F. Analisis Data
4. Uji Hipotesis
Selanjutnya alat analisis yang akan digunakan untuk
menganalisis hipotesis adalah regresi linear berganda karena terdapat
lebih dari satu variabel independent. Analisis regresi linear berganda
akan digunakan untuk menguji pengaruh pada hipotesis 1 sampai 5
yaitu antara kompetensi pengetahuan, kemampuan, etika, menghormati
terhadap kesiapan mahasiswa ekonomi dan bisnis UMY menghadapi
MEA 2016 sebagai variabel dependent. Berikut persamaan regresi
linear sederhana:
Y = a + β1X1+ β2X2+ β3X3+ β4X4+ β5X5 + e
Y = Kesiapan Kerja Mahasiswa Ekonomi dan Bisnis UMY
X1 = Kompetensi Pengetahuan
X2 = Kompetensi Kemampuan
X3 = Kompetensi Etika
X4 =Kompetensi Menghormati Nilai dan Norma yang Berlaku X5 = Kompetensi Analisis
e = 0
Kemudian, untuk menguji seberapa jauh pengaruh antara
variabel independent terhadap variabel dependent secara parsial dan
untuk mengukur seberapa jauh model dalam menerangkan variasi dari
variabel dependent maka diperlukan beberapa pengujian berikut :
a. Uji Statistik t
Uji ini digunakan untuk menunjukkan seberapa jauh pengaruh
satu variabel independent secara individual dalam menerangkan
variabel dependent. Melalui perhitungan t-statistik yang dilakukan
akan diperoleh nilai t hitung masing-masing variabel bebas dengan
nilai tabel dengan taraf 5% (level of significant) dimana tingkat pengujian sebagai berikut :
1) Jika nilai p value < α, maka Ho ditolak dan Ha diterima, jadi
variabel independent berpengaruh secara parsial terhadap
variabel dependent.
2) Jika nilai p value > α, maka Ho diterima dan Ha ditolak, jadi
variabel independent tidak berpengaruh secara parsial terhadap
variabel dependent.
b. Uji Statistik F
Uji ini bertujuan untuk menunjukkan apakah variabel
independent yang dimasukkan dalam model mempuyai pengaruh
secara bersama-sama terhadap variabel dependent yng ditunjukkan
dengan :
1) p value(sig) < α (0,05), maka variabel independent berpengaruh
signifikan terhadap variabel dependent.
2) p value (sig) > α (0,05), maka variabel independent tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependent.
c. Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien Determinasi yang ditandai dengan (R2) digunakan untuk mengetahui adanya kecocokan suatu model, mengukur sejauh
mana kemampuan model dalam menerangkan variasi dari variabel
dependent. Nilai koefisien determinasi adalah nol sampai satu, jika
nilai mendekati satu maka variabel-variabel independent
memberikan hampir seluruh informasi yang dibutuhkan untuk
kelemahan dalam penggunaan koefisien determinasi yaitu bias
terhadap jumlah variabel independent yang dimasukkan ke model.
Semakin bertambah variabel independent maka R2 akan meningkat tanpa memperdulikan apakah variabel memiliki nilai t yang
signifikan atau tidak. Maka dari itu peneliti akan menggunakan
adjusted R2 karena nilai yang dapat naik dan turun apabila terdapat satu variabel independent yang dimasukkan kedalam model.
63
A. Gambaran Umum Objek
1. Latar Belakang Masyarakat Ekonomi ASEAN
Asosiasi Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Association of Southeast Asia Nations /ASEAN) didirikan pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand melalui Deklarasi ASEAN oleh Filipina, Indonesia,
Singapura dan Thailand (ASEAN Founding Fathers). Pada KTT ASEAN
ke-9tahun 2003, ASEAN menyepakati BALI CONCORD II yang memuat
3 (tiga) pilar untuk mencapai ASEAN Vision 2020yaitu Ekonomi, Sosial
Budaya dan Politik Keamanan. Terkait dengan ekonomi, diwujudkan
dalam bentuk Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Tanggal 20
November 2007 disepakati Piagam ASEAN dan menjadikan ASEAN
organisasi berbadan hukum dengan fokus perhatian pada proses integrasi
ekonomi menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Di tahun ini juga,
ASEAN sepakat mempercepat implementasi MEA dari tahun 2020
menjadi tahun 2015, untuk mewujudkan MEA 2015, dirumuskan
AEC Blueprint, yang memuat langkah-langkah strategis yang harus diambil setiap negara Anggota ASEAN mulai tahun 2008 sampai dengan
tahun 2015.
Asean Economic Community (AEC) 2016 atau di Indonesia lebih dikenal dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) adalah bentuk
kerjasama baru antar negara-negara di ASEAN yang mempunyai tujuan
untuk meningkatkan sektor perekonomian dan stabilitas politik serta
keamanan dan juga meningkatkan pertukaran barang maupun faktor
produksi antar negara anggota ASEAN. MEA telah diikuti oleh 10 negara
anggota ASEAN yaitu Indonesia, Singapura, Brunei Darussalam,
Kamboja, Vietnam, Myanmar, Thailand, Malaysia, Philipina, dan Laos.
Dengan adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) para anggota
ASEAN sendiri mengharapkan dapat terbentuknya "satu pasar dan basis
produksi" di mana faktor-faktor produksi dapat bebas bergerak di mana
dan kapan saja di seluruh negara anggota AEC.
2. Mutual Recognition Arrangement (MRA)
Salah satu agenda penting yang dilaksanakan pada Pertemuan
Menteri Ekonomi ASEAN ke-40 di Singapura bulan Agustus lalu adalah
penandatanganan 3 kesepakatan di bidang kerjasama jasa ekonomi
ASEAN yaitu MRA Framework on Accountancy Services, MRA on
Medical Practitioners dan MRA on Dental Practitioners.
Dalam konteks kerjasama jasa ekonomi ASEAN, MRA merupakan
kesepakatan untuk mengakui kualifikasi pendidikan, kualifikasi
professional dan pengalaman. MRA dipergunakan untuk memudahkan
perpindahan tenaga profesional antar negara-negara ASEAN, khususnya
dalam rangka integrasi pasar dengan tetap mempertahankan kekhususan
Ada delapan profesi yang terkena kebijakan pasar bebas yang
kebetulan tertuang dalam ASEAN Mutual Recognition Arrangement
(MRA). MRA masing-masing profesi telah menetapkan standar dan
kompetensi yang diperlukan di kancah ASEAN. Nantinya, Indonesia
bisa menerima tenaga kerja dari ASEAN untuk profesi-profesi ini,
begitu juga sebaliknya. Profesi tersebut adalah tenaga pariwisata,
insinyur, perawat, tenaga medis, dokter gigi, arsitektur, surveyor, dan
akuntansi. Namun kedelapan profesi tersebut memiliki kualifikasi apabila
ingin bekerja dinegara anggota MEA berdasarkan standar internasional,
yang diterima oleh negara-negara MEA.
3. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta adalah salah satu
perguruan tinggi di Yogyakarta yang beralamat di Kampus Terpadu
Universitas, Muhammadiyah Yogyakarta, jalan Lingkar
Selatan, Kasihan, Bantul, D.I Yogyakarta. Universitas Muhammadiyah
Yogyakarta terakreditasi "A" dengan SK BAN PT
No.061/SK/BAN-PT/Ak-IV/PT/II/2013. Berdasarkan Surat Keputusan dari Badan
Akreditasi Nasional–Perguruan Tinggi No.
061/SK/BAN-PT/Ak-IV/PT/II/2013, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ditetapkan
sebagai universitas yang telah terakreditasi A. Akreditasi A yang diraih
UMY ini menunjukkan bahwa UMY telah diakui secara nasional dan oleh
masyarakat luas. UMY juga berhasil mendapatkan akreditasi internasional
Tanggungjawab Sosial (Social Responsibilty), dan Inklusivitas
(Inclusiveness), Bintang 4 untuk bidang Pengajaran (Teaching) dan
Bintang 3 untuk bidang Daya Serap Lulusan (Employability).
Peningkatan kualitas SDM pengelola mendapat prioritas utama
dalam pengembangan UMY. Oleh karena itu, setiap tahun UMY
mengirimkan sekitar 20 hingga 30 tenaga pengajar untuk mengikuti studi
lanjut, S2 dan S3, baik di dalam maupun di luar negeri.