• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hipotesis

Dalam dokumen PENERAPAN METODE SNOWBALL THROWING (Halaman 37-62)

BAB II LANDASAN TEORI

G. Hipotesis

Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah atau sub masalah yang diajukan oleh peneliti, yang dijabarkan dari landasan teori atau kajian teori dan masih harus diuji kebenarannya (Ridwan, 2005: 9).

: Ada peningkatan terhadap aktivitas peserta didik dengan penerapan metode snowball throwing dengan metode talking stick pada mata

pelajaran PAI dan Budi pekerti di SMP N 2 Sungayang Kabupaten Tanah Datar

Ho : Tidak ada peningkatan terhadap aktivitas peserta didik dengan penerapan metode snowball throwing dengan metode talking stick pada mata pelajaran PAI dan Budi pekerti di SMP N 2 Sungayang Kabupaten Tanah Datar

29

BAB III

METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian

Berdasarkan masalah yang dikemukakan sebelumnya, maka jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian lapangan (fieldresearch), yaitu penelitian yang dilakukan dengan melihat permasalahan yang terjadi di lapangan, yaitu melihat penerapan metode snowball throwing dengan metode talking stick terhadap aktivitas belajar peserta didik pada mata pelajaran PAI di SMP N 2 Sungayang Kabupaten Tanah Datar. Adapun dari segi pendekatan yang digunakan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif.

Penelitian kuantitatif adalah suatu proses menemukan pengetahuan yang menggunakan data berupa angka sebagai alat menganalisis keterangan mengenai apa yang ingin diketahui (Moh Kasiram, 2010:

172). Penulis akan melakasanakan penelitian ini pada mata pelajaran PAI materi “Iman Kepada Malaikat Allah SWT” siswa/i kelas VII SMP N 2 Sungayang.

B. Tempat dan waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di SMP N 2 Sungayang Kabupaten Tanah Datar. Waktu Penelitian mulai dari tanggal 16 Januari 2019 sampai dengan tanggal 23 Januari 2019.

C. Metode Penelitian

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Metode Eksperimen yaitu salah satu penelitian yang berusaha mencari pengaruh variabel tertentu terhadap variabel lainnya dalam kondisi terkontrol secara ketat. Bentuk metodenya yaitu penelitian (Pre-Exsperiment). (Sugiyono, 2007: 109). Penelitian Eksperimen merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengetahui ada atau tidaknya akibat dari “sesuatu” yang dikenakan pada subjek yang diselidik. Penelitian ini dapat dilakukan dengan cara memberikan

perlakuan (treatment) pada kelas Eksperimen dengan cara menerapkan strategi cooperative learning metode snowball throwing dan metode talking stick pada mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti dan melihat bagaimana aktivitas belajar peserta didik selama strategi dan metode itu diterapkan.

D. Rancangan penelitian

Metode yang digunakan adalah Pre-Experiment Design berbentuk One Shot Case Study adapun paradigma dalam penelitian Eksperimen model ini dapat digambarkan sebagai berikut :

Tabel . 3 Rancangan Penelitian

X =Treatment yang diberikan (Variabel Indipenden) O = Observasi (Variabel Dependen)

Paradigma itu dapat dibaca sebagai berikut: terdapat suatu kelompok yang diberi treatment atau perlakuan dan selanjutnya diobservasi hasilnya (Treatment adalah sebagai variabel Indipenden dan hasil adalah sebagai variabel Dependen (Sugiyono, 2007:110).

E. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek atau subjek yang menjadi kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2013: 215). Populasi merupakan objek atau subjek yang berada dalam suatu wilayah dan memenuhi syarat-syarat tertentu berkaitan dengan masalah penelitian (Ridwan, 2005: 11).

Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VII SMPN 2 Sungayang yang terdaftar pada semester II tahun ajaran 2018/2019.

X O

31

Tabel. 4 Jumlah Peserta didik kelas VII SMP N 2 Sungayang Tahun Ajaran 2018/2019

No Kelas Jumlah peserta didik

1 VII.1 27 Orang

2 VII.2 27 Orang

Jumlah 54 orang

(Sumber: Tata Usaha SMP N 2 Sungayang) 2. Sampel

Menurut Ferguson (1976) sampel adalah beberapa bagian kecil atau cuplikan yang ditarik dari populasi (Sevilla, C, Jesus, Twila, Bella & Gabriel. 2006: 160). Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik simple random sampling.

Dikatakan simple (sederhana) karena pengambilan sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. (Sugiono. 2012:120). Anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi sampel dalam penelitian. Peserta didik kelas VII berjumlah 2 kelas yaitu kelas VII.1 dan kelas VII.2, maka kedua kelas tersebut akan diacak dengan cara membuat lot kelas VII.1 dan kelas VII.2, manakah diantara kedua kelas tersebut yang tercabut lotnya maka kelas itulah yang dijadikan sampel kelas eksperimen.

a. Mengumpulkan nilai ulangan harian mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti kelas VII SMP N 2 Sungayang tahun ajaran 2018/2019

Tabel. 5 Persentase Ketuntasan Nilai Ulangan Harian kelas VII SMP N 2 Sungayang tahun ajaran 2018/2019

No Kelas KKM Jumlah

2 VII.2 65 27 11 16 40,74 59,25 (Sumber: Guru MP PAI SMP N 2 Sungayang)

b. Mengumpulkan informasi melalui guru mengenai kondisi peserta didik dalam pembelajaranPAI dan Budi Pekerti.

Kelas yang terpilih menjadi sampel dalam penelitian ini adalah kelas VII.2 sebanyak 27 orang peserta didik.

F. Defenisi Operasional

Untuk menghindari terjadinya kesalah pahaman tentang judul penelitian ini, maka perlu penjelasan istilah-istilah yang digunakan yaitu:

Penerapan adalah hal, cara, dan hasil kerja. Dalam istilah lain disebutkan bahwa penerapan adalah pengenaan atau perihal mempraktekkan (Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan, 1994:1044). Jadi penerapan merupakan suatu kegiatan yang dipraktekkan oleh seorang guru pada waktu proses pembelajaran berlangsung.

Motode snowball throwing suatu metode pembelajaran yang diawali dengan pembentukan kelompok yang diwakili ketua kelompok untuk mendapat tugas dari guru, kemudian masing-masing peserta didik membuat pertanyaan yang dibentuk seperti bola, lalu dilemparkan ke peserta didik yang lain, masing-masing peserta didik menjawab pertanyaan dari bola yang diperolehnya.

Metode Talking Stick termasuk salah satu model pembelajaran cooperative. Model pembelajaran ini dilakukan dengan bantuan tongkat, siapa yang memegang tongkat wajib menjawab pertanyaan dari guru setelah peserta didik mempelajari materi pokoknya (Agus Suprijono, 2009:109).

Aktivitas belajar merupakan keterlibatan peserta didik dalam bentuk pikiran, perhatian, serta keterampilan peserta didik, aktivitas belajar peserta didik dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan untuk menunjang keberhasilan terjadinya proses belajar mengajar.

33

Visual activities membaca, melihat gambar-gambar, mengamati eksperimen, demonstrasi, pemeran,dan mengamati orang lain bekerja atau bermain.

Oral activities mengemukakan suatu fakta atau prinsip, menghubungkan suatu kejadian, mengajukan pertanyaan, member saran, mengemukakan pendapat, wawancara, diskusi, dan interupsi.

Listening activities mendengarkan penyajian bahan, mendengarkan percakapan, atau diskusi kelompok, mendengarkan suatu permainan, mendengarkan radio.

Writing activities menulis cerita, menulis laporan, memeriksa karangan, bahan-bahan kopi, membuat rangkuman, mengerjakan tes, dan mengisi angket.

Mental activities merenungkan, mengingat, memecahkan masalah, menganalisis, faktor-faktor, melihat, hubungan-hubungan, dan membuat keputusan.

Mata pelajaran Pendidkan Agama Islam adalah kelompok mata pelajaran agama yang bertujuan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti materi “Iman Kepada Malaikat Allah” di SMP N 2 Sungayang.

G. Variabel Penelitian dan Data Penelitian 1. Variabel penelitian

Adapun Variabel dalam penelitian ini yaitu:

a. Variabel Bebas (x)

Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penerapan metode snowball throwing dengan metode talking stick b. Variabel Terikat (y)

Variabel terikat dalam penelitian ini adalah aktivitas belajar peserta didik

2. Data Penelitian

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah hasil observasi aktivitas belajar peserta didik kelas sampel pada mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti.

H. Prosedur Penelitian

Untuk memperoleh tujuan yang telah ditetapkan maka perlu disusun prosedur yang sistematis, tahap-tahap dari penelitian ini adalah:

1. Tahap Persiapan

a. Meninjau sekolah tempat penelitian dilakukan.

b. Mengajukan surat permohonan penelitian.

c. Konsultasi dengan guru bidang studi yang bersangkutan.

d. Menetapkan jadwal pelaksanaan penelitian.

e. Membuat rencana pengajaran dan memvalidasi rencana pelaksanaan pembelajaran yang divalidasi oleh guru dan dosen yang berkompeten, yang dapat dijadikan pedoman dalam proses pembelajaran.

f. Menyusun dan menetapkan instrumen penelitian seperti lembar observasi yang divalidasi oleh guru dan dosen yang kompeten,

g. Menyelesaikan segala administrasi penelitian seperti surat izin penelitian dan lain-lain.

2. Tahap pelaksanaan

Pada proses pembelajaran sebelum dan sesudah diberikan perlakuan maka dilakukan pengamatan dengan melihat aktivitas belajar peserta didik sebelum dan sesudah diberikan perlakuan.

3. Tahap penyelesaian

a. Mengolah data yang didapat dari lembar observasi yang di lihat selama proses belajar mengajar sebelum dan sesudah diberikan perlakuan pada kelas eksperimen.

b. Menarik kesimpulan dari hasil yang didapat

35

Selama proses belajar mengajar dan diskusi berlangsung guru melihat aktivitas belajar peserta didik sesuai lembar observasi yang dimiliki guru yang sesuai dengan yang dilihat dan dianalisis untuk menentukan aktivitas belajar peserta didik meningkat atau lebih baik sebelum dan sesudah menggunakan strategi cooperative learning metode snowball throwing dan metode talking stick pada mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti di SMP N 2 Sungayang.

I. Teknik dan Pengumpulan Data 1. Teknik Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data adalah cara atau teknik yang dilakukan oleh peneliti untuk mendapatkan dan mengumpulkan data atau informasi sebanyak-banyaknya dan cara yang paling relevan dengan masalah yang diangkat serta bisa dipertanggungjawabkan atas data tersebut. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah sebagai berikut:

a. Observasi

Secara umum pengertia observasi adalah cara menghimpun bahan-bahan keterangan yang dilakukan dengan pengamatan data pencatatan secara sistematis terhadap fenomena-fenomena yang sedang dijadikan sasaran pengamatan (Anas Sudjono, 2007:76). Untuk memperoleh data dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik observasi dengan menggunakan lembar observasi. Observasi adalah semua ilmu pengetahuan mengenai kenyataan yang ada di lapangan.

Maksudnya adalah pengumpulan data dengan jalan pengamatan dan pencatatan secara langsung dengan sistematis, logis dan rasional mengenai fenomena-fenomena yang diselidiki (Asnelly Ilyas, 2006:70). Data observasi yang

diperoleh berupa data aktivitas belajar siswa dalam penerapan strategi cooperative learning metode snowball throwing dan metode talking stick.

Observasi yang penulis lakukan yaitu dengan melakukan pengamatan secara langsung tentang aktivitas belajar peserta didik dalam pembelajaran PAI dan Budi Pekerti di SMP N 2 Sungayang dengan penerapan strategi cooperative learning metode snowball throwing dan metode talking stick.

J. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi. Lembar observasi dimaksudkan untuk mengamati aktivitas belajar peserta didik selama pelaksanaan pembelajaran. Penilaian aktivitas belajar peserta didik dilakukan dengan cara beri nilai 2 jika melakukan aktivitas (Ya) dan 1 jika tidak melakukan aktivitas (Tidak) selama proses pembelajaran berlangsung.

K. Teknik Pengolahan Data

Dalam penelitian ini penulis menggunakan analisis kuantitatif, untuk mengolah data penulis menggunakan langkah-langkah:

1. Editif (seleksi data)

Editif yaitu upaya untuk memeriksa dan melengkapi hasil pengamatan yang telah diperoleh melalui lembar observasi dan langsung mengelompokkan data sehingga penulis mendapat pedoman yang jelas tentang data tersebut.

2. Tabulasi data

Tabulasi data yaitu memasukkan data yang telah dikelompokkan ke dalam tabel yang sudah disediakan.

Setelah itu dihitung frekuensinya serta persentasenya dari berbagai alternatif jawaban pada setiap item pertanyaan pada lembar observasi.

3. Interprestasi data

37

Interprestasi data yaitu memberikan penjelasan terhadap yang dipaparkan dalam tabel dan menganalisis tanpa menyalahi harkat dan data tersebut, sedangkan data yang diperoleh dari observasi diolah dalam kalimat verbal tidak memakai tabel.

L. Teknik Analisis Data

Penelitian experimen umumnya dianalisis dengan statistik inferensial. Statistik inferensial sering disebut statistik induktif, untuk menarik kesimpulan maka dilaksanakan pengujian hipotesis secara statistik yaitu dengan menggunakan uji kai kuadrat atau chi square.

1. Uji Hipotesis

Uji hipotesis bertujuan untuk menentukan aktivitas belajar peserta didik dari kelas sampel secara statistik. Oleh karena itu dilakukan uji-Kai kuadrat dengan hipotesis sebagai berikut :

Keterangan:

: Tidak ada peningkatan terhadap aktivitas belajar peserta didik dengan penerapan metode snowball throwing dengan metode talking stick pada mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti di SMP N 2 Sungayang Kabupaten Tanah Datar

: Ada peningkatan terhadap aktivitas belajar peserta didik dengan penerapan metode snowball throwing dengan metode talking stick mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti di SMP N 2 Sungayang Kabupaten Tanah Datar.

Untuk menguji hipotesis digunakan uji Kai kuadrat (X²).

Dengan kriteria pengujian yaitu apabila diperoleh nilai X² hitung

> X² tabel dengan taraf signifikansi 5%, maka hipotesis penelitian atau diterima, dengan kata lain tolak .

39

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Penelitian

Hasil penelitian yang telah dilaksanakan akan dikemukakan pada bab ini, dengan judul penelitian: “Penerapan Metode Snowball Throwing dengan Metode Takling Stick dalam Meningkatkan Aktivitas Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran PAI dan Budi Pekerti di SMP N 2 Sungayang”. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada peningkatan yang signifikan pada aktivitas belajar PAI dan Budi Pekerti dengan melakukan pembelajaran yang berbeda pada kelas eksperimen.

Kelas eksperimen diterapkan pembelajaran konvensional dan Metode Snowball Throwing dengan Metode Takling Stick lalu dilihat apakah ada peningkatan yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan perlakuan terhadap aktivitas belajar peserta didik dari lima jenis aktivitas yang diteliti.

Kegiatan penelitian ini mulai dilaksanakan pada tanggal 16 Januari sampai dengan tanggal 23 Januari 2019. Pada tanggal 17 dan 18 januari penulis melakukan penelitian dengan menerapkan pembelajaran konvensional dan pada tanggal 21 dan 22 penulis menerapkan pembelajaran dengan menerapkan metode snowball throwing dengan metode talking stick.

B. Deskripsi Data

Deskripsi data adalah gambaran mengenai data yang diperoleh dari instrument penelitian yaitu lembar observasi aktivitas belajar peserta didik.

Sebelum penelitian dilaksanakan, ditentukan terlebih dahulu materi pelajaran dan mempersiapkan instrument penelitian. Materi yang dipilih adalah materi “Iman Kepada Malaikat Allah”. Alasan Penulis memilih materi ini adalah karena materi tersebut tepat untuk diterapkannya metode snowball throwing dengan metode takling stick.

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dimana akan dilihat aktivitas belajar peserta didik sebelum dan sesudah diberikan

perlakuan dan dilihat apakah ada peningkatan aktivitas belajar peserta didik setelahnya. Kelas eksperimen diterapkan pembelajaran konvensional dan diamati bagaimana aktivitas belajar peserta didik lalu diterapkan juga metode snowball throwing dengan metode takling stick. dan diamati bagaimana aktivitas belajar peserta didik. Pengumpulan data mengenai aktivitas belajar peserta didik dilakukan dengan lembar observasi.

Observasi ini dilakukan ketika pembelajaran dengan treatment dengan topik yang sama yaitu “Iman Kepada Malaikat Allah”. Observasi dilakukan oleh peneliti dan dibantu oleh guru PAI, dimana peneliti yang menerapkan pembelajaran konvensional dan metode snowball throwing dengan metode takling stick dan guru PAI yang membantu mengisi lembar observasi untuk melihat aktivitas belajar peserta didik.

Data mengenai aktivitas belajar peserta didik dari hasil perhitungan statistik. Data pada kelas eksperimen yang sebelum dan sesudah diberikan perlakuan dilakukan perhitungan skor masing-masing indikator aktivitas.

Hasil perhitungannya dapat dilihat pada lampiran VII

Aktivitas belajar peserta didik sebelum diberikan perlakuan dan sesudah diterapkan metode snowball throwing dengan metode talking stick dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel. 6 Hasil Analisis Lembar Observasi Pengamatan Aktivitas Belajar Peserta Didik Sebelum dan Sesudah Eksperimen

Kategori Sebelum eksperimen Sesudah eksperimen Jumlah

Visual Activity 138 154 292

Oral Activity 96 150 246

Listening Activity 88 102 190

Writing Activity 63 99 162

Mental Activity 58 98 156

Jumlah 443 603 1046

Berdasarkan tabel 6 di atas hasil analisis aktivitas belajar peserta didik dari sebelum dan sesudah diberi perlakuan dapat di lihat perbandigannya dalam diagram di bawah ini:

41

Gambar. 1 Diagram Hasil Analisis Lembar Observasi Pengamatan Aktivitas Belajar Peserta Didik Sebelum dan Sesudah

Eksperimen

Berdasarkan diagram diatas dapat digambarkan keadaan aktivitas belajar peserta didik sebelum dan sesudah di terapkan metode snowball throwing dengan metode talking stick dimana semua aktivitas mengalami peningkatan seperti aktivitas visual sebelum diterapkan 138 (85,8 %) dan aktivitas visual sesudah diterapkan menjadi 154 (95 %), aktivitas oral sebelum 96 (59,2 %) dan aktivitas oral sesudah diterapkan menjadi 150 (92,5 %), untuk aktivitas listening sebelum 88 (81,4 %) dan aktivitas listening sesudah diterapkan menjadi 102 (94,4 %), untuk aktivitas writing sebelum 63 (58,3 %) dan aktivitas writing sesudah diterapkan menjadi 99 (91,6 %), untuk aktivitas mental sebelum 58 (53,7 %) dan aktivitas mental sesudah diterapkan menjadi 98 (90,7 %). Peningkatan yang terjadi sangat jelas terlihat , ini berarti metode snowball throwing dengan metode takling stick mampu meningkatkan aktifitas belajar peserta didik terkhusus pada jenis aktivitas yang peneliti teliti.

C. Analisis Data

Analisis data hasil observasi aktivitas belajar peserta didik bertujuan untuk menggambarkan data yang telah diperoleh dari hasil

154 150

observasi aktivitas belajar peserta didik. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis data hasil observasi belajar peserta didik secara statistik dengan melakukan uji hipotesis.

1. Uji Hipotesis

Uji hipotesis ini bertujuan untuk melihat apakah aktivitas belajar peserta didik mengalami peningkatan setelah diterapkan metode snowball throwing dengan metode takling stick dibandingkan dengan sebelum diterapkan pada mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti SMP N 2 Sungayang. Adapun untuk menguji hipotesis dilakukan uji-kai kuadrat dengan hipotesis sebagai berikut :

Keterangan:

: Tidak ada peningkatan terhadap aktivitas belajar peserta didik dengan penerapan metode snowball throwing dengan metode talking stick pada mata pelajaran PAI dan Budi pekerti di SMP N 2 Sungayang Kabupaten Tanah Datar : Ada peningkatan terhadap aktivitas belajar peserta

didik dengan penerapan metode snowball throwing dengan metode talking stick pada mata pelajaran PAI dan Budi pekerti di SMP N 2 Sungayang Kabupaten Tanah Datar.

Hasil Kai kuadrat (X²) pada kelas sampel yang diberikan perlakuan dapat dilihat sebagai berikut:

N = 27

X² hitung = 7,73 X² tabel = 38,885

Berdasarkan hasil kai kuadrat yang diperoleh tidak sejalan dengan pengujian hipotesis yaitu X² hitung = 7,73 dimana lebih kecil di bandingkan dengan X² tabel = 38,885 dengan taraf signifikansi 5%, maka

43

hipotesis penelitian statistik : Diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa : “tidak ada peningkatan terhadap aktivitas belajar peserta didik dengan penerapan metode snowball throwing dengan metode talking stick pada mata pelajaran PAI dan Budi pekerti di SMP N 2 Sungayang Kabupaten Tanah Datar” Untuk lebih jelasnya lihat pada lampiran VIII

D. Pembahasan

Penelitian yang peneliti lakukan adalah tentang penerapan metode snowball throwing dengan metode talking stick pada mata pelajaran PAI di SMP N 2 Sungayang. Peneliti menggunakan jenis penelitian lapangan (field research). Penelitian ini peneliti lakukan untuk mengungkapkan dan menguraikan kenyataan tentang aktivitas belajar peserta didik dalam penerapan metode snowball throwing dengan metode talking stick pada mata pelajaran PAI.

Penelitian hanya ingin melihat peningkatan aktivitas belajar peserta didik maka peneliti menggunakan satu kelas sebagai kelas sampel dengan cara pengambilan sampel dilakukan secara acak (Simple Random Sampling) artinya setiap anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi sampel dalam penelitian. Peneliti melakukan penelitian ini dengan melakukan observasi terhadap aktivitas belajar peserta didik yang belajar dengan pembelajaran konvensional dan melakukan observasi aktivitas belajar peserta didik yang belajar menggunakan metode snowball throwing dengan metode talking stick yang peneliti angkat dalam penelitian ini. Disini peneliti akan melihat strategi mana yang mampu meningkatkan aktivitas belajar peserta didik, apakah dengan metode yang peneliti angkat atau dengan strategi dan metode yang biasa dipakai guru pada saat pembelajaran.

Untuk mengumpulkan datanya dilakukan dengan menggunakan lembar observasi yang bertindak sebagai observer yaitu guru PAI.

Dibawah ini terdapat hasil analisis lembar observasi terkait aktivitas belajar peserta didik sebelum dan setelah diberikan treatment yaitu dengan

menerapkan strategi cooperative learnig metode snowball throwing dan metode talking stick:

1. Hasil analisis sebelum diberikan treatment

Keadaan awal aktivitas belajar peserta didik sebelum diterapkan metode snowball throwing dengan metode talking stick dimana aktivitas visual 138 (85,8 %), untuk aktivitas oral 96 (59,2

%), untuk listening 88 (81,4 %) untuk aktifitas writing 63 (58,3 %), dan untuk aktivitas mental 58 (53,7 %). Persentase untuk semua jenis aktivitas belajar peserta didik sebelum diterapkan adalah 68,3 % berada pada kategori baik.

2. Hasil analisis sesudah diberikan treatment

Terjadi peningkatan aktivitas belajar peserta didik sebelum dan sesudah di terapkan metode snowball throwing dengan metode talking stick dimana semua aktivitas mengalami peningkatan seperti aktivitas visual sebelum diterapkan 138 (85,8 %) dan aktivitas visual sesudah diterapkan menjadi 154 (95 %), aktivitas oral sebelum 96 (59,2 %) dan aktivitas oral sesudah diterapkan menjadi 150 (92,5 %), untuk aktivitas listening sebelum 88 (81,4 %) dan aktivitas listening sesudah diterapkan menjadi 102 (94,4 %), untuk aktivitas writing sebelum 63 (58,3 %) dan aktivitas writing sesudah diterapkan menjadi 99 (91,6

%), untuk aktivitas mental sebelum 58 (53,7 %) dan aktivitas mental sesudah diterapkan menjadi 98 (90,7 %). Peningkatan yang terjadi jelas terlihat , ini berarti metode snowball throwing dengan metode takling stick mampu meningkatkan aktifitas belajar peserta didik terkhusus pada jenis aktivitas yang peneliti teliti. Persentase untuk semua jenis aktivitas belajar peserta didik sesudah diterapkan adalah 93 % berada pada kategori sangat baik.

Hasil yang diperoleh tidak sejalan dengan hasil pengujian hipotesis dimana hasil kai kuadrat yang dipreroleh yaitu X² hitung = 7,73 dimana lebih kecil di bandingkan dengan X² tabel = 38,885 dengan taraf

45

signifikansi 5%, maka hipotesis penelitian statistik : Diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa : “tidak ada peningkatan terhadap aktivitas belajar peserta didik dengan penerapan metode snowball throwing dengan metode talking stick pada mata pelajaran PAI dan Budi pekerti di SMP N 2 Sungayang Kabupaten Tanah Datar”

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Slamet Widodo (2009) bahwa metode snowball throwing dapat meningkatkan keberanian peserta didik dalam mengajukan pertanyaan.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakuan oleh Devia (2013) bahwa talking stick dipakai sebagai tanda bahwa seseorang mempunyai hak suara (berbicara) yang diberikan secara bergiliran.

Wijayanti (2016) menambahkan bahwa belajar dengan cara kelompok menyediakan umpan balik pada kerjasama kelompok sehingga memberi kesempatan kepada anggotanya untuk mengembangkan kerjasama, keterampilan berfikir dan meningkatkan motivasi itulah hal penting dari konsep talking stick.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Suriani (2016) bahwa talking stick perlu diterapkan dalam pelajaran

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Suriani (2016) bahwa talking stick perlu diterapkan dalam pelajaran

Dalam dokumen PENERAPAN METODE SNOWBALL THROWING (Halaman 37-62)

Dokumen terkait