BAB II. DESKRIPSI TEORITIS, KERANGKA PIKIR,
D. Hipotesis penelitian
Berdasarkan kerangka berfikir di atas, maka dapat ditarik hipotesis penelitian dari permasalahan penelitian yang telah dirumuskan sebagai berikut : 1. Terdapat pengaruh positif dan signifikan motivasi belajar terhadap hasil
belajar IPS kelas IV MI Al-Mursyidiyyah.
2. Terdapat pengaruh positif dan signifikan kedisiplinan saat Home Learning terhadap hasil belajar IPS kelas IV MI Al-Mursyidiyyah.
3. Terdapat pengaruh positif dan signifikan motivasi belajar dan disiplin saat Home Learning terhadap hasil belajar IPS kelas IV MI Al-Mursyidiyyah.
Masalah β masalah yang terjadi pada saat Home Learning yang dilakukan oleh Siswa-siswa kelas IV MI Al-Mursyidiyyah
Faktor yang mempengaruhi hasil belajar IPS
Kedisplinan saat Home Learning (X2) Motivasi belajar (X1)
hasil belajar yang optimal (Y)
- Acuan bagi pendidik untuk dapat memonitoring sikap siswa terkait motivasi dan disiplin belajar agar semakin meningkat.
- Acuan bagi pendidik untuk lebih memperhatikan semangat belajar siswa.
24
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A.
Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2019/2020.
Pada tanggal 24 Februari 2020 sampai dengan tanggal 6 Maret 2020. Penelitian ini dilakukan di MI Al-Mursyidiyyah, yang berlokasi di Jl. Anggrek No. 47, RT.03/RW.018, Pd. Benda, Kec. Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Objek penelitian ini di kelas IV
Tabel 3.1 Jadwal Kegiatan Penelitian No
Penelitian ini termasuk penelitian ex post facto jenis causal comparative research. Definisi penelitian Ex- post Facto secara lebih formal yaitu penelitian di mana variabel-variabel bebas telah terjadi ketika peneliti mulai dengan pengamatan variabel terikat dalam suatu penelitian. Pada penelitian ini, keterkaitan antarvariabel bebas dengan variabel terikat sudah terjadi secara alami, dan peneliti ingin melacak kembali jika dimungkinkan apa yang menjadi faktor penyebabnya atau seberapa besar pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat tersebut.36
36 Sukardi, Metodologi Penelitian Pendidikan, ( Jakarta: Bumi Aksara, 2003), Hlm. 165
25
Pada penelitian ini mencari pengaruh dari motivasi belajar dan disiplin saat Home Learning terhadap hasil belajar IPS. Dalam penelitian ini variabel bebasnya adalah motivasi belajar dan disiplin saat Home Learning dan variabel terikatnya adalah hasil belajar IPS. Peneliti hanya mencari pengaruh atau dampak dari variabel bebas terhadap variabel terikat. Penelitian ini bersifat kuantitatif yang dimana gejala βgejala akan diukur menggunakan angkaβ angka. Metode pengumpulan data menggunakan angket (kuesioner), dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan analisis deskripstif kuantitatif, dan analisis regresi berganda.
C. Populasi dan Sampel Penelitian
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.37 Populasi adalah keseluruhan objek penelitian.38 Langkah pengambilan data dan informasi terkait dalam penelitian ini dilakukan secara online dari siswa MI Al-Mursyidiyyah sebagai tempat pelaksanaannya. Dalam penelitian yang dilakukan ini, seluruh siswa kelas IV di MI Al-Mursyidiyyah disebut populasi. Berikut jumlah populasi siswa kelas IV di MI Al-Mursyidiyyah dapat dilihat pada tabel 3.2 berikut ini:
Tabel 3.2 Populasi Penelitian
No Kelas Jumlah Siswa
Perkelas
1 Kelas IV A 37 siswa
2 Kelas IV B 38 siswa
3 Kelas IV C 35 siswa
jumlah 110 siswa
Sumber : Data Survei Kelas IV MI Al-Mursyidiyyah tahun ajaran 2019/2020
Berdasarkan jumlah populasi yang ada,maka untuk menentukan jumlah sampel digunakan rumus Issac dan Michael. Issac dan Michael telah menghitung
37 Sugiyono, Metode Penelitiann Administrasi, (Bandung: CV. Alpabet, 2002), hlm. 90
38 Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik,( Jakarta: Bumi Aksara, 2013), hlm. 173
26
jumlah populasi 10 sampai 1.000.000. Ukuran sampel ditetapkan pada taraf kesalahan 1%, 5%, dan 10%. Tingkat ketelitian/kepercayaan yang dikehendaki sering tergantung pada sumber dana, waktu, dan tenaga yang tersedia. Semakin besar tingkat kesalahan maka akan semakin kecil jumlah sampelnya untuk sumber data dan sebaliknya. Rumus penentuan sampel dari Issac dan Michael adalah sebagai berikut:
Keterangan:
S = jumlah sampel
= Chi kuadrat yang harganya tergantung deraat kebebasan dan tingkat kesalahan. Untuk derajat kebebasan 1 dan kesakahan 5%
harga chi kuadrat = 3,841. Harga chi kuadrat untuk kesalahan 1%
= 6,634 dan 10% = 2,706.
N = jumlah populasi P = peluang benar (0,5) Q = peluang salah (0,5)
D = perbedaan antara rata-rata sampel dengan rata-rata populasi.
Perbedaan bisa 0,01; 0,05; dan 0,10.
Penentuan sampel penelitian ini adalah sebagai berikut (dengan rumus di atas): Populasi (N) penelitian ini adalah 110, tingkat kesalahan yang diambil 5%, dan perbedaan rata-ratanya 0,05.
π = 3,841.110.0,5.0,5 0,52 (110 β 1) + 3,841.0,5.0,5
= 105,6275
0,2725 + 0,96025
=105,6275 1,23275
= 85,684453 85
Jadi jumlah sampel penelitian ini adalah 85 orang.
27
Dari jumlah sampel yang telah ditentukan tersebut dalam setiap populasi pengambilan jumlah sampelnya adalah sebagai berikut: kelas IV A sebanyak 30 siswa, kelas IV B sebanyak 28 siswa, dan kelas IV C sebanyak 27 siswa. Pemilihan sampel menggunakan teknik Probability Sampling jenis simple Random Sampling.
Pengambilan sampel dilakukan secara acak pada siswa di setiap kelas dengan mengambil sejumlah sampel yang dibutuhkan.
D. Variabel Penelitian
Variabel Penelitian merupakan suatu obyek penelitian atau yang menjadi pusat perhatian dalam suatu penelitian untuk dipelajari secara mendalam dengan diteliti kemudian ditarik kesimpulannya. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel terikat dan variabel bebas. Penjelasan terhadap kedua variabel tersebut adalah :
1. Variabel bebas meliputi motivasi belajar ( X1 ) dan kedisiplinan saat Home Learning ( X2 )
2. Variabel terikatnya meliputi hasil belajar IPS (Y)
Berdasarkan uraian di atas, maka pengaruh antar variabel dapat digambarkan dalam paradigma penelitian berikut:
Gambar 3.1 Tata Hubungan Variabel Penelitian Keterangan :
X1 : Motivasi Belajar
Hasil belajar Variabel ( Y)
Kedisiplinan saat Home Learning
Variabel (π2 )
Motivasi Belajar Variabel (π1 )
28
X2 : Kedisiplinan saat Home Learning Y : Hasil Belajar IPS
: Pengaruh Variabel X1 dan X2 terhadap Y
Variabel Y yang menjadi variabel terikat dalam Penelitian ini adalah Hasil belajar IPS. Dan Variabel dalam penelitian ini adalah Motivasi belajar dan adalah kedisiplinan saat Home Learning.
Dalam penelitian ini terdapat tiga variabel penelitian yaitu dua variabel bebas dan satu variabel terikat. Dua variabel bebas tersebut yaitu motivasi belajar (X1) dan kedisiplinan saat Home Learning (X2). Sedangkan variabel terikat yaitu Hasil belajar IPS (Y). Dari tiga variabel tersebut dapat dijabarkan definisi operasionalnya dari masing-masing variabel seperti pada penjelasan berikut:
a) Pengaruh Motivasi Belajar (X1)
Yang dimaksud variabel ini adalah pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar IPS. Motivasi belajar adalah dorongan pada diri peserta didik untuk melakukan suatu kegiatan belajar dengan tujuan tertentu yang diinginkan oleh siswa tersebut. Indikator yang digunakan untuk mengukur motivasi belajar siswa meliputi: a. Ketekunan dalam belajar, b. Keuletan menghadapi kesulitan, c.
Kesenangan untuk mandiri ketika belajar, d. Adanya harapan dan cita βcita masa depan.
b) Pengaruh Kedisiplinan saat Home Learning (X2)
Yang dimaksud variabel ini adalah pengaruh kedisiplinan belajar terhadap hasil belajar IPS. Disiplin belajar adalah suatu sikap dan tingkah laku peserta didik yang menunjukkan sikap ketaatan dan kepatuhan dalam melakukan aktivitas belajar atau pembelajaran baik di rumah , sekolah dan lingkungan masyarakat yang tumbuh di dalam diri peserta didik tersebut. Indikator yang digunakan untuk mengukur kedisiplinan belajar saat home learning dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: a. Disiplin waktu, b. Disiplin perbuatan, c.
Disiplin siswa selama pelajaran berlangsung, d. Disiplin siswa pada waktu mengerjakan tugas dan pada saat mengumpulkan tugas, e. Disiplin siswa pada saat menggunakan fasilitas belajar di rumah.
29
c) Hasil Belajar IPS (Y)
Yang dimaksud variabel ini adalah pengaruh motivasi dan kedisiplinan saat Home Learning terhadap hasil belajar IPS. Hasil belajar adalah perubahan kemampuan-kemampuan yang dimiliki peserta didik yang diperoleh setelah proses pembelajaran. Perubahan kemampuan ini bisa dilihat dari berbagai aspek seperti aspek afektif, aspek kognitif, dan aspek psikomotorik. Indikator yang digunakan untuk mengukur hasil belajar: Data sekunder yaitu data nilai hasil belajar IPS kelas IV MI Al-Mursyidiyyah.
E. Teknik Pengumpulan Data dan Pengembangan Instrumen Penelitian
1. Teknik Pengumpulan Data
Instrumen penelitian merupakan sesuatu alat yang digunakan oleh seseorang untuk memudahkan dalam melakukan tugas atau pekerjaan untuk mencapai suatu tujuan secara cepat, efektif, efisien. Pada penelitian ini, metode pengumpulan data yang akan digunakan dalam melakukan penelitian adalah metode angket atau kuesioner dan dokumentasi.
a) Kuesioner (Angket)
Penggunaan metode pengisian angket ini untuk memperoleh data tentang motivasi belajar dan kedisiplinan belajar saat Home Learning.
Kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.39
Metode pengisian kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket atau kuesioner tertutup yaitu kuesioner yang sudah memiliki jawabannya sehingga responden tinggal memilih jawaban sesuai dengan keadaan yang sebenarnya dan responden tidak memiliki peluang untuk menambah jawaban dengan jumlah butir keseluruhan ada 25.
39 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan kuantitatif, Kualitatif dan R&D), (Bandung: Alfabeta, 2013), Hlm. 142
30
Tabel 3.3 Skala Instrumen Penelitian
No Jawaban Skor
1 Selalu (SL) 4
2 Sering (SR) 3
3 Kadang- Kadang (KK) 2 4 Tidak Pernah (TP) 1
b) Dokumentasi
Dokumentasi merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dengan adanya dokumen yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti, akan memperkuat data yang diperoleh.
Dalam hal ini, dokumen berupa hasil penilaian yang dilakukan oleh guru pada semester sebelumnya tentang variabel yang akan diteliti dapat memperkuat data yang diperoleh dalam penelitian yang akan dilakukan.40
Dalam penelitian kali ini, peneliti menggunakan data sekunder yang diambil melalui teknik dokumentasi berupa daftar hasil nilai pembelajaran IPS siswa dan profil sekolah. Karena keterbatasan kemampuan peneliti, maka data berupa dokumen nilai dan profil sekolah yang diambil digunakan apa adanya tanpa dilakukan perubahan.
2. Pengembangan Instrumen Penelitian
Data penelitian yang diperoleh jika menggunakan instrumen akan didapat data yang objektif, selain itu dengan menggunakan instrumen dapat memudahkan pengumpulan data dan hasilnya lebih baik sehingga dapat memudahkan untuk diolah. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket tertutup yaitu angket yang telah dilengkapi dengan alternatif jawaban dengan menggunakan skala bertingkat dengan 4 alternatif jawaban dan responden tinggal memilih.
40 Ibid., Hlm. 240
31
Tabel 3.4 Skor Alternatif Jawaban Variabel Motivasi Belajar Dan Disiplin Saat Home Learning
Alternatif Jawaban Skor Butir Pernyataan
Selalu (SL) 4
Sering (SR) 3
Kadang- Kadang (KK) 2
Tidak Pernah (TP) 1
Pengembangan alat ukur tersebut berdasarkan kerangka teori yang telah disusun selanjutnya dikembangkan dalam indikator dan kemudian dijabarkan dalam butir-butir pernyataan. Penelitian ini menggunakan instrumen penelitian berupa angket untuk memperoleh informasi tentang variabel penelitian motivasi belajar dan kedisiplinan saat Home Learning.
Berikut ini pada tabel 3.5 kisi-kisi dalam penyusunan angket:
Tabel 3.5 Kisi- Kisi Angket Motivasi Belajar Dan Kedisiplinan Saat Home Learning
Variabel Indokator Pertanyaan/ Pernyataan Jumlah butir
1. Jika saya semangat untuk belajar IPS akan mempengaruhi keberhasilan saya dalam pelajaran IPS
3 2. Pertama kali saya mengikuti
pembelajaran IPS, saya percaya bahwa pelajaran IPS mudah bagi saya
3. Saya belum puas dengan prestasi pembelajaran IPS yang saya peroleh selama ini sehingga saya
32
terus meningkatkan kegiatan belajar
Kemampuan anak dalam belajar
1. Banyak materi yang mengandung amat banyak informasi sehingga sulit bagi saya untuk mengambil ide-ide penting
4 2. Meskipun tugas yang diberikan
oleh guru cukup banyak, saya tetap mengerjakannya dengan baik
3. Dalam pelajaran IPS saya tidak menghapalkan materi tetapi saya berusaha memahami materi tersebut sehingga materi teringat lama dalam pikiran
4. Saya merasa puas jika mendapatkan nilai bagus
kemandirian 1. Tugas-tugas latihan pada pelajaran IPS terlalu sulit untuk saya, sehingga saya mengalami kesulitan dalam belajar /
mengerjakan tugas 2
2. Baik diberi hadiah atau tidak, saya tetap belajar guna mencapai prestasi setinggi mungkin
Ketekunan dalam belajar
1. Gaya tulisan pada buku pelajaran IPS membuat saya bosan
2. Saya senang mencoba 2 mengerjakan tugas-tugas IPS
33 hubungan antara materi pelajaran IPS dengan apa yang semangat kepada saya agar rajin belajar
2 2. Saya akan merasa senang dan
semakin giat belajar apabila dikatakan pintar oleh anggota keluarga
3. Saya selalu mengerjakan tugas IPS dari guru tepat waktu 4. Saya tidak pernah lupa
mengerjakan tugas/PR 5. Saya belajar hanya kalau ada
ulangan
34
6. Saya tidak suka mengumpulkan tugas dengan menunda-nunda
5. Saya selalu berusaha jujur ketika mengerjakan sesuatu tugas atau ulangan berusaha mengerjakan ulangan tersebut sendiri tanpa
mencontek/menyuruh orang lain 2 2. Saya mengerjakan PR di rumah
dan jika tidak paham, saya meminta bantuan anggota keluarga
Disiplin dalam menjaga
ketertiban dan
1. Saya akan dihukum karena tidak mematuhi aturan belajar di rumah
2
35
kebersihan rumah pada saat
menggunakan fasilitas belajar di rumah
2. Saya mematuhi semua peraturan yang ada di rumah
JUMLAH 15
F. Uji Coba Instrumen Penelitian
Uji coba intrumen dilakukan untuk mengetahui tingkat validitas dan reliabitas instrumen. Uji instrumen ini dilakukan pada siswa kelas IV MI Al-Mursyidiyyah.
1. Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen. Uji validitas dilakukan untuk mengetahui tingkat kelayakan dan ketepatan setiap butir pertanyaan/pernyataan untuk menghasilkan data yang diinginkan.
Uji coba validitas dalam penelitian ini menggunakan rumus Product Moment yaitu sebagai berikut:41
rxy = πΞ£ππβ(Ξ£π)(Ξ£π)
β{π.Ξ£π2β(Ξ£π)2}{π.Ξ£π2β(Ξ£π)2}
Keterangan:
rxy= Koefisien korelasi antara skor tiap-tiap item dengan skor total X = Skor tiap-tiap item
Y = Skor total
N = Jumlah subyek dalam uji coba
βXY = jumlah dari instrumen X yang dikalikan dengan jumlah instrumen Y
βX2 = jumlah kuadrat kriteria X
βY2 = jumlah kuadrat Y
41 Suharsimi Arikunto, Manajemen Penelitian, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2000), hlm. 225
36
Apabila r hitung sama dengan atau lebih besar dari r tabel dengan taraf signifikan 5%, maka butir instrumen tersebut valid, sedangkan apabila r hitung lebih kecil dari r tabel maka instrumen tidak valid. Berdasarkan tabel untuk N=32 dan taraf signifikan 5% nilai r tabel yang tercantum = 0,349. Adapun hasil uji validitas dapat dilihat pada tabel 3.6 berikut:
Tabel 3.6 Ringkasan Hasil Uji Coba Validitas Instrumen
No.
rxyr
tabelkriteria
m o ti v asi
1 0,656 0,349 valid
2 0,497 0,349 valid
3 0,400 0,349 valid
4 0,488 0,349 valid
5 0,337 0,349 Tidak valid
6 0,575 0,349 valid
7 0,726 0,349 valid
8 0,233 0,349 Tidak valid
9 0,701 0,349 valid
10 0,406 0,349 valid
11 0,691 0,349 valid
12 0,767 0,349 valid
13 0,496 0,349 valid
14 0,659 0,349 valid
15 0,520 0,349 valid
Ke d isip li n an sa at h o m e lea rn in g
16 0,302 0,349 Tidak valid
17 0,658 0,349 valid
18 0,570 0,349 valid
19 0,749 0,349 valid
20 0,689 0,349 valid
37
21 0,789 0,349 valid
22 0,440 0,349 valid
23 0,563 0,349 valid
24 0,718 0,349 valid
25 0,406 0,349 valid
26 0,484 0,349 valid
27 0,210 0,349 Tidak valid
28 0,718 0,349 valid
29 0,572 0,349 valid
30 0,325 0,349 Tidak valid
Sumber : data primer yang diolah
Berdasarkan hasil analisis validitas tersebut diperoleh dari 30 item pertanyaan terdapat 5 item yang tidak valid yaitu no.5, no.8, no.16, no.27, dan no.30 dan 25 item pertanyaan valid. Kelima item yang tidak valid tersebut peneliti putuskan untuk tidak menggunakannya. Dengan demikian, bahwa instrumen 25 item pertanyaan tersebut sudah dapat digunakan untuk mengambil data penelitian.
2. Uji Reliabilitas
Uji reliabitas dilakukan untuk menguji kestabilan dan konsistensi instrumen saat digunakan kapan saja dan dimana saja terhadap responden penelitian sehingga akan menghasilkan data yang sama atau hampir sama dengan sebelumnya.
Uji coba reliabilitas menggunakan rumus Alpha Cronbach, yaitu sebagai berikut:42
42 Ibid., hlm. 236
38
Keterangan:
π = Reliabilitas
k = Banyaknya butir pertanyaan atau soal Ξ£πΌπ2= Jumlah varians butir
ππ‘2 = Varians total
Hasil perhitungan π11 yang diperoleh kemudian diinterpretasikan dengan tabel pada pedoman untuk memberikan interpretasi koefisien korelasi. Pedoman untuk memberikan interpretasi koefisien korelasi dapat dilihat pada tabel 3.7 berikut ini:43
Tabel. 3.7 Pedoman Untuk Memberikan Interpretasi Koefisien Korelasi
Interval Koefisien Tingkat Hubungan
0,00 β 0,199 Sangat rendah
0,20 β 0,399 Rendah
0,40 β 0,599 cukup
0,60 β 0,799 Tinggi
0,80 β 1,000 Sangat Tinggi
Hasil uji reliabilitas dengan menggunakan SPSS Statistic 20.0 for Windows mendapatkan kesimpulan bahwa motivasi dan kedisiplinan belajar saat Home Learning dikatakan reliabel. Hasil tersebut dapat dilihat pada berikut:
gambar 3.2 Ringkasan Hasil Uji Coba Reliabilitas Instrumen Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
,917 30
Sumber : Data primer yang diolah
Berdasarkan hasil coba pada 32 responden untuk variabel motivasi belajar dan kedisiplinan saat home learning terhadap hasil belajar IPS
43 Sugiyono, Op.Cit., 2010, hlm. 257
39
diperoleh r11 sebesar 0,917 > rtabel 0,349 yang berarti reliabel karena rhitung
> rtabel = maka instrumen dinyatakan reliabel. Jadi angket tersebut dapat digunakan sebagai alat penelitian.
G. Teknik Analisis Data 1. Uji Prasyarat Analisis
Setelah melakukan pengumpulan data, maka selanjutnya akan melakukan analisis data yang bertujuan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan. Data yang telah terkumpul dikoreksi, dengan maksud untuk mengetahui apakah data yang diharapkan telah terpenuhi atau belum, sehingga dapat dilanjutkan langkah berikutnya.
a. Analisis Normalitas
Data-data berskala interval sebagai hasil dari pengukuran pada umumnya mengikuti asumsi berdistribusi normal. Berbagai rumus statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis penelitian berdasarkan diri pada asumsi bahwa data yang bersangkutan memenuhi ciri sebaran normal, artinya data berdistribusi normal merupakan syarat yang harus dipenuhi. Rumus yang digunakan untuk uji normalitas adalah rumus Kolmogorv-Smirnov yaitu sebagai berikut:44
Keterangan:
KS : harga Kolmogorv-Smirnov yang dicari
π1 : jumlah sampel yang diobservasikan/diperoleh π2 : jumlah sampel yang diharapkan
Hasil perhitungan yang dilakukan menggunakan SPSS Statistic 20.0 for Windows dan taraf signifikan 5%. Apabila hasil perhitungan Asymp Sig (2-tailed) lebih kecil atau sama dengan 0,05 maka data
44 Sugiyono, Statistika untuk Penelitian, (Bandung: Alfabeta, 2007), hlm. 159
40
tersebut tidak berdistribusi normal dan bila lebih besar maka dinyatakan berdistribusi normal.
b. Uji Linieritas
Uji linieritas dilakukan untuk menguji apakah ada hubungan secara langsung antara variabel bebas (X) dengan variabel terikat (Y) serta untuk mengetahui apakah ada perubahan pada variabel X diikuti dengan perubahan variabel Y. Berikut ini rumus dari uji linieritas:45
πΉπππ = π πΎπππ π πΎπππ Keterangan:
πΉπππ = Harga bilangan F untuk garis regresi π πΎπππ= Rerata kuadrat garis regresi
π πΎπππ = Rerata kuadrat garis residu
Harga f hitung kemudian dibandingkan dengan f tabel dengan taraf signifikan 5%. Apabila harga f hitung lebih kecil dari pada f tabel maka hubungan variabel bebas (X) dengan variabel bebas (Y) dinyatakan linier.
c. Uji Multikolinieritas
Uji multikolinieritas digunakan untuk memenuhi persyaratan analisis regresi ganda yang terdiri atas 2 variabel bebas atau lebih. Uji multikolinieritas digunakan untuk mengetahui apakah hubungan antara variabel bebas terjadi multikolinieritas atau tidak. Multikolinieritas terjadi jika koefisien korelasi antar variabel bebas lebih dari 0,600 dan jika lebih kecil atau sama dengan 0,600 maka tidak terjadi multikolinieritas. Berikut ini rumus dari uji Multikolinieritas:46
45 Sutrisno Hadi, Analisis Regresi. (Yogyakarta: Andi Offset, 1994), hlm. 14
46 Suharsimi Arikunto, Op.Cit., hlm.225
41
Keterangan:
rxy : koefisien korelasi antara variabel X dan Y
β X : jumlah skor butir
β Y : jumlah skor total
β XY : jumlah perkalian antara skor X dan skor Y
β X2 : jumlah kuadrat dari skor butir
β Y2 : jumlah kuadrat dari skor total N : jumlah responden
2. Analisis Regresi Berganda
Regresi adalah linier berganda merupakan pengembangan dari regresi linier sederhana. Kegunaannya yaitu untuk meramalkan nilai variabel terikat (Y) apabila variabel bebas (X) minimal dua atau lebih.Analisis regresi linier ganda adalah suatu perluasan dari teknik regresi apabila terdapat lebih dari satu variabel untuk mengadakan prediksi terhadap variabel terikat.47
a. Mencari Persamaan Regresi Linier Berganda
Jadi Regresi Linier Berganda ialah suatu alat analisis untuk mengetahui pengaruh dua variabel prediktor atau lebih terhadap saut variabel kriterium atau untuk membuktikan ada atau tidaknya hubungan fungsional antara dua buah variabel bebas (X) atau lebih dengan sebuah variabel terikat (Y). Dalam penelitian ini terdapat dua variabel bebas dan satu variabel terikat. Adapun rumus yang digunakan sebagai berikut:
Y = a + b1X1 + b2 X2
Keterangan:
Y = kriterium X1 = prediktor 1 X2 = prediktor 2
47 Tulus Winarsusnu, Statistik Psikologi dan Pendidikan, (Malang: Universitas Muhammadiyah Malang, 2006), hal.185
42
b1 = koefisien prediktor 1 b2 = koefisien prediktor 2
a = bilangan konstan/konstanta.
b. Uji Simultan (Uji F)
Uji simultan atau bersama-sama digunakan untuk mengetahui apakah semua variabel bebas mempunyai pengaruh yang sama terhadap variabel terikat dengan melalui alat bantnu program SPSS. Untuk menguji digunakan uji F dengan taraf signifikan 5% atau 95%. Hipotesis yang disajikan adalah:48
1) Merumuskan Hipotesis Statistik
Ho : Ξ²1 = Ξ²2 = 0, artinya X1 dan X2 secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap Y yaitu tidak ada pengaruh yang signifikan motivasi belajar dan kedisiplinan saat home learning terhadap hasil belajar IPS.
Ha : Ξ²1 = Ξ²2 β 0, artinya X1 dan X2 secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Y yaitu ada pengaruh yang signifikan motivasi belajar dan kedisiplinan saat home learning terhadap hasil belajar IPS.
2) Kaidah pengambilan keputusan uji:
Jika F hitung > F tabel (jika nilai probabilitas > 0,05) = maka Ho ditolak Jika F hitung < F tabel (jika nilai probabilitas < 0,05) = maka Ho diterima.
c. Sumbangan Relatif (SR) dan Sumbangan Efektif (SE) 1) Sumbangan Relatif (SR)
Sumbangan relatif adalah presentase perbandingan yang diberikan oleh suatu variabel bebas terhadap variabel terikat. SR menunjukkan seberapa besar sumbangan secara relatif setiap prediktor
48 Ibid., hlm. 383
43
terhadap kriterium untuk keperluan prediksi. Rumus yang digunakan adalah:49
SR% = sumbangan relatif dari suatu prediktor a = koefisien prediktor
βxy = jumlah produk antara x dan y JKreg = jumlah kuadrat regresi
2) Sumbangan Efektif (SE)
Sumbangan efektif digunakan untuk mengetahui presentase perbandingan efektivitas yang diberikan variabel bebas kepada variabel terikat dengan variabel-variabel lain, baik yang diteliti maupun yang tidak diteliti. Rumus yang digunakan adalah: 50
SE%X1 = SR%X1 x R1 SE%X2 = SR%X2 x R2
Keterangan:
SE%X1 = sumbangan efektif X1 SE%X2 = sumbangan efektif X2
R2 = koefisien determinasi
49 Sutrisno Hadi. Op.Cit., hlm. 42
50 Ibid., hlm. 46
72
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil penelitian dan pembahasan adalah terdapat pengaruh positif dan signifikan variabel motivasi belajar dan kedisiplinan saat home learning secara terhadap hasil belajar IPS kelas IV MI Al-Mursyidiyyah. Hasil analisis dengan menggunakan SPSS 20.0 for Windows diperoleh Ry(1,2) sebesar 0,306 dan R2y(1,2) sebesar 0,093 yang berarti terdapat pengaruh positif motivasi belajar dan kedisiplinan saat home learning terhadap hasil belajar IPS kelas IV.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan yang telah diuraikan di atas, maka dapat dikemukakan saran-saran untuk perbaikan sebagai berikut:
1. Bagi Guru
Untuk peningkatan hasil belajar siswa, hendaknya guru lebih meningkatkan motivasi maupun kedisiplinan belajar siswa, dengan adanya pemberian tugas yang lebih sering agar siswa berusaha belajar secara
Untuk peningkatan hasil belajar siswa, hendaknya guru lebih meningkatkan motivasi maupun kedisiplinan belajar siswa, dengan adanya pemberian tugas yang lebih sering agar siswa berusaha belajar secara