Langkah terakhir dari analisis data yaitu pengujian hipotesis yang
bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang cukup jelas dan dapat dipercaya antara variabel independen dengan variabel dependen.
Untuk menguji hipotesisi ini peneliti menggunakan rumus uji signifikansi korelasi (uji T-student) sebagai berikut:
�= −2
1− 2 Sugiyono, (2010:184)
Dimana :
t = distribusi student
r = koefisien korelasi dari uji independen (kekuatan korelasi) n = banyaknya sampel
dengan kriteria sebagai berikut :
1. taraf signifikansi 0,05 dengan derajat kebebasan (dk) = N-2 2. apabila thitung> ttabel maka H1 diterima dan H0 ditolak
3. apabila thitung≤ttabel maka H0 diterima dan H1 ditolak
Sedangkan untuk menguji hipotesis secara simultan pengaruh kompetensi dan komitmen organisasi terhadap produktivitas kerja pegawai dapat
a = Y – bX b= r Sy Sx
menggunakan rumus uji F berikut ini:�ℎ= 2/
1− 2 / − −1 Sugiyono, (2011:192)
Dimana:
R = Koefisien korelalsi ganda k = jumlah variabel independen n = jumlah anggota sampel
Bila Fh lebih besar dari Ft maka koefisien korelasi ganda yang diuji adalah signifikan yaitu dapat diberlakukan untuk seluruh populasi. kriteria penolakan hipotesisnya adalah :
a. Taraf signifikasi 0,05 dengan derajat kebebasan (dk)= (n-k-1) b. Jika Fhitung> Ftabel maka H1 diterima dan H0 ditolak
c. Jika Fhitung≤ Ftabel maka H0 diterima dan H1 ditolak
Secara statistik, hipotesis yang akan diuji dalam rangka pengambilan keputusan penerimaan atau penolakan hipotesis dapat ditulis sebagai berikut:
1. Hipotesis pertama
a. H0:�= 0, artinya tidak terdapat pengaruh antara tayangan sinetron terhadap gaya berpakaian remaja
b. H1:� ≠0, artinya terdapat pengaruh tayangan sinetron terhadap gaya berpakaian remaja
2. Hipotesis Kedua
a. H0:�= 0, artinya tidak terdapat pengaruh antara tayangan sinetron terhadap gaya berbicara remaja di kecamatan Leuwimunding
b. H1:� ≠0, artinya terdapat pengaruh antara tayangan sinetron terhadap gaya berbicara remaja
a. H0:�= 0, artinya tidak terdapat pengaruh antara tayangan sientron dengan pertemanan / pergaulan remaja
b. H1: � ≠0, artinya terdapat pengaruh antara tayangan sinetron dengan pertemanan / pergaulan remaja
dikemukakan pada bab-bab sebelumnya, secara umum dapat dikemukakan kesimpulan yang diperoleh dan saran-saran sebagai masukan untuk perbaikan di masa yang akan datang.
5.1 Simpulan
Secara umum analisis pada penelitian dilapangan menunjukan bahwa ada pengaruh antara tayangan sinetron dengan gaya hidup remaja di kecamatan Leuwimunding, meliputi gaya berpakaian, gaya berbicara dan pertemanan/pergaulan yang cukup signifikan, sehingga pengaruh tayangan sinetron tersebut bisa merubah pola gaya hidup remaja di kecamatan Leuwimunding yang sudah seperti kaum borju, meskipun letak kecamatan Leuwimunding berada bukan di wilayah perkotaan dan bisa dikatakan cukup jauh dari kota.
Hasil pengolahan data dan analisis pada penelitian di lapangan tentang Pengaruh Tayangan Sinetron Terhadap gaya hidup Remaja di Kecamatan Leuwiminunding, maka diperoleh kesimpulan penelitian berdasarkan hasil analisis dan pengujian hipotesis bahwa pengaruh tayangan sinetron memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap gaya berpakaian, sehingga banyak remaja yang mengenakan pakaian terinspirasi dari tayangan sinetron yang mereka tonton. Meskipun tida semua menjawab demikian karena besar kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lain, bisa dari faktor pemungkin yaitu sarana pra sarana seperti televisi dan saluran televisi dan faktor penguat seperti sosialisasi keluarga, komunikasi keluarga , lembaga pendidikan dan lingkungan sekitar.
Pengaruh tayangan sinetron memiliki pengaruh yang signifikan terhadap gaya berbicara dibanding dengan faktor lain, karena bisa kita ketahui bahasa merupakan alat yang paling murah dan mudah untuk diikuti karena apabila
diibaratkan tanpa biayapun kita sudah bisa gaya dengan bahasa yang kita gunakan. Banyak sekali ditemukan di kecamatan Leuwimunding remaja yang menggunakan bahasa maupun gaya berbicara yang mirip bahkan mengkuti seperti di tayangan sinetron yang mereka tonton.
Berdasarkan hasil analisis dan pengujian hipotesis dapat disimpulkan bahwa pengaruh tayangan sinetron memiliki pengaruh yang signifikan juga terhadap gaya pertemanan/pergaulan, sama hal nya dengan gaya berpakaian. Meskipun prosentase yang didapat tidak terlalu besar, namun melihat dari penyataan yang mereka pilih, remaja di Leuwimunding menonton tayangan sinetron, cukup menginspirasi bagi pertemanan/pergaulanya sehari-hari.
Prosentase yang didapat, jelas bahwa ada pengaruh yang signifikan dari pengaruh tayangan sinetron terhadap gaya hidup remaja di kecamatan Leuwimunding, karena sudah begitu canggih dan mudahnya perkembangan teknologi, menjadikan saluran televisi nasional negeri maupun swasta, lokal maupun internasional masuk ke daerah-daerah khususnya di kecamatan Leuwimunding.
Penerapan materi dalam pembelajaran sosiologi yang kaitanya dengan tayangan sientron jelas ada, yaitu materi tentang sosialisasi dan pengembangan kepribadian. Karena dalam materi sosialisasi dan pengembangan kepribadian salah satunya yaitu ada yang membahas tentang peran media, media massa dan media sebagai ajang sosialisasi yang bisa juga merupakan salah satu wadah sosialisasi dari pendidik kepada siswa tentang pentingnya memilah apa yang ada dalam media yang kemudian akan dimasukan sebagai sarana pengaplikasian ilmu kedalam kehidupan sehari-hari dimasyarakat.
5.2 Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang yang telah dilakukan terdapat saran yang diharapkan dapat memberikan kontribusi positif pada pengaruh tayangan sinetron terhadap gaya hidup remaja , yaitu :
1. Pada penelitian ini pengaruh tayangan sinetron terhadap gaya berpakan memang cukup signifikan, meskipun pernyataan dalam aspek gaya berpakaian tidak tersfesifikasi untuk laki-laki atau perempuannya. Sehingga sangat diharapkan untuk peneliti selanjutnya lebih memetakan dan lebih jelas lagi mana pernyataan kuesioner yang hanya dijawab oleh perempuan dan mana pertanyaan yang hanya dijawab oleh laki-laki, sehingga mendapatkan hasil yang lebih maksimal dalam penelitian di lapangannya.
2. Pengidentifikasian dalam hal gaya berbicara yang terpengaruh dari tayangan sinetron memang sangat kuat pengaruhnya terhadap remaja di kecamatan Leuwimunding, dalam penelitian selanjutnya diharapkan untuk menambah teknik dan menambah metode menjadi mix match supaya lebih maksimal lagi hasil yang diketahui dari pengaruh tayangan sinetron terhadap gaya berbicara tersebut, dan munculkan faktor lain untuk menggali kolerasi antar keduanya, sehingga hasil yang didapat akan lebih maksimal dan mengetahui apa-apa saja yang kurang dalam penelitian sekarang.
3. Perlu diperhatikan bahwa peremanan/pergaulan memang tidak cukup dengan hanya memberi tanda contreng atau checklist (√) dari pernyataan yang telah disediakan. Untuk peneliti yang akan datang, diharapkan menambahkan lagi metode wawancara supaya dapat menggali informasi lebih maksimal lagi mengenai dampak dari tanyangan sinetron terhadap pertemanan/pergaulan remaja, selain itu untuk peneliti yang akan datang diharapkan apabila menyebarkan kuesioner, respondennya agar diperhatikan supaya faktor yang tidak diharpkan seperti pengisian secara asal-asalan dapat dihindari dan tidak terjadi lagi.
4. Pentingnya pembelajaran sosiologi mengenai sosialisasi dan pembentukan kepribadian menyebabkan pendidik harus lebih selektif dalam menampilkan atau memberikan contoh apalagi mengenai tayangan sinetron, atau adegan yang ada di sinetron dan tayangan lain di televisi. Selain itu diharapkan pendidik dapat menggunakan metode pembelajaran yang sesuai dengan materi sosialisasi
dan kepribadian supaya bukan hanya materi yang diingat dan dihafal oleh siswa tetapi dihaarapkan siswa mampu menjadi modal dasar dalam bermasyarakat supaya berprilaku yang sesuai dengan nilai-dan norma yang ada di masyarakat.
Arikunto, Suharsimi. (1998). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praketek. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Arikunto, Suharsimi. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praketek. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Arikunto, Suharsimi. (2009). Manajemen Penelitian. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Arikunto, Suharsimi. (2010). Prosedur Penelitian; Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Ayu, Putri. (2010). Tersedia di ayouk91.blogspot.com/20
Burhan Bungin. (2008). Sosiologi Komunikasi: Teori, Paradigma, Diskursus Teknologi Komunikasi di Masyarakat. Jakarta: Kencana. Daljoeni. (1997). Seluk Beluk Masyarakat Kota. Bandung: PT. Alumni. Damayanti, Mukhripah. (2008). Komunikasi Terapeutik Dalam Praktik
Keperawatan. Bandung: Rafika Aditama.
Damin, Sudarwan. (1995). Media Komunikasi Pendidikan. Bumi Aksara. Dardiri, Achmad. (2013). Etika Pergaulan Remaja. Tersedia di http://
etika-pergaulan-remaja/
Depdiknas. (2006). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Dianita. (2010). Pengertian Remaja Menurut Para Ahli. Tersedia di
http://dianita.student.umm.ac.id/2010/08/10/remaja-islam-indonesia/
Enggel, J.F : Blacwell, R.D, Miniard, P, W. (1992). Consumer Behaviour. Second edition. Chicago: Dryden Perss.
Elida Priyanto dan Erlamsyah. (2006). Psikologi Perkembangan Remaja. Padang: UNP Perss.
Febry, dkk. (2013). Usaha Yang Dilakukan Siswa Dalam Menentukan Arah Pilihan Karir dan Hambatan-Hambatan Yang Ditemui. Jurnal. Tersedia di http://ejournal.unp.ac.id/index.php/konselor Fentifs. 2014. Dunia Pergaulan dan Etika Pergaulan Remaja. Tersedia di
fentifs.wordpress.com
Ghazali, Imam. (2001). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponogoro.
Gunarsa, YS D dan Gunarsa, SD. (1988). Psikologi Remaja. Jakarta: BPK Gunung Agung.
Hasnawati. (2013). Dampak Menonton Tayangan Sinetron Putih Abu-Abu Terhadap Perilaku Anak di Kelurahan Sidodamai Samarinda. Jurnal. Diunduh dari www. ejournal.ikom.fisip-unmul.ac.id
Hamidi. (2007). Metode Penelitian dan Teori Komunikasi. Malang: UMM Press.
Hastuti, dkk. (2007). Gaya Hidup Remaja Pedesaan. Jurnal harmoni. Henslin, James. M. (2006) sosiologi dengan Pendekatan Membumi, Edisi
6. Jakarta: Erlangga.
Hurlock, Elisabeth B. (1991). Psikolgi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentan Kehidupan. Jakarta: Erlangga.
Irfanul Yusiska. (2012). Gaya Hidup Matrealistis Dalam Iklan. Tesis, Universitas Padjajaran.
J.B., Wahyudi. (1996). Media Komunikasi Masa Televisi. Bandung: Alumni.
Jessor, R., & Jessor, S. L. (1977). Problem Behavior and Psycosocial Development; A Longitudinal Study Of Youth. New York: Academic Perss.
Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi 3. (2006). Jakata: Balai Pustaka. Lauler, Robert. H. (1993). Presfektif tentang Perubahan Sosial. Jakarta:
PT. Rhineka Cipta.
Lina & Rosyid. (1997). Perilaku Konsumtif Berdasarkan Locus Of Control Pada Remaja Putri. Jurnal Psikologi Universitas Airlangga.
Little John Stephen W & Foss Karen A. (2009). Teori Komunikasi. Jakarta: Salemba Humanika.
Leli Nurlaeli, 2014
Magnis, Suseno. (1991). Etika Dasar. Yogyakarta: Kanisius.
Malihah, E.S, dkk. (2007). Ilmu Sosial & Budaya Dasar. Bandung: Prenanda Media Grup.
Malihah, E.S & Kolip (2010). Pengantar Sosiologi. Bandung: Prenanda Media Grup.
Monks. FJ. Knoers. A. M. P. & Haditono. S. R. (1995). Psikologi Perkembangan Pengantar Dalam Berbagai Bagiannya. Gajah Mada University Press.
Murdiatmoko, Janu (2007). Sosiologi mengkaji dan memahami Masyarakat.(untuk kelas X SMA/MA). Bandung: Grafindo.
Nasution, Zulkarnaen. (1993). Sosiologi Komunikasi Kebudayaan Suatu Pendekatan Global. Jakarta: Universitas Terbuka
Notoatmojo, Soekidjo. (2005). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka cipta.
Olivia. 2013. Analisis Gaya Hidup Remaja Dalam Mengimitasi Budaya Pop Korea Melalui Televisi. Jurnal “Acta Diurna.
Potter, Patricia A dan Anne Griffin P. (2005). Fundamental Keperawatan Vol. 1. Jakarta: EGC.
Priyanto dkk. (1997). Seri Keterampilan Belajar (Program Semi Que). Padang: Depdiknas.
Prof. Drs. Onong Effendy, M.A. (2007). Ilmu Komunikasi Massa. Jakarta: Kencana.
Purnomo,Mangku. (2004). Pembaruan Desa. Yogyakarta: Lapera Pustaka Utama.
Rahmat, Jalaludin. (2003). Psikologi Komunikasi. Edisi revisi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Riduwan, Kuncoro, Ahmad (2011). Cara Menggunakan dan Memaknai Analisis Jalur (Path Analysis). Bandung: Alfabeta.
Ritzer. (2012). Teori Sosiologi. Jakarta: pustaka Pelajar.
Santrock W Jhon. (2003). Perkembangan Remaja. Jakarta: Erlangga. Sanusi, Anwar. (2011). Metodologi Penelitian Bisnis. Jakarta: Salemba
Syamsuddin dan Damaianti. (2011). Metode penelitian Pendidikan Bahasa. Bandung: Rosda.
Syamsu Yusuf. (2009). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: Rosda.
Setadi, Nugroho J.(2003). Perilaku Konsumen. Bogor: Kencana.
Soekanto. (2006). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Strinati, Dominic. (2007). Popular Culture. Yogyakarta: Jejak.
Subana dan sudrajat. (2005). Statistika Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia.
Subandy, Idi.(1997). Ecstasy Gaya Hidup. Bandung: Mizan. Sudjana. (2005). Metoda statistika. Bandung: Tarsito.
Sugiharti. (2009). Membaca Gaya Hidup Kapitalisme .Jogjakarta: Graha Ilmu.
Sugiyono. (2002). Statistik Untuk Penelitian. Jakarta: Alfa Beta.
Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitataif, Kualitatif, dan R& D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitataif, Kualitatif, dan R& D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitataif, Kualitatif, dan R& D. Bandung: Alfabeta.
Susianto, H. (1993). Studi Gaya Hidup Sebagai Upaya Mengenali Kebutuhan Anak Muda. Jurnal psikolgi dan masyarakat vol 1 dan no 1 hal 55. 76
Tim sosiologi. (2006). Sosiologi Suatu Kajian Masyarakat. Jakarta: Yudistira.
Trianto, Gembong. (2011). Perbandingan Pesan Moral Dalam Sinetron. Jurnal Online. Tersedia di http:// jurnal Gembong TriantoD1209042_2/
Wardhana, Veven SP. (1994). Kapitalisme TV dan Strategi Budaya massa. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Leli Nurlaeli, 2014
Yunaeni. (2012). Pengaruh Kebiasaan Menonton Tayangan Sinetron Terhadap Kebiasaan Belajar Siswa. Skripsi. Universitas Pendidikan Indonesia. Tidak diterbitkan
(Tanpa nama). (Februari 2014). Hubungan Intensitas Menonton Tayangan Sinetron Drama Remaja Terhadap Gaya Hidup Hedonis Pada Remaja. Tersedia dihttp://naskah-publikasi.com/
(Tanpa Nama). (2014). Sinema Elektronik. Tersedia di http://id.wikipedia.org/wiki/sinema_elektronik
(Tanpa Nama). (2014). Fase Perkembangan Remaja. Tersedia di http://fase_perkembangan_remaja.com/