BAB III METODE PENELITIAN
3.5 Hipotesis
3.5 Hipotesis
Hipotesis adalah kemungkinan atau dugaan sementara yang harus dicari kebenarannya dari sebuah penelitian. Berdasarkan rumusan masalah dan kerangka berpikir di Gambar 2.1 maka Hipotesis dari penelitian ini adalah :
Hipotesis 1:
H01: Diskon (Discount) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku Impulse buying konsumen.
Ha1 : Diskon (Discount) berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku Impulse Buying konsumen.
Hipotesis 2 :
H02 : Promo (Promotion) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku Impulse Buying konsumen.
Ha2 : Promo (Promotion) berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku Impulse Buying konsumen.
Hipotesis 3 :
H03 : Diskon (Discounts) dan Promo (Promotion) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku Impulse Buying konsumen.
Ha3 : Diskon (Discounts) dan Promo (Promotion) berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku Impulse Buying konsumen.
44 3.6 Jenis Dan Sumber Data
Data dalam riset yang dilakukan seorang peneliti akan menggunakan data-data yang digunakan sebagai bahan utama proses pengelolaan data-data dalam rangka memecahkan permasalahan penelitian. Data dibedakan menjadi data promer dan data sekunder.
3.6.1 Jenis Data
Jenis data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif hasil dari kuesioner yang telah disebarkan dan literatur-literatur serta dokumentasi yang dikumpulkan oleh penulis.
3.6.2 Sumber Data
Adapun sumber data dari penelitian ini adalah : 1. Data Primer
Menurut Sugiyono (2012 : 193) data primer adalah data yang didapatka langsung dari sumber pertama . Data dari penelitian ini diperoleh dengan menyebarkan kusioner kepada sampel penelitian dan dengan melakukan survei lapangan. Data primer dalam penelitian ini adalah kuesioner yang dibagikan kepada konsumen Lazada yang pernah berbelanja pada hari belanja online nasional (HARBOLNAS) di Kota Medan.
2. Data Sekunder
Menurut Sugiyono (2012 : 141) data sekunder adalah data yang tidak diperoleh secara langsung. Data sekunder ini merupakan data yang bersifat mendukung keperluan data primer.
3.7 Metode Pengumpulan Data
Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan metode pengumpulan data primer dan data sekunder.
3.7.1 Metode Pengumpulan Data Primer
1. Kuesioner Tertutup
Kuesioner tertutup merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawab dengan jawaban yang telah ditentukan oleh peneliti (Sugiyono, 2012:199). Responden harus memberikan pendapatnya dengan memberi jawaban dengan cara memberi tanda tertentu pada alternatif jawaban yang telah disediakan. Adapun pertanyaan yang akan diberikan menyangkut Impulse Buying, Diskon (Discoun)t, dan Promo (Promotion).
3.7.2 Metode Pengumpulan Data Sekunder
1. Studi Kepustakaan
Kajian teoritis, referensi serta literatur ilmiah lainnya yang berkaitan dengan budaya, nilai, norma, yang berkembang pada situasi sosial yang diteliti (Sugiyono, 2012:200). Penelitan ini dilandasi teori-teori dari literatur yang relevan dengan tinjauan pustaka dalam usaha pemecahan masalah.
3.8 Identifikasi Variabel
Variabel yang akan diteliti dan dianalisis dikelompokkan menjadi dua macam:
1. Variabel Independent (X), yaitu variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (Sugiyono, 2012). Variabel independen dalam penelitian ini adalah:
a. Variabel X1 : Diskon (Discount) b. Variabel X2 : Promo (Promotion)
c. Variabel X3 : Diskon (Discount) dan Promo (Promotion)
2. Variabel Dependen (Y), yaitu variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas. Yang termasuk dalam variabel dependen dalam penelitian ini adalah:
a. Variabel Y : Impulse Buying 3.9 Operasional Variabel
Operasional variabel merupakan faktor atau variabel yang digunakan dalam penelitian untuk mempermudah serta memberikan pemahaman terhadap pembahasan dalam penelitian ini. Operasional variabel dijelaskan dalam tabel berikut:
Tabel 3.1
Operasional Variabel
NO Variabel Definisi Indikator Skala
1 Diskon
yang lebih besar Likert
Likert
undian, dan
3.10 Skala Pengukuran Variabel
Skala yang digunakan dalam mengukur pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dalam penelitian ini adalah Skala Likert. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekolompok orang tentang fenomena sosial. Menurut Sugiyono (2012: 135) Skala Likert adalah skala dalam skala interval dan responden diminta membuat pilihan tentang tingkat kesetujuannya sesuai dengan persepsinya. Untuk keperluan analisis kuantitatif maka jawaban itu dapat diberi skor, misalnya :
1. Sangat setuju/selalu/sangat positif diberi skor 5
2. Setuju/sering/positif diberi skor 4
3. Netral/tidak tahu 3
4. Tidak Setuju/hampir tidak pernah/negatif diberi skor 2 5. Sangat tidak setuju/tidak pernah diberi skor 1 3.11 Metode Analisis Data
3.11.1 Uji Instrumen
Menurut Sinulingga, (2015:225) uji instrumen penelitian memiliki peran penting dalam penelitian kuantitatif karena kualitas data ditentukan oleh kualitas instrumen yang digunakan dengan maksud data yang digunakan dapat mewakili keadaan yang sedang diukur pada diri sampel penelitian. Pengujian instrumen mempunyai dua dimensi yaitu validitas daata dan reliabilitas data. Suatu penelitian yang bermutu haruslah didukung oleh ke dua pengujian tersebut agar dapat meyakinkan pihak eksternal
3.11.1.1 Uji Validitas
Validitas data ialah suatu ukuran yang mengacu kepada derajat kesesuaian antara data yang dikumpulkan dan data sebenarnya dalam sumber data Uji validitas kuesioner penelitian ini juga menggunakan bantuan software statistik untuk memperoleh hasil yang terarah. Pengujian validitas menggunakan bantuan program SPSS version 20.0 Linux for windows. Pengambilan keputusan berdasarkan nilai p value signifikan kurang dari 0,05 (5%) maka item pertanyaan tersebut dinyatakan valid dan sebaliknya jika nilai p value atau signifikasi sama dengan atau lebih dari 0,05 (5%) dinyatakan tidak valid.
Kriteria pengujian validitas menurut Husein umar (2008:166) adalah sebagai berikut :
1. Jika r hitung > r tabel, maka pernyataan tersebut valid.
2. Jika r hitung < r tabel, maka pernyataan tersebut tidak valid.
3.11.1.2 Uji Reliabilitas
Uji Reliabilitas adalah alat ukur berkenaan dengan derajat konsistensi dan stabilitas data yang dihasilkan dari proses pengumulan data dengan menggunakan instrumen tersebut (Sinulingga, 2015:240). Suatu instrumen dapat dikatakan valid reliable bila jawaban sampel terhadap pernyataan adalah stabil dan konsisten dari waktu ke waktu. Butir kuesioner yang dinyatakan valid dalam uji validitas kemudian ditentukan reliabilitasnya dengan kriteria:
1. Jika nilai koefisien reliabilitas (alpha) > 0.6 maka dapat disimpulkan bahwa instrumen tersebut memiliki reliabilitas yang baik.
2. Jika nilai koefisien reliabilitas (alpha) < 0.6 maka dapat disimpulkan bahwa instrumen tersebut memiliki reliabilitas yang tidak baik.
3.12 Uji Asumsi Klasik
Syarat asumsi klasik yang harus dipenuhi model regresi berganda sebelum data tersebut dianalisis adalah sebagai berikut:
3.12.1 Uji Normalitas
Uji Normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah distribusi sebuah data mengikuti atau mendekati distribusi normal, yaknni distribusi data dengan bentuk lonceng dan distribusi data tersebut tidak melenceng ke kiri atau melenceng ke kanan. Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan pendekatan
Kolmogorov-smirvov dan pendekatan grafik plot. Kolmogorov-Kolmogorov-smirvov dengan menggunakan tingkat signifikan 5% (0,05) maka jika nilai Asymp.Sig.2-tailed) di atas nilai signifikan 5% artinya variabel residual berdistribusi normal dan uji normalitas dengan pendekatan grafik plot atau Normal P-P Plot of Regresion Standarized Residual adalah jika data menyabar di sekitar garis dan mengikuti arah garis diagonal maka data berdistribusi normal.
3.12.2 Uji Multikolonieritas
Menurut Ghozali, (2013:47) uji multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelsai antar variabel bebas (independen). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi kosrelasi di antara variabel independen. Jika variabel independen saling berkorelasi, maka variabel-variabel ini tidak ortogonal. Variabel ortogonal adalah variabel-variabel yang nilai korelasi antar sesama variabel independen sama dengan nol.
Salah satu cara untuk mengetahui terjadi atau tidaknya multikolonieritas di dalam model regresi adalah dengan melihat nilai tolerance dan lawanya serta nilai Variance Inflation Factor (VIF), Tolerance mengukur variabelitas variabel independen yang terpilih yang tidak dijelaskan oleh variabel dependen lainnya.
Nilai cut off yang umum dipakai untuk menunjukan adanya multikolonieritas adalah nilai tolerance > 0,1 atau sama dengan nilai VIF < 10.
3.12.3 Uji Heteroskedastisitas
Menurut Ghozali (2013:139), uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance residual dari suatu
pengamatan ke pengamatan lain tetap maka disebut homoskedastisitas, dan jika berbeda maka terjadi heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang homoskedastisitas atau tidak terjadinya heteroskedastisitas. Kriteria terjadinya heteroskedastisitas dalam suatu model adalah jika signifikansinya kurang dari 0,05.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode grafik yaitu dengan melihat titik pola pada grafik regresi untuk melihat ada atau tidaknya heterokedastisitas.
3.13 Uji Linieritas
3.13.1 Analisis Regresi Linear Berganda
Menurut Priyatno (2014: 148) analisi regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh atau hubungan secara linear antar dua variabel independen dengan variabel dependen.
Secara umum regresi berganda antara variabel bebas (X) dan variabel terkait (Y) mengikuti persamaan Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 +e
Keterangan Y = Variabel Dependen (impulse Buying) X = Variabel Independen (Diskon & Promo) a = Konstanta Regresi
b1,b2,b3= Koefisien Regresi X1 = Diskon (Discount) X2 = Promo (Promotion)
X3 = Diskon (Discount) dan Promo (Promotion) e = Standart error
3.14 Uji Hipotesis
Perhitungan variabel dapat disebut signifikan secara statistik apabila uji statistik berada dalam daerah kritis (daerah dimana H0 ditolak) dan tidak signifikan apabila uji statistiknya berada dalam daerah H0 diterima. Uji hipotesis yang dilakukan adalah sebagai berikut:
3.14.1 Uji Parsial (Uji-T)
Menurut Ghozali (2013: 98) uji t pada dasarnya menunjukan seberap jauh pengaruh suatu variabel penjelas atau independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen.
Kriteria pengambilan keputusan adalah sebagai berikut:
1. Jika t hitung > t tabel maka H0 ditolak dan Ha diterima pada α =5%
2. Jika t hitung < t tabel maka H0 diterima dan Ha ditolak pada α =5%
3.14.2 Uji Secara Simultan/Serempak (Uji-F)
Menurut Ghozali (201: 98) uji F ini dilakukan untuk melihat apakah semua variabel bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara simultan (serempak) terhadap variabel terikat.
Pengambilan Keputusan dilakukan berdasarkan perbandingan nilai F hitung dengan melihat tingkat signifikansi yang telah ditetapkan sebagai berikut:
H0 diterima jika Fhitung< Ftabel pada α = 5%.
Ha diterima jika Fhitung> Ftabel pada α = 5%.
3.14.3 Koefisien Determinan (R2)
Menurut Ghozali (2013: 97) koefisien Goodness of Fit (R2) atau koefisien determinasi digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan variabel-variabel bebas dalam menerangkan variasi variabel-variabel terikat. Koefisien Determinan (R2) ini berkisar antara nol sampai dengan satu ≤ (0( R2) ≤ 1). Dimana semakin tinggi R2 ( mendekati 1) maka variabel–variabel bebas memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variabel–variabel terkait, dan apabila R2 = 0 menunjukan variabel bebas secara keseluruhan tidak dapat menjelaskan variabel terikat.
55 BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Umum Perusahaan 4.1.1 Sejarah Lazada
Lazada merupakan salah satu situs belanja online yang menawarkan berbagai macam jenis produk mulai dari elektronik, pakaian, mainan, perlengkapan olahraga dan sebagainya. Lazada merupakan bagian dari Lazada Group yang memiliki basis beroperasi di Asia Tenggara di Singapore. Hingga tahun 2018 Lazada telah mencakup berbagai pasar E-commerce di berbagai negara seperti Indonesia, Malaysia, Singapore, Vietnam, Thailand, dan Filipina dengan negara Singapura sebagai lokasi kantor pusat bisnis.
Lazada Group sendiri merupakan salah satu anak dari perusahaan internet dari Jerman yang bernama Rocket Internet. Lazada Indonesia sendiri di luncurkan pada Maret 2012 dengan model bisnis milik barang sendiri untuk dijual secara online. Pada tahun berikutnya toko pihak ke tiga bisa berjualan di Lazada. Dengan perkembangan bisnis yang terus berkembang membuat banyak investor yang tertarik menginvestasikan dana mereka kepada E-commerce ini. Investor besar seperti JP Morgan, retailer Swedia Kinnevik, sampai raksasa retail inggris Tesco yang menjadi investor Lazada.
Pada tahun 2013 Lazada mengenalkan Lazada Express untuk melengkapi mitra logistik pihak ketiga perusahaan dengan tujuan untuk menyediakan layanan pengiriman jarak jauh, memperluas jangkauan geografis Lazada dan semakin
meningkatkan pengalaman baik berbelanja konsumen di Lazada. Pada tahun ini juga Lazada melakukan perpanjangan kampanye hari belanja online nasional (HARBOLNAS) online Revoulution 11.12 mulai dari 11 November sampai 12 Desember.
Lazada telah mecatatakan beberapa pencapaian yang luar biasa. Seperti pada bulan September 2014 Lazada Indonesia berhasil melakukan penjualan smartphone dengan merek dagang Xiaomi yang berhasil terjual sold out dalam waktu tujuh menit. Pada tahun itu juga Lazada disebut sebagai situs e-commerce paling populer di Indonesia berdasarkan hasil riset oleh perusahaan riset Nusa Research. Pada bulan Desember 2014 Lazada juga berhasil mengadakan event hari belanja online nasional (HARBOLNAS) Online Revolution 12.12 yang mencatatkan 10 juta kunjungan pada situs dan aplikasi Lazada dalam kurun waktu 24 jam.
Pada tahun 2015 Lazada meluncurkan Seller Center Android app untuk membuat penjualan di Lazada lebih mudah untuk merek dan pedagang dari berbagai wilayah dan negara. Bulan December Lazada memecahkan rekor dengan 36 juta pengunjung dalam tiga hari terakhir dari kampanye hari belanja online nasional (HARBOLNAS) Online Revolution.
Kiprah perkembangan bisnis Lazada menarik perhatian dari salah satu raksasa E- Commerce dari Tiongkok yaitu Alibaba Group untuk ikut terjun di pasar e-commerce di Asia Tenggara. Pada April tahun 2016 Lazada telah diakusisi oleh Alibaba setelah memberikan dana dengan total US$ 1.000.000.000
dan membuat niali valuasi Lazada melonjak naik dan bernilai sama dengan US $ 1.500.000.000 yang separuhnya untuk membeli saham mayoritas di Lazada.
Pada 2017 Lazada menjadi reseller online resmi dari produk Apple pertama di Asia Tenggara. Dan juga memperpanjang pemecahan rekor beruntun dengan US$ 250.000.000 GMV pada penutupan terakhir hari belanja online nasional (HARBOLNAS) ke-enam.
Dan pada tahun 2018 Lazada menciptakan LazStar Academy, dengan berkerjasama dengan Alibaba Business School dan Taobao University, yang akan membangun jaringan pelatih ahli bersetifikat dan berpengalaman di antara tenaga penjual Lazada, untuk melatih dan mengembangakan keahlian dari penjual lainnya.
Berfokus pada pengiriman dan pengalaman berbelanja yang menyenangkan bagi konsumen, juga menyediakan layanan pelanggan yang komprehensif dan gratis pengembalian barang melalui kelompok pengiriman pertama dan terakhir yang didukung oleh sekitar 100 mitra logistik.
4.1.2 Visi dan Misi Lazada
Lazada Group mempunyai visi dan misi sebagai berikut :
1. Visi
Menjadi tempat belanja online yang terpercaya dan memberikan kualitas terbaik dari segi mutu maupun pelayanan terhadap konsumen.
2. Misi
Melayani segala kebutuhan pembeli baik mulai dari pemesanan hingga pengiriman barang sampai ditempat pembeli.
4.1.3 Logo Perusahaan
Gambar 4.1 Logo Lazada
Sumber : www.Lazada.co.id 4.1.4 Struktur Organisasi Perusahaan
Gambar 4.2 Struktur Organisasi
Sumber : www.Lazada.co.id
4.2 Penyajian Data
Pada bab ini, penulis akan menyajikan data yang didapat berdasarkan hasil dari data primer yaitu berupa hasil dari kuesioner yang telah disebarkan oleh peneliti sebelumnya yang terdiri dari data identitas pribadi responden dan data variabel penelitian yang berupa jawaban responden terhadap pernyataan yang diajukan di dalam kuesioner.
4.2.1 Analisis Identitas Responden
Data dari identitas responden digunakan untuk mengidentifikasi para responden. Responden yang diambil dalam penelitian ini adalah masyarakat Kota Medan yang diambil secara acak dengan metode accidental sampling yang berjumlah 96 orang. Data dari masing-masing responden mengenai identitas diri terdiri dari usia, jenis kelamin, pekerjaan, Kurun waktu menggunakan Lazada, Pendapatan, dan Jenis produk yang paling banyak dibeli pada HARBOLNAS.
Untuk lebih jelas dilihatkan pada tabel-tabel yang di uraikan di bawah ini:
4.2.1.1 Identitas Berdasarkan Usia
Berdasarkan hasil analisis, mayoritas responden berdasarkan usia didomnasi oleh usia 21-25 tahun yaitu sebanyak 69 orang (71,9%) dari jumlah sampel yang ditentukan. Hal ini menunjukan bahwa pengguna dari Lazada di Kota Medan kebanyakan berasal dari kalangan remaja menuju dewasa yang sudah familiar dengan online shopping dan menjadi gaya hidup kesehariaan mereka.
Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 4.1
Identitas Responden Berdasarkan Usia
No. Usia Frekuensi Persentase(%)
1 19-20 Tahun 17 17,7
2 21-25 Tahun 69 71,9
3 26-30 Tahun 9 9,4
4 31-35 Tahun 1 1,0
5 Lebih dari 40 tahun - -
Jumlah 96 100
Sumber : Data primer yang diolah, 2019 4.2.1.2 Identitas Berdasarkan Jenis Kelamin
Hasil dari analisis menunjukan bahwa karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin didominasi oleh responden berjenis kelamin perempuan yang lebih dominan dalam berbelanja online dengan persentase sebesar 52,1% (50 responden) dari jumalah sampel yang ditetapkan disusul kemudian sebanyak 47,9% (46 responden) yang berjenis kelamin laki-laki. Hal ini dapat disimpulkan bahwa konsumen wanita menyukai berbelanja terlebih lagi berbelanja online.
Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 4.2
Identitas Responden Berdasarkan Jenis Kelamin NO Jenis Kelamin Frekuensi Persentase
1 Laki-Laki 46 47,9
2 Perempuan 50 52.1
Jumlah 96 100
Sumber : Data primer yang diolah, 2019
4.2.1.3 Identitas Berdasarkan Pekerjaan
Hasil dari analisis menunjukan berdasarkan dari pekerjaan mayoritas sebagai pelajar atau mahasiswa yang memiliki persentase sebesar 84,4% (81 responden) dari jumlah sampel yang telah di tentukan. Hal ini menunjukan bahwa pelajar atau mahasiswa telah biasa berbelanja online menggunakan E-commerce Lazada. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 4.3
Identitas Responden Berdasarkan Pekerjaan
NO Jenis Pekerjaan Frekuensi Persentase
1 Pelajar/Mahasiswa 81 84,4
2 Karyawan Swasta 12 12,5
3 PNS 1 1,0
4 Lain-lain 2 2,1
Jumlah 96 100
Sumber : Data primer yang diolah, 2019
4.2.1.4 Identitas Berdasarkan Kurun Waktu Menggunakan
Hasil analisis menunjukan berdasarkan kurun waktu menggunakan Lazada mayoritas berada pada 1-2 tahun dengan 54,2% (52 responden) hal ini menunjukan bahwasanya mayoritas responden telah mengikuti setidaknya satu kali event harbolnas.
Tabel 4.4
Kurun Waktu menggunakan Lazada
NO Lama Waktu Frekuensi Persentase
1 < 1 Tahun 28 29,2
2 1-2 Tahun 52 54,2
3 2-3 Tahun 15 15,6
4 > 3 Tahun 1 1.0
Jumlah 96 100
Sumber : Data primer yang diolah
4.2.1.5 Identitas Berdasarkan Pendapatan Perbulan
Hasil analisis jawaban responden menunjukan mayoritas responden cukup memiliki finansial yang cukup memadai untuk berbelanja pada saat event harbolnas. Hasil dari data menunjukan sebesar 54,2% (52 Responden) memiliki pendapatan per bulan dalam range Rp 1.000.000 sampai Rp 2.000.000. Untuk lebih jelas dapat dilihat dari tabel dibawah ini.
Tabel 4.5
Pendapatan Perbulan Responden
No Pendapatan Frekuensi Persentase
1 < Rp 1.000.000 33 34,4
2 Rp 1.000.000-Rp 2.000.000 52 54,2
3 Rp 2.000.000-Rp 3.000.000 8 8,3
4 Rp 3.000.000-Rp 4.000.000 2 2,1
5 >Rp 4.000.000 1 1,0
Jumlah 96 100
Sumber : Data Primer yang diolah
4.2.1.6 Identitas Berdasarkan Jenis Produk Yang Dibeli
Hasil dari analisis identitas responden menunjukan mayoritas responden lebih banyak yang memilih membeli pakaian (fashion) yang dibeli pada saat hari belanja online nasional berlangsung sebanyak 44,8% (43 responden) hal ini sesuai dengan riset yang dilakukan oleh Nielsen pada tahun 2018 yang menyatakan produk fashion atau pakaian merupakan produk yang paling banyak terjual selama hari belanja online nasional 2018 berlangsung. Untuk data yang lebih jelas dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 4.6
Jenis Produk Yang Paling Banyak Dibeli Pada HARBOLNAS
No Jenis Produk Frekuensi Persentase
1 Elektronik 7 7,3
2 Furniture 1 1,0
3 Pakaian (Fashion) 43 44,8
4 Perlengkapan Olahraga 25 26,0
5 Personal Care (Perawatan Kecantikan)
15 5,2
6 Smarthphone & Gadget 5 5,2
Jumlah 96 100
Sumber : Data Primer yang diolah, 2019
4.2.2 Analisis Variabel Pernyataan Responden
4.2.2.1 Analisis Pernyataan Variabel Diskon (X1) Dari Reponden
Hasil analisis pernyataan dari responden menunjukan sebanyak 44,8%
(43 responden) sangat setuju dan sebanyak 41,7% (40 responden) setuju bahwa mereka akan membeli produk dengan jumlah yang lebih banyak di Lazada jika harga produk lebih murah dari harga normalnya. Hal ini menunjukan bahwa responden akan membeli produk dalam kuantitas yang lebih apabila harga lebih murah dari harga normal. Sesuai dengan teori yang digunakan dalam Variabel Diskon (Discounts), pada indikator memicu pembelian yang lebih banyak yaitu apabila harga produk lebih murah maka konsumen akan membeli dalam jumlah yang lebih banyak. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel 4.7
Tabel 4.7
Tanggapan Responden Akan Membeli Produk Dalam Jumlah Yang Lebih Banyak Jika Harga Produk Lebih Murah Dari Harga Normalnya
No Kategori Frekuensi Persentase
1 Sangat Setuju 43 44,8
2 Setuju 40 41,7
3 Netral 9 9,4
4 Tidak Setuju 4 4,2
5 Sangat Tidak Setuju - -
Jumlah 96 100
Sumber : Data Primer yang diolah, 2019
Berdasarkan hasil analisis dari pernyataan responden didapati bahwa sebanyak 58,3% (56 responden) setuju dan 30,2% (29 responden) memilih sangat setuju dengan pernyataan diskon Lazada pada saat HARBOLNAS menarik bagi konsumen untuk melakukan pembelian yang lebih banyak lagi. Hal ini dapat disimpulkan responden akan membeli lebih banyak lagi produk yang diberikan diskon pada saat hari belanja online nasional. Sesuai dengan teori yang digunakan dalam Variabel Diskon (Discounts), pada indikator memicu pembelian yang lebih banyak yaitu apabila harga produk lebih murah maka konsumen akan membeli dalam jumlah yang lebih banyak. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 4.8
Diskon Lazada Pada Saat Harbolnas Menarik Bagi Saya Untuk Melakukan Pembelian Yang Lebih Banyak Lagi
No Kategori Frekuensi Persentase
1 Sangat Setuju 29 30,2
2 Setuju 56 58,3
3 Netral 11 11,5
4 Tidak Setuju - -
5 Sangat Tidak Setuju - -
Jumlah 96 100
Sumber : Data Primer yang diolah, 2019
Berdasarkan hasil analisis dari pernyataan responden menunjukan bahwa 30,2% (29 responden) setuju dan 55,2% (53 responden) sangat setuju bahwa diskon HARBOLNAS yang diberikan Lazada lebih menarik daripada penawaran diskon dari online shop lainnya. Dapat di simpulkan bahwa responden lebih tertarik pada penawaran diskon yang diberikan Lazada pada saat HARBOLNAS daripada penawaran diskon online shop lainnya. Sesuai dengan teori yang digunakan dalam variabel diskon (discounts), pada indikator mengantisipasi promosi pesaing yaitu diskon yang ditawarkan Lazada menarik bagi konsumen untuk membeli dari Lazada pada saat Harbolnas.
Tabel 4.9
Diskon Hari Belanja Online Nasional Yang Diberikan Lazada Lebih Menarik Bagi Saya Daripada Penawaran Diskon Dari Online Shop Lainnya
No Kategori Frekuensi Persentase
1 Sangat Setuju 29 30,2
2 Setuju 53 55,2
3 Netral 11 11,5
4 Tidak Setuju 3 3,1
5 Sangat Tidak Setuju - -
Jumlah 96 100
Sumber : Data Primer yang diolah, 2019
Berdasarkan hasil analisis pernyataan dari responden di dapatkan bahwa 38,5% (37 responden) sangat setuju, dan 46,9% (45 responden) setuju bahwa pada saat hari belanja online nasional mayoritas responden memilih berbelanja di Lazada dari pada di online shop lainnya. Disimpulkan bahwa mayoritas responden lebih memilih Lazada dalam berbelanja pada saat HARBOLNAS berlangsung.
Hal ini sesuai dengan teori dari diskon (discounts) dengan indikator mengantisipasi promosi dari pesaing yang dilakukan oleh Lazada selama hari belanja online nasional berlangsung.
Tabel 4.10
Pada Saat Hari Belanja Online Nasional Saya Lebih Memilih Berbelanja Di Lazada Daripada Di Online Shop Lain
No Kategori Frekuensi Persentase
1 Sangat Setuju 37 38,5
2 Setuju 45 46,9
3 Netral 13 13,5
4 Tidak Setuju 1 1,0
5 Sangat Tidak Setuju - -
Jumlah 96 100
Sumber : Data Primer yang diolah ( 2019)
Berdasarkan hasil analisis pernyataan dari responden ditemukan 30 responden (31,3%) sangat setuju dan 53 responden (55,2%) setuju terhadap pernyataan penawaran diskon Lazada pada saat hari belanja online nasional (HARBOLNAS) membantu konsumen untuk membeli barang yang mereka
Berdasarkan hasil analisis pernyataan dari responden ditemukan 30 responden (31,3%) sangat setuju dan 53 responden (55,2%) setuju terhadap pernyataan penawaran diskon Lazada pada saat hari belanja online nasional (HARBOLNAS) membantu konsumen untuk membeli barang yang mereka