BAB II TINJAUAN PUSTAKA
G. Hipotesis
Berdasarkan rumusan masalah dan kerangka pikir yang telah dipaparkan sebelumnya, maka langkah selanjutnya penulis mencoba mengemukakan sebuah hipotesis. Menurut Sugiyono (2016:83) hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian biasanya disusun dalam bentuk kalimat pertanyaan, dikatakan sementara karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan, belum didasarkan pada fakta-fakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data.
1. Pengaruh Pengendalian Internal terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi
Pengendalian internal yang efektif dapat memberikan manfaat yang besar bagi perusahaan/instansi pemerintah dan dapat mempercepat proses kegiatan yang sedang berlangsung. Pengendalian internal juga merupakan faktor yang mempengaruhi adanya kecenderungan kecurangan akuntansi. Pengendalian internal memegang peran penting dalam organisasi untuk meminimalisir terjadinya suatu kecurangan.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Nuraini, Muslimin dan Abdul Kahar (2020). Hasil penelitian yaitu pengendalian internal berpengaruh signifikan terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi..
Berdasarkan uraian di atas, maka hipotesis dapat dirumuskan sebagai berikut:
H1 : Pengendalian internal berpengaruh terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi.
2. Pengaruh Moralitas Manajemen terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi
Moralitas merupakan faktor penting dalam timbulnya suatu kecurangan. Kecenderungan kecurangan akuntansi juga dapat dipengaruhi oleh moralitas orang yang terlibat didalamnya. Dalam suatu perusahaan/instansi pemerintah moralitas manajemen sangat berpengaruh terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi yang bisa saja terjadi. Semakin tinggi moralitas manajemen, semakin manajemen berusaha menghindari diri dari kecurangan akuntansi.
Moralitas manajemen yang diterapkan pada sebuah perusahaan/instansi berjalan dengan baik makan akan menumbuhkan sikap kerja yang baik pula dan menghindari adanya kecurangan.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan Febri Rahmi dan Asni Sovia (2017) menemukan bahwa moralitas berpengaruh positif signifikan pada kecerungan akuntansi.
Berdasarkan uraian di atas, maka hipotesis dapat dirumuskan sebagai berikut:
H2 : Moralitas manajemen berpengaruh terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi.
30
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Adapun jenis penelitian ini adalah kuantitatif. penelitian kuantitatif adalah penelitian ilmiah yang sistematis terhadap bagian-bagian dan fenomena serta kausalitas hubungan-hubungannya. Menurut Sugiyono (2019:17) penelitian kuantitatif diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivism, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji.
Berdasarkan uraian diatas penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif untuk mengetahui pengaruh pengendalian internal dan moralitas manajemen terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi yang terjadi pada Instansi Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah Kab.Luwu Utara dengan menggunakan data informasi dan fenomena yang terjadi.
B. Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini di laksanakan pada Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Luwu Utara jalan Simpurusiang, Kota Masamba. Waktu penelitian dilakukan berdasarkan lamanya penelitian yang dilakukan kurang lebih 2 bulan mulai dari 31 Agustus s/d 31 September 2021.
C. Jenis dan Sumber Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif, yang diperoleh melaluli instrumen kuesioner. Penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme.
Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer yaitu sebuah data yang langsung didapatkan dari sumber dan diberi kepada pengumpul atau peneliti (Sugiyono 2016).
D. Definisi Operasional Variabel dan Pengukuran
Variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono 2019:68). Pada penelitian ini terdapat variabel independen dan variabel dependen.
1. Definisi Operasional
a. Variabel Terikat (Dependence Variable)
Variabel dependen dalam penelitian ini yaitu kecenderungan kecurangan akuntansi. Kecurangan akuntansi (fraud) adalah tindakan curang yang dilakukan sedemikian rupa, sehingga dapat menguntungkan bagi diri sendiri, kelompok, ataupun pihak lain (perorangan, perusahaan/institusi). Pengukuran variabel dilakukan dengan menggunakan skala Likert 1 - 5, yaitu:
1 = STS (Sangat Tidak Setuju) 2 = TS (Tidak Setuju)
3 = N (Netral) 4 = S (Setuju)
5 = SS (Sangat Setuju)
Indikator kecurangan akuntansi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berdasarkan Association of Certified Fraud Examiners (ACFE), diadopsi dari penelitian terdahulu oleh (Anak Agung and Maria., 2017) Kecenderungan untuk melakukan manipulasi atau pemalsuan.
a. Kecenderungan untuk melakukan penyajian yang salah.
b. Kecenderungan untuk melakukan salah menerapkan prinsip akuntansi.
c. Kecenderungan untuk melakukan penyajian laporan keuangan yang salah.
d. Kecenderungan untuk melakukan pencatatan yang tidak sesuai.
b. Variabel Bebas (Independence Variable) 1) Pengendalian Internal (X1)
Pengendalian internal merupakan suatu cara untuk mengarahkan, mengawasi, dan mengukur sumber daya suatu organisasi, dan berperan penting untuk mencegah dan mendeteksi terjadinya suatu kecurangan (fraud). Pengukuran variabel dilakukan dengan menggunakan skala Likert 1 - 5, yaitu:
1 = STS (Sangat Tidak Setuju) 2 = TS (Tidak Setuju)
3 = N (Netral) 4 = S (Setuju)
5 = SS (Sangat Setuju)
Pengendalian internal dapat di ukur melalui indikator-indikator yang dikembangkan dari elemen-elemen sistem pengendalian
internal dalam peraturan pemerintah No. 60 tahun 2008 tentang SPIP.
a. Lingkungan Pengendalian.
b. Penaksiran Resiko.
c. Aktivitas Pengendalian.
d. Informasi dan Komunikasi.
e. Pemantauan.
2) Moralitas Manajemen (X2)
Moralitas manajemen merupakan pelaksanaan kewajiban mutlak oleh manajemen perusahaan sesuai dengan prinsip-prinsip dan nilai moral dengan kesadaran sendiri. Moralitas manajemen berpengaruh terhadap perilaku etisnya, manajemen bertanggung jawab untuk menyusun, melaksanakan dan selalu mengawasi kegiatan pemerintahan. Pengukuran variabel dilakukan dengan menggunakan skala Likert 1 - 5, yaitu:
1 = STS (Sangat Tidak Setuju) 2 = TS (Tidak Setuju)
3 = N (Netral) 4 = S (Setuju)
5 = SS (Sangat Setuju)
Moralitas manajemen diukur dengan lima pernyataan yang mengukur setiap tahapan moralitas manajemen melalui kasus etika akuntansi. Pengkuran moralitas manajemen berasal dari model pengukuran moral yang dikembangkan oleh Kohlberg (1969) dalam bentuk instrumen Defining Issues Test (DIT). Hasil pengukuran atas
kasus etika akuntansi ini merupakan cerminan moralitas manajemen pada badan pengelola keuangan dan pendapatan daerah kab. Luwu utara.
E. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Menurut Sugiyono (2019:126) populasi adalah wilyah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pihak yang menerima delegasi dan wewenang, seluruh pelaksana akuntansi, dan seluruh pegawai yang bertugas berkaitan dengan keuangan dan pelaporan.
Tabel 3.1
Jumlah Keseluruhan Kepegawaian
Keterangan ASN NON ASN TOTAL
Sub Bagian Umum dan Kepegawanian 7 10 17
Sub Bagian Keuangan 7 1 8
Sub Bagian Perencanaan dan
Pelaporan 2 2 25
Bidang Akuntansi 10 6 16
Bidang Aset 7 4 11
Bidang Anggaran 6 7 27
Bidang Perbendaharaan 12 7 19
Bidang Pajak dan Retribusi Daerah 13 16 29 Bidang Perencanaan, Pengembangan,
dan Evaluasi Pendapatan Daerah 7 5 48
Total 71 58 129
2. Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono 2017:81). Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah menggunakan metode purposive sampling yaitu pemilihan sampel yang berdasarkan pada suatu karakteristik tertentu. Kriteria pemilihan sampel dalam penelitian ini yaitu :
1) Menjabat sebagai Kabid, Kasubag, dan Kasubid.
2) Pegawai bidang akuntansi, keuangan, dan pelaporan.
3) Merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Tabel 3.2 Jumlah Sampel
Keterangan Jumlah Pegawai
Kepala Bidang 6
Kepala Bagian 3
Kepala Sub Bidang 18
Pegawai Bidang Akuntansi 6
Pegawai Sub Bagian Keuangan 6
Pegawai Sub Bagian Perencanaan dan
Pelaporan 1
Total 40
F. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menyebarkan kuesioner kepada responden penelitian yang bersangkutan.
Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara mendapatkan keterangan-keterangan dari responden penelitian yang berpengaruh dengan pebelitian untuk memperoleh data. Kuesioner adalah instrumen penelitian yang terdiri dari rangkaian pertanyaan/pernyataan yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi dari responden.
Kuesioner yang disebarkan merupakan pernyatan dan soal kasus yang berkaitan dengan penelitian, dalam penyebaran kuesioner disertakan petunjuk pengisian yang jelas agar memudahkan responden dalam menjawabnya.
G. Teknik Analisis
Teknik analisis data adalah suatu metode atau cara untuk memproses suatu data menjadi informasi sehingga data tersebut menjadi mudah dipahami dan bermanfaat untuk digunakan dalam menemukan solusi dari permasalahan penelitian. Beberapa teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1. Uji Instrumen
Instrumen pengukur variabel pada penelitian ini menggunakan kuesioner/angket, disampaikan kepada responden untuk dapat memberikan pernyataan yang sesuai dengan apa yang dialaminya.
Angket sebagai instrument harus memenuhi persyaratan utama yaitu valid dan reliabel.
a. Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Sebuah instrument atau kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada instrument atau kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut (Ghozali, 2018:51). Pada penelitian ini peneliti menggunakan Pearson Correlation yaitu dengan cara menghitung korelasi antara skor masing-masing butir pertanyaan dengan total skor. Menurut Ghozali (2009) jika korelasi antara skor masing-masing butir pertanyaan
dengan total skor mempunyai tingkat signifikan dibawah 0,5 maka butir pertanyaan tersebut dinyatakan valid dan sebaliknya.
b. Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas merupakan alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indicator dari variabel atau konstruk (Ghozali 2013:47).
Suatu koesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu dan apabila kuesioner dikatakan reliable jika memberikan nilai Cronbach's alpha di atas 0,6.
2. Analisis Regresi Linear Berganda
Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan perhitungan analisis regresi linear berganda, untuk mengetahui peranan antara Pengendalian Internal (X1) dan Moralitas Manajemen (X2) terhadap Kecenderungan Kecurangan Akuntansi (Y). Adapun persamaan regresi linear berganda yaitu sebagai berikut:
Keterangan :
Y = Variabel Dependen
a = Harga Konstanta
b1 = Koefisien Regresi Pertama
b2 = Koefisien Regresi Kedua Y = a + b1X1 + b2X2
X1 = Variabel Independen Pertama
X2 = Variabel Independen Kedua
H. Uji Hipotesis
1. Uji Koefisien Determinasi (R2)
Uji determinasi dilakukan dengan tujuan untuk menguji apakah pengaruh semua variabel independen terhadap satu variabel dependen sebagaimana yang diformulasikan. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu, nilai R2 yang kecil berarti variasi variabel dependen yang sangat terbatas dan nilai yang mendekati satu (1) berarti variabel-variabel independen sudah dapat memberi semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variabel dependen. Koefisien determinasi dapat dirumuskan sebagai berikut (Kurniawan 2014:186).
Keterangan :
KD = Koefisien determinasi
R 2 = Koefisien korelasi yang dikuadratkan 2. Uji t (Uji Parsial)
Uji t dikenal dengan uji parsial, yaitu untuk menguji bagaimana pengaruh masing-masing variabel bebasnya secara sendiri-sendiri terhadap variabel terikatnya. Uji ini dapat dilakukan dengan membandingkan t hitung dengan t table atau dengan melihat kolom signifikansi pada masing-masing t hitung. Pengujian ini bertujuan untuk
KD = R2 × 100%
menguji pengaruh variabel bebas Pengendalian Internal (X1) dan Moralitas Manajemen (X2) terhadap variabel terikat Kecenderungan Kecurangan Akuntansi (Y) secara terpisah atau parsial. Uji parsial pada analisis data penelitian ini menggunakan derajat signifikasi yaitu 0,05.
Menurut Sugiyono (2016:184) uji signifikansi t dapat dilakukan dengan rumus sebagai berikut:
Keterangan :
a = Derajat Signifikasi
n = Jumlah Sampel
k = Jumlah Variabel X ( 𝑎
2; 𝑛 − 𝑘 − 1)
40
BAB IV
HASIL PENENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Objek Penelitian
1. Profil dan Sejarah Singkat Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah Kab. Luwu Utara.
Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Luwu Utara. Badan Pengelola Keuangan dan pendapatan Daerah mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian kewenang urusan pemerintahan daerah berdasarkan otonomi dan tugas pembantuan dibidang Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah yang menjadi tanggung jawabnya dan tugas-tugas lainnya yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan peraturan Perundang-Undangan yang berlaku.
Untuk menjalankan tugas pokok tersebut, fungsi Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah adalah :
1. Perumusan kebijakan teknis dibidang pendapatan, pengelolaan keuangan daerah berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
2. Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum dibidang pendapatan pengelolaan keuangan daerah.
3. Pembinaan dan pelaksanaan tugas sesuai dengan lingkup tugas dan wewenangnya.
4. Pengelolaan administrasi umum meliputi ketatalaksanaan, keuangan, kepegawaiaan, perlengkapan dan peralatan.
5. Pengelolaan Unit Pelaksanaan Teknis Dinas.
6. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Pada dasarnya tujuan pengelolaan keuangan daerah adalah keinginan untuk mengelola keuangan daerah secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan, efesien, ekonomis, efektif, transparan, dan bertanggung jawab dengan memperhatikan asas keadilan, kepatuhan, dan manfaat untuk masyarakat. Ide dasar tersebut tentunya ingin dilaksanakan melalui tata kelola pemerintahan yang baik, yang memiliki 3 (tiga) pilar utama yaitu transparan, akuntabilitas, dan berorientasi publik. Agar tercapainya tujuan tersebut, maka diperlukan adanya serangkaian Peraturan Daerah, Peraturan Bupati, dan Keputusan Bupati yang bertujuan untuk memudahkan dalam pelaksanaannya dan tidak menimbulkan multitafsir dalam penerapannya. Peraturan dimaksud memuat berbagai kebijakan terkait dengan perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah.
2. Visi dan Misi 1) Visi
"Terwujudnya pengelolaan keuangan daerah yang transparan, akuntabel dan berorientasi publik"
Dalam visi di atas terkandung makna sebagai berikut :
a. Pengelolaan Keuangan Daerah Kab. Luwu Utara yang transparan, yang berarti pengelolaan keuangan dimana aturan
dan alasan dibalik langkah-langkah bersifat jelas dan terbuka disertai ketersediaan informasi yang lengkap.
b. Pengelolaan Keuangan Daerah Kab. Luwu Utara yang akuntabel, yang berarti pengelolaan keuangan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Luwu Utara yang dipercaya untuk mengelolah sumber-sumber daya publik dan menjawab hal-hal yang menyangkut pertanggungjawabannya dan disampaikan secara transparan kepada masyarakat.
c. Pengelolaan Keuangan Daerah Kab. Luwu Utara berorientasi publik adalah pengelolaan keuangan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Luwu Utara dalam hal ini penganggaran yang berpihak kepada masyarakat, berkelanjutan dan berkeadilan.
2) Misi
a. Mengkoordinasikan pengelolaan kegiatan akuntansi manajemen keuangan dan sistem informasi keuangan untuk mewujudkan pengelolaan keuangan yang baik dan benar, sebagai perwujudan pengelolaan keuangan daerah yang akuntabel.
b. Pengelolaan aset daerah yang efektif, efesiensi, ekonomis dan adanya kepastian nilai.
c. Memantapkan tertib administrasi dalam perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan akuntansi dalam pertanggungjawaban anggaran daerah.
d. Meningkatkan penerimaan pendapatan daerah sebagau sumber pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan.
e. Meningkatkan kinerja SDM, kualitas pelayanan dan pengelolaan keuangan daerah.
3. Struktur Organisasi
Gambar 4.1
Struktur Organisasi Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Kab. Luwu Utara
B. Hasil Penelitian
1. Tingkat Pengembalian (Respon Rate)
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dengan menyebarkan kuesioner pada responden yaitu kepada Pegawai Negeri Sipil yang ada pada Instansi Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah Kab. Luwu Utara. Jumlah kuesioner yang disebarkan yaitu sebanyak 50 kuesioner, berikut distribusi mengenai penyebaran keusioner dalam tabel 4.1 berikut ini :
Tabel 4.1
Sub Bagian Perencanaan dan Pelaporan 2 2
Bidang Akuntansi 10 10
Bidang Pengelolaan Milik Daerah 5 4
Bidang Anggaran 4 4
Bidang Perbendaharaan 7 5
Bidang Pajak dan Retribusi Daerah 6 4
Bidang Perencanaan, Pengembangan dan
Evaluasi Pendapatan Daerah 5 3
Total 50 43
Sumber : Data Primer, diolah 2021
Dari total keseluruhan kuesioner yang disebar yaitu sebanyak 50, total kuesioner yang dikembalikan yaitu 43 kuesioner dan total yang tidak kembali sebanyak 7 kuesioner. Secara lebih jelas tingkat pengembalian (Respon Rate) dapat dilihat pada tabel 4.2 berikut ini :
Tabel 4.2 Tingkat Respon Rate
Keterangan Jumlah Persentase (%)
Kuesiooner yang disebarkan 50 50%
Kuesioner yang tidak kembali 7 7%
Kuesioner yang kembali 43 43%
Kuesioner yang tidak dapat diolah 3 3%
Kuesioner yang dapat diolah 40 40%
Sumber : Data Primer, diolah 2021
Tingkat pengembalian (respon rate) yang diperoleh sebanyak 43%
sedangkan yang tidak kembali adalah 7%, adapun penyebab kuesioner yang tidak kembali dikarenakan sebanyak 7 kuesioner hilang. Data yang dapat memenuhi syarat sebagai sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 40 kuesioner (40%), sedangkan data yang tidak dapat diolah sebanyak 3%.
2. Karakteristik Responden
Responden dalam penelitian ini yaitu pegawai negeri sipil (PNS) yang menjabat sebagai kasubag, kabid, dan kasubid beserta pegawai yang melaksanakan fungsi akuntansi dan penata keuangan pada Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah Kab. Luwu Utara.Peneliti menyebar sebanyak 40 kuesioner, dan seluruh keusioner yang disebar diisi sesuai dengan ketentuan pengisian dan dikembalikan oleh responden.
3. Demografi Responden
Dalam penelitian ini pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan mendatangi langsung responden penelitian pada Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah Kab. Luwu Utara.
1) Umur Responden
Umur responden pada penelitian ini dapat diketahui dari hasil pengelompokkan responden berdasarkan umur atau usia berikut ini:
Tabel 4.3 Umur Responden
Umur (Tahun) Frekuensi Persentase (%)
< 25 0 0%
25-35 6 15%
36-45 21 53%
> 45 13 33%
Total 40 100%
Sumber : Data Primer, diolah 2021
Berdasarkan pada table di atas sebagian besar responden berumur 36-45 tahun yaitu sebanyak 21 responden berkisar (53%), dilanjutkan dengan umur lebih dari 45 tahun sebanyak 13 responden (33%), dilanjutkan dengan umur 25-35 tahun sebanyak 6 responden (15%), dan yang berumur dibawah 25 tahun tidak terdapat dalam penelitian ini (0%).
2) Jenis Kelamin Responden
Hasil penelitian terkait tingkat responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada tabel 4.4 sebagai berikut:
Tabel 4.4
Jenis Kelamin Responden
Jenis Kelamin Frekuensi Persentase (%)
Laki-Laki 19 48%
Perempuan 21 53%
Total 40 100%
Sumber : Data Primer, diolah 2021
Berdasarkan pada table di atas menunjukkan sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 21 responden (53%), dan yang berjenis kelamin laki-laki sebanyak 19 responden (48%).
3) Jabatan Responden
Hasil penelitian terkait tingkat responden berdasarkan jabatan dapat dilihat pada tabel 4.5 sebagai berikut :
Tabel 4.5 Jabatan Reaponden
Jabatan Frekuensi Persentase (%)
Kepala Bidang 6 15%
Kepala Bagian 3 8%
Kepala Sub Bidang 18 45%
Pegawai Bidang Akuntansi 6 15%
Pegawai Sub.Bagian
Keuangan 6 15%
Pegawai
Sub.BagianPerencanaan dan Pelaporan
1 3%
Total 40 100%
Sumber : Data Primer, diolah 2021
Berdasarkan pada tabel di atas menunjukkan responden pada penelitian ini sebagian besar menjabat sebagai kepala sub bidang sebanyak 18 responden (45%), dilanjutkan dengan yang menjabat sebagai kepala bidang, pegawai bidang akuntansi dan pegawai sub.
bagian keuangan masing-masing sebanyak 6 responden (15%), kepala bagian sebanyak 3 responden (8%), dan pegawai sub. bagian perencanaan dan pelaporan 1 responden (3%).
4) Golongan Responden
Hasil penelitian terkait tingkat responden berdasarkan golongan dapat dilihat pada tabel 4.6 sebagai berikut :
Tabel 4.6 Golongan Responden
Golongan Frekuensi Persentase (%)
IV/a 6 15%
III/a 2 5%
III/b 11 28%
III/c 13 33%
III/d 7 18%
II/c 1 3%
Total 40 100%
Sumber : Data Primer, diolah 2021
Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa responden pada penelitian ini sebagian besar golongan III/c sebanyak 13 responden (33%), golongan III/b sebanyak 11 responden (28%), dilanjut dengan golongan III/d sebanyak 7 responden (18%), golongan IV/a sebanyak 6 responden (15%), golongan III/a sebanyak 2 responden (5%), dan golongan II/c sebanyak 1 responden (3%).
5) Lama Bekerja Responden
Hasil penelitian terkait tingkat responden berdasarkan lama bekerja dapat dilihat pada tabel 4.7 sebagai berikut :
Tabel 4.7
Lama Bekerja Responden
Lama Bekerja (Tahun) Frekuensi Persentase (%)
< 1 1 3%
1-10 31 78%
11-20 7 18%
> 20 1 3%
Total 40 100%
Sumber : Data Primer, diolah 2021
Berdasarkan tabel 4.7 menunjukkan bahwa responden pada penelitian ini sebagian besar telah bekerja selama 1-10 tahun sebanyak 31 responden (78%), sebanyak 7 responden bekerja selama 11-20 tahun (18%), dan masing-masing sebanyak 1 responden telah bekerja kurang dari 1 tahun dan lebih dari 20 tahun (3%).
C. Hasil Uji Instrumen a. Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Setelah data terkumpul dan dinilai sesuai dengan kondisi jawaban yang diberikan, sebelum dilakukan analisis menggunakan analisis statistic spss 26, maka terlebih dahulu diuji kehandalan masing-masing item pernyataan yang ada pada seluruh variabel pengujian. Berikut adalah kriteria pengukuran validitasi data : 1) Jika nilai r hitung > r tabel maka butir pernyataan tersebut dinyatakan
valid pada signifikasi 0,05 (5%).
2) Jika nilai r hitung < r tabel maka butir pernyataan tersebut dinyatakan tidak valid.
3) r hitung dapat dilihat pada kolom total correlations.
Tabel 4.8
Hasil Uji Validitas Pengendalian Internal (X1)
Pernyataan Correlation(r hitung) r tabel Keterangan
X1.1 0,584 0,312 Valid
X1.2 0,579 0,312 Valid
X1.3 0,346 0,312 Valid
X1.4 0,494 0,312 Valid
X1.5 0,642 0,312 Valid
Sumber : output SPSS 26
Pada tabel di atas menunjukkan variabel Pengendalian Internal (X1) memiliki correlation (r hitung) lebih besar dari r tabel, nilai r tabel yang telah ditetapkan yaitu sebesar 0,312. Dapat dilihat pada tabel 4.8 dimana semua correlation (r hitung)> r tabel, maka dapat disimpulkan bahwa semua pernyataan pada kuesioner yang diajukan kepada responden dinyatakan valid.
Tabel 4.9
Hasil Uji Validitas Moralitas Manajemen (X2)
Pernyataan Correlation
Sumber : output SPSS 26
Pada tabel di atas menunjukkan variabel Moralita Manajemen (X2) memiliki correlation (r hitung) lebih besar dari r tabel, nilai r tabel yang telah ditetapkan yaitu sebesar 0,312. Pada tabel 4.9 dimana semua correlation (r hitung) > r tabel, maka dapat disimpulkan bahwa semua pernyataan pada kuesioner yang diajukan kepada responden dinyatakan valid.
Tabel 4.10
Hasil Uji Validitas Kecenderungan Kecurangan Akuntansi (Y) Pernyataan Correlation (r hitung) r tabel Keterangan
Y1 0,645 0,312 Valid
Y2 0,678 0,312 Valid
Y3 0,649 0,312 Valid
Y4 0,612 0,312 Valid
Y5 0,525 0,312 Valid
Sumber : output SPSS 26
Pada tabel di atas menunjukkan variabel Kecenderungan Kecurangan Akuntansi (Y) memiliki correlation (r hitung) lebih besar dari r tabel, nilai r tabel yang telah ditetapkan yaitu sebesar 0,312. Dapat dilihat pada tabel 4.10 dimana semua correlation (r hitung) > r tabel, maka dapat disimpulkan bahwa semua pernyataan pada kuesioner yang diajukan pada responden dinyatakan valid.
b. Uji Reliabilitas
Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu dan apabila kuesioner dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach's Alpha di atas 0,6. Berikut dibawah hasil uji reliabilitas masing-masing variabel X dan Y.
Tabel 4.11 Pengendalian Internal (X1) 0,338 0,6 Reliabel Moralitas Manajemen (X2) 0,473 0,6 Reliabel Kecenderungan Kecurangan
Akuntansi (Y) 0,487 0,6 Reliabel
Sumber : output SPSS 26
Pada tabel diatas menunjukkan nilai Cronbach's Alpha semua variabel lebih besar dari batas reliabilitas sebesar 0,6, maka dapat disimpulkan bahwa kuesioner yang diajukan pada responden yang terdiri dari 3 variabel dinyatakan dapat dipercaya atau reliable.
c. Hasil Statistik Deskriprif
Analisis statistic deskriptif yaitu data yang digunakan untuk memberikan gambaran mengenai penyebaran data-data variabel penelitian yaitu Pengendalian Internal (X1), Moralitas Manajemen (X2) dan Kecenderungan Kecurangan Akuntansi (Y) telah dilakukan dengan baik.
Tabel 4.12 Hasil Uji Deskriptif
Variabel Minimum Maximum Mean Std.
Deviation
Pengendalian Internal 16 25 18.95 1.768
Moralitas Manajemen 16 24 18.70 1.667
Kecenderungan
Kecurangan Akuntansi 14 25 20.30 2.775
Sumber : output SPSS 26
Berdasarkan pada tabel diatas, menunjukkan bahwa nilai rata-rata (mean) variabel pengendalian internal (X1) yaitu 18.95 lebih besar dari standar deviasi 1.768 dan variabel moralitas manajemen (X2) memiliki nilai rata-rata sebesar 18.70 lebih besar dari nilai standar deviasi 1.667, begitupun dengan nilai rata-rata kecenderungan kecurangan akuntansi (Y) sebesar 20.30 lebih besar dari nilai standar deviasi yaitu 2.775 yang berarti data disebar dengan baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel pengendalian internal, moralitas manajemen dan
kecenderungan kecurangan akuntansi bisa dikatakan baik karena
kecenderungan kecurangan akuntansi bisa dikatakan baik karena