BAB III METODE PENELITIAN
3.6 Uji Hipotesis
Prosedur bootstrapping menghasilkan nilia t-statistik untuk setiap jalur hubungan yang digunakan untuk menguji hipotesis. Nilai t-statistik tersebut akan dibandingkan dengan nilai t-tabel. Penelitian yang menggunakan tingkat kepercayaan 95% sehingga tingkat presisi atau batas ketidakakuratan (ɑ) = 5% = 0,05. Jika nilai t-statistik lebih kecil dari nilia t-tabel ( t-t-statistik < 1,96), maka Ho diterima dan Ha ditolak. Jika nilai t-statistik lebih besar atau sama dengan t-tabel (t-statistik > 1,96), maka Ho ditolak dan Ha diterima (Ghozali dan Laten, 2015).
BAB IV
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
4.1 PT Delta Djakarta Tbk (DLTA)
PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) didirikan tanggal 15 Juni 1970 dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1933. Kantor pusat DLTA dan pabriknya berlokasi di Jalan Inspeksi Tarum Barat, Bekasi Timur-Jawa Barat. Pabrik “Anker Bir” didirikan pada tahun 1932 dengan nama Archipel Brouwerij. Dalam perkembangannya, kepemilikan dari pabrik ini telah mengalami beberapa kali perubahan hingga berbentuk PT Delta Djakarta pada tahun 1970. DLTA merupakan salah satu anggota dari San Miguel Group, Filipina, Induk usaha DLTA adalaha San Miguel Malaysia (L) Private Limited, Mlaysia. Sedangkan induk utama DLTA adalaah Top Frontier Investment Holding, Inc, berkedudukan di Filipina.
Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan DLTA yaitu teritama untuk memproduksi dan menjual bil pilsener dan bir hitam dengan merk
“Anker”, “Carlsberg”,”San Miguel”, dan “Kuda Putih”. DLTA juga memproduksi dan menjual produk minuman non-alkohol dengan merk “Sodaku”. Pada tahun 1984, DLTA memperoleh pernyataan efektif dari BAPEPAM-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham DLTA (IPO) kepada masyarakat sebanyak 347.400 dengan nilai nominal Rp1.000,-per saham dengan harga penawaran Rp2.950,-per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 27 Februari 1984.
4.2 PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)\
PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) didirikan 02 September 2009 dan mulai beroperasi secara komersial pada 01 Oktober 2009. ICBP merupakan hasil pengalihan kegiatan usaha Divisi Mi Instan dan Divisi Penyedap PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), pemegang saham pengendali. Kantor pusat perusahaan berlokasi di Sudirman Plaza, Indofood Tower, Lantai 23, Jl. Jend. Sudirman, Kav.
76-78, Jakarta, Indonesia, sedangkan pabrik perusahaan dan Entitas Anak berlokasi di pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Malaysia. Induk usaha dari perusahaan adalah PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Indonesia, sedangkan induk usaha terakhir dari perusahaan adalah First Pacific Company Limited (FP), Hongkong.
Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan ICBP terdiri dari produksi mi dan bumbu penyedap, produk makanan kuliner, biscuit, makanan ringan, nutrisi dan makanan khusus, kemasan, perdagangan, transportasi, pergudangan dan pendinginan, jasa manajemen serta penelitian dan pengembangan.
Pada tanggal 24 September 2010, ICBP memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham ICBP (IPO) kepada masyarakat sebanyak 1.166.191.000 dengan nilai nominal Rp100,-per saham dengan harga penawaran Rp5.395,-per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 07 Oktber 2010.
4.3 PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)
INDF pertama kali didirikan dengan nama PT Pangan Jaya Intikusuma yang didasarkan pada Akta No. 249 tanggal 15-11-1990 dan diubah kembali dengan Akta No. 171 tanggal 20-06-1991, semuanya dibuat dihadapan Benny Kristanto, SH, Notaris di Jakarta dan sudah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.C2-2915 HT.01.01 Tahun 91 tanggal 12-07-1991, serta telah didaftarkan di pengadilan Negeri Jakarta Selatan di bawah No.579,580 dan 581 tanggal 11-02-1992. Tambahan No.611 Perseroan mengubah namanya yang semula PT Pangan Jaya Intikusuma menjadi PT Indofood Sukses Makmur, berdasarkan Keputusan Rapat Umum Luar Biasa para pemegang saham yang dituangkan dalam akta Risalah Rapat No.51 tanggal 5-2-1994 yang dibuat oleh Benny Kristiato, SH. Notaris di Jakarta.
Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan INDF antara lain mendirikan dan menjalankan industry makanan olahan, bumbu penyedap, minuman ringan, kemasan, minyak goring, penggilingan biji gandum dan tekstil pembuatan karung terigu. Pada tahun 1994, INDF memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham INDF (IPO) kepada masyarakat sebanyak 21.000.000 dengan niali nominal Rp1.000,-per saham dengan harga penawaran Rp6.200,-per saham.
4.4 PT Mayora Indah Tbk (MYOR)
PT Mayora Indah Tbk (MYOR) didirikan 17 Februari 1997 dan memulai beroperasi secara komersial pada bulan Mei 1978. Kantor Pusat MYOR berlokasi
digedung Mayora Jl. Tomang Raya N0.21-23, Jakarta, sedangkan pabrik terletak di Tangerang dan Bekasi. Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup MYOR adalah menjalankan bidang usaha industry makanan, kembang gula dan biscuit serta menjual produknya dipasar local dan luar negeri. MYOR telah berkembang menjadi salah satu perusahaan Fast Moving Consumer Good Industri yang telah diakui keberadaannya secara global. Terbukti bahwa MYOR telah menghasilkan berbagai produk berkualitas yang saat ini menjadi merk-merk terkenal di dunia, seperti Kopiko, Dannisa, Astor, Energen, Torabika dan lain-lain. Pada tanggal 25 Mei 1990, MYOR memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham MYOR (IPO) kepada masyarakat sebanyak 3.000.000 dengan nilai nominal Rp1.000,-per saham dengan harga penawaran Rp9.300,-per saham.
4.5 PT Nippon Indosari Corporindo Tbk (ROTI)
PT Nippon Indosari Corporindo Tbk merupakan salah satu perusahaan roti dengan merek dagang Sari Roti terbesar di Indonesia. Perusahaan ini berdiri pada 08 Maret 1995 dan mulai beroperasi komersial pada tahun 1996. Pabrik pertama berlokasi di blok W, Kawasan Industri Jababeka Cikarang, dengan meningkatnya permintaan konsumen, perseroan mengembangkan usahanya dengan mendirikan pabrik di Pasuruan tahun 2005. Besarnya permintaan masyarakat atas produk Sari Roti perusahaan kembali membangun pabrik ketiga pada tahun 2008 yang juga berlokasi di kawasan industry Jababeka Cikarang. Kemudian disusul dengan pembangunan pabrik di Semarang, Medan dan Cikarang Barat pada tahun 2011 serta
pembangunan 2 pabrik di Palembang dan Makasar dan secara resmi menjual saham di Bursa Efek Indonesia dan menjual kepada public pada tahun 2010.
Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup usaha utama ROTI bergerak di bidang pabrikasi, penjualan dan distribusi roti (roti tawar, roti manis, roti berlapis, cake dan bread crumb). Pendapatan ROTI berasal dari penjualan roti tawar dan roti manis. Pada tanggal 18 Juni 2010, ROTI memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham ROTI (IPO) kepada masyarakat sebanyak 151.854.000 dengan nilai nominal Rp100,-per saham dengan harga penawaran Rp1.250,-per saham.
4.6 PT Sekar Laut Tbk (SKLT)
PT Sekar Laut Tbk (SKLT) didirikan pada 19 Juli 1976 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1976. Kantor pusat SKLT berlokasi di Wisma Nugra Santana, Lt 7, Suite 707, Jln. Jend. Sudirman Kav.7-8 Jakarta 10220 dan Kantor cabang berlokasi di Jalan Raya Darmo No. 23-25, Surabaya, serta Pabrik berlokasi di Jalan Jenggolo II/17 Sidoarjo, SKLT tergabung dalam Sekar Grup. Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan SKLT meliputi bidang industry pembuatan kerupuk, saos tomat, sambal, bumbu masak dan makanan ringan serta menjual produknya di dalam negeri maupun luar negeri. Produk-produknya dipasarkan dengan merek FINNA. Pada tahun 1993, SKLT memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham SKLT (IPO) kepada masyarakat sebanyak 6.000.000 dengan nilai nominal Rp1.000,-per saham dengan harga penawaran Rp4.300,-per saham.
BAB VI PENUTUP
6.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan analisis dari penelitian untuk menguji pengaruh Profitabilitas dan leverage terhadap Nilai Perusahaan dengan Kebijakan Dividen sebagai variabel moderasi yang dilakukan pada 6 Perusahaan Sub Sektor Makanan dan minuman di Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), dalam penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 30 laporan keuangan yang dipulikasikan oleh masing-masing perusahaan untuk periode tahun 2016-2020 pada Perusahaan Sub Sektor Makanan dan Minuman. Berdasarkan data yang telah dikumpulkan dan pengujian yang telah dilakukan terhadap permasalahan dengan menggunakan Kebijakan Dividen sebagai variabel moderasi, dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Variabel Profitabilitas (X1) berpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan PBV (Y1) Sub Sektor Makanan dan Minuman periode 2016-2020, adanya nilai original sampel estimate adalah positif sebesar 0.816 dengan nilai t statistic sebesar 3.200 (>1.96). Hasil ini berarti bahwa ROA berpengaruh signifikan terhadap PBV, hal ini menunjukkan hasil pengujian sesuai dengan Ha1, maka Ho1 ditolak.
2. Variabel Profitabilitas (X1) berpengaruh tidak signifikan terhadap Nilai Perusahaan PER (Y2) Sub Sektor Makanan dan Minuman periode 2016-2020, adanya nilai original sampel estimate adalah positif sebesar 0.045 dengan nilai t
statistic sebesar 0.131 (>1.96). Hasil ini berarti bahwa ROA berpengaruh tidak signifikan terhadap PER, hal ini menunjukkan hasil pengujian sesuai dengan H02, maka Ha2 ditolak.
3. Variabel leverage (X2) berpengaruh tidak signifikan terhadap Nilai Perusahaan PBV (Y1) Sub Sektor Makanan dan Minuman periode 2016-2020, adanya nilai original sampel estimate adalah positif sebesar sebesar 0.527 dengan nilai t statistic sebesar 1.899 (>1.96). Hasil ini berarti bahwa DER berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap PBV. Ini menunjukkan bahwa hasil pengujian sesuai dengan H03, maka Ha3 ditolak.
4. Variabel leverage (X2) berpengaruh tidak signifikan terhadap Nilai Perusahaan PER (Y2) Sub Sektor Makanan dan Minuman periode 2016-2020, adanya nilai original sampel estimate adalah positif sebesar sebesar -0.436 dengan nilai t statistic sebesar 1.603 (>1.96). Hasil ini berarti bahwa DER berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap PER. Ini menunjukkan bahwa hasil pengujian sesuai dengan H04, maka Ha4 ditolak.
5. Kebijakan Dividen tidak dapat memoderasi hubungan Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan PBV (Y1) Sub Sektor Makanan dan Minuman periode 2016-2020, adanya nilai original sampel estimate adalah negatif sebesar 0.015 dengan nilai t statistic sebesar 0.047 (< 1,96). Hasil ini berarti bahwa Kebijakan Dividen berpengaruh positif dan tidak signifikan, sehingga tidak dapat Memoderasi hubungan ROA terhadap PBV, hal ini menunjukkan hasil pengujian tidak sesuai dengan hipotesis Ha4 dimana Kebijakan Dividen dapat Memoderasi hubungan
profitabilitas terhadap nilai perusahaan yang diukur menggunakan PBV yang artinya Ha5 ditolak dan H05 diterima.
6. Kebijakan Dividen tidak dapat memoderasi hubungan Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan PER (Y2) Sub Sektor Makanan dan Minuman periode 2016-2020, adanya nilai original sampel estimate adalah negatif sebesar -0.084 dengan nilai t statistic sebesar 0.194 (< 1,96). Hasil ini berarti bahwa Kebijakan Dividen berpengaruh negative dan tidak signifikan, sehingga tidak dapat Memoderasi hubungan ROA terhadap PER, hal ini menunjukkan hasil pengujian tidak sesuai dengan hipotesis Ha6 dimana Kebijakan Dividen dapat Memoderasi hubungan profitabilitas terhadap nilai perusahaan yang diukur menggunakan PBVyang artinya Ha6 ditolak dan H06 diterima.
7. Kebijakan Dividen tidak memoderasi hubungan Leverage terhadap Nilai Perusahaan PBV (Y1) Sub Sektor Makanan dan Minuman periode 2016-2020, adanya nilai original sampel estimate adalah negatif sebesar 0.206 dengan nilai t statistic sebesar 0.612 (<1.96). Hasil ini berarti bahwa Kebijakan Dividen tidak dapat Memoderasi hubungan DER terhadap PBV, hal ini menunjukkan hasil pengujian tidak sesuai dengan hipotesis Ha7 karna Kebijakan Dividen tidak dapat Memoderasi hubungan leverage terhadap nilai perusahaan yang artinya Ha7 ditolak dan H07 diterima.
8. Kebijakan Dividen tidak memoderasi hubungan Leverage terhadap Nilai Perusahaan PER (Y2) Sub Sektor Makanan dan Minuman periode 2016-2020, adanya nilai original sampel estimate adalah negatif sebesar -0.303 dengan nilai t statistic sebesar 0.844 (<1.96). Hasil ini berarti bahwa Kebijakan Dividen tidak
dapat Memoderasi hubungan DER terhadap PER, hal ini menunjukkan hasil pengujian tidak sesuai dengan hipotesis Ha8 karna Kebijakan Dividen tidak dapat Memoderasi hubungan leverage terhadap nilai perusahaan yang artinya Ha8 ditolak dan H08 diterima.
6.2 Saran
Berdasarkan hasil pengujian diatas, maka saran yang dapat peneliti berikan adalah sebagai berikut:
1. Bagi perusahaan Sub Sektor Makanan dan Minuman
Atas dasar hasil penelitian untuk meningkatkan kinerja perusahaan setiap tahunnya agar menciptakan kinerja perusahaan yang baik sehingga meningkatkan kepercayaan investor untuk berinvestasi diperusahaan dapat dilakukan dengan cara meningkatkan nilai perusahaan yang diperoleh dari profitabilitas dan lebih memperhatikan leverage perusahaan sehingga tidak terjadi kesalahan dalam mengambil keputusan serta memperhatikan kebiajakan dividen sebagai keputusan keuangan, yaitu dengan mempertimbangkan apakah pembayaran dividen akan meningkatkan kemakmuran pemegang saham.
2. Bagi peneliti selanjutnya
Keterbatasan dalam penelitian ini hendaklah lebih disempurnakan misalnya dengan menambahkan variabel keuangan lainnya yang memiliki pengaruh lebih besar terhadap nilai perusahaan dan jumlah sampel perusahaan yang mencakup semua jenis perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA
Auditama, E, B, R. (2019). Efek Moderasi Kebijakan Dividen Dalam Pengaruh Kebijakan Hutang, Keputusan Investasi, Dan Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan Properti Di Bursa Efek Indonesia Periode 2014 - 2017. Jurnal Akuntansi, Ekonomi dan Manajemen Bisnis, 6(2), 33-47.
Astakonmi, I, M, P., Wardita, I, W,. & Nursiani, N, P. (2019). Efek Moderasi Kebijakan Dividen pada Pengaruh Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan Manufaktur, 18(2), pp.134-145.
Brigham, E. F., & Houston, J. F. (2006). Dasar- Dasar Manajemen Keuangan (Edisi X). Jakarta: Salemba Empat.
Brigham, E. F., & Houston, J. F. (2011). Dasar-dasar Manajemen. Keuangan. Jakarta:
Salemba Empat
Chamidah, F. (2018). Pengaruh Keputusan Investasi Terhadap Nilai Perusahaan dengan Kebijakan Dividen sebagai Variabel moderating (studi epiris pada perusahaan Manufaktur sub sector makanan dan minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia 2012-2016). Skripsi, UIN Malang.
Deviana, N., & Fitria, A. (2017). Pengaruh Profitabilitas Dan Keputusan Investasi Terhadap Nilai Perusahaan Melalui Kebijakan Dividen. Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi, 6(3), 1148-1168.
Fahmi, I. 2014. Manajemen Keuangan Perusahaan dan Pasar Modal. Edisi Pertama.
Jakarta: Mitra Wacana Media.
Hasanuddin, R. (2021). The Influence of Investment Decisions, Dividend Policy and Capital Structure on Firm Value. Jurnal Economic Resources, 4(1), 39-48.
Hidayah, N. 2016. Pengaruh Profitabilitas Leverage dan Kebijakan Dividen terhadap Nilai Perusahaan Food and Beverage di Bursa Efek Indonesia.
Skripsi.Program Studi Akuntansi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA). Surabaya.
Indrawati, Ina, & Midiawati, Titik (2018). Pengaruh Profitabilitas, Leverage, Likuiditas Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Kebijakan Dividen Sebagai Variabel Moderasi. Jurnal Ilmu Dan Riset Akuntansi,7(3).
Ismaya, R, M., & Fuadati, S, R. (2018). Pengaruh Profitabilitas, Kebijakan Dividen, Dan Keputusan Investasi Terhadap Nilai Perusahaan. Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen,7(4), 1-16.
Kasmir.2008.Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Kasmir. 2010. Pengantar Manajemen Keuangan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group
Khotimah, Siwi Nur (2020). Pengaruh Ukuran Perusahaan Dan Leverage Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Profitabilitas Sebagai Variabel Moderasi. Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (Jrma), Vol. 8, No.2 Tahun (2020)
Kumalasari, D. &. (2018). Pengaruh Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan Dan Kebijakan Deviden Terhadap Nilai Perusahaan. Jurnal Ilmu Dan Riset Akutansi, 17(1).
Manajemen , &. A. (2017, 10 25). Pengertian Kebijakan Dividen dan Jenis-Jenisnya.
Retrieved 09 22, 2021, from www.nichonotes.blogspot.com:
http://nichonotes.blogspot.com/2017/11/pengertian-kebijakan-dividen-adalah.html
Napituli, F., & Angelika, J. (2021). The Effect of Profitability,Debt Policy, Dividend Policy and Investment Decisions on Company Value in the Consumer Goods Industry Listed on the Indonesia Stock Exchange 2015-2019 Period. Journal of Management,11(2),231-238.
Puspitaningtyas, Zarah. (2017). Efek Moderasi Kebijakan Dividen Dalam Pengaruh Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan Manufaktur. Jurnal Akuntansi, Ekonomi dan Manajemen Bisnis, 5(2), 173-180.
Rochmah, S, A., & Fitria, A. (2017). Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Nilai Perusahaan : Kebijakan Dividen Sebagai Variabel Moderating. Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi, 6(3), 998-1017.
Rudangga, I Gusti Ngurah Gede, and Gede Merta Sudiarta. 2013. “Pengaruh Ukuran Perusahaan, Leverage Dan Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan.” E-Jurnal Manajemen Unud 5 (7): 4394–4422.
Sisca. (2016). Pengaruh Leverage Dan Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Keijakan Dividen Sebagai Variabel Moderating Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2010-2014. Jurnal Sultanist, 4(1), 1–9.
Surya, M, R., Mahfudnurnajamuddin., & Kadir, D. (2021). Pengaruh Keputusan Investasi, Kebijakan Dividen, dan Struktur Modal Terhadap Nilai Perusahaan yang Terdaftar Pada Indeks Saham Syariah Indonesia di BEI. Center of Economic Student Journal, 7(3), 88-97.
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif R & D Cetakan ke 22.
Alfabeta.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta..
Suwardika, I. M. P., Mustanda, I. K.,(2017), Pengaruh Leverage, Ukuran Perusahaan, Pertumbuhan Perusahaan, Dan Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Properti. E-Jurnal Manajemen,6(3), 1248-1277.
Tahu, G, P., & Susilo, D, D, B. (2017). Effect of Liquidity, Leverage and profitability to The Firm Value (Dividend Policy as Moderating Variable) in Manufacturing Company of Indonesia Stock Exchange. Research Journal of Finance and Accounting, 8(18), 89-98.
Tandelilin, Eduardus. (2007). Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio.
Yogyakarta: BPFE UGM.
Tarihoran, Anita (2016). Pengaruh Penghindaran Pajak Dan Leverage Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Transparansi Perusahaan Sebagai Variabel Moderasi.
Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil Vol. 6, No 3 Oktober (2016)
Winarno, W. (2017). Analisis Ekonometrika dan Statistik dengan EViews (4 ed.).
Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
Yuliani. (2018). Pengaruh Keputusan Pendanaan dan Keputusan Investasi Terhadap Nilai Perusahaan dengan Kebijakan Dividen sebagai Variabel Intervening pada Sektor Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. MediaTrend 13 (2) 2018, .199- 218.
www.finance.yahoo.com www.idx.co.id
QS Al-baqarah : 261 QS. An-Nisa: 9 QS. Lukman : 34
LAMPIRAN
Lampiran 1 : Populasi
No Kode Nama perusahaan
1 AISA Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk
2 ALTO Tri Banyan Tirta Tbk
3 CAMP Campina Ice Cream Industry Tbk
4 CEKA Wilmar Cahaya Indonesia Tbk
5 CLEO Sariguna Primatirta Tbk
6 COCO Wahana Interfood Nusantara Tbk
7 DLTA Delta Djakarta Tbk
8 FOOD Sentra Food Indonesia Tbk
9 GOOD Garudafood Putra Putri Jaya Tbk
10 HOKI Buyung Poetra Sembada Tbk
11 ICBP Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
12 INDF Indofood Sukses Makmur Tbk
13 KEJU Mulia Boga Raya Tbk
14 MLBI Multi Bintang Indonesia Tbk
15 MYOR Mayora Indah Tbk
16 PANI Pratama Abadi Nusa Industri Tbk
17 PCAR Prima Cakrawala Abadi Tbk
18 PSDN Prashida Aneka Niaga Tbk
19 ROTI Nippon Indosari Corporindo Tbk
20 SKBM Sekar Bumi Tbk
21 SKLT Sekar Laut Tbk
22 STTP Siantar Top Tbk
23 ULTJ Ultrajaya Milk Industry and Trading Company Tbk
Lampiran 2 : Sampel
No Kode Saham Nama Perusahaan
1 DLTA
PT Delta Djakarta TBK
2 ICBP
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
3 INDF
PT Indofood Sukses Makmur Tbk
4 MYOR
PT Mayora Indah Tbk
5 ROTI
PT Nippon Indosari Corporindo Tbk
6 SKLT
PT Sekar Laut
Lampiran 3 : Data
No Emiten tahun ROA DER PBV PER DPR
1 DLTA
2016 22,00 0,18 4,37 70,14 0,38
2017 20,86 0,17 3,48 47,34 0,52
2018 22,18 0,19 3,75 13,02 0,62
2019 22,29 0,21 4,48 16,62 0,12
2020 10,12 0,12 3,45 28,38 0,25
2 ICBP
2016 12,56 0,56 5,61 27,53 0,41
2017 11,20 0,56 5,11 29,29 0,51
2018 13,84 0,54 5,56 26,65 0,55
2019 13,85 0,54 4,88 25,86 0,30
2020 10,4 1,05 2,22 16,94 0,34
3 INDF
2016 5,04 1,13 1,55 13,21 0,28
2017 4,74 0,87 1,43 16,12 0,40
2018 4,31 0,88 1,35 15,71 0,53
2019 7,09 0,98 1,28 14,17 0,25
2020 3,95 1,06 0,76 9,31 0,28
4 MYOR
2016 10,49 1,18 6,38 26,48 0,19
2017 10,69 1,06 6,71 28,45 0,29
2018 9,75 1,03 7,45 34,02 0,34
2019 10,44 1,29 4,63 23,03 0,32
2020 10,41 0,75 5,37 29,45 0,03
5 ROTI
2016 9,58 1,02 5,97 28,94 0,40
2017 2,97 0,62 5,39 46,09 0,25
2018 3,93 0,51 2,6 42,75 0,28
2019 6,42 0,62 2,6 26,37 0,25
2020 4,83 0,38 2,6 37,79 0,89
6 SKLT
2016 3,63 0,92 1,27 8,45 0,20
2017 3,61 1,07 2,46 32,73 0,14
2018 6,02 1,20 3,16 32,12 0,14
2019 4,06 1,18 2,92 24,74 0,12
2020 5,45 0,90 2,65 25,42 0,22
Lampiran 4 : Hasil SmartPLS
Model structural penelitian