• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

2.3. KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS

2.3.2. Hipotesis

1. Pengaruh Risiko Kredit Terhadap Nilai Perusahaan

Risiko kredit merupakan salah satu risiko yang diderita oleh bank karena debitur tidak dapat melunasi kreditnya kepada bank. Untuk itu, bank harus menjaga perusahaannya agar risiko kredit dapat dikurangi. Risiko kredit bank yang semakin kecil akan memberikan sinyal kepada investor bahwa bank dapat mengelola perusahaan dengan baik. Apabila kredit yang diberikan oleh bank kepada debitur semakin besar, maka akan semakin banyak pendapatan bunga yang diperoleh bank dan hal ini akan meningkatkan nilai perusahaan. Bank dikatakan baik jika bank itu sendiri memberikan sinyal good news atau bad news kepada investor mengenai risiko yang dimiliki oleh bank. Sinyal good news adalah penurunan nilai risiko kreedit bank sedangkan sinyal bad news merupakan peningkatan nilai risiko kredit yang dimiliki bank.

Dalam penelitian Ratih (2011) ditemukan bahwa adanya pengaruh negatif antara risiko kredit bank terhadap nilai perusahaan bank. Hasil penelitian ini juga didukung dengan penelitian Nursatyani (2011) yang menemukan bahwa risiko kredit memiliki pengaruh negatif tehadap kinerja keuangan perbankan. Hal ini menunjukkan bahwa semakin kecil risiko kredit maka akan semakin meningkat nilai perusahaan bank tersebut. Oleh karena itu dapat ditarik hipotesis sebagai berikut:

H1 : Terda pa t penga ruh risiko kredit terha da p nila i perusa haan perbanka n

2. Pengaruh Risiko Pasar Terhadap Nilai Perusahaan

Suku bunga dan nilai tukar merupakan variabel pasar dimana dengan adanya pergerakan variabel ini akan menimbulkan risiko pasar sehingga dinilai dapat merugikan bank. Dengan adanya pengaruh dari pasar maka hal itu akan berdampak pada nilai perusahaan itu sendiri karena investor akan menginvestasikan dananya dengan menganalisa nilai perusahaan investasinya terlebih dahulu.

Dalam penelitian Setyawan (2012) ditemukan bahwa ada variabel beta saham sebagai proksi dari risiko pasar yang berpengaruh terhadap harga saham yang dapat meningkatkan nilai perusahaan. Dari hasil ini dapat ditunjukkan bahwa factor risiko pasar yang dimiliki perusahaan dapat menjadi acuan investor dalam menentukan nilai perusahaan.

Berdasarkan uraian di atas dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut:

H2 : Terda pa t penga ruh risiko pa sa r terha dap nila i perusa haan perbanka n

3. Pengaruh Risiko Likuiditas terhadap Nilai Perusahaan

Risiko likuiditas merupakan risiko yang dialami bank karena tidak memiliki uang tunai atau aktiva lancar dalam memenuhi kewajibannya. Dalam kasus perbankan, bank tidak dapat memberikan sejumlah kas kepada nasabah atau debitur ketika mereka membutuhkannya.

Penelitian Hutahaean (2012) menemukan bahwa terdapat variabel likuiditas total aset (LTA), likuiditas aset deposit (LAD), dan financial deposit ra tio sebagai proksi dari risiko likuiditas yang yang berpengaruh terhadap return on asset. Oleh karena itu, hal ini dapat menjadi acuan bagi investor dalam menentukan nilai perusahaan jika terdapat faktor likuiditas.

Berdasarkan uraian di atas, maka dirumuskan hipotesis sebagai berikut:

H3 : Terdapa t penga ruh risiko likuidita s terha da p nila i perusaha an perba nkan

4. Pengaruh Good Corporate Governance terhadap Nilai

Perusahaan

Skor GCG merupakan salah satu faktor penentu nilai perusahaan bank yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Dengan adanya skor GCG ini, investor akan terbantu dalam melakukan investasinya. Skor GCG atau tata kelola bank menunjukkan kualitas manajemen yang baik dan tidak terjadinya masalah yang bias menjadikan moral hazard bagi nasabah maupun investor. Terdapat hubungan negatif antara GCG dengan nilai perusahaan. Ini menunjukkan bahwa semakin kecil skor GCG, menunjukkan kinerja yang semakin baik, maka nilai perusahaan akan naik. Berdasarkan penelitian Retno dan Denies (2012) menunjukkan adanya pengaruh GCG terhadap nilai perusahaan dengan variabel kontrol size dan leverage. Ini menunjukkan bahwa investor bersedia memberikan

premium lebih kepada perusahaan yang memberikan transaparansi atas pelaksanaan GCG dalam laporan tahunan mereka.

Berdasarkan uraian di atas, maka hipotesis dapat dirumuskan sebagai berikut:

H4 : Terda pa t penga ruh Good Corpora te Governa nce terha dap nila i perusa ha a n perba nka n

5. Pengaruh Rentabilitas terhadap Nilai Perusahaan

Rentabilitas berbicara mengenai kemampuan bank dalam memperoleh pendapatan serta laba bank tersebut. Pendapatan yang semakin meningkat akan menjadi salah satu aspek penting bagi investor dalam penilaiannya terhadap nilai perusahaan khususnya untuk melakukan investasi. Apabila tingkat pendapatan atau laba perusahaan semakin tinggi maka nilai perusahaan bank tersebut juga semakin meningkat.

Signa ling theory dapat menjelaskan pengaruh rentabilitas terhadap nilai perusahaan. Signalling theory ini dapat berupa good news dan bad news. Good news yaitu berita mengenai peningkatan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba sehingga akan meningkatkan nilai perusahaan. Sebaliknya, bad news merupakan berita mengenai adanya penurunan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba sehingga nilai perusahaan bank semakin menurun. Good news dan bad news ini akan memberikan sinyal kepada investor dalam melakukan penailainnya terhadap perusahaan yang akan diinvestasikannya.

Dalam penelitian Setyawan (2012) ditemukan bahwa adanya pengaruh positif antara rentabilitas terhadap harga saham. Hal ini menunjukkan bahwa dengan adanya peningkatan harga saham maka nilai perusahaan di pasar akan semakin baik.

Dari uraian yang telah dipaparkan di atas, maka hipotesis dapat dirumuskan sebagai berikut:

H5 : Terda pa t penga ruh renta bilita s terhada p nila i perusa haan perbanka n

6. Pengaruh Kecukupan Modal terhadap Nilai Perusahaan

Modal harus dikelola dengan baik oleh perusahaan karena modal adalah dana yang telah ditanamkan oleh pihak luar yaitu investor sendiri. Pengelolaan modal bank yang baik serta menjaga kecukupan modal merupakan cikal bakal kepercayaan kreditor dalam menilai perusahaan bank yang akan diinvestasikannya.

Kecukupan modal memberikan sinyal kepada investor apabila adanya peningkatan permodalan maka akan menunjukkan kemampuan bank yang baik dalam mengelola modalnya untuk mendapatkan laba.

Uniariny (2012) dalam penelitiannya ditemukan bahwa adanya pengaruh signifikan antara struktur modal terhadap nilai perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa struktur modal yang terdiri dari total ekuitas dan liabilitas jangka panjang di perusahaan perbankan Indonesia telah berperan penting dalam kontribusi peningkatan nilai perusahaan.

Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan di atas, maka hipotesis dapat dirumuskan sebagai berikut:

H6 : Terda pa t penga ruh kecukupa n moda l terhada p nila i perusaha an perba nkan

7. Pengaruh Risiko Kredit, Risiko Pasar, Risiko Likuiditas, GCG, Rentabilitas, dan Kecukupan Modal Terhadap Nilai Perusahaan

Berdasarkan uraian yang telah telah dipaparkan di atas, maka dapat ditarik hipotesis sebagai berikut:

H7 : Terda pa t penga ruh risiko kredit, risiko pa sa r, risiko likuidita s, GCG, renta bilita s, da n kecukupa n moda l terhada p nila i perusaha an perba nkan

Dokumen terkait