• Tidak ada hasil yang ditemukan

Oleh ASLINDA NIM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Oleh ASLINDA NIM"

Copied!
119
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI GURU TERHADAP KINERJA GURU MATEMATIKA DI SMP SE-KOTA

PADANG PANJANG

TESIS

Ditulis Sebagai Syarat untuk Mendapatkan Gelar Magister (S2) pada Program Studi Manajemen Pendidikan Islam

Program Pascasarjana IAIN Batusangkar

Oleh ASLINDA NIM. 1902012003

PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM PROGRAM PASCASARJANA

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI BATUSANGKAR

2021

(2)

ii

PERNYATAAN KEASLIAN TESIS

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Aslinda

NIM : 1902012003

Program Studi : Manajemen Pendidikan Islam

Dengan ini menyatakan bahwa tesis yang berjudul “PENGARUH SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI GURU TERHADAP KINERJA GURU MATEMATIKA SMP SE-KOTA PADANG PANJANG” adalah hasil karya sendiri, bukan plagiat. Apabila di kemudia hari terbukti sebagai plagiat, maka bersedia menerima sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Batusangkar, Januari 2021 Yang membuat pernyataan

ASLINDA

NIM. 1902012003

(3)

iii

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Pembimbing tesis atas nama Aslinda, NIM: MPI. 1902012003, dengan judul:

“PENGARUH SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI GURU TERHADAP KINERJA GURU MATEMATIKA DI SMP SE-KOTA PADANG PANJANG”, memandang bahwa tesis yang bersangkutan telah memenuhi persyaratan ilmiah dan dapat disetujui untuk diajukan ke sidang munaqasyah.

Demikianlah persetujuan ini diberikan untuk dapat digunakan seperlunya.

Batusangkar, Januari 2021 Pembimbing I, Pembimbing II,

(4)

iv

PENGESAHAN TIM PENGUJI

Tesis atas nama Aslinda, NIM: 1902012003, dengan judul “PENGARUH SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI GURU TERHADAP KINERJA GURU MATEMATIKA DI SMP SE-KOTA PADANG PANJANG”, telah diuji dalam Ujian Munaqasyah Program Pascasarjana IAIN Batusangkar yang dilaksanakan pada tanggal 10 Februari 2021.

Demikianlah persetujuan ini diberikan untuk dapat digunakan seperlunya.

(5)

v

ABSTRAK

Aslinda, NIM. 1902012003. Judul Tesis: “Pengaruh Supervisi Kepala Sekolah Dan Motivasi Guru Terhadap Kinerja Guru Matematika Di Smp Se-Kota Padang Panjang”. Program Pascasarjana Manajemen Pendidikan Islam IAIN Batusangkar

Kinerja guru adalah unsur yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan pembelajaran di sekolah. Kinerja guru juga menentukan bagaimana mutu pendidikan yang ada di sekolah. Banyak faktor yang bisa mempengaruhi kerberhasilan dari kinerja guru, beberapa diantaranya yaitu supervisi yang dilakukan oleh kepala sekolah dan motivasi kerja yang dimiliki oleh guru. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan supervisi kepala sekolah dan motivasi guru terhadap kinerja guru matematika di SMP se-kota Padangpanjang,

Jenis penelitian ini adalah penelitian asosiatif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh guru matematika SMP/Mts se-kota Padang Panjang yaitu sebanyak 48 orang, sedangkan yang menjadi sampel dari penelitian ini adalah sebanyak 24 orang guru matematika SMP se-Kota Padang Panjang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Cluster Random Sampling. Rancangan yang digunakan dalam penilitian ini adalah ex-post facto dengan instrumen pengumpulan data menggunakan angket dengan skala likert untuk perolehan skornya. Peneliti menggunakan aplikasi SPPS dalam proses pengolahan data hasil penelitian.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) terdapat pengaruh signifikan supervisi kepala sekolah terhadap kinerja guru sebesar 60,4%; 2) terdapat pengaruh signifikan motivasi guru terhadap kinerja guru sebesar 68,4%; serta 3) terdapat pengaruh signifikan supervisi kepala sekolah dan motivasi guru terhadap kinerja guru sebesar 79%, sedangkan 21% lagi dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa faktor yang mempengaruhi kinerja guru diantaranya yaitu supervisi kepala sekolah dan motivasi guru. Sehingga hipotesis yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh signifikan supervisi kepala sekolah dan motivasi guru terhadap kinerja guru matematika SMP se-Kota Padang Panjang dapat diterima.

(6)

vi

ABSTRACT

Aslinda, NIM. 1902012003. Judul Tesis: “The Effect Of The Principal’s Supervision And Teacher’s Motivation Toward Mathematic Teacher’s Performance Of Junior High School In Padang Panjang”. Magister Program Of Islamic Education Management Of IAIN Batusangkar

Teacher’s performance is the important thing to establish the success of learning process at school. Teacher’s performance also determine the quality of education at school.

Many factors that influence the success of teacher’s perfomance, they are the principal’s supervision and teacher’s motivation. This research was done to know whether there are significant influence of principal’s supervision and teacher’s motivation toward mathematic teacher’s performance of Junior High School in Padang Panjang.

The type of this research is assosiatif research by using Quantitative Approach.

The population of this research are all mathematic’s teacher of Junior High School in Padang Panjang, 48 people, while the sample of this research are 24 Mathematic’s teacher of Junior High School in Padang Panjang by sampling technique is used Cluster Random Sampling. The program was used in this research is Ex-post Factor by data collection instrument by using quissionare and Likert scale for scoring. The research use SPPS application in data collection process.

The result of the reasearch showed that :1) There is a significant effect of principal’s supervision toward teacher’s performance was 60,4%. 2) There is a significant effect of teacher’s motivation toward teacher’s performance as 68,4%. 3) There are significant effect of principal’s supervision toward teacher’s motivation toward teacher was 79% , while 21% was influenced by other factors. From the result was found that the factor influence teacher’s performance such as principal’s supervision and teacher’s motivation.

So, the hypothesis showed there are significant effect from principal’s supervision and teacher’s motivation toward teacher’s performance of Junior High School Mathematics teacher in Padang Panjang is acceptable.

(7)

vii

KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulilah penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tesis yang berjudul “PENGARUH SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI GURU TERHADAP KINERJA GURU MATEMATIKA DI SMP SE-KOTA PADANG PANJANG" ini dengan baik. Tak lupa shalawat dan salam, penulis haturkan pada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW yang telah membawa umat manusia dari zaman jahiliyah menuju zaman yang penuh dengan ilmu pengetahuan seperti yang kita rasakan saat ini.

Penulis menyadari bahwa tanpa ada bimbingan, bantuan, dukungan, dan kerjasama dari berbagai pihak, tesis ini tidak dapat diselesaikan dengan baik.

Oleh karena itu, penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Ibu Dr. Suswati Hendriani,M.Pd.,M.Pd selaku Direktur Program Pascasarjana yang telah meluangkan waktu serta memberikan nasehat untuk penyelesaian tesis ini.

2. Dr. Hj. Demina, M.Pd selaku Ketua Jurusan Program Manajemen Pendidikan Islam yang telah memberikan nasehat dan bimbingan dalam penyusunan tesis ini

3. Bapak Dr. Asmendri, S.Ag, M.Pd. selaku dosen pembimbing I yang telah banyak memberikan masukan dan nasehat dalam pengerjaan tesis ini 4. Ibu Dr. Elda Herlina, M.Pd. selaku dosen pembimbing II yang telah banyak

meluangkan waktu dan memberikan ilmu, arahan, bimbingan, nasehat, dukungan, dan motivasi bagi penulis dalam membantu penyusunan tesis ini.

5. Bapak Dr M. Yusuf Salam,S.Ag,.MA, Bapak Dr. Sirajul Munir, M. Pd., dan Bapak Dr. David, M.Pd selaku dosen penguji yang telah memberikan kritik dan saran kepada penulis untuk membuat tesis ini lebih baik lagi.

6. Bapak Dr. Muhammad faziz,M.Pd yang sudah memvalidasi angket penelitian ini sehingga hasil dari penelitian ini menjadi lebih baik.

(8)

viii

7. Bapak Dr. Adripen M.Pd selaku penasehat akademik yang sudah memberikan nasehat dan saran kepada penulis untuk membuat tesis ini menjadi lebih baik lagi.

8. Bapak dan Ibu guru matematika dan kepsek SMP se-kota Padangpanjang yang telah bersedia mengisi angket penulis. Tanpa Ibu Bapak tesis ini tidak akan berjalan dengan lancar.

9. Kedua orangtua penulis, Bapak H. Umar Bakri dan Alm. ibu Hj. Nurniah serta kakak-kakak penulis yang telah memberikan kasih sayang, do’a, dukungan, nasehat, dan motivasi yang tiada henti kepada penulis.

10. Teristimewa untuk suamiku tercinta Akmal Firdaus M.Pd dan anak-anakku tersayang Dini islamiati akmal,Elfi fauzana akmal,Ilham akmal,dan Fadhil akmal yang memberikan motivasi, kasih sayang, do’a, dukungan dan nasehat kepada penulis.

11. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, yang telah membantu penulis selama perkuliahan sampai penulisan tesis ini.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan tesis ini terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun sangat penulis butuhkan agar dapat menyempurnakan di masa yang akan datang.

Padang Panjang, Februari 2021 Penulis

Aslinda

(9)

ix

DAFTAR ISI

PERNYATAAN KEASLIAN TESIS ... ii

PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iii

PENGESAHAN TIM PENGUJI ... iv

ABSTRAK ...v

ABSTRACT ... vi

KATA PENGANTAR ... vii

DAFTAR ISI ... ix

DAFTAR GAMBAR ... xi

DAFTAR TABEL ... xii

DAFTAR LAMPIRAN ... xiii

BAB I PENDAHULUAN ...1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Identifikasi Masalah ... 9

C. Batasan Masalah ... 9

D. Rumusan Masalah ... 10

E. Tujuan Penelitian ... 10

F. Manfaat Penelitian ... 11

G. Definisi Operasional ... 12

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ...15

A. Kajian Teori ... 15

B. Penelitian yang Relevan ... 48

C. Kerangka Berpikir ... 51

D. Hipotesis... 54

BAB III METODE PENELITIAN ...55

(10)

x

A. Jenis dan Rancangan Penelitian ... 55

B. Tempat dan Waktu Penelitian ... 55

C. Populasi dan Sampel Penelitian ... 55

D. Teknik Pengambilan Sampel ... 57

E. Variabel Penelitian ... 58

F. Teknik Pengumpulan Data ... 58

G. Pengembangan Instrumen Penelitian ... 59

H. Teknik Analisis Data ... 64

I. Uji Hipotesis... 69

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ...72

A. Deskripsi Data ... 72

B. Uji Asumsi Klasik ... 78

C. Pengujian Hipotesis ... 83

D. Pembahasan ... 90

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ...98

A. Kesimpulan ... 98

B. Implikasi... 98

C. Saran ... 99

DAFTAR PUSTAKA ...102

LAMPIRAN ...107

(11)

xi

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Bagan Kerangka Berfikir ... 53

Gambar 4.1 Histogram Supervisi Kepala Sekolah ... 73

Gambar 4.2 Histogram Motivasi Guru... 75

Gambar 4.3 Histogram Kinerja Guru ... 77

Gambar 4.4 Sebaran Data Residual Penelitian ... 79

(12)

xii

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Sebaran Guru pendidikan matematika SMP se-kota Padang Panjang . 56

Tabel 3.2 Skor Alternatif Jawaban ... 60

Tabel 3.3 Kisi-kisi Instrumen Angket Supervisi Kepala Sekolah, Motivasi Guru, dan Kinerja Guru ... 60

Tabel 3.4 Tabel Validitas Penelitian ... 62

Tabel 3.5 Skala Reliabilitas Variabel ... 63

Tabel 3.6 Reliabilitas Instrumen Penelitian ... 64

Tabel 4.1 Deskripsi Data Variabel Penelitian...72

Tabel 4.2 Klasifikasi Supervisi Kepala Sekolah ... 74

Tabel 4.3 Klasifikasi Motivasi Guru ... 76

Tabel 4.4 Klasifikasi Kinerja Guru ... 78

Tabel 4.5 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test ... 79

Tabel 4.6 ANOVA Table ... 80

Tabel 4.7 ANOVA Table ... 80

Tabel 4.8 Uji Multikolinieritas ... 81

Tabel 4.9 Runs Test ... 82

Tabel 4.10 Coefficients ... 83

Tabel 4.11 Koefisien Korelasi ... 84

Tabel 4.12 ANOVA ... 84

Tabel 4.13 Coefficients ... 84

Tabel 4.14 Koefisien Korelasi ... 86

Tabel 4.15 ANOVA ... 86

Tabel 4.16 Coefficients ... 86

Tabel 4.17 Koefisien Korelasi ... 88

Tabel 4.18 ANOVA ... 88

Tabel 4.19 Coefficient ... 88

Tabel 4.20 Korelasi Parsial ... 90

(13)

xiii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Surat Izin Penelitian ... 107

Lampiran 2 Data Penelitian ... 108

Lampiran 3 Uji Validitas ... 109

Lampiran 4 Angket Uji Coba ... 113

Lampiran 5 Instrumen Angket ... 123

Lampiran 6 Hasil Uji Reliabilitas ... 132

Lampiran 7 Data Skor Angket Penelitian ... 135

Lampiran 8 Perhitungan Distribusi Frekuensi ... 139

Lampiran 9 Tabel Cronbach's Alpha ... 142

Lampiran 10 Tabel F ... 143

Lampiran 11 Tabel Durbin-Watson ... 144

(14)

1

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Guru merupakan instrumen yang sangat penting dan menentukan dalam suatu sistem pendidikan. Guru memiliki berbagai peran dan tugas dalam melaksanakan aktifitasnya. Guru yang ideal adalah guru yang mampu dalam menjalankan perannya dan sukses menjalani tuganya. Apabila guru memiliki profesionalitas yang tinggi, maka peserta didiknya akan mampu menerima pelajaran dengan baik. Namun jika guru tidak profesional maka peserta didik akan kesulitan dalam menerima pelajaran. Oleh karenanya, guru mesti memiliki berbagai kemampuan dan kualifikasi akademik agar bisa menjadi guru yang profesional.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2008 tentang guru pada Bab II pasal 2 menjelaskan bahwa kualifikasi yang wajib dimiliki oleh guru yaitu memiliki kualifikasi akademik, kompetensi dasar dan pedagogik, memiliki sertifikat kependidikan, sehat fisik dan rohanis, serta dapat mencapai tujuan pendidikan nasional, sehingga pemerintah mengharapkan guru dapat optimal dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya. Guru yang profesional haruslah memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian yang baik, mampu bersosialisasi, serta profesional terhadap pekerjaannya sebagai seorang guru.

Apabila guru memiliki kompetensi-kompetensi tersebut maka diharapkan guru bisa melaksanakan tugasnya secara optimal.

Merujuk pada Peraturan Kemendikbud Nomor 22 Tahun 2016, menjelaskan bahwa kinerja guru adalah proses pada satuan pendidikan baik dasar dan menengah yang mencakup seperti perencanaan, pelaksanaan, penilaian, dan evaluasi pembelajaran. Kinerja guru merupakan kemampuan dan keterampilan guru dalam kegiatan proses belajar mengajar serta bisa bertanggung jawab atas tugas yang telah diberikan meliputi mendidik dan membimbing peserta didik agar dapat berprestasi (Supardi 2014:54).

Usman ( 2002:83), menambahkan bahwa guru yang memiliki kinerja baik

(15)

2

dan profesionalitas yang tinggi jika diimplementasikan terhadap kurikulum mempunyai beberapa ciri seperti mendesain perangkat belajar, melaksanakan kegiatan pembelajaran, dan menilai serta memberikan evaluasi capaian belajar peserta didik. Berdasarkan pendapat tersebut, dapat di pahami bahwa kinerja guru merupakan kemampuan seorang guru dalam membimbing dan mendidik peserta didik di sekolah serta memiliki keterampilan dan kemampuan dalam melaksanakan proses pembelajaran sehingga peserta didik mendapatkan bimbingan dan didikan yang layak serta bisa terus meningkatkan hasil belajarnya.

Kinerja guru berkaitan erat dengan danya Uji Kompetensi Guru (UKG).

Dengan danya UKG maka dapat diketahui kinerja guru dalam terkhusus kompetensi dasar mengenai bidang studi yang diajarkan dan juga pengetahuan pedagogik guru serta sebagai penilaian kinerja guru yang wajib dilakukan tiap tahunnya. UKG dapat dijadikan peta bagaimana kompetensi seorang guru dan juga sebagai dasar pertimbangan pembinaaan bagi guru,baik PNS maupun Non-PNS.

Mangkuprawira (2010:129-130) menjelaskan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kinerja guru yaitu faktor intrinsik dan ekstrinsik. Faktor intrinsik dapat dilihat dari personal atau individu yang meliputi pengetahuan pedagogik, keterampilan guru dalam mengelola kelas, kemampuan (ability) dasar yang dimiliki seorang guru, kepercayaan diri, motivasi diri yang dimiliki, serta komitmen yang dimiliki oleh tiap guru. Sedangkan faktor ekstrinsik dapat dilihat dari hal-hal berikut, pertama: kepemimpinan dari seorang pimpinan sekolah (kepala sekolah), meliput kinerja manajer dan pemimpin kelompok untuk memberikan dorongan, masukan, semangat, arahan, nasehat, dan dukungan kerja kepada setiap guru. Kedua: tim, meliputi bagaimana pemberian motivasi yang diberikan oleh rekan sesama guru, kepercayaan terhadap sesama guru ataupun staf pendidikan, kekompakan, dan keeratan yang terjalin dalam lingkungan sekolah. Ketiga: sistem, meliputi bagaimana sistem kerja atau program pendidikan yang berlaku di sekolah, fasilitas kerja yang diberikan oleh pimpinan sekolah guna meningkatkan kinerja guru, proses organisasi sekolah yang mampu menompang guru dan budaya kerja dalam

(16)

3

organisasi sekolah tersebut. Keempat: kontektual (situasional), meliputi bagaimana situasi yang terjadi lingkungan sekolah baik interner maupun eksternal.

Adapun beberapa faktor yang bisa mempengaruhi kinerja seorang guru terbagi atas tiga, pertama: faktor individu, faktor ini berasal dari individu guru yang meliputi keterampilan dan kemampuan yang dimiliki, lingkungan keluarga, status sosial, pengalaman kerja, budaya, umur, serta jenis kelamin dari guru tersebut. Kedua: faktor organisasi, faktor ini meliputi bagaimana sumber daya guru, kepemimpinan yang diperoleh guru, gaji yang diterima, serta bagaimana program pembelajaran atau desain pembelajaran yang didapatkan.

Ketiga: faktor psikologis, factor ini berkaitan dengan persepsi atau pendapat yang diperoleh guru, motivasi guru, sikap yang diperoleh, serta kemampuan atau kemauan untuk belajar (Gibson: 1993:52).

Berdasarkan gagasan tersebut, bisa dipahami jika kinerja guru dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu intrinsik dan eksterinsik. Kedua faktor tesebut harus memiliki kondisi yang proporsional. Artinya disamping memiliki faktor intrinsik di antaranya berupa motivasi, pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan, guru juga harus memiliki faktor ekstrinsik yang dapat berupa bimbingan dan pengawasan dari pemimpin dan dukungan dari sesama guru serta tenaga kependidikan.

Faktor intrinsik yang sangat mempengaruhi kinerja guru adalah motivasi.

Motivasi merupakan keseluruhan faktor pendorong, baik diperoleh secara internal maupun eksternal yang bisa diciptakan dengan berbagai usaha sehingga dapat menciptakan kondisi tertentu yang bisa menjamin keberlangsungan dan dapat memberikan arah pada setiap kegiatan yang dilakukan guru sehingga tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya dapat tercapai secara optimal (Widiasworo, 2017:16).

Apabila seseorang mimiliki motivasi didalam dirinya dapat dilihat melalui ciri-ciri seperti berikut: tekun dan gigih dalam menghadapi kewajiban, ulet dalam mengatasi kesulitan dan tantangan, mempunyai minat terhadap bermacam-macam hal baru, kerja mandiri, dan inovatif. Indikator motivasi

(17)

4

kerja guru yang lebih spesifik adalah sebagai berikut: rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap pekerjaan, bekerja keras untuk mencapai tujuan yang diinginkan, keinginan untuk memperoleh prestasi, keinginan untuk berkembang, bangga terhadap pekerjaan sendiri, keinginan untuk diakui, serta gaji atau honor yang diteriman (Sadirman, 2013:83).

Faktor ekstrinsik yang memiliki pengaruh yang besar terhadap kinerja guru diantaranya adalah kepemimpinan yang emban oleh kepala sekolah.

Diantara tugas kepala sekolah adalah sebagai supervisor. Supervisi yang dilaksanakan oleh kepala sekolah sangat menentukan bagaimana kinerja guru sebagai tenaga profesional dalam proses pembelajaran sehingga guru juga dapat meningkatkan kemampuan diri untuk membimbing dan mendidik peserta didik di sekolah.

Pimpinan sekolah mempunyai peranan yang penting untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Kepala sekolah bukan sekedar pemimpin dalam proses pembelajaran, tetapi kepala sekolah merupakan pimpinan terhadap seluruh fungsi yang berjalan di sekolah yang meliputi perencanaan, pembinaan, penanggung jawab, serta sebagai evaluator. Kepala sekolah sebagai supervisor yang bijaksana harus bisa merancang kegiatan-kegiatan alternatif untuk mengatasi setiap kesulitan yang dihadapi oleh guru yang dipimpinnya sehingga guru dapat menghadapi atau menyelesaikan masalah yang dihadapinya.

Menurut Kurniati (2019:12), supervisi akademik merupakan berbagai usaha memberikan bantuan kepada setiap guru sebagai tenaga profesional yang dilaksanakan oleh supervisor memiliki tujuan untuk meningkatkan mutu baik pelaksanaan pembelajaran serta hasil belajar peserta didik. Melalui supervisi yang rutin maka kepala sekolah telah memberikan dukungan kepada guru untuk mencapai tujuan pendidikan.

Supervisi merupakan upaya yang diberikan oleh kepala sekolah untuk membimbing dan membantu guru untuk mengembangkan kinerja guru dan staf kependidikan guna mencapai tujuan pendidikan. Supervisi berupa pemberian motivasi, arahan, bimbingan, serta masukan, dan memberikan jalan bagi guru untuk meningkatkan kemampuan dan keahliannya dalam proses pendidikan

(18)

5

baik dalam meningkatkan metode pembelajaran dan evaluasi pembelajaran (Purwanto, 2018:7). Sehingga dapat dikatakan bahwa supervisi merupakan aktivitas yang dilakukan oleh kepala sekolah sebagai pimpinan tertinggi guna membantu dan membimbing guru dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Supervisi juga merupakan pengawasan yang dilaksanakan oleh kepala sekolah untuk mengawasi berbagai kegiatan di sekolah, tidak hanya sekedar pengawasan secara eksternal saja, namun juga secara internal. Berdasarkan Lazwardi ( 2016: 10), supervisi merupakan kegiatan pengawasan untuk seluruh kegiatan yang dilaksanakan disekolah berupa proses belajar mengajar, kinerja guru dalam mengajar, dan pengawasan terhadap berbagai situasi yang mungkin terjadi di sekolah. Supervisi bertujuan untuk meningkatkan kualitas guru agar menjadi seseorang yang profesional dalam dunia pendidikan.

Supervisi yang dilakukan oleh kepala sekolah untuk meningkatkan kinerja guru dalam proses pembelajaran, yang bertujuan untuk memenuhi visi dan misi sekolah maupun nasional. Sebagaimana yang diketahui bahwa profesi guru dalam melakukan kegiatan belajar mengajar akan terus berlanjut, oleh karena itu supervisi kepala sekolah merupakan hal riskan yang sangat dibutuhkan dalam dunia pendidikan.

Agar dapat melaksanakan fungsinya sebagai pimpinan tertinggi di sekolah, kepala sekolah perlu memiliki berbagai kompentesi yang menjadi dasar terpilihnya ia menjadi pimpinan. Menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 menetapkan lima kompetensi yang harus dimiliki oleh Kepala Sekolah yaitu: (1) kepribadian, (2) manajerial, (3) kewirausahaan, (4) supervisi, dan (5) sosial.

Adanya supervsisi kepala sekolah akan banyak memberikan dampak positif bagi guru. Guru akan merasa puas apabila kinerja yang telah dilaksanakannya mendapatkan apresiasi dari kepala sekolah, sehingga pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru di dalam kelas dapat berjalan secara optimal, yang secara langsung pun memberikan dampak positif bagi peserta didik. Hal tersebut tidak terlepas dari pelaksanaan supervisi kepala sekolah

(19)

6

harus lah sesuai dengan standar yang telah ditentukan, seperti tidak adanya sifat otoriter namun memiliki sifat demokratis dalam pelaksanaannya. Kepala sekolah merupakan organisasi yang memiliki banyak elemen di dalamnya, diantaranya yaitu adanya kepala sekolah, guru, peserta didik, dan staf pendidikan. Selain supervisi kepala sekolah, kinerja guru merupakan elemen penting dalam proses pencapaian tujuan pendidikan.

Supardi (2014: 50) menjelaskan bahwa terdapat beberapa faktor yang memengaruhi prestasi kerja atau kinerja seseorang adalah lingkungan sekitar, bagaimana manajemen di organisasi tersebut, rancangan program organisasi, penilaian kerja, serta bagaimana umpan balik dan upah yang diperoleh.

Sedangkan Kopelman dalam Supardi (2014: 50) mengemukakan bahwa kinerja di tentukan oleh empat faktor antara lain yaitu: (1) lingkungan kerja, (2) karakter dari setiap individu, (3) karakterstik organisasi di lingkungan kerja, serta (4) karakteristik pekerjaan. Dalam penelitian ini, sesorang yang dimaksud adalah guru. Untuk itu guru haruslah memiliki kepribadian, kompetensi, motivasi, serta nilai-nilai yang mendukung tugasnya sebagai seorang tenaga pendidik professional.

Untuk itu perlu adanya peningkatan kinerja guru agar mutu pendidikan di Indonesia dapat berkembang. Agar kinerja guru dapat berjalan secara optimal, maka faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja guru tersebut harus bersifat positif guna mendorong kinerja guru ke arah yang positif pula. Diantaranya yaitu faktor kepemimpinan atau supervisi kepala sekolah dan faktor motivasi kerja guru tersebut. Seperti beberapa penelitian yang telah dilakukan, bahwa supervisi kepala sekolah dan motivasi guru sangat berpengaruh terhadap kinerja guru.

Hasil dari penelitian Kurnia (2011) menyatakan bahwa faktor penting yang mempengaruhi kinerja seorang guru adalah motivasi yang diperoleh ataupun dimiliki, manajemen yang berlaku di sekolah, serta bagaimana pelaksanaan supervisi yang dilakukan oleh kepala sekolah. Vroom (Amstrong, 2009:32) menjelaskan bahwa kinerja merupakan gabungan dari kemampuan dan motivasi yang memiliki formula: Performance = ƒ (ability × motivation).

(20)

7

Dapat terlihat dari formula tersebut bahwa antara kemampuan dan motivasi bukanlah penjumlahan, namun perkalian. Artinya apabila seseorang memiliki kemampuan yang baik namun tidak memiliki motivasi, maka kinerja yang dihasilkan sama dengan nol. Tetapi, apabila seseorang memiliki kemampuan dan motivasi yang tinggi maka dapat dikatakan bahwa kinerja akan dapat optimal.

Melalui penlitian yang telah dilakukan oleh Purwangsih (2012) didapatkan hasil bahwa supervisi kepala sekolah dan motivasi kerja memiliki pengaruh yang positif terhadap kinerja seorang guru. Penelitian yang dilakukan oleh Hidayati (2016) didapatkan bahwa supervisi kepala sekolah memiliki hubungan yang positif terhadap kinerja guru, semakin optimal supervisi kepala sekolah maka dapat dikatakan kinerja guru juga akan optimal. Dengan adanya peningkatan supervisi kepala sekolah dan motivasi kerja guru, diharapkan kinerja guru pun dapat mengalami peningkatan ke arah yang optimal.

Berdasarkan penelusuran awal, peneliti menemukan terdapat permasalahan di SMP kota Padang Panjang. Supervisi kepala sekolah kepada guru belum terlaksana sebagaimana mestinya, misalnya kurang memberikan bimbingan dalam menetapkan metode atau strategi mengajar yang tepat, minimnya kontrol dalam pelaksanaan proses pembelajaran di kelas, dan kurang memiliki waktu untuk memberikan dorongan/ arahan kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan. Motivasi guru juga masih rendah. Hal ini diketahui diantaranya dari kurangnya kesungguhan dalam mengajar, tidak mampu menyelesaikan permasalahan di kelas, dan kurangnya inovasi atau kreatifitas guru dalam mengajar. Selain, supervisi kepala sekolah dan motivasi guru, dalam penelusuran awal penulis juga menemukan permasalahan kinerja guru.

Permasalahan kinerja guru di antaranya adalah kurang mampu dalam menggunakan media pembelajaran secara optimal, kurang mampu mengelola kelas, dan tidak sempura dalam menyusun dan menyediakan administrasi sekolah.

Terlebih lagi sejak maret 2020, Indonesia dilanda oleh pandemic yang disebabkan oleh Virus Corona. Banyak sector yang terkena dampak dari

(21)

8

pandemic tersebut, selain banyak merenggut korban jiwa, juga banyak sector mengalami kelumpuhan ataupun terganggu. Mulai dari sector ekonomi, politik, agama, kesehatan, hingga sector pendidikan.

Meliburkan proses belajar mengajar di sekolah, merupakan salah satu solusi terbaik yang dilakukan oleh pemerintah guna memutus rantai penyebaran virus Corona. Melalui Surat Edaran (SE) nomor 4 tahun 2020, Kemendikbud menetapkan bahwa proses pembelajaran dilakukan secara daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) merupakan tantangan tersendiri bagi seluruh unsure kependidikan. Baik dari kemendikbud, tenaga dan staf kependidikan, orang tua peserta didik, maupun peserta didik itu sendiri. PJJ mengharuskan tenaga pendidik/ guru harus mampu menoperasikan berbagai macam aplikasi yang menunjang terlaksananya pembelajaran secara optimal, guru harus lebih kreatif dan inovatif lagi dalam membuat media pembelajaran agar proses belajar mengajar tetap menyenangkan dan pengetahuan pun tersalurkan dengan baik.

Hasil wawancara peneliti dengan beberapa guru mengenai proses pembelajaran daring, didapatkan hasil bahwa masih ada guru yang belum terlalu pandai dalam mengoperasikan laptop ataupun aplikasi pembelajaran seperti google classroom, google drive/form, serta penggunaan aplikasi yang mendukung dalam pembuatan media pembelajaran. Serta bagi guru yang telah mampu mengoperasikan beberapa aplikasi pembelajaran, peneliti menemukan kurangnya motivasi guru untuk berkeinginan membuat media pembelajaran yang menarik dan edukatif untuk peserta didik. Guru hanya menggunakan Microsoft word untuk menuliskan materi dan soal latihan, ataupun mengambil media pembelajaran yang sudah ada di youtube berupa video ataupun simulasi pembelajaran.

Berdasarkan hal tersebut, peneliti merasa perlu untuk melakukan sebuah penelitian secara mendalam terkait pengaruh supervisi kepala sekolah dan motivasi guru terhadap kinerja guru matematika sehingga diharapkan dengan penelitian ini kualitas pendidikan Indonesia, terutama di kota Padang panjang dapat meningkat sesuai dengan yang dicita-citakan. Oleh karena itu, peneliti

(22)

9

mengajukan judul proposal tesis"PENGARUH SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI GURU TERHADAP KINERJA GURU MATEMATIKA DI SMP SE-KOTA PADANG PANJANG”.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan penjelasan mengenai latar belakang masalah, maka dapat teridentifikasi masalah dalam penilitian ini adalah sebagai berikut:

1. Kurangnya bimbingan dari kepala sekolah kepada guru dalam menetapkan metode atau strategi mengajar yang tepat.

2. Kepala sekolah kurang memeberikan waktu untuk memberikan dorongan/arahan kepada guru.

3. Guru memiliki motivasi yang rendah.

4. Guru kurang mendapatkan control dalam melakukan proses pembalajaran di kelas.

5. Guru kurang memiliki kesungguhan dalam mengajar.

6. Guru tidak mampu menyelaikan permasalahan di kelas.

7. Guru kurang memiliki inovasi atau kreatifitas dalam mengajar.

8. Guru kurang mampu menggunakan media pembelajaran.

9. Guru kurang mampu mengelola kelas dengan baik.

10. Guru tidak sempurna dalam menyusun perangkat pembelajaran.

C. Batasan Masalah

Agar pembahasan dalam penelitian ini tidak keluar dari tujuan penelitian, maka peneliti membatasinya dengan sebagai berikut:

1. Penilitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh supervisi kepala sekolah terhadap kinerja guru matematika SMP se-Kota Padang Panjang.

2. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh motivasi guru terhadap kinerja guru matematika SMP se-Kota Padang Panjang.

(23)

10

3. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh simultan supervisi kepala sekolah dan motivasi guru terhadap kinerja guru matematika SMP se-Kota Padang Panjang.

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan batasan masalah di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

1. Berapa besar pengaruh supervisi kepala sekolah terhadap kinerja guru matematika di SMP se-Kota Padang Panjang?

2. Bagaimana pengaruh supervisi kepala sekolah terhadap kinerja guru matematika di SMP se-Kota Padang Panjang?

3. Apakah terdapat pengaruh signifikan supervisi kepala sekolah terhadap kinerja guru matematika SMP se-Kota Padang Panjang?

4. Berapa besar pengaruh motivasi guru terhadap kinerja guru matematika di di SMP se-Kota Padang Panjang?

5. Bagaimana pengaruh motivasi guru terhadap kinerja guru matematika di SMP se-Kota Padang Panjang?

6. Apakah terdapat pengaruh signifikan motivasi kepala sekolah terhadap kinerja guru matematika SMP se-Kota Padang Panjang?

7. Berapa besar pengaruh supervisi kepala sekolah dan motivasi guru terhadap kinerja guru matematika di SMP se-Kota Padang Panjang?

8. Bagaimana pengaruh supervisi kepala sekolah dan motivasi guru terhadap kinerja guru matematika di SMP se-Kota Padang Panjang?

9. Apakah terdapat pengaruh signifikan supervisi kepala sekolah dan motivasi kepala sekolah terhadap kinerja guru matematika SMP se-Kota Padang Panjang?

E. Tujuan Penelitian

Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh supervisi kepala sekolah dan motivasi guru terhadap kinerja guru matematika di SMP se kota Padang Panjang. Sedangkan lebih khusus lagi sesuai dengan

(24)

11

rumusan masalah yang dikaji penulis, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:

1. Berapa besar pengaruh supervisi kepala sekolah terhadap kinerja guru matematika di SMP se-Kota Padang Panjang.

2. Bagaimana pengaruh supervisi kepala sekolah terhadap kinerja guru matematika di SMP se-Kota Padang Panjang.

3. Apakah terdapat pengaruh signifikan supervisi kepala sekolah terhadap kinerja guru matematika SMP se-Kota Padang Panjang.

4. Berapa besar pengaruh motivasi guru terhadap kinerja guru matematika di di SMP se-Kota Padang Panjang.

5. Bagaimana pengaruh motivasi guru terhadap kinerja guru matematika di SMP se-Kota Padang Panjang.

6. Apakah terdapat pengaruh signifikan motivasi kepala sekolah terhadap kinerja guru matematika SMP se-Kota Padang Panjang.

7. Berapa besar pengaruh supervisi kepala sekolah dan motivasi guru terhadap kinerja guru matematika di SMP se-Kota Padang Panjang.

8. Bagaimana pengaruh supervisi kepala sekolah dan motivasi guru terhadap kinerja guru matematika di SMP se-Kota Padang Panjang.

9. Apakah terdapat pengaruh signifikan supervisi kepala sekolah dan motivasi kepala sekolah terhadap kinerja guru matematika SMP se-Kota Padang Panjang.

F. Manfaat Penelitian 1. Secara teoritis

Hasil penulisan ini diharapkan dapat menambah pengetahuan mengenai pendidikan dan kebijakan pendidikan sehingga dapat dijadikan sebagai referensi bagi penulis dan pengamat masalah pendidikan terhadap pengaruh supervisi kepala sekolah dan motivasi guru dalam meningkatkan kinerja guru matematika.

2. Secara praktis

(25)

12

Hasil penulisan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi : i. Kepala Sekolah

Sebagai referensi untuk kepala sekolah mengenai bagaimana pentingnya supervisi kepala sekolah terhadap kinerja guru, sehingga kepala sekolah dapat meningkatkan kerjanya ke arah yang lebih baik lagi dalam melaksanakan supervisi di sekolah. Apabila supervisi kepala sekolah terlaksana secara optimal mutu pendidikan pun dapat meningkat.

ii. Pengembangan Pendidikan

Sebagai penambah wawasan pembaca terutama yang berkontribusi di dunia pendidikan mengenai pentingnya strategi-strategi supervisi kepala sekolah dalam peningkatan kinerja guru matematika.

iii. Bagi Instansi Pendidikan

Sebagai referensi untuk mengembangkan program pendidikan sehingga proses pendidikan mampu berjalan secara optimal sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai.

G. Definisi Operasional

Definisi operasional merupakan penjelasan secara aplikatif mengenai hubungan langsung antar variabel yang digunakan dalam penulisan, hal ini dilakukan bertujuan untuk menghindari terjadinya kekeliruan dan kesalahpahaman dari pembaca dalam memahami maksud yang menjadi variabel dalam penelitian ini, maka peneliti memberikan definisi operasional sebagai berikut:

a. Supervisi Kepala Sekolah

Supervisi kepala sekolah merupakan usaha untuk membimbing, mengkoordinir, dan mengayomi guru dalam proses pembelajaran. Kepala sekolah bertanggung jawab untuk membimbing guru baik dalam proses penyusunan program pembelajaran hingga pada evaluasi setelah proses pembelajaran dilaksanakan. Adapun indikator supervisi yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. adanya kunjungan kelas;

(26)

13

2. pemberian semangat kerja 3. rapat-rapat pembinaan

4. Administrasi/perangkat pembelajaran 5. pengembangan metode pembelajaran 6. pengembangan bahan ajar

7. potensi pembelajaran 8. evaluasi pembelajaran 9. kegiatan di luar mengajar b. Motivasi Kerja Guru

Motivasi merupakan dorongan atau penggerak yang membangkitkan suatu perbuatan atau pekerjaan. Sedangkan motivasi kerja guru adalah sesuatu yang mampu mendorong guru untuk melakukan tugas dan kewajibannya sebagai seorang guru demi mencapai tujuan pendidikan.

Untuk mengukur bagaiman motivasi kerja guru, dapat dinilai melalui indikator berikut ini:

1. Rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap pekerjaan 2. Bekerja keras untuk mencapai tujuan yang diinginkan 3. Kebutuhan untuk berprestasi

4. Keinginan untuk berkembang 5. Rasa bangga terhadap pekerjaan 6. Kebutuhan untuk diakui

7. Suka pada tantangan yang menuntut untuk maju 8. Gaji yang diterima

Motivasi kerja yang dimaksud dalam penelitian ini adalah motivasi kerja guru matematika SMP di kota Padang Panjang tahun pelajaran 2019/2020.

c. Kinerja Guru

Kinerja guru merupakan suatu kegiatan yang menunjukkan ability seorang guru dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya di sekolah serta adanya suatu perbuatan yang dilakukan oleh guru selama kegiatan pembelajaran berlangsung, maupun kegiatan guru dalam memenuhi semua

(27)

14

tanggung jawabnya sebagai seorang tenaga pendidik. Dalam penelitian ini, peneliti akan mengukur tujuh indikator yang berkaitan dengan kinerja guru, diantaranya yaitu:

1. Mengenal peserta didik

2. Menyusun program pembelajaran 3. Melaksanakan program pembelajaran 4. Melaksanakan analisis evaluasi belajar

Penelitian ini terfokus pada kinerja guru matematika SMP di kota Padang Panjang tahun pelajaran 2020/2021.

(28)

15

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Kajian Teori

1. Supervisi Kepala Sekolah

a. Pengertian Supervisi Kepala Sekolah

Kristiawan (2019: 1), Supervisi terdiri dari dua kata yaitu

“super” dan “vision”. Kata “super mengandung makna peringkat.

Sedangkan kata “vision” berarti mengandung makna kemampuan untuk menyadari sesuatu tidak benar-benar terlihat. Jika kedua kata tersebut digabungkan maka dapat diartikan bahwa supervisi merupakan pandangan yang diberikan oleh orang yang lebih ahli kepada orang yang memiliki kemampuan di bawahnya.

Supervisi ini dilaksanakan oleh orang yang professional dalam bidang tugasnya yang dikenal dengan istilah Supervisor. Seorang supervisor akan bertindak atas dasar pengetahuan yang bertujuan mutu pendidikan dapat meningkat. Oleh karena itu, untuk melaksanakan supervisi, seorang supervisor harus memiliki kemampuan yang lebih daripada orang yang dikenai supervisinya.

Sehingga supervisor mampu memberikan masukan dan bimbingan terhadap kekurangan maupun permasalahan yang dihadapi oleh orang yang dikenai supervisi.

Nurhayati (2019:16) menjelaskan bahwa supervisi merupakan suatu kegiatan untuk membina dan membantu para guru dan staf pendidik dalam melaksanakan tugasnya secara efektif.

Berdasarkan penjelasan tersebut, Purwanto lebih menekankan untuk mengembangkan kemampuan individu dari para guru dan staf untuk meningkatkan kinerjanya. Hasan (2018: 13), menjelaskan bahwa supervisi merupakan upaya untuk memberikan stimulus , melakukan koordinasi, dan memberikan bimbingan secara

(29)

16

berkelanjutan untuk pengembangan guru di sekolah baik secara individu maupun secara kelompok.

Menurut Mulyasa (2016: 5), menjelaskan bahwa supervisi merupakan segala kegiatan dan usaha yang dilakukan oleh pimpinan sekolah dalam memimpin tenaga pendidik dan staf kependidikan untuk untuk perbaikan proses pembelajaran, termasuk memberikan stimulasi, menyeleksi pertumbuhan dan perkembangan jabatan para guru, melakukan revisi terhadap visi misi sekolah, mengembangkan bahan pembelajaran, dan metode- metode pembelajaran, serta membantu guru dalam melaksanakan evaluasi pengajaran.

Menurut Suryadi (2018:43) menjelaskan bahwa supervisi merupakan usaha untuk memberikan stimulasi, melakukan koordinasi, serta memberikan bimbingan kepada para guru, baik secara individu maupun secara berkelompok, agar guru mampu mengembangkan potensi dan kemampuan yang ada di dalam dirinya agar bisa diimplementasikan pada dunia pendidikan sehingga guru mampu meningkatkan mutu pendidikan di sekolahnya.

Mulyana (2019: 5) juga menjelaskan bahwa supervisi yang dilakukan oleh kepala sekolah bukan hanya untuk menilai kinerja guru, melainkan membantu guru dalam mengembangkan profesionalitasnya. Namun sejatinya, penilaian kinerja guru tidak dapat dihindarkan karena dalam proses pengembangan pembelajaran oleh guru juga perlu dilakukan penilaian.

Berdasarkan beberapa pendapat dari para ahli tersebut diatas, dapat disimpulkan bahwa supervisi kepala adalah kegiatan untuk membantu memperbaiki pengajaran, mengawasi pertumbuhan dan perkembangan guru-guru, merevisi tujuan-tujuan pendidikan, membantu pengemabangan bahan pengajaran, metode, dan kegiatan evaluasi pengajaran. Kepala sekolah bertugas untuk membantu guru dalam memahami situasi dan kebutuhan peserta

(30)

17

didik sebagai dasar untuk menyusun rencana pembelajaran secara tepat.

b. Pelaksanaan Supervisi

Kristiawan (2019: 78) menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan supervisi, kepala sekolah melalui tiga tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.

1) Melaksanakan Perencanaan

Kegiatan perencanaan merupakan kegiatan untuk mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi, serta melihat apa saja yang harus disupervisi oleh kepala sekolah. Identifikasi bisa berupa melakukan analisis SWOT, yaitu melihat apa saja yang menjadi kelebihan, kekurangan, peluang serta hambatan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Bebrapa langkah yang dapat dilakukan dalam perencanaan supervisi adalah (1) melakukan kunjungan kelas, rapat, diskusi, dan tanya jawab dengan para guru agar memperoleh data yang diinginkan; (2) melakukan pengolahan data dengan melaksanakan analisis terhadap data yang telah dikumpulkan; (3) mengklasifikasi atau mengkelompokkan data sesuai dengan bidang bidang permasalahan yang telah ditentukan;

(4) melakukan penarikan kesimpulan tentang permasalahan yang menjadi sasaran; serta (5) menetapkan teknik yang tepat untuk memperbaiki dan memberikan solusi untuk meningkatkan profesional guru.

2) Melakukan Pelaksanaan

Kegiatan ini merupakan wujud nyata yang dilakukan guna memperbaiki atau meningkatkan profesional guru. Pelaksanaan merupakan tahapan yang penting bagi kepala sekolah untuk terjun langsung dalam proses pengembangan profesionalitas guru.

3) Melakukan Evaluasi

Kegiatan evaluasi bertujuan untuk mengetahui berhasil atau tidaknya supervisi yang telah dilaksanakan sebelumnya. Berhasil

(31)

18

atau tidaknya supervisi dapat dilihat dengan tercapai atau tidaknya tujuan yang diharapkan. Apabila tujuan belum tercapai, maka kepala sekolah haruslah merevisi kegiatan supervisi yang telah dilakukan untuk kemudian dapat dilaksanakan pada kegiatan selanjutnya.

Namun apabila tujuan dari supervisi tersebut telah tercapai, maka kepala sekolah dapat meningkatkan lagi pelaksanaan supervisinya di kemudian hari.

Kepala sekolah selain berperan sebagai educator, manager, dan administrator, juga berperan sebagai supervisor. Secara berkala kepala sekolah melakukan kegiatan supervisi seperti melakukan kunjungan kelas untuk mengamati secara langsung proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Melalui kunjungan kelas, kepala sekolah dapat melihat bagaimana keunggulan maupun kelemahan yang dimiliki oleh seorang guru, sehingga kepala sekolah akan dapat melakukan perencanaan guna mengembangkan keunggulan yang dimiliki oleh guru serta menekan kelemahannya.

Adapun usaha yang bisa dilakukan oleh kepala sekolah dalam pelaksanaan supervisi menurut Kristiawan dkk (2019: 83) adalah sebagai berikut:

a) Membangkitkan dan memberikan motivasi kepada guru agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.

b) Melakukan usaha untuk melengkapi kekurangan alat-alat yang diperlukan dalam kegiatan proses belajar mengajar.

c) Kepala sekolah dan para guru berusaha melakukan pengembangan program pembelajaran, baik metode ataupu media pembelajaran yang dapat menunjang proses pembelajaran sesuai kurikulum yang berlaku.

d) Menjaga kerja sama antara kepala sekolah, guru, dan staf kependidikan.

e) Berusaha meningkatkan mutu, kemampuan, dan pengetahuan tenaga pendidik dan staf kependidikan, di antaranya dengan

(32)

19

melaksanakan diskusi-diskusi kelompok, memfasilitasi perpustakaan sekolah, dan atau memberi izin para guru untuk mengikuti penataran-penataran atau seminar sesuai bidangnya masing-masing; dan

f) Menjaga hubungan kerja sama antar sekolah yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan.

c. Tujuan Supervisi Kepala Sekolah

Sahartian (2009:19) mengungkapkan bahwa tujuan supervisi kepala sekolah adalah untuk memberikan layanan dan bantuan kepada guru untuk mengembangkan situasi pembelajaran di kelas. Lebih jelas, Fachrudin (2006: 88) memaparkan bahwa tujuan dari supervisi adalah:

1) Membimbing para guru untuk mengetahui lebih jelas mengenai tujuan pendidikan serta peran sekolah secara khusus untuk mencapai tujuan tersebut.

2) Membantu guru agar dapat melihat persoalan dan kebutuhan dari peserta didik serta memberikan solusi agar guru dapat memenuhi kebutuhan tersebut.

3) Membantu guru dalam mengembangkan kecakapan dalam proses pembelajaran.

4) Membimbing guru dalam proses merencanakan pembelajaran yang efektif.

5) Membentuk moral guru agar lebih baik lagi, serta menumbuhkan rasa kerja sama dan sikap saling menghargai dalam proses pencapaian tujuan pembelajaran.

Berdasarkan pemaparan diatas, dapat disimpulkan bahwa tujuan supervisi tidak hanya membantu para guru untuk memperoleh pengetahuan mengenai dunia pendidikan apa yang menjadi peran sekolah dalam mencapai tujuan pendidikan, namun juga membantu dan membimbing guru dalam memecahkan masalah dan melengkapi kebutuhan siswa, yang dapat menjadi dasar untuk menganalisis dalam

(33)

20

menyusun rencana pembelajaran

Di samping itu, supervisi juga menjadi wadah bagi guru untuk mengembangkan kecakapan dan kemampuan sehingga guru mampu meningkatkan prestasinya. Apabila guru memiliki kinerja yang baik baik maka peserta didik akan memperoleh didikan dan bimbingan yang optimal sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai. Adanyanya pendidikan yang berkualitas akan menghasilkan lulusan yang berkualitas pula.

Mulyana (2019) menjelaskan bahwa dalam proses pengembangan profesionalime guru, maka perlu diadakannya penilaian kinerja guru yang bertujuan untuk menjawab berbagai pertanyaan yang terlintas di pikiran, seperti apa saja yang dilakukan oleh guru dan murid, apakah aktivitas yang dilakukan oleh guru dan murid memberikan dampak yang positif bagi keduanya, serta apa kelebihan dan kekurangan guru dalam mengembangkan profesionalismenya dalam proses pembelajaran. Sehingga setelah didapatkannya jawaban akan pertanyaan tersebut, kepala sekolah akan melaksanakan proses supervisi dalam rancangan dan pengembangan kemampuan yang dimiliki oleh guru.

Pelaksanaan supervisi akademik kepala sekolah yang peneliti maksud dalam penelitian ini adalah suatu proses pelaksanaan supervisi akademik yang dilakukan oleh kepala-kepala SMP di kota Padang Panjang dimana kepala sekolah melakukan pengawasan kepada guru-guru dalam hal yang menyangkut pembelajarannya dikelas, memberikan bimbingan, masukan, pemecahan masalah kepada guru apabila ada yang tidak dapat melaksanakan pembelajaran secara optimal, dan melakukan evaluasi terhadap segala kegiatan proses pembelajaran mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran yang ilakukan oleh guru.

(34)

21

d. Fungsi dan Peran Supervisi

Menurut Piet A.Sahertian (2000: 21), fungsi utama supervisi bertujuan untuk melakukan perbaikan dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Pendapat Sahertian berdasarkan yang dikemukakan oleh Swearingan dalam bukunya yang berjudul Supervision of Instruction Fondation and Dimension, bahwa ada delapan fungsi supervisi, yaitu:

1) Mengkoordinasikan semua usaha sekolah

Bahwa pendidikan akan terus berkembang secara dinamis sehingga kegiatan-kegiatan akan terus dilaksanakan untuk mencapai perubahan yang diinginkan. Untuk itu pentingya koordinasi yang dilakukan antara personil sekolah seperti antara kepala sekolah dan guru. Adapun usaha yang perlu dilakukan yaitu:

a) Usaha setiap guru, yaitu setiap guru memiliki kesempatan yang sama dalam mengemukakan saran, pendapat, dan idenya guna tercapainya peningkatan ke arah yang positif terhadap proses pembelajaran.

b) Usaha-usaha sekolah, sekolah harus tegas dalam menentukan kebijakan-kebijakan sekolah dan tujuan atas setiap program yang akan dilaksanakan di sekolah.

c) Usaha-usaha bagi pertumbuhan jabatan yang berutujuan untuk meningkatkan diri sekaligus mengasah intelektual.

2) Kepemimpinan sekolah

Kepemimpinan disekolah haruslah bersifat demokratis bukan otoriter, artinya kepala sekolah harus bisa menerima setiap pendapat yang dikeluarkan oleh guru dan mencari jalan keluar secara bijaksana terhadap masalah yang sedang dihadapi.

3) Memperluas pengalaman guru

Melalui supervisi yang diperoleh guru, maka guru berkesempatan menambah wawasan dan pengalamannya yang berkaitan dengan pendidikan. Guru mendapatkan pengalaman yang diberikan oleh kepala sekolah mengenai pemahaman tentang cara

(35)

22

mengajar, menyusun perangkat pembelajaran, serta melalui pengalaman guru mampu mengembangkan potensi yang dimilikinya.

4) Menstimulasi kegiatan sekolah yang kreatif

Supervisi haruslah mampu menciptakan kondisi yang memungkinkan guru untuk mampu melaksanakan kegiatan- kegiatan kreatif dalam pembelajaran dan mengembangkan potensi- potensi kreatif yang ada di dalam diri guru sehingga mampu meningkatkan mutu pendidikan di sekolah.

5) Memberikan fasilitas dan penilaian yang berkelanjutan

Untuk meningkatkan kualitas sumber daya di bidang pendidikan, maka kepala sekolah haruslah mampu menyediakan fasilitas untuk terlaksananya pembelajaran secara baik, fasilitas disini bukan hanya sekedar materi tetapi juga menyediakan fasilitas bagi guru dan staf untuk memperoleh informasi dan pegetahuan yang didapatkan dari kepala sekolah itu sendiri. Untuk mengetahui apakah proses pendidikan mengalami peningkatan, maka dari itu kepala sekolah harus terus melaksanakan penilaian yang berkelanjutan sehingga dapat mengetahui bagaimana proses pembelajaran yang ada di sekolah.

6) Menganalisis proses pembelajaran

Pada fungsi ini, kepala sekolah akan melakukan pengamatan mengenai bagaimana proses pembelajaran yang sedang berlangsung. Kemudian kepala sekolah akan menganalisis apakah terdapat kelebihan atau kekurangan dalam kegiatan tersebut. Nantinya kepala sekolah akan memberikan solusi, masukan, maupun arahan agar proses pembelajaran dapat terus berjalan secara optimal.

(36)

23

7) Melengkapi guru dan staf kependidikan dengan wawasan dan pengetahuan.

Kepala sekolah memberikan motivasi berupa penyampaian wawasan yang bermakna mengenai pendidikan sehingga timbulnya dorongan untuk melaksanakan tugas dengan baik.

8) Menyelaraskan tujuan pendidikan terhadap kompetensi yang dimiliki

Setiap potensi yang dimiliki oleh seorang guru akan dapat aktualisasikan jika kepala sekolah mampu menstimulusnya.

Dengan kompetensi yang dimiliki oleh seorang guru, kepala sekolah harus mampu menyelaraskannya dengan tujuan pendidikan yang ingin dicapai.

Ada beberapa fungsi supervisi pendidikan yaitu sebagai berikut:

1) Fungsi penelitian (Research);

Dalam melaksanakan tugasnya sebagai supervisor, seorang kepala sekolah tidaklah bekerja berdasarkan prasangka saja. Namun setiap kegiatan supervisi yang dilakukan oleh kepala sekolah harus berdasarkan keadaan nyatanya. Kepala sekolah bertugas untuk mengidentifikasi permasalahan, merumuskan masalah, melakukan pengumpulan data, melakukan pengolahan datan, serta penarikan kesimpulan terhadap kegiatan supervisi yang dilakukan.

2) Fungsi Penilaian (Evaluation);

Hasil penelitian yang telah didapatkan oleh supervisor kemudian dijadikan sebagai bahan penilaian atau evaluasi yang akan dijadikan referensi untuk kegiatan berikutnya.

3) Fungsi Perbaikan (Improvement);

Apabila hasil penelitian didapatkan kekurangan-kekurangan maka kepala sekolah akan melaksanakan perbaikan melalui kegiatan strategis dan kegiatan operasional.

4) Fungsi Pengembangan (Development);

Hasil penelitian biasanya meliputi atas kekurangan ataupun

(37)

24

prestasi. Apabila ditemukan kekurangan ataupun permasalahan, maka akan dilakukan perbaikan. Namun apabila hasil penelitian berupa prestasi maka akan dilakukan pengembangan (Engkoswara dan Komariah (2011).

Adapun peran supervisi menurut Sahertian (2000: 31) memiliki empat peran, yaitu:

1) Sebagai Koordinator

Artinya kepala sekolah mampu mengkoordinir seluruh kegiatan yang dilakukan di sekolah, baik itu kegiatan pembelajaran maupun kegiatan lainnya yang berhubungan dengan pendidikan yang dilakukan di sekolah maupun luar sekolah.

2) Sebagai Konsultan

Kepala sekolah sebagai konsultan artinya mampu memberikan bantuan untuk segala permasalahan yang dialami oleh guru maupun peserta didik baik secara individual maupun secara kelompok.

3) Sebagai Pemimpin Kelompok

Kepala sekolah merupakan seorang pemimpin kelompok, artinya mampu memimpin seluruh kegiatan yang ada di sekolah.

Maksudnya disini adalah kepala sekolah mampu dengan adil dan bijaksana dalam menentukan apa saja yang baik dan tidak baik bagi sekolah.

4) Sebagai Evaluator

Kepala sekolah sebagai evaluator artinya kepala sekolah mampu menilai kinerja guru sehingga dapat memberikan bimbingan kepada guru. Kepala sekolah sebagai evaluator juga dapat membantu para guru dalam menilai hasil dan proses belajar.

Tujuan supervisi yang dilakukan oleh kepala sekolah adalah untuk membantu dan mengembangkan proses belajar mengajar ke arah yang lebih baik serta untuk meningkatkan perkembangan siswa dan menyiapkan peserta didik sehingga menjadi masyarakat yang berguna (Burhanuddin, 1994:29)

(38)

25

Bedasarkan beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa supervisi berperan untuk menciptakan suasana atau kondisi seoptimal mungkin sehingga guru merasa akan nyaman, aman, dan bebas dalam meningkatkan potensi dan kreativitas dengan penuh tanggung jawab.

Sesuai dengan fungsinya, supervisi harus mampu mengkoordinasi segala usaha-usaha di lingkungan sekolah. Supervisi memiliki cakupan untuk semua kegiatan setiap guru dalam merealisasikan diri dan ikut mengevaluasi kegiatan-kegiatan sekolah.

e. Tipe-Tipe Supervisi

Briggs (2002: 58 ) menjelaskan bahwa supervisi terbagi atas empat tipe jika melihat dari tata cara pelaksanaannya, adapun tipe-tipe dari supervisi tersebut adalah:

1) Supervisi yang bersifat korektif

Supervisi ini lebih menekankan untuk mencari kesalahan dan kekurangan orang yang disupervisi dalam hal ini adalah guru. Supervisi pada tipe ini akan memberikan dampak kekhawatiran, takut, dan frustasi terhadap guru karena mereka akan merasakan tidak percaya diri terhdap pekerjaannya sehingga memberikan dampak negative terhadap proses pembelajaran.

2) Supervisi yang bersifat preventif

Tipe supervisi ini adalah untuk menekan pada usaha untuk melindungi dan mengayomi guru agar tidak berbuat kesalahan. Tipe ini merupakan langkah pencegahan yang dilakukan supervisor agar tidak terjadinya kesalahan yang dilakukan oleh orang yang disupervisi terhadap tugas yang dikerjakannya.

3) Supervisi yang bersifat konstruktif

Supervis tipe ini menitikberatkan terhadap masa depan. Kepala sekolah akan mencari setiap kesalahan dan hambatan yang ada, kemudian memperbaikinya dan menjaga guru agar tidak melakukan kesalahan yang sama dikemudian hari.

(39)

26

4) Supervisi yang bersifat kreatif

Tipe supervisi ini memberikan peluang yang besar bagi guru untuk mengembangkan kreatifitas dalam proses pembelajaran. Kepala sekolah akan memberikan dorongan dan motivasi kepada guru agar mengeluarkan potensi yang ada pada dirinya untuk pengembangan proses pembelajaran. Sehingga guru akan bisa mengembangkan kreativitasnya baik dalam menyusun program pembelajaran, media pembelajaran, serta pengembangan-pengembangan lainnya yang berguna untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah.

f. Teknik Supervisi

Purwanto (2005:120) menjelaskan bahwa banyak cara untuk melakukan supervisi agar tujuan yang diinginkan dapat di capai. Secara umum, teknik supervisi terbagi atas teknik perseorangan dan teknik kelompok.

1) Teknik Perseorangan

Teknik ini dilakukan secara mandiri oleh supervisor, adapun yang termasuk ke dalam tenik supervise perorang adalah sebagai berikut:

a) Mengadakan kunjungan kelas (classroomvisitation)

Tujuan mengadakan kunjungan kelas adalah untuk melakukan observasi mengenai bagaimana kegiatan belajar mengajar di kelas, apakah sudah memenuhi syarat-syarat di daktis atau metode yang sesuai. Supervisor dapat mengamati mengenai kelebihan dan kekurangan guru dalam mengajar sehingga bisa dievaluasi untuk ditemukan solusinya, baik dalam bentuk nasihat ataupun saran.

b) Mengadakan kunjungan observasi (observationvisits)

Kunjungan observasi ini dilakukan oleh guru dari sekolah lain, yang tujuannya untuk melihat guru dari sekolah yang lainnya dalam melakukan demonstrasi belajar. Guru yang menjadi demonstran diaggap memiliki kemampuan mengajar sesuai dengan

(40)

27

tujuan diadakannya kunjungan observasi tersebut. Tetapi tidak menutup kemungkinan jika kepala sekolah dapat melakukan kegiatan kunjungan observasi ini yang prinsipnya sesuai dengan kunjungan kelas.

c) Membimbing para guru untuk mempelajari tentang pribadi siswa yang diharapkan mampu mengatasi masalah yang dihdapi siswa.

d) Membimbing para guru dalam melaksanakan kurikulum sekolah Bentuk bimbingan yang dapat diberikan oleh kepala sekolah terhadap guru sehingga tercapainya pelaksanaan kurikulum dapat berupa penyusunan program semester, program tahunan, serta perangkat administrasi pembelajaran guru lainnya.

2) Teknik Kelompok

a) Mengadakan pertemuan atau rapat (meeting)

Pertumuan ini dilaksanakan untuk mendiskusikan hasil belajar maupun program yang akan direncanakan di sekolah.

b) Mengadakan diskusi kelompok (groupdiscussions)

Kelompok-kelompok yang telah dibentuk selanjutnya akan melaksanakan diskusi mengenai permasalahan yang terjadi seputar proses pembelajaran dan kemudian mencari solusinya secara bersama- sama.

c) Mengadakan penataran (inservicetraining)

Kepala sekolah memberikan kesempatan untuk para guru mengikuti kegiatan penataran sesuai dengan bidangnya masing- masing, sehingga diharapkan guru yang telah menyelesaikan penataran dapat memperoleh pengetahuan baru dan dapat mengembangkan wawasannya.

Supervisi kepala sekolah diharapkan mampu membina guru agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan secara optimal. Berbagai teknik supervisi oleh kepala sekolah dapat dilaksanakan sesuai dengan keadaan maupun tujuan yang ingin dicapai.

(41)

28

g. Prinsip-prinsip Supervisi

Kepala sekolah memiliki andil dan tanggung jawab yang besar sebagai seorang supervisor, untuk itu kepala sekolah harus mengetahui prinsip-prinsip supervisi dalam melaksanakan tindakan sebagai seorang supervisor. Purwanto (2005:117) mengatakan bahwa prinsip dari supervisi adalah sebagai berikut:

1) Supervisi bersifat konstruktif dan kreatif, artinya melalui supervisi kepala sekolah dapat memberikan dorongan para guru untuk melaksanakan tanggung jawabnya sebagai pendidik.

2) Supervisi harus bersifat realistis artinya, dalam mengambil suatu keputusan, kepala sekolah harus memperhatikan bagaimana kondisi dan situasinya.

3) Supervisi bersifat sederhana

4) Supervisi bersifat aman, artinya dalam pelaksanaan supervisi, kepala sekolah tetap memberikan rasa aman dan nyaman kepada para guru dan tenaga pendidik dalam melaksanakan tugasnya sehingga tidak ada rasa terintimidasi.

5) Supervisi bersifat profesional, artinya dalam melaksanakan tugas tidak didasari atas hubungan pribadi namun berdasarkan fungsi dan wewenang masing-masing seperti hubungan kepala sekolah dan guru.

6) Supervisi bersifat sebagai penengah, artinya kepala sekolah sekolah harus mampu mengatasi setiap sikap dan prasangka yang terjadi antar guru maupun tenaga pendidik lainnya.

7) Supervisi tidak bersifat otoriter, artinya kepala sekolah tidak melalukan desakan terhadap guru sehingga timbulnya rasa gelisah yang dapat menyebabkan ketidakoptimalan guru menjalankan tugasnya.

8) Supervisi tidak bersifat atas kekuasaan pribadi.

9) Supervisi tidak bersifat mencari-cari kesalahan.

10) Supervisi bersifat menikmati proses, artinya kepala sekolah hanya mengharapkan hasil saja namun juga menikmati setiap proses yang

(42)

29

dilalui sebagai bahan untuk evaluasi bagi kegiatan supervisi berikutnya.

11) Supervisi bersifat preventif, korektif, dan kooperatif.

h. Karakteristik Supervisi

Menurut Mulyasa (2004: 112) supervisi memiliki karakteristik sebagai berikut:

1) Supervisi berupa bantuan.

2) Supervisi didasari atas usulan guru yang kemudian dijadikan kesepakatan oleh kepala sekolah sebagai supervisor.

3) Supervisi memiliki metode observasi dalam pelaksanaannya.

4) Setelah melakukan obeservasi, kepala sekolah akan melakukan diskusi bersama guru dengan mendahulukan persepsi dari gru.

5) Supervisi menerapkan suasana terbuka sehingga dalam pelaksanaannya, kepala sekolah lebih banyak mendengarkan dan menjawab pertanyaan dari guru.

6) Adapun tahapan dari supervisi terdiri atas tiga tahap yaitu pertemuan awal, pengamatan, serta umpan balik.

7) Adanya umpan balik yang diberikan kepala sekolah terhadap perkembangan positif yang telah dilakukan oleh guru.

8) Supervisi bersifat berkelanjutan.

Berdasarkan beberapa penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa supervisi menitikberatkan kepada penemuan, pemberian solusi, dan pemecahan masalah secara obyektif. Masalah yang ditemui bukan untuk mengintimidasi para guru namun untuk dianalisis dan dicari solusinya secara bersama-sama.

i. Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Supervisi

Purwanto (2004: 118) mengatakan ada beberapa factor yang memperngaruhi berhasil atau tidaknya supervisi yang dilakukan kepala sekolah, diantaranya adalah sebagai berikut:

(43)

30

1) Lingkungan masyarakat di sekitar sekolah.

2) Ruang lingkup lingkungan sekolah yang menjadi tanggung jawab kepala sekolah.

3) Tingkatan sekolah

4) Kondisi guru dan staf pendidik.

5) Kecakapan dan kemampuan kepala sekolah dalam melaksanakan supervisi

Diantara beberapa factor tersebut, kecakapan dan kemampuan kepala sekolah merupakan factor penting dalam menjalankan supervisi kepala sekolah. Apabila kepala sekolah mempunyai kecakapan dalam melaksanakan tugasnya, maka supervisi kepala sekolah akan berjalan secara optimal. Namun, apabila kepala sekolah tidak mempunyai kecapakan, maka supervisi yang dilaksanakan tidak akan memberikan hasil yang optimal.

j. Indikator Supervisi Kepala Sekolah

Supervisi yang dilakukan oleh kepala sekolah harus melibatkan guru yang dibinanya secara aktif mulai dari persiapan perencanaan dan dalam pelaksanaannya. Pelaksanaan supervisi yang baik harus berdasarkan pada indikator yang akan dicapai.

Menurut Handayani (2020:301) setidaknya ada lima indikator supervisi kepala sekolah yang perlu diperhatikan yaitu:

1) Memberikan arahan

2) Membantu guru dalam memecahkan masalah

3) Melaksanakan pengwasan terhadap seluruh warga sekolah 4) Membangun hubungan antar guru dengan baik

5) Melakukan penilaian dan evaluasi kinerja

Berdasarkan teknik supervisi menurut Purwanto (2005:120), peneliti merumuskan beberapa indikator supervisi kepala sekolah yang perlu diperhatikan sebagai berikut:

1) Adanya kunjungan kelas

Gambar

Gambar 2.1Bagan Kerangka BerfikirSupervisi Kepala Sekolah (X1)
Tabel 3. 1 Sebaran Guru pendidikan matematika SMP se-kota Padang Panjang
Tabel  3.3  Kisi-kisi  Instrumen  Angket  Supervisi  Kepala  Sekolah,  Motivasi  Guru,  dan  Kinerja Guru
Tabel 3. 5 Skala Reliabilitas Variabel
+7

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh perubahan arus kas operasi, perubahan arus kas investasi, perubahan arus kas

Dalam bagian ini dan dua bagian berikutnya, kita akan membahas hasil-hasil yang lebih mendalam dibanding bagian terdahulu yang mana dapat digunakan untuk mem- perkenalkan

Penelitian ini merupakan penelitian ( library research ) atau kajian pustaka yang mengumpulkan data dari literatur dan sumber- sumber lain yang mendukung dan mempunyai

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah dimensi kualitas pelayanan yang terdiri dari bukti fisik, kehandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati berpengaruh

Suatu jenis pajak dikatakan elastis bilamana hasil perbandingan lebih besar dari satu, yaitu apabila terjadi kenaikan harga, jumlah penduduk, dan pendapatan masyarakat

Hal ini dapat meningkatan resiko para penambang emas tersbut terpajan merkuri karena merkuri yang digunakan selama proses penambangan secara amalgamasi bisa masuk

Nilai koefisien regresi dewan komisaris independen sebesar 0.002, bernilai positif dapat diartikan bahwa setiap penambahan 1 satuan untuk variabel dewan komisaris independen,

Dari hasil kutipan wawancara dengan partisipan didapatkan bahwa orang tua dan mertua partisipan yang tidak mendukung pemberian ASI eksklusif dapat membuat ibu hilang percaya