• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hipotesis

Dalam dokumen Oleh ASLINDA NIM (Halaman 67-119)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

D. Hipotesis

Berdasarkan deskripsi teoritis dan kerangka pikir, hipotesis dalam penulisan ini dapat dirumuskan sebagai berikut:

1. Terdapat pengaruh yang signifikan supervisi sekolah terhadap kinerja guru Pendidikan matematika di SMP Kota Padang Panjang

2. Terdapat pengaruh yang signifikan motivasi guru terhadap kinerja guru Pendidikan matematika di SMP Kota Padang Panjang

3. Terdapat pengaruh yang signifikan antara supervisi kepala sekolah dan motivasi guru secara bersama-sama terhadap terhadap kinerja guru Pendidikan matematika di SMP Kota Padang Panjang.

55

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis dan Rancangan Penelitian

Penelitian ini berjenis asosiatif kausal dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Menurut Umar (2005) penelitian asosiatif adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh antar dua variable atau lebih. Sedangkan pendekatan pada penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, yaitu menurut Musfiqon, (2017: 9) penelitian yang difokuskan pada kajian fenomena objektif untuk dikaji secara kuantitatif.Pengumpulan data dalam peneltian ini dilakukan secara kuantitatif.

Penelitian ini menggunakan rancangan ex-post facto. Menurut Dantes dalam Sukayana (2019:10) mengatakan bahwa penelitian ex-post facto merupakan suatu pendekatan pada subyek penelitian untuk meneliti yang sebelumnya telah dimiliki oleh subjek tanpa adanya usaha untuk mencipatakan variable lain yang ingin diteliti.

B. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di kota Padang Panjang tepatnya di SMP Negeri Se-Kota Padang Panjang. Dengan waktu penelitian yaitu pada bulan Desember 2020.

C. Populasi dan Sampel Penelitian 1. Populasi Penelitian

Populasi adalah wilayah keseluruhan atau secara umum yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik yang sama yang kemudian akan diteliti dan ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2016:115). Sementara itu menurut Husaini (2016:12) mengatakan bahwa

“populasi ialah semua nilai baikhasil perhitungan maupun pengukuran,

56

baikkuantitatif maupun kualitatif, daripadakarakteristik tertentu mengenai sekelompokobjek yang lengkap dan jelas”.

Populasi pada penelitian ini adalah guru matematika di SMP Negeri dan Swasta di Kota Padang Panjang yang terdiri dari 17 sekolah. Populasi dalam penelitian ini adalah semua guru matematika yang berjumlah 48 orang, seperti pada tabel berikut.

Tabel 3. 1 Sebaran Guru pendidikan matematika SMP se-kota Padang Panjang

No Nama Sekolah Jumlah Guru

1 SMP Negeri 1 Padang Panjang 5 orang

2 SMP Negeri 2 Padang Panjang 4 orang

3 SMP Negeri 3 Padang Panjang 4 orang

4 SMP Negeri 4 Padang Panjang 3 orang

5 SMP Negeri 5 Padang Panjang 5 orang

6 SMP Negeri 6 Padang Panjang 3 orang

7 MTs Negeri Padang Panjang 7 orang

8 SMP Jihad Padang Panjang 1 orang

9 SMP Hikmah Padang Panjang 1 orang

10 SMP Uswatun Hasanah Padang

Panjang 2 orang

11 MTs Tawalib Padang Panjang 2 orang

12 SMP Muhammadiyah Padang Panjang 1 orang 13 SMP Dinniyah Putri Padang Panjang 3 orang 14 SMP Qu Cahaya Qur’an Padang

panjang 2 orang

15 MTs Muhammadiyah Padang Panjang 1 orang 16 SMP IT Al-Hijarah Padang Panjang 3 orang

17 SMP YPM Merapi 1 orang

JUMLAH 17 Sekolah 48 orang

Sumber: MGMP Guru Matematika Padang Panjang

57

2. Sampel Penelitian

Menurut Sugiyono (2013: 118) sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Menurut Arikunto (2006:131) sampel adalah sebagian atau wakil yang bisa menggambarkan secara umum keadaan dari populasi penelitian. Serta menurut Riduwan (2007:56) sampel merupakan bagian dari populasi yang dapat menggambarkan populasi karena memiliki ciri dan keadaan tertentu yang sama.

Berdasarkan pendapat para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa sampel merupakan bagian populasi yang akan diteliti, dimana sampel dapat mewakili populasi tersebut.

D. Teknik Pengambilan Sampel

Arikunto dalam Ridwan (2004) mengatakan bahwa “sampel adalah bagian dari populasi sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Sampel penelitian adalah sebagian dari populasi yang diambil sebagai sumber data dan dapat mewakili seluruh populasi”. Sugiyono (2013) mengatakan bahwa

“sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi”. Dapat disimpulkan bahwa sampel adalah sebagian dari populasi yang dapat mewakili seluruhnya untuk proses penelitian atau pengumpulan data.

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik pengambilan Cluster Random Sampling.Teknik bertujuan apabila populasi terdiri dari beberapa cluster atau kelompok dengan area yang luas. Populasi pada penelitian ini terdiri dari sekolah swasta dan sekolah negeri, dimana sekolah negeri terdiri atas naungan Kementerian Agama yaitu MTs Negeri Padang Panjang dan naungan Dinas Pendidikan Padang Panjang yang terdiri dari 6 sekolah.

Untuk itu, peneliti menetapkan bahwa yang menjadi sampel penelitian ini adalah seluruh Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri Padang Panjang yang terdiri dari 24 sampel.

58

E. Variabel Penelitian

Variabel penelitian menurut Sugiyono (2013:61) adalah segala sesuatu atau objek ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan diteliti kemudian ditarik kesimpulannya.Variable dalam penelitian ini terbagi atas dua sifat yaitu:

1. Variable Bebas (independent)

Variable ini bertindak untuk mempengaruhi atau menstimulus yang menjadi sebab suatu perubahan yang menghasilkan variable terikat atau variable yang dipengaruhi (dependent). Variable bebas dalam penelitian ini adalah Supervisi kepala sekolah dan motivasi guru.

2. Variable Terikat (dependent)

Variable ini merupakan akibat dari adanya variable bebas yang mempengaruhi. Pada penelitian, yang menjadi variable terikat adalah kinerja guru pendidikan matematika.

Penelitian ini akan mengukur tiga variabel yang diteliti, yakni Kinerja Guru Pendidikan Matematika (Y) yang merupakan variabel terikat, SupervisiKepala Sekolah (X1) dan MotivasiGuru (X2) yang merupakan variabel bebas.

F. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan sebuah cara atau metode yang digunakan oleh peneliti dalam rangka mengumpulkan data penelitian sesuai dengan tujuan dari penelitian yang akan diteliti. Teknik pengumpulan data sangat berpengaruh terhadap data penelitian yang akan dipeoleh. Banyak sekali teknik dalam pengummpulan data, seperti dokumentasi, obeservasi, angket, dan tes. Adapun teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu menggunakan angket.

Angket atau kuisioner menurut Yusnita (2018: 10) merupakan sebuah teknik atau metode untuk mengumpulkan data penelitian yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pernyataan secara tertulis kepada sampel atau responden penelitian dimana respon yang diberikan sesuai dengan arahan

59

atau keinginan dari peneliti. Angket ini nantinya akan digunakan untuk melihat pengaruh supervisi kepala sekolah dan motivasi guru terhadap kinerja guru matematika SMP se-Kota Padang Panjang.

G. Pengembangan Instrumen Penelitian 1. Kisi-kisi Instrumen

Pada penelitian ini, peneliti menggunakan anagket sebagai alat pengumpulan data. Adapun skala yang dipakai adalah skala likert.

Menurut Sutrisno (1991: 19), skala likert merupakan skala yang memiliki lima alternatif jawaban yang dapat mewakili kesetujuan responden terhadap pernyataan yang telah dibuat sebelumnya.

Untuk mempermudah penelitian dan serta mendapatkan hasil penelitian yang diinginkan, maka peneliti menggunakan skala Likert yang telah dimodifikasi. Adapun modifikasi skal Likert bertujuan untuk menghilangkan kelemahan kategori jawaban yang ada di tengah.Namun dalam penelitian ini, peneliti menggunakan skala likert yang telah dimodifikasi, modifikasi skala likert bertujuan untuk meniadakan kelemahan yang dikandung oleh skala likert tersebut, modifikasi skala Likert meniadakan katagori jawaban yang di tengah dengan didasarkan dua alasan yaitu: (1) jawaban tersebut ada memiliki arti yang ganda, responden belum dapat memutuskan jawaban, responden bersifat netral, ataupun responden tersebut ragu-ragu dalam menentukan alternatif jawaban; (2) tersedianya kategori jawaban ditengah dapat menimbulkan keinginan responden untuk menjawab secara netral, sehingga peneliti tidak mendapatkan hasil yang diinginkan.

Penelitian ini menggunakan empat alternatif jawaban untuk mengetahui bagaimana motivasi guru terhadap kinerja guru, yaitu: sangat setuju (SS), setuju (S), tidak setuju (TS), dan sangat tidak setuju (STS).

Sedangkan untuk mengetahui bagaimana pengaruh supervisi kepala sekolah terhadap kinerja guru, peneliti hanya menggunakan tiga alternatif jawaban, yaitu sangat setuju (SS), setuju (S), dan tidak setuju (TS). Angket

60

ini digunakan untuk mendapatkan data mengenai supervisi kepala sekolah, motivasi guru, dan kinerja guru.

Adapun pada pengumpulan data penelitian, Skor pada setiap alternatif jawaban pada skala Likert sesuai dengan tabel 3.2.

Tabel 3.2 Skor Alternatif Jawaban

Pernyataan Positif (+) Pernyataan Negatif (-)

SS : 4 SS : 1

S : 3 S : 2

TS : 2 TS : 3

STS : 1 STS : 4

Tabel 3.3 Kisi-kisi Instrumen Angket Supervisi Kepala Sekolah, Motivasi Guru, dan Kinerja Guru

Variabel Indikator No. Butir

Jumlah

+ -

Supervisi Kepala Sekolah

b. adanya kunjungan kelas;

c. pemberian semangat kerja

d. rapat-rapat pembinaan e. Administrasi/perangkat

pembelajaran

f. pengembangan metode pembelajaran

g. pengembangan bahan ajar yang tinggi terhadap pekerjaan

2. Bekerja keras untuk mencapai tujuan yang diinginkan

61

Variabel Indikator No. Butir

Jumlah

+ -

5. Kebanggaan terhadap pekerjaan sendiri

1. Mengenal peserta didik 2. Menyusun program

pembelajaran

3. Melaksanakan program pembelajaran

4. Melaksanakan analisis evaluasi belajar

1. Uji Prasyarat Instrumen Penelitian

Untuk Untuk melakukan uji prasyarat, menurut Sugiyono (2009) yaitu: 1) memvaliditas instrument kepada tim ahli; 2) menentukan responden uji coba dimana dalam penelitian ini responden uji coba yaitu guru matematika yang terdapat di dalam populasi penelitian yang bukan termasuk sampel penelitian; 3) melakukan analisis data uji validitas.

a. Uji Validitas

Validitas yang digunakan dalam penulisan ini adalah validitas internal. Menurut Arikunto, (2016: 65) ketercapaian validitas ini dilihat apabila setiap indikator dari instumen terdapat kesesuaian secara keseluruhan. Sebuah instrumen akan dapat dikatakan valid apabila instrumen tersebut dapat menjadi alat untuk memperoleh data sesuai apa yang hendak kita ukur atau teliti.

Menurut (Hendryadi, 2017:171) ada tiga jenis validitas, yaitu validitas isi (content validity), validitas criteria (Criterion validity, dan validitas konsep (contruct validity). Pada penelitian ini, peneliti

62

menggunakan jenis validitas isi (content validity) dan validitas butir dalam uji validitas angket. Validitas isi menggunakan penilaian dari ahli yang kompeten sesuai bidangnya dengan cara menganalisis angket tersebut kemudian memutuskan apakah angket tersebut bisa diujikan atau tidak kepada responden. Setelah melakukan uji validitas dengan ahli, maka kemudian peneliti menguji cobakan instrumen tersebut ke responden di dalam populasi tetapi bukan sampel. Uji validitas digunakan untuk menghitung korelasi antara masing-masing pernyataan dengan skor total dengan rumus korelasi product moment (Singarimbun dan Effendi, 1989):

𝑟 = (𝑁 ∑ 𝑋𝑌)(∑ 𝑋 ∑ 𝑌)

√[𝑁 ∑ 𝑋2− (∑ 𝑋)2][𝑁 ∑ 𝑌2−(∑ 𝑌)2] Dengan,

𝑟 : Koefisien Korelasi 𝑌 : Nilai total skor

𝑋 : Skor indikator empiris penelitian 𝑁 : Jumlah Sampel

Uji validitas dihitung dengan membandingkan nilai r hitung dengan nilai r tabel dimana jika r hitung > r tabel maka pertanyaan tersebut dinyatakan valid (Ghozali, 2005).

Adapun untuk mempermudah mengolah data penelitian, peneliti menggunakan aplikasi SPSS ver.2018 untuk menguji validitas instrumen. Dikarenakan responden uji coba sebanyak 24 orang, maka nilai r tabel yang digunakan adalah 0,404. Adapun analisis uji validitas dapat dilihat pada lampiran 3. Berdasarkan uji validitas yang telah dilakukan maka diperoleh hasil pada tabel 3.5

Tabel 3. 4 Tabel Validitas Penelitian

Variabel Valid Tidak Valid Supervisi

Kepala Sekolah

36 3

Motivasi Guru 28 6

Kinerja Guru 22 5

63

b. Uji reliabilitas

Menurut Arikunto (2016:50), reliabilitas merupakan sebuah alat ukur untuk melihat apakah instrument penelitian dapat dipercaya atau reliable sebagai alat untuk pengumpulan data penelitian. Apabila instrument penelitian tersebut sudah reliable maka dapat dikatakan bahwa instrument tersebut layak digunakan sebagai alat pengumpulan data penelitian. Pengujian reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan uji reliabilitas Alpha Cronbachdengan rumus sebagai berikut:

𝑟𝑖 = [ 𝑘

𝑘 − 1] [1 −∑ 𝜎𝑏2 𝜎𝑡2 ] Keterangan:

𝑟𝑖𝑖 = 𝑘𝑜𝑒𝑓𝑖𝑠𝑖𝑒𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑐𝑎𝑟𝑖 k = banyak butir pernyataan atau banyak soal

∑ 𝜎𝑏2 = jumlah varians butir 𝜎𝑡2 = varians total

Uji pengukuran reliabilitas dengan menggunakan Crobanch Alpha. suatu variabel dikatakan reliabel apabil memeliki Crobanch Alpha (𝛼)> 0,60. Adapun skala pada uji Crobanch Alpha adalah:

Tabel 3. 5 Skala Reliabilitas Variabel

Skala Keterangan

0 – 0,20 Kurang reliabel

0,21 – 0,40 Agak reliabel

0,41 – 0,60 Cukup reliabel

0,61 – 0,80 Reliabel

Untuk mempermudah mengolah data penelitian, peneliti menggunakan aplikasi SPSS dalam melakukan uji reliabilitas angket.

64

Tabel 3.6 Reliabilitas Instrumen Penelitian

Variabel Crobanch

Berdasarkan tabel 3.8 dapat diketahui bahwa ketiga variabel penelitian memiliki Crobanch Alpha besar dari 0,60 sehingga dapat dikatakan bahwa ketiga variabel tersebut adakah reliabel. Untuk selanjutnya angket yang telah di uji validitas dan reliabilitas digunakan sebagai intrumen pengumpulan data penelitian yang akan diberikan kepada responden atau sampel penelitian.

H. Teknik Analisis Data 1. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk melihat apakah data berdistribusi normal atau tidak. Pengujian ini dilakukan terhadap data penelitian dari supervisi kepala sekolah, motivasi guru dan kinerja guru. Uji normalitas data dilakukan menggunakan teknik Kolmogrof smirnov Test (Z).

Adapun pengujian ini memiliki kriteria apabila signifikansi yang diperoleh > 0,05 , maka sampel berdistribusi normal. Jika signifikansi yang diperoleh < 0,05, maka sampel bukan berasal dari populasi berdistribusi normal. Taraf signifikansi uji adalah = 0,05.

Hipotesis yang diuji adalah.

65

Ho : sampel berasal dari populasi berdistribusi normal Ha : sampel tidak berasal dari populasi berdistribusi normal

Hal ini berarti jika Ho diterima maka data berdistribusi normal dengan indikasi jika Asyimtotis Significance lebih besar dari taraf nyata α = 0.05. tetapi sebaliknya jika Ho ditolak maka distirbusi data tidak normal. Peneliti menggunakan aplikasi SPSS ver.2018 guna mempermudah dalam melakukan uji normalitas data.

b. Uji Linieritas

Uji linearitas digunakan untuk melihat apakah ada hubungan yang linier antara variable bebas dengan variable terikat. Pengujian linearitas bisa dengan menggunakan uji Ramsey. Uji ini dikembangkan oleh Ramsey pada tahun 1969 (Ghozali, 2005). Untuk melakukan uji ini, harus menggunakan persamaan regresi pembanding yang kemudian akan dilihat nilai R2 pada persamaan tersebut dan akan dibandingkan dengan nilai R2 pada persamaan regresi awal dengan keterangan sebagai berikut.

H0 : Tidak ada kesalahan spesifikasi terhadap model linear H1 : Terdapat kesalahan spesifikasi terhadap model linear α = 5 %

Statistik Uji :

𝐹 =

(𝑅2𝑛𝑒𝑤−𝑅2 𝑜𝑙𝑑) 𝑚 (1−𝑅2𝑛𝑒𝑤)

(𝑛−𝑘)

Dimana ,

m = jumlah variabel bebas yang baru masuk

k = banyaknya parameter dalam persamaan regresi pembanding n = jumlah data

Kriteria Uji :

Tolak H0 saat Fhitung > Ftabel

66

Untuk mempermudah dalam melakukan uji linieritas, maka peneliti menggunakan aplikasi SPSS ver.2018 untuk menganalisis data penelitian. Dengan menggunakan SPSS ver.2018, adapun kriteria pengujiannya adalah sebagai berikut:

Jika Sig. Linearity < 0,05 maka dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan yang linier.

Jika Sig. Deviation from Linearity > 0,05 maka dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan yang linier

c. Uji Multikolinieritas

Uji multikolinieritas untuk melihat ada atau tidaknya hubungan yang linier antara variable indenpenden satu dengan variable independen lainnya. Untuk melanjutkan ke tahap uji asumsi klasik berikutnya, maka diharapkan tidak terjadi adanya hubungan yang linier (multikolinieritas) diantara variable-variabel bebas. Deteksi ada tidaknya muktikolinearitas yaitu dengan mekihat nilai VIF (Variabel Inflation Factor) dan tolerance dimana model regresi dikatakan bebas dari multikolinearitas apabila nilai VIF < 5, dan tolerance > 0,05 (5%) (Ghozali, 2001).

d. Uji Autokorelasi

Pengujian bertujuan untuk melihat dan mengetahui apakah terdapat korelasi antara data penelitian atau tidaknya. Adanya autokorelasi mengakibatkan banyaknya taksiran dalam varians penelitian sehingga uji t tidak dapat digunakan, karena akan memberikan kesimpulan yang salah. Analisis regresi yang baik apabila tidak terjadi autokorelasi pada data pengamatan.

Untuk melakukan uji autokorelasi diperlukan rumus hipotesis sebagai berikut:

H0 : Tidak terjadi adanya utokorelasi diantara data pengamatan H1 : Terjadi adanya autokorelasi diantara pengamatan.

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode run test dalam melakukan uji autokorelasi. Untuk dasar pengambilan keputusan

67

adalah apabila nilai Sig. (2-tailed) > 0,05 maka tidak terdapat gejala autokorelasi sehingga Ho dapat diterima dan berlaku sebaliknya.

e. Uji Heterokedastisitas

Uji asumsi heterokedastisitas bertujuan untuk mengetahui apakah data residual sama atau tidak sama untuk semua semua data penelitia. Adapun hipotesis yang akan diuji adalah sebagai berikut.

H0 : Tidak ada hubungan yang sistematis antara variabel yang menjelaskan dan nilai mutlak dari residualnya.

H1 : Ada hubungan yang sistematis antara variabel yang menjelaskan dan nilai mutlak dari residualnya.

Statistik uji yang digunakan adalah uji Glejser dimana pengujianya adalah dengan memodelkan variabel independen dengan nilai absolut dari residualnya. Dasar pengambilan keputusan dengan uji Glejser adalah jika nilai signifikansi (Sig.) > α yang dipilih (misalnya 0,05), maka dapat dinyatakan tidak terjadi masalah heterokedastisitas (Ghozali, 2011).

2. Regresi Linier Sederhana

Regresi Regresi linier sederhana didasarkan pada hubungan fungsional ataupun kausal satu variable independent (variabel bebas) dengan satu variable dependent (variabel terikat).

Menurut Sugiyono (2016: 261), dapat diketahui bahwa regresi sederhana merupakan pengujian hubungan antara variable independen terhadap variable dependen. Model regresi linier sederhana adalah: ŷ = a + bx, dimana ŷ adalah variabel tak bebas (nilai duga), x adalah variabel bebas, a adalah penduga bagi intersap (α), b adalah penduga bagi koefisien regresi (), dan α, ß adalah parameter yang nilainya tidak diketahui sehingga diduga menggunakan statistik sampel.

Keterangan :

Ŷ : Subyek dalam variable dependen yang diprediksikan.

a : Harga Y ketika harga X = 0 (harga konstan)

68

b : Angka arah atau koefisien regresi, yang menunjukkan angka peningkatan ataupun penurunan variable dependen yang didasarkan pada perubahan variable dependen. Bila (+) arah garis naik, dan bila (-) maka arah garis turun.

X : Subyek pada variable independen yang mempunyai nilai tertentu.

Selain itu harga a dan b dapat dicari dengan rumus berikut:

Keterangan:

Y : Variabel terikat (hasil belajar)

X : Variabel bebas (model pembelajaran) a : Intersep (nilai Y, bila X=0)

b : Koefisien regresi/slop (kemiringan garis regresi) n : Jumlah data

Setelah menguji hipotesis regresi linier sederhana dilanjutkan dengan uji signifikansi dengan rumus t. Rumus yang tepat untuk uji signifikansi dalam penulisan ini adalah uji t, dengan rumus.

Keterangan :

t =

𝑥1−𝑥2

(𝑛1−1)𝑆12+( 𝑛2−1)𝑆22𝑔 𝑛1+ 𝑛2−2 ( 1

𝑛11

𝑛2)

Keterangan:

t : nilai t hitung

𝑥1 : rata-rata nilai kelompok kesatu 𝑥2 : rata-rata nilai kelompok kedua 𝑆12: varians kelompok kesatu 𝑆22 : varians kelompok kedua

𝑛1 : banyak subjek kelompok kesatu 𝑛1 : banyak subjek kelompok kedua

69

3. Regresi Linier Multiple

Kemudian analisis dilanjutkan dengan menganalisis bentuk prsamaan regresi linier ganda dengan model persamaan.

Kemudian untuk menguji signifikansi simultan uji F dengan rumus.

Y’ = a + b1X1+ b2X2+….+ bnXn

Keterangan:

Y’ : Variabel dependen (nilai yang diprediksikan) X1 dan X2 : Variabel independen

a : Konstanta (nilai Y’ apabila X1, X2…..Xn = 0)

b : Koefisien regresi(nilai peningkatan ataupunpenurunan) I. Uji Hipotesis

Dalam melakukan uji hipotesis, peneliti menggunakan uji parsial (uji t) dan uji secara bersama-sama atau simultan (uji F). Adapun hipotesis yang akan diuji dan dibuktikan dalam penelitian ini adalah untuk melihat bahwa supervisi kepala sekolah dan motivasi guru memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja guru pendidikan matematika. Pengujian ini menggunakan tingkat signifikansi 5% atau 0,05, artinya dalam penarikan kesimpulan mempunyai probabilitas 95% atau toleransi kesalahan sebesar 5%.

Hipotesis yang dibentuk dari variabel-variabel tersebut adalah sebagai berikut:

H01: (𝜌1 = 0): supervisi kepala sekolah tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru pendidikan matematika

Ha1:(𝜌1 ≠ 0): supervisi kepala sekolah berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru pendidikan matematika

H02: (𝜌2 = 0): motivasi guru tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru pendidikan matematika

Ha2: (𝜌2 ≠ 0): motivasi guru berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru pendidikan matematika

70

H03: (𝜌3 = 0): supervisi kepala sekolah dan motivasi guru tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru pendidikan matematika Ha3: (𝜌3 ≠ 0): supervisi kepala sekolah dan motivasi guru berpengaruh

signifikan terhadap kinerja guru pendidikan matematika

1. Uji Parsial (t-test)

Pengujian yang dilakukan adalah uji parameter (uji korelasi) dengan menggunakan uji t-statistik. Tujuan uji parsial ini adalah untuk melihat masing-masing pengaruh variable indenpenden terhadap variable dependen.

Menurut Sugiyono (2013:250) menggunakan rumus:

𝒕 =𝒓√𝒏 − 𝟐

√𝟏 − 𝒓𝟐 Keterangan:

t : Nilai uji t

r : koefisien korelasi pearson n : jumlah sampel

Hasil perhitungan ini selanjutnya dibandingkan dengan 𝑡-tabel menggunakan tingkat kesalahan 0,05 uji dua pihak dan db = n - 2, kriteria sebagai berikut:

H0 diterima bila thitung< ttabel

H0 ditolak apabila thitung>ttabel

Jika pengujian statistic menunjukkan H0 ditolak, berarti variabel-variabel independen secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja guru pendidikan matematika. Tetapi apabila H0 diterima, maka berarti variabel-variabel independen tersebut tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhdap kinerja guru pendidikan matematika.

2. Uji Simultan (F-test)

Pengujian yang dilakukan ini adalah dengan uji parameter ß (uji korelasi) dengan menggunakan uji F-statistik. Uji ini bertujuan untuk melihat pengaruh variable-variabel bebas secara bersama-sama atau

71

simultan terhadap suatu variable dependen. Menurut Sugiyono (2013:257) dirumuskan sebagai berikut:

𝐹 = 𝑅2/𝑘

(1 − 𝑅2)/(𝑛 − 𝑘 − 1) Keterangan:

𝐹 : nilai uji F

𝑅2 : koefisien korelasi berganda 𝑘 : jumlah variable independen N : jumlah sampel

Distribusi F ini ditentukan oleh derajat kebebasan pembilang dan penyebut,

yaituk dan n – k – 1 dengan menggunakan tingkat kesalahan 0,05. Untuk uji F, kriteria yang dipakai adalah:

H0 diterima bila Fhitung<Ftabel

H0 ditolak apabila Fhitung>Ftabel

Bila H0 diterima, dapat diartikan bahwa tidak terdapat pengaruh signifikan dari variabel-variabel independen secara bersama-sama terhdap variable dependen dan penolakan H0 menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dari variabel-variabel independen terhadap suatu variable dependen.

72

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Data

Penelitian ini dilakukan di seluruh Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Padang Panjang. Penelitian ini memiliki 47 populasi dengan sampel penelitian terdiri atas 24 orang guru matematika. Adapun pengambilan sampel dilakukan dengan cluster random sampling. Data penelitian meliputi tiga variable yaitu supervisi kepala sekolah (X1), variable motivasi guru (X2), dan variable kinerja guru (Y). Untuk uji prasyarat instrument penelitian berupa uji validitas dan uji reliabilitas dapat dilihat pada lampiran . Secara singkat deskripsi data ketiga variable dapat dilihat pada table 4.1 berikut:

Tabel 4.1 Deskripsi Data Variabel Penelitian No Statistik Supervisi

Kepala Sekolah

Berdasarkan table 4.1 dapat diketahui bahwa skor total yang diperoleh masing-masing variable yaitu supervisi kepala sekolah, motivasi guru, dan kinerja guru adalah 2248, 1809, dan 1508. Dari ketiga variable tersebut yang memiliki skor skor tertinggi adalah supervisi kepala sekolah yaitu 2248 dan skor terendah diperoleh dari variable kinerja guru yaitu 1508. Karena untuk indicator supervisi kepala sekolah lebih banyak daripada indicator kinerja guru, dimana indicator supervisi kepala sekolah memiliki 36 pernyataan dan untuk indicator kinerja guru terdiri dari 22 pernyataan. Sedangkan untuk indicator motivasi guru terdiri dari 28 pernyataan.

73

Untuk skor yang sering keluar (modus) untuk tiap-tiap variable adalah;

variable supervisi sekolah dengan modus 82, variable motivasi guru dengan modus 49, dan kinerja guru dengan modus 72. Untuk standar deviasi masing-masing variable adalah 14,37, 16,63, dan 12, 45. Standar deviasi merupakan cerminan dari rata-rata penyimpangan data dari mean. Jika nilai standar deviasi lebih besar dari mean, dapat dikatakan bahwa mean tersebut tidak dapat menggambarkan atau mewakili dari keseluruhan data.Namun apabila nilai standar deviasi yang diperoleh sangat kecil daripada mean, maka mean dapat

variable supervisi sekolah dengan modus 82, variable motivasi guru dengan modus 49, dan kinerja guru dengan modus 72. Untuk standar deviasi masing-masing variable adalah 14,37, 16,63, dan 12, 45. Standar deviasi merupakan cerminan dari rata-rata penyimpangan data dari mean. Jika nilai standar deviasi lebih besar dari mean, dapat dikatakan bahwa mean tersebut tidak dapat menggambarkan atau mewakili dari keseluruhan data.Namun apabila nilai standar deviasi yang diperoleh sangat kecil daripada mean, maka mean dapat

Dalam dokumen Oleh ASLINDA NIM (Halaman 67-119)

Dokumen terkait