BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.12. Hipotesis Penelitian
1. Angka Kejadiaan SIRS lebih tinggi pada pasien dengan Glasgow coma scale rendah
2. Pasien ICH dengan SIRS memiliki ICS lebih tinggi dibandingkan dengan non-SIRS
3. Pasien ICH dengan SIRS memiliki angka kejadiaan infeksi / sepsis lebih tinggi dibandingkan non-SIRS
Non-SIRS
< 2 Kategori
SIRS
2 Kategori Leukositosis /
Leukopeni Takipnea (RR>20x/menit)
atau PaCO2
<32mmHg Takikardi (HR >
90x/menit) Hipertermia /
Hipotermia
ICH
BAB III
METODE PENELITIAN 3.1 RANCANGAN PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan studi case control. Pada penelitian ini, peneliti ingin mengetahui angka kejadian, karakteristik, dan risiko infeksi SIRS pada pasien ICH.
3.2 LOKASI PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP HAM) Medan.
3.3 POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 3.3.1 Populasi Penelitian
Populasi penelitian adalah pasien yang didiagnosis intracerebral hemorrhage.
3.3.2 Sampel
Sampel penelitian adalah pasien yang didiagnosis intracerebral hemorrhage dan memenuhi kriteria inklusi di RSUP Haji Adam Malik Medan. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik total sampling yaitu seluruh pasien dengan ICH pada tahun 2017.
3.3.3 Kriteria Inklusi
1. Pasien yang didiagnosis intracerebral hemorrhage dengan CT scan di RSUP Haji Adam Malik Medan.
2. Pasien dengan intracerebral hemorrhage spontan.
3.3.4 Kriteria Eksklusi
1. Data rekam medis yang tidak lengkap.
2. Pasien dengan sepsis pada 24 jam pertama di rumah sakit
3.4 METODE PENGUMPULAN DATA
Data yang digunakan adalah data sekunder berupa rekam medis yang didiagnosis dengan ICH di RSUP HAM Medan dan memenuhi kriteria inkulsi dan eksklusi.
3.5 METODE ANALISIS DATA
Data rekam medis disusun dalam betuk tabel karakteristik berdasarkan kelompoknya dan kemudian data akan dianalisis dengan metode chi-square dengan menggunakan program pada komputer (SPSS) untuk mengetahui hubungan SIRS dengan infeksi pada pasien ICH.
3.6 DEFINISI OPERASIONAL
Systemic Inflammatory Response Syndrome
a. Definisi : Respon inflamasi sistemik akibat cedera ditandai dengan manifestasi klinis dua atau lebih manifestasi klinis yaitu hipotermi atau hipertermi, takikardi, takipnea, dan leukositosis atau leukopeni.
b. Cara Ukur : Gejala klinis dan pemeriksaan laboratorium c. Alat Ukur : Rekam medis
d. Hasil Ukur :
1) SIRS (2 atau lebih manifestasi klinis ) 2) Non-SIRS ( < 2 manifestasi klinis ) e. Skala Ukur : Nominal
Glasgow Coma Scale
a. Definisi : Skor untuk mengukur tingkat kesadaran dan derajat brain injury pasien
b. Cara Ukur : Menilai respon mata, verbal, dan gerak tubuh pasien c. Alat Ukur : Rekam medis
d. Hasil Ukur : Total Skor 3-15
1. Ringan (skor 13) 2. Sedang (skor 9-12) 3. Berat (skor 8) e. Skala Ukur : Ordinal
ICH Score
a. Definisi : Skala prognosis yang memprediksi mortalitas pasien dengan intracerebral hemorrhage spontan
b. Cara Ukur : Menilai GCS ,volum ICH , intraventricular hemorrhage, lokasi ICH (Infratentorial atau supratentorial), dan usia ( <80 tahun atau
80 tahun)
c. Alat Ukur : Rekam Medis d. Hasil Ukur : Skor 0-6
1. Skor 0 = 0%
2. Skor 1 = 13%
3. Skor 2 = 26%
4. Skor 3 = 72%
5. Skor 4 = 97%
6. Skor 5 dan 6 = 100%
e. Skala Ukur : Ordinal
Infeksi
a. Definisi : Pasien dengan bukti dan suspek infeksi bakteri, virus, fungi, dan parasit melalui pemeriksaan mikrobiologi selama fase rawat inap pasien ICH
b. Cara Ukur : Manifestasi klinis, pemeriksaan mikrobiologis, kultur.
c. Alat Ukur : Rekam medis
d. Hasil Ukur : Infeksi atau tidak ada infeksi e. Skala Ukur : Nominal
Usia
a. Definisi : Usia yang didata berdasarkan rekam medis b. Cara Ukur : Hasil anamnesis pasien
c. Alat Ukur : Rekam medis
d. Hasil Ukur : range usia ( 0- 5 tahun , 5- 16 tahun , 15 – 45 tahun , >45 tahun)
e. Skala Ukur : Rasio
Riwayat Medis Pasien
a. Definisi : Riwayat medis pasien yang berhubungan dengan faktor risiko ICH
b. Cara Ukur : Hasil anamnesis pasien c. Alat Ukur : Rekam medis
d. Hasil Ukur : 1. Diabetes mellitus 2. Hipertensi 3. Riwayat stroke
4. Kelainan Vaskular dan Darah e. Skala Ukur : Nominal
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP HAM) yang berlokasi di Jalan Bunga Lau No. 17, Kelurahan Kemenangan Tani, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara. RSUP HAM merupakan rumah sakit Kelas A yang menerima rujukan untuk wilayah pembangunan A yang meliputi provinsi Sumatera Utara, Aceh, Sumatera Barat, dan Riau, sehingga memiliki latar belakang yang sangat bervariasi.
Sampel dalam penelitian ini adalah data rekam medis pasien dengan spontaneous intracerebral haemorrhage pada tahun 2016 – 2017. Jumlah sampel penelitian adalah 88 orang yang diambil dengan metode total sampling. Dari 88 sampel rekam medis, 85 sampel memeneuhi kriteria inklusi dan 3 sampel merupakan kriteria eksklusi (2 sampel dengan data yang tidak lengkap dan 1 sampel dengan traumatic intracerebral haemorrhage).
Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder berupa data rekam medis ICH spontan. Data rekam medis didapatkan langsung dari rekam medis di RSUP HAM.
Sampel penelitian dapat dibagi menjadi 2 kelompok yaitu SIRS atau non SIRS.
Dari kelompok tersebut, Karakteristik pasien dapat dibedakan berdasarkan jenis kelamin, umur, riwayat rekam medis, glasgow coma scale (GCS), ICH score (ICS), dan kelompok dengan infeksi (sepsis). Tabel 4.1 disajikan berdasarkan karakteristik sampel penelitian.
Tabel 4.1 Karakteristik sampel penelitian
SIRS % Non SIRS %
Angka Kejadian 50 58.8 35 41,2
Jenis Kelamin
Laki – laki 33 66 25 71,4
Perempuan 17 34 10 28,6
Usia
0 – 5 tahun 15 15 10 28,6
5 – 15 tahun 7 14 3 8,6
16 – 45 tahun 7 14 10 28,6
> 45 tahun 21 42 12 34,3
Riwayat Medis
Tidak ada 37 74 25 71,4
Ada 13 26 10 28,6
GCS
Ringan (13 – 15) 22 44 21 60
Sedang (9 – 12) 17 34 11 31,4
Berat (3 – 8) 11 22 3 8,6
ICH score (ICS)
0 21 42 25 71,4
1 11 22 4 11,4
2 12 24 3 8,6
3 6 12 3 8,6
4-6 0 0 0 0
Berdasarkan tabel 4.1, dapat dilihat bahwa angka kejadiaan SIRS pada pasien dengan spontaneous ICH mencakup 58,8% (50 dari 85 sampel) pada tahun 2016 – 2017 di RSUP HAM. Prevalensi SIRS berdasarkan jenis kelamin lebih banyak terjadi pada laki – laki di bandingkan perempuan (33, 64% pada laki – laki vs. 17, 34% pada perempuan).
Tabel 4.2 Distribusi usia
Usia SIRS % Non SIRS %
0 – 5 tahun 15 15 10 28,6
5 – 15 tahun 7 14 3 8,6
16 – 45 tahun 7 14 10 28,6
> 45 tahun 21 42 12 34,3
Berdasarkan tabel 4.2, prevalensi SIRS yang paling tinggi terdapat pada rentang usia diatas 45 tahun disusul oleh rentan usia dibawah 5 tahun. Dan paling sedikit ditemukan pada usia menengah yaitu usia diatas 5 tahun sampai 45 tahun. Hal ini sejalan dengan penilitian yang dilakukan oleh Gokalp et al., 2017 dimana terdapat angka kejadiaan SIRS yang lebih tinggi pada kelompok usia > 45 tahun. Usia berpengaruh terhadap angka kejadiaan SIRS karena aktivitas atau pelepasan mediator inflamasi yang meningkat seiring usia. Namun, beberapa penelitian lainnya tidak menunjukan adanya peningkatan mediator inflamasi tersebut.
Tabel 4.3 Riwayat medis pasien ICH
SIRS Non SIRS Total
Hipertensi 10 4 14
Diabetes mellitus 7 2 9
Riwayat Stroke 4 2 6
Arteriovenous malformation (AVM)
1 1 2
Coagulopathy 0 1 1
Pada tabel 4.3, faktor risiko yang paling sering dijumpai merupakan hipertensi dan diabetes mellitus. Data ini sesuai terhadap penelitian Ikram et al., 2012 yang menunjukan hipertensi sebagai faktor risiko yang paling berperan pada perdarahan otak. Menurut penelitian Gokalp et al., 2017, jenis kelamin, diabetes mellitus, dan lama rawat inap tidak mempengaruhi angka kejadiaan SIRS.
Tabel 4.4 Distribusi GCS dan ICS GCS yang lebih rendah (10 vs 15, p < 0,0001) dan ICH score dengan baseline yang lebih tinggi (2 vs 1, p = 0.0042) dibandingkan dengan pasien non SIRS. Selain itu, penelitian cohort yang dilakukan pada penelitian yang sama menunjukan adanya hubungan SIRS terhadap ICS yang rendah (dan juga prognosis yang buruk). Hal ini disebabkan oleh tingkat inflamasi yang ditimbulkan sebagai akibat langsung dari derajat perdaraha otak. Pada penelitian ini, distribusi GCS dan ICS dapat dilihat pada tabel 4.4, dimana batas bawah GCS pasien adalah 3 dan paling tinggi 15.
Sedangkan, ICS dengan nilai terendah 0 dan nilai tertinggi 3.
Tabel 4.5 Distribusi kriteria SIRS
Jumlah Kriteria % manifestasi yang paling sering dijumpai pada pasien dengan SIRS secara berurut:
Takipnea, leukositosis, takikardia, dan hipertermi. Hipertermi dan leukositosis dapat mempengaruhi prognosis pasien SIRS pada pasien ICH. Hipertermi merupakan akibat dari perkembangan hematoma dan nekrosis dari sel – sel akibat inflamasi. Leukositosis merupakan respon dari inflamasi, dimana pertambahan volum hematoma akan menyebabkan peningkatan jumlah leukosit (Boehme et al., 2016). Hubungan mengenai takikardia dan takipnea terhadap angka kejadiaan SIRS dan prognosis belum pernah diteliti.
Tabel 4.6 Hubungan SIRS dengan sepsis
Sepsis / Infeksi
Tabel 4.6 menunjukan hubungan SIRS dengan angka kejadiaan sepsis selama fase rawat inap di RSUP HAM. Pada kelompok SIRS, terdapat 27 pasien yang diketahui adanya infeksi selama rawat inap dan 23 pasien lainnya tidak mengalami sepsis. Pada kelompok non SIRS, terdapat 14 pasien yang diketahui adanya tanda infeksi dan 21 pasien tidak mengalami infeksi.
Dengan menggunakan uji Chi Square dengan koreksi Yates, dilakukan analisis hubungan SIRS dengan risiko infeksi atau sepsis pada pasien dengan ICH. Hasil yang didapatkan dari uji tersebut adalah tidak terdapat hubungan antara SIRS dengan kejadiaan sepsis dengan p value 0,293 (p value signifikan bila p <0.005).
Hal ini bertentangan dengan penelitian Meisel et al., 2005 dimana terdapat penurunan daya tahan tubuh pada pasien stroke (16 – 23%) sehingga pasien rentan terhadap terjadinya sepsis. Namun, pasien yang diketahui memiliki risiko infeksi tersebut (akibat intervensi seperti kateter dan ventilasi) telah diberikan propilaksis antibiotik. Hal ini dapat mempengaruhi risiko terjadinya sepsis seperti yang dijelaskan pada penelitian Shi et al., 2017. Selain itu, jumlah sampel yang lebih besar mungkin diperlukan untuk memberikan hasil yang lebih spesifik dan akurat.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisi data dan pembahasan yang dilakukan pada penelitian ini, maka dapat diambil kesimpula berupa:
1. Angka kejadiaan SIRS pada pasien dengan spontaneous intracerebral hemorrhage di RSUP HAM tahun 2016 – 2017 adalah 50 orang (58,8%).
2. Angka kejadiaan SIRS lebih banyak terjadi pada laki – laki yaitu 33 (66%).
3. Angka kejadiaan SIRS lebih banyak ditemukan pada kelompok usia diatas 45 tahun (21 pasien, 42%), dan kedua terbanyak pada kelompok usia dibawah 5 tahun (15 pasien, 15%).
4. Berdasarkan riwayat medis, faktor risiko yang paling banyak ditemukan adalah hipertensi dengan total 14 pasien (10 pasien pada kelompok SIRS dan 4 pasien pada kelompok non SIRS).
5. Berdasarkan hasil analisis Chi square dengan koreksi Yates, tidak terdapat hubungan antara SIRS dengan angka kejadiaan sepsis pada pasien dengan spontaneous ICH.
5.2 SARAN
Dari penelitian ini, dapat dikemukakan beberapa saran sebagai berikut:
1. Melihat angka kejadiaan SIRS yang tinggi pada pasien ICH dan hubungannya terhadap prognosis yang buruk, maka disarankan agar mencari faktor-faktor yang dapat mempengaruhi prognosis pasien dan mencari upaya untuk memperbaiki prognosis pasien.
2. Dikarenakan hipertensi dan faktor risiko pasien dapat meningkatkan angka kejadiaan intracerebral haemorrhage, disarankan agar mencari faktor – faktor risiko yang dapat digunakan sebagai data untuk upaya preventif terjadinya intracerebral haemorrhage
3. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui perbedaan jumlah kriteria SIRS terhadap perbedaan prognosis pasien.
4. Disarankan bagi penelitian selanjutnya, diharapkan dapat menambah jumlah populasi dan sampel untuk meningkatan kualitas dan hasil dari penelitian.
DAFTAR PUSTAKA
Alberti, C., Buisson, b., C., Chevret, S., Antonelli, M., Goodman, V., S., Martin, C., Moreno, R., Ochagavia, R., A., Palazzo, M., Werdan, K. & Gall, L., R., J. 2004, ‘Systemic Inflammatory Response and Progreesionto Severe Sepsis in Critically Ill Infectied Patient’, Am J Respir Crit Care Med, vol. 171, pp 461-468.
An, S., J., Kim, T., J. & Yoon, B., W., 2017, ‘Epidemiology, Risk Factors, and Clinical Features of Intracerebral Hemorrhage; An Update’, Cross Mark, vol. 19, no. 1, pp. 3-10.
Aronowski, J. & Zhao, X. 2011, ‘Molecular Pathophysiology of Cerebral Hemorrhage Secondary Brain Injury’, Stroke, vol. 42, pp. 1781-1786.
Balami, J., S. & Buchan, A., M. 2012, ‘Complication of Intracerebral Hemorrhage’, Lancet Neurol, vol. 11, pp. 101-18.
Balk, R., A. 2014, ‘Systemic Inflammatory Response Syndrome (SIRS)’, Virulence, vol.5, no.1, pp. 20-26.
Batubara, R., N. & Iqbal, K., M. 2011, ‘Penyebab Mortalitas pada Pasien Stroke Fase Akut di RSUP. HAM. Medan Januari – Desember 2011’
Boehme, A., K., Hays, A., N., Kicielinksi, K., P., Arora, K., Kapoor, N., Lyerly, M., J., Gadpaille, A., Shiue, H., Albright, K., Miller, D., Elkind, M., S., V. & Harrigan, M., R. 2016, ‘Systemic Inflammatory Response Syndrome and Outcomes in Intracerebral Hemorrhage’, Neurocrit Care, vol. 25, no. 1, pp. 133-144.
Bone, R., C., Balk, R., A., Cerra, F., B., Dellinger, R., P., Fein, A., M., Knaus, W., A., Schein, R., M., H. & Sibbald, W., J. 1992, ‘Definition for Sepsis and Organ Failure and Guidelines for the Use of Innovative Therapies in Spesis’, Chest, vol. 101, no. 1644, pp. 55.
Comstedt, P., Storgaard, M. & Lassen, A., T. 2009, ‘The Systemic Inflammatory Response Syndrome (SIRS) in Acutlely Hospitalised Medical Patients: a Cohort Study’, BioMed Central Ltd., vol. 17, no.1, pp.
67.
Dastur, C., K. & Yu, W. 2016, ‘Current Management of Spontaneous Intracerebral Hemorrhage’, Stroke and Vascular Neurology, vol.0, no. e0047.
Dirnagl, U., Klehmet, J., Braun, J., S., Harms, H., Meisel, C., Ziemssen, T., Prass, K. & Meisel, A. 2007, ‘Stroke-Induced Immunodepression’, Stroke, vol. 38, no. 2, pp. 770-773.
Gokalp, O., Yesilkaya, K., N., Bozok, S., Besir, Y., Iner, H., Durmaz, H., Gokkurt, Y., Lacfi, B., Gokalp, G., Yilik, L. & Gurbuz, A. 2017, ‘Effect of age on systemic inflammatory response syndrome and result of coronary bypass surgery’, CVJ Africa, vol.29, no. 1, pp. 22 – 25.
Heit, J., J., Iv, M. & Wintermark, M. 2016, ‘Imaging of Intracranial Hemorrhage’, Cross Mark, vol. 19, no.1, pp. 11-27.
Hemphill, J., C., Bonovich, D., C., Besmertis, L., Manley, G., T. & Jhonston, S., C.
2001, ‘The ICH Score, A Simple, Reliable Grading Scale for Intracerebral Hemorrhage’, Stroke, vol. 32, pp. 891-897.
Hemphill, J., C., Greenberg, S., M., Anderson, C., S., Becker, K., Bendok, B., R., Cushman, M., Fung, G., L., Goldstein, J., N., Macdonald, R., L., Mitchell P., H., Scott, P., A., Selim, M., H. & Woo, D. 2015,
‘Guidelines for the Management of Spotaneous Intracerebral Hemorrhage’, Stroke, vol. 46.
Ikram, M., A., Wieberdink, R., G. & Koudstaal, P., J. 2012, ‘International Epidemiology of Intracerebral Hemorrhage’, Sprigerlink, vol.14, pp. 300- 306
Kim, J., Y. & Bae, H., J. 2017, ‘Spontaneous Intracerebral Hemorrhage:
Management’, Cross Mark, vol. 19, no. 1, pp. 28-39.
Kusuma, Y., Venketasubramanian, N., Kiemas, L., S. & Misbach, J. 2009, ‘Burden of Stroke in Indonesia’, Panorama, vol. 4, pp. 379-380.
Meisel, C., Schawb, J., M., Prass, K., Meisel, A. & Dirnagl, U. 2005, ‘Central Nervous System Injury-Induced Immune Deficiency Syndrome’, Nature, vol. 6, pp. 775-785.
Norrving, B. 2014, ‘Oxford Textbook of Stroke and Cerebrovascular Disorders’, edn. 7, Oxford, UK
Plesea, I., E., Georgescu, C., C., Enache, S., D., Zaharia, B., Georgescu, C., V. &
Tenovici, M. 2005, ‘Study of Cerebral Vascular Structures in Hypertensive Intracerebral Hemorrhage’, Romanian Journal of Morphology and Embryology, vol. 46, no. 3, pp. 249-256.
Shi, K., Wood, K., Shi, F., D., Wang, X. & Liu, Q. 2017, ‘Stroke-Induced Immunosuppression and Poststroke Infection’, Stroke and Vascular Neurology, vol. 3, pp. 34 -39.
LAMPIRAN A DAFTAR RIWAYAT HIDUP
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Nama Lengkap : Hermawan
Nim : 150100135
Tempat / Tanggal Lahir : Binjai / 03 November 1997
Agama : Buddha
Nama Ayah : Rudy Salim
Nama Ibu : Tjoa Fung Moi
Alamat : Jl. K.H. Wahid Hasyim no. 21, Binjai Riwayat Pendidikan :
1. SD Methodist Binjai (2003-2009) 2. SMP Methodist Binjai (2009-2012) 3. SMA Sutomo 1 Medan (2012-2015)
4. Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (2015-Sekarang) Riwayat Pelatihan :
1. Peserta MMB (Manajemen Mahasiswa Baru) FK USU 2015
2. Seminar dan Workshop “Diabetes Mellitus” Pekan Ilmiah Mahasiswa 2015 SCORE PEMA FK USU
3. Seminar Ilmiah “Anti Aging Update 2015 “
4. Seminar dan Workshop “Basic Life Support & Traumatology” 2016 TBM FK USU
5. Seminar dan Workshop “Save Your Heart, Save Your Life” SCOPH 2016
6. National Symposium Scripta Research Festival 2017 “Non-Communicable Respiratory Disease Clinical Updates and Biomolecular”
7. Simposium dan Workshop PRODRUG 2018 “ Clinical Pharmacology of Pain – Asthma – Hypertension – Infection” di FK USU
Riwayat Organisasi : 1. KMB USU: Anggota
2. SCORE PEMA FK USU (2016 - 2017) : Anggota Divisi Journal 3. MIND FK USU 2017 : Anggota Pendidikan dan Pelatihan Riwayat Kepanitiaan :
1. Panitia Tryout SBMPTN PEMA FK USU 2016 2. Panitia PIM 2016 “Maternal and Children Health”
3. Panitia MMB 2016 “We Learn To Serve”
4. Relawan Tim Medis Baksos KMB USU 2016 5. Panitia SRF SCORE FK USU 2016 Sie. Simposium 6. Relawan Tim Medis Baksos KMB USU 2017 7. Koor Dana Asadha MIND FK USU 2017 8. Amisa Puja Asadha MIND FK USU 2017
9. Panitia SRF SCORE FK USU 2017 Sie. Simposium
Riwayat Prestasi :
1. Peringkat ke-11 Bidang Biologi Methodist – 2 Education Expo 2014 2. Juara III Poster Ilmiah PIM SCORE FK USU 2015
3. Juara II Cabang Tropmed PEMA Medical Olimpiade 2017 FK USU 4. Delegasi SIMPIC tahun 2017
5. Delegasi SIMPIC tahun 2018
6. Juara I Cabang Tropmed PEMA Medical Olimpiade 2018 FK USU
7. Semifinalist Cabang Infectious Disease Indonesia Medical Olimpiade tahun 2018 di FK UGM
8. Bronze Medal for the highest score in MCQ round di CMU – IMC 2018
“Basic to Clinical Infectious Disease” di Chiang Mai University
LAMPIRAN B LEMBAR ORISINALITAS PERNYATAAN
Angka Kejadiaan Systemic Inflammatory Response Syndrome pada Pasien Spontaneous Intracerebral Hemorrhage
Dengan ini penulis menyatakan bahwa skripsi ini disusun sebagai syarat untuk memperoleh Sarjana Kedokteran pada Program Studi Pendidikan Dokter pada Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara adalah benar merupakan hasil karya penulis sendiri.
Adapun pengutipan yang penulis lakukan pada bagian tertentu dari hasil karya orang lain dalam penulisan skripsi ini, telah penulis cantumkan sumbernya secara jelas sesuai dengan norma, kaidah dan etika penelitian ilmiah.
Apabila dikemudian hari ternyata ditemukan seluruh atau sebagian skripsi ini bukan hasil karya penulis sendiri atau adanya plagiat dalam bagian tertentu, penulis bersedia menerima sanksi pencabutan gelar akademik yang penulis sandang dan sanksi lainnya dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Medan, 3 Desember 2018
Penulis,
Hermawan
NIM. 150100135
LAMPIRAN C ETHICAL CLEARENCE
LAMPIRAN D SURAT IZIN PENELITIAN
LAMPIRAN E OUTPUT PERANGKAT LUNAK Angka Kejadiaan SIRS
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative
Angka kejadiaan SIRS berdasarkan kelompok usia
Distribusi GCS berdasarkan kelompok SIRS dan non SIRS
GCS
Distribusi ICS
Hasil analisis Chi Square
SIRS * Sepsis Crosstabulation
Sepsis whose column proportions do not differ significantly from each other at the .05 level.
a. 0 cells (0.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 16.88.
b. Computed only for a 2x2 table Distribusi Kriteria SIRS
Criteria
aFrequency Percent Valid Percent
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative
Takikardi
aFrequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Negatif 12 24.0 24.0 24.0
Takikardi 38 76.0 76.0 100.0
Total 50 100.0 100.0
a. SIRS = SIRS
TakipneaCO2
aFrequenc
y Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Negatif 6 12.0 12.0 12.0
Takipnea/ pa CO2
44 88.0 88.0 100.0
Total 50 100.0 100.0
a. SIRS = SIRS
Lampiran F Data Induk
18 RN/ P 1 - 36,1 14
36 HM/L 78 HP 37,4 78 24 12030 10 0 SEPSI
55 TS/ P 69 - 38 10
71 RE/ L 1 - 37 10