• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH MOTIVASI BELAJAR DAN KEDISIPLINAN SAAT HOME LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR IPS KELAS IV MI AL-MURSYIDIYYAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENGARUH MOTIVASI BELAJAR DAN KEDISIPLINAN SAAT HOME LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR IPS KELAS IV MI AL-MURSYIDIYYAH"

Copied!
65
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH MOTIVASI BELAJAR DAN KEDISIPLINAN SAAT HOME LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR IPS

KELAS IV MI AL-MURSYIDIYYAH

SKRIPSI

Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan untuk Memenuhi Syarat Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh LINDA MALIKA NIM 11160183000074

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

2020 M/1441 H

(2)

Pengaruh Motivasi Belajar Dan Kedisiplinan Saat Home Learning Terhadap Hasil Belajar IPS Kelas IV MI AL-Mursyidiyyah

Skripsi

Diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd)

Oleh:

Linda Malika NIM. 11160183000074

di bawah bimbingan

Takiddin M.Pd.

NIP. 198312062011011005

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH

IBTIDAIYAH FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH

JAKARTA 2020/1441

(3)

LEMBAR PENGESAHAN

Skripsi berjudul Pengaruh Motivasi Belajar Dan Kedisiplinan Saat Home Learning Terhadap Hasil Belajar IPS Kelas IV MI Al-Mursyidiyyah disusun oleh Linda Malika Nomor Induk Mahasiswa 11160183000074, diajukan Kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan telah dinyatakan LULUS dalam ujian munaqasah pada tanggal 06 November 2020 dihadapan dewan penguji. Karena itu, penulis berhak memperoleh gelar Sarjana S1 (S.Pd) dalam sidang Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).

Jakarta, 18 Januari 2021 Panitia Ujian Munaqasah

Tanggal Tanda Tangan

Ketua Panitia (Ketua Jurusan/Prodi)

Asep Ediana Latip, M.Pd 13 November 2020 ......

NIP.198106232009121001

Sekretaris (Sekretaris Jurusan/Prodi)

Rohmat Widiyanto, M.Pd 13 November 2020 ...

NIP.198909132018011002

Penguji I

Dindin Ridwanudin, M.Pd 09 November 2020 ...

NIP.197711212011011001

Penguji II

Drs. Jafar Sanusi, M.A 10 November 2020 ...

NIP. 195804171992031001

(4)

LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING SKRIPSI

Skripsi yang berjudul Pengaruh Motivasi Belajar Dan Kedisiplinan Saat Home Learning Terhadap Hasil Belajar IPS Kelas IV MI AL-Mursyidiyyah di susun oleh Linda Malika, NIM. 11160183000074. Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Telah melalui bimbingan dan dinyatakan sah sebagai karya ilmiah yang berhak untuk diujikan pada sidang munaqasah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan fakultas.

Jakarta, 3 September 2020 Yang mengesahkan Dosen Pembimbing

Takiddin M.Pd.

NIP. 198312062011011005

(5)

UJI REFERENSI

Seluruh referensi yang digunakan dalam penulisan skripsi yang berjudul Pengaruh Motivasi Belajar Dan Kedisiplinan Saat Home Learning Terhadap Hasil Belajar IPS Kelas IV MI AL-Mursyidiyyah di susun oleh Linda Malika, NIM.

11160183000074. Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Telah diuji kebenarannya oleh dosen pembimbing skripsi.

Jakarta, 3 September 2020 Yang mengesahkan Dosen Pembimbing

Takiddin M.Pd.

NIP. 198312062011011005

(6)

Saya yang bertanda tangan di bawah ini.

Nama : Linda Malika

Tempat/Tgl.Lahir : Jakarta, 29 Maret 1998

NIM : 1160183000074

Jurusan : Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah

Alamat : Jl. Legoso Raya No.25C Rt.03/07, Pisangan, Ciputat Timur, Tangsel.

MENYATAKAN DENGAN SESUNGGUHNYA

Bahwa skripsi yang berjudul Pengaruh Motivasi Belajar Dan Kedisiplinan Saat Home Learning Terhadap Hasil Belajar IPS Kelas IV MI Al-Musrsyidiyyah adalah benar hasil karya sendiri di bawah bimbingan dosen.

Dosen Pembimbing : Takiddin M.Pd

NIP : 198312062011011005

Dengan surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya dan saya siap

menerima segala konsekuensi apabila terbukti bahwa skripsi ini bukan hasil karya sendiri.

Jakarta, 31 Agustus 2020

Linda Malika

NIM. 11160183000074 KEMENTERIAN AGAMA

FORM (FR)

No. Dokumen : FITK-FR-AKD-067

UIN JAKARTA Tgl. Terbit : 1 Maret 2010

FITK No. Revisi: : 01

Jl. Ir. H. Juanda No 95 Ciputat 15412 Indonesia Hal : 1/1

SURAT PERNYATAAN KARYA SENDIRI

(7)

ABSTRAK

Linda Malika (11160183000074) Pengaruh Motivasi Belajar Dan Kedisplinan Saat Home Learning Terhadap Hasil Belajar IPS Kelas IV MI AL- Mursyidiyyah.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh motivasi belajar dan kedisiplin saat Home Learning terhadap hasil belajar IPS kelas IV MI Al-Mursyidiyyah. Penelitian ini termasuk jenis penelitian ex-post facto dengan populasi penelitian sebanyak 110 dengan sampel penelitian diambil sebanyak 85 siswa kelas IV A, IV B, IV C dengan perhitungan rumus Issac Michael. Pemilihan sampel menggunakan teknik Probability Sampling jenis simple Random Sampling.

Pengumpulan data menggunakan metode angket dan dokumentasi. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari motivasi belajar dan kedisiplinan saat Home Learning sebagai variabel bebas dan hasil belajar IPS sebagai variabel terikat. Metode pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Analisis data dengan menggunakan analisis deskriptif presentase dan analisis regresi berganda. Hasil analisis deskriptif presentase menunjukan bahwa variabel motivasi belajar termasuk dalam kategori tinggi dengan presentase sebesar 14%, kedisiplinan saat Home Learning dalam kategori tinggi dengan presentase sebesar 41%, hasil belajar IPS dalam kategori tinggi dengan presentase 71%. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan motivasi belajar dan kedisiplinan saat Home Learning secara bersamaan terhadap hasil belajar IPS kelas IV MI Al-Mursyidiyyah. Hasil analisis diperolah harga koefisien korelasi (Ry(1,2)) sebesar 0,306, koefisien korelasi tersebut bernilai positif maka terdapat pengaruh positif variabel motivasi belajar dan kedisiplinan saat Home Learning terhadap hasil belajar IPS. Nilai koefisien determinasi (R2y(1,2)) sebesar 0,093 atau 9,3% yang berarti bahwa motivasi belajar dan kedisiplinan saat Home Learning mampu menjelaskan 9,3% perubahan hasil belajar. Sedangkan hasil uji F diperoleh nilai F sebesar 4,229. Hasil tersebut jika dibandingkan dengan Ftabel sebesar 3,110 pada taraf signifikansi 5% maka nilai Fhitung > Ftabel (4,229 >

3,110). Besarnya sumbangan efektif motivasi dan kedisiplinan saat Home Learning secara bersamaan terhadap hasil belajar IPS kelas IV sebesar 9,3%. Berdasarkan analisis di atas dapat ditarik keputusan bahwa hipotesis tersebut dapat diterima sehingga ada pengaruh motivasi belajar dan kedisiplinan saat Home Learning terhadap hasil belajar IPS kelas IV MI Al- Mursyidiyyah.

Kata Kunci : Motivasi Belajar, Kedisiplinan Saat Home Learning, Hasil Belajar

(8)

ABSTRACT

Linda Malika (11160183000074) The Effect of Learning Motivation and Discipline at Home Learning on Social Studies Learning Outcomes of Class IV MI AL-Mursyidiyyah.

The purpose of this study was to determine how much influence motivation and discipline at home learning have on social studies learning outcomes in grade IV MI Al-Mursyidiyyah. This research is an ex-post facto research with a research population of 110 with a sample of 85 students of class IV A, IV B, IV C with the calculation of the formula of Issac Michael. The sample selection uses the simple random sampling technique Probability Sampling. Collecting data using questionnaires and documentation. The variables in this study consisted of learning motivation and discipline when home learning was the independent variable and social studies learning outcomes as the dependent variable. The data collection method used a questionnaire and documentation. Data analysis using percentage descriptive analysis and multiple regression analysis. The results of the percentage descriptive analysis showed that the learning motivation variable was in the high category with a percentage of 14%, the discipline at home learning was in the high category with a percentage of 41%, the social studies learning outcomes were in the high category with a percentage of 71%. Based on the data analysis that has been done, it shows that there is a positive and significant influence on learning motivation and discipline at home learning simultaneously on social studies learning outcomes in grade IV MI Al-Mursyidiyyah. The results of the analysis show that the correlation coefficient (Ry (1,2)) is 0.306, the correlation coefficient is positive, so there is a positive influence on learning motivation and discipline variables during Home Learning on social studies learning outcomes. The coefficient of determination (R2y (1,2)) is 0.093 or 9.3%, which means that learning motivation and discipline during Home Learning can explain 9.3% changes in learning outcomes. While the results of the F test obtained an F value of 4.229.

These results when compared with Ftable of 3.110 at a significance level of 5%, the value of Fcount> Ftable (4.229> 3.110). The amount of effective contribution of motivation and discipline during Home Learning at the same time to social studies learning outcomes in grade IV is 9.3%. Based on the analysis above, it can be concluded that the hypothesis is acceptable so that there is an influence of learning motivation and discipline at home learning on social studies learning outcomes in class IV MI Al-Mursyidiyyah.

Keywords : Learning Motivation, Discipline of Learnign At Home, Student Achievement

(9)

iii

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah dan karunia-Nya sehingga penulisan proposal Penelitian kualitatif ini dapat terselesaikan dengan lancar.

Proposal Penelitian Kuantitatif ini berjudul “Pengaruh Motivasi Belajar Dan Kedisplinan Saat Home Learning Terhadap Hasil Belajar IPS Kelas IV MI Al – Mursyidiyyah”.

Penulis menyadari dalam penelitian ini tak lepas dari bantuan berbagai pihak yang tanpa lelah memberikan dorongan baik moril maupun materil. Terutama kepada kedua orang tua tercinta ibunda dan ayahanda dengan ketulusan dan cinta kasih serta untaian doa selalu tercurah sejak kecil hingga sekarang. Pada kesempatan yang baik ini penulis ingin mengucapkan terimakasih yang sebanyak- banyaknya kepada:

1. Dr. Sururin, M.Ag., selaku Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta beserta jajaran.

2. Asep Ediana Latip, M.Pd., selaku Ketua Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan.

3. Rohmat Widayanto, M.Pd. selaku Sekretaris Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah.

4. Takiddin, M.Pd., selaku Dosen Pembimbing yang telah memberi bimbingan, kritik dan saran yang sangat bermanfaat kepada penulis selama melaksanakan penyusunan proposal skripsi ini.

5. Hj. Murdati, S.Ag., selaku kepala sekolah MI Al Mursyidiyyah yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk melaksanakan penelitian.

6. Kedua orang tua yang tidak berhenti memberikan do’a dan dukungannya baik moril maupun materil.

7. Seluruh staf guru dan karyawan MI Al Mursyidiyyah yang telah membantu penyusunan proposal skripsi dengan baik.

(10)

iv

8. Para siswa dan siswi MI Al Mursyidiyyah yang telah bersedia belajar bersama-sama dengan penulis.

9. Ferdinni H. yang selalu mendengarkan keluh kesah penulis pada saat pembuatan skripsi.

10. Team Wacana Squad yang selalu memberikan semangat dan dukungan dalam menyusun proposal skripsi,

11. Team Ponakan Online yang selalu memberikan semangat dan dukungan dalam menyusun proposal skripsi,

12. Teman-teman mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah angkatan 2016 khususnya kelas PGMI 16 B yang telah memberikan semangat dan pengaruh positif dalam menyusun proposal skripsi.

Pada akhirnya penulis menyadari bahwa dalam penyusunan Penelitian ini masih memiliki banyak kekurangan. Oleh karena itu, sangat diharapkan kritik dan saran yang membangun dari berbagai pihak. Sehingga hal tersebut dapat memberikan nilai yang sangat berharga bagi penulis khususnya dan bagi pihak- pihak yang akan menjadikan penelitian ini sebagai referensi di masa yang akan datang. Semoga ridho Allah SWT senantiasa tercurah, sehingga penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak. Aamiin ya robbal ‘alamiin.

Tangerang Selatan, 3 September 2020 Penulis,

Linda Malika

(11)

v

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR TABEL ... vii

DAFTAR GAMBAR ... viii

DAFTAR LAMPIRAN ... ix

BAB I. PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Identifikasi Masalah ... 3

C. Batasan Masalah ... 4

D. Rumusan Masalah ... 4

E. Tujuan Penelitian ... 4

F. Manfaat Penelitian ... 4

BAB II. DESKRIPSI TEORITIS, KERANGKA PIKIR, DAN HIPOTESIS ... 6

A. Deskripsi teoritis atau kajian pustaka ... 6

1. Motivasi Belajar ... 6

2. Kedisiplinan Belajar Saat Home Learning ... 12

3. Hasil Belajar IPS ... 17

B. Kajian Penelitian Terdahulu Yang Relevan ... 20

C. Kerangka berpikir ... 22

D. Hipotesis penelitian ... 23

BAB III METODE PENELITIAN ... 24

A. Tempat dan Waktu Penelitian ... 24

B. Jenis Penelitian ... 24

C. Populasi, Sampel, Penelitian ... 25

D. Variabel Penelitian ... 27

E. Teknik Pengumpulan Data dan Pengembangan Instrumen Penelitian .... 29

(12)

vi

1. Teknik pengumpulan data ... 29

2. Pengembangan Instrumen Penelitian ... 30

F. Uji Coba Instrumen Penelitian ... 35

1. Uji Validitas ... 35

2. Uji Reliabilitas ... 37

G. Teknik Analisis Data ... 39

1. Uji Prasyarat Analisis ... 39

2. Analisis Regresi Berganda ... 41

a. Mencari Persamaan Regresi Linier Berganda ... 41

b. Uji Simultan (Uji F) ... 42

c. Sumbangan Relatif (SR) dan Sumbangan Efektif (SE) ... 42

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 44

A. Hasil Penelitian ... 44

1. Deskripsi Tempat Penelitian ... 44

2. Deskripsi Data Penelitian ... 49

B. Pengujian Prasyarat Analisis ... 60

C. Hasil Uji Hipotesis Penelitian ... 63

D. Pembahasan Hasil penelitian ... 66

BAB V PENUTUP ... 72

A. kesimpulan ... 72

B. Saran ... 72

DAFTAR PUSTAKA ... 74

(13)

vii

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Jadwal Kegiatan Penelitian ... 24

Tabel 3.2 Populasi Penelitian ... 25

Tabel 3.3 Skala Instrumen Penelitian ... 30

Tabel 3.4 Skor Alternatif Jawaban Variabel Motivasi Belajar Dan Disiplin Saat Home Learning ... 31

Tabel 3.5 Kisi- Kisi Angket Motivasi Belajar Dan Kedisiplinan Belajar Saat Home Learning ... 31

Tabel 3.6 Ringkasan Hasil Uji Coba Validitas Instrumen ... 36

Tabel 3.7 Pedoman Untuk Memberikan Interpretasi Koefisien Korelasi ... 38

Tabel 4.1 Guru Dan Tenaga Kependidikan ... 46

Tabel 4.2 Data Jumlah Siswa Mi Al-Mursyidiyyah ... 46

Tabel 4.3 Sarana Dan Prasarana Di Mi Al-Mursyidiyyah ... 47

Tabel 4.4 Frekuensi Variabel Motivasi Belajar ... 50

Tabel 4.5 Kecenderungan Data Variabel Motivasi Belajar... 51

Tabel 4.6 Distribusi Frekuensi Kecenderungan Motivasi Belajar ... 52

Tabel 4.7 Frekuensi Variabel Kedisiplinan saat Home Learning ... 54

Tabel 4.8 Kecenderungan Data Variabel Kedisiplinan saat Home Learning .... 54

Tabel 4.9 Distribusi Frekuensi Kecenderungan Kedisiplinan saat Home Learning ... 56

Tabel 4.10 Frekuensi Variabel Hasil Belajar IPS ... 57

Tabel 4.11 Kecenderungan Data Variabel Hasil Belajar IPS ... 58

Tabel 4.12 Distribusi Frekuensi Kecenderungan Hasil Belajar IPS ... 60

Tabel 4.13 Uji Normalitas Data Dengan Kolomogrov Smirnov ... 61

Tabel 4.14 Uji Multikolinieritas ... 62

Tabel 4.15 Analisis Hasil Regresi Berganda ... 63

Tabel 4.16 Analisis Hasil Regresi Berganda Model Summary ... 63

Tabel 4.17 Uji F ... 65

Tabel 4.18 Hasil Sumbangan Relatif (SR) Dan Sumbangan Efektif (SE) ... 65

(14)

viii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Kerangka Berpikir ... 23

Gambar 3.1 Tata Hubungan Variabel Penelitian ... 27

Gambar 3.2 Ringkasan Hasil Uji Coba Reliabilitas Instrumen ... 38

Gambar 4.1 Pie Chart Kecenderungan Variabel Motivasi Belajar ... 53

Gambar 4.2 Pie Chart Kecenderungan Variabel Kedisiplinan Saat Home Learning ... 56

Gambar 4.3 Pie Chart Kecenderungan Variabel Hasil Belajar IPS ... 60

(15)

ix

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Angket Uji Coba Instrumen ... 79

Lampiran 2 Tabulasi Data Hasil Uji Coba Instrumen ... 84

Lampiran 3 Output SPSS Hasil Uji Validitas Dan Reabilitas ... 88

Lampiran 4 Angket Penelitian ... 94

Lampiran 5 Tabulasi Data Hasil Penelitian ... 98

Lampiran 6 Rekapitulasi Nilai ... 103

Lampiran 7 Rekapitulasi Data X1, X2, Dan Y ... 106

Lampiran 8 Analisis Data X1, X2 Dan Y ... 109

Lampiran 9 Hasil Uji Prasyarat Analisis ... 112

Lampiran 10 Analisis Regresi Ganda, Uji T Dan Uji F ... 117

Lampiran 11 Hasil Perhitungan SR Dan SE ... 119

Lampiran 12 Surat Bimbingan Skripsi ... 121

Lampiran 13 Surat Permohonan Izin Penelitian ... 122

Lampiran 14 Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian ... 123

Lampiran 15 Lembar Uji Referensi ... 124

(16)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan diharapkan mampu mendidik siswa menjadi pribadi yang memiliki kemampuan akademik yang dapat menerapkan, serta mengembangkan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, dunia pendidikan dituntut untuk terus berkembang dan berinovasi dalam melakukan perbaikan-perbaikan di segala ruang lingkup pendidikan.

Ditambah wabah COVID-19 yang melanda Indonesia menuntut semua siswa dan guru untuk melakukan kegiatan Home Learning saat pandemi virus Corona (COVID-19). Home Learning adalah konsep pendidikan berbasis rumah yang dikelola secara mandiri oleh orang tua. Sistem ini dapat menjadi alternatif bagi ayah bunda yang menginginkan pendidikan sesuai dengan kebutuhan putra putrinya.1 Dimana untuk melakukan kegiatan belajar di rumah (Home Learning) orang tua dituntut untuk mendidik anak, mulai dari minat hingga gaya belajar.

Dalam proses pemahaman itu akan menimbulkan kedekatan antar keduanya, baik secara fisik maupun emosi. Pun saat kegiatan belajar itu dilakukan.

Dalam mewujudkan tujuan dilaksanakannya home learning untuk tercapainya peserta didik memiliki hasil belajar yang baik. Hasil belajar digunakan sebagai tolok ukur yang digunakan untuk mengukur keberhasilan siswa dalam memahami pelajaran maupun sebagai bahan evaluasi bagi pengajar dalam

1 Natalia Ridwan, dkk, Home Learning: Belajar Seru Tanpa Batas, (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2018), Hlm. 14

(17)

2

menyampaikan materi pembelajaran. Hasil belajar siswa dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, akan tetapi faktor yang sangat mempengaruhi hasil belajar siswa biasanya timbul dari dalam diri siswa tersebut. Beberapa faktor tersebut di antaranya adalah faktor kedisiplinan belajar serta faktor motivasi belajar.

Kedisiplinan belajar merupakan bentuk pengendalian diri yang dilakukan dengan kesadaran maupun karena dorongan dari pihak lain untuk melakukan kegiatan belajar. Disiplin akan terwujud melalui pembinaan yang dilakukan sejak dini mulai dari lingkungan keluarga dan berlanjut dalam pendidikan di sekolah. Keluarga dan sekolah menjadi tempat penting bagi perkembangan disiplin belajar siswa. Dapat dikatakan bahwa disiplin belajar terbentuk bukan secara otomatis sejak manusia dilahirkan, melainkan terbentuk karena pengaruh lingkungannya. Disiplin sebagai suatu kondisi yang tercipta dan terbentuk dari serangkaian perilaku yang menunjukkan nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan atau ketertiban. Apabila aturan belajar yang telah dibuat dilaksanakan oleh siswa secara continue (terus-menerus), maka siswa akan memiliki disiplin belajar yang baik.2

Dalam hal belajar, siswa yang disiplin akan mudah dalam menyerap materi pelajaran dibanding siswa yang tidak disiplin. Hal ini dikarenakan siswa yang disiplin dalam belajar akan senantiasa meluangkan waktu setiap harinya untuk belajar atau kegiatan yang bermanfaat. Maka dari itu, kedisiplinan belajar sangat berpengaruh pada prestasi belajar siswa.

Faktor lain dalam individu siswa yang mempengaruhi belajar adalah faktor motivasi belajar siswa. Motivasi belajar merupakan sebuah keinginan kuat yang timbul dalam diri siswa untuk mampu memahami, menguasai dan menyerap segala materi yang disampaikan guru pada saat proses pembelajaran. Tanpa adanya motivasi dalam individu siswa, maka hasil pembelajaran tidak akan tercapai secara maksimal.

Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan peneliti di MI Al- Mursyidiyyah, diperoleh informasi bahwasannya sekolah ini telah melaksanakan pembelajaran yang terencana dan terkonsep secara baik untuk meningkatkan kedisiplinan belajar siswa saat belajar di rumah (Home Learning). Pada kenyataannya masih terdapat siswa yang kurang bersungguh-sungguh dalam

2 Tu’u Tulus, Peran Disiplin pada Perilaku dan Prestasi Siswa, (Jakarta: Grasindo. 2004), hlm. 31

(18)

3

belajar dan masih ada beberapa siswa yang terlambat mengumpulkan tugas secara online. Oleh karena itu, pengenalan tentang efek serta pengaruh kedisiplinan saat belajar di rumah (Home Learning) dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa diharapkan dapat membantu sekolah maupun guru dalam menerapkan kedisiplinan belajar kepada siswa. Diharapkan dengan dilakukannya penelitian terhadap kedisiplinan belajar siswa saat dirumah, akan memberikan pengetahuan kepada sekolah, guru, maupun orang tua tentang pengaruh kedisiplinan belajar saat belajar di rumah untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Sehingga dapat dilakukan upaya lebih lanjut untuk terus meningkatkan sikap kedisiplinan belajar siswa mengingat bahwasannya kedisiplinan memiliki pengaruh dalam meningkatkan hasil belajar siswa.

Motivasi dan kedisiplinan yang terdapat dalam diri siswa sebagai faktor utama untuk pencapaian hasil belajar yang baik. Namun tidak dapat dipungkiri apabila tingkat motivasi dan kedisiplinan pada setiap siswa itu berbeda. Akan tetapi pada kenyataannya faktor dari dalam diri saja tidak sepenuhnya menunjang pencapaian hasil belajar tanpa adanya dukungan dari guru dan orang tua sebagai pembimbing dalam proses belajar mengajar. Berdasarkan uraian di atas maka perlu dilakukan penelitian yang lebih mendalam tentang pengaruh motivasi belajar dan kedisiplinan saat Home Learning terhadap hasil belajar IPS kelas IV MI Al- Mursyidiyyah.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka permasalahan dalam penelitian ini dapat diidentifikasi sebagai berikut:

Rendahnya motivasi belajar dan kedisiplinan siswa dalam mengikuti pelajaran menjadikan faktor penyebab turunnya nilai hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari mayoritas siswa jarang mengerjakan PR yang diberikan oleh guru, kurangnya fokus siswa ketika kegiatan belajar mengajar, tidak adanya motivasi belajar yang kuat untuk berhasil dapat dilihat pada keseharian siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Sehingga materi yang disampaikan pendidik tidak

(19)

4

dapat dipahami oleh sebagian siswa yang tidak memiliki motivasi belajar untuk mencapai nilai hasil belajar yang maksimal.

C. Batasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah di atas, maka pembatasan masalahnya adalah ada banyak faktor yang mempengaruhi hasil belajar. Untuk lebih memfokuskan penelitian serta pembahasan, penulis membatasi masalah pada motivasi belajar dan kedisiplinan saat Home Learning terhadap hasil belajar IPS kelas IV MI Al-Mursyidiyyah pada semester genap tahun 2019/2020.

D. Rumusan Masalah

Rumusan masalah sebagai acuan dalam penelitian ini adalah seberapa besar pengaruh motivasi belajar dan kedisiplinan saat Home Learning terhadap hasil belajar IPS kelas IV MI Al-Mursyidiyyah?

E. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh motivasi belajar dan kedisiplin saat Home Learning terhadap hasil belajar IPS kelas IV MI Al-Mursyidiyyah.

F. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan memberi manfaat sebagai berikut:

1. Bagi guru

Diharapkan Dapat memberikan informasi dan pengetahuan tentang pengaruh motivasi belajar dan kedisiplinan saat Home Learning terhadap hasil belajar IPS.

2. Bagi orang tua

Diharapkan dapat menambah masukan dalam mengembangkan dan meningkatkan motivasi belajar dan kedisiplinan saat Home Learning sehingga dapat menemukan cara efektif dalam mendukung peningkatan hasil belajar siswa.

(20)

5

3. Bagi Peserta Didik

Diharapkan bagi siswa sebagai masukan atau motivasi dan dapat menerapkan kedisiplinan belajar yang baik saat Home Learning sehingga dapat mencapai hasil belajar yang optimal.

4. Bagi Peneliti lain

Untuk memperkaya wawasan dan menambah referensi maupun sumber bagi penelitian lebih lanjut.

(21)

6

BAB II

LANDASAN TEORI

A. Deskripsi Teoritis atau Kajian Pustaka 1. Motivasi Belajar

a. Belajar

1) Pengertian Belajar

Belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku individu atau seseorang melalui interaksi dengan lingkungannya. Perubahan tingkah laku ini mencakup perubahan dalam kebiasaan (habit), sikap (afektif), dan keterampilan (psikomotorik).3 Belajar artinya suatu proses, suatu kegiatan dan bukan suatu hasil atau tujuan. Belajar bukan hanya mengingat, akan tetapi lebih luas dari pada itu, yakni mengalami. Hasil belajar bukan suatu penguasaan hasil latihan, melainkan perubahan kelakuan.4

Belajar merupakan proses penting bagi perubahan perilaku manusia dan mencakup segala sesuatu yang difikirkan dan dikerjakan.

Untuk mengukur apakah seseorang telah belajar, maka diperlukan perbandingan antara perilaku sebelum dan setelah mengalami kegiatan belajar.5

Belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang. Perubahan sebagai hasil dari proses belajar dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk seperti perubahan pengetahuan, pemahaman, sikap dan tingkah laku, keterampilan, kecakapan, kebiasaan serta perubahan aspek-aspek lain yang ada pada individu yang belajar.6

3 Ahmad Susanto, Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2013), hlm. 4

4 Oemar Hamalik, Psikologi Belajar dan Mengajar, (Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2000 ), hlm. 36

5 Zuhaira Laily Kusuma, Pengaruh Motivasi Belajar Dan Kedisiplinan Belajar Terhadap Prestasi Belajar Mata Pelajaran Akuntansi Siswa Kelas Xi Ips Sma N 3 Pati Tahun Pelajaran 2013/2014, Economic Education Analysis Journal, Vol. 4 No. 1 Tahun 2015, hlm. 62

6 Nana Sudjana, Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar, (Bandung: Sinar Baru Algesindo, 2000), hlm. 28

(22)

7

Berdasarkan beberapa pendapat tersebut dapat diambil pengertian bahwa belajar merupakan suatu usaha yang dilakukan seseorang dengan tujuan untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Dengan demikian, seseorang dapat dikatakan belajar apabila terjadi perubahan pada diri seseorang yang belajar dengan adanya latihan dan pengalaman.

2) Faktor- faktor yang Memengaruhi Belajar

Belajar timbul karena faktor intrinsik berupa hasrat dan keinginan berhasil, dorongan kebutuhan belajar, serta harapan akan cita-cita.

Sedangkan faktor ekstrinsiknya adalah adanya penghargaan.

Lingkungan belajar yang kondusif dan kegiatan belajar yang menarik.7 Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar menjadi dua aspek, yakni:8

a) Aspek Fisiologis

Aspek fisiologis meliputi keadaan atau kondisi umum jasmani seseorang. Berkaitan dengan ini, kondisi organ-organ khusus seperti tingkat kesehatan pendengaran, penglihatan juga sangat mempengaruhi siswa dalam menyerap informasi atau pelajaran.

b) Aspek Psikologis

Aspek psikologis meliputi tingkat kecerdasan/ intelegensi, sikap siswa, bakat siswa, minat siswa, motivasi, perhatian, kematangan dan kesiapan.

Berdasarkan beberapa pendapat tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi belajar adalah faktor internal (faktor dari dalam siswa), faktor eksternal (faktor dari luar siswa), dan faktor pendekatan belajar. Belajar memang harus keinginan dari dalam diri siswa itu namun keadaan lingkungan dan hal-

7 Uno, Teori Motivasi dan Pengukurannya, (Jakarta: Bumi Aksara, 2011), Hlm. 23

8 Tohirin, Psikologi Pembelajaran Agama Islam, (Jakarta: Raga Grafindo Perdasa, 2006), Hlm.

127

(23)

8

hal lain yang dapat membantu proses belajar yang nyaman dan menarik juga diperlukan oleh seorang siswa. Serta guru yang profesional diharapkan mampu dan berusaha mengetahui faktor yang menghambat belajar mereka. Oleh karena itu, para guru di sekolah harus memperhatikan berbagai faktor psikologis tersebut guna meningkatkan kualitas dan proses pembelajaran di sekolah.

3) Tujuan Belajar

Tujuan belajar ada tiga jenis, yaitu untuk mendapatkan pengetahuan, penanaman konsep dan keterampilan, pembentukan sikap.9

a) Mendapatkan Pengetahuan

Bertambahnya pengetahuan tidak akan lepas dari kemampuan berpikir, sehingga keduanya merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan. Artinya, seseorang tidak dapat mengembangkan kemampuan berpikir tanpa adanya pengetahuan.

Tujuan inilah yang memiliki kecenderungan lebih besar perkembangannya didalam kegiatan belajar. Oleh karena itu, peranan guru sebagai pengajar lebih menonjol. Adapun jenis interaksi atau cara yang dipergunakan untuk kepentingan itu pada umumnya dengan model kuliah (presentasi), pemberian tugas- tugas bacaan. Berdasarkan cara demikian anak didik akan diberikan pengetahuan sehingga menambah pengetahuannya dan sekaligus akan mencarinya sendiri untuk mengembangkan cara berpikir dalam rangka memperkaya pengetahuannya.

b) Penanaman Konsep dan Keterampilan

Penanaman konsep atau merumuskan konsep, juga memerlukan suatu keterampilan, baik keterampilan yang bersifat jasmani ataupun rohani. Keterampilan jasmani adalah

9 Sardiman A.M, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, (Jakarta: Rajawali Pers, 1992) hlm. 28-30

(24)

9

keterampilan-keterampilan yang dapat dilihat, diamati, sehingga akan menitikberatkan pada keterampilan gerak atau penampilan dari anggota tubuh seseorang yang sedang belajar, termasuk dalam hal ini masalah-masalah “teknik” dan “pengulangan”. Sedangkan keterampilan rohani lebih rumit, karena tidak selalu berurusan dengan masalah-masalah keterampilan yang dapat dilihat bagaimana ujung pangkalnya, tetapi lebih abstrak, menyangkut persoalan-persoalan penghayatan dan keterampilan berpikir serta kreativitas untuk menyelesaikan dan merumuskan suatu masalah atau konsep. Berdasarkan pendapat tersebut semata-mata bukan soal “pengulangan”, tetapi mencari jawaban yang cepat dan tepat.

Keterampilan itu memang dapat dididik, yaitu dengan banyak melatih kemampuan. Demikian juga mengungkapkan perasaan melalui bahasa tulis atau lisan, bukan soal kosa kata atau tata bahasa, semua memerlukan banyak latihan. Interaksi yang mengarah pada pencapaian keterampilan itu akan menuruti kaidah- kaidah tertentu dan bukan semata-mata hanya menghafal atau meniru.

c) Pembentukan Sikap

Demi menumbuhkan sikap mental, perilaku dan pribadi anak didik, guru harus lebih bijak dan hati-hati dalam pendekatannya, untuk ini dibutuhkan kecakapan mengarahkan motivasi dan berpikir dengan tidak lupa menggunakan pribadi guru itu sendiri sebagai contoh atau model. Interakasi belajar mengajar guru akan senantiasa diobservasi, dilihat, didengar, ditiru semua perilakunya oleh para siswanya. Dari proses observasi juga diharapkan terberdasarkan pendapat tersebut proses internalisasi sehingga menumbuhkan proses penghayatan pada setiap diri siswa untuk kemudian diamalkan.

(25)

10

Berdasarkan uraian tersebut, dapat diambil pengertian bahwa motivasi belajar adalah suatu dorongan yang kuat yang terdapat dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas belajar sehingga mencapai tujuan tertentu atau mencapai prestasi yang optimal. Motivasi belajar yang kuat akan mempengaruhi intensitas usaha belajar yang tekun dan tidak lekas putus asa dalam menghadapi tugas sehingga akan mempengaruhi prestasi belajar yang dicapai. Seseorang akan berhasil dalam belajar, kalau pada dirinya sendiri ada keiginaan untuk belajar.

b. Motivasi

1) Pengertian Motivasi Belajar

Motivasi berasal dari kata dalam bahasa inggris

“motivation”. Motivasi adalah dorongan atau stimulus yang datang dari dalam batin atau hari orang, yang menggerakan perilaku sadarnya untuk memenuhi kebutuhan atau mencapai sasaran yang ditujunya. Motivasi juga dapat dipandang sebagai suatu gejala pikiran yang berfungsi sebagai pendorong manusia untk melakukan aktivitasnya. Terbentuknya gejala pikiran ini dapat dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal.10

Secara etimologi “motivasi berasal dari bahasa latin, yaitu movere yang berarti menggerakkan (to move) dan dalam bahasa inggris disebut motivation yang berarti pemberian motif, penimbulan motif atau hal yang menimbulkan dorongan”, sehingga dapat disimpulkan motivasi merupakan sesuatu hal yang dapat menggerakkan atau mendorong seseorang untuk bertingkah laku, dan perbuatannya tersebut terdapat tujuan tertentu.11

Kemudian sejalan dengan pendapat yang diutarakan oleh Hamalik Oemar yaitu“Motivation is an energy change within the person characterized by affective arousal and anticipatory goal reaction” dari kutipan di atas maksudnya motivasi merupakan suatu perubahan tenaga yang berasal dalam diri seseorang dengan ditandai

10 Sumadi Suryabrata, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: Rajawali, 2006), hlm. 45

11 Stevani, Analisis Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Ekonomi Siswa Kelas X SMK Negeri 5 Padang, Jurnal of Economic Education, Vol 4 No 2 Tahun 2016, hlm. 311

(26)

11

oleh dorongan afektif dan reaksi-reaksi dalam usaha untuk mencapai suatu tujuan.12

Berdasarkan berbagai pendapat tersebut dapat ditarik pengertian bahwa motivasi adalah dorongan atau rangsangan pada diri siswa untuk melakukan suatu kegiatan belajar dengan tujuan tertentu yang diinginkan oleh siswa tersebut untuk menjadi aktif bertindak sebagai hasil dari pengalaman yang terjadi dan berdasarkan kebutuhan.

2) Fungsi Motivasi

Siswa yang memiliki motivasi yang tinggi, belajarnya lebih baik dibandingkan dengan para siswa yang memiliki motivasi rendah. Hal ini berarti siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi akan tekun dalam belajar dan terus belajar secara kontinyu tanpa mengenal putus asa serta dapat mengesampingkan hal-hal yang dapat mengganggu kegiatan belajar.13

Berbeda dengan pendapat Rufi Indrianti, dkk dalam Jurnal Pendidikan Ekonomi: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, Ilmu Ekonomi, dan Ilmu Sosial yang berjudul Pengaruh Motivasi Dan Disiplin Belajar Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Prakarya Dan Kewirausahaan” berpendapat bahwa Motivasi belajar siswa dapat menjadi lemah, lemahnya motivasi atau tiadanya motivasi belajar akan melemahkan kegiatan, sehingga mutu hasil belajar menjadi rendah. Oleh karena itu motivasi belajar pada diri siswa perlu diperkuat terus menerus, dengan tujuan agar siswa mempunyai motivasi belajar yang kuat, sehingga hasil belajar yang diperolehnya dapat optimal.

Motivasi belajar yang dimiliki oleh siswa dalam setiap kegiatan pembelajaran sangat berperan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran tertentu. Siswa yang memiliki motivasi terhadap suatu pelajaran akan lebih mudah memahami apa yang telah dipelajari dalam pelajaran tersebut. Siswa akan menghargai apa yang telah dipelajari sehingga merasakan kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari di tengah-tengah masyarakat.14

Berdasarkan berbagai pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar merupakan dorongan semangat yang muncul

12 Oemar Hamalik, Proses Belajar Mengajar, (Jakarta: Bumi Aksara, 2003), Hlm. 158

13 Yusuf, Motovasi Dalam Belajar, (Jakarta: P2IPTK, 2003), hlm. 14

14 Rufi Indrianti, dkk, Pengaruh Motivasi Dan Disiplin Belajar Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Prakarya Dan Kewirausahaan, Jurnal Pendidikan Ekonomi: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, Ilmu Ekonomi, dan Ilmu Sosial, Vol. 11 No.2 Tahun 2017, hlm. 70

(27)

12

dalam diri seseorang untuk belajar lebih giat untuk mencapai nilai yang memuaskan. Motivasi mempunyai fungsi yang sangat penting dalam belajar, karena motivasi akan menentukan intensitas usaha belajar yang dilakukan oleh siswa, hal ini berarti siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi akan tekun dalam belajar dan terus belajar secara kontinyu tanpa mengenal putus asa.

3) Jenis-jenis Motivasi Belajar

Motivasi dibagi menjadi dua tipe atau kelompok yaitu intrinsik dan ekstrinsik:15

a) Motivasi intrinsik merupakan motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar, karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu.

Contohnya seseorang yang senang membaca tidak usah disuruh atau mendorongnya, ia sudah rajin membaca bukku-buku untuk dibacanya.

b) Motivasi ekstrinsik merupakan motif-motif yang aktif dan beerfungsinya karena adanya perangsang dari luar. Contohnya seseorang itu belajar karena tahu besok pagi ada ujian dengan harapan akan mendapatkan nilai baik atau agar mendapatkan hadiah. Jadi kalau dilihat dari segi tujuan kegiatan yang dilakukannya, tidak secara langsung bergayut dengan esensi apa yang dilakukan itu.

2. Kedisiplinan Saat Home Learning a. Pengertian Home Learning

“Parental involvement as an act of taking part in an activity or situation as a feeling of being involved in a particular activity, this means that parental involvement in children will involve a greater commitment, than parental involvement with school” dari kutipan di atas maksudnya Keterlibatan orang tua sebagai tindakan mengambil bagian dalam suatu kegiatan atau situasi sebagai perasaan terlibat dalam kegiatan tertentu, ini

15 Sardiman, Interaksi dan Motivasi Mengajar, (Jakarta: Raja Grafindo, 2004), hlm. 88-90

(28)

13

berarti bahwa keterlibatan orang tua pada anak-anak akan melibatkan komitmen yang lebih besar, daripada keterlibatan orang tua dengan sekolah.16

Home Learning adalah konsep pendidikan berbasis rumah yang dikelola secara mandiri oleh orang tua. Sistem ini dapat menjadi alternatif bagi ayah bunda yang menginginkan pendidikan sesuai dengan kebutuhan putra putrinya.17

Sistem belajar seperti ini justru sangat tepat bila diterapkan pada anak usia dini. Rumah akan menjadi tempat belajar pertama.

Hal terpenting adalah menanamkan pada buah hati bahwa belajar adalah sesuatu yang menyenangkan. Bukan membosankan seperti yang dirasakan anak-anak pada umumnya. Karena itu, orang tua memegang peranan penting sebagai pengasuh, pendamping, sekaligus guru pertama yang mereka tahu. Pada dasarnya, prinsip home learning adalah anak sebagai subyek dan memiliki kebebasan dalam belajar.18

Dari berbagai pengertian tersebut, maka dapat diambil kesimpulan bahwa Home Learning adalah sebuah keluarga yang bertanggung jawab sendiri atas pendidikan anak-anak dan mendidik anaknya dengan berbasis rumah. Pada Home Learning, orang tua bertanggung jawab sepenuhnya atas proses pendidikan anak. Proses Home Learning memang berpusat di rumah maka dari itu para orang tua dapat menggunakan sarana apa saja dan di mana saja untuk pendidikan Home Laerning anaknya.

b. Pengertian Disiplin Belajar

“The term ‘discipline’ comes from the word ‘discipulus’ in Latin which means teaching and learning. The term has the it means “to teach someone to obey rules and control their behavior or to punish someone in order to keep order and control” dari kutipan di atas maksudnya Istilah 'discipline' berasal dari kata 'discipulus' dalam bahasa Latin yang berarti mengajar dan belajar. Istilah ini memiliki arti mengajar seseorang

16 Aslanidou Eftychiai, Home Learning Activities And Children’s Learning Outcomes: A Review Of Recent Evidence, European Journal Of Education Studies, Vol. 6 No. 1 Tahun 2019, hlm. 102

17 Natalia Ridwan, dkk, Loc.Cit.

18 Ibid., hlm. 123

(29)

14

untuk mematuhi aturan dan mengendalikan perilaku mereka atau untuk menghukum seseorang agar menjaga ketertiban dan kontrol.19

Kemudian sejalan dengan pendapat yang diutarakan oleh Ignatius Jeffrey and Ade Zein, dalam International Journal Of Development Research yang berjudul “The Effects Of Achievement Motivation, Learning Discipline And Learning Facilities On Student Learning Outcomes” berpendapat bahwa “The discipline will be realized if students are motivated and motivate themselves.

The problem frequently encountered in the world of education in Indonesia is the violation against the school rules and regulations, from minor level violations to high level violations” dari kutipan di atas maksudnya Disiplin akan terwujud jika siswa termotivasi dan memotivasi diri mereka sendiri. Masalah yang sering dihadapi dalam dunia pendidikan di Indonesia adalah pelanggaran terhadap peraturan dan regulasi sekolah, dari pelanggaran tingkat minor hingga pelanggaran tingkat tinggi.20

Disiplin adalah sesuatu yang terletak di dalam hati dan jiwa seseorang yang memberikan dorongan bagi orang yang bersangkutan untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu sebagaimana ditetapkan oleh norma dan peraturan yang berlaku.21

Disiplin pada hakikatnya adalah kemampuan untuk mengendalikan diri dalam bentuk tidak melakukan suatu tindakan yang tidak sesuai dan bertentangan dengan sesuatu yang telah ditetapkan dan melakukan sesuatu yang mendukung dan melindungi sesuatu yang telah ditetapkan.22

Disiplin belajar adalah kemampuan seseorang untuk secara teratur belajar dan tidak melakukan sesuatu yang dapat merugikan tujuan akhir dari proses belajarnya”. Disiplin belajar tidak hanya berupa kemampuan untuk belajar secara teratur, tetapi juga didukung dengan tidak melakukan sesuatu yang melanggar peraturan yang dapat merugikan

19 Mehrak Rahimi and Fatemeh Hosseini Karkami, The role of teachers’ classroom discipline in their teaching effectiveness and students’ language learning motivation and achievement: A path method, Iranian Journal of Language Teaching Research Vol. 3 No. 1, January 2015, hlm. 59

20 Ignatius Jeffrey and Ade Zein, The Effects Of Achievement Motivation, Learning Discipline And Learning Facilities On Student Learning Outcomes, International Journal Of Development Research Vol. 07, No. 09, September 2017, hlm. 71

21 Cece Wijaya dan A. Tabrani Rusyan, Kemampuan Dasar Guru Dalam Proses Belajar Mengajar., (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1991), hlm. 18

22 Soedijarto, Menuju Pendidikan Nasional yang Relevan dan Bermutu. (Jakarta: Balai Pustaka. 1993), hlm. 163

(30)

15

tujuan akhir dari belajar. Disiplin belajar meliputi disiplin belajar di rumah dan di sekolah.23

Perilaku pelanggaran disiplin yang biasa terberdasarkan pendapat tersebut adalah terlambat, melalaikan tugas, membolos, berisik dikelas, saling berkirim surat saat pelajaran, membantah perintah, marah, merusak benda-benda, berkelahi, tidak sopan dan bertindak asusila.24

Dari berbagai pengertian tersebut, maka dapat diambil kesimpulan bahwa disiplin belajar adalah suatu kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses dari serangkaian perilaku seseorang yang sesuai dengan peraturan atau tata tertib untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru sebagai hasil pengalamanya sendiri dalam interaksi dengan lingkungan. Seseorang yang disiplin akan menaati semua peraturan baik yang tertulis atau tidak tertulis, sehingga seseorang tersebut tidak akan bertindak sesuai dengan kemauannya sendiri.

c. Indikator Kedisiplinan

Berdasarkan pengertian disiplin belajar di atas, Untuk lebih memahami tentang kedisiplinan, berikut akan diuraikan beberapa indikator kedisiplinan, diantaranya:25

1) Disiplin waktu meliputi:

a) Tepat waktu dalam belajar, mencakup datang dan pulang sekolah tepat waktu, mulai dan selesai belajar di sekolah tepat waktu, mulai dan selesai belajar di rumah tepat waktu.

b) Tidak keluar atau membolos saat pelajaran.

c) Menyelesaikan tugas sesuai waktu yang telah ditetapkan.

2) Disiplin perbuatan meliputi:

a) Patuh dan tidak menentang peraturan b) Tidak malas belajar

c) Tidak menyuruh orang lain bekerja demi dirinya

23 Ibid., Hlm. 164

24 Crow & Crow, Pengantar Ilmu Pendidikan, (Yogyakarta: Rake Sarasin, 1990), hlm.113

25 Moenir A.S, Manajemen Pelayanan Umum di Indonesia, ( Jakarta: PT. Bumi Aksara, 1995), hlm. 97

(31)

16

d) Tidak suka berbohong

e) Tingkah laku yang menyenangkan, mencakup tidak mencontek saat ulangan, tidak membuat keributan dan tidak mengganggu orang lain yang sedang belajar.

Berdasarkan pendapat tersebut maka dapat disimpulkan bahwa indikator disiplin belajar harus diawali dengan kepatuhan kemudian niat dan yang terakhir hasil dari sifat disiplin belajar tersebut tertanam dalam diri siswa.

d. Perlunya Disiplin Belajar

Alasan disiplin itu penting karena sebagai berikut:26

1) Dengan disiplin yang muncul karena kesadaran diri, siswa akan berhasil dalam belajarnya.

2) Tanpa disiplin yang baik, suasana sekolah menjadi kurang kondusif bagi kegiatan pembelajaran. Secara positif, disiplin memberikan dukungan lingkungan yang tenang dan tertib bagi proses pembelajaran.

3) Diharapkan siswa dapat menjadi individu yang tertib, teratur, dan disiplin.

4) Disiplin merupakan jalan bagi siswa untuk sukses dalam belajar dan kelak ketika bekerja.

Berdasarkan pernyataan di atas, mengapa kedisiplinan itu penting maka dapat disimpulkan bahwa kedisiplinan berperan penting terhadap kemajuan dan keberhasilan seseorang termasuk siswa dalam hal prestasi belajar maupun hasil belajar yang diperoleh oleh siswa.

26 Tu’u, Tulus, Peran Disiplin Pada Perilaku dan Prestasi Belajar, (Jakarta: Grasindo, 2008), hlm. 37

(32)

17

3. Hasil Belajar IPS

a. Pengertian Hasil Belajar

Hasil Belajar merupakan penilaian pendidikan tentang perkembangan dan kemajuan murid berkenaan dengan penguasaan bahan pengajaran yang disajikan kepada mereka serta nilai-nilai yang terdapat dalam kurikulum.27 Hasil belajar merupakan hasil suatu interaksi tindak belajar dan mengajar yang dilakukan oleh dua sisi yaitu sisi guru maupun sisi siswa.28

Hasil belajar adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengertian- pengertian, sikap-sikap, apresiasi, abilitas, dan keterampilan serta dilengkapi dengan serangkaian pengalaman-pengalaman. Hasil belajar tidak diperoleh tanpa adanya proses pembelajaran yang dilakukan oleh seseorang.29

Seseorang yang telah melakukan kegiatan belajar, dalam dirinya akan terjadi perubahan perilaku yang disebut dengan hasil belajar. Dalam pengertiannya hasil belajar adalah sejumlah pengalaman yang diperoleh siswa yang mencakup ranah kognitif, aktif dan psikomotorik. Belajar tidak hanya penguasaan konsep mata pelajaran saja, tapi juga penguasaan kebiasaan, presepsi, kesenangan, minat bakat, penyesuaian sosial, macam-macam keterampilan, cita-cita, keinginan dan harapan.30

Berdasarkan pernyataan di atas, dapat disimpulkan bahwa seorang individu akan terlihat kemampuan yang dimilikinya setelah mereka mendapat suatu pengalaman belajar yang baik dalam segi kognitif, afekif dan psikomotorik. Dari pengalaman belajar ini apakah ada hasil perubahan kearah yang lebih baik atau sebaliknya. Maka dari itu, perlu adanya penilaian hasil akhir untuk mengetahui berhasil tidaknya seseorang dalam proses belajar yang disebut dengan hasil belajar.

27 Ahmad Syafi’i, dkk, Studi Tentang Prestasi Belajar Siswa Dalam Berbagai Aspek Dan Faktor Yang Mempengaruhi, Jurnal Komunikasi Pendidikan, Vol.2 No.2, Juli 2018, hlm. 116

28 Dimyati & Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran. (Jakarta : Rineka Cipta.2016), hlm. 3-4

29 Oemar Hamalik, Op.cit., hlm. 31

30 Rusman, Pembelajaran Tematik Terpadu, ( Jakarata: PT Raja Grafindo Persada, 2015),hlm. 67

(33)

18

b. Faktor –Faktor Hasil Belajar

Faktor –faktor yang mempengaruhi hasil belajar bisa berasal dari faktor internal maupun eksternal. Faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa adalah31

1. Faktor Internal

Faktor internal merupakan faktor yang terdapat dari dalam diri siswa. Faktor –faktornya terdiri dari tiga aspek yaitu aspek fisiologis (bersifat jasmani), faktor psikologis (bersifat rohani), dan faktor kelelahan ( bersifat jasmani dan rohani).

2. Faktor Eksternal

Faktor eksternal merupakan faktor yang berasal dari luar siswa yaitu 1) faktor orang tua (cara mendidik,suasana lingkungan rumah, hubungan diantara anggota keluarga), 2) faktor sekolah (metode pembelajaran, hubungan antara guru dan siswa, waktu, kedisiplinan), 3) faktor masyarakat (kegiatan siswa dalam masyarakat, teman, media massa).

c. Mata Pelajaran IPS

1) potensi daerah dan kegiatan ekonomi.32

a) Sumber daya Alam Potensi daerah dan Kegiatan Ekonomi Potensi daerah adalah segala kemampuan yang ada pada suatu daerah yang dapat dikembangkan sehingga bermanfaat atau bernilai ekonomi bagi masyarakat setempat.

Potensi terbagi menjadi 2:

(1) potensi alam; pertanian, perkebunan, peternakan, pertambangan, pariwisata dan perikanan.

31 Slameto, Belajar Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi, (Jakarta : Rineka Cipta. 2010), hlm. 54

32 Tim Guru Eduka, 99% sukses ulangan harian SD kelas 4 dilengkapi ringkasan materi, (Jakarta: C Media, 2010), Hlm. 138-139

(34)

19

(2) Potensi sosial: kemampuan yang dapat dikembangkan dari pola kehidupan masyarakat suatu daerah. Contoh pakaian daerah ulos raga berasal dari sumatera

b) Agraris

Agraris adalah kegiatan mengolah tanah. Kegiatan ini bertujuan menghasilkan barang. Kegiatan agraris banyak mempergunakan sumber daya alam. Adapun kegiatan agraris adalah sebagai berikut:

(1) Pertanian adalah kegiatan bercocok tanam. Bertujuan menghasilkan bahan pangan. Hasil yang diperoleh padi, jagung, kacang, kedelai, dan sebagainya

(2) Peternakan adalah pembudidayaan hewan ternak.

Hewan ternak berupa sapi, kuda, kerbau, kambing, sejenis unggas.

(3) Perkebunan merupakan bagian dari agraris. Tanaman yang ditanam digunakan untuk keperluan industri. Hasil perkebunan berupa teh, kopi, cengkeh, dan sebagainya.

(4) Kehutanan adalah kegiatan menggunakan hasil hutan.

Selain itu, kegiatan kehutanan dapat berupa pelestarian.

Hasil hutan berupa kayu, rotan, dan damar.

(5) Perikanan adalah kegiatan membudidayakan ikan. Hasil perikanan berupa bandeng, nila, lele, dan sebagainya.

c) Perdagangan

Perdagangan adalah kegiatan membeli barang dan menjual kembali tanpa proses pengelolaan.

d) Industri

Industri adalah pengelolaan bahan mentah menjadi barang jadi. Sebagai contoh pabrik sepatu, pabrik semen, pabrik kertas, produk makanan kaleng, pabrik cat.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini mempunyai beberapa tuju- an, yaitu untuk: (1) Mengidentifikasi profil usaha agroindustri ikan asin; (2) Menganalisis penggunaan faktor produksi dan

he registry included 77 physicians (91% neurologists and 9% trained inter- nists on cerebrovascular disease) from 59 urban centres of diferent types: 39 public and 20 private

Anemia adalah suatu kondisi tubuh yang terjadi ketika sel-sel darah merah (eritrosit) dan Hemoglobin (Hb) yang sehat dalam darah berada dibawah nilai normal (kurang

tentangbanyaknya penduduk usia kerja yang terserap menjadi tenaga kerja, besarnya peningkatan pendapatan tenaga kerja, pemenuhan kebutuhan pokok, dan tingkat

Kebudayaan tradisional adat Toraja ini meliputi segala aspek yang berhubungan dengan masyarakat, ukiran kayu, rumah adat, upacara pemakaman, musik/tarian,

Perlu dilakukan pengujian lebih lanjut terhadap adsorpsi ion Pb(II) dan Cu(II) oleh biomassa alga Tetraselmis sp, HAS, dan HAS-magnetit menggunakan metode kontinu sehingga

dengan judul: “PERAN SIKAP DAN NORMA SUBYEKTIF DALAM MENENTUKAN NIAT MAHASISWA MEMILIH BKK PENDIDIKAN TATA NIAGA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI FKIP UNS TAHUN

Kadar serat tortilla jagung yang difortifikasi dengan tepung ampas tahu , memberikan kadar serat tertinggi, dibandingkan dengan bahan fortifikasi dari tepung tempe