PENERAPAN METODE SNOWBALL THROWING DENGAN METODE TALKING STICK DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN PAI DAN BUDI PEKERTI
DI SMP N 2 SUNGAYANG KABUPATEN TANAH DATAR
SKRIPSI
Ditulis Sebagai Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana (S-1) Jurusan Pendidikan Agama Islam
Oleh:
MELIZA NIM 14 101 076
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI BATUSANGKAR
2019
v
ABSTRAK
MELIZA, NIM. 14 101 076. Judul Skripsi “Penerapan Metode Snowball Throwing dan Metode Talking Stick dalam Meningkatkan Aktivitas Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran PAI dan Budi Pekerti Di SMP N 2 Sungayang Kabupaten Tanah Datar”. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Jurusan Pendidikan Agama Islam IAIN Batusangkar.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh proses pembelajaran yang masih jauh dari yang diharapkan. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya proses pembelajaran yang cendrung masih menggunakan pembelajaran konvensional, masih bersifat teacher centered, guru kurang memvariasikan strategi dan metode.
Akibatnya aktivitas belajar peserta didik tidak nampak dan akhirya pembelajaran akan bersifat monoton. Menyikapi hal tersebut, perlu ada solusi atau perubahan penggunaan strategi dan metode dalam pelaksanaan pembelajaran, supaya proses pembelajaran berjalan efektif dan efesien.
Batasan masalah dalam penelitian ini adalah pada peningkatan aktivitas belajar peserta didik dalam pembelajar dengan penerapan metode snowball throwing dan metode talking stick pada mata pelajaran PAI dan budi pekerti di SMP N 2 Sungayang. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah aktivitas belajar peserta didik mengalami peningkatan yang signifikan setelah diterapkan metode snowball throwing metode talking stick, dan mengetahui strategi dan metode yang sudah diterapkan guru sebelumnya.
Jenis Penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian lapangan (fieldresearch). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yaitu salah satu penelitian yang berusaha mencari pengaruh variabel tertentu terhadap variabel lainnya dalam kondisi terkontrol secara ketat. Bentuk metodenya yaitu penelitian (Pre-Exsperiment). Populasi dalam penelitian ini adalah semua peserta didik kelas VII SMP N 2 Sungayang tahun ajaran 2018/2019 yang terdiri dari 2 kelas. Teknik penentuan sampel adalah dilakukan secara acak (Simple Random Sampling).
Teknik pengumpulan data adalah menggunakan lembar observasi aktivitas belajar peserta didik.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat dikemukakan bahwa hasil aktivitas belajar peserta didik kelas eksperimen setelah diberikan perlakuan mengalami peningkatan dibanding sebelum diberikan perlakuan. Hasil yang diperoleh tidak sejalan dengan Uji hipotesis dengan uji kai kuadrat yang dipreroleh yaitu X² hitung = 7,73 dimana lebih kecil di bandingkan dengan X² tabel = 38,885 dengan taraf signifikansi 5%, maka hipotesis penelitian statistik : Diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa : “tidak ada peningkatan terhadap aktivitas peserta didik dengan penerapan strategi cooperative learning metode snowball throwing dan metode talking stick materi Iman Kepada Malaikat pada mata pelajaran PAI dan Budi pekerti di SMP N 2 Sungayang Kabupaten Tanah Datar”
vi
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
SURAT PERNYATAAN KEASLIAN ... ii
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iii
HALAMAN PENGESAHAN TIM PENGUJI ... iv
ABSTRAK ... v
DAFTAR ISI ... vi
DAFTAR TABEL... viii
DAFTAR GAMBAR ... ix
DAFTAR LAMPIRAN ... x
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Identifikasi Masalah ... 7
C. Batasan Masalah ... 7
D. Rumusan Masalah ... 7
E. Tujuan Penelitian ... 8
F. Manfaat Penelitian ... 8
BAB II LANDASAN TEORI A. Metode Snowball Throwing ... 10
B. Metode Talking Stick ... 24
C. Aktivitas Belajar ... 16
D. Langkah Kombinasi Strategi Cooperative Learning Metode Snowball Throwing dan Talking Stick ... 20
E. Mata Pelajaran PAI dan Budi Pekerti ... 23
F. Kajian Penelitian yang Relevan ... 27
G. Hipotesis ... 29
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian ... 30
B. Tempat dan Waktu Penelitian ... 30
C. Metode Penelitian ... 30
vii
D. Rancangan Penelitian ... 31
E. Populasi dan Sampel ... 31
F. Defenisi Operasional ... 33
G. Variabel dan Data Penelitian ... 35
H. Prosedur Penelitian ... 35
I. Teknik Pengumpulan Data ... 36
J. Instrumen Penelitian ... 37
K. Teknik Pengolahan Data ... 37
L. Teknik Analisis Data ... 38
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Penelitian ... 40
B. Deskripsi Data ... 40
C. Analisis Data... 43
D. Pembahasan ... 44
E. Kendala-kendala yang Dihadapi ... 49
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ... 50
B. Saran ... 50 DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
viii
DAFTAR TABEL
Tabel 1 Kisi-kisi Observasi Aktivitas Belajar Peserta Didik Mata Pelajaran PAI
Kelas VII SMP N 2 Sungayang ... 4
Tabel 2 KI dan KD Mata Pelajaran PAI dan Budi Pekerti ... 26
Tabel 3 Rancangan Penelitian ... 31
Tabel 4 Jumlah Peserta Didik Kelas VII SMP N 2 Sungayang ... 32
Tabel 5 Persentase Ketuntasan Nilai Ulangan Harian Peserta Didik ... 32
Tabel 6 Hasil Analisis Lembar Observasi ... 41
ix
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 Diagram Hasil Analisis Lembar Observasi Pengamatan Aktivitas Belajar Peserta Didik ... 42
x
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 RPP Strategi yang diterapkan ... 54
Lampiran 2 Lembar Validasi RPP... 69
Lampiran 3 Kisi-kisi Lembar Observasi ... 73
Lampiran 4 Instrumen lembar Observasi ... 75
Lampiran 5 Lembar Validasi Instrumen ... 79
Lampiran 6 Surat Izin Penelitian ... 83
Lampiran 7 Analisis Lembar Observasi Sebelum dan Sesudah Treatment ... 85
Lampiran 8 Uji Hipotesis Aktivitas Belajar Peserta Didik ... 92
Lampiran 9 Tabel Nilai Chi Square ... 94
Lampiran 10 Dokumentasi ... 95
Lampiran 11 Surat Keterangan Melakukan Penelitian... 97
1
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
Pengembangan pengalaman pembelajaran pada hakikatnya di desain untuk membelajarkan peserta didik, dengan demikian maka dalam mendesain pembelajaran peserta didik harus ditempatkan sebagai faktor utama, proses mendesain pembelajaran sebaiknya menempatkan peserta didik sebagai subjek belajar. Oleh sebab itu setiap peserta didik harus memiliki pengalaman belajar secara optimal. (Wina Sanjaya, 2009: 178).
Dengan kata lain pembelajaran ditekankan atau berorientasi pada aktivitas peserta didik.
Proses pembelajaran diperlukan aktivitas peserta didik, karena pada prinsipnya belajar adalah berbuat untuk mengubah tingkah laku.
Aktivitas merupakan prinsip atau asas yang sangat diperlukan dalam interaksi belajar mengajar untuk mencapai hasil yang diharapkan, makin tinggi aktivitas, biasanya makin tinggi hasil belajar.
Pada bab IV pasal 19 peraturan pemerintah No.19 tahun 2005 dikatakan bahwa “proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreatif, dan kemandirian sesuai bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik”. (Himpunan Peraturan Perundang-undangan, 2005: 15). Hal ini menunjukkan bahwa pengalaman belajar harus berorientasi pada aktivitas peserta didik.
Aktivitas tidak dimaksudkan terbatas pada arti fisik akan tetapi juga meliputi aktivitas yang bersifat psikis seperti aktivitas mental (Wina Sanjaya, 2007: 130). Maksudnya aktivitas belajar merupakan keterlibatan peserta didik dalam bentuk pikiran, perhatian,serta keterampilan peserta didik, aktivitas belajar peserta didik dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan untuk menunjang keberhasilan terjadinya proses belajar
mengajar. Disini peneliti hanya melihat aktivitas mengenai bagaimana aktivitas belajar peserta didik dalam aspek mengamati (Visual Activity), bagaimana aktivitas belajar peserta didik dalam bertanya serta mengeluarkan pendapat (Oral Activity), bagaimana aktivitas belajar peserta didik dalam mendengarkan segala instruksi selama proses pembelajaran dan diskusi berlangsung (Listening Activity), bagaimana aktivitas peserta didik dalam menulis segala yang berhubungan dengan pembelajaran seperti menulis cerita, menulis laporan, serta mengerjakan tes, dan lain-lain (Writing Activity), dan bagaimana aktivitas belajar peserta didik dalam memecahkan masalah, menganalisa, dan membuat keputusan (Mental Activity).
Meningkatkan aktivitas belajar peserta didik perlu pemilihan strategi dan metode yang digunakan pada saat proses pembelajaran. Maka strategi dan metode dalam pembelajaran sangat berpengaruh terhadap keaktivan peserta didik dalam proses belajar mengajar, maka dari itu guru hendaklah berusaha untuk mencipakan kondisi tertentu agar peserta didik terus serius dan aktif dalam proses pembelajaran tersebut.
Pentingnya pemilihan strategi dan metode yang tepat dalam pembelajaran juga telah diterapkan dalam firman Allah SWT (QS.An- Nahl/16: 125), yang berbunyi:
Artinya :‘’Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.
Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.’’
3
Berdasarkan ayat di atas, dapat disimpulkan bahwa dalam proses pembelajaran seorang guru harus dapat memilih strategi dan metode yang tepat dalam melaksanakan pembelajaran, sehingga dapat memberikan motivasi kepada peserta didik agar suasana belajar menjadi aktif, interaktif dan menyenangkan.
Pemilihan strategi dan metode perlu disesuaikan dengan materi yang akan dibahas. Karena tidak semua metode yang dapat digunakan untuk semua materi, dalam pembelajaran penting digunakan strategi dan metode yang dikombinasikan agar pembelajaran tidak monoton. Karena itu guru harus menguasai berbagai strategi dan metode yang dimengerti oleh peserta didik.
Salah satu metode yang dapat digunakan guru dalam proses pembelajaran adalah metode snowball throwing yang dikombinasikan dengan metode talking stick. Metode snowball throwing merupakan salah satu modifikasi dari teknik bertanya yang menitikberatkan pada kemampuan merumuskan pertanyaan yang dikemas dalam sebuah permainan yang menarik yaitu saling melemparkan bola salju (snowball throwing) yang berisi pertanyaan kepada sesama teman. E-Journal (Journal Pendidikan Penabur, Nomor 13/Tahun ke-8/ Desember 2009 )
Tujuan utama dari metode snowball throwing adalah bagaimana peserta didik lebih banyak terlibat dalam proses pembelajaran. Dalam hal ini pelajaran berpusat pada peserta didik (Student Center), Penggunaan metode snowball throwing dapat membangkitkan minat dan aktivitas peserta didik dalam pembelajaran.
Metode talking stick dapat diartikan sebagai metode pembelajaran bermain tongkat, yaitu pembelajaran yang dirancang untuk mengukur tingkat penguasaan materi pelajaran oleh murid dengan menggunakan media tongkat. (Agus Suprijono, 2010:109).
Metode talking stick dapat mempermudah proses pembelajaran karena melibatkan peserta didik secara langsung dengan menemukan sebuah masalah dan mencoba untuk menemukan jawaban dari
permasalahan yang mereka dapati dengan menggilirkan tongkat pada peserta didik.
Dari penjelasan diatas dapat disimpulakan bahwa dengan Penerapan strategi cooperative learning metode snowball throwing dan metode talking stick dapat meningkatkan aktifitas belajar peserta didik karena metode snowball throwing ini menitikberatkan pada kemampuan peserta didik merumuskan pertanyaan maka peserta didik lebih banyak terlibat dalam proses pembelajaran dan pada metode talking stick (bermain tongkat) peserta didik dituntut untuk menguasai materi yang telah dipelajari sebab melibatkan peserta didik secara langsung dalam memecahkan sebuah masalah dan menemukan jawabannya yang didapati dengan menggilirkan tongkat.
Ketika penulis melakukan observasi di SMP N 2 Sungayang, untuk melihat bagaimana aktivitas belajar peserta didik dalam mata pelajaran PAI di kelas VII dengan membawa kisi-kisi observasi sebagai berikut:
Tabel. 1 Kisi-kisi Observasi Aktivitas Belajar Peserta Didik Mata Pelajaran PAI Kelas VII SMP N 2 Sungayang
Bentuk Aktivitas Bentuk kegiatan dalam pembelajaran
Visual Activity a. Aktivitas peserta didik dalam memperhatikan penjelasan awal dari guru terkait materi yang akan dijelaskan.
b. Aktivitas peserta didik dalam memperhatikan materi yang dijelaskan guru
c. Aktivitas peserta didik dalam memperhatikan gambar yang diberikan guru
Oral Activity a. Aktivitas peserta didik dalam mengajukan pertanyaan terhadap penjelasan guru
b. Aktivitas peserta didik dalam memberi pendapat mengenai gambar yang diberikan guru
c. Aktivitas peserta didik dalam memberikan tanggapan pada saat diskusi berlangsung
Listening Activity a. Aktivitas peserta didik dalam mendengarkan penjelasan guru
b. Aktivitas peserta didik dalam mendengarkan hasil diskusi kelompok
Writing Activity a. Aktifitas peserta didik dalam membuat rangkuman b. Aktivitas peserta didik dalam menyalin penjelasan
5
yang disampaikan guru
Mental Activity a. Aktivitas perserta didik dalam memecahkan soal yang diberikan
b. Aktivitas peserta didik dalam memecahkan masalah.
Motor Activity Aktivitas melakukan percobaan, model, dsb
Drawing Activity Aktivitas menggambar, membuat grafik, chart, diagram peta dan pola.
Emotional Activity Aktivitas yang memperlihatkan antusias peserta didik dalam mengikuti pembelajaran
Berdasarkan observasi dan wawancara penulis di SMP N 2 Sungayang dengan guru agama yang dilakukan pada tanggal 31 agustus 2018, bahwa peseta didik kurang aktif dalam mata pelajaran agama Islam.
Hal ini terlihat dari rendahnya aktifitas belajar peserta didik dalam belajar agama, kurangnya partisipasi peserta didik dalam proses pembelajaran, malas bertanya, malas mencatat, kurangnya percaya diri, kurang berani mengemukakan pendapat, serta kurang bertanggung jawab dalam diskusi kelompok. Disamping itu dari faktor guru diantaranya masih dominan menggunakan pembelajaran konvensional. Dari beberapa pembelajaran tersebut menurut penulis ada yang cocok menggunakan pembelajaran tersebut ada yang kurang cocok. Pada saat wawancara guru yang bersangkutan menuturkan bahwa tidak ada kendala yang berarti pada saat menerangkan materi tersebut dengan hanya menggunakan pembelajaran konvensional hanya saja memang peserta didik tidak aktif, kebanyakan dari mereka hanya menerima apa yang guru sampaikan. Guru tersebut juga tidak menyalahkan peserta didik mengapa kebanyakan dari mereka tidak aktif karena memang dari awal pembelajaran terkait materi tersebut guru langsung memamparkan gambaran secara langsung terkait materi tersebut, seperti materi yang sedang diterapkan ketika observasi yaitu materi Hidup tenang dengan kejujuran, amanah, dan istiqomah, dimana guru langsung menjelaskan pengertian jujur, amanah dan istiqomah, menjelaskan makna
jujur, amanah dan istiqomah, serta menunjukkan contoh prilaku jujur, amanah dan istiqomah,
Faktor guru yang masih dominan menggunakan pembelajaran konvensional yang mana pada pembelajaran tersebut berpusat pada guru.
Pembelajaran ini sulit mengembangkan kemampuan sosialisasi peserta didik, pencapaian tujuan pembelajaran tergantung pada kemampuan yang dimiliki guru. Dengan demikian penulis menawarkan metode snowball throwing dengan metode talking stick pada materi Iman kepada Malaikat Allah.
Alasan menggunakan metode snowball throwing agar peserta didik menjadi terlatih dalam merumuskan pertanyaan yang mana pertanyaan tersebut ditulis didalam kertas kemudian di buat seperti bola salju, dan dilemparkan kepada peserta didik lainnya . peserta didik dilatih berfikir kitis dalam memecahkan soal yang didapatinya dari bola salju tersebut, dengan menggunakan metode snowball throwing peserta didik akan terlatih dalam memecahkan suatu soal secara bijak. Alasan menggunakan metode talking stick adalah supaya peserta didik mempersiapkan dirinya untuk mengikuti proses pembelajaran karena peserta didik dilibatka secara langsung yang dirancang untuk mengukur tingkat pemahaman peserta didik terhadap suatu materi.
Menggunakan metode snowball throwing dengan metode talking stick alasannya supaya tidak terjadi kejenuhan dalam pembelajaran serta melibatka peserta didik secara langsung. Dengan menggunakan metode snowball throwing yang divariasikan dengan metode talking stick, apakah aktivitas belajar peserta didik mengalami meningkat setelah diterapkan metode tersebut. Kelebihan metode snowball throwing dan metode talking stick adalah meningkatkan kepercayaan diri peserta didik, betanggung jawab dalam memecahkan soal yang didapat atau diperoleh, pembelajaran yang dilakukan menjadi lebih menyenangkan, menguji kesiapan peserta didik, melatih membaca dan memahami dengan cepat, dan juga pesera didik lebih giat belajar.
7
Berdasarkan uraian di atas, penelitian dilakukan pada mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti dengan materi Iman Kepada Malaikat di SMP N 2 Sungayang tersebut dengan judul penelitian “Penerapan Metode Snowball Throwing Dengan Metode Talking Stick dalam Meningkatkan Aktivitas Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran PAI dan Budi Pekerti di SMP N 2 Sungayang Kabupaten Tanah Datar. ”
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka identifikasi masalah dalam penelitian ini adalah :
1. Masih rendah aktivitas belajar peserta didik
2. Kurangnya partisipasi peserta didik dalam proses pembelajaran 3. Peserta didik malas bertanya dan menjawab pertanyaan
4. Peserta didik kurang percaya diri dalam mengemukakan pendapat 5. Kurangnya tanggung jawab peserta didik dalam diskusi kelompok 6. Guru masih dominan menggunakan pembelajaran konvensional.
7. Pembelajaran cendrung berpusat pada guru (Teacher Center).
C. Batasan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah di atas, terlihat bahwa masih rendahnya aktivitas belajar peserta didik, kurangnya partisipasi peserta didik dalam proses pembelajaran, kurangnya tanggung jawab peserta didik dalam diskusi kelompok, dan guru yang masih dominan menggunakan pembelajaran konvensional. Agar penelitian ini lebih fokus, maka dibatasi pada peningkatan aktivitas peserta didik dalam belajar dengan penerapan metode snowball throwing dengan metode talking stick pada mata pelajaran PAI dan budi pekerti di SMP N 2 Sungayang.
D. Rumusan Masalah
Dari batasan masalah di atas maka penulis merumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut “apakah aktivitas belajar peserta didik mengalami peningkatan setelah diterapkan metode snowball throwing
dengan metode talking stick pada mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti di SMP N 2 Sungayang”?
E. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk:
1. Mengetahui Apakah aktivitas belajar peserta didik mengalami peningkatan setelah diterapkan metode snowball throwing degan metode talking stick
2. Mengetahui strategi dan metode yang sudah diterapkan guru sebelumnya
F. Manfaat dan Luaran Penelitian
Adapun manfaat dan Luaran Penelitian adalah:
1. Bagi peserta didik
Sebagai daya penggerak bagi peserta didik untuk lebih meningkatkan dan mengembangkan cara belajarnya guna memperoleh hasil belajar yang lebih baik, serta mengatasi kesulitan peserta didik dalam belajar pendidikan agama Islam.
2. Bagi guru
Menambah wawasan guru pendidikan agama Islam dalam meningkatkan aktivitas peserta didik dalam pembelajaran, serta memberi wawasan tentang metode snowball throwing dan metode talking stick.
3. Bagi peneliti
Sebagai syarat mencapai gelar Sarjana Pendidikan Islam dalam bidang Pendidikan Agama Islam
4. Bagi rekan-rekan mahasiswa
Sebagai masukan atau sumbangan pemikiran bagi mahasiswa pendidikan Agama Islam yang ingin membahas masalah penelitian ini lebih lanjut.
5. Bagi perpustakaan
Memberikan kontribusi pemikiran kepada perpustakaan IAIN Batusangkar tentang permasalahan yang penulis teliti.
9
BAB II
LANDASAN TEORI A. Metode Snowball Throwing
1. Pengertian Metode Pembelajaran
Metode adalah upaya mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal. Metode digunakan untuk merealisasikan strategi yang telah ditetapkan. (Wina Sanjaya, 2007: 124)
Menurut Nana Sudjana, metode mengajar adalah cara yang dipergunakan guru dalam mengadakan hubungan dengan peserta didik pada saat berlangsungnya pengajaran. Pengertian lain dari metode mengajar adalah cara-cara yang digunakan oleh guru untuk menyampaikan bahan pelajaran kepada peserta didik untuk mencapai tujuan. Semakin tepat metode yang digunakan maka semakin efektif dan efesien kegiatan pembelajaran yang dilakukan antara guru dan peserta didik sehingga menunjang dan mengantarkan keberhasilan belajar peserta didik dan keberhasilan mengajar yang dilakukan oleh guru. Metode dalam mengajar berperan sebagai alat untuk menciptakan proses mengajar dan belajar, dengan adanya metode pembelajaran diharapkan terjadinya interaksi pembelajaran antara peserta didik dengan guru dalam proses belajar mengajar (Syarifuddin, Supardi, Syah
& Muslihah, 2010: 123-124).
Kesimpulan yang dapat diambil adalah metode pembelajaran adalah cara yang digunakan oleh guru dalam menyampaikan teori atau bahan pelajaran kepada peserta didik. Pemilihan metode pembelajaran yang tepat oleh guru akan membatu guru dalam menciptakan situasi dan kondisi belajar yang menyenangkan. Selain situasi dan kondisi yang menyenangkan untuk belajar, hubungan interaksi antara guru dan peserta didik juga akan terjalin dengan baik, sehingga pembelajaran
tidak hanya terfokus pada guru saja (teacher center) tetapi pembelajaran yang bersifat (student center).
2. Pengertian Metode Snowball Throwing
Metode snowball throwing merupakan salah satu modifikasi dari teknik bertanya yang menitikberatkan pada kemampuan merumuskan pertanyaan yang dikemas dalam sebuah permainan yang menarik yaitu saling melemparkan bola salju (snowball throwing) yang berisi pertanyaan kepada sesama teman. Metode yang dikemas dalam sebuah permainan ini membutuhkan kemampuan yang sangat sederhana yang bisa dilakukan oleh hampir setiap siswa dalam mengemukakan pertanyaan sesuai dengan materi yang dipelajarinya.
Metode snowball throwing adalah metode yang digunakan untuk memperdalam satu topik. Metode ini biasa dilakukan oleh beberapa kelompok yang terdiri dari lima sampai delapan orang yang memiliki kemampuan merumuskan pertanyaan yang ditulis dalam sebuah kertas menyerupai bola. Kemudian, kertas itu dilemparkan kepada kelompok lain yang untuk ditanggapi dengan menjawab pertanyaan yang dilemparkan tersebut.
Secara sederhana metode snowball throwing dapat digambarkan sebagai berikut. Siswa merumuskan pertanyaan secara tertulis di kertas berdasarkan materi yang diterangkan oleh guru. Kemudian kertas tersebut dilipat-lipat sedemikian rupa lalu dilemparkan kepada kelompok lain. Setelah membuka kertas tersebut, kelompok lain itu menjawab pertanyaan dan melemparkan kembali ke kelompok yang menulis pertanyaan tadi.
Metode snowball throwing ini dapat memberikan kesempatan kepada teman dalam kelompok untuk merumuskan pertanyaan secara sistematis. Di samping itu dapat membangkitkan keberanian siswa dalam mengemukakan pertanyaan dengan tuntunan pertanyaan kepada teman lain maupun guru. Juga melatih siswa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh temannya dengan baik. Dapat pula merangsang
11
siswa mengemukakan pertanyaan sesuai dengan topik yang sedang dibicarakan dalam pelajaran tersebut. Berikutnya dapat mengurangi rasa takut siswa dalam bertanya kepada teman maupun guru serta melatih kesiapan siswa. Terakhir, dengan menggunakan metode ini memungkinkan siswa saling memberikan pengetahuan. E-Journal (Journal Pendidikan Penabur, Nomor 13/Tahun ke-8/ Desember 2009 )
Penjelasan di atas menunjukkan bahwa dalam metode snowball throwing peserta didik diberikan kebebasan untuk ilmu pengetahuan baru sesuai dengan pengalaman yang dialami untuk menambahkan atau memperbaiki pengetahuan yang telah lama.
3. Langkah-langkah Pembelajaran Metode Snowball Throwing
Adapun langkah-langkah pembelajaran dengan metode snowball throwing adalah:
a. Guru menyampaikan materi yang akan disajikan
b. Guru membentuk kelompok-kelompok dan memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi.
c. Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing, kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya.
d. Kemudian masing-masing peserta didik diberikan satu lembar kertas kerja, untuk menuliskan satu pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok.
e. Kemudian kertas yang berisi pertanyaan tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu peserta didik ke peserta didik yang lainnya selama kurang lebih 15 menit.
f. Setelah peserta didik dapat satu bola/satu pertanyaan diberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian.
g. Evaluasi
h. Penutup (Agus Suprijono, 2010: 128)
4. Kelebihan dan Kekurangan Metode Snowball Throwing a. Kelebihan metode snowball throwing
1) Melatih kesiapan peserta didik dalam merumuskan pertanyaan dengan bersumber pada materi yang diajarkan serta saling memberi pengetahuan
2) Peserta didik lebih memahami dan mengerti secara mendalam tentang materi pelajaran yang di pelajari.
3) Dapat membangkitkan keberanian dalam mengemukakan pendapat
4) Melatih peserta didik menjawab pertanyaan yang diajukan oleh temannya dengan baik
5) Merangsang peserta didik mengemukakan pertanyaan sesuai dengan topic yang sedang dibicarakan dalam pembelajaran tersebut
6) Dapat mengurangi rasa takut peserta didikdalam bertanya kepada teman maupun guru
7) Peserta didik akan lebih mengerti makna kerja sama dalam menemukan pemecahan suatu masalah
8) Peserta didik akan emahami makna tanggung jawab
9) Peserta didik akan terus termotivasi untuk meningkatkan kemampuannya. (Safitri, 2011: 19)
b. Kelemahan metode snowball throwing
1) Situasi belajar menjadi gaduh, karena kurang kondusif dalam pengaturan kelas.
2) Materi yang diberikan oleh guru, tidak meluas.
3) Waktu yang dibutuhkan dalam menerapkan metode ini, cenderung lama.
4) Kurang efektif digunakan untuk semua materi pelajaran Untuk mengatasi kelemahan metode snowball throwing adalah:
13
1. Guru memotivasi peserta didik agar peserta didik benar- benar membaca buku supaya bisa membuat soal yang akan dilemparkan kepada peserta didik yang lainnya yang sudah pasti kunci jawaban harus dikuasainya juga
2. Agar pembelajaran efektif, guru memberikan batasan waktu untuk setiap kegiatan
B. Metode Talking Stick
1. Pengertian Metode Talking Stick
Merujuk pada defenisi istilahnya, metode talking stick dapat diartikan sebagai metode pembelajaran bermain tongkat, yaitu pembelajaran yang dirancang untuk mengukur tingkat penguasaan materi pelajaran oleh murid dengan menggunakan media tongkat.
Talking Stick merupakan salah satu dari sekian banyak metode pembelajaran interaktif yang dapat menciptakan keaktifan siswa dalam suatu proses belajar mengajar. Metode talking stick dapat dikategorikan kedalam pembelajaran kooperatif sebagaimana dikutip dalam Kirana Wati talking stick merupakan metode pembelajaran dengan bantuan tongkat siapa yang memegang tongkat wajib menjawab pertanyaan dari guru setelah peserta didik mempelajari materi pokoknya.
Metode talking stick adalah metode pembelajaran yang dipergunakan guru dalam mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. Talking stick sebagaimana dimaksudkan dalam penelitian ini, dalam proses belajar mengajar di kelas berorientasi pada terciptanya kondisi belajar melalui permainan tongkat yang diberikan dari sutu peserta didik kepada peserta didik yang lainnya pada saat guru menjelaskan materi pelajaran dan selanjutnya mengajukan pertanyaan. Saat guru mengajukan pertanyaan, maka peserta didik yang sedang memegang tongkat itulah yang memperoleh kesempatan untuk menjawab pertanyaan tersebut. Hal ini dilakukan hingga semua peserta didik berkesempatan mendapat giliran menjawab pertanyaan
yang diajukan guru. Pembelajaran dengan metode talking stick mendorong peserta didik untuk berani mengemukakan pendapat (Agus Suprijono, 2010:109).
2. Langkah-Langkah Pembelajaran Metode Talking Stick
Adapun langkah-langkah pembelajaran dengan metode talking Stick adalah:
a. Guru menjelaskan mengenai materi pokok yang akan dipelajari.
b. Peserta didik diberi kesempatan membaca dan mempelajari materi tersebut.
c. Guru selanjutnya meminta kepada peserta didik menutup bukunya.
d. Guru mengambil tongkat yang telah dipersiapkan sebelumnya.
e. Tongkat tersebut diberikan kepada salah satu peserta didik.
Peserta didik yang menerima tongkat tersebut diwajibkan menjawab pertanyaan dari guru demikian seterusnya. Ketika stick bergulir di peserta didik kepeserta didik lainnya.
f. Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik melakukan refleksi terhadap materi yang telah dipelajarinya dan guru memberi ulasan terhadap seluruh jawaban yang telah diberikan peserta didik.
g. Guru memerintahkan peserta didik bersama-sama merumuskan kesimpulan (Agus Suprijono, 2010:110).
3. Kelebihan dan kekurangan Talking Stick a. Kelebihan metode Talking Stick
1) Menguji kesiapan peserta didik dalam penguasaan materi pembelajaran
2) Melatih membaca dan memahami dengan cepat materi yang telah disampaikan
3) Agar lebih giat belajar karena peserta didik tidak pernah tau tongkat akan sampai pada gilirannya.
15
b. Kekurangan metode Talking Stick
Sedangkan kekurangannya adalah jika ada peserta didik yang tidak memahami pembelajaran, peserta didik akan merasa gelisah dan khawatir ketika nanti giliran tongkat berada pada tangannya. (Imas Kurniasih dan Berlian Sani, 2015: 83)
C. Aktivitas Belajar
1. Pengertian Aktivitas Belajar
Aktivitas tidak dimaksudkan terbatas pada arti fisik akan tetapi juga meliputi aktivitas yang bersifat psikis seperti aktivitas mental ( Wina Sanjaya, 2007: 130). Maksudnya aktivitas belajar merupakan keterlibatan siswa dalam bentuk pikiran, perhatian, serta keterampilan siswa, aktivitas belajar siswa dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan untuk menunjang keberhasilan terjadinya proses belajar mengajar. Dan memperoleh manfaat dari kegiatan yang telah dilakukan di sekolah serta dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Aktivitas siswa sama maknanya dengan kegiatan atau perbuatan yang menghendaki gerakan fungsi otak individu yang belajar, aktivitas tersebut menghasilkan perbuatan dan tingkah laku berupa pengetahuan, sikap, dan keterampilan.
Setidaknya ada tiga variabel yang perlu diperhatikan dalam aktivitas pembelajaran yaitu:
a. Variabel kondisi pembelajaran yang meliputi karakteristik siswa, karakteristik bidang studi, kendala pembelajaran, dan tujuan intruksional.
b. Variabel metode pembelajaran yang meliputi strategi pengorganisasian, strategi pengelolaan dan strategi penyampaian pembelajaran
c. Variabel hasil pembelajaran yang meliputi efektifitas, efesiensi dan daya tarik pembelajaran.
Tujuan dari setiap aktivitas pembelajaran adalah agar terjadi proses belajar dalam diri siswa. Proses pembelajaran pada hakikatnya adalah
proses kognitif berupa reaksi intelektual anak atau individu terhadap suatu kondisi belajar yang merangsang untuk menciptakan hal tersebut diperlukan lingkungan yang kondusif. Lingkungan yang kondusif dapat diciptakan dengan menyediakan berbagai sumber belajar yang inspiratif, relevan, dan memacu aktivitas belajar siswa.
Jadi dapat disimpukan bahwa aktivitas belajar yaitu sebagai berbagai aktivitas yang diberikan kepada pembelajar dalam situasi belajar mengajar. Aktivitas belajar ini didesain agar memungkinkan siswa memperoleh muatan yang ditentukan, sehingga berbagai tujuan yang ditetapkan, terutama maksud dan tujuan kurikulum tercapai.
Berkaiatan dengan aktivitas belajar harus diperhatikan pula strategi belajar mengajar yang efektif, yang dapat dikelompokkan sebagai berikut:
a. Pembelajaran dengan strategi ekspositori
Pengajaran ini dengan penjelasan rinci melibatkan pengiriman informasi dalam arah tunggal, dari satu sumber ke pembelajar.
b. Pembelajaran dengan pengajaran interaktif
Pada hakikatnya sama dengan ekspositori namun perbedaannya terdapat dorongan yang disengaja ketika terjadi interaksi anatara guru dan pembelajar yang biasa dalam bentuk pertanyaan. Pada dasarnya dalam pembelajaran ini lebih aktif, dan keterampilan berfikir ditingkatkan melalui unsur interaktif.
c. Pengajaran atau Diskusi Kelompok Kecil
Karakteristik dari pembelajaran ini melibatkan pembagian kelas ke dalam kelompok kecil uang bekerja relatif bebas untuk mencapai tujuan pembelajaran, peran guru akan berubah yang awal dari pemberi pengetahuan menjadi koordinator aktivitas dan pengarah informasi.
d. Pembelajaran denga strategi inkuiri dan pemecahan masalah
17
Ciri utama dari strategi ini adalah aktifnya pembelajar dalam menentukan jawaban dari berbagai pertanyaan yang diajukan.
e. Strategi mengajar lainnya
Strategi pembelajaran lain yang relatif baru Cooperative learning, community service project, mastered learning dan project approach (Oemar Hamalik, 2008: 179-180).
2. Prinsip-prinsip Aktivitas belajar
Ada bebrapa prinsip belajar yang dapat menunjang cara belajar peserta didik yakni:
a. Stimulus belajar
Pesan yang diterima peserta didik dari guru melalui informasi biasanya dalam bentuk stimulus. Ada dua cara yang bisa membantu para peserta didik agar pesan tersebut diterima. Pertama, perlu adanya pengulangan sehingga membantu peserta didik dalam memperkuat pengalamannya. Kedua, peserta didik menyebutkan kembali pesan yang disampaikan guru kepadanya.
b. Perhatian dan motivasi
Tanpa adanya perhatian dan motivasi, hasil belajar yang dicapai tidak akan optimal. Stimulus belajar yang diberikan oleh guru tidak akan berarti tanpa adanya perhatia dan motivasi dari peserta didik. Ada beberapa cara menumbuhkan perhatian dan motivasi anatara lain melalui cara mengajar yang bervariasi, mengadakan pengulangan informasi, memberikan stimulus baru.
c. Respon yang dipelajari
Keterlibatan respon peserta didik terhadap stimulus guru bisa meliputi berbagai bentuk perhatian, proses internal terhadap informasi, tindakan nyata dalam bentuk partisipasi kegiatan belajar seperti memecahkan masalah, mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru, menilai kemampuan dirinya dalam menerima informasi, melatih dirinya dalam menguasai informasi dan lain- lain.
d. Penguatan
Sumber penguat belajar untuk pemuas kebutuhan berasal dari luar seperti nilai, pengakuan prestasi, persetujuan pendapat peserta didik, ganjaran, hadiah dan lain-lain merupakan cara untuk memperkuat respon peserta didik.
3. Jenis-jenis Aktivitas Belajar
Berbagai aktivitas dilakukan dalam proses belajar mengajar, aktivitas peserta didik tidak hanya cukup dengan hanya mendengar saja, mencatat, dan mengerjakan tugas saja. Menurut Paul B. Deidrich dalam Hamzah B Uno yang menyatakan bahwa kegiatan peserta didik dapat digolongkan sebagai berikut:
a. Visual activities
Membaca, melihat gambar-gambar, mengamati eksperimen, demonstrasi, pemeran,dan mengamati orang lain bekerja atau bermain.
b. Oral activities
Mengemukakan suatu fakta atau prinsip, menghubungkan suatu kejadian, mengajukan pertanyaan, member saran, mengemukakan pendapat, wawancara, diskusi, dan interupsi.
c. Listening activities
Mendengarkan penyajian bahan, mendengarkan percakapan, atau diskusi kelompok, mendengarkan suatu permainan, mendengarkan radio.
d. Writing activities
Menulis cerita, menulis laporan, memeriksa karangan, bahan-bahan kopi, membuat rangkuman, mengerjakan tes, dan mengisi angket.
e. Drawing activites
menggambar, membuat grafik, chart, diagram peta dan pola.
f. Motor activities
19
Melakukan percobaan, melihat alat-alat, melaksanakan pameran, membuat model, menyelenggarakan permainan, menari dan berkebun.
g. Mental activities
Merenungkan, mengingat, memecahkan masalah, menganalisis, faktor-faktor, melihat, hubungan-hubungan, dan membuat keputusan.
h. Emotional activities
Minat, membedakan, berani, tenang, dan lain-lain. Kegiatan- kegiatan dalam kelompok ini terdapat dalam semua jenis kegiatan dan overlap satu sama lain. (Oemar Hamalik, 2015: 172-173) Jadi dengan klasifikasi aktivitas seperti diuraikan di atas, menunjukkan bahwa aktivitas merupakan hal terpenting di dalam proses pembelajaran, karena apabila semua peserta didik aktif dalam mengikuti pelajaran maka tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal.
D. Langkah Kombinasi Metode Snowball Throwing dengan Metode Talking Stick
1. Pendahuluan
a. Guru mengucapkan salam dan menanyakan kabar peserta didik b. Guru membuka pelajaran dan menyuruh salah seorang dari peserta
didik untuk memimpin do’a
c. Guru mengecek kehadiran peserta didik serta memperhatikan kebersihan dan ketertiban kelas
d. Guru menyiapkan mental peserta didik dengan memotivasi peserta didik terkait dengan materi yang akan dipelajari
e. Guru menanyakan materi minggu lalu dan mengaitkannya dengan materi hari ini
f. Guru menjelaskan topik dan tujuan pembelajaran yang dicapai peserta didik
g. Guru menjelaskan kegiatan yang harus dilakukan peserta didik terhadap pembelajaran yang akan dipelajari.
2. Kegiatan Inti a. Mengamati
1) Guru menampilkan gambar/ slide terkait dengan topik yang akan dipelajari di depan kelas untuk diamati oleh peserta didik 2) Guru menyampaikan materi yang akan disajikan.
b. Menanya
Guru menanyakan kepada peserta didik terhadap tayangan gambar yang ditayangkan dan penjelasan dari guru.
c. Mengumpulkan Data
1) Guru membentuk kelompok-kelompok dan memanggil masing- masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi.
2) Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing, kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya.
3) Kemudian masing-masing peserta didik diberikan satu lembar kertas kerja, untuk menuliskan satu pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok.
4) Kemudian kertas yang berisi pertanyaan tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu peserta didik ke peserta didik yang lainnya selama kurang lebih 15 menit.
d. Mengolah Data
Setelah peserta didik dapat satu bola/satu pertanyaan diberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian.
e. Mengkomunikasikan
1) Guru mengambil tongkat yang telah dipersiapkan sebelumnya
21
2) Tongkat tersebut diberikan kepada salah satu peserta didik.
Peserta didik yang menerima tongkat tersebut diwajibkan menjawab pertanyaan dari guru guna mengevaluasi pembelajaran dan demikian seterusnya. Ketika stick bergulir di peserta didik kepeserta didik lainnya.
3) Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik melakukan refleksi terhadap materi yang telah dipelajarinya dan guru memberi ulasan terhadap seluruh jawaban yang telah diberikan peserta didik.
4) Guru memerintahkan peserta didik bersama-sama merumuskan kesimpulan.
3. Kegiatan Penutup
a. Guru bertanya kepada peserta didik mengenai materi yang telah dibahas
b. Guru memberikan penekanan mengenai nilai-nilai yang terdapat dalam pembelajaran
c. Guru membimbing peserta didik untuk menyimpulkan materi secara demokratis
d. Guru memberikan tindak lanjut materi
e. Guru menutup pembelajaran dengan mengucapkan hamdalah f. Guru mengucapkan salam sebelum keluar dari kelas.
E. Mata Pelajaran PAI
1. Pengertian Mata PAI dan Budi Pekerti
Pendidikan Agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, mengimani, bertaqwa, berakhla mulia, mengamalkan ajaran agama Islam dari sumber utamanya kitab suci Al-Qur’an dan hadist melalui kegiatan bimbingan, pengajaran latihan, serta penggunaan pengalaman (Ramayulis, 2005:21).
Mata pelajaran Pendidikan Agama Islam adalah kelompok mata pelajaran agama yang bertujuan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama.
Selain itu beberapa pakar pendidikan juga mengemukakan pendapat tentang Pendidikan Agama Islam yaitu :
Zakiyah Dradjat dalam Abdul Madjid mengemukakan bahwa Pendidikan Agama Islam adalah suatu usaha untuk membina dan mengasuh peserta didik agar senantiasa dapat memahami kandungan ajaran Islam secara menyeluruh, mengayati makna tujuan, yang pada akhirnya dapat mengamalkan serta menjadikan Islam sebagai pandangan hidup (Abdul Madjid, 2012: 12).
Adapun menurut Tayar Yusuf dalam Abdul Madjid Pendidikan Agama Islam adalah usaha sadar generasi tua untuk mengalihkan pengalaman, pengetahuan, kecakapan, dan keterampilan kepada generasi muda agar kelak menjadi manusia muslim, bertakwa kepada Allah Swt.
Berdasarkan pendapat di atas bahwa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMP adalah salah satu mata pelajaran wajib untuk semua jenjang pendidikan dalam sistem pendidikan Nasional yang mana mata pelajaran yang memberikan bimbingan yang dilakukan oleh seorang guru untuk menyiapkan anak didiknya agar dapat memahami, meyakini mengenal, memahami, menghayati,mengimani, bertakwa, berakhlak mulia, mengamalkan ajaran agama Islam dari sumber utamanya kitab suci Al-Qur’an dan Hadist.
Mata pelajaran Pendidikan Agama Islam memiliki fungsi tersendiri. Adapun fungsi mata pelajaran Pendidikan Agama Islam adalah membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Tujuan tersebut dicapai melalui muatan atau kegiatan agama, kewarganegaraan, kepribadian, ilmu pengetahuan dan teknologi,
23
estetika jasmani, olahraga, dan kesehatan (Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006).
2. Tujuan Mata Pelajaran PAI dan Budi Pekerti
Mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti juga memiliki tujuan yang ingin dicapai. Pendidikan Agama Islam bertujuan meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan, dan pengalaman peserta didik tentang agama Islam, sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertakwa kepada Allah Swt serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Adapun tujuan Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di sekolah adalah sebagai berikut:
a. Menumbuh kembangkan akidah melalui pemberiann, pemupukan, dan pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengamalan, pembiasaan, serta pengalaman peserta didik tentang Agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang keimanan dan ketakwaannya kepada Allah Swt.
b. Mewujudkan manusia Indonesia yang taat beragama dan berakhlak mulia yaitu manusia yang berpengetahuan, rajin beribadah, cerdas, produktif, jujur, adil, etis, berdisiplin, bertoleransi (tasamuh), menjaga keharmonisan secara personal dan sosial serta mengembangkan budaya agama dalam komonitas sekolah.
Disimpulkan bahwa tujuan Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti ini harus berisi hal-hal yang dapat menumbuh dan memperkuat iman serta mendorong kepada kesenangan mengamalkan ajaran agama Islam. Untuk itu diperlukan usaha pembentukan materi yang akan memperkaya peserta didik dengan sejumlah pengetahuan, membuat mereka dapat menghayati dan mengembangkan ilmu, juga membuat ilmu yang mereka pelajari
itu berguna bagi mereka dan tujuan itu mengandung mengamalkan dan mengajarkannya.
Selain itu ruang lingkup mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti adalah:
a. Al-Qur’an dan Hadist b. Aqidah
c. Akhlak d. Fiqh
e. Tarikh dan kebudayaan Islam (Ramayulis, 2005: 22-23).
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti menekankan keseimbangan, keselarasan, dan keserasian antara hubungan manusia dengan sesama manusia, hubungan manusia dengan diri sendiri dan hubungan manusia dengan alam sekitar.
3. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar (KI dan KD) Mata Pelajaran PAI Kelas VII
Kompetensi Inti:
KI-1: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya KI-2: Menghayati dan mengamalkan prilaku jujur, disiplin, tanggung
jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran dan damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI-3: Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, tekhnologi, seni, budaya dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta
25
menerapkan pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI-4: Mengolah dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar dan mengarang) terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di Madrsah dan mapu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
Tabel. 2 KI dan KD Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas VII di SMP N 2 Sungayang “ Iman Kepada Malaikat-Malaikat Allah SWT”.
Kompetensi Dasar Indikator
1.3 Beriman kepada malaikat Allah Swt.
3.2 Memahami makna iman kepada malaikat berdasarkan dalil naqli 4.2 Menyajikan contoh perilaku yang
mencerminkan iman kepada malaikat
1. Menyebutkan pengertian iman kepada malaikat-malaikat Allah.
2. Menyebutkan dalil naqli dan aqli tentang iman kepada Malaikat.
3.Menjelaskan tugas-tugas malaikat.
4. Menerangkan keterkaitan tugas malaikat dengan perbuatan.
5.Mengidentifikasi perilaku beriman kepada malaikat.
6. Menunjukkan contoh perilaku beriman kepada malaikat.
7. Melaksanakan perintah Allah atas dasar iman kepada malaikat.
F. Kajian Penelitian yang Relevan
Adapun penelitian relevan dalam penelitian ini yaitu:
1. Skripsi Sari Amanah yang berjudul “Penerapan Model Snowball Throwing pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak di MTsN Tanjung Emas Kabupaten Tanah Datar”. Dalam skripsi ini penelitian yang digunakannya adalah penelitian Eksperimen dengan menggunakan dua kelas, satu sebagai kelas kontrol dan kelas yang satu lagi sebagai kelas eksperimen mata pelajaran Akidah akhlak dengan hasil meningkatkan hasil belajar peserta didik dan juga dapat meningkatkan aktivitas belajar peserta didik. Bedanya dengan penelitian penulis dengan skripsi Sari Amanah adalah pada strategi, yang digunakan serta pada mata pelajarannya, yaitu strategi yang penulis gunakan divariasikan dengan metode talking stick, serta pada matapelajarannya yaitu pada mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti.
2. Penelitian yang dilakukan oleh Gusmandi mengenai penerapan metode Discoveri terhadap peningkatan aktiviitas dan Afekif belajar siswa dalam pembelajaran Akidah Akhlak. Bedanya penelitian penulis dengan skripsi di atas adalah penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah aktivitas belajar siswa dengan menggunakan satu kelas eksperimen
27
lebih baik dibanding menggunakana metode konvensional dan juga penelitian ini lebih mendalam kearah aktivitas belajar siswa dengan menggunakan metode snowball throwing dengan metode talking stick dan juga penelitian ini lebih difokuskan kearah mata pelajarn PAI dan Budi Pekerti sehingga diharapkan dengan menggunakan strategi ini siswa bisa lebih aktif dalam proses belajar mengajar.
3. Penelitian yang dilakukan oleh Aliwanto (2017) mengenai analisis aktivitas belajar. Penelitian ini dilakukan pada siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Tanah Pinoh Barat Kabupaten Melawi Tahun 2015.
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kejelasan informasi yang objektif mengenai aktivitas belajar siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Tanah Pinoh Barat Kabupaten Melawi. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif dengan bentuk penelitian survei. Teknik pengumpul data yang digunakan adalah teknik komunikasi langsung dan teknik komunikasi tidak langsung dengan alat pengumpul data berupa panduan wawancara, dan angket. Populasi penelitian ini adalah 32 orang siswa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Tanah Pinoh Barat Kabupaten Melawi “Cukup Baik”.
Penelitian ini sama-sama melihat aktivitas belajar peserta didik, dengan menggunakan metode yang berbeda. Metode yang penulis gunakan adalah metode snowball throwing dan metode talking stick sedangkan metode pada penelitian ini adalah metode deskriptif dengan bentuk penelitian survei.
G. Hipotesis
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah atau sub masalah yang diajukan oleh peneliti, yang dijabarkan dari landasan teori atau kajian teori dan masih harus diuji kebenarannya (Ridwan, 2005: 9).
: Ada peningkatan terhadap aktivitas peserta didik dengan penerapan metode snowball throwing dengan metode talking stick pada mata
pelajaran PAI dan Budi pekerti di SMP N 2 Sungayang Kabupaten Tanah Datar
Ho : Tidak ada peningkatan terhadap aktivitas peserta didik dengan penerapan metode snowball throwing dengan metode talking stick pada mata pelajaran PAI dan Budi pekerti di SMP N 2 Sungayang Kabupaten Tanah Datar
29
BAB III
METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian
Berdasarkan masalah yang dikemukakan sebelumnya, maka jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian lapangan (fieldresearch), yaitu penelitian yang dilakukan dengan melihat permasalahan yang terjadi di lapangan, yaitu melihat penerapan metode snowball throwing dengan metode talking stick terhadap aktivitas belajar peserta didik pada mata pelajaran PAI di SMP N 2 Sungayang Kabupaten Tanah Datar. Adapun dari segi pendekatan yang digunakan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif.
Penelitian kuantitatif adalah suatu proses menemukan pengetahuan yang menggunakan data berupa angka sebagai alat menganalisis keterangan mengenai apa yang ingin diketahui (Moh Kasiram, 2010:
172). Penulis akan melakasanakan penelitian ini pada mata pelajaran PAI materi “Iman Kepada Malaikat Allah SWT” siswa/i kelas VII SMP N 2 Sungayang.
B. Tempat dan waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di SMP N 2 Sungayang Kabupaten Tanah Datar. Waktu Penelitian mulai dari tanggal 16 Januari 2019 sampai dengan tanggal 23 Januari 2019.
C. Metode Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Metode Eksperimen yaitu salah satu penelitian yang berusaha mencari pengaruh variabel tertentu terhadap variabel lainnya dalam kondisi terkontrol secara ketat. Bentuk metodenya yaitu penelitian (Pre- Exsperiment). (Sugiyono, 2007: 109). Penelitian Eksperimen merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengetahui ada atau tidaknya akibat dari “sesuatu” yang dikenakan pada subjek yang diselidik. Penelitian ini dapat dilakukan dengan cara memberikan
perlakuan (treatment) pada kelas Eksperimen dengan cara menerapkan strategi cooperative learning metode snowball throwing dan metode talking stick pada mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti dan melihat bagaimana aktivitas belajar peserta didik selama strategi dan metode itu diterapkan.
D. Rancangan penelitian
Metode yang digunakan adalah Pre-Experiment Design berbentuk One Shot Case Study adapun paradigma dalam penelitian Eksperimen model ini dapat digambarkan sebagai berikut :
Tabel . 3 Rancangan Penelitian
X =Treatment yang diberikan (Variabel Indipenden) O = Observasi (Variabel Dependen)
Paradigma itu dapat dibaca sebagai berikut: terdapat suatu kelompok yang diberi treatment atau perlakuan dan selanjutnya diobservasi hasilnya (Treatment adalah sebagai variabel Indipenden dan hasil adalah sebagai variabel Dependen (Sugiyono, 2007:110).
E. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek atau subjek yang menjadi kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2013: 215). Populasi merupakan objek atau subjek yang berada dalam suatu wilayah dan memenuhi syarat-syarat tertentu berkaitan dengan masalah penelitian (Ridwan, 2005: 11).
Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VII SMPN 2 Sungayang yang terdaftar pada semester II tahun ajaran 2018/2019.
X O
31
Tabel. 4 Jumlah Peserta didik kelas VII SMP N 2 Sungayang Tahun Ajaran 2018/2019
No Kelas Jumlah peserta didik
1 VII.1 27 Orang
2 VII.2 27 Orang
Jumlah 54 orang
(Sumber: Tata Usaha SMP N 2 Sungayang) 2. Sampel
Menurut Ferguson (1976) sampel adalah beberapa bagian kecil atau cuplikan yang ditarik dari populasi (Sevilla, C, Jesus, Twila, Bella & Gabriel. 2006: 160). Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik simple random sampling.
Dikatakan simple (sederhana) karena pengambilan sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. (Sugiono. 2012:120). Anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi sampel dalam penelitian. Peserta didik kelas VII berjumlah 2 kelas yaitu kelas VII.1 dan kelas VII.2, maka kedua kelas tersebut akan diacak dengan cara membuat lot kelas VII.1 dan kelas VII.2, manakah diantara kedua kelas tersebut yang tercabut lotnya maka kelas itulah yang dijadikan sampel kelas eksperimen.
a. Mengumpulkan nilai ulangan harian mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti kelas VII SMP N 2 Sungayang tahun ajaran 2018/2019
Tabel. 5 Persentase Ketuntasan Nilai Ulangan Harian kelas VII SMP N 2 Sungayang tahun ajaran 2018/2019
No Kelas KKM Jumlah Siswa
Ketuntasan Persentase Ketuntasan Tuntas Tidak
Tuntas
Tuntas Tidak Tuntas
1 VII.1 65 27 13 14 48,14 51,58
2 VII.2 65 27 11 16 40,74 59,25 (Sumber: Guru MP PAI SMP N 2 Sungayang)
b. Mengumpulkan informasi melalui guru mengenai kondisi peserta didik dalam pembelajaranPAI dan Budi Pekerti.
Kelas yang terpilih menjadi sampel dalam penelitian ini adalah kelas VII.2 sebanyak 27 orang peserta didik.
F. Defenisi Operasional
Untuk menghindari terjadinya kesalah pahaman tentang judul penelitian ini, maka perlu penjelasan istilah-istilah yang digunakan yaitu:
Penerapan adalah hal, cara, dan hasil kerja. Dalam istilah lain disebutkan bahwa penerapan adalah pengenaan atau perihal mempraktekkan (Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan, 1994:1044). Jadi penerapan merupakan suatu kegiatan yang dipraktekkan oleh seorang guru pada waktu proses pembelajaran berlangsung.
Motode snowball throwing suatu metode pembelajaran yang diawali dengan pembentukan kelompok yang diwakili ketua kelompok untuk mendapat tugas dari guru, kemudian masing-masing peserta didik membuat pertanyaan yang dibentuk seperti bola, lalu dilemparkan ke peserta didik yang lain, masing-masing peserta didik menjawab pertanyaan dari bola yang diperolehnya.
Metode Talking Stick termasuk salah satu model pembelajaran cooperative. Model pembelajaran ini dilakukan dengan bantuan tongkat, siapa yang memegang tongkat wajib menjawab pertanyaan dari guru setelah peserta didik mempelajari materi pokoknya (Agus Suprijono, 2009:109).
Aktivitas belajar merupakan keterlibatan peserta didik dalam bentuk pikiran, perhatian, serta keterampilan peserta didik, aktivitas belajar peserta didik dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan untuk menunjang keberhasilan terjadinya proses belajar mengajar.
33
Visual activities membaca, melihat gambar-gambar, mengamati eksperimen, demonstrasi, pemeran,dan mengamati orang lain bekerja atau bermain.
Oral activities mengemukakan suatu fakta atau prinsip, menghubungkan suatu kejadian, mengajukan pertanyaan, member saran, mengemukakan pendapat, wawancara, diskusi, dan interupsi.
Listening activities mendengarkan penyajian bahan, mendengarkan percakapan, atau diskusi kelompok, mendengarkan suatu permainan, mendengarkan radio.
Writing activities menulis cerita, menulis laporan, memeriksa karangan, bahan-bahan kopi, membuat rangkuman, mengerjakan tes, dan mengisi angket.
Mental activities merenungkan, mengingat, memecahkan masalah, menganalisis, faktor-faktor, melihat, hubungan-hubungan, dan membuat keputusan.
Mata pelajaran Pendidkan Agama Islam adalah kelompok mata pelajaran agama yang bertujuan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti materi “Iman Kepada Malaikat Allah” di SMP N 2 Sungayang.
G. Variabel Penelitian dan Data Penelitian 1. Variabel penelitian
Adapun Variabel dalam penelitian ini yaitu:
a. Variabel Bebas (x)
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penerapan metode snowball throwing dengan metode talking stick b. Variabel Terikat (y)
Variabel terikat dalam penelitian ini adalah aktivitas belajar peserta didik
2. Data Penelitian
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah hasil observasi aktivitas belajar peserta didik kelas sampel pada mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti.
H. Prosedur Penelitian
Untuk memperoleh tujuan yang telah ditetapkan maka perlu disusun prosedur yang sistematis, tahap-tahap dari penelitian ini adalah:
1. Tahap Persiapan
a. Meninjau sekolah tempat penelitian dilakukan.
b. Mengajukan surat permohonan penelitian.
c. Konsultasi dengan guru bidang studi yang bersangkutan.
d. Menetapkan jadwal pelaksanaan penelitian.
e. Membuat rencana pengajaran dan memvalidasi rencana pelaksanaan pembelajaran yang divalidasi oleh guru dan dosen yang berkompeten, yang dapat dijadikan pedoman dalam proses pembelajaran.
f. Menyusun dan menetapkan instrumen penelitian seperti lembar observasi yang divalidasi oleh guru dan dosen yang kompeten,
g. Menyelesaikan segala administrasi penelitian seperti surat izin penelitian dan lain-lain.
2. Tahap pelaksanaan
Pada proses pembelajaran sebelum dan sesudah diberikan perlakuan maka dilakukan pengamatan dengan melihat aktivitas belajar peserta didik sebelum dan sesudah diberikan perlakuan.
3. Tahap penyelesaian
a. Mengolah data yang didapat dari lembar observasi yang di lihat selama proses belajar mengajar sebelum dan sesudah diberikan perlakuan pada kelas eksperimen.
b. Menarik kesimpulan dari hasil yang didapat
35
Selama proses belajar mengajar dan diskusi berlangsung guru melihat aktivitas belajar peserta didik sesuai lembar observasi yang dimiliki guru yang sesuai dengan yang dilihat dan dianalisis untuk menentukan aktivitas belajar peserta didik meningkat atau lebih baik sebelum dan sesudah menggunakan strategi cooperative learning metode snowball throwing dan metode talking stick pada mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti di SMP N 2 Sungayang.
I. Teknik dan Pengumpulan Data 1. Teknik Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data adalah cara atau teknik yang dilakukan oleh peneliti untuk mendapatkan dan mengumpulkan data atau informasi sebanyak-banyaknya dan cara yang paling relevan dengan masalah yang diangkat serta bisa dipertanggungjawabkan atas data tersebut. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah sebagai berikut:
a. Observasi
Secara umum pengertia observasi adalah cara menghimpun bahan-bahan keterangan yang dilakukan dengan pengamatan data pencatatan secara sistematis terhadap fenomena- fenomena yang sedang dijadikan sasaran pengamatan (Anas Sudjono, 2007:76). Untuk memperoleh data dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik observasi dengan menggunakan lembar observasi. Observasi adalah semua ilmu pengetahuan mengenai kenyataan yang ada di lapangan.
Maksudnya adalah pengumpulan data dengan jalan pengamatan dan pencatatan secara langsung dengan sistematis, logis dan rasional mengenai fenomena-fenomena yang diselidiki (Asnelly Ilyas, 2006:70). Data observasi yang
diperoleh berupa data aktivitas belajar siswa dalam penerapan strategi cooperative learning metode snowball throwing dan metode talking stick.
Observasi yang penulis lakukan yaitu dengan melakukan pengamatan secara langsung tentang aktivitas belajar peserta didik dalam pembelajaran PAI dan Budi Pekerti di SMP N 2 Sungayang dengan penerapan strategi cooperative learning metode snowball throwing dan metode talking stick.
J. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi. Lembar observasi dimaksudkan untuk mengamati aktivitas belajar peserta didik selama pelaksanaan pembelajaran. Penilaian aktivitas belajar peserta didik dilakukan dengan cara beri nilai 2 jika melakukan aktivitas (Ya) dan 1 jika tidak melakukan aktivitas (Tidak) selama proses pembelajaran berlangsung.
K. Teknik Pengolahan Data
Dalam penelitian ini penulis menggunakan analisis kuantitatif, untuk mengolah data penulis menggunakan langkah- langkah:
1. Editif (seleksi data)
Editif yaitu upaya untuk memeriksa dan melengkapi hasil pengamatan yang telah diperoleh melalui lembar observasi dan langsung mengelompokkan data sehingga penulis mendapat pedoman yang jelas tentang data tersebut.
2. Tabulasi data
Tabulasi data yaitu memasukkan data yang telah dikelompokkan ke dalam tabel yang sudah disediakan.
Setelah itu dihitung frekuensinya serta persentasenya dari berbagai alternatif jawaban pada setiap item pertanyaan pada lembar observasi.
3. Interprestasi data