• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. Adanya pengaruh permainan modern (smartphone) anak kelas 6 di masa pandemi SDN 1 Tunggulpandean, Nalumsari, Jepara.

2. Adanya pengaruh permainan tradisional anak kelas 6 terhadap perkembangan anak di SDN 1 Tunggulpandean, Nalumsari, Jepara.

3. Adanya perbedaan pengaruh permainan tradisional dan permainan modern (smartphone) terhadap moral anak kelas 6 di masa pandemi SDN 1 Tungulpandean, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara

Sepak Bola Engklek

Media Sosial (E-Sport)

Tradisional Modern

Kecerdasan Moral Anak Sekolah Dasar Permainan Anak

Sekolah Dasar

28

BAB III

METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2022 sampai selesai.

Penelitian ini dilaksanakan di SDN 1 Tunggulpandean, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara. Peneliti memilih tempat ini didasarkan pada keterkaitan tempat tinggal dengan judul penelitian yang diajukan oleh peneliti. Untuk waktunya dibagi menjadi 3 tahapan yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap akhir. Pada tahap pelaksanaan dilakukan sebanyak 8 kali perlakuan.

3.2 Metode Penelitian

Metode pemelitian merupakan cara teratur untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar mencapai tujuan yang dicapainya. Sebelum melaksanakan suatu penelitian, seorang peneliti harus menetukan metode atau cara-cara yang akan digunakan. Hal tersebut dilakukan agar pada saat melaksanakan penelitian berjalan dengan teratur dan dikehendaki sesuai dengan tujuan yang akan dicapai.

Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif metode eksperimen. Metode eksperimen merupakan metode penelitian yang didalamnya terdapat suatu perlakuan (treatment) yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakukan tertentu terhadap perlakukan yang lain dalam kondisi yang terkendalikan. Ciri dari metode eksperimen ini adalah memiliki kelompok kontrol. Kekurangan dari metode eksperimen ini yaitu sulitnya mendapatkan hasil yang akurat, karena banyak variabel luar yang berpengaruh dan sulit mengontrolnya.

Berdasarkan pemaparan diatas, dapat disimpulkan bahwa untuk menguji pengaruh permainan anak terhadap kecerdasan moral anak kelas 6 di SDN 1 Tunggulpandean, Nalumsari, Jepara menggunakan metode penelitian eksperimen.

3.3 Desain Penelitian

Jenis penelitian yang dipakai pada penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang menggunakan two group pre-test and post-test design sebagai rencana penelitian. Desain Penelitian adalah strategi atau rencana yang dipilih oleh peneliti untuk menjelaskan semua proses yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian. Sugiyono (2017:2). Dalam desain penelitian masih terdapat

29

variabel luar yang ikut berpengaruh terhadap bentuk variabel dependen. Jadi hasil eksperimen yang merupakan variabel dependen bukan semata-mata dipengaruhi oleh variabel independen.

Ciri utama desain ini adalah sampel yang digunakan untuk eksperimen maupun kelompok kontrol diambil dari populasi tertentu (Sugiyono, 2016: 75).

Sedangkan analisis data bersifat kuantitatif/ statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2016: 14). Jadi observasi akan dilakukan sebanyak 2 kali yaitu sebelum eksperimen dan sesudah eksperimen. Observasi yang dilakukan sebelum eksperimen disebut test awal atau pre-test, dan observasi sesudah eksperimen tes akhir disebut post-test. (Arikunto, 2013:75). Untuk kelas kontrol dalam penelitian ini adalah permainan tradisional, sedangkan untuk kelas eksperimen yaitu permainan modern.

3.4 Populasi dan Sampel a. Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas:

Obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya Sugiyono (2016:80). Pengertian tersebut mengandung arti bahwa populasi adalah seluruh unsur baik itu orang maupun benda yang akan dijadikan obyek/subyek yang memiliki minimal satu kesamaan.

Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas 6 sekolah dasar.

b. Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Jadi sampel merupakan individu yang jumlahnya lebih sedikit dari pada populasi, dan individu tersebut memiliki karakter yang sama dan dapat mewakilkan semua populasi tersebut. Sampling merupakan teknik pengambilan data Sugiyono (2016: 81). Dalam penelitian ini peneliti memilih

Teknik purposive random sampling. Purposive random sampling adalah teknik pengambilan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono,2012: 218). Penentuan kelas untuk kelompok kontrol dan

30

eksperimen penelitian ini memiliki dasar atau ciri-ciri yang dipandang memiliki hubungan yang erat dengan penelitian dan memiliki syarat atau tertentu. Syarat atau kriteria tertentu untuk menjadi sampel dalam penelitian ini merupakan siswa kelas tinggi yang memiliki nilai sikap di raportnya minimal B untuk menyamakan nilai kecerdasan moralnya.

3.5 Variabel Penelitian

Menurut Sugiyono (2015: 60) menjelaskan bahwa variabel penelitian merupakan segala sesuatu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi yang dapat ditarik kesimpulan.

Pada penelitian eksperimen ini akan menggunakan 2 jenis variabel. Variabel bebas (independent) dan variabel terikat (dependen).

a. Variabel Bebas (independent)

Menurut Sugiyono (2016: 39) menjelaskan bahwa variabel bebas merupana variabel yang mempengaruhi dan menjadi sebab perubahan atau timbulnya variabel terikat. Dalam penelitian ini yang bermasuk variabel bebas adalah permainan tradisional dan permainan modern (smartphone).

b. Variabel Terikat (dependen)

Menurut Sugiyono (2016: 39) menjelaskan bahwa variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Dalam penelitian ini variabel terikat adalah kecerdasan moral anak.

3.6 Teknik Pengumpulan Data

Menurut Sugiyono (2016:224), teknik pengumpulan data merupakan langkah paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian ini adalah mendapatkan data. penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan metode pengumpulan data berupa observasi, angket, dan dokumentasi.

a. Observasi

Arikunto (2014:75) mengemukakan bahwa pada tahap ini sebenarnya berjalan bersamaan dengan saat pelaksanaan. Pengamatan dilakukan

31

pada saat tindakan berjalan, jadi keduanya berlangsung dalam waktu yang sama.

b. Angket

Menurut Sugiyono (2016: 162) Angket merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab.

c. Dokumentasi

Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu, berupa catatan, gambar, karya-karya dan lain sebagainya seperti yang dikatakan oleh Furchan 2006 dalam Oktavianti (2013:54). Penelitian menggunakan pendekatan ini untuk mengetahui data-data terkait dengan dokumen. Dokumen membuat hasil dari wawancara,angket, observasi akan lebih dipercaya atau kredibel (Sugiyono, 2016:240).

3.7 Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian menurut Sugiyono (2016: 148) adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati. Intrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner (angket). Angket ini dibentuk dari aspek-aspek moralitas yang sudah dibahas di bab 2 lalu dikembangkan menjadi kisi-kisi instrumen. Instrumen pengumpulan data dipenelitian ini menggunakan kuesioner (angket) tertutup, yaitu siswa akan menjawab pertanyaan yang alternatif jawabannya sudah disediakan dalam lembar kuesioner dengan memberikan tanda centang pada kolom alternatif jawaban yang dianggap tepat. Tujuan pemberian kuesioner ini untuk mengukur keadaan berbagai sikap siswa. Kuisioner yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah skala likert. Menurut Sugiyono (2016:93) skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan presepsi seseorang atau kelompok tentang fenomena sosial. Dalam kuesioner penelitian ini menggunakan 4 alternatif jawaban yaitu Selalu (S), kadang-kadang (K), jarang (JR), dan tidak pernah (TP) untuk 30 item. tujuannya agar responden lebih jelas dalam menyatakan jawabannya dan menghindari responden untuk memilih alternatif jawaban netral.

Angket ini dibentuk dari aspek-aspek moralitas yang sudah dibahas di bab 2

32

lalu dikembangkan menjadi kisi-kisi instrumen. Instrumen pengumpulan data dipenelitian ini menggunakan kuesioner (angket) tertutup, yaitu siswa akan menjawab pertanyaan yang alternatif jawabannya sudah disediakan dalam lembar kuesioner dengan memberikan tanda centang () pada kolom alternatif jawaban yang dianggap tepat. Tujuan pemberian kuesioner ini untuk mengukur keadaan berbagai kecerdasan moral siswa.

Berikut ini Skoring Tingkat Kecerdasan Moral

Tabel 3 1Skoring Tingkat Kecerdasan Moral

Alternatif jawaban Skor

Selalu (S) 4

Kadang-kadang (K) 3

Jarang (JR) 2

Tidak pernah (TP) 1

Berikut ini kisi-kisi instrumen perkembangan moral yang digunakan dalam penelitian ini:

Tabel 3. 2 Kisi-kisi Instrumen Kecerdasan Moral

No Indikator Aspek Nomer item

1 Integritas Berprilaku konsisten sesuai dengan prinsip, nilai dan

keyakinan

33 3 Kasih

sayang

Membantu orang yang sedang kesulitan

22-26

4 Pemaaf Menerima Kesalahan sendiri dan orang lain

27-30

3.8 Validasi Instrumen

Validitas intrumen adalah salah satu cara untuk mengukur instrumen yang dapat digunakan dengan tepat untuk mengukur apa yang akan diukur. Hasil penelitian yang valid apabila terdapat kesamaan antara data yang terkumpulkan dengan data yang sesungguhnya Sugiyono (2016: 129). Instrumen yang dapat digunakan yaitu instrumen yang memiliki nilai validitas yang tinggi dan sebaliknya intrumen yang memiliki vaiditas rendah menjadi data yang kurang valid. Tujuan penggunaan validitas dalam penelitian ini yaitu untuk mengukur seberapa besar kesesuaian hasil mengukur instrumen dengan jumlah instrumen.

Validasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah validasi konstruksi.

Menurut Sugiyono (2016) untuk menguji validasi kontruksi, dapat digunakan pendapat para ahli (expert judgement). Setelah instrumen dikonstruksikan tentang aspek-aspek yang akan diukur dengan berlandaskan teori, maka dikonstruksikan dengan para ahli. Para ahli diminta pendapatnya tentang instrumen yang telah disusun. Validasi ahli dilakukan dengan cara megirimkan instrumen yang disertakan lembar validasi kepada validator. Validator dalam penelitian ini menggunakan dua ahli, yang pertama adalah Bapak Wawan Shokib Rondlis M.Pd, dan yang kedua Ibu Ika Ari Pratiwi M.Pd. berdasarkan hasil dari lembar validasi yang berisi tentang pernyataan isi, struktur, dan evaluasi yang kemudian dijadikan masukan dalam proses perbaikan dan pengembangan instrumen.

3.9 Teknik Analisis Data

Dalam penelitian ini menggunakan teknik pre-experimental design. Dalam model penelitian ini terdapat kelompok ekperimen dan kelompok kontrol, dimana pengambilannya dilakukan secara Purposive random sampling. Paradigma penelitian ini adalah:

34 𝑂1 𝑋1 𝑂2 𝑂3 𝑋2 𝑂4 Keterangan:

O1 = Hasil pretest kelompok eksperimen O2= Hasil posttest kelompok eksperimen X1 = Perlakuan permainan tradisional O3= Hasil pretest kelompok kontrol O4= Hasil posttest kelompok kontrol X2 = Perlakuan permianan smartphone

Instrumen yang digunakan untuk pretest dan posttest adalah observasi dan angken yang sama. Hurup X melambangkan adanya perlakuan berupa penggunaan permainan modern (smartphone) terhadap kelompok eksperimen. Sedangkan huruf X tidak muncul pada kelompok kontrol karena tidak dilakukan perlakuan.

Data yang sudah terkumpul di analisis dengan cara melakukan pengaturan data, pencatatan, penggambaran, pengelompokan, penafsiran dan penyimpulan penemuan dalam suatu penelitian. Dalam konteks penelitian, analisis data dapat dimaknai sebagai kegiatan membahas dan memahami data guna menemukan makna, pentafsiran, dan kesimpulan tertentu dari keseluruhan data dalam penelitian (Ibrahim, 2015: 103). Setelah pengumpulan data yang diperoleh kemudian dianalaisis dengan statistika. Data statistik yang dipakai dalam penelitian ini adalah t-test. Pengolahan data menggunakan program aplikasi SPSS.

Dalam hipotesis yang diambil dari data sampel mempunyai peluang kesalahan dan kebenaran (kepercayaan) yang dinyatakan dalam bentuk prosentase.

Apabila peluang kesalahan 5% maka taraf kepercayaan 95%, bila taraf kesalahan 1% maka taraf kepercayaan 99%. Peluang kesalahan dan kebenaran ini disebut dengan taraf signifikansi. (Sugiyono, 2016:149)

Jika seorang peneliti telah menolak hipotesis atas dasar signifikan 5% (atas dasar kepercayaan), maka ia mengambil resiko yang salah dalam keputusan ini sebanyak 5% (benar dalam keputusan ini sedikit-dikitnya 95%). Dalam perhitungan disini akan disimpulkan sebagai berikut:

35

1) Jika probabilitas >0.05, maka Ho diterima.

2) Jika probabilitas < 0.05, maka Ho ditolak.

a. Uji Normalitas

Uji normalitas adalah uji untuk mengukur apakah data yang didapatkan memiliki distribusi normal sehingga dapat digunakan dalam statistik parametrik. Apabila data yang diambil dari data berdistribusi normal maka dapat diasumsikan bahwa sampel yang digunakan benar-benar dapat mewakili populasi. Sehingga, penelitian ini dapat digeneralisasikan pada populasi dalam uji statistik, sifat dan karakteristik populasi harus terdistribusi normal.

Adapun langkah-langkah uji normalitas data sebagai berikut.

1. Merumuskan formula hipotesis Ho: data berdistribusi normal Ha: data tidak berdistribusi normal 2. Menentukan nilai uji statistic

ð‘Ĩâ„Žð‘–ð‘Ąð‘Ē𝑛𝑔2 = ∑ (𝑂𝑖− ðļ𝐞 ðļ𝑖 ) Keterangan:

X2 = chi kuadrat

𝑂𝑖 = frekuensi hasil pengamatan pada llasifikasi ke-i ðļ𝐞= frekuensi yang diharapkan pada klasifikasi ke-i 3. Menentukan taraf nyata (a)

Untuk mendapatkan nilai chi kuadral tabel:

ð‘‹ð‘Ąð‘Žð‘ð‘’ð‘™2 = 𝑋(1−𝑎)(𝑑ðū)2 =?

Dk= derajat kebebasan =k-3 K= banyak kelas interval

4. Menentukan kriteria pengujian hipotesis Ho ditolak jika ð‘‹â„Žð‘–ð‘Ąð‘Ē𝑛𝑔2 â‰Ĩ ð‘‹ð‘Ąð‘Žð‘ð‘’ð‘™2

Ho diterima jika ð‘‹â„Žð‘–ð‘Ąð‘Ē𝑛𝑔2 â‰Ĩ ð‘‹ð‘Ąð‘Žð‘ð‘’ð‘™2

Selain menggunakan uji manual, peneliti juga menggunakan program komputer SPSS 16.0 for windows dengan syarat jika probabilitasnya â‰Ĩ 0,05, maka data berdistribusi normal, sedangkan

36

jika probabilitasnya <0,05, maka data dinyatakan berdistribusi tidak normal.

b. Uji Homogenitas

Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah sampel yang digunakan dalam keadaan homogen (mempunyai kemampuan awal yang sama) atau tidak, setelah dilakukan uji normalitas data. hipotesis yang diajukan adalah:

Ho: varians kedua kelas homogen.

H1: varians kedua kelas tidak homogen

Adapun rumus yang digunakan untuk menguji homogenitas varian adalah sebagai berikut:

ðđ𝑚𝑎ð‘Ĩ = 𝑉𝑎𝑟. ð‘‡ð‘’ð‘Ÿð‘Ąð‘–ð‘›ð‘”ð‘”ð‘– 𝑉𝑎𝑟. ð‘Ąð‘’ð‘Ÿð‘’ð‘›ð‘‘ð‘Žâ„Ž 𝑉𝑎𝑟𝑖𝑎𝑛 (𝑆𝐷2) = ∑ 𝑋2− (∑ 𝑋)2/𝑁

(𝑁 −)

Selain menggunakan uji manual, peneliti juga menggunakan program komputer SPSS 16.0 for windows dengan kriteria taraf signifikansinya â‰Ĩ 0,05, maka varian dikatakan homogeny, sedangkan jika taraf signifikannya <0,05, maka varian dikatakan tidak homogen.

c. Uji t-tes

Analisis data yang selanjutnya adalah analisis data nilai post test yang digunakan untuk mengetahui pengaruh pemahaman konsep kelas kontrol dan kelas eksperimen. Analisis data yang digunakan untuk mengetahui pengaruh permainan modern (smartphone) dan permainan tradisional adalah Uji t-tes digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan rata-rata antara dua sampel yang tidak berkorelasi (bebas) satu dengan yang lain, dengan tujuan apakah kedua sampel tersebut mempunyai rata-rata yang sama ataukah tidak secara signifikan, dengan asumsi data berdistribusi normal dengan jumlah sempelnya 30. Dengan penelitian ini, uji beda Independent Sampel T-tes digunakanuntuk menguji signifikan beda rata-rata dua grup sample yang tidak berhubungan.

37 Rumus yang digunakan adalah :

ð‘Ą ð‘‹Ė…1+ ð‘‹Ė…2 𝑆𝑃√1

𝑛1 + 1 𝑛2 Keterangan:

ð‘‹Ė…1: mean sampel pertama ð‘‹Ė…2: mean sampel kedua

𝑛1: banyakna observasi pada sampel pertama 𝑛2: banyakna observasi pada sampel kedua

𝑆𝑃: penduga deviasi standar populasi yang dihitung dari kedua deviasi standar sampel. Rumusannya adalah:

√(𝑛1− 1)( 𝑆12) + (𝑛2− 1)( 𝑆12) 𝑛1+ 𝑛2− 2 Dengan:

𝑆1: deviasi standar sampel pertama 𝑆2: deviasi standar sampel kedua

setelah melakukan perhitungan, selanjutnya penarikan kesimpulan.

Penarikan kesimpulan dilakukan untuk mengetahui hipotesis tersebut terbukti ataukah tidak dengan membandingkan nilai thitung dengan nilai ttabel

diperoleh berdasarkan pada derajat kebebasan atau dk – n-1 dengan taraf signifikan 0 = 5%. H0 diterima jika thitung, > ttabel sebaliknya H0 ditolak jika thitung, â‰Ī ttabel. Untuk mempermudah, peneliti menggunakan program SPSS.

Hipotesis yang diajukan:

Hipotesis pertama

H0 : Ξa1 â‰Ī Ξa2= adanya pengaruh variabel Y antara a1 dan a2 Ha : Ξa1 > Ξa1 = tidak ada pengaruh variabel Y antara a1 dan a2 Hipotesis Kedua

H0 : Ξb1 â‰Ī Ξb1= adanya pengaruh variabel Y antara b1 dan b2 Ha : Ξb2 > Ξb2 = tidak ada pengaruh variabel Y antara b1 dan b2 Hipotesis ketiga

H0 : Ξa1 = Ξb1 = rata-rata kecerdasan moral kelas ekperimen sama

38

dengan rata-rata nilai moral kelas kontrol.

Ha : 𝜇𝑎1 ≠ 𝜇𝑏1 = rata-rata kecerdasan moral kelas ekperimen tidak sama dengan rata-rata nilai moral kelas kontrol.

39

DAFTAR PUSTAKA

Borba, M. (2001). Building Moral Intelligence. San Fransisco: Josey-Bass

Cendana Herliana, S. D. (2021). Pengembangan Permainana Tradisional Untuk Meningkatkan Kemampuan Bahasa Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 771-778.

D Aswadi, H Lismayanti. (2019). Dampak Penggunaan Smartphone terhadap Pendidikan Karakter Anak di Era Milenial. jurnal bahasa, sastra, dan pengajaran, jurnal.sktkipbjm.ac.id

E Damayanti, Y Yuspiani, NIT Rejeki, dkk. (2020). Metode Bermain Berperan Dalam Perkembangan Moral Anak. Indonesia Journal of Early Childhood Education, 90-97.

Lennick, Doug., Kiel, Fred. 2005. Moral Intellegence: Emnhancing Business Performance and Leadership Success. New Jersey: Wharton School Publishing.

M Ma'ruf, M Rochmah. (2021). Pengaruh Penggunaan Smartphone Sebagai Media Pembelajaran Terhadap Minat Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Di SMA Negeri 3 Kota Pasuruan. Al-Maktifat: jurnal kajian Islam, ejournal.kopertais4.or.id.

N Rohman. (2016). Bermain dan Pemanfaatannya dalam perkembangan anak usia dini. Jurnal Pendidikan Islam, ejournal.unisnu.ac.id

UH Sholikah. (2020). Hubungan Perhatian Orang Tua Terhadap Peningkatan Moral Anak Usia 7-12 Tahun Di Desa Durenan Kecamatan Sidorekso Magetan.

Ponorogo: Institut Agama Islam Negeri Ponorogo.

S Kalsum, DS Suryanti. (2019). Pengaruh Penerapan Metode Karyawisata terhadap Aspek Perkembangan Nilai Moral Anak . KINDERGARTEN: Journal of Islamic Early Childhood Education.

Mardi Fitri, N. (2020). Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Moral pada Anak Usia Dini. Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini , 2-4.

40

I Paridawati, MI Daulay, A Rizki. (2021). Persepsi Orangtua Terhadap Penggunaan Smartphone Pada Anak Usia Dini di Desa Indrasakti Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar. Journal.universitaspahlawan.ac.id, 28-34.

Sugiyono. (2015). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendekatan Kualitatif, Kualitatif, dan R&D.

Bandung: Alfabeta.

S, Winurini. (2019). Telaah Kecerdasan Moral Remaja Melalui Moral Competency Inventory (Studi Pada Pelajar Di Bali). Jakarta : Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR RI Jl.Gatot Subroto Senayan.

Suparno. (2020). Konsep Penguatan Nilai Moral Anak Menurut Kohlberg. Researh and Toyght Elmentary School of Islam Journal, 58-67.

Yudhin, D. (2019, Agugust 6). Jenis Permainan Tradisional Yang Mampu Mengalahkan Gadget. Retrieved from Dokumen.com:

https://www.kla.id/jenis-permainan-tradisional-yang-mampu-mengalahkan-gadget/

Zainiyah, K. (2017). Pendidikan Moral Anak Pada Keluarga Broken Home. Kendal : Institut Agama Islam Negeri Salatiga.

41

LAMPIRAN

42

Kegiatan Pelaksanaan Penelitian

No Kelas Kontrol Kelas Eksperimen Durasi

1 Hari pertama untuk kelas kontrol melakukan adalah bermain game free fire masing-masing tanpa yaitu bermain monopoli.

Hari ke dua yang dilakukan kelas eksperimen adalah bertanding game free fire dengan teman online saat bertanding.

30 menit

3 Dihari ke tiga untuk kelas kontrol akan bermain engklek.

Hari ke tiga yang dilakukan kelas eksperimen adalah bertanding game free fire dengan teman sendiri.

Hari ke empat yang

dilakukan kelas eksperimen

Hari ke lima yang dilakukan kelas eksperimen adalah bertanding game mobile legends dengan teman online saat bertanding. mobile legends dengan teman sendiri.

Hari ke tuju untuk kelas eksperimen akan bermain game free fire secara berkelmpok dan bertanding

1 jam

43

dengan teman online.

8 Dihari kedelapan untuk kelas kontrol akan bermain bulu tangkin dengan grup ganda.

Hari ke tuju untuk kelas eksperimen akan bermain game mobile legends secara berkelmpok dan bertanding dengan teman online.

1 jam

44

Kisi-kisi Instrumen Kecerdasan Moral

No Indikator Aspek Sub Indikator Nomer

item 1 Integritas Berprilaku

konsisten sesuai

Berkata Jujur Jujur dalam perkataan 3 Jujur dalam tindakan 12 Membela yang

benar

Mengatakan dan membela sesuatu yang benar

11 Menepati janji Jika berjanji maka harus

ditepati

7 Tidak ingkar janji 13 2 Tanggung yang tidak benar dan

kegagalan

15

45

Belajar dari kelasahan agar tidak melakukan kesalahan

Berbagi makanan 23

Menjenguk orang sakit 24

Membantu teman yang kesulitan mengerjakan

tugas

25

Tidak memilih teman 26

4 Pemaaf Menerima

Merasa tenang jika sudah meefkan orang lain.

30

46 LEMBAR ANGKET PRE-TEST Lampiran 1

KUESIONER TINGKAT KECERDASAN MORAL SISWA

Nana :

Hari/tanggal :

Kelas :

Tempat Observasi : Petunjuk Pengisian :

Berikut ini disajikan pernyataan mengenali intensiteas perilaku yang anda lakukan terkait dengan moral. Baca dan pahami setiap pernyataan yang tersedia. Setelah itu anda diminta untuk memberikan jawaban yang sesuai dengan perilaku anda terkait dengan moral dari pernyataan-pernyataan tersebut, dengan cara memberikan tanda centang () pada kolom yang tersedia.

Adapun pilihan jawabannya adalah sebagai berikut :

S : Selalu (Jika pernyataan tersebut selalu anda lakukan)

K : Kadang-kadang (Jika pernyataan tersebut kadang-kadang anda lakukan) JR : Jarang ( Jika pernyataan tersebut jarang anda lakukan)

TP : Tidak Pernah (Jika pernyataan tersebut tidak pernah anda lakukan)

No Peryataan Alternatif Jawaban

S K JR TP

Integritas 1 Saya mengucapkan terimakasih

ketika diberi sesuatu oleh orang dewasa ataupun orang lain.

2 Saya mengatakan tolong saat membutuhkan bantuan.

3 Saya mengatakan sesuatu sesuai dengan kenyataan yang terjadi.

4 Saya pernah memotong pembicaraan dan pernah berteriak-teriak dengan

47 orang dewasa.

5 Saya mentaati peraturan saat bermain.

6 Saya pernah berbuat curang dalam bermain.

7 Saya menepati janji jika membuat janji

8 Saya berbicara menggunakan bahasa yang baik dengan orang lebih dewasa.

9 Saya mengatakan salam atau permisi ketika bertemu orang lain

10 Saya membantu teman yang

membutuhkan pertolongan dengan senang hati.

11 Saya akan mengatakan sesuatu jika saya melihat seseorang melakukan sesuatu yang tidak benar.

12 Saya bisa memberikan kritik dengan cara yang baik dan tetap menghargai orang lain.

13 Jika seseorang meminta saya untuk merahasiakan sesuatu, saya akan melakukannya.

Tanggung jawab 14 Saya meminta izin ketika akan

meminjam barang orang lain.

15 Saya mengakui kesalahan saat berbuat salah.

16 Saya pernah menukar barang milik

48 sendiri dengan milik orang lain 17 Saya bersedia menerima

konsenkuensi dari kesalahan-kesalahan saya.

18 Saya mengerjakan dan

menyelesaikan tugas sesuai dengan jadwal yang telah ditepati

19 Saya mengembalikan barang yang saya pinjam dari teman setelah selesai memakainya.

20 Saya menggunakan kesalahan sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri.

21 Jika terjadi sesuatu yang salah, saya akan menyalahkan orang lain maupun keadaan.

Kasih sayang 22 Saya meminjami peralatan bermain

kepada teman saat bermain.

23 Saya membagikan makanan kepada orang yang membutuhkan

24 Saya menjenguk teman yang sedang sakit

25 Ketika ada teman yang tidak bisa mengerjakan tugas dari guru, maka saya akan membiarkannya.

26 Saya memberi tumpangan kepada teman yang membutuhkan.

Pemaaf

27 Saya berani mengatakan maaf dan

49 mengakui kesalahan saya.

28 Saya memaafkan teman yang meminta maaf saat berbuat salah berbuat salah.

29 Saya tidak bisa menerima bahwa orang lain mungkin melakukan kesalahan

30 Saat saya memaafkan orang lain, saya merasa tindakan itu juga berguna bagi diri saya sendiri

50 LEMBAR ANGKET POST-TEST Lampiran 2

KUESIONER TINGKAT KECERDASAN MORAL SISWA

Nana :

Hari/tanggal :

Kelas :

Tempat Observasi : Petunjuk Pengisian :

Berikut ini disajikan pernyataan mengenali intensiteas perilaku yang anda lakukan terkait dengan moral. Baca dan pahami setiap pernyataan yang tersedia. Setelah itu anda diminta untuk memberikan jawaban yang sesuai dengan perilaku anda terkait dengan moral dari pernyataan-pernyataan tersebut, dengan cara memberikan tanda centang () pada kolom yang tersedia.

Adapun pilihan jawabannya adalah sebagai berikut :

S : Selalu (Jika pernyataan tersebut selalu anda lakukan)

K : Kadang-kadang (Jika pernyataan tersebut kadang-kadang anda lakukan) JR : Jarang ( Jika pernyataan tersebut jarang anda lakukan)

TP : Tidak Pernah (Jika pernyataan tersebut tidak pernah anda lakukan)

No Peryataan Alternatif Jawaban

S K JR TP

Integritas 1 Jika saya diberi sesuatu maka saya akan

mengucapkan terimakasih.

2 Jika saya membutuhkan sesuatu maka

2 Jika saya membutuhkan sesuatu maka

Dokumen terkait