BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Penyajian Data (Hasil Penelitian)
masjid. Ini di tinjau dari segi agama dan kepercayaan masyarakat desa bantimurung mayoritas beragama islam.
B. Penyajian Data (Hasil Penelitian)
16. Pembangunan plat duecker dusun salupangi
47.956.000,00 2021 17. Pembangunan plat duecker
dusun poringan
57.650.000,00 2021
Total 1.070.750.000,00
Sumber : Data sekunder pemerintah Desa Bantimurung 2. Deskripsi Responden
Karakteristik responden dalam memberikan pernyataan dan penilaiaan atas pertanyaan yang di ajukan oleh peneliti. Koesioner berisikan 18 item pertanyaan yang di sebarkan peneliti kepada 94 orang responden, di mana responden merupakan masyarakat desa bantimurung kecamatan bone-boneyang dinyatakan dalam kuesioner adalah jenis kelamin, usia, pendidikan, serta pengalaman kerja dari masing-masing responden. Adapun jawaban tentang responden di jelaskan sebagai berikut:
a. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin pada penelitian ini dapat di lihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.3 Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Sumber : Data diolah oleh peneliti, 2022
Pada tabel 4.2karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin di ketahui bahwa responden berjenis kelamin perempuansebanyak 62 orang atau sekitar 65,96% dari keseluruhan jumlah responden sedangkan responden berjenis kelamin laki-laki sebanyak 32orang atau
Jenis Kelamin Frekuensi Presentase (%)
Perempuan 62 65,96 %
Laki-laki 32 34,04 %
Jumlah 94 100%
sekitar 34,04% dari keseluruhan jumlah responden. Sehingga dapat di simpulkan bahwa rata-rata responden pada penelitian ini didominasi oleh laki-laki.
b. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
Karakteristik responden berdasarkan usia dapat diliat pada tabel berikut ini :
Tabel 4.4 Responden Berdasarkan Usia
Usia (Tahun) Frekuensi Persentase (%)
19-26 59 62,77%
27-39 26 27,66%
40-50 9 9,57%
Jumlah 94 100%
Sumber : Data diolah oleh peneliti, 2022
Pada tabel 4.3 tersebut, di ketahui untuk responden yang memiliki usia 19-26 tahun berjumlah 59 orang atau 62,77%.
Responden usia 27-39 tahun 26 orang atau 27,66%, responden berusia 40-50 tahun sebanyak 9 orang atau 9,57%dari jumlah keseluruhan responden. Dapat diartikan bahwa sasaran responden pada penelitian ini adalah generasi muda karena memiliki peranan penting terhadap pembangunan yang ada di desa bantimurung.
c. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir
Responden berdasarkan pendidikan terakhir dapat diliat sebagai berikut ini :
Tabel 4.5 Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir Pendidikan Responden Frekuensi Persentase (%)
SMA/SMK 44 46,81%
S1 38 40,43%
D3 9 9,57%
S2 3 3,19%
Jumlah 94 100%
Sumber : Data diolah oleh peneliti, 2022
Dilihat pada tabel 4.4, diketahui untuk responden yang pendidikan terakhirnya SMA sejumlah 44 orang atau 46,81%, untuk yang S1 sejumlah38 orang atau sekitar 40,43%.D3 sejumlah 9 orang atau sekitar 9,57% dan S2 sebanyak 3 orang atau sekitar 3,19% dari jumlah keseluruhanresponden. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata responden pada penelitian ini berpendidikan terakhirnya SMA.
d. Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan
Karalteristik responden berdasarkan pekerjaan dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 4.6 Responden Berdasarkan Pekerjaan Pekerjaan Responden Frekuensi Persentase (%)
Petani 25 26,66%
Pelajar/Mahasiswa 27 28,72%
IRT 10 10,64%
Wiraswasta 26 27,66%
PNS 6 6,38%
Jumlah 94 100%
Sumber : Data diolah oleh peneliti, 2022
Pada tabel 4.5 diketahui responden yang bekerja sebagai petani sejumlah 25 orang atau sekitar 26,60%. Responden yang
bekerja sebagai pelajar/mahasiswa dengan jumlah 27 orang atau sekitar 28,72%. Responden yang bekerja sebagai IRT (Ibu Rumah Tangga) berjumlah 10 orang atau sekitar 10,64%. Responden yang bekerja sebagai wiraswasta berjumlah 26 orang atau sekitar 27,66% dan Responden yang bekerja sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil) berjumlah 6 orang atau sekitar 6,38% dari jumlah keseluruhan responden. Sehingga ini menunjukkan bahwa sasaran pada penelitian ini adalah responden yang pekerjaanya pelajar/mahasiswa.
3. Hasil Uji Analisis Deskriptif Statistic
Deskriptif variabel dari 94 responden dalam penelitian dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 4.7
Sumber : Data diolah oleh peneliti, 2022
Berdasarkan tabel 4.6 menunjukkan bahwa sktatistik deskriptif dari setiap variabel penelitian ini, dapat di lihat hasil statistik deskriptif terhadap dana desa (X1) menunjukkan nilai minimum sebesar 1, nilai maksimum sebesar 30 serta mean sebesar 25,7 dengan std deviation sebesar 2,95. Ini artinya adalah untuk pengelolaan dana desa (X1) di
Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean
Std.
Deviation Pengelolaan
Dana desa
94 17,00 30,00 25,787 2
2,95439
Perangkat desa 94 11,00 20,00 17,106 4
1,97548
Pembangunan infrastruktur
94 13,00 30,00 24,914 9
3,00415 Valid N (listwise) 94
desa bantimurung memiliki persentase yang paling rendah sebesar 17%
dan paling tinggi sebesar 30% dengan rata-rata 25,7.
Selanjutnya untuk variabel perangkat desa (X2) menunjukkan hasil statistik deskriptif dengan nilai minimum sebesar 11, nilai maksimum sebesar 20, serta nilai mean sebesar 17 dengan std deviation sebesar 1,97. Sedangkan untuk variabel pembangunan infrastruktur (Y) memiliki nilai 59 minimum sebesar 13, maksimum sebesar 30 dengan rata-rata 24,9 serta standar deviasi sebesar 3,00.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai mean yang paling tertinggi dari semua variabel yaitu dana desa (X1) senilai 25,7872, sedangkan untuk yang terendah yaitu variabel perangkat desa (X2) dengan nilai 17,1064. Lalu untuk nilai standar deviasi tertinggi dari keseluruhan variabel yaitu variabel pembangunan Infrastruktur (Y).
4. Hasil Uji Validitas dan Rehabilitas a. Uji Validitas
Untuk uji validitas ini dilakukan untuk mengukur apakah data yang telah didapat setelah penelitian merupakan data yang valid atau tidak, dengan menggunakan alat ukur yang digunakan (kuesioner). Uji validitas dilakukan pada responden sebanyak 94. Berikut uji validitas terhadap penelitian sebagai berikut :
Tabel 4.8 Uji Validitas
Variabel Penelitian Pernyataan r Hitung r Total Ket.
Pengelolaan Dana Desa (X1)
1 0,703 0,201 Valid
2 0,759 0,201 Valid
3 0,760 0,201 Valid
4 0,743 0,201 Valid
5 0,606 0,201 Valid
6 0,635 0,201 Valid
Perangkat Desa (X2)
1 0,688 0,201 Valid
2 0,745 0,201 Valid
3 0,748 0,201 Valid
4 0,696 0,201 Valid
Pembangunan Infrastruktur (Y)
1 0,710 0,201 Valid
2 0,707 0,201 Valid
3 0,496 0,201 Valid
4 0,611 0,201 Valid
5 0,681 0,201 Valid
6 0,705 0,201 Valid
Sumber : Data diolah oleh peneliti, 2022
Berdasarkan tabel Uji Validitas Pengelolaan Dana Desa (X1) dan Perangkat Desa (X2) terhadap Pembangunan Infrastruktur (Y), di atas dapat di simpulkan bahwa setiap item pernyataan untuk masing-masing variabel dinyatakan valid dikarenakan apabila r hitung > r tabel maka pernyataan di katakan Valid.
b. Uji Rehabilitas
Uji reliabilitas ini dilakukan pada responden sebanyak 94 pada warga desa bantimurung, dengan menggunakan pertanyaan yang telah dinyatakan valid dalam uji validitas dan akan ditentukan reliabilitasnya. Berikut adalah uji rehabilitas dalam penelitin ini :
Tabel 4.9 Uji Rehabilitas
Sumber : Data diolah oleh peneliti, 2022
Variabel Alpha Keterangan
Dana Desa (X1) 0,787 Reliabel
Perangkat Desa (X2) 0,683 Reliabel
Pembangunan Infrastruktur (Y) 0,733 Reliabel
Berdasarkan uji reabilitas dapat dilihat nilai cronbach alpha tiap variabel >0,6 maka variabel pengelolaan dana desa, perangkat desa, pembangunan infrastruktur dapat dikatakan reliabel atau dapat dipercaya.
5. Hasil Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas
Uji normal bertujuan untuk mengetahui apakah nilai residual berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas dikatakan normal apabila nilai tingkat signifikansinya > 0,05 dan dikatakan tidak berdistribusi normal jika nilai signifikannya < 0,05.
Tabel 4.10 Uji Normalitas
Sumber : Data diolah oleh peneliti, 2022
Berdasarkan tabel 4.8 dapat dilihat untuk hasil uji one sample kolmogorov-smirnov test dihasilkan nilai dari uji normalitas sebesar
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 94
Normal Parametersa,b Mean .0000000
Std.
Deviation
2.30361126
Most Extreme Differences Absolute .073
Positive .043
Negative -.073
Test Statistic .073
Asymp. Sig. (2-tailed) .200c,d
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
d. This is a lower bound of the true significance.
0,200, maka dapat disimpulkan bahwa uji normalitas pada data berdistribusi normal dikarenakan nilainya lebih besar dari standar nilai yaitu 0,05.
b. Hasil Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas bertujuan untuk mengetahui apakah terjadi interkorelasi (hubungan yang kuat) antar variabel independent. Pada uji multikolinearitas, jika nilai tolerance lebih besar dari > 0,10, artinya tidak terjadi multikolinieritas dan jika nilai VIF lebih kecil dari <10.00 artinya tidak terjadi multikolinearitas.
Tabel 4.11 Uji Multikolinearitas
Variabel Colinearity Statistics
Tolerance VIF
1.
(Constant)
Pengelolaan Dana
Desa 0,995 1,005
Perangkat Desa 0,995 1,005
Sumber : Data diolah oleh peneliti, 2022
Berdasarkan pada tabel 4.9 dapat dilihat nilai VIF pada varibel pengelolaan dana desa dan variabel perangkat desa adalah 1,005 <
10,00 dan untuk nilai tolerance nya 0,995 >0,10 sehingga data tersebut dinyatakan tidak terjadi multikolinearitas.
c. Hasil Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas merupakan bagian dari uji asumsi klasik dalam model regresi, dimana salah satu persyaratan yang harus terpenuhi dalam metode regresi yang baik adalah tidak terjadi gejala heteroskedastisitas. Untuk mengetahui apakah terdapat gejala heteroskedastisitas maka dilakukan dengan metode Scatter Plot
yang artinya jika polanya tidak teratur maka model regresinya bebas dari masalah heteroskedastisitas. Berikut ini adalah hasil dari uji heteroskedastisitas dengan menggunakan metode Scatter Plot.
Gambar 4.2 Hasil Uji Heteroskedastisitas
Sumber : data di olah oleh peneliti, 2022
Berdasarkan gambar 4.2 dapat dilihat penyebaran titik-titik data pada grafik Scatterplot tidak berpola dan titik-titik data penyebar di atas dan dibawah atau sekitar angka 0 atau tidak mengumpul hanya di atas atau bawah saja, maka dapat disimpulkan bahwa data tersebut tidak terjadi heteroskedastisitas.
6. Hasil Uji Analisis Regresi Linear Berganda
Tabel 4.12 Hasil Uji Regresi Linear Berganda
Model Unstandardized Coefficients
Standardized
Coefficients t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 5,269 2,473 2,131 ,036
Dana desa ,370 ,092 ,364 4,030 ,000
Perangkat desa ,591 ,137 ,389 4,303 ,000
Sumber : data diolah oleh peneliti, 2022
Berdasarkan tabel 4.11 dapat dianalisis dengan menggunakan model estimasi adalah sebagai berikut :
Y = 5,269 + 0,370 (X1) + 0,591 (X2) + e Dari persamaan di atas maka dapat dijelaskan bahwa :
a. Nilai konstanta sebesar 5,269, yang menyatakan jika variabel independen (pengelolaan dana desa dan perangkat desa) sama dengan 0, maka pembangunan infrastruktur akan meningkat sebebar 5,269 satuan.
b. Nilai koefisien dana desa (X1) sebebar 0,370, yang berarti bahwa setiap terjadi peningkatan variabel X1 sebesar 1 satuan maka pembangunan infrastruktur meningkat sebesar 0,370 satuan.
c. Nilai koefisien perangkat (X2) sebebar 0,591, yang berarti bahwa setiap terjadi penurunan variabel X2 sebesar 1 satuan maka pembangunan infrastruktur menurun sebesar 0,591 satuan.
7. Hasil Uji Hipotesis a. Hasil Uji t
Tabel 4.13 Hasil Uji t
Model Unstandardized
Coefficients
Standardized
Coefficients T Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 5,269 2,473 2,131 ,036
Dana desa ,370 ,092 ,364 4,030 ,000
Perangkat desa ,591 ,137 ,389 4,303 ,000 Sumber : data diolah oleh peneliti, 2022
Berdasarkan tabel 4.12 dapat di jabarkan dengan model estimasi berikut ini :
1. Pengaruh pengelolaan dana desa (X1) terhadap pembangunan infrastruktur
Pada tabel 4.12 yaitu hasil uji t (parsial) menunjukkan bahwa nilai signifikansi pegaruh dana desa (X1) terhadap pembangunan infrastruktur (Y) adalah 0,000 < 0,005 dan nilai t hitung 4,030 >
1,986 (nilai t tabel), maka dapat disimpulkan H0 ditolak dan H1 di terima yang artinya terdapat pengaruh pengelolaan dana desa terhadap pembangunan infrastruktur secara signifikan.
2. Pengaruh peran perangkat desa (X2) terhadap pembangunan infrastruktur
Untuk hasil uji t pada variabel X2 menunjukkan bahwa nilai signifikansi pengaruh peran perangkat desa (X2) terhadap pembangunan infrastruktur (Y) adalah 0,000 < 0,005 dan nilai t hitung 4,303 > 1,986 (nilai t tabel), maka dapat disimpulkan H2 diterima yang artinya terdapat pengaruh perangkat desa terhadap pembangunan infrastruktur.
b. Uji R2 (Koefisien Determinasi)
Tabel 4.14 Uji R2 (Koefisien Determinasi)
Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R
Square
Std. Error of the Estimate
1 ,642a ,412 ,399 2,32879
a. Predictors: (Constant), X2, X1 b. Dependent Variable: Y
Sumber : Data diolah oleh peneliti, 2022
Dari tabel 4.13 dapat dilihat uji koefisien determinasi diketahu i bahwa besarnya angka R2 adalah 0,412 yang menunjukkan bahwa variabel independen yaitu dana desa (X1), perangkat desa (X2) menjelaskan pengaruh terhadap variabel dependen yaitu pembangunan infrastruktur sebesar 0,412 atau 41,2 %, sedangkan untuk sisanya58,8 dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya yang berasal dari luar variabel yang telah diteliti.