang mampu mengambil alih segala sesuatu yang menjadi dinamika sosial dan masyarakat diantaranya sebagai berikut :
a. Bidang Organisasi
Bidang Organisasi merupakan bidang yang bekerja serta mengawal segala kegiatan yang berlangsung difakultas maupun luar fakultas yang bersangkutan dengan kerja himpunan. Bidang organisasi merupakan kepala dari segala bidang serta yang paling sering merancang konsep pergerakan suatu organisasi.
b. Bidang Keilmuwan
Bidang keilmuwan merupakan bidang yang unggul pada segi pemikiran khususnya ladang dalam mengasah pola pikir internal jurusan.
c. Bidang Keagamaan
Bidang keagamaan merupakan bidang yang membahas perihal nilai spritual serta tingkah laku individu serta bidang ini merupakan kiblat dari segala bidang dalam berperilaku.
d. Bidang Advokasi
Bidang advokasi merupakan bidang yang mengadvokat segala dinamika yang terjadi khususnya yang ada di internal jurusan. Bidang ini juga bertugas mengetahui segala keluhan mahasiswa.
e. Bidang Sosial dan Ekonomi
Bidang sosial dan ekonomi merupakan bidang yang bekerja sama dengan tim bendahara organisasi yang mengelolah segala jenis kreatifitas mahasiswa pada sistem daur ulang menjadi sesuatu yang berpenghasilan, bidang ini juga bekerja pada proses sosialisasi antar masyarakat.
17
f. Bidang Minat dan Bakat
Bidang minat dan bakat merupakan bidang yang bekerja aktif dengan mahasiswa yang memiliki keterampilan yang lebih maupun yang ingin mengasah kemampuannya baik dalam hal seni maupun keolahragaan.
g. Bidang Keperempuanan
Bidang Keperempuanan merupakan bidang dalam mengasah nilai-nilai serta kode etik seorang perempuan yang dimana bidang tersebut merupakan wadah bagi para perempuan dalam mengenal dirinya sendiri25.
Dalam hal ini, bidang-bidang yang tertera merupakan bidang yang bekerja aktif selama proses kerja dari periode ke periode dalam kepengurusan himpunan mahasiswa jurusan pendidikan Agama Islam26. Hubungan himpunan mahasiswa jurusan pendidikan Agama islam dengan Anak pemulung yang berada di lokasi penelitian memiliki hubungan dalam proses berjalannya program kerja yang dilaksanan oleh dua bidang yang berperan aktif dalam mengelola desa binan jurusan pendidikan Agama Islam.
Hubungan kedua bidang diantaranya bidang keagamaan dan bidang sosial ekonomi yang dimana bidang keagamaan mengkhususkan pengajaran dasar-dasar Islam kemudian bidang sosial dan ekonomi khusus pada program kerja pembinaan karakter serta bersosial di masyarakat desa27.
Perjalanan mahasiswa khususnya dalam hal ini himpunan mahasiswa jurusan pendidikan Agama Islam dengan anak pemulung di desa taeng tersebut bermula dari keinginan serta dorongan dari pimpinan fakultas untuk bekerjasama dengan salah satu desa yang menjadi mitra kerja fakultas khususnya jurusan kemudian dimasukkan kedalam satu program kerja himpunan yang dimana diambil alih oleh bidang sosial dan ekonomi28.
25 AD/ART Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam,h. 6
26 Menurut Pandangan Penulis
27 Iin Novitasari,Hubungan Organisasi dengan Masyarakat,(Jakarta,2007),h. 45
28 Menurut Pandangan Penulis
Berlangsung setelah dijadikannya program kerja tetap dari periode ke periode bidang sosial ekonomi telah banyak memberikan perubahan yang baik dari segi pengawalan dan pembelajaran terhadap anak pemulung di lokasi penelitian tepatnya di desa taeng kab.gowa. proses kerja himpunan mahasiswa jurusan dalam hal ini bidang keagamaan dengan bidang sosial dan ekonomi yang dimana mengajarkan tentang dasar-dasar islam seperti pengajaran rukun iman dan rukun islam,mengawalan dari tata cara wudhu yang benar, berperilaku yang sopan serta santun serta mengajarkan anak untuk selalu bersikap jujur dan amanah.
Proses himpunan mahasiswa jurusan pendidikan Agama Islam dalam mengajarkan dasar islam kepada anak pemulung merupakan bentuk konsisten yang dilukakan mahasiswa untuk menciptakan generasi yang unggul serta memiliki akhlah yang baik yang memiliki sistem pengajaran yang tidak terfokus pada materi tetapi juga memberikan sesuatu yang sifatnya tidak formal karena memahami juga kondisi mental anak yang berada dilokasi tersebut yang kurang perhatin saat diberikan pembelajaran oleh karena itu segenap mahasiswa mmbentuk pola pengajaran yang ideal agar mampu menarik perhatian anak pemulung.
Berdasarkan hal tersebut anak pemulung telah mampu mengetahui dan memilah hal yang seharusnya mereka kerjakan dan hal yang harus mereka hindari. Pada proses pengajaran dasar-dasar islam anak telah mampu sediit demi sedikit memahami manfaat yang mereka dapatkan setelah mengikuti pembelajaran yang dilakukan mahasiswa dan ada pula yang belum terlalu mereka kuasai dan hal ini dikarenakan anak yang sangat acuh tak acuh dan enggan memperhatikan pada saat berlangsungnya proses pengajaran.
19
B. Pembelajaran Dasar-dasar Islam bagi Anak Pemulung 1. Pembelajaran Dasar-dasar Islam
Dasar Pendidikan Islam Dalam menetapkan sumber Pendidikan Islam dikemukakan tiga dasar utama dalam Pendidikan Islam adalah:
1) Al-Qur‟an Al-qur‟an sebagai kalam Allah yang telah diriwayatkan kepada Nabi Muhammad SAW bagi pedoman masing-masing merupakan petunjuk yang lengkap mencakup seluruh aspek kehidupan manusia yang Universal yang mana ruang lingkupnya mencakup ilmu pengetahuanyang luas dan nilai ibadah bagi yang membacanya, yang isinya tidak dapat dimengerti kecuali dengan dipelajari kandungan yang Mulia itu29.
Al-Qur‟an adalah firman Allah yang diturunkan oleh malaikat jiril kepada Rosulullah SAW dengan menggunakan lafadz arab dan makna yang benar.
Agar menjadi hujjah bagi Nabi Muhammad bahwa ia benar-benar Rosulullah SAW, menjadu undang-undang manusia sebagai petunjuk dan sarana untuk melakukan pendekatan diri dan ibadah kepada Allah bagi pembaca
2) As sunnah (Hadist) Hadist adalah segala bentuk prilaku, bicara Nabi yang merupakan cara yang diteladani dalam dakwah islam yang termasuk dalamtiga dimensi yaitu; berisi ucapan. Pertanyaan dan persetujuan Nabi atas peristiwa yang teradi. Semua contoh yang ditunjukan Nabi nerupakan arah yang dapat diteladani oleh manusia demi aspek kehidupan30.
Posisi hadist sebagai sumber Pendidikan utama bagi pelaksanaanya Pendidikan Islam yang dijadikan referensi teoretis maupun praktis. Acuan tersebut dilihat dari dua bentuk yaitu; sebagai acuan syari‟ah yang meliputi muatan-muatan pokok ajaran islam secara teoretis pendidik yang profesional, adil dan menjunjung tinggi nilai-nilai ajaran islam
29 Marzuki Razak,Pembelajaran Dasar-dasar Islam,(Surabaya,2005),h. 73
30 Ibid, h. 74
3) Ijtihad
Melakukan ijtihaj dalam pendidikan islam sangatlah perlu, karena media pendidikan merupakan sarana utama dalammembangun pranata kehidupan social dalam arti maju mundurnya kebudayaan manusia berkembang secara dinamis sangat ditentukan dari dinamika system pendidikan yang dilaksnakan31. Dalam dunia pendidikan sumbangan ijtihad dalam keikut sertaannya menata system pendidikan yang ingin di capai, sedangkan untuk perumusan system pendidikan yang dialogis dan adaptik, baik karena pertimbangan perkembangan zaman maupun kebutuhan manusia dengan berbagai potensi diperlukan upaya maksimal. Proses ijtihad harus merupakan kerja sama yang utuh di antara Mujtahid.
Dasar pendidikan islam dimulai dari pengetahuan dalam masyarakat atau lingkungan sehari-hari dengan itu akan timbul ilmu pengetahuan pada siri seseorang32. Salah satu penopang keberhasilan Negara yaitu dengan adanya Pendidikan dalam hal ini pendidikan islam sangat berperan bagi kemajuan suatu Negara. Melihat sangat pentingnya sebuah pendidikan bahkan diriwayatkan suatu hadist Nabi, yang menganjurkan kita untuk menuntut ilmu dengan ilmu pengetahuan. Sebab dengan kita memiliki ilmu seseorang akan dapat mengetahui barang yang benar dan yang salah, dapat mengetahui perintah dan larangan Allah, sehingga dapat melakukan perintah-perintah Allah dengan baik, benar dan sempurna, menjadikan amal perbuatannya diterima oleh Allah dan diberikan pahala disyurga.
Mengamalkan apa yang sudah kita dapat dengan harapan niat untuk taqwa pada Allah, beribadah pada Allah, maka akan semakin dalam kita menuju kecintaan pada Allah dan ridlonya dengan apa yang kita kerjakan baik dhohir maupun batin33.
31 Ibid, h. 75
32 Ibid, h. 76
33 Hardiyana Sukar,Dasar-dasar Pembelajaran Islam,(Surabaya,2003)h. 87
21
Beberapa kandungan dalam kita beribadah untuk pendidikan islam dengan menumbuhkan:
Ikhlas kepada Allah Swt. Apapun yang kita lakukanbaik hasil akhir nanti tidak sepadan dengan apa yang telah kita lakukan diperintahkan bagimu untuk beribadah dengan Ikhlas.
Taqwa, berbakti kepada Allah Swt dengan menjalankan segala perintah yang telah di syariatkan oleh agama Pendidikan Islam, adalah pendidikan yang dijalankan atas dasar ajaran Islam yang bersumber dari Al-Qur'an, Sunnah Nabi SAW dan contoh serta infortmasi valid yang berasal dari para sahabat, ulama, filosof dan cendekiawan muslim.
Oleh karena itu, pendidikan Islam sebenarnya adalah bentuk kongkrit dari pengamalan ajaran Islam. Sehubungan dengan ini, seluruh komponen yang terdapat dalam pendidikan Islam harus dibangun di atas pondasi Islam, termasuk dalam menentukan niIai-nilai dasar.
Al-Qur‟an karim adalah kitabullah yang diturunkan berdasarkan tempat dan kejadian yang muncul. Karena al qur‟an adalah kitab pembangun dan pendidikan34. Al- Qur‟an datang dengan membawa manhaj-manhaj kehidupan yang sempurna dan pendidikan pembentuk jiwa membangun ummat dan menegakkan masyarakat. Dengan demikian AlQur‟an merupakan dasar atau kunci bagi keberhasilan pendidikan di dalam jiwa manusia. Al-Qur‟an senantiasa menjadikan setiap kekalahan sebagai unsur suatu ibrah, setiap kemenangan sebagai suatu pelajaran dan setiap kedudukan sebagai objek analisis. Selain itu Dasar Pendidikan islam diambil juga dari Hadist, yang merupakan dasar pendidikan dan bukan hanya dasar pendidikan melainkan dasar hidup bagi ummat. Nilai- nilai dasar yang terkandung dalam hadist merupakan pondasi dalam menentukan arah masa depan di kehidupan.
34 Ibid, h. 88
2. Tujuan pendidikan agama islam menurut para ahli
a. Menurut al-Ghazali, tujuan pendidikan Islam adalah kesempurnaan manusia di dunia dan akhirat. Manusia dapat mencapai kesempurnaan melalui ilmu untuk memberi kebahagiaan di dunia dan sebagai jalan mendekatkan diri kepada Allah35.
b. Ibnu Khaldun berpendapat tujuan pendidikan Islam berorientasi ukhrawi dan duniawi. Pendidikan Islam harus membentuk manusia seorang hamba yang taat kepada Allah dan membentuk manusia yang mampu menghadapi segala bentuk persoalan kehidupan dunia36.
c. Drs. Ahmad D. Marimba, tujuan terakhir pendidikan Islam ialah terbentuknya kepribadian muslim. Yang dimaksud dengan kepribadian muslim menurut “kepribadian yang memiliki nilai-nilai Islam, memilih dan memutuskan serta berbuat berdasarkan nilai-nilai Islam dan bertanggung jawab sesuai dengan nilai-nilai Islam”37.
3. Tahap-tahap dalam memahami dasar-dasar Islam
Dalam memahamkan Dasar-dasar Islam terkhusus pada anak pemulung secara garis besar dalam pendidikan yaitu untuk meningkatkan perhatian serta menambah pemahaman anak dalam proses pengajaran perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut :
a. Perhatikan kondisi mental anak sebelum memulai proses pengajaran.
b. Materi-materi pembelajaran yang umum serta yang mudah dipahami.
c. Memberikaan perhatian yang layak kepada anak agar anak cenderung merasakan kasih sayang serta mampu dengan baik mengikuti proses pengajaran.
35 Al-Ghazali, Tujuan Dasar Islam,(Jakarta,2001),h. 2
36 Ibnu Khaldun, Dasar-dasar Islam,(Malang,2004),h. 21
37 Drs. Ahmad D. Marimba, Dasar dan Landasan Islam,(Jakarta,2005),h. 32
23
d. Sebelum berakhirnya proses pengajaran perlu diperhatikan kembali apakah materi yang diberikan dapat dipahami dengan baik oleh anak tersebut.
Setelah membahasa tahap-tahap dalam pembelajaran dasar-dasar islam adapun tujuan utama pendidikan Agama Islam yaitu untuk meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan, dan pengamalan peserta didik tentang Agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertakwa kepada Allah serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Tahap-tahap dalam mengajarkan dasar-dasar Islam merupakan hal yang penting dan merupakan bagian yang masuk dalam kategori inti pembahasan karena mencakup kemampuan anak yang diberikan pengajaran serta hal ini berperan dalam mengetaahui batas kemampuan anak dalam menerima ilmu pengetahuan yaang akan di aplikasikan dimasa yang akan datang serta berguna bagi bangsa dan negara38.
Menurut M. Athiyah Al-Abrasyi sebagaimana dikutip oleh Zuhairini, menerangkan bahwa tujuan pendidikan Agama Islam secara umum adalah:
a. Untuk membantu pembentukan akhlak yang mulia.
b. Persiapan untuk kehidupan dunia dan kehidupan akhirat.
c. Persiapan untuk mencari rejeki dan pemeliharaan segi kemanfaatan.
d. Menumbuhkan semangat ilmiah pada pelajar dan memuaskan keinginan tahu untuk mengetahui dan memungkinkan ia mengkaji ilmu demi ilmu itu sendiri39.
38 Zulfikar,Tujuan Pembelajaran PAI,(Solo,2004),h. 56
39 M, Athiyah Al-Abrasyi,Pembelajaran Dasar-dasar Islam,h. 24
4. Fungsi dan Ruang Lingkup Dasar-dasar Islam A. Dasar-Dasar Pendidikan Agama Islam
Dasar adalah landasan tempat berpijak atau tempat tegaknya sesuatu40. Dalam hubungannya dengan pendidikan Agama Islam, dasar-dasar itu merupakan pegangan untuk memperkokoh nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.Adapun yang menjadi dasar dari pendidikan Agama Islam adalah Al- Qur’an yang merupakan kitab suci bagi umat Islam yang tentunya terpelihara keaslian nya dari tangan-tangan yang tak bertanggung jawab dan tidak ada keraguan di dalamnya.
sebagaimana Firman Allah Swt dalam Al-Qur’an yaitu surat Al-Baqarah 2 : 2
َِْْۙيِقَّخَُْيِّى يًذُه ْۛ ِهْيِف ْۛ َبْيَس َلَ ُبٰخِنْىا َلِى ٰر
Terjemahnya :
“Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa.”41
Al-qur’an sebagai kitab suci telah dipelihara dan dijaga kemurniannya oleh Allah Swt dari segala sesuatu yang dapat merusaknya sepanjang masa dari sejak diturunkannya sampai hari kiamat kelak, hal ini di terangkan dalam sebuah surat dalam Al-Qur’an yaitu surah Al-Hijr 15 : 9
ُ ْىُظِف ٰحَى ٗهَى اَِّّاَو َشْمِّزىا اَْْىَّزَّ ُِْحَّ اَِّّا
Terjemahnya :
“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur'an, dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya.42
40 Ali Moh Daud,Dasar dan Unsur Pendidikan Agama Islam,(Jakarta,2018),h. 1
41 Kementrian Agama RI,Al-qur’an dan Terjemahan(Cet-1: Jakarta: Lautan Lestari,2014), h. 2
42 Ibid, h. 462
25
Al-Hadits merupakan perkataan ataupun perbuatan Nabi Muhammad SAW yang memberikan gambaran tentang segala sesuatu hal, yang juga dijadikan dasar dan pedoman dalam Islam. dan sebagai umat Islam kita harus mentaati apa yang telah di sunnahkan Rasulullah dalam hadistnya sebagai berikut :
تََّْجْىا ًَىِإ اًقْيِشَط ِهِب ُهَى ُاللّ َوَّهَص ،اًَْيِع ِهْيِف ُشََِخْيَي اًقْيِشَط َلَيَص ٍَِْ
Terjemahnya:
"Barang siapa menempuh satu jalan (cara) untuk mendapatkan ilmu, maka Allah pasti mudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim)43
Selain hadits di atas, terdapat juga hadits yang berkenaan dengan mentaati rasul, yang berarti juga menjalani segala sunnah-sunnahnya melalui Al-Hadist Selain dari dua dasar yang paling utama tersebut, masih ada dasar yang lain dalam negara khususnya seperti yang termuat dalam Undang-Undang Dasar 1945,
pasal 29 ayat 1 dan 2
. Ayat 1 berbunyi, Negara berdasarkan azas ketuhanan yang Maha Esa.
Ayat 2 berbunyi, Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agama dan kepercayaannya masing-masing.
Dalam pasal ini kebebasan memeluk agama dan kebebasan beribadah menurut agama yang dianutnya bagi warga Indonesia telah mendapat jaminan dari pemerintah dan hal ini sejalan dengan Pendidikan Agama Islam dan hal-hal yang terdapat di dalamnya.
43 Ibid, h. 289
B. Fungsi Dasar-dasar Islam
Dasar-dasar Islam mempunyai fungsi sebagai media untuk meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT44. serta sebagai wahana pengembangan sikap keagamaan dengan mengamalkan apa yang telah didapat dari proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam.
Zakiah Daradjad berpendapat dalam bukunya khusus pengajaran Agama Islam bahwa :
1. Sebagai sebuah bidang studi di sekolah, pengajaran agama Islam mempunyai tiga fungsi, yaitu:
a) pertama, menanamtumbuhkan rasa keimanan yang kuat,
b) kedua, menanamkembangkan kebiasaan (habit vorming) dalam melakukan amal ibadah, amal saleh dan akhlak yang mulia, dan
ketiga, menumbuh kembangkan semangat untuk mengolah alam sekitar sebagai anugerah Allah SWT kepada manusia45.
Dari pendapat diatas dapat diambil beberapa hal tentang fungsi dari dasar- dasar Islam yang dapat dirumuskan sebagai berikut:
a. Pengembangan, yaitu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan siswa kepada Allah SWT yang ditanamkan dalam lingkup pendidikan keluarga.
b. Pengajaran, yaitu untuk menyampaikan pengetahuan keagamaan yang Fungsional
c. Penyesuaian, yaitu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial dan dapat ber sosialisasi dengan lingkungannya sesuai dengan ajaran Islam.
d. Pembiasaan, yaitu melatih siswa untuk selalu mengamalkan ajaran Islam, menjalankan ibadah dan berbuat baik.
44 Abd. Majid, Belajar dan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam,(Bandung,Remaja Rosdakarya,2012),h.
11-12
45 Zakiah Daradjat,Pengajaran Agama Islam,h. 59
27
Disamping fungsi-fungsi yang tersebut diatas, hal yang sangat perlu di ingatkan bahwa dasar-dasar Islam merupakan sumber nilai, yaitu memberikan pedoman hidup bagi peserta didik untuk mencapai kehidupan yang bahagia di dunia dan di akhirat.
C. Ruang Lingkup Dasar-dasar Islam
Ruang lingkup dasar-dasar Islam meliputi keserasian, keselarasan, dan keseimbangan antara hubungan manusia dengan Allah SWT46. hubungan manusia dengan sesama manusia, dan ketiga hubungan manusia dengan dirinya sendiri, serta hubungan manusia dengan makhluk lain dan lingkungannya.
Ruang lingkup dasar-dasar Islam juga identik dengan aspek-aspek pengajaran Agama Islam karena materi yang terkandung didalamnya merupakan perpaduan yang saling melengkapi satu dengan yang lainnya47.
Apabila dilihat dari segi pembahasannya maka ruang lingkup dasar-dasar Islam yang umum dilaksanakan di lingkungan adalah :
a. Pengajaran keimanan
Pengajaran keimanan berarti proses belajar mengajar tentang aspek kepercayaan, dalam hal ini tentunya kepercayaan menurut ajaran Islam, inti dari pengajaran ini adalah tentang rukun Islam.
b. Pengajaran akhlak
Pengajaran akhlak adalah bentuk pengajaran yang mengarah pada pembentukan jiwa, cara bersikap individu pada kehidupannya, pengajaran ini berarti proses belajar mengajar dalam mencapai tujuan supaya yang diajarkan berakhlak baik.
46 Abdul Majid dan Dian Andayani,Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi,(Bandung: PT Remaja Rosdakarya,2006),h. 130
47 Elsa Silviyah Nur Aulia,Dasar-dasar Islam ,(Yogyakarta,2014),h. 14
c. Pengajaran ibadah
Pengajaran ibadah adalah pengajaran tentang segala bentuk ibadah dan tata cara pelaksanaannya, tujuan dari pengajaran ini agar peserta didik mampu melaksanakan ibadah dengan baik dan benar.
6. Pengajaran fiqih
Pengajaran fiqih adalah pengajaran yang isinya menyampaikan materi tentang segala bentuk-bentuk hukum Islam yang bersumber pada Al-Quran, sunnah, dan dalil-dalil syar’i yang lain.
7. Pengajaran Al-Quran
Pengajaran Al-Quran adalah pengajaran yang bertujuan agar peserta didik dapat membaca Al-Quran dan mengerti arti kandungan yang terdapat di setiap ayat-ayat Al-Quran.
8. Pengajaran sejarah Islam
Tujuan pengajaran dari sejarah Islam ini adalah agar siswa dapat mengetahui tentang pertumbuhan dan perkembangan agama Islam dari awalnya sampai zaman sekarang sehingga peserta didik dapat mengenal dan mencintai Agama Islam.
5. Memahamkan Dasar-dasar Islam bagi Anak Pemulung
Dasar-dasar Islam, sangat penting untuk diterapkan dalam lingkungan sekitar, khususnya di dunia luar nan bebas48. Berkaitan dengan hal tersebut, ada beberapa hal yang penulis identifikasi sebagai bentuk gambaran dalam melakukan
48 Yunita Sari,Pemahaman Dasar-dasar islam terhadap Anak,(Magelang,2018),h. 86
29
proses pemahaman dasar-dasar islam didunia pendidikan khususnya pada peserta didik sebagai berikut :
1. Kedisiplinan
Kedisiplinan merupakan salah satu bagian daripada akhlak mulia.
Kedisiplinan sangat penting bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu, kedisiplinan harus selalu ditanamkan agar menjadi suatu kebiasaan49.
Sebagaimana halnya dengan guru atau pendidik dalam hal ini mahasiswa HMJ Pendidikan Agama Islam yang selalu memberikan keteladanan tentang disiplin, peserta didik harus juga dibiasakan untuk melakukan hal yang serupa.
2. Kesopanan dalam bertutur kata
Kesopanan dalam bertutur kata merupakan salah satu bagian daripada nilai dasar Islam50. Oleh karena itu, nilai-nilai tersebut sangat penting untuk dilakukan dan dibiasakan kepada peserta didik. Kesopanan peserta didik dalam bertutur kata sesama guru atau pendidiknya khususnya di Desa Taeng Kabupaten Gowa, sudah perlu pembiasaan.
3. Tanggung Jawab
Sikap tanggung jawab terhadap amanah yang diemban harus dilaksanakan dengan baik karena sikap tanggung jawab merupakan salah satu sikap yang sangat dianjurkan di dalam Islam51.
Manusia diciptakan oleh Allah swt. mengalami periode lahir, hidup, kemudian mati. Agar manusia dalam hidupnya mempunyai harga sebagai pengisi fase kehidupannya itu maka manusia tersebut atas namanya sendiri dibebani
49 Wira Atma Jaya, Pembentukan Karakter.(Jakarta,2004),h. 46-47
50 Ibid, h. 48
51 Ibid, h. 49
tanggung jawab. Berkaitan dengan hal tersebut, gambaran nilai dasar Islam peserta didik di Desa Taeng Kabupaten Gowa, khususnya yang terkait dengan sikap tanggung jawab, terlihat ketika melaksanakan tugas yang diberikan oleh mahasiswa sebagai orang yang sukarela mengamplikasikan ilmunya, seperti protokol, dan kultum ketika selesai shalat, serta membersihkan lingkungan sekitar, termasuk baik karena mereka selalu melaksanakannya dengan penuh semangat dan penuh rasa tanggung jawab52. Hal ini juga nampak pada usaha mempersiapkan diri dengan baik.
Pembiasaan peserta didik untuk melaksanakan tugas yang diberikan oleh pendidik dala hal ini mahasiswa HMJ Pendidikan Agama Islam, seperti adzan, kultum di masjid setiap selesai shalat, merupakan salah satu bentuk penerapan sikap tanggung jawab. Apabila hal ini dibiasakan oleh peserta didik maka tentu akan berpengaruh nantinya ketika ke luar dari lingkungannya, yaitu memiliki sikap tanggung jawab dalam melaksanakan tugas yang diamanahkan kepadanya.
Tanggung jawab adalah salah satu amanah yang harus dilaksanakan oleh setiap individu53. Apabila amanah tersebut diabaikan atau tidak dilaksanakan maka pasti akan memiliki dampak yang sangat berbahaya. Amanah sangat erat kaitannya dengan sikap tanggung jawab. Oleh karena itu, setiap amanah yang diberikan harus dipertanggungjawabkan. Pemberian tugas kepada peserta didik di lingkungan merupakan salah satu bentuk amanah yang harus dipertanggungjwabkan54. Seorang pendidik harus banyak memberikan tugas
52 Sucipto Atma Jaya,Nilai-nilai Islam, (Bandung, 2000), h. 96
53 Serafischa Gischa,Arti Tanggung Jawab,(Jakarta),h. 9
54 Agus Zaenul Fitri,Nilai Karakter Tanggung-jawab,(Jakarta,2001), h. 89
31
kepada peserta didik untuk melatih peserta didik dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diembannya.
4. Kepedulian sosial
Nilai kepedulian sosial peserta didik sangat penting untuk diperhatikan dan harus dibiasakan di dalam lingkungan.karena kepedulian sosial merupakan salah satu bentuk nilai-nilai pendidikan Islam yang dapat mewujudkan kehidupan yang harmonis, di dalam lingkungan tempat tinggal anak pemulung dan di lingkungan masyarakat pada umumnya55.
Sehubungan dengan hal tersebut, gambaran nilai-nilai pendidikan Islam peserta didik di Desa Taeng Kabupaten Gowa, khususnya yang terkait dengan nilai-nilai kepedulian sosial.
Sikap kepedulian sosial yang dimiliki anak pemulung di Desa Taeng Kabupaten Gowa masih perlu banyak pembinaan karena masih ditemukan peserta didik yang masih memiliki tingkat kepedulian sosial yang rendah. Seperti pada saat belajar, ada di antara temannya yang kebetulan polpennya macet dan ketika minta pulpen sesama temannya untuk dipinjam ternyata temannya yang punya pulpen dua, lama baru mereka mau meminjamkannya. Hal itu, merupakan salah satu bukti bahwa nilai- nilai pendidikan Islam peserta didik di Desa Taeng Kabupaten Gowa, khususnya yang terkait dengan sikap kepedulian sosial masih perlu banyak mendapatkan pembinaan agar sikap kepedulian sosial peserta didik di lokasi tersebut.
55 Ibid, h. 90
BAB III
METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian
1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, menurut Bodgan dan Taylor yang di kutip oleh Lexy J. Moleong mengemukakan metode kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Jadi penelitian yang digunakan penulis adalah deskriptif kualitatif56.
2. Pendekatan Penelitian
Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan Deskriptif kualitatif.
Penelitian Deskriptif adalah menggambarkan secara sistematis fakta, objek, atau subjek yang diteliti secara tepat. Metode pendekatan Deskriptif Kualitatif adalah metode pengolahan data dengan cara menganalisa faktor-faktor yang bekaitan dengan objek penelitian dengan penyajian data secara lebih mendalam terhadap objek penelitian57.
Sesuai dengan penelitian ini yang mempunyai tujuan untuk mendeskripsikan bagaimana peran HMJ Pendidikan Agama Islam dalam mengajarkan dasar-dasar Islam bagi anak Pemulungdi DesaTaeng Kabupaten Gowa. mulai dari penerapan pembelajaran dan metode pembelajaran.
56 Bodgan dan Taylor,Penelitian Kualitatif,(Semarang,2006), h. 77
57 Lexy J, Jenis Penelitian Kualitatif,(Surabaya,2008),h. 2
34
B. Lokasi dan Objek Penelitian
Lokasi penelitian adalah tempat melakukan penelitian guna memperoleh data penelitian.Lokasi penelitian bertempat di Desa Taeng, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan. Objek penelitian dapat dinyatakan sebagai situasi sosial penelitian yang ingin diketahui apa yang terjadi di dalamnya.
Objek dari penelitian ini adalah anak pemulung dan mahasiswa. Dimana peneliti akan meneliti tentang peran HMJ Pendidikan Agama Islam dalam mengajarkan dasar-dasar Islam bagi anak pemulung di Desa Taeng Kabupaten Gowa.
C. Fokus Penelitian
1. Peran HMJ Pendidikan Agama Islam 2. Dasar-dasar Islam
D. Deskripsi Fokus Penelitian
1. Peran HMJ Pendidikan Agama Islamsebagai media interaksi dan komunikasi bagi anggotanya serta mahasiswa PAI secara keseluruhan, mengantarkan para anggota HMJ dan Mahasiswa PAI menjadi lebih profesional dalam menata kepribadian (personality) dan masyarakat (community)58.
2. Dasar-dasar Islam tentunya terfokus pada pembimbingan dalam mengajarkan bacaan Qur’an, Penanaman nilai-nilai akhlakul karimah,serta mengajarkan tata cara thaharah (bersuci)59
58 Deny Purbowati, Tentang Himpunan Mahasiswa Jurusan,Apa yang perlu diketahui?,Loc. It. h. 43
59 Kusuma Adi,Dasar-dasar Islam,(Malang,2017),h. 74
E. Sumber Data Penelitian
Sumber data dalam penelitian ini adalah, peneliti harus menjelaskan informasi atau data yang dikumpulkan sehubungan dengan fokus dan sub fokus penelitian. Maka pengumpulan data data dapat menggunakan sumber primer, dan sumber sekunder.
1. Sumber primer, yaitu sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. Adapun yang menjadi sumber data primer dalam penelitian ini adalah Mahasiswa HMJ Pendidikan Agama Islam dan Anak Pemulung di Desa Taeng Kabupaten Gowa.
2. Sumber Sekunder, yaitu data yang diperoleh lewat pihak lain, tidak langsung diperoleh oleh peneliti dari subyek penelitiannya. Data Sekunder biasanya berwujud data dokumentasi atau data laporan yang tersedia60.
F. Instrumen Penelitian 1) Pedoman Wawancara
Wawancara yang dimaksud ialah adanya respon timbal balik dengan salah satu warga atau masyarakat yang berada dilokasi tersebut, serta mendapatkan informasi akurat terkait metode-metode yang dilakukan.
2) Pedoman Pengamatan (Observasi)
Pengamatan yang didapatkan dari hasil wawancara berupa penggunaan media seperti merekan situasi dan kondisi di lokasi penelitian kemudian menyusun hal-hal inti dari proses observasi.
60 Hardayani,Penelitian Kualitatif &Kuantitatif,(Cet-1: Yogyakarta: Pustaka Ilmu,2002), h.121
36
3) Dokumentasi
Dokumentasi dilakukan agar penelitian lebih akurat berdasarkan bukti- bukti gambar yang telah diambil dari lokasi penelitian.
G. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data adalah langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data, pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai setting, berbagai sumber, dan berbagai cara61. Bagian ini memuat uraian dan rinci tentang langkah-langkah dan prosedur pengambilan dan pengumpulan data, misalnya pengukuran langsung, observasi, pelaksanaan test, pelaksanaan wawancara langsung atau pengiriman angket. Bila menggunakan orang lain sebagai pengumpul data, perlu dijelaskan cara pemilihannya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah sebagai berikut:
1. Observasi. Cara ini sangat sesuai untuk mengkaji proses dan perilaku.
Menggunakan metode ini berarti menggunakan mata dan telinga untuk merekam data. Dalam pengamatan observasi yang dilakukan adalah mengamati keektivitasan Anak Pinggiran dalam menggunakan metode Pembelajaran Dasar- dasar Islam.
2. Wawancara. Menurut Nazir, wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara si penanya atau pewawancara dengan si penjawab atau responden dengan
61 Hardani,Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif,h. 120