BAB V: KESIMPULAN DAN SARAN
2.11 Hipotesis Penelitian
2.11.1 Hubungan antara Novelty dengan Perceived Enjoyment of Vlog Usage
Dalam mempengaruhi kesenangan atau enjoyment yang dirasakan viewers pada saat menonton ulasan dari travel vlogger, sebuah video harus memiliki faktor novelty, karena dengan adanya faktor novelty pada informasi yang disampaikan travel vlogger pada vlog-nya, viewers menjadi tertarik, sehingga menimbulkan kesenangan dan berlanjut kepada meningkatnya waktu yang diluangkan viewers untuk menonton ulasan tersebut.
Xu dan Chen (2006) memaparkan bahwa apabila suatu informasi dinilai familiar bagi viewers, maka mereka tidak dapat merasakan perubahan secara kognitif, yang selanjutnya akan membuat mereka berhenti memahami konten dari informasi tersebut. Hal ini bisa disimpulkan bahwa apabila viewers berhenti untuk memahami dan menonton konten yang telah dibuat dari travel vlogger tersebut, maka sulit untuk terciptanya perasaan kesenangan pada saat menonton ulasan dari travel vlogger tersebut. Oleh karena itu, informasi harus memiliki unsur novelty agar viewers bisa merasakan perubahan kognitif, yang kemudian menghasilkan kesenangan.
Dalam penelitian Chuang dan Lee (2013), apabila informasi sudah pernah diketahui oleh viewers, maka akan mengurangi enjoyment dari menonton vlog tersebut. Oleh karena itu, unsur kebaruan atau novelty dalam vlog diperlukan guna meningkatkan enjoyment.
Hal ini juga didukung oleh penelitian Horning (2017) dimana pengalaman yang baru dari pemahaman akan informasi yang disampaikan travel vlogger
melalui ulasan destinasi wisata pada vlog-nya, akan berpengaruh kepada evaluasi positif jangka pendek dari informasi tersebut, dan pengalaman pemahaman informasi tersebut terasa lebih menyenangkan.
Dalam penelitian Merikivi et al (2017), novelty juga terbukti memiliki pengaruh yang positif terhadap enjoyment, dimana pada saat informasi baru diterima oleh viewers, hal tersebut menimbulkan keingintahuan dan minat yang positif terhadap informasi, sehingga viewers cenderung meluangkan waktu lebih banyak untuk menonton vlog tersebut dengan tujuan mencari informasi sebanyak mungkin.
Berdasarkan uraian tersebut, maka hipotesis dalam penelitian ini adalah: H1: Novelty memiliki pengaruh positif terhadap Perceived Enjoyment of Vlog Usage.
2.11.2 Hubungan antara Reliability dengan Perceived Enjoyment of Vlog Usage
Ketika viewers menerima informasi yang lengkap, menyeluruh, dan kredibel serta dapat dipercaya dari ulasan vlog tersebut, hal ini akan membuat viewers meluangkan waktunya lebih lama untuk mencari informasi tambahan yang berguna untuk memperkuat persepsi mereka terhadap destinasi yang diulas pada vlog tertentu.
Kim et al (2017) memaparkan dalam penelitiannya bahwa informasi yang reliabel dan kredibel akan mempengaruhi persepsi viewers terhadap destinasi yang ingin dituju. Dengan adanya informasi yang reliabel, viewers akan memiliki gambaran mereka tersendiri mengenai apa yang harus mereka lakukan di destinasi yang akan mereka tuju. Dengan adanya informasi yang kredibel, hal tersebut
membuat konsumen lebih banyak meluangkan waktu untuk mencari informasi tambahan.
Didukung juga oleh penelitian dari Ahn et al (2007), dimana informasi yang akurat, kredibel dan dapat dipercaya berpengaruh positif terhadap kesenangan viewers-nya. Dengan adanya informasi yang memiliki kualitas tinggi, hal tersebut memberikan konsumen pengalaman yang lebih menyenangkan dan nyaman.
Selain itu, Hsu dan Tsou (2011) membuktikan bahwa adanya pengaruh yang positif antara reliability dengan perceived enjoyment of vlog usage. Hal ini dibuktikan oleh kondisi apabila viewers percaya bahwa informasi yang disajikan pada vlog tersebut kredibel, maka mereka cenderung merasakan evaluasi dan emosi yang positif terhadap vlog tersebut. Evaluasi dan emosi positif yang dirasakan konsumen akan menyebabkan konsumen untuk menikmati pengalaman menonton ulasan destinasi wisata tersebut.
Berdasarkan uraian tersebut, maka hipotesis dalam penelitian ini adalah: H2: Reliability memiliki pengaruh positif terhadap Perceived Enjoyment of Vlog Usage.
2.11.3 Hubungan antara Understandability dengan Perceived Enjoyment of Vlog Usage
Informasi yang mudah untuk dimengerti akan membuat viewers lebih mudah memiliki persepsi mereka sendiri dari destinasi yang diulas dalam vlog tertentu. Semakin mudah informasi yang ditampilkan travel vlogger untuk dimengerti, viewers akan menjadi lebih mudah dalam proses menciptakan persepsi mengenai destinasi wisata mereka. Informasi yang mudah dimengerti juga mengeliminasi ketidakjelasan serta kebingungan yang dapat timbul dari
ketidakpahaman viewers akan informasi yang ditampilkan. Ketidakjelasan dan kebingungan tentunya akan membuat viewers tidak merasa nyaman dan senang.
Dalam penelitian Lucardie (2014), viewers akan merasa bosan dan tidak senang akan situasi tertentu apabila informasi tersebut berkepanjangan dan sulit dimengerti. Apabila informasi yang disajikan dirasa membingungkan dan mengganggu konsentrasi, hal tersebut dapat membuat viewers merasa tidak senang. Oleh karena itu, unsur understandability memiliki hubungan yang positif terhadap enjoyment yang dirasakan viewers pada saat menonton vlog tersebut.
Ahn et al (2007) menunjukkan dalam penelitiannya bahwa apabila informasi yang disediakan dirasa susah untuk digunakan dalam pengambilan keputusan, viewers cenderung akan berpindah kepada travel vlogger lainnya yang menampilkan informasi yang mudah untuk dimengerti. Sehingga semakin mudah informasi yang disediakan travel vlogger dalam vlog-nya untuk dimengerti, semakin menyenangkan juga proses pembuatan gambaran dari destinasi yang akan dikunjungi viewers (Chen et al., 2014). Kemudahan pengertian informasi ini juga yang akan membuat viewers untuk lebih lagi menggunakan informasi yang mudah dimengerti untuk proses menciptakan persepsi mengenai destinasi yang akan dituju, dan menghasilkan perasaan senang pada saat mencari atau menggunakan informasi yang mudah dimengerti.
Berdasarkan uraian tersebut, maka hipotesis dalam penelitian ini adalah: H3: Understandability memiliki pengaruh positif terhadap Perceived Enjoyment of Vlog Usage.
2.11.4 Hubungan antara Interestingness dengan Perceived Enjoyment of Vlog Usage
Informasi yang menarik membuat viewers meluangkan lebih banyak waktu untuk menonton vlog yang dibuat oleh travel vlogger yang ada. Informasi yang menarik juga membuat viewers memiliki rasa keingintahuan yang tinggi, dan akan berpengaruh kepada waktu yang diluangkan untuk menonton vlog tersebut. Semakin menarik konten dan informasi yang ditampilkan pada vlog tertentu, viewers akan semakin banyak meluangkan waktunya dan merasa senang.
Apabila viewers menganggap proses pencarian informasi atau saat dimana mereka memperoleh informasi tersebut menjadi pengalaman yang tidak menarik, viewers akan menjadi tidak termotivasi oleh topik dari informasi tersebut, yang selanjutnya akan menghentikan proses pencarian informasi mereka (Hirsh, 1999). Sehingga unsur interestingness pada vlog menjadi penting karena terbukti memberikan pengaruh yang positif terhadap enjoyment.
Dalam penelitian Chen et al. (2014), interestingness ditemukan untuk memberikan pengaruh positif terhadap enjoyment yang dirasakan viewers saat menonton vlog ulasan destinasi wisata. Hal ini dibuktikan dengan motivasi yang timbul dari mengkonsumsi informasi yang menarik, yang selanjutnya akan membuat viewers termotivasi untuk belajar lebih lagi mengenai destinasi yang akan dituju dan mempengaruhi enjoyment yang dirasakan terhadap destinasi tertentu.
Webberley et al. (2016) dalam penelitiannya menyatakan bahwa faktor interestingness dari sebuah konten dinilai penting karena konten yang menarik terbukti dapat meningkatkan stimulus afektif yang salah satunya termasuk
enjoyment. Oleh karena itu, faktor interestingness terbukti memberikan pengaruh yang positif terhadap enjoyment.
Berdasarkan uraian tersebut, maka hipotesis dalam penelitian ini adalah:
H4: Interestingness memiliki pengaruh positif terhadap Perceived Enjoyment of Vlog Usage.
2.11.5 Hubungan antara Perceived Enjoyment of Vlog Usage dengan Intention to Visit
Dengan adanya kesenangan yang dirasakan viewers, viewers tersebut akan terpengaruh untuk mengujungi destinasi yang diulas. Informasi yang ditampilkan travel vlogger membuat viewers ingin juga merasakannya, oleh karena itu, kesenangan yang dirasakan memberikan pengaruh positif terhadap keinginan viewers untuk datang dan mengalami sendiri destinasi wisata yang diulas.
Fu et al. (2018) dalam penelitiannya membuktikan bahwa apabila viewers sudah merasakan kepuasan dan kesenangan dari menonton sebuah vlog ulasan destinasi perjalanan, viewers tersebut memiliki kecenderungan yang tinggi untuk pergi ke destinasi yang diulas tersebut.
Enjoyment yang termasuk dalam motivasi intrinsik viewers terbukti memberikan pengaruh positif terhadap intention to visit destinasi yang diulas dalam vlog tersebut (Chen et al., 2014).
Didukung juga oleh penelitian dari Hsiao dan Chen (2018), apabila konsumen memiliki sikap yang positif terhadap perilaku pencarian informasi, dalam hal ini merasa kesenangan dan kenyamanan, maka ada kecenderungan dari mereka untuk mengunjungi destinasi yang diulas dalam vlog. Hal ini menunjukkan
bahwa ada pengaruh positif yang diberikan perceived enjoyment of vlog usage terhadap intention to visit dari destinasi yang diulas.
Nabi dan Krcmar (2004) juga menunjukkan bahwa adanya keterikatan antara enjoyment dan intention to visit. Dalam penelitian ini, contoh yang diberikan berupa viewers yang merasa kesenangan dan keseruan pada saat menonton tidak mungkin tidak melanjutkan aktivitas menontonnya, begitu juga dengan enjoyment yang dirasakan viewers vlog tertentu. Semakin besar kesenangan dan keseruan yang mereka alami pada saat menonton vlog tertentu, semakin besar kemungkinan juga mereka ingin mencoba untuk pergi ke destinasi yang diulas.
Berdasarkan uraian tersebut, maka hipotesis dalam penelitian ini adalah: H5: Perceived Enjoyment of Vlog Usage memiliki pengaruh positif terhadap Intention to Visit