• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III KERANGKA KONSEPTUAL

3.8 Hipotesis Penelitian

Menurut Manullang dan Pakpahan (2014) hipotesa adalah “dugaan atau jawaban sementara dari pertanyaan yang ada pada perumusan masalah” oleh karena itu, penulis merumuskan hipotesis dalam penelitian ini yaitu :

1. Profitabilitas diproyeksi melalui Return On Asset (ROA)

H0= ROA berpengaruh signifikan terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan pada perusahaan retail yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

48

H1= ROA tidak berpengaruh signifikan terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan pada perusahaan retail yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

2. Leverage (Solvabilitas) diproyeksikan melalui Debt to Equity Ratio (DER) H0 = DER berpengaruh signifikan terhadap ketepatan waktu penyampaian

laporan keuangan pada perusahaan retail yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

H1= DER tidak berpengaruh signifikan terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan pada perusahaan retail yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

3. Likuiditas diproyeksikan melalui Current Ratio (CR)

H0= CR berpengaruh signifikan terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan pada perusahaan retail yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

H1= CR tidak berpengaruh signifikan terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan pada perusahaan retail yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

4. Ukuran Perusahaan

H0=Ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan pada perusahaan retail yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

H1=Ukuran perusaahan tidak berpengaruh signifikan terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan pada perusahaan retail yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

5. Struktur Kepemilikan

H0 = Struktur kepemilikan berpengaruh signifikan terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan pada perusahaan retail yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

H1= Struktur kepemilikan tidak berpengaruh signifikan terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan pada perusahaan retail yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

6. Kantor Akuntan Publik (KAP)

H0 = Kantor Akuntan Publik berpengaruh signifikan terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan pada perusahaan retail yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

H1= Kantor Akuntan Publik tidak berpengaruh signifikan terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan pada perusahaan retail yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

BAB IV

METODOLOGI PENELITIAN

4.1 Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian asosiatif dan menurut Sugiyono (2012) penelitian asosiatif adalah “merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh profitabilitas, leverage, likuiditas, ukuran perusahaan, struktur kepemilikan dan kantor akuntan publik terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan.

4.2 Lokasi dan Waktu Penelitian 4.2.1 Lokasi Penelitian

Lokasi Penelitian dilakukan di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui media internet pada situs www.idx.co.id.

4.2.2 Waktu Penelitian

Waktu penelitian dilaksanakan dari bulan Agustus 2018 sampai dengan November 2018.

4.3 Populasi dan Sampel Penelitian 4.3.1 Populasi

Menurut Sugiyono (2012) Populasi adalah “objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya”. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan sektor perdagangan dan jasa, sub sektor retail yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia per 31 Desember 2017 yang berjumlah 25 perusahaan.

4.3.2 Sampel

Menurut Sugiyono (2012) Sampel adalah “bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut”. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dan menurut Pakpahan dan Manullang (2014) purposive sampling adalah “teknik pengambilan sampel dari suatu populasi berdasarkan pertimbangan tertentu”.

Adapun kriteria-kriteria yang digunakan sebagai pertimbangan dalam menentukan sampel adalah sebagai berikut :

1. Sektor perdagangan dan jasa, sub sektor retail yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan tidak delisting sampai pada tanggal 31 Desember 2017 2. Perusahaan sektor perdagangan dan jasa, sub sektor retail yang terdaftar di

Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dapat diketahui return on asset, debt to equity current rasio, total penjualan, status penanaman modalnya.

52

1 2 3

1 ACES PT Ace Hardware, Tbk Sampel 1

2 AMRT PT Sumber Alfaria Trijaya, Tbk Sampel 2 3 CENT PT.Centratama Telekomunikasi Indonesia,Tbk - - - -4 CSAP PT Catur Sentosa Adiprana, Tbk Sampel 3

5 DAYA PT. Duta Intidaya,Tbk Sampel 4

6 ECII PT Electronic City Indonesia, Tbk Sampel 5

7 ERAA PT Erajaya Swasembada, Tbk Sampel 6

8 GLOB PT Global Teleshop, Tbk - - -

-9 GOLD PT Golden Retailindo, Tbk - - -

-10 HERO PT Hero Supermarket, Tbk Sampel 7

11 KIOS PT. Kiosan Komersial Indonesia,Tbk - - -

-12 KOIN PT Kokoh Inti Arebama, Tbk Sampel 8

13 LPPF PT Matahari Department Store, Tbk Sampel 9

14 MAPI PT Mitra Adi Perkasa, Tbk Sampel 10

15 MCAS PT. Mcash Integrasi,Tbk - - -

-16 MIDI PT Midi Utama Indonesia, Tbk Sampel 11 17 MKNT PT. Mitra Komunikasi Nusantara,Tbk Sampel 12 18 MPPA PT Matahari Putra Prima, Tbk Sampel 13 19 RALS PT Ramayana Lestari Sentosa, Tbk Sampel 14

20 RANC PT Supra Boga Lestari, Tbk Sampel 15

21 RIMO PT Rimo internasional Lestari, Tbk Sampel 16

22 SKYB PT Skybee, Tbk - - -

-23 SONA PT.Sona Topas Tourism Industry,Tbk - - - -24 TELE PT Tiphone Mobile Indonesia, Tbk Sampel 17

25 TRIO PT. Trikomsel Oke, Tbk - - -

-KRITERIA

SAMPEL No KODE NAMA PERUSAHAAN

3. Perusahaan sektor perdagangan dan jasa, sub sektor retail yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mempublikasikan laporan keuangan tahunan pada tahun 2016 dan 2017 auditan secara berturut-turut.

Berdasarkan kriteria diatas maka dapat ditentukan sampel dalam penelitian ini adalah berjumlah 17 perusahaan dan dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 4.1

Sampel Berdasarkan Kriteria

Sumber : Penulis,2018

4.4 Jenis dan Sumber Data 4.4.1 Jenis data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berasal dari hasil publikasi Bursa Efek Indonesia (BEI) tentang data laporan keuangan tahunan perusahaan tahun 2017, buku-buku referensi, internet, dan literatur ilmiah lainnya yang berkaitan dengan penelitian.

4.4.2 Sumber data

Sumber data penelitian ini bersumber dari eksternal. Sumber data eksternal umumnya disusun oleh entitas selain peneliti dari perusahaan yang bersangkutan.

Sumber data eksternal ini diperoleh dari website www.idx.co.id.

4.5 Teknik Pengumpulan Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yaitu data laporan keuangan yang ada di Bursa Efek Indonesia tahun 2017 yang diperoleh melalui website www.idx.co.id untuk mendapatkan data variabel profitabilitas, leverage (solvabilitas), likuiditas, ukuran perusahaan, struktur kepemilikan dan Kantor Akuntan Publik (KAP) serta studi pustaka untuk mendapatkan teori-teori yang melatarbelakangi penelitian ini.

4.6 Definisi Operasional Variabel

Variabel-variabel yang dioperasikan dalam penelitian ini adalah variabel yang terkandung dalam hipotesis yang telah dirumuskan yaitu profitabilitas (X1),

54

Kantor Akuntan Publik (X6) dan ketepatan waktu pelaporan keuangan (Y) dan untuk memberikan jawaban yang jelas, maka perlu diberikan defenisi variabel-variabel yang akan diteliti guna memudahkan penelitian dan pengukuran seperti dalam tabel berikut ini :

Tabel 4.2

Defenisi Operasional Variabel

Variabel Definisi Indikator Skala

Profitabilitas (X1)

Profitabilitas adalah rasio

untuk mengetahui

kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba dari berbagai kebijakan dan keputusan yang telah diambil

= melihat seberapa jauh perusahaan dibiayai oleh

hutang atau pihak luar. =

Rasio

Likuiditas ( X3)

Likuiditas adalah untuk mengetahui kemampuan

Ukuran besarnya kecilnya perusahaan

1= Perusahaan besar dengan nilai kekayaan bersih lebih besar dari Rp. 10 Milyar termasuk tanah dan bangunan 0= Bukan perusahaan besar dengan nilai kekayaan bersih kurang dari 10 Milyar termasuk

Perbandingan antara jumlah saham yang dimiliki oleh pihak dalam (Insider ownership’s) dengan jumlah saham yang dimiliki oleh pihak luar (outsider ownership’s)

1= saham dimiliki oleh pihak asing lebih dari 50

%

0= saham dimiliki oleh lokal/domestik lebih dari 50 %

Dummy

Kualitas Kantor Akuntan Publik

(X6)

Reputasi auditor sering digunakan sebagai gambaran dari kualitas audit dan auditor skala besar lebih cenderung untuk mengungkapkan masalah-masalah yang ada.

1= KAP the big four dan

menunjukkan rentang waktu antara penyajian informasi yang diinginkan dengan frekuensi pelaporan informasi.

1= Tepat waktu sebelum atau sampai tanggal 31 maret

0= tidak tepat waktu setelah tanggal 31 maret

Dummy

Sumber : Penulis,2018

4.7 Teknik Analisis 4.7.1 Statistik deskriptif

Statistik deskriptif digunakan untuk mendiskripsikan variabel-variabel dalam penelitian ini dan yang digunakan adalah rata-rata (mean) dan standar deviasi.

4.7.2 Uji Regresi

1. Uji Regresi Logistik

Uji hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji regresi logistik (RegLog). Menurut Varamita (2017) regresi logistik merupakan metode statistik yang diterapkan untuk memodelkan variabel respon (Y) yang bersifat kategori (skala nominal/ordinal) berdasarkan satu atau lebih pengubah prediktor (X) yang dapat berupa variabel kategori maupun kontinu (skala interval atau rasio) dan apabila pengubah respon (Y) hanya terdiri dua kategori (Y=0, Y=1) maka metode regresi logistik yang dapat digunakan adalah regresi logistik biner.

Regresi logistik tidak mengasumsikan hubungan antara variabel independen

56

dimana model yang ditentukan akan mengikuti pola grafik linier seperti gambar dibawah ini :

Gambar 4.1 Grafik Regresi Logistik

Regresi logistik akan membentuk variabel prediktor (X) atau respon (Y) yang merupakan kombinasi linier dari variabel independen. Nilai variabel prediktor ini kemudian ditransformasikan menjadi probabilitas dengan fungsi logit dan regresi logistik tidak mensyaratkan adanya uji asumsi normalitas, Multikolonieritas dan homokedastisitas.

2. Uji Kesesesuaian atau Kelayakan Model (Goodness of fit test)

Uji kesesuaian berguna untuk mengetahui apakah model yang diperoleh telah sesuai atau tidak sesuai. Model telah sesuai jika tidak terdapat perbedaan antara hasil pengamatan dan kemungkinan hasil prediksi model. Pengujian kelayakan model regresi logistik dilakukan dengan menggunakan Goodness of fit test yang diukur dengan nilai Chi-Square pada bagian bawah uji Homser and Lemeshow. Adapun dasar pengambilan keputusan dalam uji Goodness of fit yaitu : jika probabilitas > 0,05 maka model sesuai (fit) atau layak dengan data namun jika probabilitas < 0,05 maka model tidak sesuai (fit) atau tidak layak dengan data.

3. Uji Kelayakan Keseluruhan Model (Overal of Fit)

Uji kelayakan seluruh model regresi (overall model fit) dilakukan untuk mengetahui seluruh model layak (fit) dengan data. Pengujian dilakukan dengan membandingkan nilai antara -2 Log Likelihood (-2LL) pada awal (Block Number

= 0) dengan nilai -2 Log Likelihood (-2LL) pada akhir (Block Number = 1).

Adanya pengurangan nilai antara -2LL awal dengan nilai –2LL pada langkah berikutnya menunjukkan bahwa model yang dihipotesakan fit dengan data.

4. Uji Koefisien Regresi

Uji koefisien regresi bertujuan untuk mengukur seberapa besar kemampuan variabel prediktor atau independen (X) dalam menjelaskan variabel respon atau dependen (Y)

5. Model Persamaan Regresi Logistik

Model persamaan regresi logistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

! "

#$"= β0 + β1X1 + β2X2 + β3X3 + β4X4 + β5X5 + β6X6 + ε Dimana :

= "

#$" = Ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan Β0 = Konstanta

β1X1 = Koefisien regresi ROA β2X2 = Koefisien regresi DER β3X3 = Koefisien regresi CR

β4X4 = Koefisien regresi Ukuran Perusahaan

58

β6X6 = Koefisien regresi Kantor Akuntan Publik (KAP) ε = Variabel gangguan

6. Uji Hipotesis

Uji menggunakan taraf signifikasi (α) sebesar 5% (0,05) serta kriteria hipotesa ditolak atau diterima berdasarkan signifikansi p-value (probabilitas value) yakni jika p-value < 0,05 , maka hipotesis H0 diterima dan H1 ditolak dan jika p-value > 0,05 maka hipotesis H1 diterima dan H0 ditolak.

BAB V

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

5.1 Deskripsi Variabel Penelitian

Adapun hasil deskripsi variabel penelitian tentang profitabilitas atau rasio untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba dari berbagai kebijakan dan keputusan yang telah diambil melalui ROA (X1), leverage yakni rasio yang melihat seberapa jauh perusahaan dibiayai oleh hutang atau pihak luar melalui DER (X2), Likuiditas yaitu mengetahui kemampuan perusahaan untuk menyelesaikan kewajiban jangka pendeknya melalui CR (X3), ukuran perusahaan yakni ukuran besar dan kecilnya perusaahan melalui total asset (X4), struktur kepemilikan yakni perbandingan antara jumlah saham melalui banding jumlah saham yang dimiliki oleh pihak dalam (Insider ownership’s) dengan jumlah saham yang dimiliki oleh pihak luar (outsider ownership’s) (X5), Kantor Akuntan Publik (KAP) yakni reputasi auditor sering digunakan sebagai gambaran dari kualitas audit dan auditor skala besar lebih cenderung untuk mengungkapkan masalah-masalah yang ada (X6) dan ketepatan waktu yaitu menunjukkan rentang waktu antara penyajian informasi yang diinginkan dengan frekuensi pelaporan informasi laporan keuangan tahun 2017 (Y). Keseluruhan variabel dideskripsikan pada tabel – tabel berikut ini:

60

Tabel 5.1

Return On Asset (ROA) Periode 2016-2017

Periode Kategori (%) Frequency Percent

2016

Valid

<10 15 88.2

>10 2 11.8

Total 17 100.0

2017

Valid

<10 14 82.4

>10 3 17.6

Total 17 100.0

Sumber : Hasil Pengolahan SPSS, 2018

Berdasarkan tabel 5.1 diketahui bahwa pada periode 2016 terdapat 15 perusahaan (88,2%) memiliki nilai return on asset (ROA) lebih kecil dari 10 % dan 2 perusahaan (11,2%) memiliki return on asset (ROA) lebih besar dari 10 % sedangkan pada periode 2017 terdapat 14 perusahaan (82,4%) yang memiliki >

10% ROA dan 3 perusahaan (17,6%) memiliki ROA > 10% yang berarti dari periode 2016-2017 ada 5 perusahaan sudah dikatakan lebih baik atau positif dalam kemampuan memperoleh laba namun pada perusahaan yang memiliki

>10% nilai ROA belum tentu tidak baik hal ini dapat terjadi karena penurunan daya beli masyarakat.

Tabel 5.2

Debt to Equity Ratio (DER) Periode 2016-2017

Periode Kategori (Kali) Frequency Percent

2016 Dibawah 10 kali 16 94.1

Diatas 10 kali 1 5.9

Total 17 100.0

2017 Dibawah 10 kali 16 94.1

Diatas 10 kali 1 5.9

Total 17 100.0

Sumber : Hasil Pengolahan SPSS, 2018

Berdasarkan tabel 5.2 diketahui bahwa pada periode 2016 ada 16 perusahaan (94,1%) memiliki nilai Debt to Equity Ratio (DER) dibawah dari 10 kali dan hanya 1 perusahaan (5,9%) memiliki Debt to Equity Ratio (DER) diatas 10 kali hal yang sama juga pada periode 2017. yang berarti ada 16 perusahaan yang memiliki ekuitas lebih besar dari hutang hal ini dimungkinkan karena belum berkeinginan melakukan ekspansi usaha dan atau karena perusahaan sudah menganggap lebih baik pada posisi saat ini.

Tabel 5.3

Current Ratio (CR) Periode 2016-2017

Periode Kategori (%) Frequency Percent

2016 <100

>100

5 29.4

12 70.6

Total 17 100.0

2017 <100

>100

4 23.5

13 76.5

Total 17 100.0

Sumber : Hasil Pengolahan SPSS, 2018

Berdasarkan tabel 5.3 diketahui pada periode 2016 terdapat 5 perusahaan (29.4%) memiliki nilai Current Ratio (CR) lebih kecil dari 100% dan 12 perusahaan (70.6%) memiliki Current Ratio (CR) lebih besar dari 100% yang berarti ada 12 perusahaan yang berada pada posisi dapat diterima atau lebih baik dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya dan 5 perusahaan belum berada posisi dapat diterima atau dapat dikatakan ada 5 perusahaan yang belum aman dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Selanjutnya pada periode 2017 terdapat 4 perusahaan (23.5%) yang memiliki nilai Current Ratio (CR) lebih kecil dari 100% dan 13 perusahaan (76.5%) memiliki Current Ratio (CR) lebih besar dari

62

lebih baik dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya dan 4 perusahaan belum berada posisi dapat diterima atau dapat dikatakan ada 4 perusahaan yang belum aman dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya.

Tabel 5.4

Ukuran Perusahaan Periode 2016-2017

Frequency Percent

Valid < 500 Milyar 2 11.8

> 500 Milyar 15 88.2

Total 17 100.0

Sumber : Hasil Pengolahan SPSS, 2018

Berdasarkan tabel 5.4 diketahui total asset 15 perusahaan (88,2%) lebih besar dari 500 milyar dan 2 perusahaan (11,8%) dibawah 500 milyar.

Tabel 5.5

Struktur Kepemilikan Periode 2016-2017

Kategori Frequency Percent

Saham Dimiliki Pihak Internal Lebih Dari

50 % 14 82.4

Saham Dimiliki Pihak Luar Lebih Dari 50

% 3 17.6

Total 17 100.0

Sumber : Hasil Pengolahan SPSS, 2018

Berdasarkan tabel 5.5 diketahui pada periode 2016-207 terdapat 14 perusahaan (82,4%) lebih dari 50 % saham dimiliki pihak internal kemudian 3 perusahaan (17,6%) lebih dari 50 % saham dimiliki pihak luar.

Tabel 5.6

Kantor Akuntan Publik (KAP) Periode 2016-2017

Kategori Frequency Percent

Tidak Bermitra Dengan The Big Four 14 82.4

Bermitra Dengan The Big Four 3 17.6

Total 17 100.0

Sumber : Hasil Pengolahan SPSS, 2018

Berdasarkan tabel 5.6 diketahui pada periode 2016 sampai dengan periode 2017 ada 14 perusahaan (82,4%) dalam audit keuangannya menggunakan jasa kantor akuntan publik yang tidak bermitra dengan the big four dan 3 perusahaan (17,6%) bermitra dengan the big four.

Tabel 5.7

Ketepatan Waktu Pelaporan Keuangan Periode 2016-2017

Periode Frequency Percent

2016 Tepat Waktu 1 5.9

Tidak Tepat Waktu 16 94.1

Total 17 100.0

2017 Tepat Waktu 12 70.6

Tidak Tepat Waktu 5 29.4

Total 17 100.0

Sumber : Hasil Pengolahan SPSS, 2018

Berdasarkan tabel 5.7 diketahui pada periode 2016 terdapat 1 perusahaan (5.9%) tepat waktu dalam pelaporan keuangannya dan 16 perusahaan (94.1%) tidak tepat waktu dalam melakukan pelaporannya sedangkan pada periode 2017 terdapat 12 perusahaan (70,6%) tepat waktu dalam pelaporan keuangannya yakni sebelum dan atau sampai pada tanggal 31 maret sedangkan 5 perusahaan (29,4%) tidak tepat waktu dalam pelaporan keuangan yakni melewati tanggal 31 Maret.

64

5.2 Analisa Statistik Deskriptif

Analisa statistik deskriptif digunakan untuk menggambarkan karateristik data variabel ROA, DER dan CR yang digunakan dalam penelitian ini melalui nilai minimum atau nilai paling rendah dari variabel, nilai maksimum atau nilai paling tinggi dari variabel, mean (rata-rata) dari kelompok data dan standar deviasi atau simpangan baku. Variabel Ukuran perusahan, struktur kepemilikan dan kantor akuntan publik tidak masuk pada perhitungan statistik deskriptif karena merupakan variabel dummy. Analisa statistik deskriptif disajikan dalam tabel – tabel berikut ini:

Tabel 5.8

Statistik Deskriptif Perusahaan Tepat Waktu Periode 2016-2017

2016 N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

ROA 1 1.46 1.46 1.4600 .

DER 1 .18 .18 .1800 .

CR 1 626,80 626,80 626,8000 .

Valid N (listwise) 1

2017 N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

ROA 12 -15 35 3.95 11.417

DER 12 .40 27.10 4.3383 7.33015

CR 12 67.70 388.40 157.5125 91.86476

Valid N (listwise) 12

Sumber : Hasil Pengolahan SPSS, 2019

Berdasarkan tabel 5.8 diketahui pada periode 2016 nilai minimum pada perusahaan tepat waktu yang paling rendah adalah variabel DER (0,18) dan tertinggi variabel CR (626,80), nilai maksimum terbesar (626,80) diperoleh oleh variabel CR dan terendah variabel DER (0,18), selanjutnya nilai mean tertinggi pada variabel CR (626,8000) dan terendah pada DER (0,1800) dan tidak ada nilai standar deviasi, selanjutnya pada periode 2017 nilai minimum pada perusahaan

tepat waktu yang paling rendah adalah variabel ROA (-0,15) dan tertinggi variabel CR (67,70), nilai maksimum terbesar (388,40) diperoleh oleh variabel CR dan terendah variabel DER (27,10), selanjutnya nilai mean tertinggi pada variabel CR (157.5125) dan terendah pada ROA (3.95) dan nilai standar deviasi tertinggi pada CR (91.86476) dan terendah DER (7.33015).

Tabel 5.9

Statistik Deskriptif Perusahaan Tidak Tepat Waktu Periode 2016-2017

2016 N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

ROA 16 -12.11 41.57 5.1163 11.98108

DER 16 .00 29.40 3.3137 7.08325

CR 16 1,03 726,26 189,0561 196,47548

Valid N (listwise) 16

2017 N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

ROA 5 -1 22 8.64 10.387

DER 5 .11 3.62 1.1660 1.52192

CR 5 .24 918.08 402.8160 389.46655

Valid N (listwise) 5

Sumber : Hasil Pengolahan SPSS, 2019

Berdasarkan tabel 5.9 diketahui pada periode 2016 nilai minimum pada perusahaan tidak tepat waktu yang paling rendah adalah variabel ROA (-12,11)) dan tertinggi pada CR (1,03) selanjutnya nilai maksimum terbesar (726,26) diperoleh oleh variabel CR dan terendah variabel DER (29,40), nilai mean terendah pada variabel DER (3.3137) dan tertinggi pada variabel CR (189,0561) serta nilai standar deviasi tertinggi pada variabel CR (196,47548) dan terendah pada variabel DER (7.08325). Periode 2017 diketahui nilai minimum pada perusahaan tidak tepat waktu yang paling rendah adalah variabel ROA (-1) dan tertinggi pada CR (24) selanjutnya nilai maksimum terbesar (918.08) diperoleh

66

variabel ROA (8.64) dan tertinggi pada variabel CR (402.8160) serta nilai standar deviasi tertinggi pada variabel CR (389.46655) dan terendah pada variabel DER (1.52192).

Tabel 5.10

Statistik Deskriptif Keseluruhan pada periode 2016 -2017

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

ROA 17 -12.11 41.57 4.9012 11.63448

DER 17 .00 29.40 3.1294 6.90031

CR 17 1,03 726,26 214,8058 217,85706

Valid N (listwise) 17

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

ROA 17 -15 35 5.33 11.019

DER 17 .11 27.10 3.4053 6.30390

CR 17 .24 918.08 229.6606 238.73958

Valid N (listwise) 17

Sumber : Hasil Pengolahan SPSS, 2019

Berdasarkan tabel 5.10 diketahui pada periode 2016 nilai minimum yang paling rendah adalah variabel ROA (-15) dan nilai tertinggi adalah variabel CR (24) berikutnya nilai maksimum terbesar pada variabel CR (918.08) dan terendah pada variabel DER (27.10), selanjutnya nilai terendah mean pada variabel DER (3.1294) dan tertinggi pada variabel CR (214,8058), serta nilai terendah standar deviasi pada variabel DER (6.90031) dan tertinggi pada variabel CR (217,85706).

Periode 2017 nilai minimum yang paling rendah adalah variabel ROA (-12.11) dan nilai tertinggi adalah variabel CR (1,03) berikutnya nilai maksimum terbesar pada variabel CR (726,26) dan terendah pada variabel DER (29.40), selanjutnya nilai terendah mean pada variabel DER (3.4053) dan tertinggi pada variabel CR (229.6606), serta nilai terendah standar deviasi pada variabel DER (6.30390) dan tertinggi pada variabel CR (238.73958).

5.3 Uji regresi Logistik 5.3.1 Hasil klasifikasi

Klasifikasi bertujuan untuk melihat persentase (%) variabel yang diproyeksikan (variabel independen) terhadap variabel respon (variabel dependen).

Hasil klasifikasi dapat dilihat pada tabel berikut ini : Tabel 5. 11

Overall Percentage 94.1

Observed Period 2017

Overall Percentage 70.6

Sumber : Hasil Pengolahan SPSS, 2019

Berdasarkan tabel 5.11 diatas dapat diketahui semua data independen pada periode 2016 yang dianalisis sebesar 94,1% dan periode 2017 yang dianalisis sebesar 70,6% berpengaruh terhadap nilai variabel dependen dengan mengikutsertakan parameter konstanta.

68

5.3.2 Uji Kelayakan Model (Goodness of fit test)

Uji kesesuaian adalah uji yang bertujuan untuk melihah kelayakan atau kesesuaian data dengan model yang diajukan.

1. Uji parameter β0

Tabel 5.12 Uji Parameter

B S.E. Wald df Sig. Exp(B)

Step 0 Constant -2.773 1.031 7.235 1 .007 .063

B S.E. Wald df Sig. Exp(B)

Step 0 Constant .875 .532 2.705 1 .100 2.400

Sumber : Hasil Pengolahan SPSS, 2019

Berdasarkan tabel 5.12 diatas diketahui nilai probabilitas 0,063 dan 2,400 > α 0,05 dengan demikian dapat diambil keputusan bahwa model sesuai dengan data yang diajukan.

2. Uji Hosmer and Lemeshow

Tabel 5.13

Hosmer and Lemeshow Test

Step Chi-square df Sig.

1 .000 7 1.000

1 4.512 7 .719

Sumber : Hasil Pengolahan SPSS, 2019

Berdasarkan tabel 5.13 diatas dapat diketahui nilai sig 1.000 dan 0,719 > α 0,05 maka dapat diambil keputusan bahwa model sesuai dengan data yang diajukan.

5.3.3 Uji Kelayakan Keseluruhan Model (Overall of Fit)

Uji kelayakan seluruh model regresi (overall model fit) dilakukan untuk mengetahui seluruh model layak (fit) dengan data. Hasil uji overall model fit dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 5.14 Uji Overall Block Number = 0

-2 Log likelihood

Block Number = 1 -2 Log likelihood

20.597 11.246

Sumber : Data diolah, 2018

Berdasarkan tabel 5.14 diatas diketahui overall model fit pada -2 LL Block Number = 1 sebesar 11.246 menunjukkan adanya penurunan dibanding -2 LL Block Number = 0 yang sebesar 20,597, penurunan likelihood ini menunjukkan keseluruhan model regresi yang lebih baik atau dengan kata lain keseluruhan model yang dihipotesiskan fit dengan data.

5.4 Koefisien Regresi

Pengujian koefisien regresi bertujuan untuk mengukur seberapa besar kemampuan variabel prediktor atau independen (X) dalam menjelaskan variabel respon atau dependen (Y). Hasil uji dapat dilihat pada tabel 5.15 berikut ini :

Tabel 5.15 Koefisien Regresi

Step -2 Log likelihood Cox & Snell R Square Nagelkerke R Square

1 11.246 .423 .602

Sumber : Hasil Pengolahan SPSS, 2018

Berdasarkan tabel 5.15 diketahui nilai Nagelkerke R Square sebesar 0,602 atau 60,2% memberikan penjelasan bahwa seluruh variabel prediktor atau independen (X) penelitian ini mampu menjelaskan tentang variabel respon atau dependen (Y) sebesar 60,2% sedang sisanya sebesar 39,8% dipengaruhi oleh faktor – faktor lain

70

5.5 Persamaan Regresi

Adapun hasil model persamaan regresi dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 5.16

Hasil Uji Persamaan Regresi t

β S.E. Wald Sig.

Step 1a

ROA -2.381 106.632 .000 .002

DER -4.240 536.005 .000 .004

CR -.168 2.160 .006 .938

Uk_Perusahaan -4.103 29933.361 .000 .999

St_Kepemilikan 7.568 2900.319 .000 .998

KAP -36.525 506.304 .005 .002

Constant 48.890 3383.010 .000 .988

Sumber : Hasil Pengolahan SPSS, 2019

Berdasarkan tabel 5.16 diketahui persamaan regresi adalah sebagai berikut :

! 0

120=48.890 + -2.381(ROA) + -4.240 (DER) +-0.168(CR) +-4.103 (Ukuran Perusahaan) +7.568 (Struktur Kepemilikan) +-36.525(KAP)+ε

Maka :

β0 : 48.890

Bilangan konstanta (β0) sebesar 48.890 menunjukkan probabilitas perusahaan tepat waktu dalam pelaporan keuangan apabila variabel X1, X2, X3, X4,X5 dan X6 sama dengan nol.

β1 : -2.381

Koefisien regresi pertama (β1) sebesar -2.381 menunjukkan probabilitas perusahaan untuk tepat waktu berhubungan negatif atau tidak searah dengan profitabilitas yang diproyeksikan melalui ROA. Jika ROA dianggap konstan maka setiap kenaikan ROA akan menyebabkan

probabilitas perusahaan menurun untuk tepat waktu dalam penyampaian laporan keuangan sebesar -2.381.

β 2 : -4.240

Koefisien regresi kedua (β2) sebesar -4.240 menunjukkan probabilitas perusahaan untuk tepat waktu berhubungan negatif atau searah dengan leverage yang diproyeksikan melalui DER. Jika DER dianggap konstan maka setiap kenaikan DER akan menyebabkan probabilitas perusahaan menurun untuk tepat waktu dalam penyampaian laporan keuangan sebesar-4.240 .

β 3 : -0.168

Koefisien regresi ketiga (β3) sebesar -0.168 menunjukkan probabilitas perusahaan untuk tepat waktu berhubungan negatif atau tidak searah dengan likuiditas yang diproyeksikan melalui CR. Jika CR dianggap konstan maka setiap kenaikan CR akan menyebabkan probabilitas perusahaan menurun untuk tepat waktu dalam penyampaian laporan

Koefisien regresi ketiga (β3) sebesar -0.168 menunjukkan probabilitas perusahaan untuk tepat waktu berhubungan negatif atau tidak searah dengan likuiditas yang diproyeksikan melalui CR. Jika CR dianggap konstan maka setiap kenaikan CR akan menyebabkan probabilitas perusahaan menurun untuk tepat waktu dalam penyampaian laporan

Dokumen terkait