• Tidak ada hasil yang ditemukan

B. BAGIAN UTAMA

2. Hipotesis dengan melihat Komparatif/Perbedaan

Ho : Tidak ada perbedaan status gizi balita antara keluarga yg berstatus ekonomi tinggi dan yg berstatus ekonomi rendah diwilayah kerja puskesmas posia kota kendari tahun 2015 Ha : Ada perbedaan status gizi balita antara keluarga yg

berstatus ekonomi tinggi dan yg berstatus ekonomi rendah diwilayah kerja puskesmas poasia kota kendari tahun 2015

4. BAB IV. METODE PENELITIAN A. Jenis dan Desain Penelitian

Deskripsi jenis dan disain penelitian yang diterapkan. Jenis dan disain disesuaikan dengan hipotesis yang akan diuji ataupun pertanyaan penelitian yang akan dijawab. Peneliti dapat mengacu pada jenis dan disain yang dijumpai dalam buku-buku metode penelitian kesehatan, sosial, manajemen ataupun kebijakan.

B.Waktu dan Lokasi Penelitian

Bagian ini merupakan deskripsi singkat mengenai kondisi lokasi penelitian, terutama penelitian lapangan, dan waktu pelaksanaan penelitian.

C. Populasi dan Sampel

Bagian ini terdiri dari populasi, besar sampel, dan cara penarikan sampel.

1) Populasi

Yang dimaksud dengan populasi adalah kelompok subjek yang menjadi sasaran penelitian. Sasaran penelitian semacam itu bisa berupa manusia (pada penelitian epidemiologi, penelitian perilaku, penelitian manajemen), bisa berupa binatang (pada penelitian entomologi,

surveilens vektor), dan dapat pula berupa benda mati (kartu rekam medik, slide pemeriksaan BTA).

2) Besar sampel

Sebagian dari populasi tersebut disebut sampel. Besar sampel harus ditentukan dengan menggunakan rumus yang sesuai. Pilih dan sajikan rumus yang sesuai tersebut pada bagian ini. Kemudian lakukan penghitungan besar sampel dengan menggunakan rumus tersebut. Bila penelitian dilakukan terhadap seluruh anggota populasi, maka kata-kata

”sampel” menjadi tidak relevan.

3) Cara penarikan sampel

Pada bagian ini disajikan teknik pengambilan sampel yang digunakan.

Pengambilan sampel meliputi: teknik pengambilan sampel probabilistik dan teknik pengambilan sampel non-probabilistik. Teknik pengambilan sampel probabilistik meliputi: pengambilan sampel acak sederhana (simple random sampling), pengambilan sampel sistematik (systematic sampling), pengambilan sampel acak stratifikasi (stratified random sampling), pengambilan sampel kelompok (cluster sampling), dan pengambilan sampel bertingkat (multistage sampling). Pengambilan sampel non-probabilistik meliputi: sampling aksidental atau seadanya (accidental sampling, convenience sampling), sampling purposif (purposive sampling), sampling kuota (quota sampling), sampling bola salju (snowball sampling). Ada kalanya sampel diambil dengan cara menyetarakan (mencocokkan) ciri-ciri individu kelompok lainnya.

Pengambilan sampel dengan cara menyetarakan ini disebut matching.

Matching juga termasuk dalam pengambilan sampel non-probabilistik.

D. Pengumpulan data

Bagian ini memuat uraian Iengkap mengenai langkah dan prosedur pengumpulan data termasuk instrumen/alat ukur penelitian penelitian. Bila pengambilan data dilakukan oleh orang lain perlu dijelaskan langkah-Iangkah penulisan dalam menjamin realibilitas dan validitas data. Untuk penelitian laboratorium harus dijelaskan mengenai bahan (termasuk susunan bahan kimianya) dan data yang digunakan, serta cara atau prosedur kerja, Jika perlu dilengkapi dengan foto (sebagai lampiran skripsi).

E. Pengolahan, Analisis dan Penyajian Data

Disini diuraikan tentang jenis program yang dipergunakan dalam mengolah data yang telah diperoleh dan cara atau model yang dipergunakan dalam analisis data beserta alasan pemilihan atau penggunaan cara tersebut.

Dikemukakan pula bentuk penyajian data (narasi, tabel atau grafik).

F. Etika Penelitian

Dalam sub-bab ini diuraikan bahwa peneliti telah melakukan langkah-langkah atau prosedur yang berkaitan dengan etika penelitian, terutama yang berhubungan dengan perlindungan terhadap subjek penelitian, baik berupa manusia, hewan coba, institusi atau sistem dalam suatu institusi.

5. BAB V. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian

Pada bagian ini, peneliti memberikan deskripsi umum mengenai lokasi penelitian.

B. Hasil Penelitian

Hasil suatu penelitian dapat disajikan melalui tiga jenis penyajian, yakni:

penyajian tekstual, penyajian tabular dan penyajian grafik. Lazimnya, peneliti menyajikan dengan kombinasi dua teknik, yaitu tekstual dan tabular, dan atau tekstual dan grafik. Maksudnya, data disajikan melalui teks secara naratif, kemudian informasi yang sama juga disajikan lagi dengan menggunakan tabel atau grafik.

Dalam penyajian menggunakan tabel, peneliti harus memperhatikan beberapa hal sebagai berikut :

1) memuat informasi mengenai Apa, Dimana dan Kapan penelitian dilakukan.

2) Judul tabel antara satu baris dengan baris berikutnya adalah 1 spasi.

3) Harus ada sumber data (dibagian kiri bawah tabel).

4) Samping kiri dan kanan tabel tidak ditutup(terbuka).

5) Dari sub judul ke tabel tidak boleh langsung, tetapi harus ada kalimat pengantar.

Dalam penyajian tekstual, peneliti diwajibkan untuk mendeskripsikan data sejelas dan sedetil mungkin, tetapi tidak harus menyajikan semua hal. Yang harus disajikan secara naratif adalah hal-hal yang menonjol dari data tersebut, misalnya: persentase/frekuensi terbesar, persentase/frekuensi terkecil, rerata terbesar, rerata terkecil, atau perbedaan (selisih) terbesar, perbedaan terkecil dan perbedaan atau hubungan yang bermakna

Contoh penyajian hasil penelitian dalam bentuk tabel :

Distribusi responden menurut pendidikan dapat terlihat pada tabel 1berikut :

Tabel 1. Distribusi Responden Menurut Tingkat Pendidikan diPuskesmas Benu Benua Kota Kendari

tahun 2014

No Tingkat pendidikan n %

1 SMP 23 23.2

2 SMU/Sederajat 52 52.5

3 PT 24 24.2

Jumlah 99 100.0

Sumber : Data Primer, diolah bulan Januari, 2013

Tabel 1 menunjukkan bahwa dari 99 responden, terbanyak adalah berpendidikan SMU yaitu 52 responden (52,5%) dan terkecil adalah berpendidikan SMP yaitu sebanyak 23 responden (23,2%)

C. Pembahasan

Esensi dari pembahasan adalah menjelaskan mengapa hasil penelitian yang dilakukan seperti itu. Penjelasan harus dibuat bukan hanya jika hasil penelitian tidak sesuai dengan hipotesis, bahkan jika sesuaipun harus dibuat penjelasannya. Uraian tersebut memuat penjelasan secara teoritik, tentang mekanisme mengapa hasilnya seperti itu.

Uraian juga harus menjelaskan posisi hasil penelitian ini dengan hasil penelitian-penelitian terdahulu, apakah sama atau berbeda. Penjelasan mengapa hasil penelitian yang dilakukan seperti itu, dapat dilakukan dengan fokus pada aspek teoritik dan aspek metodologis. Pada aspek

sudah digunakan untuk membangun hipotesis dengan kenyataan empiris di lapangan.

Bila teori yang ada masih belum mampu menjelaskan fenomena tersebut, maka dapat digunakan asumsi-asumsi ilmiah, dengan menggunakan logika, baik deduktif maupun induktif. Pada aspek metodologis, perlu disadari bahwa tidak ada penelitian yang sempurna.

Ketidaksempurnaan tersebut sedikit banyak akan mempengaruhi hasil penelitian. Dalam kaitannya dengan hal ini, peneliti perlu mengkaji kemungkinan hasil penelitian tersebut dipengaruhi oleh kontribusi langkah-langkah metodologis yang telah dilakukan. Misalnya, apakah cara penetapan variabel benar, instrumen penelitiannya baik, cara pengambilan sampelnya benar, cara analisis datanya tepat, dan sebagainya.

6. BAB VI. KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan

Kesimpulan merupakan jawaban dari tujuan khusus dan penjabaran singkat mengenai hasil penelitian serta hasil pengujian hipotesa.

B. Saran

Saran dapat ditujukan untuk penelitian selanjutnya atau terhadap program yang akan dilaksanakan. Saran dibuat berdasarkan hasil penelitian dan pengalaman peneliti dan harus dinyatakan dengan jelas serta dapat direalisasikan dilapangan serta saran harus bersifat operasional.

Dokumen terkait